myCatalog

Kamis, 08 Oktober 2015

[RE-EDITED] THE (PIECES) PHOTOGRAPH




THE (PIECES) PHOTOGRAPH

Pairing          : Park Chanyeol, Do Kyungsoo

Genre            : Romance, Hurt

Leght             : OneShoot

Tittle             : The (pieces) Photograph


Author          : Choi Seorin




               Seorang namja dengan mata bulat dan rambut hitam legam nya turun dari bus ia menoleh ke kanan dan kiri mencari dimana tempat yang  harus datangi sesuai dengan alamat dan nama yang ada dilayar ponselnya tempat yang di beritahu oleh temannya dan parah nya temannya menyarankannya untuk datang secara tiba-tiba hari ini dan ketempat ini untuk blind date hari ini, memang dirinya benar-benar tidak laku sampai harus selalu dicarikan teman kencan?





                “D.O-ah, kau selalu gagal dengan yeoja bukan? Kali ini kau pasti tidak akan gagal lagi.. percaya padaku..” ucap sahabat dekatnya Byun Baekhyun dari sebrang telfon tadi pagi dengan kegirangan diatas rata-rata ketika berhasil membuatnya terbangun dari tidur di hari libur seperti hari ini dan sekarang ia berakhir disini di depan café yang sesuai dengan alamat yang tertera di layar ponselnya dan ternyata café ini milik temannya yang lain

                “Ternyata ini Cafemu Lay Hyung?” sapa namja itu ketika ia baru saja melangkah masuk kedalam café yang sesuai dengan alamat yang tertulis di ponselnya dan melihat sahabatnya tengah meracik kopi di balik meja Bar

                “Oh! D.O-ya… Baekhyun berhasil membujukmu untuk datang?”

                Namja bernama D.O itu memutar bola matanya malas sembari melangkah mendekati meja bar “Dia memaksa bahkan meneror ku Hyung bagaimana aku tidak datang..”

                Lay tertawa dan menghentikan kegiatan nya meracik kopi “Hahaha bukankah Baekhyun selalu begitu, lalu kau sudah tahu siapa yang akan dijodohkannya denganmu kali ini?”

                D.O duduk di bangku meja bar tepat menghadap langsung ke Lay “Tidak tahu, dan tidak ingin tahu, aku tidak menanyakannya pada Baekhyun lagipula aku yakin kali ini tidak akan bertahan lama sama seperti sebelum-sebelumnya..” D.O memijit pelipisnya “Aku heran darimana ia mendapatkan banyak kenalan Yeoja?”

                “Yeoja?” Lay bergumam dan kembali tertawa “Kau akan tahu setelah melihatnya datang..” Lay meletakkan secangkir coffe latte di hadapan D.O “Untuk menenangkan mu..”

                “Menenangkan?” D.O mengangkat sebelah alisnya “Menenangkan untuk apa?” D.O menghirup wangi kopi buatan Lay, sedari dulu memang Lay sangat mahir meracik kopi

                Lay melirik D.O lalu kembali focus melanjutkan pekerjaannya meracik kopi “Mungkin kau akan sedikit terkejut dengan teman kencanmu hari ini..” lanjut Lay

                D.O mengendikkan bahu nya tanda tidak perduli bagaimana bentuk teman kencan nya hari ini, ia tidak heran jika teman kencannya terkadang jauh diluar bayangan dirinya sahabatnya Baekhyun pasti selalu memilihkan teman kencan yang aneh dan diluar bayangannya untuk dirinya “Itu agar kau tertarik menjalaninya..” itu alasan Baekhyun setiap ia di tanyain oleh D.O kenapa memilihkan teman kencan yang seperti itu

                ‘Criiing..’

                “Oh, Wasseo..” ucap Lay membuat D.O tersadar dari lamunannya dan tanpa sadar menoleh kearah pintu dan terlihat pria tinggi yang menatap kearahnya tersenyum sumringah dan menghampirinya

                D.O langsung memalingkan wajahnya kembali ke Lay, entah kenapa D.O terlalu merasa peraya diri melihat senyuman dan tatapan itu untuknya jelas-jelas tadi Lay menyapa namja tinggi itu “Hyung, itu kenalanmu?” Tanya D.O setelah menetralkan raut wajahnya

                Lay tersenyum lagi sambil menoleh “Ne, dia kenalanku.. namanya Park Chanyeol..” D.O mengangguk-angguk ia segera meraih kopi yang disiapkan Lay untuknya lalu meminum kopi miliknya untuk mentralisir persaaannya “Dan dia teman kencanmu hari ini..”

                ‘Bruuuusshhhh’ kopi yang baru masuk tenggorokannya langsung segera meluncur keluar dari mulut D.O untung Lay sudah melindungi dirinya dengan nampan ia sudah menduga ia akan disembur D.O ketika namja itu tahu teman kencannya adalah namja

                “Mwo???” mata D.O yang sudah besar kini makin membesar menatap Lay tidak percaya ia benar-benar kaget, kencan kali ini bukan hanya membuat nya kaget melainkan hampir membuat dirinya terkena serangan jantung mendadak

                “Annyeong KyungSoo-shii..” ucap namja tinggi bernama Park Chanyeol itu ketika sudah berdiri sebelahnya bahkan hampir membuat D.O terjatuh dari kursinya karena kaget namja tinggi itu dengan tiba-tiba sudah ada disamping kanannya

                “K-Kau tahu namaku?” Tanya D.O tidak bisa menyembunyikan keterlagetannya

                “Tentu saja aku tahu, kenalkan..” namja bernama Chanyeol itu mendekatkan dirinya pada D.O mensejajarkan wajahnya dengan wajah D.O “Aku Park Chanyeol, mantan kekasih Byun Baekhyun.. dan hari ini akan menjadi teman kencanmu Do KyungSoo-shii..”

                ‘BRUUUK!!’

                Kali ini D.O benar-benar terjatuh dari bangku nya, sampai-sampai Lay harus berjinjit melewati meja bar untuk melihat apakah D.O baik-baik saja setelah terjatuh “Gwenchana?” Tanya Lay dengan wajah polosnya tetapi D.O tidak menyahut rasanya ia benar-benar terkena serangan jantung

                “Yak Byun Baekhyun!!” omel D.O pada ponselnya bahkan orang diseberang sana sudah menjauhkan ponsel miliknya dari telinganya “Kau berniat membunuhku eoh?” omelnya lagi

                “Yak, baru kali ini kau semarah ini..” sahut Baekhyun diseberang sana sembari mengacak-acak isi lemarinya entah apa yang namja itu cari

                “Jelas aku marah, kenapa kau malah mengenalkanku dengan Namja.. haish apa yang ada di otak mu?” D.O membulatkan kedua matanya tanpa ia sadari ketika ia mengingat teman kencannya adalah namja “Terlebih dia mantan kekasihmu, kau gila sejak kapan kau bersama dengan namja itu??” kali ini D.O memicingkan matanya seolah-olah Baekhyun ada di hadapannya dan bisa melihat seluruh expresi wajahnya

                “Yaa, Do KyungSoo.. “ Baekhyun menghentikan kegiatan ‘mari mengacak-acak lemari’ lalu berkacak pinggang di depan lemarinya “Aku mengenalkanmu dengannya karena kau selalu gagal dengan Yeoja lagipula dia namja yang baik, dulu hanya cinta monyet ketika kita masih SMA lagipula seperti nya kau akan cocok dengannya..”

                Mendengar ucapan Baekhyun D.O segera memijit keningnya katakan dia salah mendengar sahabatnya benar-benar pernah berhubungan dengan namja jangkung itu, dan katakan ia juga salah menangkap kalimat Baekhyun kalau namja itu berkata dirinya akan cocok dengan namja kelebihan kalsium itu “Aku akan pulang..” ucap D.O sembari mengacak-acak rambutya ia benar-benar frustasi sekarang

                “Yak! D.O-ah andwae, kau tidak kasihan padanya? Dia datang hari ini hanya untuk menemuimu..” Baekhyun berfikir keras agar sahabatnya ini tidak langsung pulang begitu saja “Paling tidak jalani saja hari ini..”

                D.O terdiam ia juga berfikir apa yang akan dijalaninya bersama dengan namja? Berpegangan tangan? NO! membeli es krim di taman? NO! ketaman hiburan ber-2? NO! berciuman???? ABSOLUTLY NOOOO! “Kau gila???”

                “Demi ku sahabatmu ini, ayolah D.O-ah hanya hari ini saja jika kau tidak menyukainya kau bisa menghentikan kencan itu seperti biasanya..” Ucap Baekhyun memohon dan sebenarnya dengan penuh paksaan, sejujurnya Baekhyun sedikit yakin kencan D.O kali ini tidak akan sama seperti biasanya

                D.O menghela nafas setelah terdiam beberapa saat “Dosa apa diriku mempunya sahabat sepertimu..” D.O kembali mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan sedari tadi ia acak-acak “Baiklah.. aku akan kencan dengannya hari ini..”

“Jinjja???” Baekhyun benar-benar girang bukan main mendengar akhirnya D.O setuju untuk kencan dengan Chanyeol

“Ne tapi hanya untuk hari ini saja… ya sudah kumatikan dulu ne..”

                “Ne D.O-ah, selamat bersenang-senang..” ucap Baekhyun langsung menutup ponselnya sebelum ia terkena semprot lagi

                “Haish.. memusingkan..” D.O menata kembali rambut yang ia acak-acak tadi lalu menyimpan lagi ponselnya kedalam saku coat nya “Kau siap Do KyungSoo?” Tanya nya pada dirinya sendiri di pantulan kaca di dalam kamar mandi “Kau harus siap..” D.O melangkah keluar dari rest room namja dan tersentak ternyata namja bernama Chanyeol itu sudah ada di hadapannya lebih tepatnya sudah berdiri di depan pintu ketika pintu itu terbuka

                “Omo!” jengit D.O kaget “Kau kenapa disini? Kau ingin masuk kedalam?” Tanya D.O

                Namja tinggi itu menggeleng “Ani, aku menunggumu.. bisa kita mulai kencan kita?” Tanya Chanyeol to the point pada inti nya membuat D.O tersedak liurnya sendiri

                “Se-Sekarang juga bisa jika kau mau..” jawab D.O terbata-bata sembari melangkah meninggalkan Chanyeol kembali ke meja bar menemui Lay

                Chanyeol menatap punggung D.O yang meninggalkannya terlebih dahulu lalu tersenyum dan menyusul D.O setelah mengirim pesan pada Baekhyun dan setelah menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya

                ‘Gomapta Baekhyun-ah mempertemukanku dengannya..’

                Dan di seberang sana Baekhyun tengah membanggakan dirinya di depan cermin “Tentu saja siapa dulu Byun Baekhyun, aku ini Raja Comblang..”

                D.O berjalan lebih dahulu dari Chanyeol jarak mereka saat ini sekitar satu setengah meter D.O tidak tahu harus memulai kencan hari ini dari mana? Ia benar-benar bingung ini kencan pertamanya dengan seorang lelaki, D.O menoleh perlahan kebelakang dan berjengit kaget ketika melihat Chanyeol ternyata menatapnya dan tersenyum padanya “Haish namja itu mengagetkanku..”

                Chanyeol menyamakan langkahnya dengan D.O dengan kaki panjangnya sebenarnya sangat mudah menyusul langkah D.O di depannya sedari tadi tapi dirinya tahu kalau D.O memang belum terbiasa “Jadi kau ingin kita kemana?” Tanya Chanyeol membuat kening D.O berkerut, biasanya ia yang akan mengeluarkan pertanyaan itu ketika tengah kencan dengan Yeoja

                “Kau bertanya padaku?”

                “Tentu saja bertanya padamu memang ada orang lain lagi disini, kita kencan hari ini jadi kita harus memutuskan bersama ingin kemana saja bukankah begitu?”

                D.O terdiam ia menelan ludahnya sendiri mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Chanyeol membuat nya makin gugup dan bingung, ia tahu mereka tengah berkencan tetapi tidak perlu di nyatakan terang-terangan di jalanan seperti ini dan lagipula kenapa pertanyaan yang biasa keluar dari bibirnya saat ini keluar dari bibir CHanyeol entah kenapa ia tiba-tiba merasa menjadi seorang wanita saat ini

                “Kajja..” Chanyeol meraih jemari D.O lalu menggenggamnya “Kita ketaman hiburan saja.. kau pasti setuju..”

                “Yak..” D.O langsung menarik jemari nya lepas dari genggaman Chanyeol rasanya ia seperti tersengat listrik ketika jemari besar itu menggenggam jemari nya lagipula ia tidak pernah berpengangan tangan dengan siapapun bahkan saat dirinya tengah blind date dengan seorang yeoja sekalipun “A- Ja-Jangan..”

                Chanyeol tersenyum melihat expresi D.O yang kebingungan dan merona disaat bersamaan namja jangkung itu kembali meraih jemari D.O lalu menggenggamnya lagi “O! kau lihat jemarimu cocok dengan jemariku..” ucap Chanyeol sambil mengangkat tautan jemari mereka dan menunjukkan genggaman jemarinya dan D.O ke hadapan D.O

                “Kau sudah gila? Lepaskan tanganku Chanyeol-shii..”

                “Kita sedang kencan, berhenti memanggilku seformal itu..” tanpa mengindahkan omelan D.O dan segala gerak tangan D.O yang ingin melepas genggaman tangan keduanya Chanyeol kembali melangkah menarik D.O mengikutinya ke taman hiburan dan mau tidak mau D.O mengikuti langkah Chanyeol walau sedikit terseret-seret melihat bagaimana bedanya panjang kaki keduanya

                Chanyeol menyodorkan es krim vanilla pada D.O “Ah gomawo..” D.O mengambil es krim yang disodorkan padanya sudah hampir setengah hari mereka di taman hiburan bahkan D.O sudah tidak canggung lagi seperti tadi entah kemana sikap canggung dan ragu-ragunya tadi, sekarang yang terlihat D.O sangat menikmati kencannya dengan Chanyeol “Kau mau Chanyeol-ah?” tawar D.O ketika namja tinggi itu sudah duduk di sebelahnya

                Chanyeol menggeleng “Ani.. aku lapar..”

                D.O melihat jam yang melingkar ditangannya sembari memakan es krim miliknya “Ah iya sudah menjelang malam..”

                Chanyeol berdiri lalu mengulurkan jemarinya tepat didepan D.O dan D.O segera menyambutnya entah sejak kapan namja bermata bulat itupun sudah terbiasa dengan Jemari Chanyeol yang menggenggam jemarinya “Kajja, aku tahu tempat makan yang enak didekat sini..”

                “Ne..” D.O dan CHanyeol melangkah bersamaan sembari saling mengoyang-goyangkan kedua tangan mereka yang bertaut CHanyeol selalu menoleh kesisi kirinya menatap D.O yang sedang menghabiskan eskrim miliknya dan sesekali Chanyeol membersihkan sisa es krim di bibir D.O dengan ibu jarinya dan menjilat sisa eskrim di ibu jarinya yang rasanya jadi lebih manis dari rasa eskrim biasanya

                “Kau makan berantakan sekali..” protes D.O yang melongo melihat cara makan Chanyeol yang diluar bayangannya

                “Aku lapar..” hanya itu jawaban Chanyeol

                D.O tertawa pelan “Hahaha kau benar-benar lucu Chanyeol-ah..”

                Chanyeol melirik sekilas lalu menatap D.O bahkan sampai menghentikan kegiatan makannya “Jinjja? Berarti kau bahagia bukan jika bersamaku?”

                “Ne?” tawa D.O berhenti secara perlahan walau sebenarnya ia masih ingin tertawa hanya saja pertanyaan Chanyeol yang lebih mirip pernyataan mengusiknya

                Chanyeol berdiri dari duduknya membuat D.O mendonggak menatap Chanyeol bingung “Jika tidak mengerti maka akan kujelaskan..”  Chanyeol membungkuk dan mencondongkan tubuhnya kearah D.O entah D.O baru sadar atau dia baru memperhatikan tubuh Chanyeol benar-benar tinggi bahkan meja persegi ini bisa ia lewati hanya dengan membungkuk

                Chanyeol meraih dagu D.O agar mendekat padanya “Jadilah namjachinguku..” ucap CHanyeol sebelum ia menempelkan bibir tebalnya pada bibir D.O menempelkannya sebentar lalu melepasnya dan menatap D.O yang berkedip menatapnya “Dan tidak ada penolakan..” lanjut Chanyeol sembari kembali duduk di bangku nya dan kembali menyantap makan malamnya seolah-olah barusan yang ia lakukan pada D.O adalah hal biasa saja bahkan menyisakan D.O yang terdiam begitu saja seperti nya namja mungil itu sedang berusaha menenangkan debar jantungnya

                ‘Ciuman pertamaku rasa daging sapi..’ hanya kata-kata itu yang terlintas di otak D.O saat ini

                Chanyeol melangkah bersamaan dengan D.O kedua jari mereka masih saling menggenggam Chanyeol sesekali menoleh dan menatap D.O yang terdiam “Ya.. kenapa kau terdiam saja sedari tadi?”

                D.O menoleh sesaat lalu kembali menatap aspal yang di injaknya dibawah sana “Menurutmu aku harus bersikap bagaimana setelah kau menciumku seperti tadi?”

                Chanyeol menahan senyumannya “Apa aku mendapatkan ciuman pertamamu?” Tanya Chanyeol dengan nada sedikit mengejek

                “Aish, diamlah..” D.O menonjok pelan lengan Chanyeol lalu menghela nafas pelan ia tidak menyangka apa yang ia fikirkan tidak mungkin terjadi hari ini semua nya justru benar-benar terjadi, dan yang lucu nya dirinya yang harus menerima perlakuan seperti seorang wanita ini gila..

                Chanyeol menatap D.O dalam-dalam dari samping ia tersenyum pelan “KyungSoo-ah, sejujurnya sudah lama aku menyukaimu..” ujar Chanyeol sembari menerawang, sepertinya Chanyeol tengah membuka memory di otaknya tentang Do Kyungsoo “Maka dari itu ketika Baekhyun menawarkan kencan bersamamu maka aku menerimanya..”

                D.O langsung menoleh bahkan sampai berpindah tempat berdiri tepat di depan menghadapa Chanyeol dan kini mereka saling berhadapan “Jinjja?”

                “Ne, sejak aku melihatmu saat SMA..”

                “Mwo? Kita satu SMA?” mata D.O yang sudah besar makin besar saja, sungguh dirinya tidak menyangka mereka sempat 1 SMA dulu

                Chanyeol mengangguk walau sejujurnya ia ingin memeluk D.O saat ini, namja di hadapannya benar-benar sangat menggemaskan “Kau saja yang tidak pernah menyadarinya, ketika aku dan Baekhyun berpisah aku melihatmu tertidur bersandar di pohon maple dihalaman sekolah..” Chanyeol menatap D.O “Kau sangat cantik saat itu..”

                D.O mengalihkan pandangannya dari Chanyeol ia tidak tahu bagaimana bentuk wajahnya saat ini yang pasti wajahnya panas sangat panas, baru kali ini ia merasakan kencan sebahagia ini dengan perasaan berdebar seperti ini bahkan dengan wajah sepanas ini “Jadi..” D.O tidak sanggup melanjutkan perkataannya sendiri karena bibirnya sudah membentuk lengkungan senyum aneh saat ia menunduk, kata-kata yang ingin ia keluarkan seolah-olah tersangkut di tenggorokannya

                “Johahaeyo..” ucap Chanyeol “Neomu johahaeyo..”

                D.O makin menunduk ia benar-benar ingin menyembunyikan senyum di bibirnya yang entah mengapa sedari tadi tidak bisa berhenti tersenyum lebar apa ia sebahagia ini? Tetapi tetap saja Chanyeol bisa melihatnya senyum D.O dan jangan lupakan rona merah di wajah D.O “Ayo kita ke fotobox..” ajak Chanyeol dengan tiba-tiba lalu segera menarik D.O agar mengikutinya, ia tahu D.O tengah malu dan bahagia disaat yang bersamaan sekarang maka dari itu ia harus mengalihkannya dengan melakukan suatu kegiatan, tetapi yang Chanyeol yakini walau D.O tidak menjawab atau tidak memberi reaksi lain selain tersenyum sumringah ia yakin Chanyeol kali ini berhasil mendapatkan D.O

                D.O menatap hasil fotobox dirinya dan Chanyeol sambil menepuk-nepuk pipi nya entah kenapa sedari tadi ia tidak berhenti merasakan panas di pipi nya “Ini tidak benar..” ujar nya sambil menatap foto itu dalam-dalam terlebih ketika bibir Chanyeol menempel di pipi bulatnya “Oh Tuhan ini..” D.O berguling di atas tempat tidurnya ia benar-benar kacau panas di wajahnya rasanya makin menjadi-jadi

                ‘Drrtttt Drrttttt’

                “Siapa yang menghubungiku malam-malam begini?” D.O segera menganggkat ponselnya “Ne Yeoboseyo?” sapa D.O sambil berusaha untuk duduk dari pose tiduran kacau nya akibat melihat hasil foto dirinya dan Chanyeol

                “KyungSoo-ah, kau sudah mau tidur?”

                D.O membulatkan matanya ia segera melihat layar ponselnya dan membaca nama penelfon, sejak kapan ia bertukaran nomor ponsel dengan Chanyeol??? Apa ketika tadi Chanyeol meminjam ponselnya namja itu menyimpan no ponselnya kedalam ponsel D.O?  “Ah Chanyeol-ah, aku baru saja ingin tidur..”

                “Kalau begitu selamat tidur.. besok aku akan menjemputmu..”

                “Eh?? Menjemput?”

                “Bukankah besok kau harus datang ke seminar bersama dengan Baekhyun?”

                D.O menepuk keningnya aish hanya karena seorang Chanyeol ia sampai melupakan besok dirinya ada janji dengan Baekhyun “Ah, ne aku melupakannya Baekhyun bisa membunuhku kalau sampai aku tidak datang..”

                Terdengar suara tawa Chanyeol dari seberang “Baiklah, kau istirahatlah.. besok pagi aku akan menjemputmu..”

                D.O menahan senyum di wajahnya rasanya ia ingin memukul bibirnya yang tidak bisa berhenti tersenyum “Ne… Jalja Chanyeol-ah..”

                “Nado Jalja KyungSoo-ah.. Saranghae..”

                D.O terdiam rasanya ia ingin menubrukkan kepalanya ke dinding entah ia senang atau frustasi atau keduanya? “Na-Nado..”

                “Hahaha, kau canggung sekali.. ya sudah cepatlah tidur jangan memandangi fotobox kita terus menerus.. hahahahaha” ejek Chanyeol sebelum memutuskan panggilan telfon

                Dan menyisakan D.O yang terbengong sampai ponsel miliknya terjatuh dari genggamannya “Aish darimana dia tahu aku melihat foto ituuuuu..” D.O segera menutup wajanya dengan selimut dan kembali berguling-guling di atas tempat tidur nya

                                                                   #             #             #             #

                Ketika pagi tiba sesuai janji Chanyeol namja tinggi itu menjemput D.O ke flat nya dan tanpa menunggu lama D.O segera masuk kedalam mobil Chanyeol ketika mobil itu sudah berhenti di hadapannya “Kau datang tepat waktu sekali Chanyeol-ah..” ucap D.O sembari masuk kedalam mobil, mendudukan bokongnya pada jok mobil Chanyeol dan sudah disambut oleh senyum lebar milik Chanyeol, aaahh rasanya D.O benar-benar menyukai senyum lebar milik Chanyeol

                “Tentu saja, menjemput NamjaChinguku tidak mungkin aku terlambat..”

                D.O tersenyum mendengar ucapan Chanyeol entah sejak kapan mereka bisa disebut berpacaran, mungkin semenjak Chanyeol mencium bibirnya kemarin malam di restoran “Kau benar-benar..” D.O memasang self belt nya ia mengalihkan pikirannya dari bayang-bayang Chanyeol yang menciumnya kemarin malam “Palli berangkat Baekhyun pasti sudah sampai disana..”

                “Ne Siap laksanakan perintah..” CHanyeol segera menjalankan mobilnya menuju tempat Baekhyun Sudah menunggu

                Baekhyun sudah berkacak pinggang menunggu D.O didepan gedung seminar dan ketika ia melihat D.O datang ada Chanyeol disisi kanan D.O mereka berdua menghampiri Baekhyun sambil berpegangan tangan dan tertawa “Yaaak, kau benar-benar lama sekali..” Baekhyun akhirnya memutuskan untuk menghampiri D.O dan Chanyeol ia jujur saja penasaran kenapa Chanyeol mengantarkan D.O hari ini bertemu dengannya

                “Apa sudah dimulai?” Tanya D.O sedikit panik

                “Belum.. masih ada waktu satu jam lagi..” Baekhyun mengalihkan pandangan nya ke jemari D.O dan Chanyeol yang bertaut “Ah, kencan kemarin berhasil eoh?” ledek Baekhyun sembari mengangguk-anggukkan kepalanya seolah-olah ia paham kenapa Chanyeol mengantarkan D.O kemari

                D.O merona dengan sendirinya mendengar ucapan Baekhyun bahkan mengalihkan pandangannya kearah lain D.O masih tidak ingin Chanyeol melihat rona merah di wajahnya hanya karena Baekhyun mengungkit hari kemarin “Kau apakan sahabatku sampai bisa menerimamu?” Tanya Baekhyun sambil menunjuk Chanyeol

                “Aku? Aniya, aku idak melakukan apa-apa..” Chanyeol mengangkat tautan tangannya bersama dengan D.O dan memamerkannya di hadapan Baekhyun “Ini terjadi dengan sendirinya..”

                “Lalu siapa yang mengungkapkan perasaan terlebih dahulu?” Tanya Baekhyun antusias namja bermata sipit ini benar-benar penasaran apa yang terjadi kemarin ketika kedua namja dihadapannya ini berkencan “Ah pasti si tinggi ini..” tetapi ia segera menjawabnya sendiri bahkan menunjuk Chanyeol lagi-lagi dengan telunjuknya karena ia kenal sahabatnya tidak mungkin D.O akan mengungkapkan perasaannya segamblang itu

                “Ah, aku lapar Baekhyun-ah bagaimana jika kita ke kantin saja?” D.O berusaha mengalihkan pembicaraan ia tahu Baekhyun pasti ingin mengorek informasi tentang apa saja yang terjadi saat kemarin ia dan Chanyeol kencan, dan dari pada ia mendengar Chanyeol membeberkan semuanya sebaiknya ia segera mencari topic pembicaraan baru

                “Aku tidak lapar, kau ke kantin bersama dengan Chanyeol saja aku langsung ke tempat seminar..” Baekhyun melangkah pergi “Annyeong sampai bertemu nanti ne..” ucap nya sambil melambai-lambaikan tangan lalu beranjak meninggalkan kedua sejoli itu

                “Kau lapar?” Tanya Chanyeol

                “Sedikit, mau menemaniku ke kantin?”

                CHanyeol tersenyum lalu mengacak-acak rambut D.O “Tentu saja jangan tanyakan itu padaku..” Chanyeol kembali menarik D.O melangkah bersama nya

                Chanyeol mengomentari rasa makanan yang ia makan bersama D.O sambil menyandarkan dagunya pada bahu D.O lebih tepatnya makanan yang hampir ia habiskan sendirian ia tidak memperdulikan mata yang memandang aneh pada mereka karena dirinya yang notabenenya namja justru menyandarkan dagunya dan memeluk seorang namja juga yg duduk didepannya toh D.O juga hanya diam saja D.O sibuk dengan rona di wajahnya karena Chanyeol menumpukan dagu pada bahunya bahkan hampir memeluknya dari belakang rasanya jantungnya semakin berdebar-debar tidak karuan “KyungSoo-ah habiskan aku sudah kenyang..”

                D.O menoleh menatap Chanyeol yang sekarang sudah tidak menumpukan dagunya pada bahu D.O lagi, melainkan namja itu tengah mengelus-elus perutnya yang kekenyangan menghabiskan makanan D.O “Yang memakannya sejak tadi bukannya kau..” renggut D.O sambil mulai memakan sisa makanan nya

                Chanyeol kembali tetap bersandar pada bahu D.O ia suka bermanja pada D.O walau ia yang berstatus SEME tetapi ia suka bermanja dengan namja mungil itu karena D.O akan menanggapi nya dengan expresi menggemaskan expresi yang sedari kemarin ia lihat ketika pertama kali bertemu dengan D.O di café milik Lay “KyungSoo-ah..”

                “Ne?” D.O memakan ttokpoki tanpa menoleh kesamping nya

                “Saranghae..”

                “Uhuuuk..” alhasil D.O tersedak makanannya sendiri “Yak Park Chanyeol aish..” wajah D.O memerah percampuran marah, malu dan pedas dari ttokpoki yang ia makan sedangkan Chanyeol tertawa terbahak-bahak melihat D.O seperti itu

                “Chanyeol Oppa?”

                Tawa Chanyeol sedikit terganggu karena ada yang memanggilnya namja jangkung itu segera menoleh kebelakang bahkan D.O ikut menoleh ke belakang CHanyeol, ah seorang wanita yang cantik menurutnya… tapi ia sama sekali tidak tertarik dengan wajah yeoja itu yang ia fikirkan kenapa wanita ini mengenal Chanyeol?

                “Ne?” sahut Chanyeol bingung apa ia mengenal yeoja yang baru saja memanggilnya ini

                “Ah, benar ternyata kau Chanyeol Oppa..” ucap wanita itu langsung memeluk Chanyeol erat-erat membuat D.O melotot kaget bahkan dada nya sesak sekali melihat nya

                “Aigoo, tunggu dulu..” Chanyeol segera berbalik badan dan mendorong perlahan wanita yang memeluknya lalu sedikit menjaga jarak “Apa aku mengenalmu?”

                “Mwoya? Kau lupa? Kita ada janji kencan buta bukan tetapi kau tidak datang.. ini aku Joy..”

                Chanyeol dan D.O sama-sama mengangkat sebelah alisnya “Kencan Buta?” bahkan bergumam bersamaan

                “Iya kencan buta kemarin.. aku sangat berharap kau datang kemarin tetapi malah orang lain yang datang.. kenapa kau tidak datang..” yeoja itu menjawab dengan girang bahkan sampai duduk di bangku tepat di sebelah Chanyeol membuat D.O sampai harus mengintip dari balik bahu Chanyeol yang lebar

                Chanyeol menoleh kearah D.O dibelakangnya yang menatapnya dengan wajah datar “Kemarin, aku sudah ada janji kencan dengan kekasihku..” jawab Chanyeol sembari kembali menatap yeoja dihadapannya

                “Kekasih?” yeoja bernama Joy itu menatap Chanyeol tidak percaya “Kau sudah punya kekasih tetapi ikut kencan buta?”

                “Ani bukan itu..” Chanyeol menggaruk kepalanya, wanita itu cantik tapi kenapa otak nya tidak bisa mengerti dengan kata-kata yang ia maksud “Aku kemarin janji berkencan dengan seseorang dan sekarang dia sudah menjadi kekasihku..”

                “DIa? Siapa? Seharusnya kau kan berkencan denganku Oppa bukan dengan orang lain..” protes yeoja itu lebih terdengar ia tengah marah pada Chanyeol, D.O segera menarik-narik ujung jaket Chanyeol ia merasakan firasat tidak baik dengan protesnya yeoja ini

                Chanyeol menoleh “Wae?”

                “Ayo kita pergi Chanyeol-ah.. firasatku buruk jika kita tetap disini..”

                “Arraseo..” Chanyeol segera bangkit dari duduk nya bersama dengan D.O “Mianhae mengecewakanmu Joy-Shii, tetapi aku harus segera pergi mian..” Chanyeol membungkuk minta maaf dan dengan reflek mengulurkan tangannya kebelakang meraih jemari D.O lalu beranjak pergi dari kantin setelah D.O menyambut uluran tangannya

                “Kenapa dia menggenggam jemari namja itu??!” Joy bergumam lalu segera beranjak mengikuti mereka karena rasa penasaran ny yang terlalu besar

                “Kau kemarin ada kencan juga, selain dengan ku?” Tanya D.O ia memainkan jempolnya di dalam genggaman Chanyeol rasanya sedikit sesak di dalam dada nya begitu tahu Chanyeol ternyata memiliki kencan lain kemarin selain dengan dirinya, apalagi sepertinya yeoja itu terlihat sangat menyukai Chanyeol

                “Iya memang, tetapi begitu aku tahu Baekhyun mengajakku berkencan dengan mu aku membatalkan acara kencanku dengan dia.. dari awalpun sebenarnya aku tidak berminat hahahaha..” jawab Chanyeol sambil mencubit pelan pipi D.O, Chanyeol tahu D.O pasti sedang berfikir yang tidak-tidak

                “Dia itu wanita Chanyeol-ah, dia juga cantik kau tidak menyesal menolak berkencan dengannya?”

                Chanyeol menghentikan langkahnya dan mengubah posisi D.O agar menghadapnya “Aku selalu yakin dengan semua keputusan yang ku ambil, aku tidak akan menyesal KyungSoo-ah..” Chanyeol menangkup kedua pipi D.O “Wajah wanita itu tidak bisa menggantikan waktu ku menunggu saat-saat ketika aku bisa mendapatkanmu..” Chanyeol mengusap kedua pipi D.O dengan ibu jari nya “Saranghaeyo..”

                ‘Bluuussshhh….’

                “Nado..” lagi-lagi D.O hanya bisa memerah mendengar ucapan-ucapan Chanyeol padanya dan sejujurnya selama ini hanya Chanyeol yang bisa membuatnya merona seperti itu

                “Aigooo aku suka melihat rona diwajahmu..” Chanyeol menatap D.O khususnya bagian yang merona benar-benar manis'

                D.O balas menatap Chanyeol “Memang yang membuatku merona itu siapa? Bukannya kau..” renggut D.O sambil memajukan sedikit bibirnya

                “Kau menggodaku ternyata..” gumam Chanyeol sebelum kembali menempelkan bibirnya pada bibir D.O menautkannya sesaat

                “Kau melakukannya lagi..” D.O segera menunduk sambil mengelap pelan bibirnya kali ini bukan hanya merona tetapi wajahnya benar-benar sangat panas

                “Habis aku tidak bisa menahan diri hahaha..” Chanyeol kembali meraih jemari D.O dan menariknya kembali melangkah bersama  “Kajja aku harus mengantarmu ke ruang seminar dengan selamat baru aku bisa kembali kepekerjaanku..”

                “Aish aku bukan anak kecil Chanyeol-ah..”

                “Hahaha bagaimanapun aku mengkhawatirkanmu..”

                Masih terdengar suara D.O yang masih mengelak dikhawatirkan oleh Chanyeol, sedangkan Chanyeol tetap ngotot kalau ia sangat mengkhawarirkan D.O mereka tidak menyadari bahwa tadi ada yang melihat mereka berciuman di koridor sepi itu

                “Jadi namja itu, karena namja itu aku tidak mendapatkan Chanyeol Oppa..”

                                                               #             #             #             #

                “Aigooo, Chanyeol padahal tidak seperti itu dulu padaku..” ucap Baekhyun ketika ia berjalan pulang dari seminar bersama dengan D.O rasanya Baekhyun sudah melupakan apa isi seminar tadi karena yang ada di dalam otaknya saat ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia ajukan pada D.O “Dia benar-benar sangat menyukaimu ternyata..” ledek Baekhyun sambil menyenggol bahu D.O dengan bahu nya

                “Aish, hentikan sudah.. kau tidak bosan apa mengejekku sedari tadi..” omel D.O sambil tertawa pelan dan menyenggol balik bahu Baekhyun dengan bahu nya

                “Aish, D.O-ah.. kalian membuat ku iri..” ucap Baekhyun sambil memeluk manja lengan D.O membuat D.O tertawa melihat apa yang di lakukan Baekhyun padanya, paling tidak jika ia sedang mengobrol dengan Baekhyun saat ini ia sedikit melupakan tentang yeoja yang tadi sangat terlihat menyukai namjanya

                “Lepaskan, kau membuat kita diperhatikan banyak orang..”

                “Ya, jika dengan Chanyeol kau terima-terima saja, kau kejam sekali D.O-ah..” Baekhyun mengerucutkan bibirnya tanda merajuk

                “Itu berbeda Baekhyun-ah..” D.O melangkah meninggalkan Baekhyun yang tengah merajuk tapi dengan cepat Baekhyun kembali menyusulnya

“Ya, kau baik-baik saja? Kuperhatikan di seminar kau tidak seaktif biasanya, kau banyak melamun…” Tanya Baekhyun penasaran, selain penasaran dengan hubungan Chanyeol dan D.O tentu saja ia juga penasaran apa yang terjadi dengan sahabatnya ini seingatnya tadi sebelum ia meninggalkan Chanyeol dengan D.O namja mungil itu masih terlihat seperti biasa tetapi ketika D.O mendatanginya diruang seminar tingkah D.O sedikit berbeda

“Aniya, aku baik-baik saja Baekhyun-ah..”

“Kotjimal, aku mengenalmu sudah sejak lama Do Kyungsoo dan aku tahu jika terjadi sesuatu padamu..” Baekhyun menahan langkah D.O “Jadi ceritakan padaku ada apa?”

D.O menghela nafas lalu menatap Baekhyun “Apa menurutmu Chanyeol cocok denganku? Apa aku pantas untuknya?”

Baekhyun mengerutkan keningnya “Kalian bertengkar?”

D.O segera menggeleng bahkan sampai menggerakan kedua tangannya “Aniya.. kami tidak bertengkar Baekhyun-ah..”

“Lalu?? Kenapa kau bertanya tentang hal konyol itu?”

“Apa kau tidak merasa Chanyeol lebih cocok dengan seseorang yang lebih baik dariku?” D.O menatap wajah Baekhyun yang terdiam menatapnya, apa dirinya salah berbicara?? “Maksudku, kau lihat diriku Baekhyun-ah.. aku namja.. Chanyeol namja.. dan dia sangat tampan apa menurutmu namja tampan seperti Chanyeol bukannya lebih cocok bersanding dengan seorang yeoja?”

Baekhyun menghela nafas “Chanyeol menyukaimu D.O-ah, dan itu tidak bisa kau sanggah lagi dia tidak menyukai yeoja manapun… lagipula Chanyeol sangat baik bukan padamu?”

D.O menatap Baekhyun lagi ia mengangguk yang Baekhyun katakan benar, Chanyeol sangat baik padanya walau kemarin sikap penolakannya pada Chanyeol seharusnya menyakiti hati namja itu “Lalu, kenapa kau dan Chanyeol berpisah?”

“Aku dan Chanyeol hanya bisa merasa hubungan kami sebatas teman, sahabat, maka dari itu kami berpisah… ayolah apa yang kau fikirkan? Aku tidak apa-apa dengan hubunganmu dengan Chanyeol D.O-ya..”

D.O menggeleng “Aniya ini bukan tentang mu Baekhyun-ah, ini tentang seseorang… dan aku yakin dia sangat menyukai Chanyeol mungkin melebihi sukaku padanya..”

Baekhyun mengerutkan keningnya ia tidak mengerti siapa yang dimaksud D.O saat ini? Ia tidak pernah tahu Chanyeol dekat dengan siapapun terlebih dengan yeoja manapun “Maksudmu? Yeoja? Siapa yang kau bicarakan?”

D.O kembali menggeleng “Aniya, lupakan..” namja mungil itu mencoba tersenyum seolah-olah barusaja ia tidak membahas tentang apapun “Kajja kita ke flatku, akan kutraktir kau makan..” ucap D.O senang dan tentu saja Baekhyun juga ikut senang ia segera merangkul bahu D.O dan menarik D.O agar melangkah bersama nya tetapi langkah Baekhyun dan D.O terhenti ketika seseorang menarik lengan D.O dengan kuat hingga rangkulan Baekhyun terlepas dari bahu D.O bahkan D.O sampai berbalik badan seketika

                ‘Plaaaaak’

                D.O terdiam Baekhyun melongo kaget sahabatnya di tampar tiba-tiba oleh seorang yeoja yang entah siapa di tepi jalan raya “Ya!! Apa yang kau lakukan?!” omel Baekhyun sambil mendorong yeoja yang tiba-tiba menampar D.O agar yeoja itu menjauh

                “Ini bukan urusanmu!” yeoja itu kembali menghampiri dan menatap D.O “Kau berani-berani nya merebut Chanyeol Oppa dariku, kau tahu berapa lama waktu yang kuhabiskan dengan mengikuti kencan buta agar bisa berkencan dengan CHanyeol Oppa!” teriak yeoja itu lagi tepat di depan D.O

                “Mwoya, yak kau ini siapa?” Baekhyun kembali mengomeli yeoja itu bahkan menarik tangan yeoja itu agar berbalik menghadapnya

                “Bukan urusanmu, urusanku dengan dia yang sudah merusak kencanku!” yeoja itu menunjuk D.O yang tengah menatapnya “Jika kau tidak ada mungkin sekarang aku yang bersama Chanyeol Oppa!”

                D.O tersentak mendengar ucapan yeoja itu, jika dirinya tidak ada? Jika ia tidak bertemu Chanyeol mungkin yeoja ini tidak akan seperti ini.. tetapi apa dirinya yang salah? Chanyeol menyukai nya dan dirinya juga menyukai Chanyeol tidak ada yang salah disini bukan? Kenapa yeoja ini seolah-olah menganggapnya parasit diantara yeoja itu dan Chanyeol

                “Kau bicara apa, CHanyeol memang sudah menyukai D.O sejak lama..” omel Baekhyun sambil mendorong bahu yeoja itu agar kembali menjauhi D.O entah kenapa Baekhyun merasa yeoja ini bisa saja mencelakai sahabatnya

                “Yak, kalian merebut Chanyeol Oppa dariku!!” yeoja itu tiba-tiba memukul-mukul Baekhyun dengan tas miliknya sedangkan Baekhyun melindungi kepala dan tubuhnya dengan tangannya

                “Yaaak!!” jujur saja Baekhyun sangat ingin meninju yeoja dihadapannya ini sayang saja ia seorang pria yang pantang memukul seorang yeoja

                “Hajima!!” bentak D.O sambil menahan tangan yeoja itu “Aku tidak perduli bagaimana kau memukulku atau memarahiku ataupun menuduhku dan menyalahkanku tetapi, jangan sentuh sahabatku, terlebih ChanyeolKu!” ucap D.O sambil menatap tegas yeoja yang tiba-tiba histeris hanya karena tidak bisa mendapatkan Chanyeol

                “Kau..” Yeoja itu menarik napas dalam-dalam “Lebih baik kau tidak ada!!” teriaknya sambil menepis tangan D.O yang tengah menahan gerakan tangannya dan tiba-tiba mendorong D.O dengan kuat sampai D.O terhempas ke jalan raya bertepatan dengan mobil min bus yang datang dari belakangnya

                “D.O-ah!!”

                ‘Braaaaaak!’

                Chanyeol berlari dari kampusnya menuju rumah sakit otak nya tidak bisa lagi berfikir dengan benar setelah mendapat telfon dari Baekhyun yang menangis di ujung sambungan mengatakan bahwa namja nya sekarang dirumah sakit bahkan ia sampai lupa mempergunakan mobil nya yang terdapat di dalam parkiran universitasnya daripada berlari seperti orang bodoh sekarang

                “Chanyeol-ah, D.O..”

                “Wae?”

                “….” Hanya terdengar isak tangis “D.O di rumah sakit, dia tertabrak mobil..”

                Chanyeol berlari masuk ke lobby rumah sakit ia menoleh ke kanan dan kiri “UGD.. dimana UGD?” ucap nya sambil menahan langkah suster yang lewat di hadapannya

                “Disebelah sana..” tunjuk suster itu sembari tetap berjalan tergesa-gesa meninggalkan Chanyeol, dan Chanyeol pun segera berlari kearah yang di tunjuk suster tersebut ia bahkan sampai lupa mengucapkan terima kasih pada suster itu, Chanyeol terlalu panic mendengar Baekhyun mengatakan D.O kecelakaan entah apa yang terjadi kenapa D.O bisa tertabrak mobil? Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada namjanya?

                “Baekhyun-ah..” Chanyeol segera memanggil dan menghampiri Baekhyun ketika ia tiba di koridor ruang UGD “KyungSoo eodia?”

                “Dia sudah di bawa ke kamarnya.. aku menunggumu disini..”

                “Apa yang terjadi kenapa sampai bisa mobil menabrak nya?” Tanya Chanyeol sembari menguncang-guncang tubuh Baekhyun

                “DIa..” Baekhyun menunjuk yeoja yang bertengkar dengan mereka tadi yang berdiri disudut ruang tunggu UGD

                “Dia? Kenapa dengan dia?” Tanya Chanyeol lagi setelah melihat siapa yang di tunjuk Baekhyun itu yeoja yang tadi memeluknya di kantin dan berkata memilik janji kencan buta dengannya di hari yang sama dengan hari kencannya bersama D.O

                “Dia mendorong D.O.. dia yang menyebabkan D.O tertabrak..”

                Chanyeol lemas ia tidak sangka yeoja itu melakukan hal diluar bayangannya, apa karena yeoja itu kesal dirinya lebih memilih D.O daripada wanita itu? Kenapa bukan dirinya saja yang di dorong yeoja itu ke depan mobil kenapa harus D.O-nya?? Chanyeol melangkah lemas kearah yeoja itu “Kau..”

                “O-Oppa…” yeoja itu menatap Chanyeol wajah itu terlihat takut karena melakukan kesalahan tetapi bibir yeoja itu tersenyum aneh ketika menatap Chanyeol dan melihat namja tinggi itu menghampirinya “Aku tidak sengaja, ini bukan salahku.. dia yang menggangguku, jika dia tidak ada kita..”

                “KITA!!!” Chanyeol memukul kaca di sebelah yeoja itu sampai pecah bahkan memuat wajah yeoja itu pucat pasih “Lebih baik kau yang tidak ada..” ucap Chanyeol dingin bahkan menatap yeoja itu dengan pandangan tidak bersahabat sebelum ia  kembali beranjak menghampiri Baekhyun lalu menarik Baekhyun meninggalkan yeoja yang masih ketakutan berdiri di tempatnya sedari tadi “Kajja kita temui KyungSoo..”

                Chanyeol mengenggam handle pintu kamar Kyungsoo “Kau yakin tidak ingin masuk?”
                Baekhyun menggeleng “Aku menunggu disini, aku sudah bertemu dengannya tadi sebelum dia dipindahkan kekamar ini..”

                Chanyeol membuka pintu kamar D.O “KyungSoo-ah..” panggil Chanyeol ketika melihat D.O yang terlihat sudah sadar bahkan tidak ada perban yang melilit kepalanya seperti nya tadi kecelakaan ringan, untung saja “Kau sudah sadar?”

                D.O menoleh lalu menatap Chanyeol dengan pandangan bingung “Nuguya?” D.O melongokan kepalanya dan melihat Baekhyun diluar kamar lalu kembali menatap Chanyeol yang menatapnya heran “Kenapa Baekhyun membiarkanmu masuk kesini?”

                Chanyeol mengerutkan keningnya lalu menghampiri D.O “Mwoya? Kau tidak mengenaliku? Ini aku Park Chanyeol..”

                “Park Chanyeol? Nugu?”

                Chanyeol menatap D.O sesaat lalu segera keluar kamar lalu menarik Baekhyun masuk kedalam kamar rawat D.O “Kau mengenalnya?”

                “Tentu saja dia sahabatku..” jawab D.O dengan wajah datar sedangkan Baekhyun bingung mendengar pertanyaan yang Chanyeol lontarkan

                “Mwoya??” Tanya Baekhyun bingung kenapa Chanyeol harus bertanya pada D.O apa namja itu mengenali dirinya atau tidak

                Chanyeol kembali mendekati D.O “Lalu kenapa kau tidak mengenalku Kyungsoo-ah??” Tanya Chanyeol frustasi

                D.O mengalihkan tatapan matanya pada Chanyeol “Memang sejak kapan aku mengenalmu?” Tanya D.O kembali sambil menatap Chanyeol datar bahkan karena ucapannya Chanyeolpun terdiam ditempatnya jujur saja Chanyeol tidak mengenali D.O yang seperti ini “Baekhyun-ah aku ingin pulang tubuhku baik-baik saja..”

                Baekhyun melongo mendengar pembicaraan Chanyeol dan D.O “D.O-ah, kau sedang bercanda? Kau tidak mengenal Chanyeol?” Tanya Baekhyun sembari mendekati D.O sambil menunjuk Chanyeol yang berdiri di belakang nya

                D.O menggeleng yakin “Ani, memang sejak kapan aku mengenalnya?” D.O menunjuk Chanyeol “Memang kau mengenalnya Baekhyun-ah?”

                Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan bingung terlebih Chanyeol ia bukan hanya bingung bahkan ia frustasi kenapa bisa-bisa nya D.O tidak mengingatnya sama sekali, bahkan perih di tangan kirinya tidak sebanding dengan perih di hatinya ketika D.O mengatakan tidak mengenalnya dan menatapnya sedatar itu

                “Hasil CT-Scan otak KyungSoo-shii sudah kuperiksa..” ucap Dokter sambil menggenggam sebuah kertas di tangannya “Benturan yang diterima otak belakang nya membuatnya melupakan sebagian memorynya..”

                “Maksudnya KyungSoo hilang ingatan?”

                “Bisa di bilang seperti itu hanya saja sebagian memory nya saja yang hilang, memory yang membuatnya mungkin stress atau terlalu tertekan sesaat sebelum terjadi kecelakaan tersebut..”

                Chanyeol mengigit bibirnya ia benar-benar akan gila mendengar penjelasan dokter “Lalu apa ingatannya akan kembali?” Tanya Baekhyun

                “Aku tidak yakin bisa saja kembali bisa saja tidak, tergantung KyungSoo-shii sendiri, dia ingin mengingat ingatannya kembali atau tidak.. atau bisa juga dukungan lingkungan dan orang disekitarnya yang membantunya untuk kembali mengingat kejadian yang hilang dari memory nya..”

                Chanyeol dan Baekhyun kembali terdiam mereka bingung apa yang harus mereka lakukan untuk mengembalikan ingatan D.O yang entah kenapa bisa hilang begitu saja terlebih kenapa harus ingatan tentang Chanyeol yang dilupakan D.O

                “Aku akan mengajak D.O untuk tinggal di apartement ku, begitu juga kau..” ujar Baekhyun ketika dirinya dan Chanyeol melangkah keluar dari ruangan dokter dan kini berjalan bersama di koridor rumah sakit menuju kamar rawat D.O

                “Mwo? Apa seperti itu tidak apa-apa?”

                “Kurasa tidak.. ingat apa yang dokter itu katakan bukan? Lingkungan dan orang sekitar, kau harus selalu disekitarnya agar dia bisa mengingatmu kembali..”

                Chanyeol terdiam ia tidak yakin sebenarnya dengan rencana Baekhyun untuk tinggal bersama-sama ia takut D.O malah tidak jadi tinggal bersama mereka jika D.O tahu ada dirinya disana mengingat sikap dingin D.O padanya tadi sikap yang jauh lebih parah daripada kesan pertamanya ketika bertemu dengan D.O di café milik Lay

Baekhyun menepuk pundak Chanyeol seolah-olah meyakinkan Chanyeol semuanya akan baik-baik saja, jujur Baekhyun juga tidak yakin dengan rencana miliknya tetapi asal bisa membantu Chanyeiol dan membuat ingatan D.O kembali tentu saja rencana gila ini pun akan dia coba “Hei kau ingin dia cepat mengingatmu atau tidak?”

                Chanyeol akhirnya mengangguk “Baiklah, berikan aku kunci apartementmu aku akan memindahkan sebagian barangku ke apartemenmu sebelum Kyungsoo pindah ke apartementmu..” ucap Chanyeol setelah ia benar-benar yakin untuk menjalankan rencana gila milik Baekhyun

                                                              #             #             #             #

                Baekhyun membuka pintu apartementnya lebar-lebar dan melangkah masuk lebih dahulu lalu meletakkan tas milik D.O di lantai “Cah! Ayo masuk, eommamu sudah memesan padaku agar menjagamu dengan baik sampai kau benar-benar sembuh..”

                D.O melangkah masuk jujur saja ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba umma nya justru memintanya tinggal dengan Baekhyun padahal dirinya merasa kalau tubuh nya sudah baik-baik saja “Aku sudah benar-benar merasa sangat baik, aku bisa merasakan dan mengetahui kesehatanku sendiri..” jawab D.O sambil memperhatikan rak sepatu milik Baekhyun rasanya jumlah sepatu dan sandal di rak sepatu itu bertambah lagi pula ukuran sepatu itu jelas-jelas bukan ukuran Baekhyun “Ada orang lain disini?”

               Baekhyun menatap D.O kaget kenapa bocah ini cepat sekali menyadari kehadiran orang lain di apartement miliknya, D.O setelah kecelakann jadi lebih peka atau bagaimana? “Ah, itu..”

                “Oh, wasseo?” sapa Chanyeol yang tiba-tiba keluar dari dalam apartement Baekhyun

                D.O dan Baekhyun menoleh keasal suara “Kau… namja yang waktu itu bukan?” Tanya D.O sembari menyipitkan matanya ia mencoba mengingat siapa namja tinggi dihadapannya ini
                “Ne, Park CHanyeol.. itu namaku..” Chanyeol tersenyum lebar ketika sudah berdiri di depan Baekhyun dan D.O

                D.O menatap Chanyeol sesaat lalu menoleh kearah Baekhyun “Kenapa dia ada disini Baekhyun-ah?” Tanya D.O bingung, sedangkan Baekhyun dan CHanyeol berpadangan bingung juga sesaat bodohnya Baekhyun belum memikirkan alasan kenapa Chanyeol bisa sampai ada di apartementnya

                “Mwo? A.. Ah, Dia memang tinggal disini D.O-ah..” ucap Baekhyun setenang mungkin agar D.O tidak mengetahui bahwa ia tengah berbohong

                D.O menatap Baekhyun sesaat lalu mengangguk dan melepas sepatunya “Oh..” D.O beranjak masuk kedalam rumah melewati Chanyeol begitu saja sedangkan Chanyeol hanya bisa menahan sesak didadanya saat D.O melewatinya begitu saja bahkan senyum lebar yang sudah terukir di bibirnya untuk D.O terpaksa iya telan bulat-bulat kembali karena D.O sama sekali tidak membalas senyumannya

                Baekhyun menatap punggung D.O dan wajah Chanyeol bergantian, ia menghela nafas pelan “Sudahlah, kita akan berusaha mulai hari ini..” ucap Baekhyun sambil menepuk lengan Chanyeol lalu melangkah mengikuti langkah D.O masuk kedalam apartementnya

                “Lalu dimana kau akan menempatkanku dirumah ini?” Tanya D.O sambil mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah apartement

                Baekhyun tersenyum girang, ini puncak alasan gilanya dengan rencana membuat mereka berdua berada dalam satu rumah “Nah, berhubung kamarku sangat sempit dengan peralatan-peralatan music ku, kau akan tidur bersama dengan Chanyeol..”

                “Uhuuk!” Chanyeol tersedak ketika ia minum begitu mendengar ucapan Baekhyun, namja itu gila apa?

                Baekhyun menoleh melihat Chanyeol tengah melotot kearahnya sedangkan D.O hanya menatapnya dengan wajah yang super duper biasa “Maksudku sekamar.. bukan tidur bersama..” Baekhyun segera meralat perkataannya begitu sadar ucapannya membuat Chanyeol tersedak minumannya sendiri

                “Oh ya sudah, dimana kamarnya aku akan membereskan barang-barangku..” ucap D.O segera kembali berdiri rasanya tidak ada perasaan khusus yang D.O rasakan karena dibuat sekamar bersama Chanyeol wajah D.O terlalu datar dan terlalu biasa berbeda dengan Chanyeol

                “Biarku bantu..” ucap Chanyeol segera membawa tas milik D.O kekamar yang di maksud Baekhyun setelah Baekhyun memberikan kode padanya agar mengantarkan D.O ke kamar yang akan di tempati mereka berdua di apartement ini, dan D.O pun menyusul  Chanyeol menyisakan Baekhyun yang kini lompat kegirangan

                “Pasti berhasil… aahhh Byun Baekhyun kau memang pintar..” ucap nya kembali membanggakan dirinya sendiri

                D.O menatap isi kamar lalu menatap Chanyeol yang tengah meletakkan tas miliknya di dekat tempat tidur “Aku akan mengosongkan sebagian lemari agar kau bisa meletakkan baju-bajumu di lemari..” ucap Chanyeol

                “Perlu bantuanku?” Tanya D.O sembari membuka hoodienya dan meletakkannya dia atas tempat tidur lalu menghampiri Chanyeol

                “Tentu saja jika kau tidak keberatan..” sahut Chanyeol senang ia bahkan sudah membuka lebar lemari dan memindahkan barang-barang miliknya disisi kanan ke sisi kiri

                D.O kembali menghampiri tas nya di dekat tempat tidur dan mengeluarkan pakaian miliknya lalu kembali melangkah ke llemari dan menyusun pakaiannya di sisi kanan lemari ia sesekali menoleh kearah Chanyeol “Sudah berapa lama kau tinggal disini?” Tanya D.O

                “A.. sudah..Ekhm Seminggu mungkin.. aku lupa hahaha..” jawab Chanyeol penuh kebingungan tidak mungkin bukan dia katakan yang sejujurnya ia tinggal baru saja hari ini bersamaan dengan D.O hanya barang-barangnya saja yang sudah ada disini semenjak 2 hari lalu

                “Ah, lalu bagaimana kau mengenal Baekhyun?” Tanya D.O lagi rasanya ia ingin membangun pembicaraan dengan teman sekamar nya ini

                “Uhm, Baekhyun mantan kekasihku..” jawaban Chanyeol sukses membuat lengan D.O berhenti bekerja bahkan D.O terdiam “Ketika SMA dulu..”

                D.O kembali menghampiri tasnya yang tadi ia pindahkan dari lantai ke kasur King Size yang akan menjadi tempatnya tidur bersama dengan Chanyeol “Ah jadi kalian sekarang sudah kembali begitu?” Tanya D.O sembari membelakangi Chanyeol dan mengeluarkan sisa pakaiannya dari tas kali ini Chanyeol yang mematung mendengar ucapan D.O “Seharusnya dia yang sekamar denganmu dan memberikan kamarnya padaku..” lanjut D.O sambil kembali menghampiri lemari dan kembali menata baju-bajunya di lemari, D.O menoleh menatap Chanyeol yang justru jadi terdiam di sisinya “Bukan kah begitu Chanyeol-ah?”

                Chanyeol menghela nafas pelan “KyungSoo-ah, kau benar-benar tidak mengingatku?” Tanya Chanyeol, ia bahkan berdiri menghadap namja mungil itu dan D.O hanya menoleh dengan wajah datar nya wajah yang sama sedari tadi, dan sedari kemarin

                D.O memperbaiki posisi berdirinya menghadap Chanyeol “Aniyo, aku sama sekali tidak mengingatmu..”

                Chanyeol menatap D.O dalam ia berharap tatapannya bisa memberikan penjelasan pada D.O yang ia kejar saat ini bukan Baekhyun melainkan dirinya D.O itu alasannya Chanyeol tinggal disini untuk D.O agar D.O mengingatnya “Aku berharap kau mengingatku secepatnya..” hanya kata-kata itu yang akhirnya keluar dari bibir Chanyeol lalu ia kembali membereskan pakaiannya

                D.O membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan kekiri, ia menatap jam weker di meja nakas di sebelah tempat tidurnya dengan Chanyeol ini sudah jam 2 malam tetapi mata nya masih saja terbuka lebar sepertinya ia tidak merasakan lelah sama sekali “Hhhh…” D.O mendudukan dirinya di atas tempat tidur ia menoleh ke sisi kanannya dan Chanyeol tengah tidur memunggunginya “Jinjja, apa yang terjadi padaku?” D.O meraba dadanya kirinya terasa sangat sesak disana, terlebih ketika ia melihat Chanyeol dan mengingat kata-kata Chanyeol agar dirinya mengingat namja jangkung itu

                “Apa aku memang mengenalmu?” gumam D.O ia kembali menatap punggung lebar Chanyeol “Tapi kenapa aku tidak mengingatmu sama sekali Chanyeol-ah.. sebenarnya siapa dirimu?”
 
                Chanyeol membolak-balik telur di atas frypan milik Baekhyun, pagi ini ia akan menyiapkan sarapan untuk mereka ber-3 ia jelas tahu Baekhyun bukan ahlinya untuk urusan seperti ini dan D.O ketika ia bangun tadi D.O seperti nya masih bergelut di dalam selimut

                “Oooo!”

                Chanyeol menoleh keasal suara ketika meletakkan ke-3 telur mata sapi di atas piring “Baekhyun-ah kau sudah bangun?”

                “Aku bahkan sudah wangi Chanyeol-ah..” Baekhyun menghampiri Chanyeol matanya tidak lepas dari telur mata sapi yang disiapkan Chanyeol “Ini sarapan pagi ini?”

                “Ne, kau makanlah jika sudah lapar..” Chanyeol mengambilkan 2 potong roti untuk Baekhyun “Ini..”

                “Umm, gomapta..” Baekhyun segera mengambil roti pemberian Chanyeol lalu meletakkan telur di antara 2 roti itu “D.O belum bangun?”

                “Seperti begitu..” Chanyeol menyiapkan 2 potong roti juga dan meletakkan telur diantara 2 roti itu dan melakukan hal yang sama untuk 2 potong roti lainnya “Kau sudah akan berangkat Baekhyun-ah?”

                “Ne, kau?” Baekhyun mengunyah roti sampai mulutnya pun susah untuk berbicara

                “Aku ada kelas siang..”

                D.O melangkah ke dapur sambil menguap bahkan ia masih menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal tetapi langkahnya tertahan ketika melihat Baekhyun dan Chanyeol tengah berada di dapur, rasa haus di tenggorokannya tiba-tiba menghilang entah kemana

                “Aigoo, apa kau tidak pernah berubah? Cara makanmu sangat berantakan Baekhyun-ah..” Chanyeol membersihkan sisa telur di sudut bibir Baekhyun lalu mengelap tangannya ke celana miliknya

                Baekhyun tidak perduli makannya berantakan salahkan roti buatan Chanyeol yang sedari dulu memang sangat enak sama seperti racikan kopi milik Lay Hyung “Hahaha, mian mian Chanyeol-ah roti buatanmu sedari dulu tidak berubah..”

                Chanyeol tersenyum senang “Jika masih mau makanlah punya ku..”

                D.O segera melangkahkan kembali kakinya kembali ke kamar, entahlah rasanya dadanya semakin sesak jujur saja ia tidak mengerti kenapa dirinya merasakan seperti ini? Chanyeol meminta dirinya untuk mengingat di namja jangkung itu untuk apa?? Dan untuk apa juga dirinya harus tinggal disini bersama dengan 2 mantan kekasih itu?

                “Sial..” gumam D.O sambil mengelus dada kirinya yang lagi-lagi berdebar sesak rasa sesak ini beda dengan rasa sesak yang ia rasakan saat subuh tadi, rasa sesak ini benar-benar membuatnya ingin marah bahkan berteriak

                “Yak Byun Baekhyun itu sarapan untuk D.O apa kau benar-benar kelaparan?” omel Chanyeol ia sudah rela roti telur miliknya di habiskan Baekhyun sehingga dirinya harus memakan sereal yang sebenarnya sangat tidak mengeyangkan dirinya

                “Ck, kau pilih kasih sekali Chanyeol-ah..” Baekhyun merengut tetapi ia segera menepuk lengan Chanyeol “Lalu bagaimana kemarin malam?”

                “Apanya?”

                “Apa kalian menghabiskan malam sambil mengobrol?? Berbincang?? Atau apapunlah..”

                Chanyeol menaikkan sebelah alisnya “DIa tidur… kau puas, aku pun tidur..”

                Baekhyun melongo “Aish paboya Park Chanyeol..” Baekhyun menepuk kesal pundak Chanyeol bersamaan dengan D.O yang sudah melangkah keluar dengan baju rapid ah tas di punggungnya

                “O, D.O-ah…”

                “Kyungsoo-ah, sarapan dulu sebelum berangkat aku sudah..”

                “Annyeong aku berangkat..” D.O segera melangkah begitu saja melewati Chanyeol dan Baekhyun bahkan namja jangkung itu belum menyelesaikan kalimatnya untuk D.O

                “A…” Baekhyun menatap punggung D.O dan wajah Chanyeol bergantian sepertinya Chanyeol sangat kecewa, Baekhyun segera mengambil kotak bekal miliknya dan meletakkan roti buatan Chanyeol untuk D.O kedalam kotak “Gwenchana akan kuberikan padanya.. annyeong aku berangkat dulu ne..”

                Chanyeol tidak menyahut atau memberikan tanggapan apapun ia cukup shock pagi pertama nya dengan D.O justru seperti ini “Kyungsoo-ah..” gumamnya

                “D.O!” panggil Baekhyun sembari berlari mengejar D.O yang entah sejak kapan langkah kaki pendeknya justru lebih cepat dari pada langkahnya “Yaak, Do Kyungsoo..” Baekhyun meraih lengan D.O dan ketika namja bermata bulat itu berbalik Baekhyun segera memberikan kotak bekal dari Chanyeol pada D.O “Ini sarapanmu, CHanyeol sudah membuatkannya untukmu..”

                D.O menatap kotak bekal yang kini berada di atas telapak tangannya ia lalu menatap Baekhyun lagi, entah kenapa justru ia mengingat ketika Chanyeol membersihkan sisa telur di sudut bibir Baekhyun tadi di depan matanya “Aku tidak lapar..”

                “Paling tidak kau simpan untuk nanti, kau tahu dia menahan 1 roti ini agar tidak ku makan hanya untukmu D.O-ya..”

                D.O kembali menatap kotak bekal itu lalu segera memasukkannya kedalam tas miliknya “Katakan terimakasih padanya..”

                “Sampaikan sendiri D.O-ya, aku ini bukan tukang pos..”

                “Baiklah nanti akan kusampaikan..”

                Baekhyun tersenyum senang, paling tidak D.O mau menerima bekal dari Chanyeol ini sudah permulaan yang bagus bukan? “Nanti setelah usai jam kuliah bagaimana jika kau ikut denganku?” tawar Baekhyun ia sudah menlist rencana-rencana gila untuk D.O dan Chanyeol

                D.O menggeleng pelan “Aniya, aku harus mencari pekerjaan sambilan..” D.O segera melangkah berjalan duluan meninggalkan Baekhyun

                Baekhyun tersentak kaget dan segera mendekati D.O “Mwo? Kenapa tiba-tiba kau ingin mencari pekerjaan sambilan?” Tanya Baekhyun bingung, padahal rencana awalnya adalah D.O dan Chanyeol bisa menghabiskan waktu bersama di apartementnya sesuai dengan rencana-rencana yang sudah bersarang dikepalanya dan taraaaa ingatan D.O perlahan kembali

                “Aku hanya ingin mengisi waktu luangku..” jawab D.O sambil kembali melangkah meninggalkan Baekhyun “Lagipula mantan kekasihmu sudah pindah ke apartement bukankah aku tidak seharusnya mengganggu kalian..” lanjut D.O terus meninggalkan Baekhyun lagi-lagi ingatannya tentang status Chanyeol dan Baekhyun teringiang-ngiang di otaknya

                “Ya, Chamkanman!” panggil Baekhyun sambil menahan lengan D.O “Mworagoyo?” Baekhyun membalik tubuh D.O agar menghadapnya seperti nya sahabatnya sekarang tengah salah paham pada hubungannya dan Chanyeol

                “CHanyeol, dia memang mantan kekasihku tetapi apa kau tidak ingat kalau dia itu kekasihmu!”

                D.O menatap Baekhyun kaget “Mwo? Haha, kau bercanda..” D.O tertawa sinis lalu menghempaskan tangan Baekhyun yang menahannya

                Baekhyun memicingkan matanya menatap D.O ini pertama kalinya D.O marah padanya “Kau cemburu eoh? Maka dari itu kau melakukan ini?” Tanya Baekhyun

                “Aku tidak cemburu, bahkan aku tidak merasakan apapun pada Park Chanyeol..” D.O menatap Baekhyun dengan wajah datar nya walau sejujurnya ia ia tengah gugup saat ini “Aku hanya tidak suka berada didekatnya..” D.O kembali melangkah meninggalkan Baekhyun ia tidak bohong ketika berkata tidak suka berada di dekat Chanyeol, D.O selalu merasa sesak jika melihat senyum Chanyeol padanya, ketika Chanyeol mencoba berbicara padanya, dan ketika teringat ucapan Chanyeol agar dirinya mengingat Chanyeol dengan tatapan semenyedihkan itu, terlebih ia tidak mengerti kenapa rasanya semenyesakkan ini ketika ia melihat Chanyeol dan Baekhyun tadi pagi, maka dari itu dia lebih memilih menghindar dari Chanyeol ia tidak ingin merasakan sesak ini

                “Mwo? Ada apa dengannya? Jinjja, aku harus memikirkan cara lain..” Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi

                Chanyeol melangkah masuk kedalam apartement Baekhyun dan  ia mendapati D.O tengah berada di dapur “Oh, KyungSoo-ah kau sudah pulang?”

                D.O menoleh sesaat lalu kembali sibuk menuang air ke gelas nya “Ne, hari ini aku pulang lebih cepat..”

                Chanyeol segera menghampiri D.O “Wae? Kau tidak enak badan?” Tanya Chanyeol penuh semangat tetapi D.O segera berdiri menjauh dari Chanyeol

                “Ani.. kau mau minum?” tawar D.O setelah berdiri sedikit jauh di belakang Chanyeol

                “Tentu saja..” Chanyeol berbalik badan dan segera meraih gelas milik D.O “Ya! Kau bisa mengambil gelas baru bukan?” omel D.O

                “Untuk apa? Aku akan pakai gelas ini..” Chanyeol segera meminum sisa air yang ada di gelas D.O sampai habis

                D.O menatap gelas yang ada dalam genggaman Chanyeol “Kalau begitu aku yang akan mengambil gelas baru..” ucap D.O segera beranjak meninggalkan Chanyeol yang kini terdiam mendengar kata-katanya, ia tidak mengerti kenapa D.O justru terlihat semakin menjauhinya seperti ini semenjak mereka tinggal bersama ia tidak merasakan kemajuan sama sekali tetapi ia malah semakin dijauhi D.O bahkan sekarang D.O memilih untuk bekerja sambilan daripada menghabiskan waktu luangnya di rumah bersama dengan nya dan Baekhyun

                Chanyeol menegak kopinya lalu meletakkan cangkirnya dengan kasar dimeja ia bahkan tidak perduli dengan rasa pahit dari kopi yang ia tegak begitu saja jika di banding pahit yang ia rasakan pahitnya kopi racikan Lay tidak ada apa-apanya, Chanyeol menghela nafas berat ia tidak habis fikir kenapa D.O bisa melupakannya begitu saja? Apa hanya karena hubungan mereka baru berjalan 2 hari? D.O tidak melupakan siapapun kecuali dirinya dan semua kenangan mereka “Chanyeol-ah..” panggil Lay sembari duduk di meja Chanyeol

                Chanyeol mendongak sesaat lalu kembali menunduk “Ne Hyung?”

                “Gwenchana?”

                Chanyeol tersenyum kecut “Menurutmu? KyungSoo sama sekali tidak mengingatku Hyung..” Chanyeol menatap sisa ampas kopi di gelasnya Ia merasa dirinya sama seperti ampas kopi itu tertinggal begitu saja di dasar cangkir, sama sepertinya tertinggal terbuang terlupakan dari ingatan namja yang sangat ia cintai “Menurutmu apa aku bisa tetap baik-baik saja? Rasanya aku sudah hampir ingin mati Hyung..”

                “DIa tidak melakukan itu dengan sengaja, kau harus sedikit lebih bersabar..” Lay ikut menghela nafas jujur ia sendiri tidak mengerti kenapa D.O bisa sampai melupakan Chanyeol hanya Chanyeol seorang “Kau juga tidak bisa memaksanya mengingatmu Chanyeol-ah..”

                Chanyeol menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi lalu menatap Lay “Kau tidak tahu kan Hyung rasanya bagaimana diposisiku? Sakit Hyung.. aku di dekatnya tetapi dia menghindariku, aku disisi nya tetapi dia sama sekali tidak mengingat ku, kemarin-kemarin kami baik-baik saja tetapi sekarang kau lihat sendiri kami tidak baik-baik saja..” Chanyeol terdiam sebentar “Lebih tepatnya aku yang tidak baik-baik saja Hyung..”

                “Jika kau mencintainya kau harus bersabar, rasa sakitmu akan terbayar Chanyeol-ah..” ujar Lay lalu kembali beranjak meninggalkan Chanyeol kembali ke meja bar miliknya, Lay juga tidak mengerti harus mengucapkan apa pada Chanyeol, karena dirinya tidak pernah di posisi Chanyeol

                Baekhyun tersenyum sampai seluruh gigi putihnya terlihat di hadapan Chanyeol dan Kyungsoo “Mianhae, aku terlalu tiba-tiba mengatakannya..” Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal “Tetapi Halmoniku benar-benar memintaku untuk pulang beberapa hari untuk menemaninya..”

                D.O menatap Baekhyun dengan tatapan datar sedangkan Chanyeol menatap gusar Baekhyun ia tidak tahu apa lagi rencana gila Baekhyun kali ini “Kalau begitu aku akan kembali ke apartement ku saja..” ucap D.O bahkan sudah bangkit dari sofa andai Baekhyun tidak menahan lengannya

                “Ya, andwae.. aku hanya pergi beberapa hari, kau harus tetap disini kalau tidak Umma mu akan membunuhku.. anggap sekalian kau jaga rumahku..”

                “Chanyeol bisa menjaga rumahmu lagipula Ummaku tidak akan tahu..”

                “Jebal D.O-ah, untukku kau mau kan tetap tinggal disini? Hanya beberapa hari saja..” mohon Baekhyun dan akhirnya D.O hanya menghela nafas mengalah pada Baekhyun

                “Baiklah, aku tidur dulu badanku lelah sekali..” ujar D.O sambil beranjak masuk kedalam kamarnya sedangkan kini Baekhyun tengah menerima tatapan meminta penjelasan dari Chanyeol

                “Ini hanya beberapa hari, kau pasti bisa Chanyeol-ah..” Baekhyun tertawa pelan seolah-olah dirinya baru saja memberikan ide paling brilliant sejagat raya

                “Kau gila? Kenapa rencana gila seperti ini tidak kau rundingkan dulu denganku?”

                “Lalu kau menolak rencana ini?” Tanya Baekhyun

                “Aku tidak menolak, hanya saja..” Chanyeol menghela nafas, ber-3 dengan Baekhyun saja D.O menjauhinya apalagi tanpa Baekhyun apalagi yang harus ia perbuat kali ini, Baekhyun memang membuatnya bisa mati kerena terkena serangan jantung karena rencana-rencana gilanya

                “Kau pasti bisa, jadi manfaatkan sebaik-baiknya..”

                                                                    #             #             #             #

                Chanyeol melangkah masuk kedalam kamar miliknya dengan D.O dan ia mleihat D.O sudah mematut diri didepan cermin “Kau akan pergi?”

                D.O menatap Chanyeol dari pantulan kaca “Ne, kau sudah tahu bukan aku sudah bekerja sambilan semenjak seminggu yang lalu..”

                Chanyeol mengangguk-angguk, D.O mengambil hoodie miliknya lalu memakainya dan segera beranjak keluar dari kamar tetapi Chanyeol menahannya “Wae?” Tanya D.O sembari menatap Chanyeol yang kini berdiri disisi kanannya

                Chanyeol menoleh “Apa kau ingin ku masakkan sesuatu ketika kau pulang?”

                D.O terdiam ia teringat ucapan Baekhyun kalau Chanyeol adalah namjachingunya karena Chanyeol selalu menanyakan ingin makan apa padanya setiap hari setelah Baekhyun menginap dirumah halmoninya “Jangan memasak apapun untukku..” D.O segera kembali melangkah tetap lagi-lagi lengannya kembali di tahan Chanyeol

                “Mau ku antar Kyungsoo-ah?”

                D.O menoleh kembali menatap Chanyeol rasanya ia ingin memohon pada Chanyeol berhenti bersikap seperti ini, kenapa namja jangkung ini harus selalu berperilaku baik padanya padahal dirinya sama sekali tidak ingat siapa Chanyeol, dirinya bersikap ketus pada Chanyeol, bahkan dirinya tidak merasakan apapun kecuali sesak sangat sesak, selalu sesak jika ia berada di dekat Chanyeol “Tidak usah..” D.O kembali melangkah dan kali ini ia tidak akan membiarkan Chanyeol menahan langkahnya lagi

                Chanyeol mengendap-endap mengikuti D.O dari belakang menuju tempat namja bermata bulat itu bekerja sambilan ia mengintip segala tindakan D.O ketika bekerja jujur saja ia sudah lama selalu membuntiti Kyungsoo setiap namja itu berangkat kerja bahkan akan pulang lebih awal untuk memasakan makan malam untuk Kyungsoo walau namja mungil itu selalu berkata tidak usah memasakkan apapun untuknya, Chanyeol duduk di depan minimarket tempat D.O bekerja sambilan ia memikirkan ratusan bahkan ribuan rencana-rencana yang sepertinya tidak mungkin akan berhasil yang baru saja terlintas di otaknya sampai-sampai ia mengetuk-ngetuk kepalanya frustasi rasanya mendekati dan mendapatkan D.O kembali jauh lebih sulit daripada blind date kemarin

                “Kau? Sedang apa kau disini?”

                Chanyeol tersentak kaget begitu mendengar suara D.O dari arah samping, mungkin dirinya melamun terlalu lama sampai ia tidak sadar kalau D.O sudah menyadari keberadaan dirinya di depan minimarket tempat namja itu bekerja “KyungSoo-ah?”

                “Kau membuntutiku?” Tanya D.O penuh selidik

                “A-ani.. aku hanya sedang duduk disini..aku.. aku bosan di apartement sendirian..” CHanyeol membetulkan posisi duduknya “Jadi kau bekerja disini?”

                D.O mengangguk sepertinya ia percaya dengan yang Chanyeol ucapkan “Aku sudah akan pulang, kau mau ikut denganku atau tetap mau disini?” Tanya D.O dengan wajah datarnya dan Chanyeol baru sadar D.O sudah rapih dengan hoodie yang namja itu pakai tadi ketika akan berangkat kerja

                “Tentu saja aku akan ikut denganmu..” jawab Chanyeol penuh semangat bahkan namja tinggi itu langsung beranjak bangkit dari duduknya hingga bangku yang diduduki nya terjungkal jatuh kebelakang

                “Mwoya? Kau terlalu bersemangat..” omel D.O sambil membenarkan letak bangku yang dijatuhkan Chanyeol dan mengerutkan alisnya ketika ia kembali menatap Chanyeol yang tengah tersenyum lebar padanya

                “Kajja kita pulang, kita akan makan apa hari ini?” Tanya Chanyeol lagi-lagi penuh semangat tiba-tiba otak cerdas nya mengomando nya agar menjadikan malam ini kencan dadakan antara dirinya dan D.O

                “Kau lapar?” Tanya D.O sembari menatap Chanyeol dan kursi yang tadi Chanyeol duduki memang tidak ada sisa bekas makanan di tempat tadi Chanyeol duduk “Aku baru saja menerima gaji mingguanku akan kutraktir kau makan..”

                “jinjja? Kyungsoo-ah kau sangat baik..” Chanyeol dengan semangat langsung meraih wajah D.O  secara reflek lalu mencubit pipi D.O dengan gemas

                D.O meringis ini pertama kalinya Chanyeol menyentuh wajahnya bahkan sampai mencubitnya “Kenapa kau selalu memanggilku KyungSoo?” Tanya D.O bingung sembari menatap Chanyeol yang kini berada tepat dihadapannya

                Cubitan di pipi D.O berganti dengan belaian pelan di pipi bulat itu tatapan D.O padanya barusan tidak sama seperti beberapa waktu ini yang selalu menatapnya sangat datar, tatapan D.O padanya mengingatkannya pada D.O nya yang dulu yang merona hanya karena kata-kata bahkan sentuhannya “Karena, itu memang caraku memanggilmu..”

                D.O terdiam menatap Chanyeol yang masih menatapnya bahkan jemari besar Chanyeol masih bertengger manis di pipi bulatnya ia meresapi kata-kata Chanyeol panggilan itu apa memang khusus antara dirinya dan Chanyeol? Dan otak nya lagi-lagi mengomandonya untuk menanyakan apa benar yang dikatakan Baekhyun kalau Chanyeol adalah… D.O segera menggeleng-gelengkan kepalanya sehingga jemari Chanyeol lepas dari pipi bulatnya ia menjauhkan fikiran itu dari otaknya ia kembali melangkah terlebih dahulu meninggalkan Chanyeol “Cepatlah jangan sampai aku berubah fikiran..” D.O melangkah perlahan sembari menatap aspal dirinya baru sadar barusan ia tidak merasakan sesak seperti biasa entah kenapa rasa sesak itu tidak muncul ketika Chanyeol menyentuhnya

                Chanyeol segera menyusul D.O dan segera meraih lengan namja itu lalu memberikan D.O selembar foto “Ini..”

                Mau tidak mau D.O berbalik badan menghadap Chanyeol “Mwoya?” Tanya D.O sembari mengambil lembaran foto itu dari Chanyeol

                “Aku harap kau bisa mengingatku dari foto itu..” jawab Chanyeol ketika ia melihat D.O mulai menunduk dan melihat foto mereka, foto ketika mereka berfoto di taman hiburan di dalam photo box

                Mata D.O membulat ketika melihat seluruh foto di tangannya, ini semua fotonya dengan Chanyeol benar-benar dirinya dengan Chanyeol, tetapi kenapa ia tidak mengingat kejadian ini sedikitpun? Mata D.O kian membulat besar ketika melihat salah satu deretan foto dirinya dan Chanyeol, namja tinggi itu tengah mencium pipi nya, foto apa ini kenapa ia tidak ingat sama sekali pernah berfoto seperti ini dengan Chanyeol “A-aku..” D.O menggaruk pipinya canggung sambil mengembalikan selembar foto itu pada Chanyeol “A-aku tidak jadi mentraktirmu, kita pulang saja..” ucap D.O langsung meninggalkan Chanyeol di belakang, ia tidak bisa membiarkan Chanyeol melihat wajahnya yang amat sangat terkejut terlebih kini dirinya terbata-bata ketika berucap

                “Ne? tidak jadi mentraktir?” gumam Chanyeol bingung, karena perubahan sikap D.O padanya “Mwoya? Efek foto itu terlalu besar kah?” gumam Chanyeol lagi dan langsung mengikuti D.O melangkah pulang sambil kembali menyimpan foto berharga nya kedalam saku coat yang ia pakai “KyungSoo-ah..”

                “Ne?” Tanya D.O tanpa menoleh

                “Boleh ku pinjam ponselmu?” Tanya Chanyeol ketika ia sudah berada di samping D.O dan tidak lama Chanyeol menerima ponsel milik D.O ditangannya, Chanyeol mengotak-atiknya sesaat lalu dengan gerakan cepat ia meraih bahu D.O merangkulnya dalam dekapannya dan mengarahkan ponsel milik D.O di hadapan mereka “Say Chesee KyungSoo-ah..”

                “Ehh? Mwo?”

                ‘Cliiick’

                Chanyeol tersenyum lebar lalu menyimpan hasil fotonya bersama D.O dan mengembalikan ponsel pada D.O “Jika kau lupa akan foto yang lama itu, maka akan kubuat kan foto yang baru step by step..” ucap Chanyeol sambil mengacak-acak rambut D.O dan tersenyum lebar lalu segera beranjak melangkah lebih dahulu dari pada D.O

                “Mwoya..” D.O tertawa kecut karena ulah Chanyeol lalu segera menyimpan ponselnya kembali kedalam saku hoodie nya dan berjalan menyusul Chanyeol di depannya “Yak chankanman…”

                D.O meletakkan sepanci ramen di tengah-tengah meja makan sedangkan Chanyeol seudah mengendus-endus ramen itu “Hanya ini sarapan kita KyungSoo-ah?”

                “Iya memang kau mau apa lagi? Setelah sarapan segera berangkat..” omel D.O dan dengan patuh Chanyeol duduk di bangku sembari menatap D.O

                “Wae?? Ada yang salah dengan wajahku?”

              Chanyeol menggeleng lalu mulai memakan ramen nya sambil sesekali melirik D.O “Lalu apa yang akan kau lakukan?”

                “Hari ini aku libur, mungkin aku akan tidur dirumah.. dan sore hari aku akan berangkat kerja sambilan..”

                “Mau kutemani?” tawar Chanyeol semangat

                “Tidak usah, sebaiknya cepat habiskan..” D.O melangkah masuk kedalam kamarnya ia meninggalkan Chanyeol yang sekarang malas-malasan memakan ramennya, kenapa D.O masih menjauhi nya ia fikir keadaan sudah membaik semenjak kemarin malam

                D.O menghampiri meja belajar milik nya dan Chanyeol, mereka memakainya bergantian walau sebenarnya lebih sering dirinya yang menggunakannya, D.O meraih buku milik CHanyeol dan membuka nya lalu mengambil foto yang kemarin malam Chanyeol  perlihatkan padanya, D.O menatap foto itu baik-baik apa benar ini dirinya? Apa benar dia melupakan Chanyeol? Apa benar Chanyeol kekasihnya?

                “Saranghae..”

                “Omo!” D.O tanpa sadar menjatuhkan selembar foto itu lalu meremas pakaiannya sendiri bisikan suara yang barusan masuk keotaknya membuat dada nya sesak, sampai-sampai D.O jatuh terduduk dilantai

                “KyungSoo?!” Chanyeol yang baru masuk kekamar kaget melihat D.O terduduk di lantai dan segera menghampiri namja mungil itu lalu membantu D.O berdiri “Gwenchana??” CHanyeol mendudukkan D.O di tepi tempat tidur sedangkan dirinya berlutut di depan D.O menatap namja mungil itu khawatir “Ada yang sakit? Apa yang terjadi? Kau sakit?”

                “Chanyeol-ah..”

                “Ne?” jawab Chanyeol tanpa menoleh dan masih sibuk mengecek lengan pergelangan tangan dan kaki D.O ia benar-benar takut sesuatu terjadi lagi pada D.Onya

                “Nuguya?”

                Chanyeol menoleh menatap D.O bingung “Mwo? Maksudmu?”

                “Kenapa aku mendengar suara mu di otakku? Kau siapa?” Tanya D.O dengan tatapan putus asa, ia bukannya tidak tahu ada sebagian memory nya yang hilang ia sudah menyadari sejak awal melihat Chanyeol dirumah sakit terlebih ketika namja itu terus menerus memintanya untuk mengingatnya, dan ia juga bukan tidak tahu semua usaha Baekhyun agar dirinya bisa kembali mengingat Chanyeol, ia sudah berusaha mengingat tetapi tidak bisa yang terngiang hanya sebuah kata ‘Saranghae’ bahkan yang ia rasakan hanya rasa sesak jika berada di dekat Chanyeol dan melihat namja itu seolah-olah memohon padanya agar ia mengingat Chanyeol

                Chanyeol menangkup kedua pipi D.O ia baru sadar selama ini bukan D.O tidak mengingatnya D.O selalu berusaha mengingatnya tetapi tidak bisa “Tidak apa jika kau tidak mengingatku.. jangan menyiksa dirimu sendiri KyungSoo-ah..”

                “Aku hanya ingin tahu kau siapa bagiku?” D.O menunduk ia benar-benar putus asa

                “Aku hanya seseorang yang baru kau kenal 2 hari sebelum kecelakaan itu terjadi, aku hanya seseorang yang mencintaimu, aku seseorang yang akan selalu menunggumu mengingatku kembali, aku Park Chanyeol..”

                D.O perlahan memeluk Chanyeol erat dan dibalas pelukan lebih erat dari Chanyeol jika gerak tubuh bisa berbicara maksud pelukan Chanyeol tentu saja kerinduan yang luar biasa, D.O tidak mengingat Chanyeol tetapi ia tahu Chanyeol tidak berbohong padanya, ia hanya ingin memeluk namja tinggi itu karena sentuhan Chanyeol benar-benar menghilangkan rasa sesak di dadanya “Kau bilang 2 hari kita baru kenal sebelum kecelakaan itu?”

                “Sebenarnya tidak sampai 2 hari..” Chanyeol melepas pelukan D.O lalu tertawa pelan sembari menatap D.O yang juga tengah menatapnya “Nanti kau akan mengingatnya perlahan..” ia menatap D.O dengan senyum lebar nya, paling tidak kini D.O tahu siapa dirinya walau tidak sepenuhnya mengingatnya hal ini merupakan kemajuan pesat untuk hubungannya dan D.O

                D.O menatap senyuman lebar yang hanya di miliki oleh Chanyeol, bahkan ia bisa melihat semua gigi milik Chanyeol sampai ke geraham nya “Entah sejak kapan aku mulai menyukai senyum lebar mu itu..” ucap D.O jujur sambil sedikit menyunggingkan sedikit senyum di wajahnya yang belakangan ini selalu berexpresi datar dan menunjuk senyum di bibi Chanyeol

                “Jinjja?” Chanyeol makin tersenyum lebar mendengarnya bahkan kuping caplangnya sudah memerah karena terlalu senang ini benar-benar kemajuan yang sangat sangat sangat pesat “Ah, mana ponselmu?” namja caplang itu segera menadahkan tangan kanannya di hadapan D.O

                D.O dengan wajah bingung mengambil ponsel di saku celananya “Igo..” D.O memperhatikan Chanyeol yang langsung mengambil ponsel miliknya lalu segera mengotak-atik ponselnya “Jangan bilang kau ingin selca dengan ku?”

                “Bukankah sudah kukatakan kita akan mengumpulkan kenangan foto-foto itu dari awal lagi..” Chanyeol segera bangkit dari berlututnya di lantai lalu pindah duduk di samping D.O di tepi tempat tidur “Say Cheese?” ucap Chanyeol sambil merangkul D.O dan mengarahkan kemera ponsel D.O di hadapan mereka berdua

                “Cheeseeee..”

                ‘Klik’

                Chanyeol mengembalikan ponsel D.O setelah melihat hasil foto mereka “Ini ku kembalikan, aku harus segera berangkat sampai bertemu nanti malam..” ucap Chanyeol sembari mengacak-acak rambut D.O lalu beranjak keluar dari kamar setelah mengembalikan ponsel namja bermata bulat itu menyisakan D.O yang kembali tersenyum sambil melihat hasil selca ke-2 mereka


                                                                  #             #             #             #

                D.O mengelap meja tamu di depan minimarketnya, ia harus selalu membersihkan sisa makanan dari pengunjung yang makan di depan minimarketnya, ia membawa setumpuk sampah dalam kantong plastic berwarna hitam besar lalu membuangnya di tempat sampah di samping minimarket

                “Huft, kenapa pengunjung hari ini banyak sekali?” gumam D.O sembari mengecek jam tangannya yang menunjukkan jam berapa sekarang “Sebentar lagi jam kerja ku selesai..” D.O kembali melangkah ke minimarket sembari mengelap kedua tangannya di celemek hitam yang ia gunakan tetapi langkahnya terhenti karena sudah ada seorang yeoja berdiri di depan minimarket nya, awalnya ia tidak ingin menanggapi yeoja yang tengah menatapnya dengan tatapan super duper aneh itu, selain karena ia tidak kenal dia juga tidak tertarik pada penampilan ataupun wajah wanita itu jadi D.O berjalan begitu saja melewati yeoja itu hingga yeoja itu tiba-tiba mengajaknya berbicara

                “Ternyata benar kau kehilangan ingatan?”

                D.O menghentikan langkahnya lalu menoleh perlahan kebelakang “Kau berbicara padaku?”

                “Tentu saja aku berbicara padamu..”

                “Nuguya?” D.O mengerutkan keningnya tanda kebingungan

                “Aku? Kau benar-benar lupa padaku?” Yeoja itu mendekati D.O, dan D.O makin mengerutkan dahi nya ia memang seperti familiar dengan wajah yeoja yang sedari tadi menatapnya seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup, memang apa salahnya?

                “Maaf aku tidak mengingatmu.. apa kita saling mengenal?”

                “Keure! Kita saling mengenal tepat sebelum kau kecelakaan..”

                ‘Deg’

                D.O terdiam kenapa bisa yeoja ini mengenalnya sebelum ia kecelakaan? Sebenarnya kenapa sampai ia bisa tertabrak mobil ia tidak pernah bertanya pada Baekhyun dan Baekhyun pun tidak pernah bercerita apapun padanya, Baekhyun terlalu sibuk memikirkan cara untuk mendekatkan kembali dirinya dan Chanyeol dan lagipula dirinya juga sama sekali tidak terlalu ingin tahu kenapa hari itu ia terbangun di RS dan tiba-tiba juga Chanyeol muncul di depan matanya untuk yang pertama kalinya

                “Ah, ternyata benar-benar melupakanku… kenapa saat itu kau tidak menghilang saja kenapa kau harus selamat, sedikit lagi aku bisa mendapatkan Chanyeol Oppa tetapi kau selalu menghalangiku!” ucap yeoja itu mendorong D.O sampai namja bermata bulat itu terjatuh di depan minimarket

                “Kau..” yeoja itu menatapnya benci “Lebih baik kau tidak ada!!” dan sekarang ia merasa di dorong dengan keras oleh yeoja itu hingga ia menoleh kesamping kanannya mobil tengah melaju kearahnya

                ‘Chanyeol-ah..’

                D.O meremas pakaiannya sesak, kenapa ada kejadian seperti itu melintas dikepalanya siapa yeoja ini apa hubungannya dengan Chanyeol? Kecelakaan itu? Apa hubungannya dengan mereka? Apa yeoja ini yang mendorongnya hingga kecelakaan itu terjadi??

                “Kau sudah tidak mengingatnya, tetapi dia tetap mengejarmu..” yeoja itu kini menangis “Aku mencintainya jauh lebih dulu daripada kau, aku selalu berusaha mendekatinya lebih daripada kau dekat dengan nya, tetapi kenapa dia tetap mengejarmu?” yeoja itu terjatuh berlutut di aspal “Aku mohon padamu, lepaskan Chanyeol Oppa untukku, aku benar-benar memohon kepadamu..”

                D.O terdiam ia segera bangkit dari jatuh nya lalu memalingkah wajahnya agar tidak melihat wajah yeoja di hadapannya “Kau salah orang untuk memohon, aku tidak bisa membantu mu membuat Chanyeol menyukaimu..” entah kenapa D.O berani mengatakan itu bahkan sebenarnya ia ingin mengatakan agar jangan menggangu Chanyeol jangan memohon Chanyeol untuk pergi darinya, mereka baru saja akan memulai segalanya dari awal dirinya baru saja ingin menerima Chanyeol bahkan namja tinggi itu sudah membuatnya merasa nyaman dengan cara nya sendiri, dan yeoja ini datang lalu memintanya melepaskan Chanyeol tentu saja itu keputusan sulit bagi D.O “Annyeong..” D.O segera membuka pintu minimarket dan melangkah meninggalkan yeoja itu

                “Kau bahkan tidak mengingatnya, kau melupakannya kenapa kau harus mengikatnya disisi mu? Kau menyakitinya!” ucap yeoja itu membuat D,O terdiam ditempat dan berfikir yang dikatakan yeoja itu benar dia terlalu egois dirinya belum mengingat Chanyeol bahkan tidak mengingat Chanyeol sama sekali tetapi ia malah masih menahan CHanyeol disisi nya, walau tidak secara langsung menahan tetapi ia tidak menolak Chanyeol disisi nya, hanya suara Chanyeol yang muncul di ingatannya, hanya sesak yang ia rasakan ketika ia melihat Chanyeol, bahkan terkadang ia bersikap sangat dingin pada Chanyeol apa benar kata yeoja itu dirinya hanya menyakiti Chanyeol jika ia menahan namja jangkung itu

                ‘Braak’

                D.O memasuki apartement Baekhyun dengan lemas ia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah, ia melihat Chanyeol tengah di dapur membuat makan malam mungkin, ia tidak menghampiri Chanyeol ia langsung melengos masuk ke kamar bahkan ia tidak membalas senyuman yang namja tinggi itu lemparkan padanya membuat CHanyeol menatap D.O bingung, setelah Chanyeol yakin soup yang ia masak sudah matang ia segera mematikan kompor dan memindahakan panic berisi soup itu ke meja makan lalu ia segera menghampiri D.O di dalam kamar

                “Kyungsoo-ah, kau tidak ingin makan malam?” Tanya Chanyeol sambil melangkah mendekati D.O yang berdiri di dekat jendela kamar mereka, tapi namja mungil itu sama sekali tidak menyahutinya “Kyungsoo-ah?” panggil Chanyeol lagi

                “Sebenarnya kecelakaan itu,…… kenapa aku bisa tertabrak mobil?”

                “Eoh?” Tanya CHanyeol bingung, ia juga tidak tahu tepatnya kenapa kecelakaan itu tejadi ia hanya tahu yeoja bernama Joy itu yang mendorong D.O hanya karena yeoja itu tidak mendapatkan CHanyeol, yang benar-benar mengetahui kejadian lengkapnya hanya Baekhyun dan Joy “Kenapa kau tiba-tiba ingin tahu?”

                D.O menoleh dan menatap Chanyeol dengan wajah datarnya “Aku hanya ingin tahu..” D.O melangkah ingin keluar dari kamar tetapi di tahan oleh Chanyeol entahlah rasa nyaman berada di dekta Chanyeol yang baru ia rasakan kembali menjadi sesak seperti dulu setelah wanita itu datang hari ini

                “Ada apa lagi denganmu? Bukankah kita sudah baik-baik saja tadi?” Tanya Chanyeol bingung bahkan sampai menatap D.O memelas, D.O juga berharap kalau dia memang sudah baik-baik saja dengan Chanyeol tapi kejadian tadi di tempat kerjanya ketika yeoja itu menghampirinya semua yang baik-baik saja berubah jadi tidak baik-baik saja

                D.O menghempaskan cengkraman Chanyeol di lengannya “Kau seharusnya meninggalkanku saja CHanyeol-ah, aku sama sekali tidak mengingatmu, perasaan ku kepadamu pun aku tidak mengingatnya sama sekali, bukankah diluar sana ada yeoja yang begitu menyukaimu..”

                Chanyeol mengerutkan keningnya tidak mengerti “Apa yang sebenarnya kau katakan? Apa yang terjadi?”

                D.O menghela nafas pelan ia kembali menatap Chanyeol dihadapannya rasanya benar-benar sesak harus mengucapkan kata-kata seperti ini pada Chanyeol jauh lebih sesak daripada perasaan sesak yang selama ini ia rasakan karena tidak mengingat Chanyeol “Kusarankan Park Chanyeol, menyerahlah..”

                Chanyeol terdiam ia berharap bukan kata-kata itu yang keluar dari bibir D.O dan bukan kalimat itu yang masuk ke gendang telinganya “Karena akupun sudah menyerah untuk mengingat dirimu..” lanjut D.O meninggalkan Chanyeol seorang diri D.O melangkah keluar dari apartement secepat mungkin ia bahkan berlari kearah taman disebelah apartement

                Chanyeol masih mematung di tempatnya ia tengah berusaha menahan otaknya agar tidak mencerna apa yang D.O katakan barusan padanya, rasanya benar-benar menyakitkan mendengar namja yang ia cintai dan ia perjuangkan berkata seperti itu “Menyerah…”

                Chanyeol terhuyung kebelakang sampai kakinya menabrak tepi tempat tidur dan jatuh terduduk di tepi tempat tidur rasanya D.O berhasil membuat jiwa Chanyeol melayang saat ini namja jangkung itu meremas celana hitam pendeknya dadanya kali ini benar-benar sesak, rasanya seperti ia kehilangan seluruh oksigen di permukaan bumi ini jauh lebih meyakitkan daripada ketika ia mendapati kenyataan D.O tidak mengingatnya sama sekali

                D.O  meraih ponsel nya setelah ia duduk di bangku taman seorang diri ia menghubungi seseorang sembari mengontrol pernafasannya meingat ia tadi sampai berlari hanya untuk keluar dari apartement, ia menunggu sebentar sampai panggilannya tersambung “Baekhyun-ah..”

                “D.O-ah? Wae malam-malam kau menghubungiku?”

                “Aku ingin berbicara padamu, ada yang ingin ku tanyakan.. kutunggu di café Lay Hyung..”

                “Ne?” Baekhyun sampai terbangun dari posisi tidurnya “Sekarang?”

                “Iya sekarang.. aku segera kesana sekarang..”

                “Mwo? Yak, tapi…”

                Tuuut Tuuut Tuuut

                Baekhyun menatap ponselnya lalu mengigit ponselnya kesal “Aigooo aku baru saja beristirahat..” Baekhyun dengan malas bangkit dari tempat tidur nya mengambil mantelnya lalu pergi menemui D.O entah ada apa dengan namja itu tiba-tiba memanggilnya

                Baekhyun menatap D.O di hadapannya sembari memutar-mutar cangkir kopinya ia menunggu reaksi D.O setelah mendengar ceritanya “D.O-ah? Neo Gwenchana?” Tanya Baekhyun

                D.O masih menunduk bahkan ia tidak menatap Baekhyun selama Baekhyun bercerita padanya, entah apa cairan hitam di cangkirnya sangat menarik sampai D.O hanya menatap kopinya dari pada Baekhyun “Jadi yeoja itu mendorongku sampai aku tertabrak mobil? Hanya karena aku namjachingu Chanyeol? Chanyeol yang menyebabkan kecelakaan itu?”

                “Ani..” Baekhyun menggerakan tangannya tanda yang di katakan oleh D.O salah besar “Chanyeol tidak ada hubungannya, yeoja itu hanya terlalu terobsesi dengan Chanyeol.. lagipula kau sendiri yang mengatakan jangan menyentuhku dan Chanyeol maka dari itu yeoja itu mendorongmu karena kesal...” Baekhyun menatap D.O baik-baik “Apa yang sebenarnya kau fikirkan Do Kyungsoo?”

                D.O mengangguk-angguk entah ia benar-benar memahami apa yang dikatakan Baekhyun atau tidak, namja mungil itu akhirnya mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk lalu menatap Baekhyun “Tadi aku bertemu dengan yeoja itu.. yeoja yang ada di ingatanku ketika kecelakaan itu terjadi..”

                “Kau sudah mengingat semua nya?”

                D.O menggeleng “Aniya… Aku hanya mengingat dia mendorongku dan semua gelap..” D.O menghela nafas “Apa kau fikir ini adil bagiku dan juga Chanyeol?” Tanya D.O sambil mencengkram lengan Baekhyun

                “Adil bagaimana maksud mu?”

                “Aku tidak bisa mengingatnya sama sekali Baekhyun-ah benar-benar tidak bisa.. apa adil bagi Chanyeol harus selalu ada disisi ku yang sama sekali tidak mengingatnya padahal di luar sana ada yeoja yang mencintainya..”

                “Yeoja itu bukan mencintainya tetapi terobsesi..” ralat Baekhyun dengan wajah malas bahkan sampai menyentak lengannya sampai cengkraman D.O terlepas sungguh-sungguh ia benci D.O yang seperti ini, kenapa harus memikirkan orang lain padahal yeoja itu saja tidak memikirkan D.O bahkan yeoja itu tidak perduli dampak perbuatannya pada D.O dan Chanyeol sekarang

                “Baekhyun-ah, kau tidak mengerti dia menangis tadi mengatakan dia lebih membutuhkan Chanyeol daripada diriku..dia merasakan apa yang namanya mencintai Chanyeol sedangkan aku tidak merasakan itu Baekhyun-ah..”

                “Oh ya?” Baekhyun menatap D.O meremehkan “Kau tahu darimana yeoja itu lebih membutuhkan Chanyeol daripada dirimu? Cukup fikirkan dirimu dan Chanyeol dan lupakan yeoja gila itu..” Baekhyun meminum kopinya lalu kembali menatap D.O “Kau bukan tidak merasakannya Do Kyungsoo, kau hanya belum menyadarinya..”

                D.O ingin membantah tetapi jemari nya sudah di cengkram Baekhyun “Walaupun yeoja itu membutuhkan Chanyeol lebih dari dirimu membutuhkan si bodoh Chanyeol, tetapi yang Chanyeol butuhkan hanya dirimu.. fikirkan perasaan Chanyeol D.O-ah.. fikirkan dia.. yang Chanyeol cintai dirimu bukan yeoja itu”

                D.O terdiam selama perjalanannya kembali ke apartement sebenarnya ia tidak ingin bertemu dengan Chanyeol lagi setelah apa yang ia ucapkan pada namja jangkung itu tadi tetapi ia sudah berjanji untuk kembali ke apartement Baekhyun jika sampai ia tidak kembali ke apartement Baekhyun tidak siap menerima kabar kalau besok apartementnya sudah porak poranda akibat di acak-acak oleh Chanyeol yang tengah patah hati

                D.O menghela nafas sebelum membuka kenop pintu apartement ia langsung melangkah masuk dan segera menutup pintu dan membuka sepatu nya, tetapi seketika ia terdiam ketika namja mungil itu merasa ada yang tengah memperhatikan dirinya dan ketika ia mendongak ternyata dihadapannya sekarang sudah ada Chanyeol berdiri menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa ia jelaskan dan lagi-lagi rasa sesak itu kembali ia rasakan

                “Kau benar-benar ingin menyerah?” Tanya Chanyeol melangkah semakin mendekati D.O “Kau tidak ingin lagi mengingatku?”

                D.O mengalihkan pandangannya kearah lain ia tidak ingin melihat tatapan itu, rasanya ia sesak berkali-kali lipat melihat tatapan seperti itu dari mata Chanyeol

                Chanyeol menepuk-nepuk dadanya sendiri untuk meredakan rasa sesak yang ia rasakan sedari tadi ketika D.O meninggalkannya di kamar sendirian “Kau tahu seberapa sakitnya aku ketika kau tidak mengingatku saat di Rumah Sakit? Seberapa sesak ketika aku harus melihat wajah datar mu ketika  bertatapan denganku? Aku mencintaimu tetapi kau bilang kau tidak mengingat sedikitpun tentang diriku bahkan kau juga tidak mengingat perasaanmu padaku..” Chanyeol terdiam sesaat “Aku selalu ingin disisimu hingga ingatanmu tentangku kembali, hingga perasaanmu padaku kembali, tetapi kau justru memintaku pergi dan menyerah terhadapmu, apa kau berfikir tentang apa yang kurasakan Do KyungSoo, kau tidak memikirkan bagaimana sakitnya perasaanku Do KyungSoo!”

                D.O menunduk “Ak-aku fikir kita sudah tidak harus membicarakan apa-apa lagi Chanyeol-ah..” D.O menghela nafas pelan “Aku akan kembali ke apartementku malam ini juga..” D.O segera beranjak berbalik badan dan melangkah kembali keluar

                “KyungSoo-ya..” Chanyeol meraih lengan D.O dan menariknya ia mencengkram kuat-kuat lengan D.O dalam genggamannya Chanyeol benar-benar tidak ingin kehilangan D.O

                “Lepaskan tanganmu..” D.O menarik-narik kasar tangannya dari cengkraman Chanyeol tetapi hasilnya nihil

                “KyungSoo-ah berhenti bersikap seperti ini!”

                “Lepaskan aku CHanyeol-ah, kau bisa bahagia dengan yeoja lain yang mencintaimu daripada tetap disisiku yang tidak bisa mengingatmu sedikitpun, bahkan keadaanku saat ini tidak bisa di sebut aku pernah mencintaimu Park Chanyeol!”

                Chanyeol menarik lengan D.O dengan kuat sembari menarik pintu agar tertutup, dengan cepat Chanyeol mengubah posisinya dan D.O ia segera bersandar pada pintu agar D.O tidak berfikir untuk mkelangkah pergi lagi dari pintu itu lalu menarik D.O kedalam pelukannya dan ciumannya, ciuman tanpa tuntutan ciuman yang sama seperti ciuman pertama mereka di restoran ketika malam mereka kencan untuk pertama kalinya, ia benar-benar berharap D.O paling tidak mengenali ciuman ini

               D.O menatap Chanyeol ketika ciuman mereka terlepas “Kau..” rasanya bibirnya kelu untuk mengeluarkan kata-kata, D.O ingat sentuhan dibibirnya barusan ia seperti pernah merasakannya sebelumnya dengan Chanyeol, hanya saja ia juga sadar keadaannya sekarang dan Chanyeol sudah tidak sama lagi seperti keadaannya dan Chanyeol sebelum dirinya melupakan segalanya tentang Chanyeol

                “Berhenti mengatakan dan menyuruhku menyukai yeoja lain, berhenti memintaku melupakanmu dan menyerah KyungSoo-ah..” CHanyeol menujuk dada kirinya dengan kasar “Kau tidak mengingatku itu sudah cukup membuatku ingin mati, jangan menambahnya lagi dengan permintaan konyolmu itu..” Chanyeol memegang kedua bahu D.O dan menunduk Chanyeol menyembunyikan tetesan air matanya

                D.O menatap Chanyeol yang tengah menunduk Walau D.O tidak melihatnya ia tahu Chanyeol menangis, apa Chanyeol sesakit ini hanya karena dirinya? Kenapa harus karena dirinya Chanyeol menderita seperti ini? Kenapa Chanyeol harus menyukai dirinya? Kenapa? Kenapa harus dirinya yang menyakiti Chanyeol seperti ini?? Ia tidak ingin menyakiti Chanyeol sama sekali tidak ingin “Chanyeol-ah..”

                Chanyeol hanya diam ia sudah tidak tahu ingin menjawab atau menyahuti apa ia tidak bisa mengontrol dirinya lagi, ia menahan sakitnya sejak kali pertama D.O tidak mengingat dirinya dan hari ini ia tidak bisa menahannya lagi semua nya benar-benar menyakitkan

                “Chanyeol-ah, mari kita hentikan semua ini..” D.O ikut menumpukan kepalanya di atas kepala Chanyeol kedua tangannya menangkup pipi Chanyeol yang sudah basah “Aku tidak bisa membuatmu lebih sakit daripada ini..”

                “Jika aku memang mencintaimu, kita pasti akan bertemu kembali bukan?” D.O mengangkat kepalanya lalu menatap Chanyeol yang masih menunduk “Chanyeol-ah, jawab aku..” D.O melepaskan tangkupan jemarinya di wajah Chanyeol

                “Kita hentikan ini semua, aku tidak bisa mengingatmu, dan kau terus ingin aku mengingatmu, kau sakit karena diriku, dan aku sakit melihat dirimu sakit seperti ini, jebal… keumanhe..” Ujar D.O sembari menatap Chanyeol yang akhirnya mendongak dan menatapnya

                “Kyungsoo-ah..” kali ini Chanyeol yang menangkup wajah D.O “Haruskah..”

                Jemari D.O melingkupi jemari Chanyeol di wajahnya “Tidakkah kau berfikir mungkin ingatan ku hilang, karena Tuhan ingin kita memulai semua dari ulang? Sekarang kita sudahi semuanya, kita kembali ke kehidupan kita sebelumnya..”D.O tidak bisa menahan air matanya lagi ia benar-benar tengah mengucapkan kata perpisahan “Sebelum kita bertemu..” D.O menghirup nafas dengan berat “Kita pasti akan bertemu lagi suatu saat..”

                Chanyeol menatap D.O sesaat lalu menarik D.O kedalam pelukannya mereka menangis dalam senyap tidak ada isak tetapi mata mereka tetap mengalirkan airmata bahkan keduanya tidak bisa lagi menggambarkan bagaimana sesaknya perpisahan mereka saat ini “Chal-isseo KyungSoo-ah..” ucap Chanyeol dengan bibir bergetar ia mati-matian menahan sesak didadanya, akhirnya ia melepas Kyungsoo ia harus memulai semuanya tanpa Kyungsoo

                Baekhyun menatap D.O dan Chanyeol  yang kini sudah berdiri di hadapannya di lobby apartement nya secara bergantian sembari melipat kedua tangannya di dada “Kalian yakin? Apa keputusan ini tidak membuat kalian..”

                “Ani..” potong D.O dengan cepat, ia mengenal sahabatnya ini jelas saja D.O tahu kalau Baekhyun masih ingin berusaha agar dirinya dan Chanyeol tidak berpisah seperti ini “Gomawo Baekhyun-ah, kau banyak membantuku.. tetapi jalan ini yang harus kami ambil..”

                Baekhyun mengalihkan tatapannya pada Chanyeol “Kami berjanji pasti akan bertemu lagi suatu saat lagi..” Chanyeol menoleh menatap D.O “Jika kami memang ditakdirkan bersama..”

                Baekhyun menghela nafas rasanya itu kalimat terbodoh yang ia dengar seumur hidupnya, kesempatan yang di ucapkan Chanyeol hanya keajaiban yang bisa mewujudkannya “Aku mendukung apapun yang kalian putuskan..” Baekhyun menatap Chanyeol lalu tersenyum “Chal-isseo Chanyeol-ah..”

                “Chal-Isseo..” balas Chanyeol sembari tersenyum lalu beranjak pergi membawa tas nya meninggalkan Baekhyun dan D.O, yang kini menatap punggungnya yang sudah menjauh dan perlahan siluet tubuhnya menghilang ketika menaiki bus

                “Kau benar-benar yakin D.O-ya?” Tanya Baekhyun yang masih menatap bus yang membawa Chanyeol dari balik tubuh D.O yang juga tengah menatap bus yang tengah membawa Chanyeol
                D.O meneteskan air matanya tanpa sepengetahuan Baekhyun, ia segera menghapus air matanya dengan cepat lalu menghela nafas kasar sembari berbalik menatap Baekhyun “Aku sendiri tidak tahu Baekhyun-ah, aku hanya terlalu banyak berbohong padanya agar dia meninggalkanku..” D.O segera mengangkat tasnya “Annyeong Baekhyun-ah, aku akan kembali ke apartementku..” D.O melangkah meninggalkan Baekhyun yang kini justru ikut menghela nafas kasar

                “Kalian bodoh, benar-benar bodoh..”

                                                                    #             #             #             #

                D.O menatap ponselnya untuk kesekian kali nya pagi ini, ia selalu melihat beberapa foto di ponsel nya setiap hari setiap pagi sebelum memulai aktivitas, ia menyunggingkan senyum ketika dirinya hanya menatap 2 foto berulang-ulang, foto dirinya dan seseorang dengan senyuman lebar “Sudah setengah tahun..” D.O menghela nafas “Apa kabarmu Chanyeol-ah?” Tanya D.O pada layar ponsel di hadapannya, tetapi senyumnya berganti menjadi kerutan di keningnya ketika layar ponselnya yang memamerkan fotonya bersama Chanyeol 6 bulan yang lalu terganti dengan wajah Baekhyun yang menghubungi nya

                “Aigoo… Nde? Yeoboseyo?”

                “D.O-ah… aku sudah mengaturkan kencan buta untukmu..” ucap Baekhyun bukan main girang dari sebrang sambungan disana

                “Kau gila? Ini belum seminggu sejak kencan yang kubatalkan kemarin bukan?”

                “Ini orang yang berbeda, temanku menanyakanku apakah aku punya teman yang ingin berkenalan dengan temannya jadi kurekomendasikan dirimu..”

                D.O memutar matanya malas apa sahabatnya ini tidak memiliki hobby lain selain mengenalkannya pada yeoja-yeoja aneh semenjak 2 bulan yang lalu, walau hanya menghasilkan kegagalan karena namja bermata besar itu segera membatalkan kencannya begitu ia melihat yeoja macam apa yang di kenalkan Baekhyun padanya “Rekomendasikan diriku pada perusahaan milik ayahmu jika kau bisa..”

                “Hahahahaha, selesaikan dulu kuliahmu ayahku sudah menyiapkan 1 tempat khusus untukmu, cah cepat kau ke tempat Lay Hyung okey..”

                “Lay Hyung?” Tanya D.O bingung, ia tidak pernah bertemu dengan pasangan blind datenya di tempat Lay Hyung sebelumnya

                “Ne. orang itu bilang ingin bertemu di café yang ternyata milik Lay Hyung… jam 11 kau sudah harus ada disana ne..”

                “Aigoo, baiklah..bersyukur hari ini jam ku kosong..  ku tutup ne Baekhyun-ah..” D.O langsung mematikan ponselnya lalu kembali terlihat wajah dirinya dan Chanyeol di layar ponselnya ia kembali tersenyum “Chanyeol-ah.. Have a nice day..” ucap D.O sebelum mematikan ponselnya dan segera bersiap-siap

                D.O melangkah memasuki Café milik Lay lalu segera menghampiri meja bar dimana Lay berada “Hyung?” sapa D.O

                “Oh, wasseo? Kau datang juga kufikir kau tidak akan datang..” ucap Lay kaget karena Selama 2 bulan ini Baekhyun selalu gagal menjadwalkan rencana kencan untuk D.O, tapi jika Lay menjadi D.O mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama seperti D.O mengingat seperti apa yeoja yang dikenalkan Baekhyun untuk D.O

                “Karena kufikir ini tempat mu maka dari itu aku mau datang bila dia membosankan aku tinggal berbicara denganmu..” ucap D.O sembari duduk di bangku tepat di depan meja bar dan berhadapan dengan Lay

                Lay tersenyum lalu meletakkan secangkir kopi di hadapan D.O “Minumlah. Untuk menenangkanmu..”

                D.O mengerutkan keningnya ketika melihat Lay menyodorkan secangkir kopi untuknya “Uhm, Hyung?”

                “Ne?” sahut Lay

                “Aku seperti De Javu, dengan kata-katamu barusan..umm, dan gesture mu.. ” D.O menggendikkan bahunya “Mungkin hanya perasaanku saja..” D.O menghirup perlahan kopi yang Lay berikan untuknya, sedangkan Lay dam-diam tersenyum meledek

                ‘Criiing’

                Lay mengalihkan pandangannya pintu masuk “Oh Wasseo..”

                D.O ikut menoleh sambil tetap menghirup kopi nya “Uhuuuk” D.O tersedak kopinya sendiri ketika melihat siapa yang datang lalu segera menghadap Lay “Hyung kau mengenalnya?”

                “Ne aku mengenalnya..” jawab Lay, seketika D.O merasa tenang karena mungkin saja namja yang baru saja masuk ke café milik Lay bukan berarti ingin menemuinya, D.O kembali menghirup kopi miliknya “Dan dia teman kencanmu..”

                ‘Bruuuusshhh’

                Lagi-lagi Lay sudah melindungi dirinya dengan nampan kejadian ini masih sama dengan kejadian hampir 7 bulan yang lalu, mata D.O membesar bukan saja ia kaget tetapi dia juga lagi-lagi seperti mengalami DeJavu “Hyung, kejadian ini seperti pernah terjadi..” gumam D.O

                Selagi D.O sibuk berfikir namja itu sudah berdiri di samping D.O “Annyeong KyungSoo-Shii..” ucap namja tinggi itu tiba-tiba dan membuat D.O berjengit kaget bahkan sampai menoleh dan menatap namja disisi kanannya

                “Kau..”

                “Ne, Kenalkan Aku Park Chanyeol mantan kekasih Byun Baekhyun dan sekarang aku adalah teman kencanmu Do KyungSoo-shii..”

                D.O terdiam semua kejadian hari ini dari semenjak ia duduk di meja bar sampai ketika namja tinggi yang ternyata Chanyeol berada di hadapannya seperti nya ia pernah merasakannya sebelumnnya seolah-olah semuanya adalah DeJavu yang pernah terjadi di hidupnya, atau memang pernah terjadi hanya saja ia melupakannya?

                Chanyeol tersenyum “Kau mengingatnya?” Tanya Chanyeol

                “Kau bekerja sama dengan Baekhyun?” Tanya D.O penuh selidik tetapi ia tidak marah ia justru senang yang ia rasakan sekarang adalah perasaan bahagia pertamanya semenjak kecelakaan itu terjadi

                Chanyeol menggeleng “Temanku memang ingin mengajakku mencari teman kencan dan dia bertanya pada temannya yang ternyata adalah Baekhyun, dan aku tahu yang Baekhyun jodohkan denganku adalah dirimu lagi..” Chanyeol meraih jemari D.O lalu meremasnya gemas

                “Ku ulang semua kejadian yang pernah terjadi hari itu, paling tidak kau bisa mengingat saat kita pertama bertemu dulu.. apa kau mengingatnya?” Tanya Chanyeol

                “Ani…”

                “Mwo?” Chanyeol terheran-heran mendengar perkataan D.O

                “Aku tidak ingin mengingat yang kemarin, aku ingin membangun kenangan yang baru denganmu seperti ucapanku dulu..” D.O menghela nafas pelan menahan detak jantung nya yang tidak beraturan semenjak ia melihat Chanyeol memasuki café entah ini karena sudah lama tidak bertemu atau memang hatinya berdebar kerena yang dihadapannya ini adalah Chanyeol “Tapi paling tidak aku ingat aku memang benar pernah menyukaimu dulu bahkan sampai sekarang..”

                Chanyeol menatap D.O ia tersenyum senang, ia benar-benar sangat senang ia tidak menyangka ucapan D.O beberapa bulan lalu benar-benar menjadi kenyataan ia tahu dengan jelas saat itu D.O hanya menipunya, ia sangat tahu D.O ingin dirinya meneruskan hidup tanpa tersiksa bersama D.O yang tidak mengingatnya, tapi nyatanya ucapan D.O justru menjadi kenyataan mereka memulai sesuatu yang baru memulai segalanya dari awal lagi

                “Ekhm..” Lay sengaja menginterupsi acara ‘mari saling bertatapan ala D.O dan Chanyeol’ ia tidak ingin menjadi orang ketiga di café nya sendiri

                “Mianhae Hyung..” ucap D.O yang memang peka kalau Lay tiba-tiba merasa menjadi orang  ketiga diantara dirinya dan Chanyeol

                “Kau menggaguku Hyung..” omel Chanyeol

                “Lanjutkan saja sana diluar, bukankah kalian akan kencan hari ini?”

                Chanyeol kembali menggenggam jemari D.O “Kajja.. Kita sudah di usir Lay Hyung..”

                “Aku tidak mengusir hanya saja aku alergi melihat keromantisan kalian..” balas Lay kesal, tetapi tidak di tanggapi oleh Chanyeol yang sudah menarik D.O keluar dari café nya melangkah bersama, bergandengan tangan, memulai kenangan dan memomri baru tanpa mengingat kejadian yang sempat hilang di masa lalu

                “Dasar Dongsaeng kurang ajar..” omel Lay sembari mengusap-usap nampan miliknya yang terkena semburan D.O tadi

                Baekhyun menatap ponselnya baik-baik ini sudah lewat jam dari pertemuan D.O dengan teman kencannya “Ini benar tidak ada telfon dari D.O? apa kencannya berjalan lancar? Aish membuatku penasaran siapa yang berkencan dengannya..” Baekhyun menggaruk kepalanya bingung


                                                                           TAMAT

September, 19 2015

6:50 PM

            “Kali ini tidak akan kubiarkan lagi ada satupun kenangan kita yang menghilang lagi dari kepalaku Chanyeol-ah..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar