myCatalog

Minggu, 29 November 2015

UNREQUITED LOVE



UNREQUITED LOVE

Pairing            : Wu Yifan, Zhang Yixing, Kim JunMyeon, Huang ZiTao

Genre              : Romance, Sad, Friendship

Leght               : OneShoot

Tittle                : Unrequited Love

Author             : Choi Seorin





                Namja dengan kadar kalsium yang berlebihan tidak bisa mengalihkan mata elangnya dari sesosok namja yang sedari tadi hanya duduk didepannya dalam diam hanya tersenyum sesekali menunjukkan lesung pipi dan sesekali mengangguk tanda ia mengerti apa yang tengah di bicarakan oleh MC di acara yang tengah mereka datangi sekarang, bahkan namja kelebihan kalsium itu juga ikut tersenyum ketika melihat namja didepannya mengeluarkan dimplenya, bodoh? Memang..

                “Mau sampai kapan kau melihatnya Hyung?”



                Namja bermata elang itu menoleh kesisi sebaliknya dari namja yang tengah ia perhatikan sedari tadi, ia menatap namja berambut blonde bertubuh kurus dan tinggi walau dirinya lebih tinggi dari namja yang menegurnya barusan “Kau fikir dengan melihatnya kau bisa membuatnya melihatmu juga?”

                “Kau berisik sekali Huang Zitao..” omel namja tinggi yang merasa tersindir itu

                “Kalian bertengkar?” namja bermata Elang dan namja tinggi disebelahnya menoleh kesumber suara lalu tersenyum lebar  5 jari rasanya virus sang Happy Virus di grup mereka ‘Park Chanyeol’ sudah menular pada mereka

                “Tidak, tidak kami tidak bertengkar..” ucap Tao sambil merangkul namja bermata elang itu “Iyakan Kris Hyung?”

                “Ne Lay-ah, kami tidak bertengkar..” ucap namja bermata Elang yang ternyata Kris sang leader EXO-M, ia mengacak pelan rambut namja yang sedari tadi ia perhatikan dan baru saja menegur dirinya dan Tao yang bisa jadi suara mereka terdengar berisik

                Namja berdimple itu kembali menghadap depan setelah mengangguk-angguk mengerti kembali menatap seseorang yang tengah menjadi Co-MC di depan bersama dengan Sunbae mereka di SuperJunior Shindong sesekali namja berdimple itu tersenyum dan melambai pada seseorang itu ketika seseorang itu menatap kearahnya dan melambai kecil kearahnya tanpa namja berdimple itu sadari perbuatannya hanya menghasilkan senyum kecut di bibir Kris yang memperhatikannya

                “Suho-shi..”

                Seseorang itu segera menoleh kaget ketika MC acara itu memanggilnya “Ah ne?”

                “Kau sangat mencintai kembaran si ikan itu?” bisik Shindong pelan karena saat ini mereka sedang di tonton seluruh fans EXO

                “Lay memang sangat mirip Donghae Hyung??” seseorang itu yang ternyata Suho leader EXO-K malah balas bertanya bukannya menjawab bahkan memiringkan sedikit kepalanya karena bingung

                Shindong memutar matanya malas pertanyaannya tidak dijawab sama sekali “Ne Lay sangat mirip dengan manusia ikan itu dan kau mirip dengan si Kuda itu, kalian cocok.. jadi jangan melambai lagi pada Lay atau aku akan menggantikan posisi Co-MC mu dengan Chanyeol..” ancam SHindong dalam sekali nafas karena ia sedari tadi mendapati Suho dan Lay sempat-sempatnya saling melempar pandangan dan saling melambai di tengah acara live seperti ini membuat iri saja

                “Ah ne ne Hyung, mianhae..” Suho hanya bisa memberikan cengiran bersalahnya pada Shindong tak disangka Shindong memperhatikan gerak geriknya ia menggaruk tengkuknya dan pandangannya beralih pada Lay kembali ia memberikan senyuman terbaik nya pada Lay, namja yang sangat di cintainya, namjanya, miliknya, dan kebahagiaannya terasa semakin sempurna ketika Lay membalas senyumannya

                Kris menghela nafas malas melihat adengan didepannya rasanya ia ingin segera pulang dari acara ini jika bisa, dan kenapa juga ia harus duduk di belakang Lay dan Suho hampir saja ia ingin minta pindah dengan Chanyeol tetapi sayangnya acara sudah dimulai, beruntung Suho terpilih untuk menjadi Co-MC jadi dirinya tidak harus melihat Suho yang terus menerus bersikap manis pada Lay

                Kris cemburu, jelas Kris cemburu namja tinggi itu juga menyukai Lay a.k.a Zhang Yixing sejak mereka masih Training tidak jauh beda dengan Suho yang juga menyukai Lay semenjak training hanya saja dewi fortuna tidak berpihak padanya, keberuntungannya hanya sampai sebatas ia dan Lay 1 sub-grup dan mereka sering bertemu berbagi kamar ketika di china dan saling membantu ketika membutuhkan hanya sampai disitu karena dengan cepat dewi fortuna menyadarkannya tidak ada yang sempurna di dunia ini, sang dewi pun berpindah pada Suho ketika Leader EXO-K itu dengan tiba-tiba menyatakan perasaannya pada Lay ketika member EXO-M baru saja sampai di Korea tengah malam bahkan mereka baru saja masuk selangkah kedalam dorm Suho sudah berteriak di depan pintu mengatakan ‘Saranghae’ pada Lay dan ternyata Lay menerima Suho dan tepat saat itu lenyap sudah keberuntungan dari hidup Kris

                “Kris Hyuuung..” Kris menghentikan langkahnya ketika ia melihat Dongsaeng kesayangannya bahkan kesayangan seluruh member EXO memanggilnya

                “Ne Kyungsoo-ah wae?”

                “Kau mau kemana? Suho Hyung bilang akan mentraktir kita bukan?”

                Kris pura-pura menguap lebar bahkan ia berhasil membuat air mata ngantuknya keluar dari mata elang miliknya “Hoaaaaam aku sangat mengantuk Kyungsoo-ah, aku ingin segera kembali ke dorm..” ucap Kris sembari menepuk bahu kecil Kyungsoo “Nanti aku akan menghubungi Suho, jangan lupa minta dia bungkuskan makanan untukku..”

                “Chicken is not your style Hyung..” ejek Kyungsoo, karena memang benar mereka akan pergi makan ayam dan jangan lupakan Kris yang tidak ingin menyentuh ayamnya sama sekali ketika syutting perdana variety show mereka

                Kris tertawa “Now Chicken its my style jadi bungkus kan 2 porsi untukku..” Kris pun membetulkan letak hoodienya ia mengacak rambut Kyungsoo “Aku pulang ne aku benar-benar mengantuk..” Krispun melangkah meninggalkan Kyungsoo dan ia memang benar pulang ke dorm sendirian lebih baik sendirian untuk menyegarkan pikiran

                “Kris Hyung dimana?” Tanya Kai sambil merangkul Kyungsoo ia menatap sekitar setahunya tadi staff berkata Kyungsoo sedang berbicara dengan Kris

                “Sudah pulang.. katanya dia mengantuk.. Kris Hyung minta di bungkuskan ayam saja katanya..”

                “Jinjja? Tidak seperti biasanya… ya sudah kajja mobil van kita sudah menunggu di belakang gedung..” Kai menarik Kyungsoo agar mengikuti langkahnya ia sesekali mencubit gemas pipi namja nya itu dan hanya dibalas tepukan kesal dari Kyungsoo

                Kris membuka pintu Dorm ia tidak menghidupkan lagi lampu dorm ia biarkan Dorm tetap gelap ia melangkahkan kaki panjangnya menuju ruang tengah ia menghempaskan tubuh panjang nya di atas sofa panjang yang biasa di gunakan member untuk rapat atau hanya untuk mereview perform mereka, namja tinggi itu menghela nafas berat rasanya benar-benar sakit ketika orang yang ia sukai sejak dulu orang yang ia jaga selama mereka berada di china, orang yang selalu ia rangkul selalu ia dengarkan keluh kesahnya tetapi ternyata akhirnya tidak menjadi miliknya malah menjadi milik orang lain

                Kris tersenyum samar ia menghempaskan kepala ke sandaran sofa rasanya kepalanya benar-benar penat saat ini memikirkan Lay yang selalu ada di dekatnya tetapi tidak bisa dimilikinya bahkan ia selalu menjadi bahan ejekan Tao maknae mereka di EXO-M tidak ada hari tanpa Tao memergoki dirinya tengah menatap Lay diam-diam seperti orang bodoh “Sejak kapan aku menyukaimu?” Kris bergumam matanya menerawang kelangit-langit ia mencoba memutar ulang memory di dalam kepalanya kapan tepatnya ia mulai menyukai Lay namja China yang sangat polos itu

                Kris melangkahkan kaki panjangnya keluar dari ruang latihan vocal, semenjak ia memutuskan training ia sudah menentukan ia ingin bisa bernyanyi untuk keluarganya di China walau akhirnya yang ia dapat hanya part RAP tapi itu sudah cukup bagus ia puas akan itu, tapi walau dirinya hanya dapat part RAP tetapi latihan yang ia terima tidak jauh sulitnya dengan latihan vocal yang lain dan hari ini pertama kalinya ia akan bertemu dengan teman-temannya yang lain yang konon katanya akan di gabungkan dalam 1 grup bersamanya mulai hari ini mereka akan berlatih bersama tinggal bersama dan melakukan banyak hal bersama, namja tinggi itu kini berdiri didepan ruang latihan dance yang belum pernah ia masuki selama ia di training disini Kris membuka pintu dance practice room dan ia hanya melihat 1 orang disana masih sepi apa dirinya kepagian datang atau terlambat datang?

                “Chogiyo?” Kris menyapa seseorang yang sedang meliuk-liukkan badannya sepertinya mengikuti suara music dari earphone yang di dengarnya karena di ruangan itu sangat sunyi tidak ada suara apapun hanya decitan dari sepatu seseorang itu dan lantai yang mengisi suara dalam ruangan sunyi itu

                Kris menghela nafas lalu menghampri seseorang itu ia kesal tidak di tanggapi sama sekali, ia menarik tali earphone dengan kasar sampai lepas dari telinga orang itu “Omo!”

                Namja yang sedang asik melatih otot-otot tubuhnya segera menghentikan gerakan ketika ia merasa eraphonenya di tarik seseorang ia menoleh ia tidak marah hanya bingung kenapa ada yang mengganggu nya “Mwoya?” Tanya orang itu bingung dan Kris malah hanya berdiam di tempat setelah seseorang yang ia ganggu latihannya kini menanggapi dirinya, menoleh bahkan berdiri menghadap kearahnya, seketika urat saraf di bibir Kris menjadi kaku ia tidak bisa mendeskripsikan seberapa polosnya namja yang kini ada di hadapannya, wajah namja itu benar-benar  membuatnya terlihat seperti orang bodoh saat ini

                “A-aku… Aku WuYifan.. aku diminta untuk kemari berkumpul..”

                Wajah kebingungan di hadapan Kris segera berganti dengan senyum lebar bahkan dari pipi orang itu keluar dimple manis yang makin membuat Kris hampir ke habisan nafas di tempat “Ah Kau salah satu dari mereka? Kau dari China juga? Aku Zhang Yixing.. senang mengenalmu Yifan..” namja berdimpel itu segera meraih tangan besar Kris lalu menyalaminya dengan semangat bertepatan dengan seseorang yang masuk

                “Annyeong..”

                Kris dan Lay menoleh bersamaan mereka menatap bingung seseorang yang baru masuk kedalam dance practice room, Kris rasanya pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya jika jadwal latihan Rapnya dimulai ia akan melihat orang ini keluar dari ruang latihan Vocal di sebelah ruangannya mungkin dia juga di latih Vocal hanya untuk main vocal bukan RAP seperti dirinya

                “Nuguya?” Tanya Lay semangat ia senang bukan dirinya lagi yang datang terlalu cepat dan menunggu temen-teman masa depannya datang

                “JunMyeon, Kim JunMyeon Imnida..” namja yang masih berdiri di pintu itu tersenyum lebar menjawab pertanyaan Lay ia mengalihkan pandangannya pada Kris seolah-olah bertanya siapa nama Kris dan namja disampingnya

                “Zhang Yixing dan dia Wu Yifan..” jawab Lay sambil menunjuk dirinya dan Kris bergantian

                “Mohon kerja samanya..” ketiga nya berucap dan membungkuk bersamaan tapi tidak lama ketiga tertawa bersamaan pula rasanya konyol melakukan hal yang sama ber-3 rasanya mereka akan menjadi sahabat di masa depan

                “Kris..” Lay mengguncang tubuh besar Kris yang tertidur di sofa ruang tamu, mereka berangkat makan jam 7 dan sekarang sudah jam 11 sudah berapa lama Kris tertidur di sofa “Ya ireona badanmu bisa sakit jika tidur disini..” panggil Lay lagi

                “DIa masih belum bangun?” Tanya Suho yang berdiri di belakang Lay ia mengelus sayang kepala Lay akhirnya Lay bangkit dari jongkoknya sudah setengah jam ia mencoba membangunkan Kris yang hanya bergumam dan malah membalik tubuhnya membelakangi Lay lalu memeluk bantal sofa, badannya saja yang besar kelakuannya seperti bayi koala sangat lucu

                “Mungkin dia kelelahan.. padahal dia belum makan malam.. Suho-ya kau coba bangunkan dia akan kubuatkan ramen untuk Kris..” Pinta Lay sebelum namja berdimple itu melangkah meninggalkan Suho dan Kris menuju dapur dan Suho pun mengangguk patuh ia segera berjongkok lalu memukul pantat bulat Kris

                “Yaa banguuun jika ingin tidur pindahlah ke kamar kau tidak lihat kapasitas sofa ini tidak cukup untuk badan besarmu..”

                Kris pun akhirnya bangun dan segera duduk dengan mata setengah tertutup rasanya ia ingin memasukan kepala Suho kedalam ketiaknya tidak tahu apa kalau dirinya baru saja tertidur dan bermimpi indah, tunggu mimpi? Kris segera menoleh menatap Suho yang melambai-lambai tanpa dosa kearahnya lalu  menoleh pada Lay yang siluetnya terlihat di dapur, ia bukan bermimpi tapi ia flashback dalam mimpinya bodohnya

                “Lay sedang membuatkanmu ramen kau pasti belum makan, dan kubawakan kau 2 porsi ayam seperti pesananmu awas jika kau tidak habiskan..” ancam Suho duduk disebelah Kris yang masih menggaruk-garuk rambut dan kepalanya bahkan mengucek pelan mata elangnya yang masih setengah tertutup

                “Ah aku benar-benar mengantuk Suho-ya.. bisakah aku hanya menghabiskan ramen buatan Lay saja?”

                “Ayammu sudah Kyungsoo simpan di kulkas besok pagi kau bisa memakannya, kau tenang saja..”

                “Ah si pendek itu memang mengerti diriku..” ucap Kris sebenarnya ingin berterima kasih tetapi ia suka mengatai Kyungsoo juga walau akhirnya ia akan mendapat tatapan membunuh dari Suho yang juga ikut merasa direndahkan jangan lupa dirinya juga tidak setinggi Kris yang tinggi menjulang layaknya tiang listrik di depan dorm mereka

                “Argghhhh…”

                Lay mengeluarkan kepalanya dari pintu dapur begitu mendengar suara Kris berteriak dan ia akhirnya hanya bisa menggeleng melihat Kris tengah di tendangi oleh Suho pasti masalah tinggi badan hanya masalah itu yang membuat Suho terkadang sampai menendangi Kris setega itu entah kemana sifat malaikatnya jika Kris sudah membahas masalah tinggi badan

                “Sudah hentikan yang lain bisa terbangun karena suara teriakan Kris yang benar-benar mirip longlongan srigala kelaparan..” protes Lay sambil membawa sepanci ramen ke ruang tengah dan meletakkannya di meja didepan sofa

                Kris dan Suho yang tengah bergerumul saling menendang pun menghentikan kegiatannya ketika mencium aroma ramen yang menyapa penciuman mereka “Ah tiba-tiba aku lapar lagi..” ucap Suho yang hampir maju menghampiri panci ramen andai tangan besar Kris tidak menutup seluruh wajahnya dan mendorongnya kebelakang bahkan berhasil membuat Suho terjungkal kebelakang

                “Ramen ini milikku menyingkir kau..” omel Kris lalu ia segera duduk bersila di lantai dan memakan ramen buatan Lay untuknya

                “Kau benar-benar pelit..” omel Suho setelah ia sudah kembali duduk dari posisi terjungkal yang sangat tidak elit nya akibat perbuatan Kris

                “Perlu kupanaskan ayam yang tadi?” Tanya Lay lagi ia melihat Kris begitu lahap memakan ramen buatannya dan Suho yang terlihat mulai kelaparan lagi

                “Ne!” jawab Suho dan Kris bersamaan membuat Lay malah tertawa ia tiba-tiba ingat kejadian ketika mereka awal kenal dulu “Kalian kompak sekali..” Lay melangkah ke dapur sambil tertawa pelan bahkan mengelus perutnya ia memutuskan akan memanaskan ayam yang tadi Suho bungkuskan untuk Kris bahkan tanpa di beritahu Kyungsoopun sudah pasti Suho akan membungkuskan ayam itu untuk sahabatnya

                Kris dan Suho masih memandang punggung Lay yang melangkah meninggalkan mereka menuju dapur sampai siluet Lay hilang tertutup dinding dapur “Suho-ya..”

                “Ne?”

                “Aku tidak pernah menanyakan ini sebelumnya.. tapi jika aku boleh tahu sebagai sahabat kalian berdua..” Kris berusaha setenang mungkin bertanya pada Suho bahkan ia sambil memakan ramennya padahal sebenarnya ia berat menanyakan ini “Sejak kapan kau menyukai Lay?”

                Suho menoleh bahkan duduk menghadap Kris ia terlihat berfikir sebentar “Aku tidak tahu tepat nya kapan tapi yang pasti aku mulai tertarik padanya ketika ia menyapaku saat hari pertama kita saling mengenal diriku kau dan Lay di ruang latihan dance..” Suho masih menerawang mengingat-ingat bagaimana manisnya senyuman Lay saat itu dan di salah 1 telinganya masih terpasang earphone ia terlihat begitu manis saat itu “Kau ingat bukan?” Tanya Suho lagi bahkan sampai menepuk lengan Kris karena Kris pun juga melamun sama seperti dirinya

                “Ah, a iya benar aku ingat..” Kris mengangguk-angguk tidak mungkin ia lupa hari pertama kali ia berkenalan dengan Lay hari ia pertama kali merasakan bagaimana jatuh cinta pada pandangan pertama ketika Lay menoleh padanya dengan wajah kebingungan karena Kris menarik salah 1 earphone nya

                “Apa yang kalian lamunkan? Sudah malam jangan melamun yang tidak-tidak..” Lay datang dengan sepiring ayam di tangannya dan membuyarkan lamunan kedua Leader di EXO tersebut

                “Dirimu..” Jawab Suho sambil mengerling jahil mengoda Lay walau sebenarnya Lay sama sekali tidak menoleh pada Suho sama sekali

                “Dirimu Yixing..” jerit hari Kris ketika menatap Lay yang berada tepat di hadapannya “Aku membayangkan bagaimana jika Suho bisa lebih tinggi dari tinggi nya yang sekarang..” jawab Kris asal ia berusaha menghibur dirinya sendiri saat ini

                “Mwo?? Yaaaak!”

                “Arrgghhhhhh”

                “Terserah kalian saja lah..” Lay tidak memperdulikan dua Leader EXO itu kembali saling menendang di lantai ia memakan ayam yang sudah ia panaskan dengan tenang tetapi sesekali ia tersenyum geli menatap kedua namja di hadapannya ini mereka Leader tetapi sikap keduanya tidak lebih dari 2 orang maknae jika sudah ada di hadapannya, hal yang paling membahagiakan bagi hidup Lay adalah bergabung dengan EXO mengenal seluruh member EXO, dan tentunya mengenal Kris dan juga Suho.. Sahabatnya dan Kekasihnya..

-Unrequited Love-

                Senyum lebar tidak pernah hilang dari bibir Kris bahkan Tao yang sedari tadi berdiri disampingnya sampai bergidik ngeri karena melihat senyuman itu bisa ada di bibir Kris “Hyung kau baik-baik saja bukan?” Tanya Tao berbisik karena mereka tengah dipesawat dan sekarang juga sudah malam hampir seluruh penumpang pesawat sudah tidur dengan lelap, mereka duduk ber-3 di bangku pesawat dan jangan lupakan ada Lay di samping Kiri Kris dan di samping kanan Kris duduk Tao yang jujur saja sedari tadi rasanya ingin pindah karena ketakutan dengan senyuman di bibir Kris yang lebih mirip seringai srigala kelaparan

                “Dia duduk disampingku Tao-ah, disampingku..” balas Kris berbisik juga karena Lay sudah tidur disampingnya bisa bayangkan bagaimana bahagianya wajah Kris yang terkadang lebih terlihat menyeramkan

                Tao memutar matanya malas “Jadi maksudmu kau sedari tadi meninggalkan Dorm tersenyum seperti srigala kelaparan karena senang eoh?” Tanya Tao lagi bahkan ia sampai meniru senyuman Kris yang ia sebut seperti seringai srigala

                “Senyumanku ini tampan bukan seperti srigala kau mau kumakan hah?” omel Kris maknae mereka ini benar-benar menyebalkan harusnya Tao juga bahagia ketika ia menceritakan kebahagiaannya tapi Tao malah mengatainya sungguh kejam memang dimana-mana maknae itu memang menyebalkan

                “Tampan, kurasa jika Lay Hyung melihat senyumanmu dia juga akan bergidik ngeri dan berlari ketakutan..”

                Tangan Kris hampir melayang kekepala Tao rasanya ingin menjitak maknae satu ini bahkan mata Kris sudah membulat besar menandakan ia tengah menahan emosi saat ini “Ah lihat kau benar-benar mirip srigala.. arghhhhh!”

                Lay terbangun dari tidurnya ia menoleh kearah Kris dan Tao ia yakin suara teriakan itu dari Tao “Wae? Kau baik-baik saja Tao-ah?”

                Tao menatap Lay dengan mata berkaca-kaca rasanya ingin mengadu pada Lay kalau dirinya baru saja di jitak dengan kekuatan penuh oleh Kris tetapi belum juga Tao menjawab Kris sudah menjawab terlebih dulu pertanyaan Lay “Tao bermimpi kepalanya di hinggapi kecoa Lay-ah..”

                Lay hampir menyemburkan tawanya mendengar jawaban Kris ia memang tahu Tao benar-benar takut dengan serangga tapi ia tidak menyangka Tao akan tetap takut walaupun itu didalam mimpi sekalipun “Jinjja? Aigoo Tao-ah itu Cuma mimpi bukan sungguhan… kajja tidur lagi..” Lay masih tertawa pelan sambil menyelimuti tubuhnya sendiri sampai sebatas leher

                Setelah yakin Lay sudah kembali tertidur Kris dan Tao sama-sama melemparkan pandangan saling membunuh jangan lupa mata besar Tao ketika mata itu melotot maka itu artinya ia benar-benar terlihat sangat menyeramkan “Ini sakit Hyung..” omel Tao sambil menunjuk kepalanya yang menjadi Korban penyiksaan Kris

                “Akan kuberikan lagi jika kau masih saja mengejekku..”

                “Ck kau menyebalkan.. memang kenyataan bukan senyumanmu itu menyeramkan..”

                “Matamu lebih menyeramkan..”

                “Yaak!”

                “Aish kalian bisa berhenti bertengkar tidur lah..” Luhan melempar sebungkus tissue tepat kearah wajah Kris dan Tao ia benar-benar terganggu dengan suara Tao dan Kris yang masih saja bertengkar ini sudah malam dan ia sangat mengantuk ditambah Xiumin dan Chen sudah tertidur juga disampingnya dengan tenang seperti seolah-olah keributan yang diciptakan Kris dan Tao tidak bisa mengusik mereka

                Tao dan Kris melangkah malas-malasan di bandara rasanya mereka masih sangat mengantuk ini akibat mereka masih saja bertengkar sampi larut malam walau bukan mulut mereka melainkan tangan dan mata mereka yang tidak berhenti saling memukul dan melotot “Kalian masih mengantuk? Nanti di dalam van tidurlah..” ucap Lay mengelus sayang punggung Tao jelas karena Tao maknae mereka sekarang selama di China

                Tao tersenyum lebar melihat Lay begitu baik padanya tetapi senyumnya menghilang begitu melihat Kris menatapnya seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup “Ah Lay Hyung saranghaeyooo..” bukannya menjauh Tao malah memeluk Lay manja jangan tanyakan bagaimana expresi wajah Kris saat ini rasanya Kris ingin menghisap daging yang hanya ada sedikit di tubuh kurus Tao

                “Ne nado… matamu sudah berkantung kau jangan tidur larut lagi Tao-ah..” ucap Lay dan berhasil membuat Tao memajukan bibirnya pasalnya Lay malah membahas mata berkantungnya
                “Dengarkan itu, jika kau tidak ingin dibawah matamu ada kantung yang lebih besar lagi..” ejek Kris bahkan namja kelebihan kalsium itu tertawa puas

                “Dan kau berhentilah tertawa seperti itu apa kau tidak tahu wajahmu terlihat mengerikan Kris?” omel Lay ketika melihat wajah cemberut Tao karena mendapat ejekan dari Kris dan kali ini Tao yang tertawa puas ketika Kris langsung terdiam menutup mulutnya  dengan tangannya dan kembali bersikap cool layaknya biasanya ia tidak menyangka ucapan Tao benar dirinya menyeramkan saat tertawa lebar bahkan Lay pun mengatakan hal yang sama, dah parahnya Lay mengatakan itu dengan wajah polosnya seolah-olah ucapannya tidak menyakiti Kris sama sekali

                Kris lagi-lagi mengembangkan senyum tipisnya ia ingat tidak boleh tersenyum terlalu lebar apalagi tertawa terlalu lebar Tao dan Lay mengatakan bahwa itu mengerikan daripada ia kehilangan fans-fansnya ia akan mengubah senyumnya menjadi senyum penuh charisma, dan saat ini Kris senang karena sekarang ia tengah merangkul Lay namja berdimple itu kini tengah dalam dekapannya walau terdengar berlebihan memang tetapi moment yang selalu di nantikan Kris adalah setiap EXO-M berangkat kechina untuk promosi ataupun untuk menghadiri acara tanpa keberadaan EXO-K bukan Kris egois tetapi paling tidak hanya saat-saat seperti ini ia bisa merasa memiliki Lay

                “Kau mengantuk?” Tanya Kris pada Lay ketika ia melihat namja berdimple itu menguap lebar saat menuju jalan pulang kehotel mereka menginap selama beberapa hari di China mengingat 2 hari lagi mereka akan kembali ke Seoul

                Lay tidak menjawab ia hanya mengangguk dan masih menguap lebar, Kris meraih kepala Lay dan menariknya agar bersandar pada bahunya ia ingin Lay beristirahat di bahunya saat ini “Tidurlah akan kubangunkan jika sudah sampai..”

                “Ne, gomapta Kris..”

                Kris menatap kepala Lay yang bersandar pada bahunya ia tahu namja itu sudah tertidur terlihat dari gerak tubuhnya yang bernafas sangat teratur , ia mengelus pelan kepala Lay dengan sayang hanya saat-saat seperti ini ia bisa seperti ini tanpa di ketahui Lay tanpa di ketahui Suho dirinya seperti penjahat yang melakukan kesalahan secara diam-diam, ia menyukai Lay tetapi ia tidak berani mengungkapkannya sama sekali hingga Suho berhasil mencuri startnya dan ketika Lay sudah menjadi milik Suho sahabatnya ia malah melakukan hal ini diam-diam ia merasa bersalah ia merasa mengkhianati Suho di Korea sana tetapi hanya ini yang bisa ia lakukan ia tidak akan merebut Lay dari Suho karena Kris sangat tahu dengan jelas Lay sangat menyukai Suho dan namja berdimple itu sangat bahagia dengan leader EXO-K itu

                “Mianhae Suho-ya..” gumam Kris pelan ia tetap menepuk pelan kepala Lay agar namja berdimple itu tertidur nyenyak dalam dekapannya

                Lay memeluk lengan Kris ketika mereka berdesak-desakan di tengah pasar malam hari ini hari terakhir mereka di china kedua nya memutuskan membeli beberapa makanan dan barang untuk di bawa pulang ke korea hanya saja begitu melihat member EXO memasuki pasar seluruh pengunjung yang mengenali mereka langsung ricuh bahkan ada yang sampai menarik-narik mereka beruntung Xiumin sudah masuk kedalam pelukan Chen sebelum ia ditarik oleh fans-fans fanatic namja bakpau itu, dan Luhan ia sudah menempel erat di belakang Tao jaga-jaga jika ada yang akan menganggunya ia akan mendorong Tao agar maju menghajar orang itu jangan lupa Tao ahli dalam Martial Art, dan tersisa Lay dan Kris sudah pasti Kris dengan senang hati lengannya dipeluk oleh Lay yang sebenarnya takut terpisah dari rombongan karena dsini sangat ramai dan semuanya berdesak-desakkan

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Kris khawatir terlebih melihat sepertinya Lay tidak nyaman karena terdesak-desak seperti ini

“Aku tidak apa-apa, lebih baik cepat beli apa yang ingin di beli lalu segera pergi dari sini, aku tidak menyangka mereka semengerikan ini jika tanpa pengawalan..” ucap Lay horror ia tidak menyangka akan seperti ini hasilnya jika keluar tanpa pengawalan padahal tadi manager mereka sudah menawarkan agar ada yang mengawal tetapi mereka ber-6 menolaknya dengan tegas dan sekarang mereka sedikit menyesal dengan itu

“Apa yang ingin kau beli?” Tanya Kris sembari terus berjalan dengan tenang, ia mempunyai postur tubuh tinggi dan besar sama seperti Chanyeol jadi ia tidak begitu terganggu dengan kerumunan ini ia bisa menggunakan lengannya untuk menyingkirka orang-orang di hadapannya yang mengganggu jalannya lagi pula hanya dengan memberikan tatapan nya para yeoja itu juga pasti akan menyingkir dan memberikan Kris lewat begitu saja, semua wanita menyukai Kris iu faktanya hahahahahaha dan Kris bangga akan itu

Lay berfikir sebentar “Aku ingin membelikan dompet baru untuk Suho, dompet yang dia miliki sudah terlihat lusuh..” ucap Lay dengan wajah polosnya dan berhasil membuat wajah bangga Kris karena disukai seluruh wanita di china berubah seketika, yaah dirinya memang disukai seluruh wanita di china tapi tidak disukai oleh orang yang dicintainya itu sangat miris rasanya

“Ah.. dompetku juga sudah jelek belikan untukku juga ne..” ucap Kris sambil tersenyum berusaha bersikap seimut mungkin ketika menoleh pada Lay yang tengah menatapnya bingung padahal ia tengah menyembunyikan sakit hatinya

“Uangmu lebih banyak dariku..” protes Lay

“Kalau begitu aku yang akan membelikanmu dompet kau harus memakainya..”

“Aku juga mau Hyung.. jangan lupakan aku..” Tao tiba-tiba muncul dari balik bahu Lay dan Kris dengan senyum lebar sepertinya maknae EXO itu terlihat sangat bahagia, Kris hanya bisa menahan emosinya ketika Tao merusak moment indahnya bersama Lay apa Tao tidak tahu sangat susah menciptakan moment hanya berdua dengan Lay tanpa adanya member lain terutama Suho

“Belikan untuk Tao juga ne?” Tanya Lay lagi, rasanya apapun akan dilakukan Lay agar maknae mereka ini senang, untungnya Tao hanya menjadi maknae mereka di China bayangkan selera Tao yang tinggi jika Tao terus meminta ini itu bisa Lay pastikan ia akan bangkrut mendadak, dan untungnya Sehun di Korea sana hanya menggilai bubble tea bukan barang bermerk seperti Tao

“Araseo-araseo..” Kris hanya bisa mengiyakan jika Lay sudah memintanya ia tidak bisa menolak lagipula yang ia minta juga untuk Tao, Dongsaeng kesayangannya setelah Kyungsoo walau Tao sangat menyebalkan kadang-kadang tapi hanya Tao yang mau mendengarkan keluh kesahnya hanya Tao yang tahu apa yang ia rasakan pada Lay jadi sedikit berbaik hati rasanya tidak ada salahnya

Tao sibuk memilah-milah dompet mana yang ia suka tetapi kegiatannya terhenti ketika ia menyadari Kris tengah berdiri disisi kirinya menunggui dirinya “Wae? Kenapa kau disini?” Tanya Tao bingung bahkan dahi namja tinggi itu berkerut karena bingung

“Memang nya aku tidak boleh berdiri disampingmu?”

“Aniya, hanya aneh saja kau berdiri disini padahal Lay Hyung sedang sendirian disana memilih dompet kulit..” Tao kembali pada rutinitas awalnya memilih-milih dompet untuk dirinya

“Dia sedang sibuk memilih dompet untuk Suho jangan sampai konsentrasinya pecah hanya karena keberadaanku disana..”

“Lalu kau mengganggu konsentrasiku disini? Aku juga butuh mencari dompet yang tepat untuk diriku sendiri..”

Kris menoleh dan menatap Tao jengkel apa bocah ini lupa siapa yang akan membelikannya dompet kenapa dirinya tidak dianggap oleh Tao benar-benar menyedihkan “Kau bawel sekali atau tidak jadi kubelikan dompet baru untukmu..”

“Cih ancamanmu Hyung..” cibir Tao dan segera memilih 1 dompet paling mahal yang ia lihat “Ini aku mau yang ini..”

Kris mengambil dompet itu lalu segera melangkah ke kasir meninggalkan Tao yang mengangga Kris benar-benar akan membelikan dirinya dompet mahal itu? Tao segera menghampiri Lay yang masih sibuk memilih dompet “Hyung Kris Hyung benar-benar membelikanku dompet mahal tanpa protes..”

“Jinjja? Wah mungkin uang nya sedang banyak bulan ini..” sahut Lay tanpa menoleh ia malah menyodorkan 2 dompet hitam dan putih kehadapan Tao “Yang mana menurutmu? Yang cocok untuk Suho?”

Tao menatap dompet di depan matanya bergantian ia mengusap-usap dagunya tanda berfikir jujur ia tidak tahu warna kesukaan Suho ukuran sepatu Suho bahkan style yang sering Suho gunakan jika berpergian pun Tao sama sekali tidak tahu ketika diminta memberi pendapat pada Lay Tao kebingungan sendiri “Berikan Suho warna hitam saja itu cocok untuknya..” ucap Kris dari balik tubuh Tao

“Oh! Kau mengagetkanku Hyung..” omel Tao

“Hitam? Araseo-araseo..” Lay segera meletakkan dompet putih yang tadi menjadi pilihannya juga lalu segera beranjak ke kasir meninggalkan Tao dan Kris

“Ini dompetmu..” Kris menyerahkan dompet yang tadi Tao pilih dan sudah terbungkus rapih di dalam kotak berwarna putih

“Hyung kau benar-benar membelikannya? Bukannya ini sangat mahal?” Tanya Tao tidak percaya ketika ia sudah menerima dompet yang tadi dipilihnya ditangannya

“Ne aku benar-benar membelikannya jika kau keberatan buatku saja..” Kris berniat mengambil kembali kotak putih di tangan Tao tapi Tao segera menyembunyikan kotak itu di balik tubuhnya

“Aniya aku tidak keberatan, gomapta Hyung.. kau benar-benar baik..”

Kris mendelik “Kau baru tahu aku baik sekarang benar-benar sangat kelewatan..”

“Aku sudah membelinya kajja kita kembali ke hotel.. Luhan hyung menghubungiku dia bilang sudah didepan toko..” Ajak Lay begitu ia selesai membayar dompet yang ia belikan untuk Suho

“Kau tidak ingin membeli juga?” Tanya Kris bingung, tadi bukannya Kris menawarkan untuk membelikan Lay dompet juga

“Bisa kau belikan nanti di Seoul, kasihan Luhan menunggu di depan sana.. kajja..” Lay langsung beranjak meninggalkan Kris dan Tao jujur saja Kris sedikit kecewa padahal ia benar-benar sangat ingin membelikan sesuatu untuk Lay benar-benar barang pemberian darinya yang akan di pakai oleh Lay

“Kajja Hyung.. kau mau di tinggal?” Tao segera menarik lengan Kris agar mengikuti langkahnya walau enggan Kris pun mau tidak mau mengikuti Tao melangkah keluar dari Toko yang sudah sejam di masukinya bersama dengan Lay dan Tao

“Ayo kita kembali ke hotel..” ucap Tao dengan senang tidak lupa menunjukkan wajah maknae terbahagianya sambil menyeret badan besar Kris keluar toko

“Kajja aku benar-benar lelah Minseok Hyung juga sudah mengantuk..” ucap Chen sambil memperhatikan namjanya yang sedang duduk di trotoar bersama dengan Luhan mereka berdua sedang memakan ice cream yang baru saja Chen belikan untuk Xiumin

Lay tengah sibuk menatap tas kecilnya ia ingin menyimpan dompet yang baru saja ia beli dengan benar jangan sampai kotak pembungkusnya pun sampai lecet sedikitpun, berlebihan memang tapi itu memang Lay dan sifat itu lah yang disukai Suho dan Kris aneh tapi unik itu Lay

“Jangan diam saja kau seperti baru melihat setan kau tahu?” ucap Tao menegur Kris ia tahu pasti Kris tadi kecewa karena tanpa disengaja Lay menolak pemberian Kris tapi seharusnya sebagai Leader Kris tidak boleh menunjukkan wajah murungnya dihadapan member yang lain, seumur hidup ia mengenal Suho sebelum Suho menjadi kekasih Lay ia tidak pernah sekalipun melihat Suho tidak pernah tidak tersenyum pada member, apalgi berwajah murung seperti Kris saat ini benar-benar tidak pernah

“Ada apa denganmu Hyung? Moodmu terlihat kurang bagus?” Tanya Chen bingung tapi Kris tidak menjawab dan hanya menggendikkan bahunya tanda ia tidak tahu dirinya kenapa

“Omo! Itu kan..” Xiumin bersuara sambil menunjuk sesorang yang datang menghampiri mereka, Chen Luhan dan Tao langsung menoleh kearah yang ditunjuk oleh Xiumin sedangkan Kris enggan menoleh kearah manapun andai saja Tao tidak menyikut lengannya untuk ikut menoleh

“Sial..” umpat Kris pelan begitu ia melihat siapa yang tiba-tiba menghampiri mereka bahkan berdiri tepat di belakang Lay yang masih sibuk dengan segala isi tas kecilnya ia bahkan tidak sadar kalau teman-teman segrupnya tengah menatap kearahnya lebih tepatnya kearah belakangnya

‘GREP’

Lay menghentikan gerakannya ketika ia merasa ada seseorang di belakangnya yang menutup kedua matanya dengan telapak tangan “Nuguya?” Lay meraba-raba punggung tangan yang menutupi kedua matanya ia berharap bisa menebak siapa yang menutup kedua matanya

“Bogoshipeo Zhang Yixing..” seseorang itu berbisik di telingan Lay dan sukses membuat Lay langsung berbalik badan secepat kilat

“Suho?!” pekik Lay kaget bagaimana caranya Suho bisa ada di China? Jadwal EXO di korea bagaimana? “Kenapa kau ada disini?”

“Apalagi? Jelas karena aku merindukanmu..” jawab seseorang yang ternyata Suho, dan jawaban Suho jelas membuat Chen mengerutkan keningnya pasti bukan karena hanya merindukan seorang Lay Suho sampai terbang ke China besok padahal mereka sudah akan kembali ke Korea

“Ayolah Hyung kau ingin menipu kami?” omel Chen karena ia paling tidak bisa di bohongi

Suho mencibir kearah Chen dan ia melihat Kris yang hanya diam saja disisi Tao sepertinya Mood sahabatnya tengah tidak bagus saat ini “Aku mengantar ayahku.. maka dari itu aku kemari lagipula besok aku libur selama 2 hari jadi aku bisa ikut kalian pulang bersama besok..”

“Lalu ayahmu?” Tanya Lay bingung, hubungannya dan Suho setahu dirinya belum diketahui ayah Suho bisa berabe jika ayah Suho melihat Suho bergelayutan manja padanya seperti bayi koala

“Ayahku sudah kembali ke Korea baru saja kuantar ke bandara dan saat aku menghubungi manajer mereka mengatakan bahwa kalian ada disini..” Suho langsung merangkul Lay “Makanya aku menyusul kalian kemari..”

“Menyusul kami atau menyusul Lay eoh?” ejek Luhan dan berhasil membuat Suho tidak bisa menjawab bahkan sudah ada seburat merah di pipi Lay, Chen dan Xiumin tertawa puas karena tahu alasan utama Suho adalah menemui Lay bukan member yang lainnya hanya Kris dan Tao yang diam di tempat terutama Kris namja itu benar-benar mengalihkan pandangan matanya ia tidak ingin melihat betapa bahagianya Lay saat ini hanya karena Suho menyusulnya kemari, itu tanda nya memang Lay tidak butuh dirinya sama sekali yang Lay butuhkan hanya Suho seorang, bukan Suho dan Kris walaupun Kris notabene nya adalah sahabat Suho dan Lay tapi pada saat-saat tertentu Kris sadar kalau mereka ber-2 tidak membutuhkan keberadaan Kris sama sekali..

“Gwenchana?” Tanya Tao ketika menyadari Kris hanya diam saja bahkan tidak menatap Lay dan Suho sama sekali, Kris benar-benar diam tidak bersuara bahkan tawa Chen dan Xiumin sama sekali tidak membuatnya tertarik untuk ikut tertawa bersama dengan mereka ber-2

“Menurutmu?” Tanya Kris kembali dengan ketus, sebenarnya Kris bukannya ingin bersikap dingin pada Tao hanya saja melihat adegan lovey dovey di depannya apalagi itu Suho dan Lay membuat emosinya sampai ingin meledak di kepalanya

Tao kembali meraih lengan Kris lalu menariknya “Kalian kembali ke hotel lebih dulu saja, ada yang ingin kucari lagi dengan Kris Hyung.. annyeong..” Tao langsung melangkah meninggalkan kerumunan para member dan menarik Kris menjauh, walau ia bingung mau tidak mau ia mengikuti langkah kaki Tao yang menarik nya dari pada ia tetap bersama dengan yang lainnya terutama Suho dan Lay  padahal mereka tengah di China tetapi kenapa tetap Suho yang menjadi penghalang kedekatannya dengan Lay? Rasanya Kris ingin menghantam kepalanya ke atas batu entah kenapa dirinya tidak kunjung sadar dari rasa cemburu dan kesalnya

Lay sudah menjadi milik Suho

Seharusnya ia sudah bisa menerima kenyataan itu sejak lama tapi kenapa ia selama ini dengan bodohnya masih saja mengharapkan Lay bahkan bisa-bisa nya menganggap kalau Lay miliknya ketika mereka tengah berada di China, segala kebaikan dan perhatian Lay pada dirinya jelas karena Lay menganggap Kris adalah sahabat terbaiknya sahabat terbaik Lay dan Suho tapi dengan bodohnya Kris malah memanfaatkan ungkapan sahabat demi keuntungan dirinya sendiri

Suho menatap kepergian Kris dan Tao ia sedikit bingung kenapa Kris jadi diam seperti itu? “Ada apa dengan Kris?” Tanya Suho pada Lay dan Lay hanya menggeleng

“Mungkin dia sedang tidak mood Hyung..” jawab Chen, ia juga bingung tapi tidak ada yang bisa menebak apa yang ada di dalam otak seseorang termasuk Kris

“Aniya, tadi ketika menemaniku di dalam dia baik-baik saja..” ucap Lay karena ia yakin tadi Kris baik-baik saja ketika di dalam toko entah kenapa ketika keluar ia jadi seperti itu, Suho kembali menoleh kearah Tao menyeret Kris tadi entah kenapa ia merasa mood Kris jadi tidak enak karena dirinya

“Hyung?”  Tao mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan Kris rasanya Kris sudah melamun terlalu lama ia takut Kris benar-benar habis melihat Setan bukan karena patah hati melihat Suho dan Lay barusan di depan toko “Hei kau benar-benar baik-baik saja bukan?” Tanya Tao lagi menusuk-nusuk lengan Kris

“Aku baik-baik saja jangan menyentuhku!” omel Kris sambil menepis telunjuk Tao yang menusuk-nusuk lengannya seolah-olah dirinya tengah dalam keadaan tidak sadar “Maaf jika daritadi aku membentakmu..” Kris menunduk ia menggosok wajahnya frustasi rasanya jika sesuatu yang berhubugan dengan Lay segala sesuatu dalam dirinya benar-benar tidak terkontrol emosinya, kebahagiaannya, bahkan expresi wajahnya jatuh cinta benar-benar membuatnya sangat bodoh

“Gwenchana.. yang penting sekarang kau baik-baik saja.. jernihkan fikiranmu disini jika sudah lebih baik baru kita kembali ke hotel..” ucap Tao sembari menghempaskan punggungnya di sandaran bangku taman, sedangkan Kris melayangkan padangannya pada seluruh penjuru taman ia sedari tadi tidak sadar kalau Tao menariknya ketaman, bahkan dirinya sudah duduk manis di salah 1 bangku taman bersama Tao

“Aku tidak sadar kau menarikku kemari..”

“Lay Hyung terlalu menguasai pikiranmu makanya kau sampai tidak sadar… untung kau tidak sampai lupa bagaimana cara bernafas..”

Kris mendelik ia menjitak pelan kepala Tao bisa-bisanya disaat seperti ini Tao masih menyindirnya “Kau jangan menyindirku begitu..”

Tao mengacak poninya lalu menoleh pada Kris “Sejak kapan kau menyukai Lay Hyung? Kau terlihat sangat menderita sekali karena menyukainya?”

Kris melirik kearah Tao lalu kembali menatap sepatu nya yang sedikit kotor terkena tanah “Sejak awal bertemu dengannya.. saat hari pertama kita dipertemukan dan diperkenalkan di ruang dance.. kau pasti ingat hari itu..”

Tao makin bersandar pada sandaran bangku taman ia mendongak menatap langit banyak bintang di atas sana “Ingat tentu saja aku ingat..”

“Senyumannya manis Tao-ah sangat manis, wajah nya ketika menoleh menatapku bingung karena menarik earphonenya tidak bisa kulupakan sampai hari ini…”

Tao mengangguk-anggukkan kepalanya “Kalau Suho Hyung? Kau tahu sejak kapan Suho Hyung menyukai Lay Hyung?”

Kris tertawa pelan dan kembali menunduk “Sama sepertiku Tao-ah, dia menyukai Lay sejak hari pertama mereka bertemu hari yang sama ketika aku bertemu dengan Lay..” Kris menghela nafas “Entah kenapa kami bisa menyukai orang yang sama..”

“Apa Suho Hyung tahu perasaanmu?”

Kris menggendikkan bahunya “Entahlah mungkin tahu mungkin juga tidak..” Kris ikut menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku taman “Lagipula Suho tahu atau tidak tidak akan berdampak apapun, Lay tetap menjadi miliknya Lay tetap mencintainya bukan diriku..”

Tao hanya mendengarkan dan kembali mengangguk-angguk “Hyung..”

“Ya?”

“Bagaimana jika ada oranglain yang juga mencintaimu? Apa kau akan tetap menyukai Lay Hyung?” Tao bertanya tetapi mata namja kurus itu tetap menatap kearah langit Kris sampai bingung apa pertanyaan itu serius atau hanya bahan candaan dari maknae disebelahnya

“Oranglain itu siapa? Aku ini sangat selektif memilih orang yang akan menjadi pendampingku..”

Tao menoleh “Pendamping? Hahahaha memang kau ingin langsung menjadikannya istrimu?”

Kris berdecak kesal sudah ia duga Tao ujung-ujungnya akan mengejeknya “Ck, kau selalu saja mengejekku apa kau lupa aku ini Leadermu?”

“Mana ada Leader yang sepertimu? Patah hati karena cintamu bertepuk sebelah tangan? Aish bahkan kau sampai tidak bisa menahan emosimu..”

“Lalu kau ingin leader yang seperti Suho saja begitu?” omel Kris rasanya ia tengah merasa di banding-bandingkan dengan Suho

“Aku tidak mengatakan seperti itu, kenapa kau selalu membandingkan dirimu sendiri dengan Suho Hyung? Kau hanya tidak mendapakan Lay Hyung bukan berarti segala hal yang kau punya harus kau bandingkan dengan Suho Hyung..”

Kris kembali menghela nafas lagi-lagi ia terbawa emosi “Kufikir kau membandingkan diriku dengan Suho…”

“Bukankah seharusnya kau bersyukur karena kau menjadi sahabat dekat mereka? Kenapa kau masih saja merengut karena Lay lebih mencintai Suho daripada dirimu, kau sudah dewasa bukan Hyung? Kau harus belajar melepas Lay Hyung dia sudah bersama dengan orang yang disayangi dan menyayanginya..”

Kris melirik Tao dengan mata elangnya maknae ini tengah menasehatinya? Ia juga tahu dirinya harus dewasa tetapi salahkan dirinya yang belum bisa berhenti menyukai namja berdimple itu, melupakan seseorang lebih sulit berkali-kali lipat daripada menyukainya “Tanpa kau ajari juga aku tahu tentang itu, yang jadi masalah adalah aku memang tidak menemukan cara untuk melupakannya.. mungkin lama kelamaan aku bisa melupakannya..”

Tao beranjak dari duduknya membuat Kris menatapnya bingung “Kau mau kemana?”

Tao merenggangkan otot tubuhnya lalu menoleh “Kenapa kau takut aku meninggalkanmu juga?” Kris menaikkan sebelah alisnya manknae EXO satu ini benar-benar sangat suka mengejeknya ia bersumpah jika Tao sampai memintanya menemaninya di depan kamar mandi ketika ia tengah mandi ia tidak akan menemani Tao walaupun namja jangkung itu menangis-nangis memohon padanya

“Kau bercanda? Aku tidak akan tersasar jika kau tinggalkan.. aku hanya bertanya..”

“Aku ingin ke kamar keci kau ingin ikut juga?” Tanya Tao sembari tertawa rasanya Kris hanya takut dirinya ditinggal sendirian disini jika ada sesaeng fans maka Kris akan tamat seketika

“Ck, sana cepat kau menyingkir dari hadapanku kau benar-benar menyebalkan Huang ZItao!” omel Kris harga dirinya sebagai Leader berkharisma selalu saja terinjak-injak jika sudah di hadapan Tao, mendengar perkataan Kris Tao pun segera melangkah santai meninggalkan Kris menuju kamar kecil “Cepat kembali jika dalam 10 menit kau belum kembali akan ku tinggal kembali ke hotel..” ucap Kris dan hanya di sahuti oleh tanda OK dari tangan kanan Tao bahkan namja jangkung itu tidak menoleh sama sekali

Kris menghela nafasnya lagi ia kembali menyandarkan tubuh nya kesandaran bangku fikirannya melayang pada memorynya beberapa tahun lalu tepat ketika ia pertama kali bertemu dengan Suho dan Lay, tetapi tidak lama kening Kris berkerut “Chamkanman… selain Lay dan Suho… ah Tao!” Kris menepukkan kepalan tangan kanan nya ke telapak tangan kirinya

“Mohon kerja samanya..” ketiga nya berucap dan membungkuk bersamaan tapi tidak lama ketiga tertawa bersamaan pula rasanya konyol melakukan hal yang sama ber-3 rasanya mereka akan menjadi sahabat di masa depan

‘Clek’

Kris segera melempar tatapannya pada pintu yang baru saja terbuka kembali kali ini seseorang namja kurus tinggi dengan kantung mata hitam di matanya masuk dan menatap dirinya mereka ber-2 bertatapan sesaat sebelum dengan tiba-tiba Lay segera menghampiri namja tinggi kurus itu “Ah Tao!”

Kris dan Suho segera menatap namja tinggi yang baru saja dihampiri Lay “Ini Tao, Huang Zitao aku sudah mengenalnya sejak beberapa waktu yang lalu..”

“Annyeong.. Huang Zitao imnida..”

“Junmyeon.. Kim Junmyeon..” sahut Suho karena ia yang paling berdiri dekat dengan Tao dan Lay, Tao kembali melempar padangannya pada namja tinggi di tengah ruang dance namja itu belum menyebutkan namanya padahal dirinya sudah memperkenalkan diri..

“Wu Yifan..” ucap Namja itu lalu tersenyum dan Tao mau tidak mau membalas senyuman Kris karena hanya Kris yang menatapnya pertama kali selama itu semenjak ia menginjakkan kaki di gedung SM semua mengatakan matanya seperti panda bahkan ada yang mengatakan matanya meyeramkan karena seperti orang mabuk yang kurang tidur

Drrtttt Drtttttt

Kris meraih ponsel disakunya ia masih tersenyum-senyum sendiri mengingat bagaimana awal ia mengenal Tao di hari yang sama dengan ia mengenal Lay dan Suho namja kurus itu begitu polos pemalu tetapi sekarang Krs benar-benar bergidik ngeri jika melihat sifat Tao yang sekarang

“Ne?” Kris menyahuti panggilan telfonnya tanpa melihat siapa yang memanggilnya

“Kris-ah..”

Kris segera menatap layar ponselnya rasanya ia ingin menjambak rambutnya karena tidak melihat siapa yang menghubunginya ia belum ingin mendengar bahkan melihat wajah si penelfon saat ini, mau tidak mau Kris menghirup nafasnya dalam-dalam ia mengatur emosinya agar tidak meledak begitu saja “Ne Suho-ya.. wae?”

“Eodia?” Tanya sipenelfon yang ternyata Suho

“Aku? Ditaman tidak jauh dari hotel..” Kris kembali menyandarkan tubuhnya ia mencoba merilekskan dirinya

“Aku membelikan ayam kesukaanmu.. cepatlah kembali dan makan bersama disini..” Suho menatap langit malam di china ia tengah berdiri di balkon saat ini

Kris tertawa “Kau seperti menyuruh bocah berumur 5 tahun pulang kerumah.. lagipula aku ini bukan Kai kenapa kau menyogokku dengan ayam?” entah sejak kapan Suho selalu menyodorinya ayam padahal yang menyukai ayam itu Kai bukan dirinya

“Jika kau tidak mau aku bisa segera menghabiskannya..”

“Yak..” Kris memijit keningnya sebenarnya Suho berniat memberikannya ayam atau tidak? “Baiklah aku akan segera kembali setelah Tao kembali..”

“Memang kemana si panda itu pergi?”

“Ke kamar mandi..”

“Oh..” sesaat keduanya terdiam tapi Suho menghela nafasnya “Kris-ah… mianhae…”

Kris mengerutkan keningnya kenapa tiba-tiba Suho mengucapkan maaf padanya memang Suho melakukan kesalahan apa pada dirinya “Kau meminta maaf untuk apa?”

Suho bersandar  pada pagar balkon ia menghadap kedalam hotel ia bisa melihat Lay dan Chen tengah mengobrol dan Xiumin tengah memainkan game bersama Luhan “Aku egois.. aku tahu kau menyukai Lay..” Suho kembali menghela nafas ketika ia tidak mendengarkan ucapan balasan apapun dari Kris diseberang sana “Aku berpura-pura tidak tahu selama ini karena aku tidak ingin merusak persahabatan kita.. aku benar-benar minta maaf Kris..”

Kris meremas ujung jaket kulitnya rasanya ia benar-benar ingin memukul wajah Suho saat ini, tetapi sikap Suhopun tidak salah jika sejak awal Suho mengatakan kalau dia sudah tahu perasaan Kris pada Lay yang terjadi adalah mereka berdua memperebutkan Lay dan persahabatan mereka ber-3 akan berakhir begitu saja dan tidak akan ada 1 orangpun dari mereka ber-2 yang bisa mendapatkan Lay “Sial, kau benar-benar pandai merahasiakannya..” Kris menghela nafasnya percuma bukan ia marah pada Suho sekali lagi ia tekankan Lay tidak akan berubah pikiran jika dirinya marah pada Suho ataupun memukuli Suho sekalipun

“Kau marah?” Tanya Suho

Kris mendengus “Tentu saja rasanya aku ingin menggaruk wajah malaikatmu itu..”

Suho tertawa “Kalau begitu cepat kembali setelah kau menghabiskan ayammu kau bisa mencakar wajahku..”

Kris ikut tertawa “Suho-ya..”

“Ne?”

“Gomapta..”

Kali ini Suho yang mengerutkan keningnya bingung kenapa Kris mengucapkan terima kasih pada dirinya “Jika kau tidak merahasiakan ini semua, mungkin kita akan memperebutkan Lay seperti orang bodoh dan pasti baik kau ataupun diriku tidak akan bisa didekat Lay seperti sekarang…” Kris menghela nafas nya ia sedikit merasa lega sekarang bebannya sedikit terangkat walau ia kecewa Lay bukan memilihnya paling tidak selama ini Suho pun membantu menanggung bebannya “Dan terimakasih untuk mencintai Lay seperti itu.. aku tahu kau bisa membuatnya bahagia..”

“Kau juga membuatnya bahagia Kris-ah, kau menjaganya selama dia di China… aku yang harus mengucapkan banyak terimakasih padamu kau sudah menjaga kekasihku dan menjadi sahabatku..”

Kris menatap langit rasanya pembicaraannya dan Suho terlalu sensitive “Bukankah yang kita bicarakan terlalu membuat suasana menjadi sangat gloomy? Seharusnya aku yang mengucapkan itu terimakasih kalian berdua tetap menjadi sahabatku.. kau tahu aku selalu berusaha sedekat mungkin dengan Lay ketika di China..  aku sedikit menyalahgunakan arti sahabat ketika tidak ada dirimu..”

Suho tertawa “Jangan katakan kau menangis sekarang?”

“Kau gila? Menangis? Di taman?” Kris tersedak tawa nya sendiri membayangkan ia menangis tersedu-sedu ditaman ia bisa yakin 100% jika itu terjadi maka namanya akan menjadi headline news diseluruh media di China besok pagi

“Suho-ya? Kau sudah menghubungi Kris?”

Suho dan Kris sama-sama terdiam mendengar suara yang masuk ke telinga mereka berdua “Aku sedang berbicara dengannya.. dia akan segera kembali..”

“Oh.. Kris-ah cepat pulang atau akan kuhabiskan ayam milikmu dan Tao..” ancam Lay setelah merebut ponsel Suho lalu mengembalikannya pada Suho dan segera beranjak dari balkon

“DIa mengancamku?” Tanya Kris pada Suho

“Sepertinya jadi cepatlah kau kembali atau ayam milikmu akan di habiskan oleh si cantik berdimple itu..”

“Aish araseo-araseo.. ku tutup dulu ne.. aku harus menyusul Tao ke kamar kecil akan kuseret dia pulang..” Kris hampir memutuskan sambungan telfon andai saja Suho tidak mengucapkan sebuah kata yang membuat Kris hampir membeku di tempat

“Kris-ah, kau tidak sadar Tao menyukaimu?”

“Mwo?”

“Tao menyukaimu.. dia mencintaimu sama seperti kau menyukai Lay..”

Kris terdiam tapi ia kemudian tertawa “Kotjimal..”

“Apa suaraku terdengar seperti sedang bergurau? Tao menyukaimu Kris-ah.. kau fikir kenapa dia selalu ada disisimu ketika aku dan Lay berdiri berdampingan.. dia ingin menghiburmu..”

“Kau tahu darimana?” kali ini suara Kris benar-benar terdengar serius sungguh ia sangat kaget jika bisa menunjukkan bagaimana bentuk jantungnya saat ini sudah pasti jantungnya terlihat remuk  saat ini lebih tepatnya karena sakit mendengar pernyataan Suho, Kris merasa sungguh jahat pada Tao jika si kurus panda itu benar-benar menyukainya tetapi dirinya selalu menceritakan tentang Lay di hadapan Tao bagaimana sakitnya Tao ketika mendengar dirinya selalu menyebut nama Lay?

“Lay.. Lay yang mengatakannya padaku.. ia memergoki Tao melamun tengah malam dan tanpa sengaja Tao menceritakan perasaannya padamu segalanya.. kecuali tentang kau menyukai Lay.. mungkin sudah saatnya kau mencari seseorang Kris-ah.. lihatlah Tao yang selalu disisimu..”

Kris terdiam Suho benar Tao selalu berdiri disisinya Tao selalu menghiburnya Tao selalu mendengarkan keluh kesahnya entah dia tengah bahagia ataupun tengah bersedih Tao tidak pernah beranjak Tao akan tetap setia duduk dan berdiri disisinya mendengarkan ceritanya sampai usai, walau akan di akhiri dengan ejekan-ejekan yang keluar dari mulut Tao tapi Kris sejak awal sadar itu karena Tao ingin menghiburnya dan mengalihkan pikiran Kris agar tidak terlalu memikirkan Lay “Aku tutup dulu Suho-ya.. aku harus mencari Tao..”

“Araseo.. cepatlah kembali..”

Kris menyimpan ponselnya kembali kesaku nya ia beranjak menghampiri kamar kecil paling dekat dengan tempat nya sedari tadi menunggu baru saja ia mau masuk kedalam tetapi Tao sudah melangkah keluar sambil mengusap kedua matanya “Tao-ah..”

“O! ah Hyung? Kau juga ingin buang air kecil?” Tanya Tao cepat-cepat menggosok kedua matanya benar-benar konyol rasanya jika sampai Kris tahu dirinya menangis tadi

“Kau menangis?” Tanya Kris

Tao tertawa “Mwo? Kau bercanda? Ayo cepat kembali ke hotel.. ada ayam aku lapar..” Tao langsung melangkah meninggalkan Kris

“Kau tahu darimana?”

“Lay hyung mengirimiku pesan..” Tao menggoyang-goyangkan ponselnya sambil berjalan mundur, Kris bisa melihat hidung namja kurus itu merah pasti Tao menangis jika tidak kenapa dia begitu lama di dalam kamar kecil, apa karena cerita nya tadi pada Tao? Rasanya ia benar-benar ingin menjambak rambutnya selama ini ia merasa dirinya yang paling menderita melihat Lay bersama dengan Suho padahal dibandingkan dirinya Tao lah yang paling menderita melihat dirinya menatap Lay setiap hari mengejar Lay setiap hari bahkan menceritakan tentang perasaannya pada Lay hampir setiap hari jika ia jadi Tao ia pastikan ia pasti sudah gila

“Kau ingin ke kamar mandi atau tidak kenapa hanya diam disitu?”

Kris menggaruk pipinya “Ah.. aniya aku tadinya hanya ingin menyusulmu.. kajja kita kembali..” Kris menghampiri Tao lalu merangkul Tao sedangkan namja jangkung itu tengah memeriksa isi dompetnya dompet yang baru saja di belikan oleh Kris langsung digunakan oleh Tao, Kris menyunggingkan senyum melihat dompet pemberiannya langsung di gunakan oleh Tao paling tidak walau tidak bisa membelikan Lay sesuatu ia sudah memberikan Tao sesuatu pasti namja panda itu sangat senang sampai-sampai langsung menggunakan dompet itu di hari yang sama

“Uang Yen ku habis.. aku ingin membeli bubble tea..” protes Tao ketika melihat hanya ada deretan Won di dalam dompetnya rasanya ia sudah menghabiskan banyak yen padahal ia ingat ia menukar cukup banyak Won ke mata uang Yen sebelum berangkat ke China

“Kajja akan kubelikan..” ucap Kris lalu menarik Tao menuju penjual bubble tea

“Oh, jinjja? Apa moodmu sudah kembali baik? Kau baik sekali..”

“Keurae.. aku memang sudah seharusnya memperbaiki moodku bukan? Cepat pesan aku akan membayarnya setelah ini kita segera kembali..” Kris memberikan beberapa lembar yen pada Tao untung malam ini toko bubble tea langganan Luhan sedang sepi mereka tidak perlu mengantri dan Kris hanya perlu melihat punggung Tao yang tengah mengantri sambil menunjuk-nunjuk papan menu yang tergantung di dinding

“Tunggu Tao-ah, kali ini aku akan berusaha mencintaimu aku tidak akan membiarkanmu merasakan cinta yang tidak berbalas..”



THE END


SEPTEMBER, 29 2015
18:00 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar