THE (PIECES) PHOTOGRAPH
Pairing : Park Chanyeol, Do Kyungsoo
Genre :
Romance, Hurt
Leght :
OneShoot
Tittle : The (pieces) Photograph
Author : Choi Seorin
Seorang namja dengan mata bulat dan rambut hitam legam nya
turun dari bus ia menoleh ke kanan dan kiri mencari dimana tempat yang harus datangi sesuai dengan alamat dan nama
yang ada dilayar ponselnya tempat yang di beritahu oleh temannya dan parah nya
temannya menyarankannya untuk datang secara tiba-tiba hari ini dan ketempat ini
untuk blind date hari ini, memang dirinya benar-benar tidak laku sampai harus selalu
dicarikan teman kencan?
“D.O-ah, kau selalu gagal dengan yeoja
bukan? Kali ini kau pasti tidak akan gagal lagi.. percaya padaku..” ucap
sahabat dekatnya Byun Baekhyun dari sebrang telfon tadi pagi dengan kegirangan
diatas rata-rata ketika berhasil membuatnya terbangun dari tidur di hari libur
seperti hari ini dan sekarang ia berakhir disini di depan café yang sesuai
dengan alamat yang tertera di layar ponselnya dan ternyata café ini milik temannya
yang lain
“Ternyata
ini Cafemu Lay Hyung?” sapa namja itu ketika ia baru saja melangkah masuk
kedalam café yang sesuai dengan alamat yang tertulis di ponselnya dan melihat
sahabatnya tengah meracik kopi di balik meja Bar
“Oh!
D.O-ya… Baekhyun berhasil membujukmu untuk datang?”
Namja
bernama D.O itu memutar bola matanya malas sembari melangkah mendekati meja bar
“Dia memaksa bahkan meneror ku Hyung bagaimana aku tidak datang..”
Lay
tertawa dan menghentikan kegiatan nya meracik kopi “Hahaha bukankah Baekhyun
selalu begitu, lalu kau sudah tahu siapa yang akan dijodohkannya denganmu kali
ini?”
D.O
duduk di bangku meja bar tepat menghadap langsung ke Lay “Tidak tahu, dan tidak
ingin tahu, aku tidak menanyakannya pada Baekhyun lagipula aku yakin kali ini
tidak akan bertahan lama sama seperti sebelum-sebelumnya..” D.O memijit
pelipisnya “Aku heran darimana ia mendapatkan banyak kenalan Yeoja?”
“Yeoja?”
Lay bergumam dan kembali tertawa “Kau akan tahu setelah melihatnya datang..”
Lay meletakkan secangkir coffe latte di hadapan D.O “Untuk menenangkan mu..”
“Menenangkan?”
D.O mengangkat sebelah alisnya “Menenangkan untuk apa?” D.O menghirup wangi
kopi buatan Lay, sedari dulu memang Lay sangat mahir meracik kopi
Lay
melirik D.O lalu kembali focus melanjutkan pekerjaannya meracik kopi “Mungkin
kau akan sedikit terkejut dengan teman kencanmu hari ini..” lanjut Lay
D.O
mengendikkan bahu nya tanda tidak perduli bagaimana bentuk teman kencan nya
hari ini, ia tidak heran jika teman kencannya terkadang jauh diluar bayangan
dirinya sahabatnya Baekhyun pasti selalu memilihkan teman kencan yang aneh dan
diluar bayangannya untuk dirinya “Itu
agar kau tertarik menjalaninya..” itu alasan Baekhyun setiap ia di tanyain
oleh D.O kenapa memilihkan teman kencan yang seperti itu
‘Criiing..’
“Oh,
Wasseo..” ucap Lay membuat D.O tersadar dari lamunannya dan tanpa sadar menoleh
kearah pintu dan terlihat pria tinggi yang menatap kearahnya tersenyum
sumringah dan menghampirinya
D.O
langsung memalingkan wajahnya kembali ke Lay, entah kenapa D.O terlalu merasa
peraya diri melihat senyuman dan tatapan itu untuknya jelas-jelas tadi Lay
menyapa namja tinggi itu “Hyung, itu kenalanmu?” Tanya D.O setelah menetralkan
raut wajahnya
Lay
tersenyum lagi sambil menoleh “Ne, dia kenalanku.. namanya Park Chanyeol..” D.O
mengangguk-angguk ia segera meraih kopi yang disiapkan Lay untuknya lalu meminum
kopi miliknya untuk mentralisir persaaannya “Dan dia teman kencanmu hari ini..”
‘Bruuuusshhhh’
kopi yang baru masuk tenggorokannya langsung segera meluncur keluar dari mulut
D.O untung Lay sudah melindungi dirinya dengan nampan ia sudah menduga ia akan
disembur D.O ketika namja itu tahu teman kencannya adalah namja
“Mwo???”
mata D.O yang sudah besar kini makin membesar menatap Lay tidak percaya ia benar-benar
kaget, kencan kali ini bukan hanya membuat nya kaget melainkan hampir membuat
dirinya terkena serangan jantung mendadak
“Annyeong
KyungSoo-shii..” ucap namja tinggi bernama Park Chanyeol itu ketika sudah
berdiri sebelahnya bahkan hampir membuat D.O terjatuh dari kursinya karena
kaget namja tinggi itu dengan tiba-tiba sudah ada disamping kanannya
“K-Kau
tahu namaku?” Tanya D.O tidak bisa menyembunyikan keterlagetannya
“Tentu
saja aku tahu, kenalkan..” namja bernama Chanyeol itu mendekatkan dirinya pada
D.O mensejajarkan wajahnya dengan wajah D.O “Aku Park Chanyeol, mantan kekasih
Byun Baekhyun.. dan hari ini akan menjadi teman kencanmu Do KyungSoo-shii..”
‘BRUUUK!!’
Kali
ini D.O benar-benar terjatuh dari bangku nya, sampai-sampai Lay harus berjinjit
melewati meja bar untuk melihat apakah D.O baik-baik saja setelah terjatuh
“Gwenchana?” Tanya Lay dengan wajah polosnya tetapi D.O tidak menyahut rasanya
ia benar-benar terkena serangan jantung
“Yak
Byun Baekhyun!!” omel D.O pada ponselnya bahkan orang diseberang sana sudah menjauhkan
ponsel miliknya dari telinganya “Kau berniat membunuhku eoh?” omelnya lagi
“Yak,
baru kali ini kau semarah ini..” sahut Baekhyun diseberang sana sembari
mengacak-acak isi lemarinya entah apa yang namja itu cari
“Jelas
aku marah, kenapa kau malah mengenalkanku dengan Namja.. haish apa yang ada di
otak mu?” D.O membulatkan kedua matanya tanpa ia sadari ketika ia mengingat
teman kencannya adalah namja “Terlebih dia mantan kekasihmu, kau gila sejak
kapan kau bersama dengan namja itu??” kali ini D.O memicingkan matanya
seolah-olah Baekhyun ada di hadapannya dan bisa melihat seluruh expresi
wajahnya
“Yaa,
Do KyungSoo.. “ Baekhyun menghentikan kegiatan ‘mari mengacak-acak lemari’ lalu berkacak pinggang di depan
lemarinya “Aku mengenalkanmu dengannya karena kau selalu gagal dengan Yeoja
lagipula dia namja yang baik, dulu hanya cinta monyet ketika kita masih SMA
lagipula seperti nya kau akan cocok dengannya..”
Mendengar
ucapan Baekhyun D.O segera memijit keningnya katakan dia salah mendengar
sahabatnya benar-benar pernah berhubungan dengan namja jangkung itu, dan
katakan ia juga salah menangkap kalimat Baekhyun kalau namja itu berkata
dirinya akan cocok dengan namja kelebihan kalsium itu “Aku akan pulang..” ucap
D.O sembari mengacak-acak rambutya ia benar-benar frustasi sekarang
“Yak!
D.O-ah andwae, kau tidak kasihan padanya? Dia datang hari ini hanya untuk
menemuimu..” Baekhyun berfikir keras agar sahabatnya ini tidak langsung pulang
begitu saja “Paling tidak jalani saja hari ini..”
D.O
terdiam ia juga berfikir apa yang akan dijalaninya bersama dengan namja?
Berpegangan tangan? NO! membeli es krim di taman? NO! ketaman hiburan ber-2?
NO! berciuman???? ABSOLUTLY NOOOO! “Kau gila???”
“Demi
ku sahabatmu ini, ayolah D.O-ah hanya hari ini saja jika kau tidak menyukainya
kau bisa menghentikan kencan itu seperti biasanya..” Ucap Baekhyun memohon dan
sebenarnya dengan penuh paksaan, sejujurnya Baekhyun sedikit yakin kencan D.O
kali ini tidak akan sama seperti biasanya
D.O
menghela nafas setelah terdiam beberapa saat “Dosa apa diriku mempunya sahabat
sepertimu..” D.O kembali mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan sedari
tadi ia acak-acak “Baiklah.. aku akan kencan dengannya hari ini..”
“Jinjja???” Baekhyun benar-benar
girang bukan main mendengar akhirnya D.O setuju untuk kencan dengan Chanyeol
“Ne tapi hanya untuk hari ini saja…
ya sudah kumatikan dulu ne..”
“Ne
D.O-ah, selamat bersenang-senang..” ucap Baekhyun langsung menutup ponselnya
sebelum ia terkena semprot lagi
“Haish..
memusingkan..” D.O menata kembali rambut yang ia acak-acak tadi lalu menyimpan
lagi ponselnya kedalam saku coat nya “Kau siap Do KyungSoo?” Tanya nya pada
dirinya sendiri di pantulan kaca di dalam kamar mandi “Kau harus siap..” D.O
melangkah keluar dari rest room namja dan tersentak ternyata namja bernama
Chanyeol itu sudah ada di hadapannya lebih tepatnya sudah berdiri di depan
pintu ketika pintu itu terbuka
“Omo!”
jengit D.O kaget “Kau kenapa disini? Kau ingin masuk kedalam?” Tanya D.O
Namja
tinggi itu menggeleng “Ani, aku menunggumu.. bisa kita mulai kencan kita?”
Tanya Chanyeol to the point pada inti nya membuat D.O tersedak liurnya sendiri
“Se-Sekarang
juga bisa jika kau mau..” jawab D.O terbata-bata sembari melangkah meninggalkan
Chanyeol kembali ke meja bar menemui Lay
Chanyeol
menatap punggung D.O yang meninggalkannya terlebih dahulu lalu tersenyum dan
menyusul D.O setelah mengirim pesan pada Baekhyun dan setelah menyimpan
ponselnya kembali kedalam saku celananya
‘Gomapta Baekhyun-ah mempertemukanku
dengannya..’
Dan di
seberang sana Baekhyun tengah membanggakan dirinya di depan cermin “Tentu saja
siapa dulu Byun Baekhyun, aku ini Raja Comblang..”
D.O
berjalan lebih dahulu dari Chanyeol jarak mereka saat ini sekitar satu setengah
meter D.O tidak tahu harus memulai kencan hari ini dari mana? Ia benar-benar
bingung ini kencan pertamanya dengan seorang lelaki, D.O menoleh perlahan
kebelakang dan berjengit kaget ketika melihat Chanyeol ternyata menatapnya dan
tersenyum padanya “Haish namja itu mengagetkanku..”
Chanyeol
menyamakan langkahnya dengan D.O dengan kaki panjangnya sebenarnya sangat mudah
menyusul langkah D.O di depannya sedari tadi tapi dirinya tahu kalau D.O memang
belum terbiasa “Jadi kau ingin kita kemana?” Tanya Chanyeol membuat kening D.O
berkerut, biasanya ia yang akan mengeluarkan pertanyaan itu ketika tengah
kencan dengan Yeoja
“Kau
bertanya padaku?”
“Tentu
saja bertanya padamu memang ada orang lain lagi disini, kita kencan hari ini
jadi kita harus memutuskan bersama ingin kemana saja bukankah begitu?”
D.O
terdiam ia menelan ludahnya sendiri mendengar kata-kata itu keluar dari mulut
Chanyeol membuat nya makin gugup dan bingung, ia tahu mereka tengah berkencan
tetapi tidak perlu di nyatakan terang-terangan di jalanan seperti ini dan
lagipula kenapa pertanyaan yang biasa keluar dari bibirnya saat ini keluar dari
bibir CHanyeol entah kenapa ia tiba-tiba merasa menjadi seorang wanita saat ini
“Kajja..”
Chanyeol meraih jemari D.O lalu menggenggamnya “Kita ketaman hiburan saja.. kau
pasti setuju..”
“Yak..”
D.O langsung menarik jemari nya lepas dari genggaman Chanyeol rasanya ia
seperti tersengat listrik ketika jemari besar itu menggenggam jemari nya
lagipula ia tidak pernah berpengangan tangan dengan siapapun bahkan saat
dirinya tengah blind date dengan seorang yeoja sekalipun “A- Ja-Jangan..”
Chanyeol
tersenyum melihat expresi D.O yang kebingungan dan merona disaat bersamaan
namja jangkung itu kembali meraih jemari D.O lalu menggenggamnya lagi “O! kau
lihat jemarimu cocok dengan jemariku..” ucap Chanyeol sambil mengangkat tautan
jemari mereka dan menunjukkan genggaman jemarinya dan D.O ke hadapan D.O
“Kau
sudah gila? Lepaskan tanganku Chanyeol-shii..”
“Kita
sedang kencan, berhenti memanggilku seformal itu..” tanpa mengindahkan omelan
D.O dan segala gerak tangan D.O yang ingin melepas genggaman tangan keduanya Chanyeol
kembali melangkah menarik D.O mengikutinya ke taman hiburan dan mau tidak mau
D.O mengikuti langkah Chanyeol walau sedikit terseret-seret melihat bagaimana
bedanya panjang kaki keduanya
Chanyeol
menyodorkan es krim vanilla pada D.O “Ah gomawo..” D.O mengambil es krim yang
disodorkan padanya sudah hampir setengah hari mereka di taman hiburan bahkan
D.O sudah tidak canggung lagi seperti tadi entah kemana sikap canggung dan
ragu-ragunya tadi, sekarang yang terlihat D.O sangat menikmati kencannya dengan
Chanyeol “Kau mau Chanyeol-ah?” tawar D.O ketika namja tinggi itu sudah duduk
di sebelahnya
Chanyeol
menggeleng “Ani.. aku lapar..”
D.O melihat
jam yang melingkar ditangannya sembari memakan es krim miliknya “Ah iya sudah
menjelang malam..”
Chanyeol
berdiri lalu mengulurkan jemarinya tepat didepan D.O dan D.O segera menyambutnya
entah sejak kapan namja bermata bulat itupun sudah terbiasa dengan Jemari
Chanyeol yang menggenggam jemarinya “Kajja, aku tahu tempat makan yang enak
didekat sini..”
“Ne..”
D.O dan CHanyeol melangkah bersamaan sembari saling mengoyang-goyangkan kedua
tangan mereka yang bertaut CHanyeol selalu menoleh kesisi kirinya menatap D.O yang
sedang menghabiskan eskrim miliknya dan sesekali Chanyeol membersihkan sisa es
krim di bibir D.O dengan ibu jarinya dan menjilat sisa eskrim di ibu jarinya
yang rasanya jadi lebih manis dari rasa eskrim biasanya
“Kau
makan berantakan sekali..” protes D.O yang melongo melihat cara makan Chanyeol
yang diluar bayangannya
“Aku
lapar..” hanya itu jawaban Chanyeol
D.O
tertawa pelan “Hahaha kau benar-benar lucu Chanyeol-ah..”
Chanyeol
melirik sekilas lalu menatap D.O bahkan sampai menghentikan kegiatan makannya
“Jinjja? Berarti kau bahagia bukan jika bersamaku?”
“Ne?”
tawa D.O berhenti secara perlahan walau sebenarnya ia masih ingin tertawa hanya
saja pertanyaan Chanyeol yang lebih mirip pernyataan mengusiknya
Chanyeol
berdiri dari duduknya membuat D.O mendonggak menatap Chanyeol bingung “Jika
tidak mengerti maka akan kujelaskan..”
Chanyeol membungkuk dan mencondongkan tubuhnya kearah D.O entah D.O baru
sadar atau dia baru memperhatikan tubuh Chanyeol benar-benar tinggi bahkan meja
persegi ini bisa ia lewati hanya dengan membungkuk
Chanyeol
meraih dagu D.O agar mendekat padanya “Jadilah namjachinguku..” ucap CHanyeol
sebelum ia menempelkan bibir tebalnya pada bibir D.O menempelkannya sebentar
lalu melepasnya dan menatap D.O yang berkedip menatapnya “Dan tidak ada
penolakan..” lanjut Chanyeol sembari kembali duduk di bangku nya dan kembali
menyantap makan malamnya seolah-olah barusan yang ia lakukan pada D.O adalah
hal biasa saja bahkan menyisakan D.O yang terdiam begitu saja seperti nya namja
mungil itu sedang berusaha menenangkan debar jantungnya
‘Ciuman pertamaku rasa daging sapi..’ hanya
kata-kata itu yang terlintas di otak D.O saat ini
Chanyeol
melangkah bersamaan dengan D.O kedua jari mereka masih saling menggenggam
Chanyeol sesekali menoleh dan menatap D.O yang terdiam “Ya.. kenapa kau terdiam
saja sedari tadi?”
D.O
menoleh sesaat lalu kembali menatap aspal yang di injaknya dibawah sana
“Menurutmu aku harus bersikap bagaimana setelah kau menciumku seperti tadi?”
Chanyeol
menahan senyumannya “Apa aku mendapatkan ciuman pertamamu?” Tanya Chanyeol
dengan nada sedikit mengejek
“Aish,
diamlah..” D.O menonjok pelan lengan Chanyeol lalu menghela nafas pelan ia
tidak menyangka apa yang ia fikirkan tidak mungkin terjadi hari ini semua nya justru
benar-benar terjadi, dan yang lucu nya dirinya yang harus menerima perlakuan
seperti seorang wanita ini gila..
Chanyeol
menatap D.O dalam-dalam dari samping ia tersenyum pelan “KyungSoo-ah,
sejujurnya sudah lama aku menyukaimu..” ujar Chanyeol sembari menerawang,
sepertinya Chanyeol tengah membuka memory di otaknya tentang Do Kyungsoo “Maka
dari itu ketika Baekhyun menawarkan kencan bersamamu maka aku menerimanya..”
D.O
langsung menoleh bahkan sampai berpindah tempat berdiri tepat di depan menghadapa
Chanyeol dan kini mereka saling berhadapan “Jinjja?”
“Ne,
sejak aku melihatmu saat SMA..”
“Mwo?
Kita satu SMA?” mata D.O yang sudah besar makin besar saja, sungguh dirinya
tidak menyangka mereka sempat 1 SMA dulu
Chanyeol
mengangguk walau sejujurnya ia ingin memeluk D.O saat ini, namja di hadapannya
benar-benar sangat menggemaskan “Kau saja yang tidak pernah menyadarinya,
ketika aku dan Baekhyun berpisah aku melihatmu tertidur bersandar di pohon
maple dihalaman sekolah..” Chanyeol menatap D.O “Kau sangat cantik saat itu..”
D.O
mengalihkan pandangannya dari Chanyeol ia tidak tahu bagaimana bentuk wajahnya
saat ini yang pasti wajahnya panas sangat panas, baru kali ini ia merasakan
kencan sebahagia ini dengan perasaan berdebar seperti ini bahkan dengan wajah
sepanas ini “Jadi..” D.O tidak sanggup melanjutkan perkataannya sendiri karena
bibirnya sudah membentuk lengkungan senyum aneh saat ia menunduk, kata-kata
yang ingin ia keluarkan seolah-olah tersangkut di tenggorokannya
“Johahaeyo..”
ucap Chanyeol “Neomu johahaeyo..”
D.O
makin menunduk ia benar-benar ingin menyembunyikan senyum di bibirnya yang
entah mengapa sedari tadi tidak bisa berhenti tersenyum lebar apa ia sebahagia
ini? Tetapi tetap saja Chanyeol bisa melihatnya senyum D.O dan jangan lupakan
rona merah di wajah D.O “Ayo kita ke fotobox..” ajak Chanyeol dengan tiba-tiba lalu
segera menarik D.O agar mengikutinya, ia tahu D.O tengah malu dan bahagia
disaat yang bersamaan sekarang maka dari itu ia harus mengalihkannya dengan
melakukan suatu kegiatan, tetapi yang Chanyeol yakini walau D.O tidak menjawab
atau tidak memberi reaksi lain selain tersenyum sumringah ia yakin Chanyeol
kali ini berhasil mendapatkan D.O
D.O
menatap hasil fotobox dirinya dan Chanyeol sambil menepuk-nepuk pipi nya entah
kenapa sedari tadi ia tidak berhenti merasakan panas di pipi nya “Ini tidak
benar..” ujar nya sambil menatap foto itu dalam-dalam terlebih ketika bibir
Chanyeol menempel di pipi bulatnya “Oh Tuhan ini..” D.O berguling di atas
tempat tidurnya ia benar-benar kacau panas di wajahnya rasanya makin menjadi-jadi
‘Drrtttt
Drrttttt’
“Siapa
yang menghubungiku malam-malam begini?” D.O segera menganggkat ponselnya “Ne
Yeoboseyo?” sapa D.O sambil berusaha untuk duduk dari pose tiduran kacau nya
akibat melihat hasil foto dirinya dan Chanyeol
“KyungSoo-ah,
kau sudah mau tidur?”
D.O
membulatkan matanya ia segera melihat layar ponselnya dan membaca nama
penelfon, sejak kapan ia bertukaran nomor ponsel dengan Chanyeol??? Apa ketika
tadi Chanyeol meminjam ponselnya namja itu menyimpan no ponselnya kedalam
ponsel D.O? “Ah Chanyeol-ah, aku baru
saja ingin tidur..”
“Kalau
begitu selamat tidur.. besok aku akan menjemputmu..”
“Eh??
Menjemput?”
“Bukankah
besok kau harus datang ke seminar bersama dengan Baekhyun?”
D.O
menepuk keningnya aish hanya karena seorang Chanyeol ia sampai melupakan besok
dirinya ada janji dengan Baekhyun “Ah, ne aku melupakannya Baekhyun bisa
membunuhku kalau sampai aku tidak datang..”
Terdengar
suara tawa Chanyeol dari seberang “Baiklah, kau istirahatlah.. besok pagi aku
akan menjemputmu..”
D.O
menahan senyum di wajahnya rasanya ia ingin memukul bibirnya yang tidak bisa
berhenti tersenyum “Ne… Jalja Chanyeol-ah..”
“Nado
Jalja KyungSoo-ah.. Saranghae..”
D.O
terdiam rasanya ia ingin menubrukkan kepalanya ke dinding entah ia senang atau
frustasi atau keduanya? “Na-Nado..”
“Hahaha,
kau canggung sekali.. ya sudah cepatlah tidur jangan memandangi fotobox kita
terus menerus.. hahahahaha” ejek Chanyeol sebelum memutuskan panggilan telfon
Dan
menyisakan D.O yang terbengong sampai ponsel miliknya terjatuh dari
genggamannya “Aish darimana dia tahu aku melihat foto ituuuuu..” D.O segera
menutup wajanya dengan selimut dan kembali berguling-guling di atas tempat
tidur nya
# # # #
Ketika
pagi tiba sesuai janji Chanyeol namja tinggi itu menjemput D.O ke flat nya dan
tanpa menunggu lama D.O segera masuk kedalam mobil Chanyeol ketika mobil itu
sudah berhenti di hadapannya “Kau datang tepat waktu sekali Chanyeol-ah..” ucap
D.O sembari masuk kedalam mobil, mendudukan bokongnya pada jok mobil Chanyeol dan
sudah disambut oleh senyum lebar milik Chanyeol, aaahh rasanya D.O benar-benar
menyukai senyum lebar milik Chanyeol
“Tentu
saja, menjemput NamjaChinguku tidak mungkin aku terlambat..”
D.O
tersenyum mendengar ucapan Chanyeol entah sejak kapan mereka bisa disebut
berpacaran, mungkin semenjak Chanyeol mencium bibirnya kemarin malam di
restoran “Kau benar-benar..” D.O memasang self belt nya ia mengalihkan
pikirannya dari bayang-bayang Chanyeol yang menciumnya kemarin malam “Palli
berangkat Baekhyun pasti sudah sampai disana..”
“Ne
Siap laksanakan perintah..” CHanyeol segera menjalankan mobilnya menuju tempat
Baekhyun Sudah menunggu
Baekhyun
sudah berkacak pinggang menunggu D.O didepan gedung seminar dan ketika ia
melihat D.O datang ada Chanyeol disisi kanan D.O mereka berdua menghampiri
Baekhyun sambil berpegangan tangan dan tertawa “Yaaak, kau benar-benar lama
sekali..” Baekhyun akhirnya memutuskan untuk menghampiri D.O dan Chanyeol ia
jujur saja penasaran kenapa Chanyeol mengantarkan D.O hari ini bertemu dengannya
“Apa
sudah dimulai?” Tanya D.O sedikit panik
“Belum..
masih ada waktu satu jam lagi..” Baekhyun mengalihkan pandangan nya ke jemari
D.O dan Chanyeol yang bertaut “Ah, kencan kemarin berhasil eoh?” ledek Baekhyun
sembari mengangguk-anggukkan kepalanya seolah-olah ia paham kenapa Chanyeol
mengantarkan D.O kemari
D.O
merona dengan sendirinya mendengar ucapan Baekhyun bahkan mengalihkan
pandangannya kearah lain D.O masih tidak ingin Chanyeol melihat rona merah di
wajahnya hanya karena Baekhyun mengungkit hari kemarin “Kau apakan sahabatku
sampai bisa menerimamu?” Tanya Baekhyun sambil menunjuk Chanyeol
“Aku?
Aniya, aku idak melakukan apa-apa..” Chanyeol mengangkat tautan tangannya
bersama dengan D.O dan memamerkannya di hadapan Baekhyun “Ini terjadi dengan
sendirinya..”
“Lalu
siapa yang mengungkapkan perasaan terlebih dahulu?” Tanya Baekhyun antusias namja
bermata sipit ini benar-benar penasaran apa yang terjadi kemarin ketika kedua
namja dihadapannya ini berkencan “Ah pasti si tinggi ini..” tetapi ia segera
menjawabnya sendiri bahkan menunjuk Chanyeol lagi-lagi dengan telunjuknya
karena ia kenal sahabatnya tidak mungkin D.O akan mengungkapkan perasaannya
segamblang itu
“Ah,
aku lapar Baekhyun-ah bagaimana jika kita ke kantin saja?” D.O berusaha mengalihkan
pembicaraan ia tahu Baekhyun pasti ingin mengorek informasi tentang apa saja
yang terjadi saat kemarin ia dan Chanyeol kencan, dan dari pada ia mendengar
Chanyeol membeberkan semuanya sebaiknya ia segera mencari topic pembicaraan
baru
“Aku
tidak lapar, kau ke kantin bersama dengan Chanyeol saja aku langsung ke tempat
seminar..” Baekhyun melangkah pergi “Annyeong sampai bertemu nanti ne..” ucap
nya sambil melambai-lambaikan tangan lalu beranjak meninggalkan kedua sejoli
itu
“Kau
lapar?” Tanya Chanyeol
“Sedikit,
mau menemaniku ke kantin?”
CHanyeol
tersenyum lalu mengacak-acak rambut D.O “Tentu saja jangan tanyakan itu
padaku..” Chanyeol kembali menarik D.O melangkah bersama nya
Chanyeol
mengomentari rasa makanan yang ia makan bersama D.O sambil menyandarkan dagunya
pada bahu D.O lebih tepatnya makanan yang hampir ia habiskan sendirian ia tidak
memperdulikan mata yang memandang aneh pada mereka karena dirinya yang
notabenenya namja justru menyandarkan dagunya dan memeluk seorang namja juga yg
duduk didepannya toh D.O juga hanya diam saja D.O sibuk dengan rona di wajahnya
karena Chanyeol menumpukan dagu pada bahunya bahkan hampir memeluknya dari
belakang rasanya jantungnya semakin berdebar-debar tidak karuan “KyungSoo-ah
habiskan aku sudah kenyang..”
D.O
menoleh menatap Chanyeol yang sekarang sudah tidak menumpukan dagunya pada bahu
D.O lagi, melainkan namja itu tengah mengelus-elus perutnya yang kekenyangan
menghabiskan makanan D.O “Yang memakannya sejak tadi bukannya kau..” renggut
D.O sambil mulai memakan sisa makanan nya
Chanyeol
kembali tetap bersandar pada bahu D.O ia suka bermanja pada D.O walau ia yang
berstatus SEME tetapi ia suka bermanja dengan namja mungil itu karena D.O akan
menanggapi nya dengan expresi menggemaskan expresi yang sedari kemarin ia lihat
ketika pertama kali bertemu dengan D.O di café milik Lay “KyungSoo-ah..”
“Ne?”
D.O memakan ttokpoki tanpa menoleh kesamping nya
“Saranghae..”
“Uhuuuk..”
alhasil D.O tersedak makanannya sendiri “Yak Park Chanyeol aish..” wajah D.O memerah
percampuran marah, malu dan pedas dari ttokpoki yang ia makan sedangkan
Chanyeol tertawa terbahak-bahak melihat D.O seperti itu
“Chanyeol
Oppa?”
Tawa
Chanyeol sedikit terganggu karena ada yang memanggilnya namja jangkung itu
segera menoleh kebelakang bahkan D.O ikut menoleh ke belakang CHanyeol, ah
seorang wanita yang cantik menurutnya… tapi ia sama sekali tidak tertarik dengan
wajah yeoja itu yang ia fikirkan kenapa wanita ini mengenal Chanyeol?
“Ne?”
sahut Chanyeol bingung apa ia mengenal yeoja yang baru saja memanggilnya ini
“Ah,
benar ternyata kau Chanyeol Oppa..” ucap wanita itu langsung memeluk Chanyeol erat-erat
membuat D.O melotot kaget bahkan dada nya sesak sekali melihat nya
“Aigoo,
tunggu dulu..” Chanyeol segera berbalik badan dan mendorong perlahan wanita
yang memeluknya lalu sedikit menjaga jarak “Apa aku mengenalmu?”
“Mwoya?
Kau lupa? Kita ada janji kencan buta bukan tetapi kau tidak datang.. ini aku
Joy..”
Chanyeol
dan D.O sama-sama mengangkat sebelah alisnya “Kencan Buta?” bahkan bergumam
bersamaan
“Iya
kencan buta kemarin.. aku sangat berharap kau datang kemarin tetapi malah orang
lain yang datang.. kenapa kau tidak datang..” yeoja itu menjawab dengan girang
bahkan sampai duduk di bangku tepat di sebelah Chanyeol membuat D.O sampai
harus mengintip dari balik bahu Chanyeol yang lebar
Chanyeol
menoleh kearah D.O dibelakangnya yang menatapnya dengan wajah datar “Kemarin,
aku sudah ada janji kencan dengan kekasihku..” jawab Chanyeol sembari kembali
menatap yeoja dihadapannya
“Kekasih?”
yeoja bernama Joy itu menatap Chanyeol tidak percaya “Kau sudah punya kekasih
tetapi ikut kencan buta?”
“Ani
bukan itu..” Chanyeol menggaruk kepalanya, wanita itu cantik tapi kenapa otak
nya tidak bisa mengerti dengan kata-kata yang ia maksud “Aku kemarin janji
berkencan dengan seseorang dan sekarang dia sudah menjadi kekasihku..”
“DIa?
Siapa? Seharusnya kau kan berkencan denganku Oppa bukan dengan orang lain..”
protes yeoja itu lebih terdengar ia tengah marah pada Chanyeol, D.O segera menarik-narik
ujung jaket Chanyeol ia merasakan firasat tidak baik dengan protesnya yeoja ini
Chanyeol
menoleh “Wae?”
“Ayo
kita pergi Chanyeol-ah.. firasatku buruk jika kita tetap disini..”
“Arraseo..”
Chanyeol segera bangkit dari duduk nya bersama dengan D.O “Mianhae
mengecewakanmu Joy-Shii, tetapi aku harus segera pergi mian..” Chanyeol
membungkuk minta maaf dan dengan reflek mengulurkan tangannya kebelakang meraih
jemari D.O lalu beranjak pergi dari kantin setelah D.O menyambut uluran
tangannya
“Kenapa
dia menggenggam jemari namja itu??!” Joy bergumam lalu segera beranjak
mengikuti mereka karena rasa penasaran ny yang terlalu besar
“Kau
kemarin ada kencan juga, selain dengan ku?” Tanya D.O ia memainkan jempolnya di
dalam genggaman Chanyeol rasanya sedikit sesak di dalam dada nya begitu tahu
Chanyeol ternyata memiliki kencan lain kemarin selain dengan dirinya, apalagi
sepertinya yeoja itu terlihat sangat menyukai Chanyeol
“Iya
memang, tetapi begitu aku tahu Baekhyun mengajakku berkencan dengan mu aku
membatalkan acara kencanku dengan dia.. dari awalpun sebenarnya aku tidak
berminat hahahaha..” jawab Chanyeol sambil mencubit pelan pipi D.O, Chanyeol
tahu D.O pasti sedang berfikir yang tidak-tidak
“Dia
itu wanita Chanyeol-ah, dia juga cantik kau tidak menyesal menolak berkencan
dengannya?”
Chanyeol
menghentikan langkahnya dan mengubah posisi D.O agar menghadapnya “Aku selalu
yakin dengan semua keputusan yang ku ambil, aku tidak akan menyesal
KyungSoo-ah..” Chanyeol menangkup kedua pipi D.O “Wajah wanita itu tidak bisa
menggantikan waktu ku menunggu saat-saat ketika aku bisa mendapatkanmu..”
Chanyeol mengusap kedua pipi D.O dengan ibu jari nya “Saranghaeyo..”
‘Bluuussshhh….’
“Nado..”
lagi-lagi D.O hanya bisa memerah mendengar ucapan-ucapan Chanyeol padanya dan
sejujurnya selama ini hanya Chanyeol yang bisa membuatnya merona seperti itu
“Aigooo
aku suka melihat rona diwajahmu..” Chanyeol menatap D.O khususnya bagian yang
merona benar-benar manis'
D.O
balas menatap Chanyeol “Memang yang membuatku merona itu siapa? Bukannya kau..”
renggut D.O sambil memajukan sedikit bibirnya
“Kau
menggodaku ternyata..” gumam Chanyeol sebelum kembali menempelkan bibirnya pada
bibir D.O menautkannya sesaat
“Kau
melakukannya lagi..” D.O segera menunduk sambil mengelap pelan bibirnya kali
ini bukan hanya merona tetapi wajahnya benar-benar sangat panas
“Habis
aku tidak bisa menahan diri hahaha..” Chanyeol kembali meraih jemari D.O dan
menariknya kembali melangkah bersama
“Kajja aku harus mengantarmu ke ruang seminar dengan selamat baru aku
bisa kembali kepekerjaanku..”
“Aish
aku bukan anak kecil Chanyeol-ah..”
“Hahaha
bagaimanapun aku mengkhawatirkanmu..”
Masih
terdengar suara D.O yang masih mengelak dikhawatirkan oleh Chanyeol, sedangkan
Chanyeol tetap ngotot kalau ia sangat mengkhawarirkan D.O mereka tidak
menyadari bahwa tadi ada yang melihat mereka berciuman di koridor sepi itu
“Jadi
namja itu, karena namja itu aku tidak mendapatkan Chanyeol Oppa..”
# # # #
“Aigooo,
Chanyeol padahal tidak seperti itu dulu padaku..” ucap Baekhyun ketika ia
berjalan pulang dari seminar bersama dengan D.O rasanya Baekhyun sudah
melupakan apa isi seminar tadi karena yang ada di dalam otaknya saat ini adalah
pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia ajukan pada D.O “Dia benar-benar sangat
menyukaimu ternyata..” ledek Baekhyun sambil menyenggol bahu D.O dengan bahu
nya
“Aish,
hentikan sudah.. kau tidak bosan apa mengejekku sedari tadi..” omel D.O sambil tertawa
pelan dan menyenggol balik bahu Baekhyun dengan bahu nya
“Aish,
D.O-ah.. kalian membuat ku iri..” ucap Baekhyun sambil memeluk manja lengan D.O
membuat D.O tertawa melihat apa yang di lakukan Baekhyun padanya, paling tidak
jika ia sedang mengobrol dengan Baekhyun saat ini ia sedikit melupakan tentang
yeoja yang tadi sangat terlihat menyukai namjanya
“Lepaskan,
kau membuat kita diperhatikan banyak orang..”
“Ya,
jika dengan Chanyeol kau terima-terima saja, kau kejam sekali D.O-ah..”
Baekhyun mengerucutkan bibirnya tanda merajuk
“Itu
berbeda Baekhyun-ah..” D.O melangkah meninggalkan Baekhyun yang tengah merajuk
tapi dengan cepat Baekhyun kembali menyusulnya
“Ya, kau baik-baik saja?
Kuperhatikan di seminar kau tidak seaktif biasanya, kau banyak melamun…” Tanya
Baekhyun penasaran, selain penasaran dengan hubungan Chanyeol dan D.O tentu
saja ia juga penasaran apa yang terjadi dengan sahabatnya ini seingatnya tadi
sebelum ia meninggalkan Chanyeol dengan D.O namja mungil itu masih terlihat
seperti biasa tetapi ketika D.O mendatanginya diruang seminar tingkah D.O
sedikit berbeda
“Aniya, aku baik-baik saja
Baekhyun-ah..”
“Kotjimal, aku mengenalmu sudah
sejak lama Do Kyungsoo dan aku tahu jika terjadi sesuatu padamu..” Baekhyun
menahan langkah D.O “Jadi ceritakan padaku ada apa?”
D.O menghela nafas lalu menatap
Baekhyun “Apa menurutmu Chanyeol cocok denganku? Apa aku pantas untuknya?”
Baekhyun mengerutkan keningnya
“Kalian bertengkar?”
D.O segera menggeleng bahkan sampai
menggerakan kedua tangannya “Aniya.. kami tidak bertengkar Baekhyun-ah..”
“Lalu?? Kenapa kau bertanya tentang
hal konyol itu?”
“Apa kau tidak merasa Chanyeol
lebih cocok dengan seseorang yang lebih baik dariku?” D.O menatap wajah
Baekhyun yang terdiam menatapnya, apa dirinya salah berbicara?? “Maksudku, kau
lihat diriku Baekhyun-ah.. aku namja.. Chanyeol namja.. dan dia sangat tampan
apa menurutmu namja tampan seperti Chanyeol bukannya lebih cocok bersanding
dengan seorang yeoja?”
Baekhyun menghela nafas “Chanyeol
menyukaimu D.O-ah, dan itu tidak bisa kau sanggah lagi dia tidak menyukai yeoja
manapun… lagipula Chanyeol sangat baik bukan padamu?”
D.O menatap Baekhyun lagi ia
mengangguk yang Baekhyun katakan benar, Chanyeol sangat baik padanya walau
kemarin sikap penolakannya pada Chanyeol seharusnya menyakiti hati namja itu
“Lalu, kenapa kau dan Chanyeol berpisah?”
“Aku dan Chanyeol hanya bisa merasa
hubungan kami sebatas teman, sahabat, maka dari itu kami berpisah… ayolah apa
yang kau fikirkan? Aku tidak apa-apa dengan hubunganmu dengan Chanyeol
D.O-ya..”
D.O menggeleng “Aniya ini bukan
tentang mu Baekhyun-ah, ini tentang seseorang… dan aku yakin dia sangat
menyukai Chanyeol mungkin melebihi sukaku padanya..”
Baekhyun mengerutkan keningnya ia
tidak mengerti siapa yang dimaksud D.O saat ini? Ia tidak pernah tahu Chanyeol
dekat dengan siapapun terlebih dengan yeoja manapun “Maksudmu? Yeoja? Siapa yang
kau bicarakan?”
D.O kembali menggeleng “Aniya,
lupakan..” namja mungil itu mencoba tersenyum seolah-olah barusaja ia tidak
membahas tentang apapun “Kajja kita ke flatku, akan kutraktir kau makan..” ucap
D.O senang dan tentu saja Baekhyun juga ikut senang ia segera merangkul bahu
D.O dan menarik D.O agar melangkah bersama nya tetapi langkah Baekhyun dan D.O
terhenti ketika seseorang menarik lengan D.O dengan kuat hingga rangkulan
Baekhyun terlepas dari bahu D.O bahkan D.O sampai berbalik badan seketika
‘Plaaaaak’
D.O
terdiam Baekhyun melongo kaget sahabatnya di tampar tiba-tiba oleh seorang
yeoja yang entah siapa di tepi jalan raya “Ya!! Apa yang kau lakukan?!” omel
Baekhyun sambil mendorong yeoja yang tiba-tiba menampar D.O agar yeoja itu
menjauh
“Ini bukan
urusanmu!” yeoja itu kembali menghampiri dan menatap D.O “Kau berani-berani nya
merebut Chanyeol Oppa dariku, kau tahu berapa lama waktu yang kuhabiskan dengan
mengikuti kencan buta agar bisa berkencan dengan CHanyeol Oppa!” teriak yeoja
itu lagi tepat di depan D.O
“Mwoya,
yak kau ini siapa?” Baekhyun kembali mengomeli yeoja itu bahkan menarik tangan
yeoja itu agar berbalik menghadapnya
“Bukan
urusanmu, urusanku dengan dia yang sudah merusak kencanku!” yeoja itu menunjuk
D.O yang tengah menatapnya “Jika kau tidak ada mungkin sekarang aku yang
bersama Chanyeol Oppa!”
D.O
tersentak mendengar ucapan yeoja itu, jika dirinya tidak ada? Jika ia tidak
bertemu Chanyeol mungkin yeoja ini tidak akan seperti ini.. tetapi apa dirinya
yang salah? Chanyeol menyukai nya dan dirinya juga menyukai Chanyeol tidak ada
yang salah disini bukan? Kenapa yeoja ini seolah-olah menganggapnya parasit
diantara yeoja itu dan Chanyeol
“Kau
bicara apa, CHanyeol memang sudah menyukai D.O sejak lama..” omel Baekhyun
sambil mendorong bahu yeoja itu agar kembali menjauhi D.O entah kenapa Baekhyun
merasa yeoja ini bisa saja mencelakai sahabatnya
“Yak,
kalian merebut Chanyeol Oppa dariku!!” yeoja itu tiba-tiba memukul-mukul
Baekhyun dengan tas miliknya sedangkan Baekhyun melindungi kepala dan tubuhnya
dengan tangannya
“Yaaak!!”
jujur saja Baekhyun sangat ingin meninju yeoja dihadapannya ini sayang saja ia
seorang pria yang pantang memukul seorang yeoja
“Hajima!!”
bentak D.O sambil menahan tangan yeoja itu “Aku tidak perduli bagaimana kau
memukulku atau memarahiku ataupun menuduhku dan menyalahkanku tetapi, jangan
sentuh sahabatku, terlebih ChanyeolKu!” ucap D.O sambil menatap tegas yeoja
yang tiba-tiba histeris hanya karena tidak bisa mendapatkan Chanyeol
“Kau..”
Yeoja itu menarik napas dalam-dalam “Lebih baik kau tidak ada!!” teriaknya
sambil menepis tangan D.O yang tengah menahan gerakan tangannya dan tiba-tiba mendorong
D.O dengan kuat sampai D.O terhempas ke jalan raya bertepatan dengan mobil min
bus yang datang dari belakangnya
“D.O-ah!!”
‘Braaaaaak!’
Chanyeol
berlari dari kampusnya menuju rumah sakit otak nya tidak bisa lagi berfikir
dengan benar setelah mendapat telfon dari Baekhyun yang menangis di ujung
sambungan mengatakan bahwa namja nya sekarang dirumah sakit bahkan ia sampai
lupa mempergunakan mobil nya yang terdapat di dalam parkiran universitasnya daripada
berlari seperti orang bodoh sekarang
“Chanyeol-ah, D.O..”
“Wae?”
“….” Hanya terdengar isak tangis “D.O di rumah
sakit, dia tertabrak mobil..”
Chanyeol
berlari masuk ke lobby rumah sakit ia menoleh ke kanan dan kiri “UGD.. dimana
UGD?” ucap nya sambil menahan langkah suster yang lewat di hadapannya
“Disebelah
sana..” tunjuk suster itu sembari tetap berjalan tergesa-gesa meninggalkan
Chanyeol, dan Chanyeol pun segera berlari kearah yang di tunjuk suster tersebut
ia bahkan sampai lupa mengucapkan terima kasih pada suster itu, Chanyeol
terlalu panic mendengar Baekhyun mengatakan D.O kecelakaan entah apa yang
terjadi kenapa D.O bisa tertabrak mobil? Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada
namjanya?
“Baekhyun-ah..”
Chanyeol segera memanggil dan menghampiri Baekhyun ketika ia tiba di koridor
ruang UGD “KyungSoo eodia?”
“Dia
sudah di bawa ke kamarnya.. aku menunggumu disini..”
“Apa
yang terjadi kenapa sampai bisa mobil menabrak nya?” Tanya Chanyeol sembari
menguncang-guncang tubuh Baekhyun
“DIa..”
Baekhyun menunjuk yeoja yang bertengkar dengan mereka tadi yang berdiri disudut
ruang tunggu UGD
“Dia?
Kenapa dengan dia?” Tanya Chanyeol lagi setelah melihat siapa yang di tunjuk
Baekhyun itu yeoja yang tadi memeluknya di kantin dan berkata memilik janji
kencan buta dengannya di hari yang sama dengan hari kencannya bersama D.O
“Dia
mendorong D.O.. dia yang menyebabkan D.O tertabrak..”
Chanyeol
lemas ia tidak sangka yeoja itu melakukan hal diluar bayangannya, apa karena
yeoja itu kesal dirinya lebih memilih D.O daripada wanita itu? Kenapa bukan
dirinya saja yang di dorong yeoja itu ke depan mobil kenapa harus D.O-nya?? Chanyeol
melangkah lemas kearah yeoja itu “Kau..”
“O-Oppa…”
yeoja itu menatap Chanyeol wajah itu terlihat takut karena melakukan kesalahan
tetapi bibir yeoja itu tersenyum aneh ketika menatap Chanyeol dan melihat namja
tinggi itu menghampirinya “Aku tidak sengaja, ini bukan salahku.. dia yang
menggangguku, jika dia tidak ada kita..”
“KITA!!!”
Chanyeol memukul kaca di sebelah yeoja itu sampai pecah bahkan memuat wajah
yeoja itu pucat pasih “Lebih baik kau yang tidak ada..” ucap Chanyeol dingin
bahkan menatap yeoja itu dengan pandangan tidak bersahabat sebelum ia kembali beranjak menghampiri Baekhyun lalu
menarik Baekhyun meninggalkan yeoja yang masih ketakutan berdiri di tempatnya
sedari tadi “Kajja kita temui KyungSoo..”
Chanyeol
mengenggam handle pintu kamar Kyungsoo “Kau yakin tidak ingin masuk?”
Baekhyun
menggeleng “Aku menunggu disini, aku sudah bertemu dengannya tadi sebelum dia
dipindahkan kekamar ini..”
Chanyeol
membuka pintu kamar D.O “KyungSoo-ah..” panggil Chanyeol ketika melihat D.O
yang terlihat sudah sadar bahkan tidak ada perban yang melilit kepalanya
seperti nya tadi kecelakaan ringan, untung saja “Kau sudah sadar?”
D.O menoleh
lalu menatap Chanyeol dengan pandangan bingung “Nuguya?” D.O melongokan
kepalanya dan melihat Baekhyun diluar kamar lalu kembali menatap Chanyeol yang
menatapnya heran “Kenapa Baekhyun membiarkanmu masuk kesini?”
Chanyeol
mengerutkan keningnya lalu menghampiri D.O “Mwoya? Kau tidak mengenaliku? Ini
aku Park Chanyeol..”
“Park
Chanyeol? Nugu?”
Chanyeol
menatap D.O sesaat lalu segera keluar kamar lalu menarik Baekhyun masuk kedalam
kamar rawat D.O “Kau mengenalnya?”
“Tentu
saja dia sahabatku..” jawab D.O dengan wajah datar sedangkan Baekhyun bingung
mendengar pertanyaan yang Chanyeol lontarkan
“Mwoya??”
Tanya Baekhyun bingung kenapa Chanyeol harus bertanya pada D.O apa namja itu
mengenali dirinya atau tidak
Chanyeol
kembali mendekati D.O “Lalu kenapa kau tidak mengenalku Kyungsoo-ah??” Tanya
Chanyeol frustasi
D.O
mengalihkan tatapan matanya pada Chanyeol “Memang sejak kapan aku mengenalmu?”
Tanya D.O kembali sambil menatap Chanyeol datar bahkan karena ucapannya
Chanyeolpun terdiam ditempatnya jujur saja Chanyeol tidak mengenali D.O yang
seperti ini “Baekhyun-ah aku ingin pulang tubuhku baik-baik saja..”
Baekhyun
melongo mendengar pembicaraan Chanyeol dan D.O “D.O-ah, kau sedang bercanda?
Kau tidak mengenal Chanyeol?” Tanya Baekhyun sembari mendekati D.O sambil
menunjuk Chanyeol yang berdiri di belakang nya
D.O
menggeleng yakin “Ani, memang sejak kapan aku mengenalnya?” D.O menunjuk
Chanyeol “Memang kau mengenalnya Baekhyun-ah?”
Chanyeol
dan Baekhyun saling berpandangan bingung terlebih Chanyeol ia bukan hanya
bingung bahkan ia frustasi kenapa bisa-bisa nya D.O tidak mengingatnya sama
sekali, bahkan perih di tangan kirinya tidak sebanding dengan perih di hatinya
ketika D.O mengatakan tidak mengenalnya dan menatapnya sedatar itu
“Hasil
CT-Scan otak KyungSoo-shii sudah kuperiksa..” ucap Dokter sambil menggenggam
sebuah kertas di tangannya “Benturan yang diterima otak belakang nya membuatnya
melupakan sebagian memorynya..”
“Maksudnya
KyungSoo hilang ingatan?”
“Bisa
di bilang seperti itu hanya saja sebagian memory nya saja yang hilang, memory
yang membuatnya mungkin stress atau terlalu tertekan sesaat sebelum terjadi
kecelakaan tersebut..”
Chanyeol
mengigit bibirnya ia benar-benar akan gila mendengar penjelasan dokter “Lalu
apa ingatannya akan kembali?” Tanya Baekhyun
“Aku
tidak yakin bisa saja kembali bisa saja tidak, tergantung KyungSoo-shii
sendiri, dia ingin mengingat ingatannya kembali atau tidak.. atau bisa juga
dukungan lingkungan dan orang disekitarnya yang membantunya untuk kembali
mengingat kejadian yang hilang dari memory nya..”
Chanyeol
dan Baekhyun kembali terdiam mereka bingung apa yang harus mereka lakukan untuk
mengembalikan ingatan D.O yang entah kenapa bisa hilang begitu saja terlebih
kenapa harus ingatan tentang Chanyeol yang dilupakan D.O
“Aku
akan mengajak D.O untuk tinggal di apartement ku, begitu juga kau..” ujar
Baekhyun ketika dirinya dan Chanyeol melangkah keluar dari ruangan dokter dan
kini berjalan bersama di koridor rumah sakit menuju kamar rawat D.O
“Mwo?
Apa seperti itu tidak apa-apa?”
“Kurasa
tidak.. ingat apa yang dokter itu katakan bukan? Lingkungan dan orang sekitar,
kau harus selalu disekitarnya agar dia bisa mengingatmu kembali..”
Chanyeol
terdiam ia tidak yakin sebenarnya dengan rencana Baekhyun untuk tinggal
bersama-sama ia takut D.O malah tidak jadi tinggal bersama mereka jika D.O tahu
ada dirinya disana mengingat sikap dingin D.O padanya tadi sikap yang jauh
lebih parah daripada kesan pertamanya ketika bertemu dengan D.O di café milik
Lay
Baekhyun menepuk pundak Chanyeol
seolah-olah meyakinkan Chanyeol semuanya akan baik-baik saja, jujur Baekhyun
juga tidak yakin dengan rencana miliknya tetapi asal bisa membantu Chanyeiol
dan membuat ingatan D.O kembali tentu saja rencana gila ini pun akan dia coba “Hei
kau ingin dia cepat mengingatmu atau tidak?”
Chanyeol
akhirnya mengangguk “Baiklah, berikan aku kunci apartementmu aku akan
memindahkan sebagian barangku ke apartemenmu sebelum Kyungsoo pindah ke
apartementmu..” ucap Chanyeol setelah ia benar-benar yakin untuk menjalankan
rencana gila milik Baekhyun
# # # #
Baekhyun
membuka pintu apartementnya lebar-lebar dan melangkah masuk lebih dahulu lalu
meletakkan tas milik D.O di lantai “Cah! Ayo masuk, eommamu sudah memesan
padaku agar menjagamu dengan baik sampai kau benar-benar sembuh..”
D.O
melangkah masuk jujur saja ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba umma nya justru
memintanya tinggal dengan Baekhyun padahal dirinya merasa kalau tubuh nya sudah
baik-baik saja “Aku sudah benar-benar merasa sangat baik, aku bisa merasakan dan
mengetahui kesehatanku sendiri..” jawab D.O sambil memperhatikan rak sepatu
milik Baekhyun rasanya jumlah sepatu dan sandal di rak sepatu itu bertambah
lagi pula ukuran sepatu itu jelas-jelas bukan ukuran Baekhyun “Ada orang lain
disini?”
Baekhyun
menatap D.O kaget kenapa bocah ini cepat sekali menyadari kehadiran orang lain
di apartement miliknya, D.O setelah kecelakann jadi lebih peka atau bagaimana? “Ah,
itu..”
“Oh,
wasseo?” sapa Chanyeol yang tiba-tiba keluar dari dalam apartement Baekhyun
D.O dan
Baekhyun menoleh keasal suara “Kau… namja yang waktu itu bukan?” Tanya D.O
sembari menyipitkan matanya ia mencoba mengingat siapa namja tinggi
dihadapannya ini
“Ne,
Park CHanyeol.. itu namaku..” Chanyeol tersenyum lebar ketika sudah berdiri di
depan Baekhyun dan D.O
D.O
menatap Chanyeol sesaat lalu menoleh kearah Baekhyun “Kenapa dia ada disini
Baekhyun-ah?” Tanya D.O bingung, sedangkan Baekhyun dan CHanyeol berpadangan
bingung juga sesaat bodohnya Baekhyun belum memikirkan alasan kenapa Chanyeol
bisa sampai ada di apartementnya
“Mwo? A..
Ah, Dia memang tinggal disini D.O-ah..” ucap Baekhyun setenang mungkin agar D.O
tidak mengetahui bahwa ia tengah berbohong
D.O menatap
Baekhyun sesaat lalu mengangguk dan melepas sepatunya “Oh..” D.O beranjak masuk
kedalam rumah melewati Chanyeol begitu saja sedangkan Chanyeol hanya bisa
menahan sesak didadanya saat D.O melewatinya begitu saja bahkan senyum lebar
yang sudah terukir di bibirnya untuk D.O terpaksa iya telan bulat-bulat kembali
karena D.O sama sekali tidak membalas senyumannya
Baekhyun
menatap punggung D.O dan wajah Chanyeol bergantian, ia menghela nafas pelan “Sudahlah,
kita akan berusaha mulai hari ini..” ucap Baekhyun sambil menepuk lengan
Chanyeol lalu melangkah mengikuti langkah D.O masuk kedalam apartementnya
“Lalu
dimana kau akan menempatkanku dirumah ini?” Tanya D.O sambil mendudukkan
dirinya di sofa ruang tengah apartement
Baekhyun
tersenyum girang, ini puncak alasan gilanya dengan rencana membuat mereka
berdua berada dalam satu rumah “Nah, berhubung kamarku sangat sempit dengan
peralatan-peralatan music ku, kau akan tidur bersama dengan Chanyeol..”
“Uhuuk!”
Chanyeol tersedak ketika ia minum begitu mendengar ucapan Baekhyun, namja itu
gila apa?
Baekhyun
menoleh melihat Chanyeol tengah melotot kearahnya sedangkan D.O hanya
menatapnya dengan wajah yang super duper biasa “Maksudku sekamar.. bukan tidur
bersama..” Baekhyun segera meralat perkataannya begitu sadar ucapannya membuat Chanyeol
tersedak minumannya sendiri
“Oh ya sudah, dimana kamarnya aku
akan membereskan barang-barangku..” ucap D.O segera kembali berdiri rasanya
tidak ada perasaan khusus yang D.O rasakan karena dibuat sekamar bersama
Chanyeol wajah D.O terlalu datar dan terlalu biasa berbeda dengan Chanyeol
“Biarku
bantu..” ucap Chanyeol segera membawa tas milik D.O kekamar yang di maksud
Baekhyun setelah Baekhyun memberikan kode padanya agar mengantarkan D.O ke
kamar yang akan di tempati mereka berdua di apartement ini, dan D.O pun
menyusul Chanyeol menyisakan Baekhyun
yang kini lompat kegirangan
“Pasti
berhasil… aahhh Byun Baekhyun kau memang pintar..” ucap nya kembali
membanggakan dirinya sendiri
D.O
menatap isi kamar lalu menatap Chanyeol yang tengah meletakkan tas miliknya di
dekat tempat tidur “Aku akan mengosongkan sebagian lemari agar kau bisa
meletakkan baju-bajumu di lemari..” ucap Chanyeol
“Perlu
bantuanku?” Tanya D.O sembari membuka hoodienya dan meletakkannya dia atas
tempat tidur lalu menghampiri Chanyeol
“Tentu
saja jika kau tidak keberatan..” sahut Chanyeol senang ia bahkan sudah membuka
lebar lemari dan memindahkan barang-barang miliknya disisi kanan ke sisi kiri
D.O kembali
menghampiri tas nya di dekat tempat tidur dan mengeluarkan pakaian miliknya
lalu kembali melangkah ke llemari dan menyusun pakaiannya di sisi kanan lemari
ia sesekali menoleh kearah Chanyeol “Sudah berapa lama kau tinggal disini?”
Tanya D.O
“A..
sudah..Ekhm Seminggu mungkin.. aku lupa hahaha..” jawab Chanyeol penuh
kebingungan tidak mungkin bukan dia katakan yang sejujurnya ia tinggal baru
saja hari ini bersamaan dengan D.O hanya barang-barangnya saja yang sudah ada
disini semenjak 2 hari lalu
“Ah,
lalu bagaimana kau mengenal Baekhyun?” Tanya D.O lagi rasanya ia ingin
membangun pembicaraan dengan teman sekamar nya ini
“Uhm,
Baekhyun mantan kekasihku..” jawaban Chanyeol sukses membuat lengan D.O
berhenti bekerja bahkan D.O terdiam “Ketika SMA dulu..”
D.O
kembali menghampiri tasnya yang tadi ia pindahkan dari lantai ke kasur King
Size yang akan menjadi tempatnya tidur bersama dengan Chanyeol “Ah jadi kalian
sekarang sudah kembali begitu?” Tanya D.O sembari membelakangi Chanyeol dan
mengeluarkan sisa pakaiannya dari tas kali ini Chanyeol yang mematung mendengar
ucapan D.O “Seharusnya dia yang sekamar denganmu dan memberikan kamarnya
padaku..” lanjut D.O sambil kembali menghampiri lemari dan kembali menata
baju-bajunya di lemari, D.O menoleh menatap Chanyeol yang justru jadi terdiam
di sisinya “Bukan kah begitu Chanyeol-ah?”
Chanyeol
menghela nafas pelan “KyungSoo-ah, kau benar-benar tidak mengingatku?” Tanya
Chanyeol, ia bahkan berdiri menghadap namja mungil itu dan D.O hanya menoleh
dengan wajah datar nya wajah yang sama sedari tadi, dan sedari kemarin
D.O memperbaiki
posisi berdirinya menghadap Chanyeol “Aniyo, aku sama sekali tidak
mengingatmu..”
Chanyeol
menatap D.O dalam ia berharap tatapannya bisa memberikan penjelasan pada D.O
yang ia kejar saat ini bukan Baekhyun melainkan dirinya D.O itu alasannya Chanyeol
tinggal disini untuk D.O agar D.O mengingatnya “Aku berharap kau mengingatku
secepatnya..” hanya kata-kata itu yang akhirnya keluar dari bibir Chanyeol lalu
ia kembali membereskan pakaiannya
D.O
membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan kekiri, ia menatap jam weker di meja
nakas di sebelah tempat tidurnya dengan Chanyeol ini sudah jam 2 malam tetapi
mata nya masih saja terbuka lebar sepertinya ia tidak merasakan lelah sama
sekali “Hhhh…” D.O mendudukan dirinya di atas tempat tidur ia menoleh ke sisi kanannya
dan Chanyeol tengah tidur memunggunginya “Jinjja, apa yang terjadi padaku?” D.O
meraba dadanya kirinya terasa sangat sesak disana, terlebih ketika ia melihat
Chanyeol dan mengingat kata-kata Chanyeol agar dirinya mengingat namja jangkung
itu
“Apa aku
memang mengenalmu?” gumam D.O ia kembali menatap punggung lebar Chanyeol “Tapi
kenapa aku tidak mengingatmu sama sekali Chanyeol-ah.. sebenarnya siapa
dirimu?”
Chanyeol
membolak-balik telur di atas frypan milik Baekhyun, pagi ini ia akan menyiapkan
sarapan untuk mereka ber-3 ia jelas tahu Baekhyun bukan ahlinya untuk urusan
seperti ini dan D.O ketika ia bangun tadi D.O seperti nya masih bergelut di
dalam selimut
“Oooo!”
Chanyeol
menoleh keasal suara ketika meletakkan ke-3 telur mata sapi di atas piring
“Baekhyun-ah kau sudah bangun?”
“Aku
bahkan sudah wangi Chanyeol-ah..” Baekhyun menghampiri Chanyeol matanya tidak
lepas dari telur mata sapi yang disiapkan Chanyeol “Ini sarapan pagi ini?”
“Ne,
kau makanlah jika sudah lapar..” Chanyeol mengambilkan 2 potong roti untuk
Baekhyun “Ini..”
“Umm,
gomapta..” Baekhyun segera mengambil roti pemberian Chanyeol lalu meletakkan
telur di antara 2 roti itu “D.O belum bangun?”
“Seperti
begitu..” Chanyeol menyiapkan 2 potong roti juga dan meletakkan telur diantara
2 roti itu dan melakukan hal yang sama untuk 2 potong roti lainnya “Kau sudah
akan berangkat Baekhyun-ah?”
“Ne,
kau?” Baekhyun mengunyah roti sampai mulutnya pun susah untuk berbicara
“Aku
ada kelas siang..”
D.O
melangkah ke dapur sambil menguap bahkan ia masih menggaruk-garuk kepalanya
yang tidak gatal tetapi langkahnya tertahan ketika melihat Baekhyun dan
Chanyeol tengah berada di dapur, rasa haus di tenggorokannya tiba-tiba
menghilang entah kemana
“Aigoo,
apa kau tidak pernah berubah? Cara makanmu sangat berantakan Baekhyun-ah..”
Chanyeol membersihkan sisa telur di sudut bibir Baekhyun lalu mengelap
tangannya ke celana miliknya
Baekhyun
tidak perduli makannya berantakan salahkan roti buatan Chanyeol yang sedari
dulu memang sangat enak sama seperti racikan kopi milik Lay Hyung “Hahaha, mian
mian Chanyeol-ah roti buatanmu sedari dulu tidak berubah..”
Chanyeol
tersenyum senang “Jika masih mau makanlah punya ku..”
D.O
segera melangkahkan kembali kakinya kembali ke kamar, entahlah rasanya dadanya
semakin sesak jujur saja ia tidak mengerti kenapa dirinya merasakan seperti
ini? Chanyeol meminta dirinya untuk mengingat di namja jangkung itu untuk apa??
Dan untuk apa juga dirinya harus tinggal disini bersama dengan 2 mantan kekasih
itu?
“Sial..”
gumam D.O sambil mengelus dada kirinya yang lagi-lagi berdebar sesak rasa sesak
ini beda dengan rasa sesak yang ia rasakan saat subuh tadi, rasa sesak ini
benar-benar membuatnya ingin marah bahkan berteriak
“Yak
Byun Baekhyun itu sarapan untuk D.O apa kau benar-benar kelaparan?” omel
Chanyeol ia sudah rela roti telur miliknya di habiskan Baekhyun sehingga
dirinya harus memakan sereal yang sebenarnya sangat tidak mengeyangkan dirinya
“Ck,
kau pilih kasih sekali Chanyeol-ah..” Baekhyun merengut tetapi ia segera menepuk
lengan Chanyeol “Lalu bagaimana kemarin malam?”
“Apanya?”
“Apa
kalian menghabiskan malam sambil mengobrol?? Berbincang?? Atau apapunlah..”
Chanyeol
menaikkan sebelah alisnya “DIa tidur… kau puas, aku pun tidur..”
Baekhyun
melongo “Aish paboya Park Chanyeol..” Baekhyun menepuk kesal pundak Chanyeol
bersamaan dengan D.O yang sudah melangkah keluar dengan baju rapid ah tas di
punggungnya
“O,
D.O-ah…”
“Kyungsoo-ah,
sarapan dulu sebelum berangkat aku sudah..”
“Annyeong
aku berangkat..” D.O segera melangkah begitu saja melewati Chanyeol dan
Baekhyun bahkan namja jangkung itu belum menyelesaikan kalimatnya untuk D.O
“A…”
Baekhyun menatap punggung D.O dan wajah Chanyeol bergantian sepertinya Chanyeol sangat
kecewa, Baekhyun segera mengambil kotak bekal miliknya dan meletakkan roti
buatan Chanyeol untuk D.O kedalam kotak “Gwenchana akan kuberikan padanya..
annyeong aku berangkat dulu ne..”
Chanyeol
tidak menyahut atau memberikan tanggapan apapun ia cukup shock pagi pertama nya
dengan D.O justru seperti ini “Kyungsoo-ah..” gumamnya
“D.O!”
panggil Baekhyun sembari berlari mengejar D.O yang entah sejak kapan langkah
kaki pendeknya justru lebih cepat dari pada langkahnya “Yaak, Do Kyungsoo..”
Baekhyun meraih lengan D.O dan ketika namja bermata bulat itu berbalik Baekhyun
segera memberikan kotak bekal dari Chanyeol pada D.O “Ini sarapanmu, CHanyeol
sudah membuatkannya untukmu..”
D.O
menatap kotak bekal yang kini berada di atas telapak tangannya ia lalu menatap
Baekhyun lagi, entah kenapa justru ia mengingat ketika Chanyeol membersihkan
sisa telur di sudut bibir Baekhyun tadi di depan matanya “Aku tidak lapar..”
“Paling
tidak kau simpan untuk nanti, kau tahu dia menahan 1 roti ini agar tidak ku
makan hanya untukmu D.O-ya..”
D.O
kembali menatap kotak bekal itu lalu segera memasukkannya kedalam tas miliknya
“Katakan terimakasih padanya..”
“Sampaikan
sendiri D.O-ya, aku ini bukan tukang pos..”
“Baiklah
nanti akan kusampaikan..”
Baekhyun
tersenyum senang, paling tidak D.O mau menerima bekal dari Chanyeol ini sudah
permulaan yang bagus bukan? “Nanti setelah usai jam kuliah bagaimana jika kau
ikut denganku?” tawar Baekhyun ia sudah menlist rencana-rencana gila untuk D.O
dan Chanyeol
D.O
menggeleng pelan “Aniya, aku harus mencari pekerjaan sambilan..” D.O segera
melangkah berjalan duluan meninggalkan Baekhyun
Baekhyun
tersentak kaget dan segera mendekati D.O “Mwo? Kenapa tiba-tiba kau ingin
mencari pekerjaan sambilan?” Tanya Baekhyun bingung, padahal rencana awalnya
adalah D.O dan Chanyeol bisa menghabiskan waktu bersama di apartementnya sesuai
dengan rencana-rencana yang sudah bersarang dikepalanya dan taraaaa ingatan D.O
perlahan kembali
“Aku
hanya ingin mengisi waktu luangku..” jawab D.O sambil kembali melangkah
meninggalkan Baekhyun “Lagipula mantan kekasihmu sudah pindah ke apartement
bukankah aku tidak seharusnya mengganggu kalian..” lanjut D.O terus
meninggalkan Baekhyun lagi-lagi ingatannya tentang status Chanyeol dan Baekhyun
teringiang-ngiang di otaknya
“Ya,
Chamkanman!” panggil Baekhyun sambil menahan lengan D.O “Mworagoyo?” Baekhyun
membalik tubuh D.O agar menghadapnya seperti nya sahabatnya sekarang tengah
salah paham pada hubungannya dan Chanyeol
“CHanyeol,
dia memang mantan kekasihku tetapi apa kau tidak ingat kalau dia itu
kekasihmu!”
D.O
menatap Baekhyun kaget “Mwo? Haha, kau bercanda..” D.O tertawa sinis lalu
menghempaskan tangan Baekhyun yang menahannya
Baekhyun
memicingkan matanya menatap D.O ini pertama kalinya D.O marah padanya “Kau
cemburu eoh? Maka dari itu kau melakukan ini?” Tanya Baekhyun
“Aku
tidak cemburu, bahkan aku tidak merasakan apapun pada Park Chanyeol..” D.O
menatap Baekhyun dengan wajah datar nya walau sejujurnya ia ia tengah gugup
saat ini “Aku hanya tidak suka berada didekatnya..” D.O kembali melangkah
meninggalkan Baekhyun ia tidak bohong ketika berkata tidak suka berada di dekat
Chanyeol, D.O selalu merasa sesak jika melihat senyum Chanyeol padanya, ketika
Chanyeol mencoba berbicara padanya, dan ketika teringat ucapan Chanyeol agar
dirinya mengingat Chanyeol dengan tatapan semenyedihkan itu, terlebih ia tidak
mengerti kenapa rasanya semenyesakkan ini ketika ia melihat Chanyeol dan
Baekhyun tadi pagi, maka dari itu dia lebih memilih menghindar dari Chanyeol ia
tidak ingin merasakan sesak ini
“Mwo?
Ada apa dengannya? Jinjja, aku harus memikirkan cara lain..” Baekhyun
mengacak-acak rambutnya frustasi
Chanyeol
melangkah masuk kedalam apartement Baekhyun dan ia mendapati D.O tengah berada di dapur “Oh,
KyungSoo-ah kau sudah pulang?”
D.O
menoleh sesaat lalu kembali sibuk menuang air ke gelas nya “Ne, hari ini aku
pulang lebih cepat..”
Chanyeol
segera menghampiri D.O “Wae? Kau tidak enak badan?” Tanya Chanyeol penuh
semangat tetapi D.O segera berdiri menjauh dari Chanyeol
“Ani..
kau mau minum?” tawar D.O setelah berdiri sedikit jauh di belakang Chanyeol
“Tentu
saja..” Chanyeol berbalik badan dan segera meraih gelas milik D.O “Ya! Kau bisa
mengambil gelas baru bukan?” omel D.O
“Untuk
apa? Aku akan pakai gelas ini..” Chanyeol segera meminum sisa air yang ada di
gelas D.O sampai habis
D.O
menatap gelas yang ada dalam genggaman Chanyeol “Kalau begitu aku yang akan
mengambil gelas baru..” ucap D.O segera beranjak meninggalkan Chanyeol yang
kini terdiam mendengar kata-katanya, ia tidak mengerti kenapa D.O justru
terlihat semakin menjauhinya seperti ini semenjak mereka tinggal bersama ia
tidak merasakan kemajuan sama sekali tetapi ia malah semakin dijauhi D.O bahkan
sekarang D.O memilih untuk bekerja sambilan daripada menghabiskan waktu
luangnya di rumah bersama dengan nya dan Baekhyun
Chanyeol
menegak kopinya lalu meletakkan cangkirnya dengan kasar dimeja ia bahkan tidak
perduli dengan rasa pahit dari kopi yang ia tegak begitu saja jika di banding
pahit yang ia rasakan pahitnya kopi racikan Lay tidak ada apa-apanya, Chanyeol menghela
nafas berat ia tidak habis fikir kenapa D.O bisa melupakannya begitu saja? Apa
hanya karena hubungan mereka baru berjalan 2 hari? D.O tidak melupakan siapapun
kecuali dirinya dan semua kenangan mereka “Chanyeol-ah..” panggil Lay sembari
duduk di meja Chanyeol
Chanyeol
mendongak sesaat lalu kembali menunduk “Ne Hyung?”
“Gwenchana?”
Chanyeol
tersenyum kecut “Menurutmu? KyungSoo sama sekali tidak mengingatku Hyung..”
Chanyeol menatap sisa ampas kopi di gelasnya Ia merasa dirinya sama seperti
ampas kopi itu tertinggal begitu saja di dasar cangkir, sama sepertinya
tertinggal terbuang terlupakan dari ingatan namja yang sangat ia cintai “Menurutmu
apa aku bisa tetap baik-baik saja? Rasanya aku sudah hampir ingin mati Hyung..”
“DIa
tidak melakukan itu dengan sengaja, kau harus sedikit lebih bersabar..” Lay
ikut menghela nafas jujur ia sendiri tidak mengerti kenapa D.O bisa sampai
melupakan Chanyeol hanya Chanyeol seorang “Kau juga tidak bisa memaksanya
mengingatmu Chanyeol-ah..”
Chanyeol
menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi lalu menatap Lay “Kau tidak tahu
kan Hyung rasanya bagaimana diposisiku? Sakit Hyung.. aku di dekatnya tetapi
dia menghindariku, aku disisi nya tetapi dia sama sekali tidak mengingat ku, kemarin-kemarin
kami baik-baik saja tetapi sekarang kau lihat sendiri kami tidak baik-baik
saja..” Chanyeol terdiam sebentar “Lebih tepatnya aku yang tidak baik-baik saja
Hyung..”
“Jika
kau mencintainya kau harus bersabar, rasa sakitmu akan terbayar Chanyeol-ah..”
ujar Lay lalu kembali beranjak meninggalkan Chanyeol kembali ke meja bar
miliknya, Lay juga tidak mengerti harus mengucapkan apa pada Chanyeol, karena
dirinya tidak pernah di posisi Chanyeol
Baekhyun
tersenyum sampai seluruh gigi putihnya terlihat di hadapan Chanyeol dan
Kyungsoo “Mianhae, aku terlalu tiba-tiba mengatakannya..” Baekhyun
menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal “Tetapi Halmoniku benar-benar
memintaku untuk pulang beberapa hari untuk menemaninya..”
D.O
menatap Baekhyun dengan tatapan datar sedangkan Chanyeol menatap gusar Baekhyun
ia tidak tahu apa lagi rencana gila Baekhyun kali ini “Kalau begitu aku akan
kembali ke apartement ku saja..” ucap D.O bahkan sudah bangkit dari sofa andai
Baekhyun tidak menahan lengannya
“Ya,
andwae.. aku hanya pergi beberapa hari, kau harus tetap disini kalau tidak Umma
mu akan membunuhku.. anggap sekalian kau jaga rumahku..”
“Chanyeol
bisa menjaga rumahmu lagipula Ummaku tidak akan tahu..”
“Jebal
D.O-ah, untukku kau mau kan tetap tinggal disini? Hanya beberapa hari saja..”
mohon Baekhyun dan akhirnya D.O hanya menghela nafas mengalah pada Baekhyun
“Baiklah,
aku tidur dulu badanku lelah sekali..” ujar D.O sambil beranjak masuk kedalam
kamarnya sedangkan kini Baekhyun tengah menerima tatapan meminta penjelasan
dari Chanyeol
“Ini
hanya beberapa hari, kau pasti bisa Chanyeol-ah..” Baekhyun tertawa pelan
seolah-olah dirinya baru saja memberikan ide paling brilliant sejagat raya
“Kau
gila? Kenapa rencana gila seperti ini tidak kau rundingkan dulu denganku?”
“Lalu
kau menolak rencana ini?” Tanya Baekhyun
“Aku
tidak menolak, hanya saja..” Chanyeol menghela nafas, ber-3 dengan Baekhyun
saja D.O menjauhinya apalagi tanpa Baekhyun apalagi yang harus ia perbuat kali
ini, Baekhyun memang membuatnya bisa mati kerena terkena serangan jantung
karena rencana-rencana gilanya
“Kau
pasti bisa, jadi manfaatkan sebaik-baiknya..”
# # # #
Chanyeol
melangkah masuk kedalam kamar miliknya dengan D.O dan ia mleihat D.O sudah
mematut diri didepan cermin “Kau akan pergi?”
D.O
menatap Chanyeol dari pantulan kaca “Ne, kau sudah tahu bukan aku sudah bekerja
sambilan semenjak seminggu yang lalu..”
Chanyeol
mengangguk-angguk, D.O mengambil hoodie miliknya lalu memakainya dan segera
beranjak keluar dari kamar tetapi Chanyeol menahannya “Wae?” Tanya D.O sembari
menatap Chanyeol yang kini berdiri disisi kanannya
Chanyeol
menoleh “Apa kau ingin ku masakkan sesuatu ketika kau pulang?”
D.O
terdiam ia teringat ucapan Baekhyun kalau Chanyeol adalah namjachingunya karena
Chanyeol selalu menanyakan ingin makan apa padanya setiap hari setelah Baekhyun
menginap dirumah halmoninya “Jangan memasak apapun untukku..” D.O segera
kembali melangkah tetap lagi-lagi lengannya kembali di tahan Chanyeol
“Mau ku
antar Kyungsoo-ah?”
D.O
menoleh kembali menatap Chanyeol rasanya ia ingin memohon pada Chanyeol
berhenti bersikap seperti ini, kenapa namja jangkung ini harus selalu
berperilaku baik padanya padahal dirinya sama sekali tidak ingat siapa
Chanyeol, dirinya bersikap ketus pada Chanyeol, bahkan dirinya tidak merasakan
apapun kecuali sesak sangat sesak, selalu sesak jika ia berada di dekat
Chanyeol “Tidak usah..” D.O kembali melangkah dan kali ini ia tidak akan
membiarkan Chanyeol menahan langkahnya lagi
Chanyeol
mengendap-endap mengikuti D.O dari belakang menuju tempat namja bermata bulat
itu bekerja sambilan ia mengintip segala tindakan D.O ketika bekerja jujur saja
ia sudah lama selalu membuntiti Kyungsoo setiap namja itu berangkat kerja
bahkan akan pulang lebih awal untuk memasakan makan malam untuk Kyungsoo walau
namja mungil itu selalu berkata tidak usah memasakkan apapun untuknya, Chanyeol
duduk di depan minimarket tempat D.O bekerja sambilan ia memikirkan ratusan
bahkan ribuan rencana-rencana yang sepertinya tidak mungkin akan berhasil yang baru
saja terlintas di otaknya sampai-sampai ia mengetuk-ngetuk kepalanya frustasi
rasanya mendekati dan mendapatkan D.O kembali jauh lebih sulit daripada blind
date kemarin
“Kau?
Sedang apa kau disini?”
Chanyeol
tersentak kaget begitu mendengar suara D.O dari arah samping, mungkin dirinya
melamun terlalu lama sampai ia tidak sadar kalau D.O sudah menyadari keberadaan
dirinya di depan minimarket tempat namja itu bekerja “KyungSoo-ah?”
“Kau
membuntutiku?” Tanya D.O penuh selidik
“A-ani..
aku hanya sedang duduk disini..aku.. aku bosan di apartement sendirian..”
CHanyeol membetulkan posisi duduknya “Jadi kau bekerja disini?”
D.O
mengangguk sepertinya ia percaya dengan yang Chanyeol ucapkan “Aku sudah akan
pulang, kau mau ikut denganku atau tetap mau disini?” Tanya D.O dengan wajah
datarnya dan Chanyeol baru sadar D.O sudah rapih dengan hoodie yang namja itu
pakai tadi ketika akan berangkat kerja
“Tentu
saja aku akan ikut denganmu..” jawab Chanyeol penuh semangat bahkan namja
tinggi itu langsung beranjak bangkit dari duduknya hingga bangku yang diduduki
nya terjungkal jatuh kebelakang
“Mwoya?
Kau terlalu bersemangat..” omel D.O sambil membenarkan letak bangku yang
dijatuhkan Chanyeol dan mengerutkan alisnya ketika ia kembali menatap Chanyeol
yang tengah tersenyum lebar padanya
“Kajja
kita pulang, kita akan makan apa hari ini?” Tanya Chanyeol lagi-lagi penuh
semangat tiba-tiba otak cerdas nya mengomando nya agar menjadikan malam ini
kencan dadakan antara dirinya dan D.O
“Kau
lapar?” Tanya D.O sembari menatap Chanyeol dan kursi yang tadi Chanyeol duduki
memang tidak ada sisa bekas makanan di tempat tadi Chanyeol duduk “Aku baru
saja menerima gaji mingguanku akan kutraktir kau makan..”
“jinjja?
Kyungsoo-ah kau sangat baik..” Chanyeol dengan semangat langsung meraih wajah
D.O secara reflek lalu mencubit pipi D.O
dengan gemas
D.O
meringis ini pertama kalinya Chanyeol menyentuh wajahnya bahkan sampai
mencubitnya “Kenapa kau selalu memanggilku KyungSoo?” Tanya D.O bingung sembari
menatap Chanyeol yang kini berada tepat dihadapannya
Cubitan
di pipi D.O berganti dengan belaian pelan di pipi bulat itu tatapan D.O padanya
barusan tidak sama seperti beberapa waktu ini yang selalu menatapnya sangat
datar, tatapan D.O padanya mengingatkannya pada D.O nya yang dulu yang merona
hanya karena kata-kata bahkan sentuhannya “Karena, itu memang caraku
memanggilmu..”
D.O terdiam
menatap Chanyeol yang masih menatapnya bahkan jemari besar Chanyeol masih
bertengger manis di pipi bulatnya ia meresapi kata-kata Chanyeol panggilan itu apa
memang khusus antara dirinya dan Chanyeol? Dan otak nya lagi-lagi mengomandonya
untuk menanyakan apa benar yang dikatakan Baekhyun kalau Chanyeol adalah… D.O
segera menggeleng-gelengkan kepalanya sehingga jemari Chanyeol lepas dari pipi
bulatnya ia menjauhkan fikiran itu dari otaknya ia kembali melangkah terlebih
dahulu meninggalkan Chanyeol “Cepatlah jangan sampai aku berubah fikiran..” D.O
melangkah perlahan sembari menatap aspal dirinya baru sadar barusan ia tidak
merasakan sesak seperti biasa entah kenapa rasa sesak itu tidak muncul ketika
Chanyeol menyentuhnya
Chanyeol
segera menyusul D.O dan segera meraih lengan namja itu lalu memberikan D.O
selembar foto “Ini..”
Mau
tidak mau D.O berbalik badan menghadap Chanyeol “Mwoya?” Tanya D.O sembari
mengambil lembaran foto itu dari Chanyeol
“Aku harap
kau bisa mengingatku dari foto itu..” jawab Chanyeol ketika ia melihat D.O
mulai menunduk dan melihat foto mereka, foto ketika mereka berfoto di taman
hiburan di dalam photo box
Mata
D.O membulat ketika melihat seluruh foto di tangannya, ini semua fotonya dengan
Chanyeol benar-benar dirinya dengan Chanyeol, tetapi kenapa ia tidak mengingat
kejadian ini sedikitpun? Mata D.O kian membulat besar ketika melihat salah satu
deretan foto dirinya dan Chanyeol, namja tinggi itu tengah mencium pipi nya,
foto apa ini kenapa ia tidak ingat sama sekali pernah berfoto seperti ini
dengan Chanyeol “A-aku..” D.O menggaruk pipinya canggung sambil mengembalikan
selembar foto itu pada Chanyeol “A-aku tidak jadi mentraktirmu, kita pulang
saja..” ucap D.O langsung meninggalkan Chanyeol di belakang, ia tidak bisa
membiarkan Chanyeol melihat wajahnya yang amat sangat terkejut terlebih kini
dirinya terbata-bata ketika berucap
“Ne?
tidak jadi mentraktir?” gumam Chanyeol bingung, karena perubahan sikap D.O
padanya “Mwoya? Efek foto itu terlalu besar kah?” gumam Chanyeol lagi dan
langsung mengikuti D.O melangkah pulang sambil kembali menyimpan foto berharga
nya kedalam saku coat yang ia pakai “KyungSoo-ah..”
“Ne?”
Tanya D.O tanpa menoleh
“Boleh
ku pinjam ponselmu?” Tanya Chanyeol ketika ia sudah berada di samping D.O dan
tidak lama Chanyeol menerima ponsel milik D.O ditangannya, Chanyeol
mengotak-atiknya sesaat lalu dengan gerakan cepat ia meraih bahu D.O
merangkulnya dalam dekapannya dan mengarahkan ponsel milik D.O di hadapan mereka
“Say Chesee KyungSoo-ah..”
“Ehh?
Mwo?”
‘Cliiick’
Chanyeol
tersenyum lebar lalu menyimpan hasil fotonya bersama D.O dan mengembalikan
ponsel pada D.O “Jika kau lupa akan foto yang lama itu, maka akan kubuat kan
foto yang baru step by step..” ucap Chanyeol sambil mengacak-acak rambut D.O
dan tersenyum lebar lalu segera beranjak melangkah lebih dahulu dari pada D.O
“Mwoya..”
D.O tertawa kecut karena ulah Chanyeol lalu segera menyimpan ponselnya kembali
kedalam saku hoodie nya dan berjalan menyusul Chanyeol di depannya “Yak
chankanman…”
D.O
meletakkan sepanci ramen di tengah-tengah meja makan sedangkan Chanyeol seudah
mengendus-endus ramen itu “Hanya ini sarapan kita KyungSoo-ah?”
“Iya
memang kau mau apa lagi? Setelah sarapan segera berangkat..” omel D.O dan
dengan patuh Chanyeol duduk di bangku sembari menatap D.O
“Wae??
Ada yang salah dengan wajahku?”
Chanyeol menggeleng
lalu mulai memakan ramen nya sambil sesekali melirik D.O “Lalu apa yang akan
kau lakukan?”
“Hari
ini aku libur, mungkin aku akan tidur dirumah.. dan sore hari aku akan
berangkat kerja sambilan..”
“Mau
kutemani?” tawar Chanyeol semangat
“Tidak
usah, sebaiknya cepat habiskan..” D.O melangkah masuk kedalam kamarnya ia
meninggalkan Chanyeol yang sekarang malas-malasan memakan ramennya, kenapa D.O
masih menjauhi nya ia fikir keadaan sudah membaik semenjak kemarin malam
D.O
menghampiri meja belajar milik nya dan Chanyeol, mereka memakainya bergantian
walau sebenarnya lebih sering dirinya yang menggunakannya, D.O meraih buku
milik CHanyeol dan membuka nya lalu mengambil foto yang kemarin malam
Chanyeol perlihatkan padanya, D.O
menatap foto itu baik-baik apa benar ini dirinya? Apa benar dia melupakan
Chanyeol? Apa benar Chanyeol kekasihnya?
“Saranghae..”
“Omo!” D.O tanpa sadar menjatuhkan
selembar foto itu lalu meremas pakaiannya sendiri bisikan suara yang barusan
masuk keotaknya membuat dada nya sesak, sampai-sampai D.O jatuh terduduk
dilantai
“KyungSoo?!”
Chanyeol yang baru masuk kekamar kaget melihat D.O terduduk di lantai dan segera
menghampiri namja mungil itu lalu membantu D.O berdiri “Gwenchana??” CHanyeol
mendudukkan D.O di tepi tempat tidur sedangkan dirinya berlutut di depan D.O
menatap namja mungil itu khawatir “Ada yang sakit? Apa yang terjadi? Kau
sakit?”
“Chanyeol-ah..”
“Ne?”
jawab Chanyeol tanpa menoleh dan masih sibuk mengecek lengan pergelangan tangan
dan kaki D.O ia benar-benar takut sesuatu terjadi lagi pada D.Onya
“Nuguya?”
Chanyeol
menoleh menatap D.O bingung “Mwo? Maksudmu?”
“Kenapa
aku mendengar suara mu di otakku? Kau siapa?” Tanya D.O dengan tatapan putus
asa, ia bukannya tidak tahu ada sebagian memory nya yang hilang ia sudah
menyadari sejak awal melihat Chanyeol dirumah sakit terlebih ketika namja itu
terus menerus memintanya untuk mengingatnya, dan ia juga bukan tidak tahu semua
usaha Baekhyun agar dirinya bisa kembali mengingat Chanyeol, ia sudah berusaha
mengingat tetapi tidak bisa yang terngiang hanya sebuah kata ‘Saranghae’ bahkan yang ia rasakan hanya
rasa sesak jika berada di dekat Chanyeol dan melihat namja itu seolah-olah
memohon padanya agar ia mengingat Chanyeol
Chanyeol
menangkup kedua pipi D.O ia baru sadar selama ini bukan D.O tidak mengingatnya
D.O selalu berusaha mengingatnya tetapi tidak bisa “Tidak apa jika kau tidak
mengingatku.. jangan menyiksa dirimu sendiri KyungSoo-ah..”
“Aku
hanya ingin tahu kau siapa bagiku?” D.O menunduk ia benar-benar putus asa
“Aku hanya
seseorang yang baru kau kenal 2 hari sebelum kecelakaan itu terjadi, aku hanya seseorang
yang mencintaimu, aku seseorang yang akan selalu menunggumu mengingatku
kembali, aku Park Chanyeol..”
D.O
perlahan memeluk Chanyeol erat dan dibalas pelukan lebih erat dari Chanyeol
jika gerak tubuh bisa berbicara maksud pelukan Chanyeol tentu saja kerinduan
yang luar biasa, D.O tidak mengingat Chanyeol tetapi ia tahu Chanyeol tidak
berbohong padanya, ia hanya ingin memeluk namja tinggi itu karena sentuhan
Chanyeol benar-benar menghilangkan rasa sesak di dadanya “Kau bilang 2 hari
kita baru kenal sebelum kecelakaan itu?”
“Sebenarnya
tidak sampai 2 hari..” Chanyeol melepas pelukan D.O lalu tertawa pelan sembari
menatap D.O yang juga tengah menatapnya “Nanti kau akan mengingatnya
perlahan..” ia menatap D.O dengan senyum lebar nya, paling tidak kini D.O tahu
siapa dirinya walau tidak sepenuhnya mengingatnya hal ini merupakan kemajuan
pesat untuk hubungannya dan D.O
D.O
menatap senyuman lebar yang hanya di miliki oleh Chanyeol, bahkan ia bisa
melihat semua gigi milik Chanyeol sampai ke geraham nya “Entah sejak kapan aku
mulai menyukai senyum lebar mu itu..” ucap D.O jujur sambil sedikit
menyunggingkan sedikit senyum di wajahnya yang belakangan ini selalu berexpresi
datar dan menunjuk senyum di bibi Chanyeol
“Jinjja?”
Chanyeol makin tersenyum lebar mendengarnya bahkan kuping caplangnya sudah memerah
karena terlalu senang ini benar-benar kemajuan yang sangat sangat sangat pesat “Ah,
mana ponselmu?” namja caplang itu segera menadahkan tangan kanannya di hadapan
D.O
D.O
dengan wajah bingung mengambil ponsel di saku celananya “Igo..” D.O memperhatikan
Chanyeol yang langsung mengambil ponsel miliknya lalu segera mengotak-atik
ponselnya “Jangan bilang kau ingin selca dengan ku?”
“Bukankah
sudah kukatakan kita akan mengumpulkan kenangan foto-foto itu dari awal lagi..”
Chanyeol segera bangkit dari berlututnya di lantai lalu pindah duduk di samping
D.O di tepi tempat tidur “Say Cheese?” ucap Chanyeol sambil merangkul D.O dan
mengarahkan kemera ponsel D.O di hadapan mereka berdua
“Cheeseeee..”
‘Klik’
Chanyeol
mengembalikan ponsel D.O setelah melihat hasil foto mereka “Ini ku kembalikan,
aku harus segera berangkat sampai bertemu nanti malam..” ucap Chanyeol sembari
mengacak-acak rambut D.O lalu beranjak keluar dari kamar setelah mengembalikan
ponsel namja bermata bulat itu menyisakan D.O yang kembali tersenyum sambil
melihat hasil selca ke-2 mereka
# # # #
D.O mengelap
meja tamu di depan minimarketnya, ia harus selalu membersihkan sisa makanan
dari pengunjung yang makan di depan minimarketnya, ia membawa setumpuk sampah dalam
kantong plastic berwarna hitam besar lalu membuangnya di tempat sampah di
samping minimarket
“Huft,
kenapa pengunjung hari ini banyak sekali?” gumam D.O sembari mengecek jam
tangannya yang menunjukkan jam berapa sekarang “Sebentar lagi jam kerja ku
selesai..” D.O kembali melangkah ke minimarket sembari mengelap kedua tangannya
di celemek hitam yang ia gunakan tetapi langkahnya terhenti karena sudah ada
seorang yeoja berdiri di depan minimarket nya, awalnya ia tidak ingin
menanggapi yeoja yang tengah menatapnya dengan tatapan super duper aneh itu,
selain karena ia tidak kenal dia juga tidak tertarik pada penampilan ataupun
wajah wanita itu jadi D.O berjalan begitu saja melewati yeoja itu hingga yeoja
itu tiba-tiba mengajaknya berbicara
“Ternyata
benar kau kehilangan ingatan?”
D.O
menghentikan langkahnya lalu menoleh perlahan kebelakang “Kau berbicara padaku?”
“Tentu
saja aku berbicara padamu..”
“Nuguya?”
D.O mengerutkan keningnya tanda kebingungan
“Aku?
Kau benar-benar lupa padaku?” Yeoja itu mendekati D.O, dan D.O makin mengerutkan
dahi nya ia memang seperti familiar dengan wajah yeoja yang sedari tadi menatapnya
seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup, memang apa salahnya?
“Maaf
aku tidak mengingatmu.. apa kita saling mengenal?”
“Keure!
Kita saling mengenal tepat sebelum kau kecelakaan..”
‘Deg’
D.O
terdiam kenapa bisa yeoja ini mengenalnya sebelum ia kecelakaan? Sebenarnya
kenapa sampai ia bisa tertabrak mobil ia tidak pernah bertanya pada Baekhyun
dan Baekhyun pun tidak pernah bercerita apapun padanya, Baekhyun terlalu sibuk
memikirkan cara untuk mendekatkan kembali dirinya dan Chanyeol dan lagipula
dirinya juga sama sekali tidak terlalu ingin tahu kenapa hari itu ia terbangun
di RS dan tiba-tiba juga Chanyeol muncul di depan matanya untuk yang pertama
kalinya
“Ah,
ternyata benar-benar melupakanku… kenapa saat itu kau tidak menghilang saja
kenapa kau harus selamat, sedikit lagi aku bisa mendapatkan Chanyeol Oppa
tetapi kau selalu menghalangiku!” ucap yeoja itu mendorong D.O sampai namja
bermata bulat itu terjatuh di depan minimarket
“Kau..” yeoja itu menatapnya benci “Lebih
baik kau tidak ada!!” dan sekarang ia merasa di dorong dengan keras oleh yeoja
itu hingga ia menoleh kesamping kanannya mobil tengah melaju kearahnya
‘Chanyeol-ah..’
D.O meremas pakaiannya
sesak, kenapa ada kejadian seperti itu melintas dikepalanya siapa yeoja ini apa
hubungannya dengan Chanyeol? Kecelakaan itu? Apa hubungannya dengan mereka? Apa
yeoja ini yang mendorongnya hingga kecelakaan itu terjadi??
“Kau
sudah tidak mengingatnya, tetapi dia tetap mengejarmu..” yeoja itu kini
menangis “Aku mencintainya jauh lebih dulu daripada kau, aku selalu berusaha
mendekatinya lebih daripada kau dekat dengan nya, tetapi kenapa dia tetap
mengejarmu?” yeoja itu terjatuh berlutut di aspal “Aku mohon padamu, lepaskan
Chanyeol Oppa untukku, aku benar-benar memohon kepadamu..”
D.O
terdiam ia segera bangkit dari jatuh nya lalu memalingkah wajahnya agar tidak
melihat wajah yeoja di hadapannya “Kau salah orang untuk memohon, aku tidak
bisa membantu mu membuat Chanyeol menyukaimu..” entah kenapa D.O berani
mengatakan itu bahkan sebenarnya ia ingin mengatakan agar jangan menggangu Chanyeol
jangan memohon Chanyeol untuk pergi darinya, mereka baru saja akan memulai
segalanya dari awal dirinya baru saja ingin menerima Chanyeol bahkan namja
tinggi itu sudah membuatnya merasa nyaman dengan cara nya sendiri, dan yeoja
ini datang lalu memintanya melepaskan Chanyeol tentu saja itu keputusan sulit
bagi D.O “Annyeong..” D.O segera membuka pintu minimarket dan melangkah
meninggalkan yeoja itu
“Kau
bahkan tidak mengingatnya, kau melupakannya kenapa kau harus mengikatnya disisi
mu? Kau menyakitinya!” ucap yeoja itu membuat D,O terdiam ditempat dan berfikir
yang dikatakan yeoja itu benar dia terlalu egois dirinya belum mengingat
Chanyeol bahkan tidak mengingat Chanyeol sama sekali tetapi ia malah masih
menahan CHanyeol disisi nya, walau tidak secara langsung menahan tetapi ia
tidak menolak Chanyeol disisi nya, hanya suara Chanyeol yang muncul di
ingatannya, hanya sesak yang ia rasakan ketika ia melihat Chanyeol, bahkan
terkadang ia bersikap sangat dingin pada Chanyeol apa benar kata yeoja itu
dirinya hanya menyakiti Chanyeol jika ia menahan namja jangkung itu
‘Braak’
D.O
memasuki apartement Baekhyun dengan lemas ia melepas sepatunya dan menggantinya
dengan sandal rumah, ia melihat Chanyeol tengah di dapur membuat makan malam
mungkin, ia tidak menghampiri Chanyeol ia langsung melengos masuk ke kamar bahkan
ia tidak membalas senyuman yang namja tinggi itu lemparkan padanya membuat
CHanyeol menatap D.O bingung, setelah Chanyeol yakin soup yang ia masak sudah
matang ia segera mematikan kompor dan memindahakan panic berisi soup itu ke
meja makan lalu ia segera menghampiri D.O di dalam kamar
“Kyungsoo-ah,
kau tidak ingin makan malam?” Tanya Chanyeol sambil melangkah mendekati D.O
yang berdiri di dekat jendela kamar mereka, tapi namja mungil itu sama sekali
tidak menyahutinya “Kyungsoo-ah?” panggil Chanyeol lagi
“Sebenarnya
kecelakaan itu,…… kenapa aku bisa tertabrak mobil?”
“Eoh?”
Tanya CHanyeol bingung, ia juga tidak tahu tepatnya kenapa kecelakaan itu
tejadi ia hanya tahu yeoja bernama Joy itu yang mendorong D.O hanya karena
yeoja itu tidak mendapatkan CHanyeol, yang benar-benar mengetahui kejadian
lengkapnya hanya Baekhyun dan Joy “Kenapa kau tiba-tiba ingin tahu?”
D.O
menoleh dan menatap Chanyeol dengan wajah datarnya “Aku hanya ingin tahu..” D.O
melangkah ingin keluar dari kamar tetapi di tahan oleh Chanyeol entahlah rasa
nyaman berada di dekta Chanyeol yang baru ia rasakan kembali menjadi sesak seperti
dulu setelah wanita itu datang hari ini
“Ada
apa lagi denganmu? Bukankah kita sudah baik-baik saja tadi?” Tanya Chanyeol
bingung bahkan sampai menatap D.O memelas, D.O juga berharap kalau dia memang
sudah baik-baik saja dengan Chanyeol tapi kejadian tadi di tempat kerjanya
ketika yeoja itu menghampirinya semua yang baik-baik saja berubah jadi tidak
baik-baik saja
D.O
menghempaskan cengkraman Chanyeol di lengannya “Kau seharusnya meninggalkanku
saja CHanyeol-ah, aku sama sekali tidak mengingatmu, perasaan ku kepadamu pun
aku tidak mengingatnya sama sekali, bukankah diluar sana ada yeoja yang begitu
menyukaimu..”
Chanyeol
mengerutkan keningnya tidak mengerti “Apa yang sebenarnya kau katakan? Apa yang
terjadi?”
D.O
menghela nafas pelan ia kembali menatap Chanyeol dihadapannya rasanya
benar-benar sesak harus mengucapkan kata-kata seperti ini pada Chanyeol jauh
lebih sesak daripada perasaan sesak yang selama ini ia rasakan karena tidak
mengingat Chanyeol “Kusarankan Park Chanyeol, menyerahlah..”
Chanyeol
terdiam ia berharap bukan kata-kata itu yang keluar dari bibir D.O dan bukan
kalimat itu yang masuk ke gendang telinganya “Karena akupun sudah menyerah
untuk mengingat dirimu..” lanjut D.O meninggalkan Chanyeol seorang diri D.O
melangkah keluar dari apartement secepat mungkin ia bahkan berlari kearah taman
disebelah apartement
Chanyeol
masih mematung di tempatnya ia tengah berusaha menahan otaknya agar tidak
mencerna apa yang D.O katakan barusan padanya, rasanya benar-benar menyakitkan
mendengar namja yang ia cintai dan ia perjuangkan berkata seperti itu “Menyerah…”
Chanyeol
terhuyung kebelakang sampai kakinya menabrak tepi tempat tidur dan jatuh
terduduk di tepi tempat tidur rasanya D.O berhasil membuat jiwa Chanyeol
melayang saat ini namja jangkung itu meremas celana hitam pendeknya dadanya
kali ini benar-benar sesak, rasanya seperti ia kehilangan seluruh oksigen di
permukaan bumi ini jauh lebih meyakitkan daripada ketika ia mendapati kenyataan
D.O tidak mengingatnya sama sekali
D.O meraih ponsel nya setelah ia duduk di bangku
taman seorang diri ia menghubungi seseorang sembari mengontrol pernafasannya
meingat ia tadi sampai berlari hanya untuk keluar dari apartement, ia menunggu
sebentar sampai panggilannya tersambung “Baekhyun-ah..”
“D.O-ah?
Wae malam-malam kau menghubungiku?”
“Aku
ingin berbicara padamu, ada yang ingin ku tanyakan.. kutunggu di café Lay
Hyung..”
“Ne?”
Baekhyun sampai terbangun dari posisi tidurnya “Sekarang?”
“Iya
sekarang.. aku segera kesana sekarang..”
“Mwo?
Yak, tapi…”
Tuuut
Tuuut Tuuut
Baekhyun
menatap ponselnya lalu mengigit ponselnya kesal “Aigooo aku baru saja
beristirahat..” Baekhyun dengan malas bangkit dari tempat tidur nya mengambil
mantelnya lalu pergi menemui D.O entah ada apa dengan namja itu tiba-tiba
memanggilnya
Baekhyun
menatap D.O di hadapannya sembari memutar-mutar cangkir kopinya ia menunggu
reaksi D.O setelah mendengar ceritanya “D.O-ah? Neo Gwenchana?” Tanya Baekhyun
D.O
masih menunduk bahkan ia tidak menatap Baekhyun selama Baekhyun bercerita
padanya, entah apa cairan hitam di cangkirnya sangat menarik sampai D.O hanya
menatap kopinya dari pada Baekhyun “Jadi yeoja itu mendorongku sampai aku
tertabrak mobil? Hanya karena aku namjachingu Chanyeol? Chanyeol yang
menyebabkan kecelakaan itu?”
“Ani..”
Baekhyun menggerakan tangannya tanda yang di katakan oleh D.O salah besar
“Chanyeol tidak ada hubungannya, yeoja itu hanya terlalu terobsesi dengan
Chanyeol.. lagipula kau sendiri yang mengatakan jangan menyentuhku dan Chanyeol
maka dari itu yeoja itu mendorongmu karena kesal...” Baekhyun menatap D.O
baik-baik “Apa yang sebenarnya kau fikirkan Do Kyungsoo?”
D.O
mengangguk-angguk entah ia benar-benar memahami apa yang dikatakan Baekhyun
atau tidak, namja mungil itu akhirnya mengangkat kepalanya yang sedari tadi
tertunduk lalu menatap Baekhyun “Tadi aku bertemu dengan yeoja itu.. yeoja yang
ada di ingatanku ketika kecelakaan itu terjadi..”
“Kau sudah
mengingat semua nya?”
D.O
menggeleng “Aniya… Aku hanya mengingat dia mendorongku dan semua gelap..” D.O
menghela nafas “Apa kau fikir ini adil bagiku dan juga Chanyeol?” Tanya D.O
sambil mencengkram lengan Baekhyun
“Adil
bagaimana maksud mu?”
“Aku
tidak bisa mengingatnya sama sekali Baekhyun-ah benar-benar tidak bisa.. apa
adil bagi Chanyeol harus selalu ada disisi ku yang sama sekali tidak
mengingatnya padahal di luar sana ada yeoja yang mencintainya..”
“Yeoja
itu bukan mencintainya tetapi terobsesi..” ralat Baekhyun dengan wajah malas bahkan
sampai menyentak lengannya sampai cengkraman D.O terlepas sungguh-sungguh ia
benci D.O yang seperti ini, kenapa harus memikirkan orang lain padahal yeoja
itu saja tidak memikirkan D.O bahkan yeoja itu tidak perduli dampak
perbuatannya pada D.O dan Chanyeol sekarang
“Baekhyun-ah,
kau tidak mengerti dia menangis tadi mengatakan dia lebih membutuhkan Chanyeol
daripada diriku..dia merasakan apa yang namanya mencintai Chanyeol sedangkan
aku tidak merasakan itu Baekhyun-ah..”
“Oh
ya?” Baekhyun menatap D.O meremehkan “Kau tahu darimana yeoja itu lebih
membutuhkan Chanyeol daripada dirimu? Cukup fikirkan dirimu dan Chanyeol dan
lupakan yeoja gila itu..” Baekhyun meminum kopinya lalu kembali menatap D.O “Kau
bukan tidak merasakannya Do Kyungsoo, kau hanya belum menyadarinya..”
D.O
ingin membantah tetapi jemari nya sudah di cengkram Baekhyun “Walaupun yeoja
itu membutuhkan Chanyeol lebih dari dirimu membutuhkan si bodoh Chanyeol,
tetapi yang Chanyeol butuhkan hanya dirimu.. fikirkan perasaan Chanyeol
D.O-ah.. fikirkan dia.. yang Chanyeol cintai dirimu bukan yeoja itu”
D.O
terdiam selama perjalanannya kembali ke apartement sebenarnya ia tidak ingin
bertemu dengan Chanyeol lagi setelah apa yang ia ucapkan pada namja jangkung
itu tadi tetapi ia sudah berjanji untuk kembali ke apartement Baekhyun jika
sampai ia tidak kembali ke apartement Baekhyun tidak siap menerima kabar kalau
besok apartementnya sudah porak poranda akibat di acak-acak oleh Chanyeol yang
tengah patah hati
D.O
menghela nafas sebelum membuka kenop pintu apartement ia langsung melangkah
masuk dan segera menutup pintu dan membuka sepatu nya, tetapi seketika ia terdiam
ketika namja mungil itu merasa ada yang tengah memperhatikan dirinya dan ketika
ia mendongak ternyata dihadapannya sekarang sudah ada Chanyeol berdiri
menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa ia jelaskan dan lagi-lagi rasa sesak
itu kembali ia rasakan
“Kau
benar-benar ingin menyerah?” Tanya Chanyeol melangkah semakin mendekati D.O
“Kau tidak ingin lagi mengingatku?”
D.O
mengalihkan pandangannya kearah lain ia tidak ingin melihat tatapan itu,
rasanya ia sesak berkali-kali lipat melihat tatapan seperti itu dari mata
Chanyeol
Chanyeol
menepuk-nepuk dadanya sendiri untuk meredakan rasa sesak yang ia rasakan sedari
tadi ketika D.O meninggalkannya di kamar sendirian “Kau tahu seberapa sakitnya
aku ketika kau tidak mengingatku saat di Rumah Sakit? Seberapa sesak ketika aku
harus melihat wajah datar mu ketika
bertatapan denganku? Aku mencintaimu tetapi kau bilang kau tidak
mengingat sedikitpun tentang diriku bahkan kau juga tidak mengingat perasaanmu
padaku..” Chanyeol terdiam sesaat “Aku selalu ingin disisimu hingga ingatanmu
tentangku kembali, hingga perasaanmu padaku kembali, tetapi kau justru memintaku
pergi dan menyerah terhadapmu, apa kau berfikir tentang apa yang kurasakan Do
KyungSoo, kau tidak memikirkan bagaimana sakitnya perasaanku Do KyungSoo!”
D.O
menunduk “Ak-aku fikir kita sudah tidak harus membicarakan apa-apa lagi
Chanyeol-ah..” D.O menghela nafas pelan “Aku akan kembali ke apartementku malam
ini juga..” D.O segera beranjak berbalik badan dan melangkah kembali keluar
“KyungSoo-ya..”
Chanyeol meraih lengan D.O dan menariknya ia mencengkram kuat-kuat lengan D.O
dalam genggamannya Chanyeol benar-benar tidak ingin kehilangan D.O
“Lepaskan
tanganmu..” D.O menarik-narik kasar tangannya dari cengkraman Chanyeol tetapi
hasilnya nihil
“KyungSoo-ah
berhenti bersikap seperti ini!”
“Lepaskan
aku CHanyeol-ah, kau bisa bahagia dengan yeoja lain yang mencintaimu daripada
tetap disisiku yang tidak bisa mengingatmu sedikitpun, bahkan keadaanku saat
ini tidak bisa di sebut aku pernah mencintaimu Park Chanyeol!”
Chanyeol
menarik lengan D.O dengan kuat sembari menarik pintu agar tertutup, dengan
cepat Chanyeol mengubah posisinya dan D.O ia segera bersandar pada pintu agar
D.O tidak berfikir untuk mkelangkah pergi lagi dari pintu itu lalu menarik D.O
kedalam pelukannya dan ciumannya, ciuman tanpa tuntutan ciuman yang sama
seperti ciuman pertama mereka di restoran ketika malam mereka kencan untuk
pertama kalinya, ia benar-benar berharap D.O paling tidak mengenali ciuman ini
D.O
menatap Chanyeol ketika ciuman mereka terlepas “Kau..” rasanya bibirnya kelu
untuk mengeluarkan kata-kata, D.O ingat sentuhan dibibirnya barusan ia seperti
pernah merasakannya sebelumnya dengan Chanyeol, hanya saja ia juga sadar
keadaannya sekarang dan Chanyeol sudah tidak sama lagi seperti keadaannya dan
Chanyeol sebelum dirinya melupakan segalanya tentang Chanyeol
“Berhenti
mengatakan dan menyuruhku menyukai yeoja lain, berhenti memintaku melupakanmu
dan menyerah KyungSoo-ah..” CHanyeol menujuk dada kirinya dengan kasar “Kau
tidak mengingatku itu sudah cukup membuatku ingin mati, jangan menambahnya lagi
dengan permintaan konyolmu itu..” Chanyeol memegang kedua bahu D.O dan menunduk
Chanyeol menyembunyikan tetesan air matanya
D.O
menatap Chanyeol yang tengah menunduk Walau D.O tidak melihatnya ia tahu
Chanyeol menangis, apa Chanyeol sesakit ini hanya karena dirinya? Kenapa harus
karena dirinya Chanyeol menderita seperti ini? Kenapa Chanyeol harus menyukai
dirinya? Kenapa? Kenapa harus dirinya yang menyakiti Chanyeol seperti ini?? Ia tidak
ingin menyakiti Chanyeol sama sekali tidak ingin “Chanyeol-ah..”
Chanyeol
hanya diam ia sudah tidak tahu ingin menjawab atau menyahuti apa ia tidak bisa
mengontrol dirinya lagi, ia menahan sakitnya sejak kali pertama D.O tidak
mengingat dirinya dan hari ini ia tidak bisa menahannya lagi semua nya
benar-benar menyakitkan
“Chanyeol-ah,
mari kita hentikan semua ini..” D.O ikut menumpukan kepalanya di atas kepala
Chanyeol kedua tangannya menangkup pipi Chanyeol yang sudah basah “Aku tidak
bisa membuatmu lebih sakit daripada ini..”
“Jika
aku memang mencintaimu, kita pasti akan bertemu kembali bukan?” D.O mengangkat
kepalanya lalu menatap Chanyeol yang masih menunduk “Chanyeol-ah, jawab aku..”
D.O melepaskan tangkupan jemarinya di wajah Chanyeol
“Kita
hentikan ini semua, aku tidak bisa mengingatmu, dan kau terus ingin aku
mengingatmu, kau sakit karena diriku, dan aku sakit melihat dirimu sakit
seperti ini, jebal… keumanhe..” Ujar D.O sembari menatap Chanyeol yang akhirnya
mendongak dan menatapnya
“Kyungsoo-ah..”
kali ini Chanyeol yang menangkup wajah D.O “Haruskah..”
Jemari
D.O melingkupi jemari Chanyeol di wajahnya “Tidakkah kau berfikir mungkin
ingatan ku hilang, karena Tuhan ingin kita memulai semua dari ulang? Sekarang
kita sudahi semuanya, kita kembali ke kehidupan kita sebelumnya..”D.O tidak
bisa menahan air matanya lagi ia benar-benar tengah mengucapkan kata perpisahan
“Sebelum kita bertemu..” D.O menghirup nafas dengan berat “Kita pasti akan
bertemu lagi suatu saat..”
Chanyeol
menatap D.O sesaat lalu menarik D.O kedalam pelukannya mereka menangis dalam
senyap tidak ada isak tetapi mata mereka tetap mengalirkan airmata bahkan
keduanya tidak bisa lagi menggambarkan bagaimana sesaknya perpisahan mereka
saat ini “Chal-isseo KyungSoo-ah..” ucap Chanyeol dengan bibir bergetar ia
mati-matian menahan sesak didadanya, akhirnya ia melepas Kyungsoo ia harus
memulai semuanya tanpa Kyungsoo
Baekhyun
menatap D.O dan Chanyeol yang kini sudah
berdiri di hadapannya di lobby apartement nya secara bergantian sembari melipat
kedua tangannya di dada “Kalian yakin? Apa keputusan ini tidak membuat
kalian..”
“Ani..”
potong D.O dengan cepat, ia mengenal sahabatnya ini jelas saja D.O tahu kalau
Baekhyun masih ingin berusaha agar dirinya dan Chanyeol tidak berpisah seperti
ini “Gomawo Baekhyun-ah, kau banyak membantuku.. tetapi jalan ini yang harus
kami ambil..”
Baekhyun
mengalihkan tatapannya pada Chanyeol “Kami berjanji pasti akan bertemu lagi
suatu saat lagi..” Chanyeol menoleh menatap D.O “Jika kami memang ditakdirkan
bersama..”
Baekhyun
menghela nafas rasanya itu kalimat terbodoh yang ia dengar seumur hidupnya,
kesempatan yang di ucapkan Chanyeol hanya keajaiban yang bisa mewujudkannya “Aku
mendukung apapun yang kalian putuskan..” Baekhyun menatap Chanyeol lalu
tersenyum “Chal-isseo Chanyeol-ah..”
“Chal-Isseo..”
balas Chanyeol sembari tersenyum lalu beranjak pergi membawa tas nya
meninggalkan Baekhyun dan D.O, yang kini menatap punggungnya yang sudah menjauh
dan perlahan siluet tubuhnya menghilang ketika menaiki bus
“Kau
benar-benar yakin D.O-ya?” Tanya Baekhyun yang masih menatap bus yang membawa
Chanyeol dari balik tubuh D.O yang juga tengah menatap bus yang tengah membawa
Chanyeol
D.O
meneteskan air matanya tanpa sepengetahuan Baekhyun, ia segera menghapus air
matanya dengan cepat lalu menghela nafas kasar sembari berbalik menatap
Baekhyun “Aku sendiri tidak tahu Baekhyun-ah, aku hanya terlalu banyak
berbohong padanya agar dia meninggalkanku..” D.O segera mengangkat tasnya
“Annyeong Baekhyun-ah, aku akan kembali ke apartementku..” D.O melangkah
meninggalkan Baekhyun yang kini justru ikut menghela nafas kasar
“Kalian
bodoh, benar-benar bodoh..”
# # # #
D.O
menatap ponselnya untuk kesekian kali nya pagi ini, ia selalu melihat beberapa
foto di ponsel nya setiap hari setiap pagi sebelum memulai aktivitas, ia
menyunggingkan senyum ketika dirinya hanya menatap 2 foto berulang-ulang, foto
dirinya dan seseorang dengan senyuman lebar “Sudah setengah tahun..” D.O
menghela nafas “Apa kabarmu Chanyeol-ah?” Tanya D.O pada layar ponsel di
hadapannya, tetapi senyumnya berganti menjadi kerutan di keningnya ketika layar
ponselnya yang memamerkan fotonya bersama Chanyeol 6 bulan yang lalu terganti
dengan wajah Baekhyun yang menghubungi nya
“Aigoo…
Nde? Yeoboseyo?”
“D.O-ah…
aku sudah mengaturkan kencan buta untukmu..” ucap Baekhyun bukan main girang
dari sebrang sambungan disana
“Kau
gila? Ini belum seminggu sejak kencan yang kubatalkan kemarin bukan?”
“Ini
orang yang berbeda, temanku menanyakanku apakah aku punya teman yang ingin
berkenalan dengan temannya jadi kurekomendasikan dirimu..”
D.O
memutar matanya malas apa sahabatnya ini tidak memiliki hobby lain selain
mengenalkannya pada yeoja-yeoja aneh semenjak 2 bulan yang lalu, walau hanya
menghasilkan kegagalan karena namja bermata besar itu segera membatalkan
kencannya begitu ia melihat yeoja macam apa yang di kenalkan Baekhyun padanya “Rekomendasikan
diriku pada perusahaan milik ayahmu jika kau bisa..”
“Hahahahaha,
selesaikan dulu kuliahmu ayahku sudah menyiapkan 1 tempat khusus untukmu, cah cepat
kau ke tempat Lay Hyung okey..”
“Lay
Hyung?” Tanya D.O bingung, ia tidak pernah bertemu dengan pasangan blind
datenya di tempat Lay Hyung sebelumnya
“Ne.
orang itu bilang ingin bertemu di café yang ternyata milik Lay Hyung… jam 11
kau sudah harus ada disana ne..”
“Aigoo,
baiklah..bersyukur hari ini jam ku kosong.. ku tutup ne Baekhyun-ah..” D.O langsung
mematikan ponselnya lalu kembali terlihat wajah dirinya dan Chanyeol di layar
ponselnya ia kembali tersenyum “Chanyeol-ah.. Have a nice day..” ucap D.O
sebelum mematikan ponselnya dan segera bersiap-siap
D.O
melangkah memasuki Café milik Lay lalu segera menghampiri meja bar dimana Lay
berada “Hyung?” sapa D.O
“Oh,
wasseo? Kau datang juga kufikir kau tidak akan datang..” ucap Lay kaget karena
Selama 2 bulan ini Baekhyun selalu gagal menjadwalkan rencana kencan untuk D.O,
tapi jika Lay menjadi D.O mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama seperti
D.O mengingat seperti apa yeoja yang dikenalkan Baekhyun untuk D.O
“Karena
kufikir ini tempat mu maka dari itu aku mau datang bila dia membosankan aku
tinggal berbicara denganmu..” ucap D.O sembari duduk di bangku tepat di depan
meja bar dan berhadapan dengan Lay
Lay
tersenyum lalu meletakkan secangkir kopi di hadapan D.O “Minumlah. Untuk menenangkanmu..”
D.O
mengerutkan keningnya ketika melihat Lay menyodorkan secangkir kopi untuknya “Uhm,
Hyung?”
“Ne?”
sahut Lay
“Aku
seperti De Javu, dengan kata-katamu barusan..umm, dan gesture mu.. ” D.O
menggendikkan bahunya “Mungkin hanya perasaanku saja..” D.O menghirup perlahan
kopi yang Lay berikan untuknya, sedangkan Lay dam-diam tersenyum meledek
‘Criiing’
Lay
mengalihkan pandangannya pintu masuk “Oh Wasseo..”
D.O
ikut menoleh sambil tetap menghirup kopi nya “Uhuuuk” D.O tersedak kopinya
sendiri ketika melihat siapa yang datang lalu segera menghadap Lay “Hyung kau
mengenalnya?”
“Ne aku
mengenalnya..” jawab Lay, seketika D.O merasa tenang karena mungkin saja namja
yang baru saja masuk ke café milik Lay bukan berarti ingin menemuinya, D.O
kembali menghirup kopi miliknya “Dan dia teman kencanmu..”
‘Bruuuusshhh’
Lagi-lagi
Lay sudah melindungi dirinya dengan nampan kejadian ini masih sama dengan
kejadian hampir 7 bulan yang lalu, mata D.O membesar bukan saja ia kaget tetapi
dia juga lagi-lagi seperti mengalami DeJavu “Hyung, kejadian ini seperti pernah
terjadi..” gumam D.O
Selagi
D.O sibuk berfikir namja itu sudah berdiri di samping D.O “Annyeong
KyungSoo-Shii..” ucap namja tinggi itu tiba-tiba dan membuat D.O berjengit
kaget bahkan sampai menoleh dan menatap namja disisi kanannya
“Kau..”
“Ne,
Kenalkan Aku Park Chanyeol mantan kekasih Byun Baekhyun dan sekarang aku adalah
teman kencanmu Do KyungSoo-shii..”
D.O
terdiam semua kejadian hari ini dari semenjak ia duduk di meja bar sampai
ketika namja tinggi yang ternyata Chanyeol berada di hadapannya seperti nya ia
pernah merasakannya sebelumnnya seolah-olah semuanya adalah DeJavu yang pernah
terjadi di hidupnya, atau memang pernah terjadi hanya saja ia melupakannya?
Chanyeol
tersenyum “Kau mengingatnya?” Tanya Chanyeol
“Kau
bekerja sama dengan Baekhyun?” Tanya D.O penuh selidik tetapi ia tidak marah ia
justru senang yang ia rasakan sekarang adalah perasaan bahagia pertamanya
semenjak kecelakaan itu terjadi
Chanyeol
menggeleng “Temanku memang ingin mengajakku mencari teman kencan dan dia bertanya
pada temannya yang ternyata adalah Baekhyun, dan aku tahu yang Baekhyun
jodohkan denganku adalah dirimu lagi..” Chanyeol meraih jemari D.O lalu
meremasnya gemas
“Ku
ulang semua kejadian yang pernah terjadi hari itu, paling tidak kau bisa
mengingat saat kita pertama bertemu dulu.. apa kau mengingatnya?” Tanya
Chanyeol
“Ani…”
“Mwo?” Chanyeol
terheran-heran mendengar perkataan D.O
“Aku
tidak ingin mengingat yang kemarin, aku ingin membangun kenangan yang baru
denganmu seperti ucapanku dulu..” D.O menghela nafas pelan menahan detak
jantung nya yang tidak beraturan semenjak ia melihat Chanyeol memasuki café entah
ini karena sudah lama tidak bertemu atau memang hatinya berdebar kerena yang
dihadapannya ini adalah Chanyeol “Tapi paling tidak aku ingat aku memang benar
pernah menyukaimu dulu bahkan sampai sekarang..”
Chanyeol
menatap D.O ia tersenyum senang, ia benar-benar sangat senang ia tidak
menyangka ucapan D.O beberapa bulan lalu benar-benar menjadi kenyataan ia tahu
dengan jelas saat itu D.O hanya menipunya, ia sangat tahu D.O ingin dirinya
meneruskan hidup tanpa tersiksa bersama D.O yang tidak mengingatnya, tapi
nyatanya ucapan D.O justru menjadi kenyataan mereka memulai sesuatu yang baru
memulai segalanya dari awal lagi
“Ekhm..”
Lay sengaja menginterupsi acara ‘mari saling bertatapan ala D.O dan Chanyeol’
ia tidak ingin menjadi orang ketiga di café nya sendiri
“Mianhae
Hyung..” ucap D.O yang memang peka kalau Lay tiba-tiba merasa menjadi
orang ketiga diantara dirinya dan
Chanyeol
“Kau
menggaguku Hyung..” omel Chanyeol
“Lanjutkan
saja sana diluar, bukankah kalian akan kencan hari ini?”
Chanyeol
kembali menggenggam jemari D.O “Kajja.. Kita sudah di usir Lay Hyung..”
“Aku
tidak mengusir hanya saja aku alergi melihat keromantisan kalian..” balas Lay
kesal, tetapi tidak di tanggapi oleh Chanyeol yang sudah menarik D.O keluar
dari café nya melangkah bersama, bergandengan tangan, memulai kenangan dan
memomri baru tanpa mengingat kejadian yang sempat hilang di masa lalu
“Dasar
Dongsaeng kurang ajar..” omel Lay sembari mengusap-usap nampan miliknya yang
terkena semburan D.O tadi
Baekhyun
menatap ponselnya baik-baik ini sudah lewat jam dari pertemuan D.O dengan teman
kencannya “Ini benar tidak ada telfon dari D.O? apa kencannya berjalan lancar?
Aish membuatku penasaran siapa yang berkencan dengannya..” Baekhyun menggaruk
kepalanya bingung
TAMAT
September, 19 2015
6:50 PM
“Kali ini tidak akan kubiarkan lagi ada
satupun kenangan kita yang menghilang lagi dari kepalaku Chanyeol-ah..”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar