UNREQUITED LOVE
Pairing : Wu
Yifan, Zhang Yixing, Kim JunMyeon, Huang ZiTao
Genre :
Romance, Sad, Friendship
Leght :
OneShoot
Tittle : Unrequited Love
Author : Choi Seorin
Namja
dengan kadar kalsium yang berlebihan tidak bisa mengalihkan mata elangnya dari sesosok
namja yang sedari tadi hanya duduk didepannya dalam diam hanya tersenyum
sesekali menunjukkan lesung pipi dan sesekali mengangguk tanda ia mengerti apa
yang tengah di bicarakan oleh MC di acara yang tengah mereka datangi sekarang,
bahkan namja kelebihan kalsium itu juga ikut tersenyum ketika melihat namja
didepannya mengeluarkan dimplenya, bodoh? Memang..
“Mau
sampai kapan kau melihatnya Hyung?”
Namja
bermata elang itu menoleh kesisi sebaliknya dari namja yang tengah ia
perhatikan sedari tadi, ia menatap namja berambut blonde bertubuh kurus dan
tinggi walau dirinya lebih tinggi dari namja yang menegurnya barusan “Kau fikir
dengan melihatnya kau bisa membuatnya melihatmu juga?”
“Kau
berisik sekali Huang Zitao..” omel namja tinggi yang merasa tersindir itu
“Kalian
bertengkar?” namja bermata Elang dan namja tinggi disebelahnya menoleh kesumber
suara lalu tersenyum lebar 5 jari
rasanya virus sang Happy Virus di grup mereka ‘Park Chanyeol’ sudah menular
pada mereka
“Tidak,
tidak kami tidak bertengkar..” ucap Tao sambil merangkul namja bermata elang
itu “Iyakan Kris Hyung?”
“Ne
Lay-ah, kami tidak bertengkar..” ucap namja bermata Elang yang ternyata Kris
sang leader EXO-M, ia mengacak pelan rambut namja yang sedari tadi ia
perhatikan dan baru saja menegur dirinya dan Tao yang bisa jadi suara mereka
terdengar berisik
Namja
berdimple itu kembali menghadap depan setelah mengangguk-angguk mengerti
kembali menatap seseorang yang tengah menjadi Co-MC di depan bersama dengan
Sunbae mereka di SuperJunior Shindong sesekali namja berdimple itu tersenyum
dan melambai pada seseorang itu ketika seseorang itu menatap kearahnya dan
melambai kecil kearahnya tanpa namja berdimple itu sadari perbuatannya hanya
menghasilkan senyum kecut di bibir Kris yang memperhatikannya
“Suho-shi..”
Seseorang
itu segera menoleh kaget ketika MC acara itu memanggilnya “Ah ne?”
“Kau
sangat mencintai kembaran si ikan itu?” bisik Shindong pelan karena saat ini
mereka sedang di tonton seluruh fans EXO
“Lay
memang sangat mirip Donghae Hyung??” seseorang itu yang ternyata Suho leader
EXO-K malah balas bertanya bukannya menjawab bahkan memiringkan sedikit
kepalanya karena bingung
Shindong
memutar matanya malas pertanyaannya tidak dijawab sama sekali “Ne Lay sangat
mirip dengan manusia ikan itu dan kau mirip dengan si Kuda itu, kalian cocok..
jadi jangan melambai lagi pada Lay atau aku akan menggantikan posisi Co-MC mu
dengan Chanyeol..” ancam SHindong dalam sekali nafas karena ia sedari tadi
mendapati Suho dan Lay sempat-sempatnya saling melempar pandangan dan saling
melambai di tengah acara live seperti ini membuat iri saja
“Ah ne
ne Hyung, mianhae..” Suho hanya bisa memberikan cengiran bersalahnya pada
Shindong tak disangka Shindong memperhatikan gerak geriknya ia menggaruk
tengkuknya dan pandangannya beralih pada Lay kembali ia memberikan senyuman
terbaik nya pada Lay, namja yang sangat di cintainya, namjanya, miliknya, dan
kebahagiaannya terasa semakin sempurna ketika Lay membalas senyumannya
Kris
menghela nafas malas melihat adengan didepannya rasanya ia ingin segera pulang
dari acara ini jika bisa, dan kenapa juga ia harus duduk di belakang Lay dan
Suho hampir saja ia ingin minta pindah dengan Chanyeol tetapi sayangnya acara
sudah dimulai, beruntung Suho terpilih untuk menjadi Co-MC jadi dirinya tidak
harus melihat Suho yang terus menerus bersikap manis pada Lay
Kris
cemburu, jelas Kris cemburu namja tinggi itu juga menyukai Lay a.k.a Zhang
Yixing sejak mereka masih Training tidak jauh beda dengan Suho yang juga
menyukai Lay semenjak training hanya saja dewi fortuna tidak berpihak padanya,
keberuntungannya hanya sampai sebatas ia dan Lay 1 sub-grup dan mereka sering
bertemu berbagi kamar ketika di china dan saling membantu ketika membutuhkan
hanya sampai disitu karena dengan cepat dewi fortuna menyadarkannya tidak ada
yang sempurna di dunia ini, sang dewi pun berpindah pada Suho ketika Leader
EXO-K itu dengan tiba-tiba menyatakan perasaannya pada Lay ketika member EXO-M
baru saja sampai di Korea tengah malam bahkan mereka baru saja masuk selangkah
kedalam dorm Suho sudah berteriak di depan pintu mengatakan ‘Saranghae’ pada
Lay dan ternyata Lay menerima Suho dan tepat saat itu lenyap sudah
keberuntungan dari hidup Kris
“Kris
Hyuuung..” Kris menghentikan langkahnya ketika ia melihat Dongsaeng
kesayangannya bahkan kesayangan seluruh member EXO memanggilnya
“Ne
Kyungsoo-ah wae?”
“Kau
mau kemana? Suho Hyung bilang akan mentraktir kita bukan?”
Kris
pura-pura menguap lebar bahkan ia berhasil membuat air mata ngantuknya keluar
dari mata elang miliknya “Hoaaaaam aku sangat mengantuk Kyungsoo-ah, aku ingin
segera kembali ke dorm..” ucap Kris sembari menepuk bahu kecil Kyungsoo “Nanti
aku akan menghubungi Suho, jangan lupa minta dia bungkuskan makanan untukku..”
“Chicken
is not your style Hyung..” ejek Kyungsoo, karena memang benar mereka akan pergi
makan ayam dan jangan lupakan Kris yang tidak ingin menyentuh ayamnya sama
sekali ketika syutting perdana variety show mereka
Kris
tertawa “Now Chicken its my style jadi bungkus kan 2 porsi untukku..” Kris pun
membetulkan letak hoodienya ia mengacak rambut Kyungsoo “Aku pulang ne aku
benar-benar mengantuk..” Krispun melangkah meninggalkan Kyungsoo dan ia memang
benar pulang ke dorm sendirian lebih baik sendirian untuk menyegarkan pikiran
“Kris
Hyung dimana?” Tanya Kai sambil merangkul Kyungsoo ia menatap sekitar setahunya
tadi staff berkata Kyungsoo sedang berbicara dengan Kris
“Sudah
pulang.. katanya dia mengantuk.. Kris Hyung minta di bungkuskan ayam saja
katanya..”
“Jinjja?
Tidak seperti biasanya… ya sudah kajja mobil van kita sudah menunggu di belakang
gedung..” Kai menarik Kyungsoo agar mengikuti langkahnya ia sesekali mencubit
gemas pipi namja nya itu dan hanya dibalas tepukan kesal dari Kyungsoo
Kris
membuka pintu Dorm ia tidak menghidupkan lagi lampu dorm ia biarkan Dorm tetap
gelap ia melangkahkan kaki panjangnya menuju ruang tengah ia menghempaskan
tubuh panjang nya di atas sofa panjang yang biasa di gunakan member untuk rapat
atau hanya untuk mereview perform mereka, namja tinggi itu menghela nafas berat
rasanya benar-benar sakit ketika orang yang ia sukai sejak dulu orang yang ia
jaga selama mereka berada di china, orang yang selalu ia rangkul selalu ia
dengarkan keluh kesahnya tetapi ternyata akhirnya tidak menjadi miliknya malah
menjadi milik orang lain
Kris
tersenyum samar ia menghempaskan kepala ke sandaran sofa rasanya kepalanya
benar-benar penat saat ini memikirkan Lay yang selalu ada di dekatnya tetapi
tidak bisa dimilikinya bahkan ia selalu menjadi bahan ejekan Tao maknae mereka
di EXO-M tidak ada hari tanpa Tao memergoki dirinya tengah menatap Lay
diam-diam seperti orang bodoh “Sejak kapan aku menyukaimu?” Kris bergumam
matanya menerawang kelangit-langit ia mencoba memutar ulang memory di dalam
kepalanya kapan tepatnya ia mulai menyukai Lay namja China yang sangat polos itu
Kris melangkahkan kaki panjangnya keluar
dari ruang latihan vocal, semenjak ia memutuskan training ia sudah menentukan
ia ingin bisa bernyanyi untuk keluarganya di China walau akhirnya yang ia dapat
hanya part RAP tapi itu sudah cukup bagus ia puas akan itu, tapi walau dirinya
hanya dapat part RAP tetapi latihan yang ia terima tidak jauh sulitnya dengan
latihan vocal yang lain dan hari ini pertama kalinya ia akan bertemu dengan
teman-temannya yang lain yang konon katanya akan di gabungkan dalam 1 grup
bersamanya mulai hari ini mereka akan berlatih bersama tinggal bersama dan
melakukan banyak hal bersama, namja tinggi itu kini berdiri didepan ruang
latihan dance yang belum pernah ia masuki selama ia di training disini Kris membuka
pintu dance practice room dan ia hanya melihat 1 orang disana masih sepi apa
dirinya kepagian datang atau terlambat datang?
“Chogiyo?” Kris menyapa
seseorang yang sedang meliuk-liukkan badannya sepertinya mengikuti suara music
dari earphone yang di dengarnya karena di ruangan itu sangat sunyi tidak ada
suara apapun hanya decitan dari sepatu seseorang itu dan lantai yang mengisi
suara dalam ruangan sunyi itu
Kris menghela nafas lalu
menghampri seseorang itu ia kesal tidak di tanggapi sama sekali, ia menarik
tali earphone dengan kasar sampai lepas dari telinga orang itu “Omo!”
Namja yang sedang asik melatih
otot-otot tubuhnya segera menghentikan gerakan ketika ia merasa eraphonenya di
tarik seseorang ia menoleh ia tidak marah hanya bingung kenapa ada yang
mengganggu nya “Mwoya?” Tanya orang itu bingung dan Kris malah hanya berdiam di
tempat setelah seseorang yang ia ganggu latihannya kini menanggapi dirinya,
menoleh bahkan berdiri menghadap kearahnya, seketika urat saraf di bibir Kris
menjadi kaku ia tidak bisa mendeskripsikan seberapa polosnya namja yang kini
ada di hadapannya, wajah namja itu benar-benar
membuatnya terlihat seperti orang bodoh saat ini
“A-aku… Aku WuYifan.. aku
diminta untuk kemari berkumpul..”
Wajah kebingungan di hadapan
Kris segera berganti dengan senyum lebar bahkan dari pipi orang itu keluar
dimple manis yang makin membuat Kris hampir ke habisan nafas di tempat “Ah Kau
salah satu dari mereka? Kau dari China juga? Aku Zhang Yixing.. senang
mengenalmu Yifan..” namja berdimpel itu segera meraih tangan besar Kris lalu
menyalaminya dengan semangat bertepatan dengan seseorang yang masuk
“Annyeong..”
Kris dan Lay menoleh bersamaan
mereka menatap bingung seseorang yang baru masuk kedalam dance practice room,
Kris rasanya pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya jika jadwal latihan
Rapnya dimulai ia akan melihat orang ini keluar dari ruang latihan Vocal di
sebelah ruangannya mungkin dia juga di latih Vocal hanya untuk main vocal bukan
RAP seperti dirinya
“Nuguya?” Tanya Lay semangat ia
senang bukan dirinya lagi yang datang terlalu cepat dan menunggu temen-teman
masa depannya datang
“JunMyeon, Kim JunMyeon
Imnida..” namja yang masih berdiri di pintu itu tersenyum lebar menjawab
pertanyaan Lay ia mengalihkan pandangannya pada Kris seolah-olah bertanya siapa
nama Kris dan namja disampingnya
“Zhang Yixing dan dia Wu
Yifan..” jawab Lay sambil menunjuk dirinya dan Kris bergantian
“Mohon kerja samanya..” ketiga
nya berucap dan membungkuk bersamaan tapi tidak lama ketiga tertawa bersamaan
pula rasanya konyol melakukan hal yang sama ber-3 rasanya mereka akan menjadi
sahabat di masa depan
“Kris..” Lay mengguncang
tubuh besar Kris yang tertidur di sofa ruang tamu, mereka berangkat makan jam 7
dan sekarang sudah jam 11 sudah berapa lama Kris tertidur di sofa “Ya ireona
badanmu bisa sakit jika tidur disini..” panggil Lay lagi
“DIa
masih belum bangun?” Tanya Suho yang berdiri di belakang Lay ia mengelus sayang
kepala Lay akhirnya Lay bangkit dari jongkoknya sudah setengah jam ia mencoba
membangunkan Kris yang hanya bergumam dan malah membalik tubuhnya membelakangi
Lay lalu memeluk bantal sofa, badannya saja yang besar kelakuannya seperti bayi
koala sangat lucu
“Mungkin
dia kelelahan.. padahal dia belum makan malam.. Suho-ya kau coba bangunkan dia
akan kubuatkan ramen untuk Kris..” Pinta Lay sebelum namja berdimple itu
melangkah meninggalkan Suho dan Kris menuju dapur dan Suho pun mengangguk patuh
ia segera berjongkok lalu memukul pantat bulat Kris
“Yaa
banguuun jika ingin tidur pindahlah ke kamar kau tidak lihat kapasitas sofa ini
tidak cukup untuk badan besarmu..”
Kris
pun akhirnya bangun dan segera duduk dengan mata setengah tertutup rasanya ia
ingin memasukan kepala Suho kedalam ketiaknya tidak tahu apa kalau dirinya baru
saja tertidur dan bermimpi indah, tunggu mimpi? Kris segera menoleh menatap
Suho yang melambai-lambai tanpa dosa kearahnya lalu menoleh pada Lay yang siluetnya terlihat di
dapur, ia bukan bermimpi tapi ia flashback dalam mimpinya bodohnya
“Lay
sedang membuatkanmu ramen kau pasti belum makan, dan kubawakan kau 2 porsi ayam
seperti pesananmu awas jika kau tidak habiskan..” ancam Suho duduk disebelah
Kris yang masih menggaruk-garuk rambut dan kepalanya bahkan mengucek pelan mata
elangnya yang masih setengah tertutup
“Ah aku
benar-benar mengantuk Suho-ya.. bisakah aku hanya menghabiskan ramen buatan Lay
saja?”
“Ayammu
sudah Kyungsoo simpan di kulkas besok pagi kau bisa memakannya, kau tenang
saja..”
“Ah si
pendek itu memang mengerti diriku..” ucap Kris sebenarnya ingin berterima kasih
tetapi ia suka mengatai Kyungsoo juga walau akhirnya ia akan mendapat tatapan
membunuh dari Suho yang juga ikut merasa direndahkan jangan lupa dirinya juga
tidak setinggi Kris yang tinggi menjulang layaknya tiang listrik di depan dorm
mereka
“Argghhhh…”
Lay
mengeluarkan kepalanya dari pintu dapur begitu mendengar suara Kris berteriak
dan ia akhirnya hanya bisa menggeleng melihat Kris tengah di tendangi oleh Suho
pasti masalah tinggi badan hanya masalah itu yang membuat Suho terkadang sampai
menendangi Kris setega itu entah kemana sifat malaikatnya jika Kris sudah
membahas masalah tinggi badan
“Sudah
hentikan yang lain bisa terbangun karena suara teriakan Kris yang benar-benar
mirip longlongan srigala kelaparan..” protes Lay sambil membawa sepanci ramen
ke ruang tengah dan meletakkannya di meja didepan sofa
Kris
dan Suho yang tengah bergerumul saling menendang pun menghentikan kegiatannya
ketika mencium aroma ramen yang menyapa penciuman mereka “Ah tiba-tiba aku
lapar lagi..” ucap Suho yang hampir maju menghampiri panci ramen andai tangan
besar Kris tidak menutup seluruh wajahnya dan mendorongnya kebelakang bahkan
berhasil membuat Suho terjungkal kebelakang
“Ramen
ini milikku menyingkir kau..” omel Kris lalu ia segera duduk bersila di lantai
dan memakan ramen buatan Lay untuknya
“Kau
benar-benar pelit..” omel Suho setelah ia sudah kembali duduk dari posisi
terjungkal yang sangat tidak elit nya akibat perbuatan Kris
“Perlu
kupanaskan ayam yang tadi?” Tanya Lay lagi ia melihat Kris begitu lahap memakan
ramen buatannya dan Suho yang terlihat mulai kelaparan lagi
“Ne!”
jawab Suho dan Kris bersamaan membuat Lay malah tertawa ia tiba-tiba ingat
kejadian ketika mereka awal kenal dulu “Kalian kompak sekali..” Lay melangkah
ke dapur sambil tertawa pelan bahkan mengelus perutnya ia memutuskan akan
memanaskan ayam yang tadi Suho bungkuskan untuk Kris bahkan tanpa di beritahu
Kyungsoopun sudah pasti Suho akan membungkuskan ayam itu untuk sahabatnya
Kris
dan Suho masih memandang punggung Lay yang melangkah meninggalkan mereka menuju
dapur sampai siluet Lay hilang tertutup dinding dapur “Suho-ya..”
“Ne?”
“Aku
tidak pernah menanyakan ini sebelumnya.. tapi jika aku boleh tahu sebagai
sahabat kalian berdua..” Kris berusaha setenang mungkin bertanya pada Suho
bahkan ia sambil memakan ramennya padahal sebenarnya ia berat menanyakan ini
“Sejak kapan kau menyukai Lay?”
Suho
menoleh bahkan duduk menghadap Kris ia terlihat berfikir sebentar “Aku tidak
tahu tepat nya kapan tapi yang pasti aku mulai tertarik padanya ketika ia
menyapaku saat hari pertama kita saling mengenal diriku kau dan Lay di ruang
latihan dance..” Suho masih menerawang mengingat-ingat bagaimana manisnya
senyuman Lay saat itu dan di salah 1 telinganya masih terpasang earphone ia
terlihat begitu manis saat itu “Kau ingat bukan?” Tanya Suho lagi bahkan sampai
menepuk lengan Kris karena Kris pun juga melamun sama seperti dirinya
“Ah, a
iya benar aku ingat..” Kris mengangguk-angguk tidak mungkin ia lupa hari
pertama kali ia berkenalan dengan Lay hari ia pertama kali merasakan bagaimana
jatuh cinta pada pandangan pertama ketika Lay menoleh padanya dengan wajah
kebingungan karena Kris menarik salah 1 earphone nya
“Apa
yang kalian lamunkan? Sudah malam jangan melamun yang tidak-tidak..” Lay datang
dengan sepiring ayam di tangannya dan membuyarkan lamunan kedua Leader di EXO
tersebut
“Dirimu..”
Jawab Suho sambil mengerling jahil mengoda Lay walau sebenarnya Lay sama sekali
tidak menoleh pada Suho sama sekali
“Dirimu Yixing..” jerit hari Kris ketika
menatap Lay yang berada tepat di hadapannya “Aku membayangkan bagaimana jika
Suho bisa lebih tinggi dari tinggi nya yang sekarang..” jawab Kris asal ia
berusaha menghibur dirinya sendiri saat ini
“Mwo??
Yaaaak!”
“Arrgghhhhhh”
“Terserah
kalian saja lah..” Lay tidak memperdulikan dua Leader EXO itu kembali saling
menendang di lantai ia memakan ayam yang sudah ia panaskan dengan tenang tetapi
sesekali ia tersenyum geli menatap kedua namja di hadapannya ini mereka Leader
tetapi sikap keduanya tidak lebih dari 2 orang maknae jika sudah ada di
hadapannya, hal yang paling membahagiakan bagi hidup Lay adalah bergabung
dengan EXO mengenal seluruh member EXO, dan tentunya mengenal Kris dan juga
Suho.. Sahabatnya dan Kekasihnya..
-Unrequited Love-
Senyum
lebar tidak pernah hilang dari bibir Kris bahkan Tao yang sedari tadi berdiri
disampingnya sampai bergidik ngeri karena melihat senyuman itu bisa ada di
bibir Kris “Hyung kau baik-baik saja bukan?” Tanya Tao berbisik karena mereka
tengah dipesawat dan sekarang juga sudah malam hampir seluruh penumpang pesawat
sudah tidur dengan lelap, mereka duduk ber-3 di bangku pesawat dan jangan
lupakan ada Lay di samping Kiri Kris dan di samping kanan Kris duduk Tao yang
jujur saja sedari tadi rasanya ingin pindah karena ketakutan dengan senyuman di
bibir Kris yang lebih mirip seringai srigala kelaparan
“Dia
duduk disampingku Tao-ah, disampingku..” balas Kris berbisik juga karena Lay
sudah tidur disampingnya bisa bayangkan bagaimana bahagianya wajah Kris yang
terkadang lebih terlihat menyeramkan
Tao
memutar matanya malas “Jadi maksudmu kau sedari tadi meninggalkan Dorm
tersenyum seperti srigala kelaparan karena senang eoh?” Tanya Tao lagi bahkan
ia sampai meniru senyuman Kris yang ia sebut seperti seringai srigala
“Senyumanku
ini tampan bukan seperti srigala kau mau kumakan hah?” omel Kris maknae mereka
ini benar-benar menyebalkan harusnya Tao juga bahagia ketika ia menceritakan
kebahagiaannya tapi Tao malah mengatainya sungguh kejam memang dimana-mana
maknae itu memang menyebalkan
“Tampan,
kurasa jika Lay Hyung melihat senyumanmu dia juga akan bergidik ngeri dan
berlari ketakutan..”
Tangan
Kris hampir melayang kekepala Tao rasanya ingin menjitak maknae satu ini bahkan
mata Kris sudah membulat besar menandakan ia tengah menahan emosi saat ini “Ah
lihat kau benar-benar mirip srigala.. arghhhhh!”
Lay
terbangun dari tidurnya ia menoleh kearah Kris dan Tao ia yakin suara teriakan
itu dari Tao “Wae? Kau baik-baik saja Tao-ah?”
Tao
menatap Lay dengan mata berkaca-kaca rasanya ingin mengadu pada Lay kalau
dirinya baru saja di jitak dengan kekuatan penuh oleh Kris tetapi belum juga Tao
menjawab Kris sudah menjawab terlebih dulu pertanyaan Lay “Tao bermimpi
kepalanya di hinggapi kecoa Lay-ah..”
Lay
hampir menyemburkan tawanya mendengar jawaban Kris ia memang tahu Tao
benar-benar takut dengan serangga tapi ia tidak menyangka Tao akan tetap takut
walaupun itu didalam mimpi sekalipun “Jinjja? Aigoo Tao-ah itu Cuma mimpi bukan
sungguhan… kajja tidur lagi..” Lay masih tertawa pelan sambil menyelimuti
tubuhnya sendiri sampai sebatas leher
Setelah
yakin Lay sudah kembali tertidur Kris dan Tao sama-sama melemparkan pandangan
saling membunuh jangan lupa mata besar Tao ketika mata itu melotot maka itu
artinya ia benar-benar terlihat sangat menyeramkan “Ini sakit Hyung..” omel Tao
sambil menunjuk kepalanya yang menjadi Korban penyiksaan Kris
“Akan
kuberikan lagi jika kau masih saja mengejekku..”
“Ck kau
menyebalkan.. memang kenyataan bukan senyumanmu itu menyeramkan..”
“Matamu
lebih menyeramkan..”
“Yaak!”
“Aish
kalian bisa berhenti bertengkar tidur lah..” Luhan melempar sebungkus tissue
tepat kearah wajah Kris dan Tao ia benar-benar terganggu dengan suara Tao dan
Kris yang masih saja bertengkar ini sudah malam dan ia sangat mengantuk ditambah
Xiumin dan Chen sudah tertidur juga disampingnya dengan tenang seperti
seolah-olah keributan yang diciptakan Kris dan Tao tidak bisa mengusik mereka
Tao dan
Kris melangkah malas-malasan di bandara rasanya mereka masih sangat mengantuk
ini akibat mereka masih saja bertengkar sampi larut malam walau bukan mulut
mereka melainkan tangan dan mata mereka yang tidak berhenti saling memukul dan
melotot “Kalian masih mengantuk? Nanti di dalam van tidurlah..” ucap Lay
mengelus sayang punggung Tao jelas karena Tao maknae mereka sekarang selama di
China
Tao
tersenyum lebar melihat Lay begitu baik padanya tetapi senyumnya menghilang
begitu melihat Kris menatapnya seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup “Ah Lay
Hyung saranghaeyooo..” bukannya menjauh Tao malah memeluk Lay manja jangan
tanyakan bagaimana expresi wajah Kris saat ini rasanya Kris ingin menghisap
daging yang hanya ada sedikit di tubuh kurus Tao
“Ne
nado… matamu sudah berkantung kau jangan tidur larut lagi Tao-ah..” ucap Lay
dan berhasil membuat Tao memajukan bibirnya pasalnya Lay malah membahas mata
berkantungnya
“Dengarkan
itu, jika kau tidak ingin dibawah matamu ada kantung yang lebih besar lagi..”
ejek Kris bahkan namja kelebihan kalsium itu tertawa puas
“Dan
kau berhentilah tertawa seperti itu apa kau tidak tahu wajahmu terlihat
mengerikan Kris?” omel Lay ketika melihat wajah cemberut Tao karena mendapat
ejekan dari Kris dan kali ini Tao yang tertawa puas ketika Kris langsung
terdiam menutup mulutnya dengan
tangannya dan kembali bersikap cool layaknya biasanya ia tidak menyangka ucapan
Tao benar dirinya menyeramkan saat tertawa lebar bahkan Lay pun mengatakan hal
yang sama, dah parahnya Lay mengatakan itu dengan wajah polosnya seolah-olah
ucapannya tidak menyakiti Kris sama sekali
Kris
lagi-lagi mengembangkan senyum tipisnya ia ingat tidak boleh tersenyum terlalu
lebar apalagi tertawa terlalu lebar Tao dan Lay mengatakan bahwa itu mengerikan
daripada ia kehilangan fans-fansnya ia akan mengubah senyumnya menjadi senyum
penuh charisma, dan saat ini Kris senang karena sekarang ia tengah merangkul
Lay namja berdimple itu kini tengah dalam dekapannya walau terdengar berlebihan
memang tetapi moment yang selalu di nantikan Kris adalah setiap EXO-M berangkat
kechina untuk promosi ataupun untuk menghadiri acara tanpa keberadaan EXO-K
bukan Kris egois tetapi paling tidak hanya saat-saat seperti ini ia bisa merasa
memiliki Lay
“Kau
mengantuk?” Tanya Kris pada Lay ketika ia melihat namja berdimple itu menguap
lebar saat menuju jalan pulang kehotel mereka menginap selama beberapa hari di
China mengingat 2 hari lagi mereka akan kembali ke Seoul
Lay
tidak menjawab ia hanya mengangguk dan masih menguap lebar, Kris meraih kepala
Lay dan menariknya agar bersandar pada bahunya ia ingin Lay beristirahat di
bahunya saat ini “Tidurlah akan kubangunkan jika sudah sampai..”
“Ne,
gomapta Kris..”
Kris
menatap kepala Lay yang bersandar pada bahunya ia tahu namja itu sudah tertidur
terlihat dari gerak tubuhnya yang bernafas sangat teratur , ia mengelus pelan
kepala Lay dengan sayang hanya saat-saat seperti ini ia bisa seperti ini tanpa
di ketahui Lay tanpa di ketahui Suho dirinya seperti penjahat yang melakukan
kesalahan secara diam-diam, ia menyukai Lay tetapi ia tidak berani
mengungkapkannya sama sekali hingga Suho berhasil mencuri startnya dan ketika
Lay sudah menjadi milik Suho sahabatnya ia malah melakukan hal ini diam-diam ia
merasa bersalah ia merasa mengkhianati Suho di Korea sana tetapi hanya ini yang
bisa ia lakukan ia tidak akan merebut Lay dari Suho karena Kris sangat tahu
dengan jelas Lay sangat menyukai Suho dan namja berdimple itu sangat bahagia
dengan leader EXO-K itu
“Mianhae
Suho-ya..” gumam Kris pelan ia tetap menepuk pelan kepala Lay agar namja
berdimple itu tertidur nyenyak dalam dekapannya
Lay
memeluk lengan Kris ketika mereka berdesak-desakan di tengah pasar malam hari
ini hari terakhir mereka di china kedua nya memutuskan membeli beberapa makanan
dan barang untuk di bawa pulang ke korea hanya saja begitu melihat member EXO
memasuki pasar seluruh pengunjung yang mengenali mereka langsung ricuh bahkan
ada yang sampai menarik-narik mereka beruntung Xiumin sudah masuk kedalam
pelukan Chen sebelum ia ditarik oleh fans-fans fanatic namja bakpau itu, dan
Luhan ia sudah menempel erat di belakang Tao jaga-jaga jika ada yang akan
menganggunya ia akan mendorong Tao agar maju menghajar orang itu jangan lupa
Tao ahli dalam Martial Art, dan tersisa Lay dan Kris sudah pasti Kris dengan
senang hati lengannya dipeluk oleh Lay yang sebenarnya takut terpisah dari
rombongan karena dsini sangat ramai dan semuanya berdesak-desakkan
“Kau tidak apa-apa?” Tanya Kris
khawatir terlebih melihat sepertinya Lay tidak nyaman karena terdesak-desak
seperti ini
“Aku tidak apa-apa, lebih baik
cepat beli apa yang ingin di beli lalu segera pergi dari sini, aku tidak
menyangka mereka semengerikan ini jika tanpa pengawalan..” ucap Lay horror ia
tidak menyangka akan seperti ini hasilnya jika keluar tanpa pengawalan padahal
tadi manager mereka sudah menawarkan agar ada yang mengawal tetapi mereka ber-6
menolaknya dengan tegas dan sekarang mereka sedikit menyesal dengan itu
“Apa yang ingin kau beli?” Tanya
Kris sembari terus berjalan dengan tenang, ia mempunyai postur tubuh tinggi dan
besar sama seperti Chanyeol jadi ia tidak begitu terganggu dengan kerumunan ini
ia bisa menggunakan lengannya untuk menyingkirka orang-orang di hadapannya yang
mengganggu jalannya lagi pula hanya dengan memberikan tatapan nya para yeoja
itu juga pasti akan menyingkir dan memberikan Kris lewat begitu saja, semua
wanita menyukai Kris iu faktanya hahahahahaha dan Kris bangga akan itu
Lay berfikir sebentar “Aku ingin
membelikan dompet baru untuk Suho, dompet yang dia miliki sudah terlihat
lusuh..” ucap Lay dengan wajah polosnya dan berhasil membuat wajah bangga Kris
karena disukai seluruh wanita di china berubah seketika, yaah dirinya memang
disukai seluruh wanita di china tapi tidak disukai oleh orang yang dicintainya
itu sangat miris rasanya
“Ah.. dompetku juga sudah jelek
belikan untukku juga ne..” ucap Kris sambil tersenyum berusaha bersikap seimut
mungkin ketika menoleh pada Lay yang tengah menatapnya bingung padahal ia
tengah menyembunyikan sakit hatinya
“Uangmu lebih banyak dariku..”
protes Lay
“Kalau begitu aku yang akan
membelikanmu dompet kau harus memakainya..”
“Aku juga mau Hyung.. jangan
lupakan aku..” Tao tiba-tiba muncul dari balik bahu Lay dan Kris dengan senyum
lebar sepertinya maknae EXO itu terlihat sangat bahagia, Kris hanya bisa menahan
emosinya ketika Tao merusak moment indahnya bersama Lay apa Tao tidak tahu
sangat susah menciptakan moment hanya berdua dengan Lay tanpa adanya member
lain terutama Suho
“Belikan untuk Tao juga ne?” Tanya
Lay lagi, rasanya apapun akan dilakukan Lay agar maknae mereka ini senang,
untungnya Tao hanya menjadi maknae mereka di China bayangkan selera Tao yang
tinggi jika Tao terus meminta ini itu bisa Lay pastikan ia akan bangkrut
mendadak, dan untungnya Sehun di Korea sana hanya menggilai bubble tea bukan barang
bermerk seperti Tao
“Araseo-araseo..” Kris hanya bisa
mengiyakan jika Lay sudah memintanya ia tidak bisa menolak lagipula yang ia
minta juga untuk Tao, Dongsaeng kesayangannya setelah Kyungsoo walau Tao sangat
menyebalkan kadang-kadang tapi hanya Tao yang mau mendengarkan keluh kesahnya
hanya Tao yang tahu apa yang ia rasakan pada Lay jadi sedikit berbaik hati
rasanya tidak ada salahnya
Tao sibuk memilah-milah dompet mana
yang ia suka tetapi kegiatannya terhenti ketika ia menyadari Kris tengah
berdiri disisi kirinya menunggui dirinya “Wae? Kenapa kau disini?” Tanya Tao
bingung bahkan dahi namja tinggi itu berkerut karena bingung
“Memang nya aku tidak boleh berdiri
disampingmu?”
“Aniya, hanya aneh saja kau berdiri
disini padahal Lay Hyung sedang sendirian disana memilih dompet kulit..” Tao
kembali pada rutinitas awalnya memilih-milih dompet untuk dirinya
“Dia sedang sibuk memilih dompet
untuk Suho jangan sampai konsentrasinya pecah hanya karena keberadaanku
disana..”
“Lalu kau mengganggu konsentrasiku
disini? Aku juga butuh mencari dompet yang tepat untuk diriku sendiri..”
Kris menoleh dan menatap Tao
jengkel apa bocah ini lupa siapa yang akan membelikannya dompet kenapa dirinya
tidak dianggap oleh Tao benar-benar menyedihkan “Kau bawel sekali atau tidak
jadi kubelikan dompet baru untukmu..”
“Cih ancamanmu Hyung..” cibir Tao
dan segera memilih 1 dompet paling mahal yang ia lihat “Ini aku mau yang ini..”
Kris mengambil dompet itu lalu
segera melangkah ke kasir meninggalkan Tao yang mengangga Kris benar-benar akan
membelikan dirinya dompet mahal itu? Tao segera menghampiri Lay yang masih
sibuk memilih dompet “Hyung Kris Hyung benar-benar membelikanku dompet mahal
tanpa protes..”
“Jinjja? Wah mungkin uang nya
sedang banyak bulan ini..” sahut Lay tanpa menoleh ia malah menyodorkan 2
dompet hitam dan putih kehadapan Tao “Yang mana menurutmu? Yang cocok untuk
Suho?”
Tao menatap dompet di depan matanya
bergantian ia mengusap-usap dagunya tanda berfikir jujur ia tidak tahu warna
kesukaan Suho ukuran sepatu Suho bahkan style yang sering Suho gunakan jika
berpergian pun Tao sama sekali tidak tahu ketika diminta memberi pendapat pada
Lay Tao kebingungan sendiri “Berikan Suho warna hitam saja itu cocok
untuknya..” ucap Kris dari balik tubuh Tao
“Oh! Kau mengagetkanku Hyung..”
omel Tao
“Hitam? Araseo-araseo..” Lay segera
meletakkan dompet putih yang tadi menjadi pilihannya juga lalu segera beranjak
ke kasir meninggalkan Tao dan Kris
“Ini dompetmu..” Kris menyerahkan
dompet yang tadi Tao pilih dan sudah terbungkus rapih di dalam kotak berwarna
putih
“Hyung kau benar-benar
membelikannya? Bukannya ini sangat mahal?” Tanya Tao tidak percaya ketika ia
sudah menerima dompet yang tadi dipilihnya ditangannya
“Ne aku benar-benar membelikannya
jika kau keberatan buatku saja..” Kris berniat mengambil kembali kotak putih di
tangan Tao tapi Tao segera menyembunyikan kotak itu di balik tubuhnya
“Aniya aku tidak keberatan, gomapta
Hyung.. kau benar-benar baik..”
Kris mendelik “Kau baru tahu aku
baik sekarang benar-benar sangat kelewatan..”
“Aku sudah membelinya kajja kita
kembali ke hotel.. Luhan hyung menghubungiku dia bilang sudah didepan toko..” Ajak
Lay begitu ia selesai membayar dompet yang ia belikan untuk Suho
“Kau tidak ingin membeli juga?”
Tanya Kris bingung, tadi bukannya Kris menawarkan untuk membelikan Lay dompet
juga
“Bisa kau belikan nanti di Seoul,
kasihan Luhan menunggu di depan sana.. kajja..” Lay langsung beranjak
meninggalkan Kris dan Tao jujur saja Kris sedikit kecewa padahal ia benar-benar
sangat ingin membelikan sesuatu untuk Lay benar-benar barang pemberian darinya
yang akan di pakai oleh Lay
“Kajja Hyung.. kau mau di tinggal?”
Tao segera menarik lengan Kris agar mengikuti langkahnya walau enggan Kris pun
mau tidak mau mengikuti Tao melangkah keluar dari Toko yang sudah sejam di
masukinya bersama dengan Lay dan Tao
“Ayo kita kembali ke hotel..” ucap
Tao dengan senang tidak lupa menunjukkan wajah maknae terbahagianya sambil
menyeret badan besar Kris keluar toko
“Kajja aku benar-benar lelah
Minseok Hyung juga sudah mengantuk..” ucap Chen sambil memperhatikan namjanya
yang sedang duduk di trotoar bersama dengan Luhan mereka berdua sedang memakan
ice cream yang baru saja Chen belikan untuk Xiumin
Lay tengah sibuk menatap tas
kecilnya ia ingin menyimpan dompet yang baru saja ia beli dengan benar jangan
sampai kotak pembungkusnya pun sampai lecet sedikitpun, berlebihan memang tapi
itu memang Lay dan sifat itu lah yang disukai Suho dan Kris aneh tapi unik itu
Lay
“Jangan diam saja kau seperti baru
melihat setan kau tahu?” ucap Tao menegur Kris ia tahu pasti Kris tadi kecewa
karena tanpa disengaja Lay menolak pemberian Kris tapi seharusnya sebagai
Leader Kris tidak boleh menunjukkan wajah murungnya dihadapan member yang lain,
seumur hidup ia mengenal Suho sebelum Suho menjadi kekasih Lay ia tidak pernah
sekalipun melihat Suho tidak pernah tidak tersenyum pada member, apalgi
berwajah murung seperti Kris saat ini benar-benar tidak pernah
“Ada apa denganmu Hyung? Moodmu
terlihat kurang bagus?” Tanya Chen bingung tapi Kris tidak menjawab dan hanya
menggendikkan bahunya tanda ia tidak tahu dirinya kenapa
“Omo! Itu kan..” Xiumin bersuara
sambil menunjuk sesorang yang datang menghampiri mereka, Chen Luhan dan Tao
langsung menoleh kearah yang ditunjuk oleh Xiumin sedangkan Kris enggan menoleh
kearah manapun andai saja Tao tidak menyikut lengannya untuk ikut menoleh
“Sial..” umpat Kris pelan begitu ia
melihat siapa yang tiba-tiba menghampiri mereka bahkan berdiri tepat di
belakang Lay yang masih sibuk dengan segala isi tas kecilnya ia bahkan tidak
sadar kalau teman-teman segrupnya tengah menatap kearahnya lebih tepatnya
kearah belakangnya
‘GREP’
Lay menghentikan gerakannya ketika
ia merasa ada seseorang di belakangnya yang menutup kedua matanya dengan
telapak tangan “Nuguya?” Lay meraba-raba punggung tangan yang menutupi kedua
matanya ia berharap bisa menebak siapa yang menutup kedua matanya
“Bogoshipeo Zhang Yixing..”
seseorang itu berbisik di telingan Lay dan sukses membuat Lay langsung berbalik
badan secepat kilat
“Suho?!” pekik Lay kaget bagaimana
caranya Suho bisa ada di China? Jadwal EXO di korea bagaimana? “Kenapa kau ada
disini?”
“Apalagi? Jelas karena aku merindukanmu..”
jawab seseorang yang ternyata Suho, dan jawaban Suho jelas membuat Chen
mengerutkan keningnya pasti bukan karena hanya merindukan seorang Lay Suho
sampai terbang ke China besok padahal mereka sudah akan kembali ke Korea
“Ayolah Hyung kau ingin menipu
kami?” omel Chen karena ia paling tidak bisa di bohongi
Suho mencibir kearah Chen dan ia
melihat Kris yang hanya diam saja disisi Tao sepertinya Mood sahabatnya tengah
tidak bagus saat ini “Aku mengantar ayahku.. maka dari itu aku kemari lagipula
besok aku libur selama 2 hari jadi aku bisa ikut kalian pulang bersama besok..”
“Lalu ayahmu?” Tanya Lay bingung,
hubungannya dan Suho setahu dirinya belum diketahui ayah Suho bisa berabe jika
ayah Suho melihat Suho bergelayutan manja padanya seperti bayi koala
“Ayahku sudah kembali ke Korea baru
saja kuantar ke bandara dan saat aku menghubungi manajer mereka mengatakan
bahwa kalian ada disini..” Suho langsung merangkul Lay “Makanya aku menyusul
kalian kemari..”
“Menyusul kami atau menyusul Lay
eoh?” ejek Luhan dan berhasil membuat Suho tidak bisa menjawab bahkan sudah ada
seburat merah di pipi Lay, Chen dan Xiumin tertawa puas karena tahu alasan
utama Suho adalah menemui Lay bukan member yang lainnya hanya Kris dan Tao yang
diam di tempat terutama Kris namja itu benar-benar mengalihkan pandangan
matanya ia tidak ingin melihat betapa bahagianya Lay saat ini hanya karena Suho
menyusulnya kemari, itu tanda nya memang Lay tidak butuh dirinya sama sekali
yang Lay butuhkan hanya Suho seorang, bukan Suho dan Kris walaupun Kris
notabene nya adalah sahabat Suho dan Lay tapi pada saat-saat tertentu Kris
sadar kalau mereka ber-2 tidak membutuhkan keberadaan Kris sama sekali..
“Gwenchana?” Tanya Tao ketika
menyadari Kris hanya diam saja bahkan tidak menatap Lay dan Suho sama sekali,
Kris benar-benar diam tidak bersuara bahkan tawa Chen dan Xiumin sama sekali
tidak membuatnya tertarik untuk ikut tertawa bersama dengan mereka ber-2
“Menurutmu?” Tanya Kris kembali
dengan ketus, sebenarnya Kris bukannya ingin bersikap dingin pada Tao hanya
saja melihat adegan lovey dovey di depannya apalagi itu Suho dan Lay membuat
emosinya sampai ingin meledak di kepalanya
Tao kembali meraih lengan Kris lalu
menariknya “Kalian kembali ke hotel lebih dulu saja, ada yang ingin kucari lagi
dengan Kris Hyung.. annyeong..” Tao langsung melangkah meninggalkan kerumunan
para member dan menarik Kris menjauh, walau ia bingung mau tidak mau ia
mengikuti langkah kaki Tao yang menarik nya dari pada ia tetap bersama dengan
yang lainnya terutama Suho dan Lay
padahal mereka tengah di China tetapi kenapa tetap Suho yang menjadi
penghalang kedekatannya dengan Lay? Rasanya Kris ingin menghantam kepalanya ke
atas batu entah kenapa dirinya tidak kunjung sadar dari rasa cemburu dan
kesalnya
Lay sudah menjadi milik Suho
Seharusnya ia sudah bisa menerima
kenyataan itu sejak lama tapi kenapa ia selama ini dengan bodohnya masih saja
mengharapkan Lay bahkan bisa-bisa nya menganggap kalau Lay miliknya ketika
mereka tengah berada di China, segala kebaikan dan perhatian Lay pada dirinya
jelas karena Lay menganggap Kris adalah sahabat terbaiknya sahabat terbaik Lay
dan Suho tapi dengan bodohnya Kris malah memanfaatkan ungkapan sahabat demi
keuntungan dirinya sendiri
Suho menatap kepergian Kris dan Tao
ia sedikit bingung kenapa Kris jadi diam seperti itu? “Ada apa dengan Kris?”
Tanya Suho pada Lay dan Lay hanya menggeleng
“Mungkin dia sedang tidak mood
Hyung..” jawab Chen, ia juga bingung tapi tidak ada yang bisa menebak apa yang
ada di dalam otak seseorang termasuk Kris
“Aniya, tadi ketika menemaniku di
dalam dia baik-baik saja..” ucap Lay karena ia yakin tadi Kris baik-baik saja
ketika di dalam toko entah kenapa ketika keluar ia jadi seperti itu, Suho
kembali menoleh kearah Tao menyeret Kris tadi entah kenapa ia merasa mood Kris
jadi tidak enak karena dirinya
“Hyung?” Tao mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan
Kris rasanya Kris sudah melamun terlalu lama ia takut Kris benar-benar habis
melihat Setan bukan karena patah hati melihat Suho dan Lay barusan di depan
toko “Hei kau benar-benar baik-baik saja bukan?” Tanya Tao lagi menusuk-nusuk
lengan Kris
“Aku baik-baik saja jangan menyentuhku!”
omel Kris sambil menepis telunjuk Tao yang menusuk-nusuk lengannya seolah-olah
dirinya tengah dalam keadaan tidak sadar “Maaf jika daritadi aku membentakmu..”
Kris menunduk ia menggosok wajahnya frustasi rasanya jika sesuatu yang
berhubugan dengan Lay segala sesuatu dalam dirinya benar-benar tidak terkontrol
emosinya, kebahagiaannya, bahkan expresi wajahnya jatuh cinta benar-benar
membuatnya sangat bodoh
“Gwenchana.. yang penting sekarang
kau baik-baik saja.. jernihkan fikiranmu disini jika sudah lebih baik baru kita
kembali ke hotel..” ucap Tao sembari menghempaskan punggungnya di sandaran
bangku taman, sedangkan Kris melayangkan padangannya pada seluruh penjuru taman
ia sedari tadi tidak sadar kalau Tao menariknya ketaman, bahkan dirinya sudah
duduk manis di salah 1 bangku taman bersama Tao
“Aku tidak sadar kau menarikku
kemari..”
“Lay Hyung terlalu menguasai
pikiranmu makanya kau sampai tidak sadar… untung kau tidak sampai lupa
bagaimana cara bernafas..”
Kris mendelik ia menjitak pelan
kepala Tao bisa-bisanya disaat seperti ini Tao masih menyindirnya “Kau jangan
menyindirku begitu..”
Tao mengacak poninya lalu menoleh
pada Kris “Sejak kapan kau menyukai Lay Hyung? Kau terlihat sangat menderita
sekali karena menyukainya?”
Kris melirik kearah Tao lalu
kembali menatap sepatu nya yang sedikit kotor terkena tanah “Sejak awal bertemu
dengannya.. saat hari pertama kita dipertemukan dan diperkenalkan di ruang
dance.. kau pasti ingat hari itu..”
Tao makin bersandar pada sandaran
bangku taman ia mendongak menatap langit banyak bintang di atas sana “Ingat
tentu saja aku ingat..”
“Senyumannya manis Tao-ah sangat
manis, wajah nya ketika menoleh menatapku bingung karena menarik earphonenya
tidak bisa kulupakan sampai hari ini…”
Tao mengangguk-anggukkan kepalanya
“Kalau Suho Hyung? Kau tahu sejak kapan Suho Hyung menyukai Lay Hyung?”
Kris tertawa pelan dan kembali
menunduk “Sama sepertiku Tao-ah, dia menyukai Lay sejak hari pertama mereka
bertemu hari yang sama ketika aku bertemu dengan Lay..” Kris menghela nafas
“Entah kenapa kami bisa menyukai orang yang sama..”
“Apa Suho Hyung tahu perasaanmu?”
Kris menggendikkan bahunya
“Entahlah mungkin tahu mungkin juga tidak..” Kris ikut menyandarkan tubuhnya di
sandaran bangku taman “Lagipula Suho tahu atau tidak tidak akan berdampak
apapun, Lay tetap menjadi miliknya Lay tetap mencintainya bukan diriku..”
Tao hanya mendengarkan dan kembali
mengangguk-angguk “Hyung..”
“Ya?”
“Bagaimana jika ada oranglain yang
juga mencintaimu? Apa kau akan tetap menyukai Lay Hyung?” Tao bertanya tetapi
mata namja kurus itu tetap menatap kearah langit Kris sampai bingung apa
pertanyaan itu serius atau hanya bahan candaan dari maknae disebelahnya
“Oranglain itu siapa? Aku ini
sangat selektif memilih orang yang akan menjadi pendampingku..”
Tao menoleh “Pendamping? Hahahaha
memang kau ingin langsung menjadikannya istrimu?”
Kris berdecak kesal sudah ia duga
Tao ujung-ujungnya akan mengejeknya “Ck, kau selalu saja mengejekku apa kau
lupa aku ini Leadermu?”
“Mana ada Leader yang sepertimu?
Patah hati karena cintamu bertepuk sebelah tangan? Aish bahkan kau sampai tidak
bisa menahan emosimu..”
“Lalu kau ingin leader yang seperti
Suho saja begitu?” omel Kris rasanya ia tengah merasa di banding-bandingkan
dengan Suho
“Aku tidak mengatakan seperti itu,
kenapa kau selalu membandingkan dirimu sendiri dengan Suho Hyung? Kau hanya
tidak mendapakan Lay Hyung bukan berarti segala hal yang kau punya harus kau
bandingkan dengan Suho Hyung..”
Kris kembali menghela nafas
lagi-lagi ia terbawa emosi “Kufikir kau membandingkan diriku dengan Suho…”
“Bukankah seharusnya kau bersyukur
karena kau menjadi sahabat dekat mereka? Kenapa kau masih saja merengut karena
Lay lebih mencintai Suho daripada dirimu, kau sudah dewasa bukan Hyung? Kau
harus belajar melepas Lay Hyung dia sudah bersama dengan orang yang disayangi
dan menyayanginya..”
Kris melirik Tao dengan mata
elangnya maknae ini tengah menasehatinya? Ia juga tahu dirinya harus dewasa
tetapi salahkan dirinya yang belum bisa berhenti menyukai namja berdimple itu,
melupakan seseorang lebih sulit berkali-kali lipat daripada menyukainya “Tanpa
kau ajari juga aku tahu tentang itu, yang jadi masalah adalah aku memang tidak
menemukan cara untuk melupakannya.. mungkin lama kelamaan aku bisa
melupakannya..”
Tao beranjak dari duduknya membuat
Kris menatapnya bingung “Kau mau kemana?”
Tao merenggangkan otot tubuhnya
lalu menoleh “Kenapa kau takut aku meninggalkanmu juga?” Kris menaikkan sebelah
alisnya manknae EXO satu ini benar-benar sangat suka mengejeknya ia bersumpah
jika Tao sampai memintanya menemaninya di depan kamar mandi ketika ia tengah
mandi ia tidak akan menemani Tao walaupun namja jangkung itu menangis-nangis
memohon padanya
“Kau bercanda? Aku tidak akan
tersasar jika kau tinggalkan.. aku hanya bertanya..”
“Aku ingin ke kamar keci kau ingin
ikut juga?” Tanya Tao sembari tertawa rasanya Kris hanya takut dirinya
ditinggal sendirian disini jika ada sesaeng fans maka Kris akan tamat seketika
“Ck, sana cepat kau menyingkir dari
hadapanku kau benar-benar menyebalkan Huang ZItao!” omel Kris harga dirinya
sebagai Leader berkharisma selalu saja terinjak-injak jika sudah di hadapan
Tao, mendengar perkataan Kris Tao pun segera melangkah santai meninggalkan Kris
menuju kamar kecil “Cepat kembali jika dalam 10 menit kau belum kembali akan ku
tinggal kembali ke hotel..” ucap Kris dan hanya di sahuti oleh tanda OK dari
tangan kanan Tao bahkan namja jangkung itu tidak menoleh sama sekali
Kris menghela nafasnya lagi ia
kembali menyandarkan tubuh nya kesandaran bangku fikirannya melayang pada
memorynya beberapa tahun lalu tepat ketika ia pertama kali bertemu dengan Suho
dan Lay, tetapi tidak lama kening Kris berkerut “Chamkanman… selain Lay dan
Suho… ah Tao!” Kris menepukkan kepalan tangan kanan nya ke telapak tangan
kirinya
“Mohon
kerja samanya..” ketiga nya berucap dan membungkuk bersamaan tapi tidak lama
ketiga tertawa bersamaan pula rasanya konyol melakukan hal yang sama ber-3
rasanya mereka akan menjadi sahabat di masa depan
‘Clek’
Kris
segera melempar tatapannya pada pintu yang baru saja terbuka kembali kali ini
seseorang namja kurus tinggi dengan kantung mata hitam di matanya masuk dan
menatap dirinya mereka ber-2 bertatapan sesaat sebelum dengan tiba-tiba Lay segera
menghampiri namja tinggi kurus itu “Ah Tao!”
Kris
dan Suho segera menatap namja tinggi yang baru saja dihampiri Lay “Ini Tao,
Huang Zitao aku sudah mengenalnya sejak beberapa waktu yang lalu..”
“Annyeong..
Huang Zitao imnida..”
“Junmyeon..
Kim Junmyeon..” sahut Suho karena ia yang paling berdiri dekat dengan Tao dan
Lay, Tao kembali melempar padangannya pada namja tinggi di tengah ruang dance
namja itu belum menyebutkan namanya padahal dirinya sudah memperkenalkan diri..
“Wu
Yifan..” ucap Namja itu lalu tersenyum dan Tao mau tidak mau membalas senyuman
Kris karena hanya Kris yang menatapnya pertama kali selama itu semenjak ia
menginjakkan kaki di gedung SM semua mengatakan matanya seperti panda bahkan
ada yang mengatakan matanya meyeramkan karena seperti orang mabuk yang kurang
tidur
Drrtttt Drtttttt
Kris meraih ponsel disakunya ia
masih tersenyum-senyum sendiri mengingat bagaimana awal ia mengenal Tao di hari
yang sama dengan ia mengenal Lay dan Suho namja kurus itu begitu polos pemalu
tetapi sekarang Krs benar-benar bergidik ngeri jika melihat sifat Tao yang
sekarang
“Ne?” Kris menyahuti panggilan
telfonnya tanpa melihat siapa yang memanggilnya
“Kris-ah..”
Kris segera menatap layar ponselnya
rasanya ia ingin menjambak rambutnya karena tidak melihat siapa yang
menghubunginya ia belum ingin mendengar bahkan melihat wajah si penelfon saat
ini, mau tidak mau Kris menghirup nafasnya dalam-dalam ia mengatur emosinya
agar tidak meledak begitu saja “Ne Suho-ya.. wae?”
“Eodia?” Tanya sipenelfon yang
ternyata Suho
“Aku? Ditaman tidak jauh dari
hotel..” Kris kembali menyandarkan tubuhnya ia mencoba merilekskan dirinya
“Aku membelikan ayam kesukaanmu..
cepatlah kembali dan makan bersama disini..” Suho menatap langit malam di china
ia tengah berdiri di balkon saat ini
Kris tertawa “Kau seperti menyuruh
bocah berumur 5 tahun pulang kerumah.. lagipula aku ini bukan Kai kenapa kau
menyogokku dengan ayam?” entah sejak kapan Suho selalu menyodorinya ayam
padahal yang menyukai ayam itu Kai bukan dirinya
“Jika kau tidak mau aku bisa segera
menghabiskannya..”
“Yak..” Kris memijit keningnya
sebenarnya Suho berniat memberikannya ayam atau tidak? “Baiklah aku akan segera
kembali setelah Tao kembali..”
“Memang kemana si panda itu pergi?”
“Ke kamar mandi..”
“Oh..” sesaat keduanya terdiam tapi
Suho menghela nafasnya “Kris-ah… mianhae…”
Kris mengerutkan keningnya kenapa
tiba-tiba Suho mengucapkan maaf padanya memang Suho melakukan kesalahan apa
pada dirinya “Kau meminta maaf untuk apa?”
Suho bersandar pada pagar balkon ia menghadap kedalam hotel
ia bisa melihat Lay dan Chen tengah mengobrol dan Xiumin tengah memainkan game
bersama Luhan “Aku egois.. aku tahu kau menyukai Lay..” Suho kembali menghela
nafas ketika ia tidak mendengarkan ucapan balasan apapun dari Kris diseberang
sana “Aku berpura-pura tidak tahu selama ini karena aku tidak ingin merusak
persahabatan kita.. aku benar-benar minta maaf Kris..”
Kris meremas ujung jaket kulitnya
rasanya ia benar-benar ingin memukul wajah Suho saat ini, tetapi sikap Suhopun
tidak salah jika sejak awal Suho mengatakan kalau dia sudah tahu perasaan Kris
pada Lay yang terjadi adalah mereka berdua memperebutkan Lay dan persahabatan
mereka ber-3 akan berakhir begitu saja dan tidak akan ada 1 orangpun dari
mereka ber-2 yang bisa mendapatkan Lay “Sial, kau benar-benar pandai
merahasiakannya..” Kris menghela nafasnya percuma bukan ia marah pada Suho
sekali lagi ia tekankan Lay tidak akan berubah pikiran jika dirinya marah pada
Suho ataupun memukuli Suho sekalipun
“Kau marah?” Tanya Suho
Kris mendengus “Tentu saja rasanya
aku ingin menggaruk wajah malaikatmu itu..”
Suho tertawa “Kalau begitu cepat
kembali setelah kau menghabiskan ayammu kau bisa mencakar wajahku..”
Kris ikut tertawa “Suho-ya..”
“Ne?”
“Gomapta..”
Kali ini Suho yang mengerutkan
keningnya bingung kenapa Kris mengucapkan terima kasih pada dirinya “Jika kau
tidak merahasiakan ini semua, mungkin kita akan memperebutkan Lay seperti orang
bodoh dan pasti baik kau ataupun diriku tidak akan bisa didekat Lay seperti
sekarang…” Kris menghela nafas nya ia sedikit merasa lega sekarang bebannya
sedikit terangkat walau ia kecewa Lay bukan memilihnya paling tidak selama ini
Suho pun membantu menanggung bebannya “Dan terimakasih untuk mencintai Lay
seperti itu.. aku tahu kau bisa membuatnya bahagia..”
“Kau juga membuatnya bahagia
Kris-ah, kau menjaganya selama dia di China… aku yang harus mengucapkan banyak
terimakasih padamu kau sudah menjaga kekasihku dan menjadi sahabatku..”
Kris menatap langit rasanya
pembicaraannya dan Suho terlalu sensitive “Bukankah yang kita bicarakan terlalu
membuat suasana menjadi sangat gloomy? Seharusnya aku yang mengucapkan itu
terimakasih kalian berdua tetap menjadi sahabatku.. kau tahu aku selalu
berusaha sedekat mungkin dengan Lay ketika di China.. aku sedikit menyalahgunakan arti sahabat ketika
tidak ada dirimu..”
Suho tertawa “Jangan katakan kau
menangis sekarang?”
“Kau gila? Menangis? Di taman?”
Kris tersedak tawa nya sendiri membayangkan ia menangis tersedu-sedu ditaman ia
bisa yakin 100% jika itu terjadi maka namanya akan menjadi headline news
diseluruh media di China besok pagi
“Suho-ya? Kau sudah menghubungi
Kris?”
Suho dan Kris sama-sama terdiam
mendengar suara yang masuk ke telinga mereka berdua “Aku sedang berbicara
dengannya.. dia akan segera kembali..”
“Oh.. Kris-ah cepat pulang atau
akan kuhabiskan ayam milikmu dan Tao..” ancam Lay setelah merebut ponsel Suho
lalu mengembalikannya pada Suho dan segera beranjak dari balkon
“DIa mengancamku?” Tanya Kris pada
Suho
“Sepertinya jadi cepatlah kau
kembali atau ayam milikmu akan di habiskan oleh si cantik berdimple itu..”
“Aish araseo-araseo.. ku tutup dulu
ne.. aku harus menyusul Tao ke kamar kecil akan kuseret dia pulang..” Kris hampir
memutuskan sambungan telfon andai saja Suho tidak mengucapkan sebuah kata yang
membuat Kris hampir membeku di tempat
“Kris-ah, kau tidak sadar Tao
menyukaimu?”
“Mwo?”
“Tao menyukaimu.. dia mencintaimu
sama seperti kau menyukai Lay..”
Kris terdiam tapi ia kemudian
tertawa “Kotjimal..”
“Apa suaraku terdengar seperti
sedang bergurau? Tao menyukaimu Kris-ah.. kau fikir kenapa dia selalu ada
disisimu ketika aku dan Lay berdiri berdampingan.. dia ingin menghiburmu..”
“Kau tahu darimana?” kali ini suara
Kris benar-benar terdengar serius sungguh ia sangat kaget jika bisa menunjukkan
bagaimana bentuk jantungnya saat ini sudah pasti jantungnya terlihat remuk saat ini lebih tepatnya karena sakit mendengar
pernyataan Suho, Kris merasa sungguh jahat pada Tao jika si kurus panda itu
benar-benar menyukainya tetapi dirinya selalu menceritakan tentang Lay di
hadapan Tao bagaimana sakitnya Tao ketika mendengar dirinya selalu menyebut
nama Lay?
“Lay.. Lay yang mengatakannya
padaku.. ia memergoki Tao melamun tengah malam dan tanpa sengaja Tao
menceritakan perasaannya padamu segalanya.. kecuali tentang kau menyukai Lay..
mungkin sudah saatnya kau mencari seseorang Kris-ah.. lihatlah Tao yang selalu
disisimu..”
Kris terdiam Suho benar Tao selalu
berdiri disisinya Tao selalu menghiburnya Tao selalu mendengarkan keluh
kesahnya entah dia tengah bahagia ataupun tengah bersedih Tao tidak pernah
beranjak Tao akan tetap setia duduk dan berdiri disisinya mendengarkan
ceritanya sampai usai, walau akan di akhiri dengan ejekan-ejekan yang keluar
dari mulut Tao tapi Kris sejak awal sadar itu karena Tao ingin menghiburnya dan
mengalihkan pikiran Kris agar tidak terlalu memikirkan Lay “Aku tutup dulu
Suho-ya.. aku harus mencari Tao..”
“Araseo.. cepatlah kembali..”
Kris menyimpan ponselnya kembali
kesaku nya ia beranjak menghampiri kamar kecil paling dekat dengan tempat nya
sedari tadi menunggu baru saja ia mau masuk kedalam tetapi Tao sudah melangkah
keluar sambil mengusap kedua matanya “Tao-ah..”
“O! ah Hyung? Kau juga ingin buang
air kecil?” Tanya Tao cepat-cepat menggosok kedua matanya benar-benar konyol
rasanya jika sampai Kris tahu dirinya menangis tadi
“Kau menangis?” Tanya Kris
Tao tertawa “Mwo? Kau bercanda? Ayo
cepat kembali ke hotel.. ada ayam aku lapar..” Tao langsung melangkah
meninggalkan Kris
“Kau tahu darimana?”
“Lay hyung mengirimiku pesan..” Tao
menggoyang-goyangkan ponselnya sambil berjalan mundur, Kris bisa melihat hidung
namja kurus itu merah pasti Tao menangis jika tidak kenapa dia begitu lama di
dalam kamar kecil, apa karena cerita nya tadi pada Tao? Rasanya ia benar-benar
ingin menjambak rambutnya selama ini ia merasa dirinya yang paling menderita
melihat Lay bersama dengan Suho padahal dibandingkan dirinya Tao lah yang
paling menderita melihat dirinya menatap Lay setiap hari mengejar Lay setiap
hari bahkan menceritakan tentang perasaannya pada Lay hampir setiap hari jika
ia jadi Tao ia pastikan ia pasti sudah gila
“Kau ingin ke kamar mandi atau tidak
kenapa hanya diam disitu?”
Kris menggaruk pipinya “Ah.. aniya
aku tadinya hanya ingin menyusulmu.. kajja kita kembali..” Kris menghampiri Tao
lalu merangkul Tao sedangkan namja jangkung itu tengah memeriksa isi dompetnya
dompet yang baru saja di belikan oleh Kris langsung digunakan oleh Tao, Kris
menyunggingkan senyum melihat dompet pemberiannya langsung di gunakan oleh Tao
paling tidak walau tidak bisa membelikan Lay sesuatu ia sudah memberikan Tao
sesuatu pasti namja panda itu sangat senang sampai-sampai langsung menggunakan
dompet itu di hari yang sama
“Uang Yen ku habis.. aku ingin
membeli bubble tea..” protes Tao ketika melihat hanya ada deretan Won di dalam
dompetnya rasanya ia sudah menghabiskan banyak yen padahal ia ingat ia menukar
cukup banyak Won ke mata uang Yen sebelum berangkat ke China
“Kajja akan kubelikan..” ucap Kris
lalu menarik Tao menuju penjual bubble tea
“Oh, jinjja? Apa moodmu sudah
kembali baik? Kau baik sekali..”
“Keurae.. aku memang sudah
seharusnya memperbaiki moodku bukan? Cepat pesan aku akan membayarnya setelah
ini kita segera kembali..” Kris memberikan beberapa lembar yen pada Tao untung
malam ini toko bubble tea langganan Luhan sedang sepi mereka tidak perlu
mengantri dan Kris hanya perlu melihat punggung Tao yang tengah mengantri
sambil menunjuk-nunjuk papan menu yang tergantung di dinding
“Tunggu
Tao-ah, kali ini aku akan berusaha mencintaimu aku tidak akan membiarkanmu
merasakan cinta yang tidak berbalas..”
THE END
SEPTEMBER, 29 2015
18:00 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar