TENDER LOVE
Pairing : Park Chanyeol, Do KyungSoo, Kim JongIn,
Byun Baekhyun
Genre :
Romance, Comedy
Leght :
OneShoot
Tittle : Tender Love
Author : Choi Seorin
Krriiiiing!!!!!!!
‘Bruuuuk’
“Aku
telaaaaaat…”
“Kenapa
tidak ada yang membangunkanku??”
Namja
mungil dan namja berambut ikal disampingnya hanya melihat malas kedua namja
tinggi yang sekarang tengah berlari kesana-kemari di dalam apartement yang
mereka tempati ber-4, sejak hari pertama mereka ber-4 memutuskan untuk tinggal
bersama mereka sudah biasa dengan rutinitas seperti ini setiap hari dan juga karena
ingin menghemat biaya sewa dan juga jarak dari apartement mereka ke kampus
hanya menghabiskan waktu 30 menit dengan berjalan kaki maka dari itu mereka
setuju untuk tinggal bersama dan mau tidak mau harus siap dengan keadaan ini
“Aku
sudah membangunkanmu sedari tadi hyung..” ucap namja mungil itu dengan wajah
datarnya, entah sejak awal memutuskan tinggal bersama namja ini jarang sekali
tersenyum expresi yang paling sering terlihat adalah wajah datarnya itu hanya
sesekali mereka bisa melihat expresi lain dari wajah nama mungil itu
Namja
tinggi yang merasa di ajak bicara oleh namja mungil itu segera menghampiri si
namja mungil “Bisakah kau mentertawakanku saja daripada berwajah sedatar itu?
Wajah dan kata-katamu mengintimidasiku..” ucapnya putus asa
“………..”
tidak ada balasan dari si namja mungil, namja itu hanya menatapnya dengan wajah
datarnya
“Kyungsoo
Hyung ayo kta berangkat..” namja tinggi satunya lagi segera menepuk namja
mungil berwajah datar itu, walau ia bangun telat tetapi untuk bersiap-siap ia
tidak membutuhkan waktu yang lama berbeda dengan namja tinggi satunya yang tadi
berbicara dengan namja mungil itu
“Ne,
kajja Kai..” ucap namja mungil itu sambil meraih tas ranselnya lalu menggendong
talinya disebelah kanan dan melangkah keluar menyusul namja tinggi yang
mengajaknya tadi berangkat meninggalkan 2 namja lagi di dalam apartement
Namja
berambut ikal satunya hanya tersenyum-senyum “Heh pabo kapan kau akan
berangkat? Kau berniat membuat kita telat eoh?” omelnya
Namja
tinggi yang masih jengkel karena ditinggal begitu saja oleh namja mungil tadi
tanpa merespon omongannya langsung mengacak-acak rambutnya sebal “Aish Hyung,
kenapa kau tidak berangkat bersama mereka saja..” sahut namja tinggi ini sambil
cepat-cepat mengambil hoodie dan tasnya yang masih ada di kamar
“Aku
harus memastikan kau berangkat kuliah dengan benar, atau umma mu akan memenggal
kepalaku.. palliwa..atau akan ku patahkan leher gitar kesayanganmu itu..”
“Yaaak
Baekhyun Hyung aku segera datang..” dengan keadaan masih berantakan namja
tinggi itu berlari keluar dari kamarnya, bahkan sambil memakai kaus kaki di
kaki kanannya, namja berambut ikal itu hanya meringis melihat namja tinggi di
hadapannya
“Aigoo
Park Chanyeol, kenapa setiap pagi kau harus terlihat semengerikan ini..” namja
itu melangkah terlebih dahulu keluar dari apartement meninggalkan namja tinggi
itu yang sekarang sedang memakai sepatunya dengan terburu-buru
Namja
tinggi yang bernama Park Chanyeol itu tengah membaca selembar kertas yang
berisi tugas yang harus ia kerjakan, ia menghela nafasnya pelan tugas ini banyak
dan susah sekali bagaimana ia bisa selesaikan hanya dalam seminggu? Dosennya
benar-benar sangat tega memberikan hukuman sekejam ini padanya
“Hyung?”
Chanyeol
menoleh dan melihat si namja mungil berwajah datar itu tengah berjalan
menghampirinya sepertinya jam pelajarannya baru saja usai ia tersenyum senang
paling tidak walau namja itu berwajah datar tetapi namja itu tidak pernah lupa
untuk menyapanya jika berpapasan “Ah, KyungSoo-ah..”
“Kau
mau kemana? Baekhyun Hyung dan Kai menunggu kita di kantin..” ucap namja mungil
yang dipanggil KyungSoo itu
“Aku
harus ke perpustakaan dulu, ada tugas yang harus ku cari aku benar-benar tidak
mengerti makanya aku..”
Ucapan
Chanyeol terhenti karena tiba-tiba D.O sudah menariknya “Yak kau membawaku
kemana?” protes Chanyeol bingung karena ia sekarang di seret-seret oleh namja
yang posturnya lebih kecil daripada dirinya
“Ke
kantin, soal tugas aku kan membantunya mencari nanti yang terpenting kau harus
makan, tadi kita semua tidak sempat sarapan bukan?”
Chanyeol
akhirnya pasrah dan mengikuti D.O dan begitu sampai di Kantin sudah terlihat
Baekhyun dan Kai yang tengah berebut makan di meja “Apa yang mereka lakukan?
Apa tidak bosan selalu seperti itu setiap hari?” Chanyeol berkacak pinggang
bahkan wajah nya menunjukan expresi prihatin melihat 2 teman seapartementnya
seperti itu
“Kau
sendiri tidak bosan terlambat bangun setiap hari?” balas D.O membuat sebelah
alis Chanyeol terangkat bahkan ia sampai menoleh menatap D.O, hei barusan D.O
menyindirnya??
“Lalu
kau tidak bosan harus selalu berwajah datar seperti itu setiap hari?” Chanyeol
membungkukkan badannya lalu mendekatkan wajahnya kearah D.O sontak saja membuat
D.O langsung membulatkan matanya kaget bahkan sampai membuat seburat merah
muncul di pipi bulat D.O
“Mwoya?”
D.O mendorong bahu Chanyeol menjauh darinya lalu segera berjalan meninggalkan
Chanyeol segera menuju ke tempat Baekhyun dan Kai berada
Chanyeol
segera menyusul D.O ia tersenyum-senyum di belakang D.O paling tidak hari ini
ia berhasil lagi membuat pipi D.O merona, ia sangat suka menjahili D.O agar
bisa melihat pipi bulat itu merona walau sedikit paling tidak D.O yang biasanya
berwajah datar itu terlihat lebih imut dari biasanya
Sedangkan
D.O semakin cepat melangkah meninggalkan Chanyeol wajahnya hampir semerah tomat
bahkan ia tidak bisa mengatur detak jantungnya dan karena alasan inilah D.O
selalu berwajah datar di hadapan Chanyeol karena sesungguhnya ia memang sedang
berusaha menahan rona nya yang akan secara otomatis keluar jika Chanyeol
mendekatinya secara tiba-tiba seperti barusan, ia tidak bisa mengontrol
perasaannya sendiri jika menyangkut masalah Chanyeol ia sendiri tidak mengerti
kenapa dirinya seperti ini, bahkan sudah sejak awal bertemu CHanyeol ia seperti
ini rasanya ia hampir gila dengan perasaannya sendiri
“Oh,
Wasseo?” ucap Kai senang sambil menepuk-nepuk bangku disebelahnya
“Oh,
D.O-ya kenapa dengan wajahmu?” Tanya Baekhyun bingung ketika D.O sudah duduk di
sebelah Kai dan tepat di hadapannya ia memperhatikan baik-baik wajah D.O yang
masih tersisa rona disana
Kai
segera menepuk pelan punggung tangan Baekhyun dan mengisyaratkan keberadaan
Chanyeol yang masih jauh di belakang “Ah si tinggi itu menjahilimu lagi?”
“Kejahilan
yang kau sukai bukan Hyung?” kali ini Kai menyenggol lengan D.O dengan wajah mengejek rasanya D.O
ingin membenamkan wajah Kai kedalam soup labu yang ada di hadapannya Kai
“Shikeuro!”
ucap D.O sembari mengambil makanan miliknya dan memakannya ia jadi benar-benar
lapar dalam keadaan seperti ini
Chanyeol
pun tiba dan duduk di sebelah Baekhyun dengan wajah polosnya ia seperti lupa
baru saja ia menjahili D.O “Aigoo, aku sangat lapar..” ucap Chanyeol sambil
mengelus-elus perutnya
“Cepat
sana beli.. aku hanya menyiapkan makanan hanya untuk Kai dan D.O..”
Chanyeol
menatap Baekhyun tidak percaya “Kau menyiapkan untuk mereka tetapi tidak
untukku..” Chanyeol benar- benar merasa di anak tirikan “Kau benar-benar tega
Hyung padaku..” lanjutnya dengan nada seolah-olah Chanyeol adalah namja yang
paling menderita didunia ini
“Ini
makan bagianku..” D.O menggeser piring miliknya kearah Chanyeol dan Chanyeol
segera tersenyum senang bahkan seluruh giginya makin terlihat
“Waaah,
kau memang yang terbaik KyungSoo-ah..” ucap Chanyeol dengan senangnya dan
langsung menyantap makanannya ia tidak memperhatikan lagi kalau D.O sekarang
sibuk menatap CHanyeol yang tengah makan di hadapannya , Baekhyun dan Kai hanya
menatap D.O sesaat lalu menggeleng-gelengkan kepalanya
Baekhyun
yang paling mengerti apa yang dirasakan D.O, jelas D.O menyukai Chanyeol sejak
pertama kali mereka berkenalan di kampus lalu dengan sedikit ide gila dari
Baekhyun ia mengajukan saran agar mereka bisa tinggal bersama karena sangat pas
sekali mereka memang menyewa apartemen masing-masing, tentu saja tawaran nya
tidak ditolak oleh Chanyeol hanya sedikit protes awalnya dari D.O karena D.O
yang belum bisa mengontrol perasaannya pada Chanyeol, setiap hari baik Baekhyun
atau Kai pasti selalu memergoki D.O yang tanpa sengaja mencuri pandang pada
Chanyeol, tetapi entah Chanyeol yang polos atau bodoh ia malah tidak pernah
sadar akan perasaan D.O malah semakin sering menjahili D.O dengan alasan “Menjahilinya sangat menyenangkan, ia
benar-benar lucu aku menyukai expresi nya..”
Dan
hingga suatu hari lebih tepatnya 2 minggu yang lalu tepat di hari minggu yang
seharusnya digunakan mereka ber-4 bersantai bersama diapartement dan dengan
tanpa dosa seorang Park Chanyeol tiba-tiba datang membawa seorang yeoja datang
ke apartement mereka dan mengenalkan pada mereka kalau yeoja itu
yeojachingunya, D.O hanya diam Kai hanya menghela nafas dan hanya Baekhyun yang
geram
“Kau lupa peraturan disini? Dilarang membawa
yeoja kedalam apartemen..” protes Baekhyun sambil menatap geram yeoja yang
tengah digandeng CHanyeol darimana bagusnya gadis itu? D.O jauh lebih baik
daripada gadis itu
“Yak, Hyung! Aku hanya ingin
mengenalkanmu pada kekasihku apa itu salah?” Chanyeol ikut protes ia bingung
kenapa Baekhyun sangat sensitive dengan tingkah lakunya
“Kai-ya, temani aku ke
supermarket kajja..” D.O langsung berdiri dari duduk nya lalu meraih hoodie nya
dan melangkah melewati Chanyeol begitu saja
“Ne KyungSoo Hyung..” Kai segera
menyusul D.O, sedangkan Chanyeol menatap kesal sikap semua sahabatnya ini terlebih
D.O kenapa namja mungil berwajah datar itu langsung pergi begitu saja? Dan demi
neptunus jadwal belanja itu sudah ditentukan sejak awal dirinya dan D.O kenapa
hari ini D.O malah memutuskan pergi dengan Kai?
“KyungSoo-ah bukankah kau
harusnya belanja bersamaku?” omel Chanyeol bahkan ia sampai berbalik badan dan melepas
genggaman tangannya pada yeojanya
“Aku bisa pergi sendiri atau
dengan siapa saja..” ucap D.O dengan wajah datarnya dan menatap Chanyeol “Ah,
Chukae..” sambung D.O sebelum menghilang di balik pintu bersama Kai
Jika ingat hari itu rasanya
Baekhyun ingin meniban kepala Chanyeol dengan palu godam, Baekhyun mengunyah
makanan miliknya pelan-pelan ia masih memperhatikan D.O dan CHanyeol yang satu
straight (jelas karena Chanyeol bisa mempunyai yeojachingu) dan yang 1 nya gay,
kenapa D.O harus jatuh cinta pada si bodoh Chanyeol masih banyak namja tampan
tinggi dan terlebih pintar tidak bodoh seperti Park Chanyeol
“Oppa..”
Acara
makan mereka ber-4 terinterupsi bahkan ke-4 namja itu menoleh bersamaan dan
setelah melihat siapa yang datang expresi berbeda-beda muncul di wajah mereka
masing-masing, D.O kembali menatap meja ia menghirup jus mangga miliknya ia
terlihat tidak ingin perduli siapa yang datang, Kai menghela nafas lalu kembali
memakan makanannya ia jengkel melihat wanita dengan lipstick setebal yeoja
dihadapannya ini, Baekhyun menatap yeoja itu tidak suka
“Kami
sedang makan kenapa kau datang kemari?” Tanya Baekhyun malas
“Ya
Hyung, jangan seperti itu..” bela Chanyeol, ia sebenarnya sedikit tersinggung
yeojachingunya di sindir oleh Baekhyun tetapi ia juga tidak bisa menyalahkan
Baekhyun sepenuhnya, ia sudah tahu Baekhyun tidak suka dengan yeojachingunya
sejak awal ia mengenalkannya
“Chanyeol
Oppa.. bisa kah hari ini kau mengantarku berbelanja?” Tanya yeoja itu dengan
wajah yang diimut-imutkan
“Aku..”
Chanyeol tengah berfikir sebenarnya ia tidak ingin ikut tetapi dirinya tidak
pernah berani menolak permintaan yeoja ia sangat menghormati yeoja bahkan
ketika yeoja ini menyatakan perasaannya ia langsung menerimanya karena alasan
ia menghormati yeoja
“Bukankah
kau ada tugas? Kita harus mengerjakannya bukan? Habiskan makanmu dan temui aku
di perpustakaan..” ucap D.O sembari beranjak berdiri wajahnya sangat datar
bahkan suaranya sangat berat dan tegas, lalu tanpa menunggu jawaban Chanyeol
dan tanpa memperdulikan tatapan para sahabatnya yang menegang mendengar
kata-kata nya, D.O segera berajak meninggalkan kantin menuju perpustakaan
Chanyeol
tersenyum kikuk kearah yeojanya “Kau dengar bukan? Aku harus menyelesaikan
tugasku, hari ini aku tidak bisa mengantarmu..”
Yeoja
itu memajukan bibirnya berniat melakukan aksi aegyo agar Chanyeol mau
menemaninya tetapi dengan segera di interupsi Baekhyun “Bukankah hampir setiap
hari kau meminta Chanyeol menemanimu sampai jam tidurnya pun kurang, setiap
pagi bangun telat bahkan sampai tidak menyelesaikan tugasnya..” Baekhyun
menoleh dan menatap yeoja itu “Kau itu yeojachingu nya atau perusak masa
depannya?” ucap Baekhyun ditambah senyum tanpa dosa yang melukis wajahnya
seolah-olah kata-katanya barusan itu bukan sesuatu yang menyakitkan
“Ah..
ahahaha..” Chanyeol berusaha mencairkan suasana “Hyung, kau terlalu berlebihan
sepertinya..”
Kai
berdiri dari duduknya mengelap bibirnya dengan tissue lalu menoleh pada yeoja
itu “Jika kau memang menyanyangi Chanyeol jangan selalu memonopolinya, itupun
jika kau bisa membedakan sayang dan ambisi nona..”
“Oppa
kenapa dengan sahabat-sahabatmu?” omel yeoja itu ia hampir ingin menangis
Chanyeol bingung ia harus melakukan apa karena apa yang sahabat-sahabatnya
katakan semuanya benar yeoja ini memang lebih banyak berpengaruh negative bagi
dirinya
“Mianhae
hari ini aku tidak bisa menemanimu.. aku benar-benar harus mengerjakan
tugasku..” ucap Chanyeol dan dengan sekali hentakan kaki dari yeoja itu, dia
pun berlalu pergi
CHanyeol
menghela nafas ia sedikit lega rasanya ini pertama kali nya ia menolak ajakan
yeojachingunya lalu melirik kearah 2 sahabatnya yang tersisa “Kalian sangat
membencinya?”
“Ne,
dia membuatmu tidak menyelesaikan tugas bahkan dia juga membuatmu bangun telat
beberapa waktu ini, yeoja macam apa dia apa kau tidak sakit mata ketika
menerimanya menjadi yeojamu?” omel Baekhyun
“Aku
tidak membenci, aku memang tidak suka pada wanita Hyung, terlebih dengan wanita
seperti yeoja mu… Sehunku lebih indah dipandang daripada yeojamu..”
Chanyeol
menelan ludahnya ia segera menghabiskan air putih digelasnya “Aku menyusul
KyungSoo dulu ne, aku harus mengerjakan tugasku..” Chanyeol segera melarikan
diri sebelum ia harus dihakimi lagi oleh 2 sahabatnya ini
Chanyeol
memasuki perpustakaan ia melihat D.O ada di meja dekat dengan jendela dan
diantara 2 rak buku tinggi,D.O tengah membaca wajahnya terlihat serius dari
tampak samping belum lagi sinar matahari yang membiasi wajahnya Chanyeol
tersenyum riang sebelum menghampiri D.O ia segera menghampiri D.O dan duduk disebelah
D.O “KyungSoo-ah..”
D.O
menoleh sekilas ia langsung menatap CHanyeol dengan wajah datarnya, benar-benar
Chanyeol tidak suka wajah datar yang D.O selalu tunjukan dihadapannya rasanya
ia rela membayar berapapun dan menukar apapun miliknya agar bisa mengganti
expresi datar itu dengan expresi lain “Oh, kau datang? Ku kira kau jadi pergi
dengan kekasihmu itu..” ucap D.O kembali mengalihkan matanya menatap buku yang
sedari tadi di bacanya
Sia-sia
Chanyeol datang dengan senyum sumringah tetapi ketika sampai di perpustakaan ia
hanya mendapatkan aura membunuh milik D.O yang melingkupi di antara dirinya dan
D.O, bahkan untuk menelan ludahnya saja ia susah tatapn dan ucapan D.O selalu
mengintimidasinya
“KyungSoo-ah..”
“Hmm?”
D.O tidak menoleh ia hanya berdehem menandakan ia mendengarkan
“Menurutmu
yeojachinguku bagaimana?” Tanya Chanyeol dengan wajah polosnya rasanya memang
Chanyeol bodoh dan tidak mengerti situasi, tetapi ia memang ingin tahu
bagaimana pendapat D.O karena selama ini hanya D.O yang tidak pernah mengungkapkan
penilaiannya terhadap yeojachingunya
D.O
menghirup nafas ia menoleh lalu menatap Chanyeol “Nan… Molla..” selesai ia
kembali membaca buku dihadapannya dan Chanyeol kembali menelan ludahnya dengan
susah payah, cara menjawab dan expresi wajah D.O benar-benar membuatnya lagi-lagi
terintimidasi
D.O
kembali menoleh “Sekarang aku yang ingin bertanya..”
“O- Ah
ne kau ingin bertanya apa?” ia menatap antusias pada D.O ini pertama kalinya
D.O bertanya padanya, dan sepertinya pertanyaan yang serius dan penting
“Menurutmu,
menyukai sesama jenis itu bagaimana?” Tanya D.O dengan wajah datarnya padahal
dalam hati jantungnya tidak bisa berhenti berdetak dengan kencang ia ingin tahu
apa pendapat Chanyeol tentang hubungan sesama jenis karena saat ini yang ia
tahu Chanyeol lurus buktinya bisa mempunyai yeojachingu
Chanyeol
terdiam ia menelan kembali ludahnya entah kenapa pertanyaan ini tiba-tiba susah
dijawab, biasanya ia bisa mengatai Kai yang menjadikan Oh Sehun sebagai
kekasihnya tetapi ketika D.O menanyakannya hal yang biasa ia tertawakan kenapa
ia susah menjawabnya, biasa ia hanya akan mengatakan “Apa rasanya berpelukan dan berciuman dengan sesama namja eoh? Kau gila
Kai?” pada Kai tetapi sekarang ia bingung harus menjawab apa
“A-aku…
tidak tahu KyungSoo-ah..” jawabnya gugup sedangkan dihadapannya D.O tetap
berwajah datar hanya manggut-manggut tanda mengerti apa D.O tidak merasa
canggung menanyakan itu? Jantung Chanyeol saja rasanya hampir lepas dari
tempatnya karena kebingungan ingin menjawab apa pertanyaan D.O
Baekhyun
mengetuk kamar Chanyeol berkali-kali tetapi tidak ada sahutan ia membuka
perlahan kamar itu dan melihat Chanyeol tengah termenung sambil memeluk gitar
tersayangnya “Yak! Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti mayat hidup?”
“Entahlah..”
jawab CHanyeol ia meletakkan gitarnya ia lalu melangkah kepintu kamarnya mendekati
Baekhyun “Ada apa Hyung?”
“Makan
malam sudah siap jadi aku memanggilmu untuk makan..”
Chanyeol
mengerutkan keningnya “KyungSoo dimana? Biasanya dia yang memanggilku untuk
makan..” Tanya Chanyeol bingung
“D.O
baru saja pergi, barusan Kris Hyung menjemputnya..”
“Kris?”
Chanyeol menggemakan nama Kris ia tidak mengenal orang itu siapa dia?
“DIa
teman D.O sepertinya, aku juga baru mengenalnya beberapa hari lalu..”
“Untuk
apa dia membawa D.O di jam makan malam? Kenapa tidak menunggu selesai makan baru
pergi?” Tanya Chanyeol lagi
“Entahlah
mungkin Kris Hyung ingin mengajaknya berkencan.. makan malam romantis..” jawab
Baekhyun dengan sengaja melebih-lebihkan ia tersenyum menang melihat raut tidak
suka yang tergambar di wajah Chanyeol “Kajja kita makan..” Baekhyun segera
meninggalkan CHanyeol sambil terkikik pelan dengan puas
“Gomawo
D.O-ya..” ucap Kris senang sembari memeluk plastic hitam besar didepan gedung
apartement yang ditinggali D.O
“Ne
Hyung, dan terimakasih juga untuk traktiranmu..”
“Itu tidak
seberapa, kau membantuku mencarikan hadiah untuk Tao di jam makan malammu sudah
seharusnya aku mentraktirmu..”
“Hahahaha
itu bukan apa-apa, Tao temanku kau juga sahabatku sudah sewajarnya aku
membantumu..” D.O tertawa “Ya SUdah aku masuk dulu ne Hyung.. semoga berhasil
dengan rencanamu..”
“Ne
D.O-ya.. gomapta..”
D.O melambai lalu melangkah memasuki lobby
apartement ia tidak melihat dari jendela flatnya di atas Chanyeol tengah memperhatikan
mereka sedari tadi, Chanyeol tidak memutuskan pandangannya pada namja yang baru
saja mengantar D.O pulang bahkan setelah namja itu menaiki taksi dan menjauh
meninggalkan pelataran parkir apartement, bahkan wajahnya terlihat sangat kesal
sekarang
“Wajah
KyungSoo bersama namja tadi tidak sedatar saat bersamaku..” gumamnya
‘Kleek’
Chanyeol
menoleh ia melihat D.O memasuki flat mereka ini bahkan sudah hampir tengah
malam “Malam sekali kau kembali?” Tanya Chanyeol ia berusaha melupakan apa yang
ia lihat barusan ia fikir D.O barusaja tersenyum pasti D.O akan tersenyum padanya
juga sekarang
D.O
berjengit kaget ketika mendengar suara Chanyeol dari arah belakang D.O fikir
semua penghuni apartemen sudah tidur termasuk Chanyeol, D.O mengatur nafas dan
detak jantungnya lalu menoleh dengan wajah datarnya sebenarnya ia senang Chanyeol
menunggunya atau hanya tidak sengaja menunggunya tetapi ia tidak ingin Chanyeol
mengetahui itu
“O! kau
belum tidur Hyung?” Tanya D.O sambil meneruskan langkah ke dapur melewati
Chanyeol begitu saja bahkan Chanyeol hanya bisa menatap tidak percaya pada D.O
kenapa namja ini bisa kembali berwajah sedatar ini padahal baru saja di bawah
sana expresi wajahnya jauh dari kata datar
“Aku
belum mengantuk..” ucap Chanyeol, ia menghampiri dapur mengikuti langkah D.O di
belakangnya “Tadi kau pergi dengan siapa?” Tanya Chanyeol langsung pada pokok
pertanyaan bahkan nada suara Chanyeol terdengar berat
“Dengan
Kris HYung..” jawab D.O sembari menoleh setelah menyimpan kembali botol yang ia
gunakan untuk minum “Wae?”
“Siapa
dia? Aku tidak mengenalnya..”
“Memangnya
seluruh teman dan sahabatku kau harus mengenalnya?”
Chanyeol
terdiam baru kali ini ia mendengar ucapan seperti ini dari D.O “Aku saja tidak
perduli siapa dan bagaimana kau mengenal dan menjadikan yeoja itu sebagai
yeojachingumu..” D.O melangkah keluar dari dapur tetapi Chanyeol menahannya
“Kufikir kau akan menceritakan
segalanya padaku?”
D.O menoleh “Kita memang dekat, aku
sudah menganggapmu Hyungku tetapi ada yang harus ku ceritakan dan tidak
kuceritakan, bukankah begitu Hyung?” ucap D.O sembari menatap CHanyeol yang
juga menatapnya
“Jalja Hyung aku mengantuk..” tutup
D.O ketika ia merasa Chanyeol tidak memberikan respon apapun terhadap ucapannya
dan ia pun beranjak meninggalkan Chanyeol memasuki kamarnya
Chanyeol tidak menjawab, ia terdiam
ia memikirkan perkataan D.O, semua perkataan D.O benar sangat benar ia fikir ia
sudah tahu segalanya tentang D.O tetapi ucapan D.O barusan benar-benar menohok
hatinya, ditambah dengan perlakuan berbedanya D.O antara dirinya dan Kris
Hyungnya itu dirinya benar-benar tidak terima dan ia tidak suka ada namja lain
yang lebih dekat dengan D.O dibandingkan dirinya sendiri
“Menurutmu,
menyukai sesama jenis itu bagaimana?”
Kata-kata
itu selalu terngiang di telinga Chanyeol, ia tidak menyangka satu kalimat
pertanyaan dari D.O bisa berakibat fatal untuknya, ditambah lagi dengan sikap
D.O pada Kris yang sangat berbeda terhadap dirinya ia bahkan tidak
memperhatikan bangku di hadapannya saat ini ia terlalu sibuk memikirkan apa
alasan D.O bisa bersikap begitu berbeda pada dirinya dan Kris?
‘Bruuuk’
“Arrgghhh”
Chanyeol mengerang sambil memeluk tulang keringnya yang sangat sakit karena
menabrak bangku kayu yang entah sejak kapan ada di hadapannya atau dia yang
entah sejak kapan ada di hadapan bangku kayu ini
“Ige
Myoyaaaa..” protesnya sambil mengacak-acak rambutnya bahkan ia menendang bangku
tak berdosa itu, rasanya ia hampir frustasi karena D.O
“Menurutmu,
menyukai sesama jenis itu bagaimana?”
Chanyeol
kembali memikirkan kata-kata itu di otaknya bahkan celotehan yeojachingunya
yang duduk tepat dihadapannya tidak ia perdulikan siapa yang perduli jika yang
yeoja itu bahas hanya merek baju parfum dan sepatu, memang nya Chanyeol bukan
pria sejati sampai mau ikut membahas masalah itu “Oppa?!” yeoja itu
mengibas-ibaskan tangannya tepat di hadapan Chanyeol untuk memastikan namja itu
tidak mengacuhkannya dan hasilnya memang benar namja tinggi itu tengah melamun
dan tidak mendengarkan apa yang sedari tadi yeoja itu katakan
“Oppa!”
yeoja itu mengguncang lengan Chanyeol agar Chanyeol tersadar dari dunia nya
sendiri dan ia berhasil Chanyeol pun tersentak sadar dari acara melamunnya
Chanyeol
menatap yeojachingunya dengan bingung “Ne?”
“Kau
tidak mendengarkanku?”
Chanyeol
menggaruk tengkuknya memangnya sudah berapa lama ia melamun sampai
yeojachingunya sadar kalau ia tidak mendengarkan ocehan yeojanya sama sekali
“A-um.. aku sedang memikirkan tugas ku..”
“Tugas?”
yeoja itu membeo mendengar jawaban Chanyeol sejak kapan memang Chanyeol terlalu
memikirkan tugasnya??
Chanyeol
mengalihkan pandangannya pada jendela disebelahnya ia mencoba berfikir
kira-kira apa yang harus ia jadikan alasan agar yeoja dihadapannya ini berhenti
bertanya kalau bisa berhenti berbicara “Eoh?!” Chanyeol kembali tersentak
ketika ia melihat disebrang jalan D.O tengah berjalan bersama dengan namja
tinggi yang bernama Kris itu lagi, bahkan wajah itu penuh dengan Expresi
Chanyeol benar-benar iri
“Sedang
apa mereka?” gumamnya mengundang perhatian yeoja dihadapan Chanyeol
“Apa?
Siapa?” Tanya yeoja itu penasaran
“A-Ani..”
Chanyeol segera bangkit dari duduknya “Aku baru ingat aku ada urusan sebentar
aku pergi dulu ne.. kau bisa pulang sendiri bukan?” Chanyeol langsung memakai
hoodienya dan beranjak meninggalkan yeojachingunya tanpa menunggu jawaban dari
yeojachingunya ia setuju ditinggal atau tidak, ia ingin mengejar jejak D.O dan
namja itu
“Kemana
mereka tadi?” Chanyeol segera berlari pelan menyusuri jalan yang seharusnya
dilewati D.O dengan namja bernama Kris itu, Chanyeol melewati toko perhiasan
ketika matanya tidak sengaja melihat kedalam toko ia tercekat melihat D.O dan
Namja tinggi itu ada didalam sana
Bukan,
bukan karena mereka ada didalam toko perhiasaan tetapi karena namja tinggi itu
tengah memakaikan cincin ke jemari D.O dan D.O tengah tersenyum, bahkan
Chanyeol hampir tidak pernah melihat senyum D.O selama mereka tinggal bersama
rasanya Chanyeol ingin menghajar namja tinggi itu, entah kenapa jantungnya
sakit bagai diremas-remas dengan kuat ia bahkan sampai susah bernafas dengan
normal rasanya nafasnya memburu karena menahan amarah dan sakit terlebih karena
melihat D.O bisa tersenyum pada orang lain bukan kepadanya
“Do
KyungSoo..” sebut Chanyeol dengan suara beratnya tepat dibelakang D.O membuat
D.O dan Kris menoleh, bahkan D.O kaget melihat Chanyeol sekarang berdiri
dibelakangnya kenapa bisa??
“O!
Hyung?” mata D.O membulat kaget ia tidak menyangka akan bertemu dengan Chanyeol
disini, bukankah CHanyeol hari ini pergi menemani Yeojachingunya?
“D.O-ya,
nugu?” Tanya Kris bingung
“Kajja..”
Chanyeol meraih jemari D.O melepaskan cincin yang dipakaikan Kris lalu mengembalikannya
pada Kris dan dengan segera menarik D.O keluar dari toko itu meninggalkan Kris
sendirian yang kebingungan
“Ah,
tidak ada ukuran jari yang bisa kupinjam….” Runtuk Kris sambil menggaruk-garuk
kepalanya
“Omo..”
D.O berlari pelan untuk menyamai langkah kaki pendeknya dengan langkah panjang
milik Chanyeol “Pelan-pelan Hyung..” protes D.O
Chanyeol
menarik D.O masuk ke-gang sempit dan sepi ia menarik D.O agar menghadapnya “Apa
yang kau lakukan?” Tanya Chanyeol
D.O
mengerutkan keningnya bingung, keadaan yang seperti ini membuatnya sampai lupa
kalau ia harusnya berwajah datar di hadapan Chanyeol jika ia tidak mau merona
jika terlalu lama di dekat Chanyeol “Mwo?”
“Apa
yang kau lakukan dengan namja tinggi itu?”
“Aku?”
D.O menatap Chanyeol bingung bahkan wajah yang biasanya datar itu kini terlihat
penuh expresi mata bulat itu kini terlihat makin bulat ketika tengah
kebingungan “Aku menemaninya membeli cincin..”
“Kenapa
harus kau, kenapa dia tidak beli dengan yang lain..”
Kini
bibir D.O sedikit mengangga ia benar-benar bingung “Mwo?” ia menggaruk pipinya
“Hyung sebenarnya ada apa ini aku benar-benar bingung..” D.O menatap Chanyeol
dengan wajah super duper bingung
“Kenapa
kau marah-marah seperti ini? Memang apa salahku?” Tanya D.O lagi sembari
memiringkan sedikit kepalanya
Chanyeol
daritadi hanya bisa diam memperhatikan setiap expresi yang keluar dari wajah
D.O ia tidak menyangka dari wajah sedatar milik D.O bisa menghasilkan wajah
imut seperti ini, ia meyukai wajah D.O yang seperti ini bisakah D.O terus
berexpresi seperti ini padanya terus menerus? Bahkan rasa sesak yang tadi ia
rasakan berganti dengan debaran-debaran yang ia sangat sukai debaran yang
selalu muncul ketika ia melihat D.O merona karena ulahnya
“Hyung?”
D.O mengibaskan tangan kirinya yang bebas dari cengkraman Chanyeol didepan
wajah namja tinggi itu berharap CHanyeol berhenti melamun, ia merasa ada yang
tidak beres dengan Chanyeol
“KyungSoo-ah..”
“Ne?”
“Bisakah
kau jangan tersenyum untuk orang lain? Bisakah kau hanya tersenyum untukku?
Bisakah kau berhenti memasang wajah datarmu dihadapanku?”
D.O
terdiam ia tidak mengerti maksud ucapan Chanyeol tetapi entah kenapa tanpa
sadar pipinya malah mengeluarkan rona yang dengan segera disadari oleh Chanyeol
“A-Apa maksudmu?”
Chanyeol
tersenyum “Paling tidak hanya diriku yang bisa membuatmu merona, aku cukup
bangga dengan itu..”
‘Blushing’
Secara
otomatis mendengar ucapan itu pipi D.O memerah sempurna bahkan sampai ke
telinga ia tidak menyangka mendengarkan kata-kata itu dari Chanyeol, walau ia
tidak mengerti Chanyeol kenapa tetapi ia benar-benar menyukai saat-saat ini,
CHanyeol tidak menjahilinya Chanyeol membuatnya merona karena perkataannya dan
ia menyukainya
# # # #
D.O
melangkah ke kamar Chanyeol baru saja ia ingin mengetuk pintu kamar Chanyeol
tiba-tiba pintu kamar sudah terbuka dan menampakan wajah Chanyeol yang kini
tengah membalas tatapan matanya, D.O berkedip-kedip sesaat lalu ia segera
menurunkan tangannya yang masih terangkat di udara dan menundukkan wajahnya
“Makan malam sudah siap Hyung..” D.O segera beranjak kabur meninggalkan
Chanyeol yang sekarang tersenyum sendiri melihat kelakuan D.O, terlebih melihat
rona merah muncul di kedua pipi bulat D.O
D.O
mengunyah sayur , daging dan nasinya ia terlihat menikmati makan malamnya tapi
berbeda dengan Chanyeol ia bukannya memakan makanannya ia malah sibuk menatap
cara makan D.O di hadapannya, Baekhyun yang menyadari kalau CHanyeol
memperhatikan D.O segera menepuk lengan Chanyeol “Habiskan makanmu, jangan
memperhatikan D.O terus-terusan..”
“Uhhuuuk!”
Chanyeol
melotot pada Baekhyun seolah-olah dari mata nya ia mengatakan kalau celetukkan
dari bibir Baekhyun yang membuat D.O tersedak makanannya sendiri barusan, Kai
menggeleng-geleng sambil memberikan segelas air pada D.O
“Gwenchana
Hyung?” Tanya Kai
D.O
menoleh pada Kai lalu tersenyum dan menggeleng “Gwenchana..”
“Ekhm..”
Chanyeol sengaja berdehem ketika melihat D.O memberikan senyumannya pada Kai
bahkan seluruh penghuni meja segera menoleh pada Chanyeol “Wae? Tenggorokanku
gatal..” Chanyeol menggosok-gosok lehernya “Ekhm EKhm..” entah kenapa ia
spontan melakukan itu, ia tidak suka D.O selalu tersenyum pada Kai padahal Kai
sudah memiliki Sehun, ia hanya takut D.O lebih menyukai berteman dekat dengan
Kai daripada dirinya
Chanyeol
kembali menatap D.O yang memang tengah menatapnya bingung karena aksi batuknya
barusan, ia tersenyum pada D.O dan senyumnya makin lebar ketika melihat wajah
bulat itu merona lagi, baru saja Chanyeol ingin berbicara tetapi D.O segera
memutuskan kontak mata mereka namja itu menunduk dan langsung memakan kembali
makanannya
“Siapa
yang memasak hari ini?” Tanya Chanyeol sambil memakan sayur di mangkuknya
“KyungSoo
Hyung yang memasaknya..” jawab Kai sembari mengambil sayur lebih banyak lagi ke
mangkuknya
Chanyeol
tersenyum lalu menatap D.O yang masih menunduk “Sayurnya sangat enak, sayur
yang paling enak yang pernah kumakan..” ucap CHanyeol sambil menatap D.O dan
berhasil membuat D.O makin menundukkan kepalanya menyembunyikan rona diwajahnya
yang lebih merah daripada tomat sedangkan Baekhyun senyum-senyum senang ia
merasakan ada perkembangan antara Chanyeol dan D.O entah karena apa dan sejak
kapan paling tidak ia sudah jarang melihat wajah datar D.O sekarang
‘Ting
Tong’
Semua
penghuni meja menoleh kearah pintu kecuali D.O ia jelas masih menunduk, siapa
yang datang dijam makan malam begini? Baru Baekhyun ingin bangkit dari duduknya
tiba-tiba D.O langsung berjalan dengan cepat kearah pintu “Aku saja yang
buka..” D.O lebih memilih membuka pintu daripada harus dimeja dan menunduk
wajahnya benar-benar tidak terkontrol
‘Cleek’
“Nu..
oh kau..” wajah D.O yang tadinya senang seketika berubah, ia benar-benar
menyesal meninggalkan meja makan
“Dimana
Chanyeol Oppa?”
D.O
menunjukkan wajah datarnya “DIa sedang makan didalam.. memang kau tidak makan
dengan keluargamu sampai kau datang kemari disaat jam makan malam seperti ini?”
Tamu
yang ternyata yeojachingu Chanyeol tersentak mendengar ucapan D.O, ia tidak
mengerti ada apa dengan teman-teman Chanyeol semua membenci nya tidak ada yang
welcome padanya “Aku ingin bertemu, dia namjachinguku sesukaku ingin bertemu
dengannya kapan saja..” ucap yeoja itu
D.O
menatap yeoja itu sebentar lalu berbalik badan ia segera melangkah masuk
kedalam menghampiri Chanyeol “Yeojamu datang..” ucap D.O sembari menatap
Chanyeol yang sekarang bingung menatap D.O
“Mwo?”
“Kau
tidak dengar, yeojachingumu datang..” ucap D.O dengan wajah datar nya lalu
beranjak meninggalkan ruang makan dan masuk ke kamarnya, Chanyeol hanya
mengerutkan keningnya kenapa D.O kembali berwajah datar lagi padanya sedangkan
Baekhyun dan Kai menggeleng-gelengkan kepalanya, memang D.O dan Chanyeol
terlihat semakin baik tetapi jangan lupakan yeoja chingu Chanyeol masih ada
yeoja itu yang akan mengganggu
“Oh,
kau datang..” sapa Chanyeol ketika melihat yeojachingunya berdiri di depan
pintu flatnya yang terbuka, ia hampir melupakan ia punya yeojachingu karena
beberapa hari ini sibuk dengan aksinya membuat D.O merona dan berexpresi
“Oppa,
ada apa dengan temanmu? Kenapa dia tidak mempersilahkan aku masuk? Apa kau tahu
diluar sini dingin..” yeoja itu langsung melangkah masuk dan memeluk manja
lengan Chanyeol
“Jika
kalian ingin berbincang, diluar saja arra? Ini sudah malam tidak baik ada yeoja
disini lagipula kami tidak menerima yeoja masuk ke flat kami..” ucap Baekhyun
yang tiba-tiba muncul dari belakang Chanyeol, ucapan Baekhyun benar-benar
membuat yeoja itu geram
“Ayo
Oppa kita keluar..” yeoja itu menarik-narik Chanyeol agar keluar dari
apartementnya “Aku heran kenapa kau mau tinggal bersama mereka, mereka
benar-benar tidak cocok menjadi temanmu..” lanjut yeoja itu
“Yak
kau gadis tetapi mulutmu tidak seperti seorang gadis!” omel Baekhyun hampir
saja ia menghampiri yeoja itu andai saja Kai tidak menahannya
“Yeoja
itu yeojachingu Chanyeol Hyung sebenci apapun kau tidak bisa berlaku kasar
padanya Hyung..” jelas Kai
Chanyeol
menghela nafas ia benar-benar lelah menjalani hubungan dengan yeoja ini selain
ia harus mendengar pertengkaran antara gadis ini dengan sahabat-sahabatnya ia
juga memang sudah tidak sanggup lagi meneruskannya tetapi kembali ke awal
Chanyeol sangat menghormati wanita ia tidak mungkin memutuskan yeojachingu nya
begitu saja
“Annyeong?”
Ke-4
orang yang kini berdiri didekat pintu menoleh bersamaan dan lihat siapa yang
tiba-tiba muncul di depan apartement mereka “O! Kris Hyung?” sapa Baekhyun
senang sedangkan Chanyeol sudah mengeraskan rahangnya. Untuk apalagi namja
tinggi ini kemari?
“Apa
D.O ada?” Tanya nya sembari tersenyum Chanyeol menghela nafas jika memang di
banding dengan dirinya namja dihadapannya memang lebih tinggi darinya dan juga
lebih tampan daripada dirinya, tetapi tunggu kenapa ia membandingkan dirinya
dengan Kris?? Untuk apa?
“Oppa
ayo kita pergi..” CHanyeol menoleh karena yeojanya terus saja merengek
“A-ah,
ne ayo..” rasanya Chanyeol tidak ingin beranjak meninggalkan apartement ia
ingin tahu ada urusan apalagi namja ini dengan D.O bertepatan ia tengah memakai
sepatunya D.O keluar dari kamar bahkan sudah memakai mantel tebalnya dan
langsung mengunakan sepatu tepat disebelah Chanyeol
Chanyeol
menoleh menatap D.O yang bahkan tidak menoleh padanya sedikitpun, kenapa D.O
berwajah sedatar ini lagi padanya? “Kau mau kemana?” Tanya nya bingung
“Bukan
urusanmu..” jawab D.O sembari melangkah keluar dari apartement dan menghampiri
Kris yang memang masih berdiri diluar pintu bersama dengan yeojachingu CHanyeol
“Waah
apa mereka akan berkencan?” celetuk Baekhyun
dan berhasil membuat ia mendapatkan tatapan tajam dari Chanyeol
“Kau gila?
Berhenti mengatakan seolah-olah D.O seperti Kai..” protes Chanyeol ia tidak
mempermasalahkan sebenarnya D.O seperti Kai atau bukan yang ia permasalahkan
sebenarnya jika memang D.O gay bisa kah jangan dengan lelaki itu, ia tidak rela,
rasa sesak di dadanya lagi-lagi kembali muncul ketika melihat D.O dengan namja
tinggi itu
Baekhyun
menatap Chanyeol lalu tertawa “Neo Mollayo? D.O memang seperti Kai..”
Chanyeol
mengangga mendengar ucapan Baekhyun dadanya makin sesak ia bukan kaget karena
D.O seperti Kai yang ia takutkan D.O dan namja tinggi itu akan bersama “Dan
bodohnya dia malah menyukai namja bodoh sepertimu.. mungkin sudah saatnya D.O
bangkit bersama Kris Hyung..”
Braaaak!!!
Chanyeol segera keluar apartement
bahkan pintu apartement tanpa ia sadari ia banting ia berlari dengan kencang
meninggalkan yeojanya yang masih berdiri disebelah pintu bahkan hanya menatap
Chanyeol terheran-heran karena berlari secepat kilat meninggalkannya Chanyeol
mengejar D.O, ia mengerti sekarang kenapa hanya dirinya yang bisa membuat D.O
merona dan kenapa ia sesak seperti ini ketika D.O dengan namja lain aish
pabonya kau Park Chanyeol
Chanyeol berhenti di depan Lift dan
tepat pintu Lift baru saja tertutup ia segera berlari kembali ketangga darurat
ia berlari menuruni tangga dengan cepat ia harus sudah sampai dibawah
bertepatan dengan D.O dan Kris yang sampai dibawah dengan menggunakan lift
“Hyung
jika Tao sampai tahu kau akan habis..” ucap Kai
“Mwoya..
aku kan hanya menyadarkan si Chanyeol bodoh itu..”
“Iya
dengan menjadikan Kris Hyung kambing hitam, jika sampai CHanyeol Hyung memukul
Kris Hyung Tao akan benar-benar menggantungmu..”
Baekhyun
menatap horror Kai lalu memegang lehernya, entah kenapa banyak yang tertarik
dengan lehernya, matilah dia.
Chanyeol
mendorong pintu tangga darurat ia segera berlari ke lift dan benar ia tidak
telat ia masih menunggu di depan lift ia mengatur nafasnya ia benar-benar lelah
berlari secepat itu menuruni tangga dari lantai 5
‘Ting!’
Chanyeol
menghirup nafas banyak-banyak ketika pintu Lift terbuka ia segera masuk kedalam
dan memeluk D.O yang tengah berbincang dengan 2 namja di dalam Lift, bahkan D.O
hanya bisa mematung kaget karena pelukan mendadak ini dan 2 namja lainnya hanya
saling bertatap bingung melihat Chanyeol memeluk D.O dengan tiba-tiba dihadapan
mereka
“Jebal
KyungSoo-ah jangan pergi dengan si tinggi itu, jangan berhenti menyukaiku..”
kata-kata Chanyeol sukses membuat D.O pucat pasi
“Ekhm??”
Chanyeol
menoleh kearah si pembuat interupsi dan ia kini terbengong melihat namja tinggi
bernama Kris itu tengah menatapnya bersama namja disebelahnya dengan tatapan
mengejek, Chanyeol tidak mengira isi lift bukan hanya D.O dan Kris saja
“Jadi
D.O-ya apa ini Park Chanyeol yang selalu kau ceritakan itu?” mata D.O membulat
tidak suka kearah Kris kenapa Kris harus mengatakannya di depan CHanyeol? Alhasil
kini Chanyeol menatapnya dengan bingung bahkan kini namja disebelah Kris
tertawa
“Tao-ah,
berhenti tertawa..” D.O memajukan bibirnya kesal, CHanyeol menatap D.O tidak percaya
ia baru pertama kali melihat bibir itu mengerucut begitu
“Karena
ulah namja ini kita sekarang naik lagi keatas..” ucap Tao menggaruk kepalanya,
mereka tidak keluar dari lift karena sibuk melihat adegan pelukan Chanyeol dan
D.O yang tiba-tiba dan hasilnya pintu lift tertutup dan liftnya kembali naik
keatas sepertinya ada yang menekan tombol lift di atas
D.O
melepas pelukan Chanyeol “Mwoya? Ada apa denganmu Hyung?”
Chanyeol
memajukan tubuhnya selangkah “Seharusnya aku yang bertanya itu padamu, kenapa
kau selalu berwajah datar dihadapanku? Kenapa kau hanya melakukan itu padaku?”
D.O
berfikir alasan apa yang akan ia berikan pada Chanyeol?? “Dan kenapa kau tidak
pernah jujur padaku jika kau menyukaiku?”
‘Bluussshh’
D.O
kali ini menatap Chanyeol dengan wajah yang memerah darimana juga namja tinggi
ini tahu tentang perasaannya?? “A-aku..” D.O menghentakkan kakinya “Aish.. ini
semua karenamu!” D.O menunjuk wajah Chanyeol “ Aku selalu berdetak tidak karuan didekatmu aku bahkan
merona tanpa sebab bila berada didekatmu, maka dari itu aku mengatur expresiku
saat berada di dekat mu..”
“Mengatur?
Kau bukan mengatur kau membuat wajahmu terlihat sangat datar.. aku bahkan
sampai berfikir apa kau membenciku?”
Kris
dan namja bernama Tao hanya menatap bingung pertengkaran keduanya entahlah 2
orang di hadapan mereka ini sangat lucu “Lagipula, untuk apa ku katakan
perasaanku jika kau saja sudah mempunyai yeojachingu? Aku tidak gila..”
Chanyeol
terdiam ia baru sangat tahu D.O memang berwajah datar tetapi ketika ia
mengenalkan yeojachingunya bukan hanya wajah bahkan sikap D.O padanya berubah,
dan sekarang ia baru sadar lagi ia sudah punya yeojachingu untuk apa menahan
D.O? tetapi ia tidak mau dan tidak pernah rela D.O bersama namja lain Chanyeol
ingin D.O merona hanya karena dirinya bukan karena namja lain, ia menyukai D.O
bahkan sudah sejak lama dan bodohnya ia baru menyadarinya sekarang
‘Ting’
Pintu
lift terbuka mereka kembali ke lantai 5 dan tepat dihadapan mereka yeojachingu
Chanyeol kini sudah berdiri baru saja ia berniat memasuki lift tetapi
langkahnya terhenti ketika melihat 4 namja dihadapannya dan 2 diantaranya ia
kenal “Chanyeol Oppa..” yeoja itu dengan semangat memanggil Chanyeol bahkan
tersenyum seimut-imut mungkin
Chanyeol
mengalihkan pandangannya pada D.O namja itu menghela nafas “Yeojamu menunggu
kau pergilah dengannya..” ucap D.O ia melangkah mendekati Tao berdiri
membelakangi Chanyeol
“Mian..
sebaiknya kita akhiri semuanya.. annyeong..” ucap Chanyeol singkat pada
yeojachingunya sembari memencet tombol lift agar lift kembali turun kebawah dan
membiarkan yeoja itu kini mengangga bingung
“Hei
kau memutuskannya dengan cara seperti itu?” Tanya Kris ia bingung harus merasa
kagum atau aneh dengan cara putus seperti itu
Chanyeol
memeluk D.O dari belakang “Aku sudah tidak punya yeojachingu, sekarang kau
sudah bisa mengatakan perasaanmu padaku..”
Jujur
saja Tao ingin tertawa terbahak saat ini ia merasa 2 orang dihadapannya ini
benar-benar sangat lucu, D.O yang menghindari namja kelebihan kalsium itu dan
CHanyeol yang baru saja memutuskan yeojachingu nya dengan cara teraneh di dunia
“Kau gila eoh? Tidak akan..” ucap D.O
Chanyeol
membalik tubuh D.O “Kau menyukaiku? Karena aku menyukaimu! entahlah rasa suka
ku tidak sebesar rasa sukamu padaku atau tidak tetapi aku tidak suka melihatmu
bersama namja lain, bahkan aku tidak suka kau tersenyum dengan namja lain kau
hanya boleh tersenyum padaku.. tidak ada penolakan..”
D.O
menatap cengo Chanyeol ia benar-benar tidak mengerti ada apa dengan Chanyeol malam
ini kata-kata Chanyeol ia telaah pelan-pelan, ia berusaha menggemakan ucapan
Chanyeol diotak besarnya bahwa Chanyeol menyukainya, dan hasilnya pipi bulat
itu lagi-lagi merona
Kris
merangkul Tao ketika ia melihat lift sudah sampai di lantai 1 “Sepertinya hari
ini kau harus merelakan pesta ini hanya ada kita ber-2 D.O harus mengurus namja
itu..”
‘Ting’
Tao dan
Kris melangkah keluar lift tanpa memberitahu D.O dan Chanyeol ia membiarkan
kedua orang bodoh itu kembali naik keatas berhubung memang ada yang menekan
tombol lift disalah satu lantai di atas, dan lift itu pun membawa Chanyeol dan
D.O kembali keatas
“Aku
tidak mengerti apa yang kurasakan KyungSoo-ah ini semua tiba-tiba baru kusadari,
tetapi aku ingin kau menjadi milikku kau seharusnya mengerti bukan? Kenapa aku
menanyai soal siapa itu Kris? Kenapa aku menarikmu pergi dari toko perhiasan
itu? Itu bentuk perasaan yang tidak bisa kujelaskan..” CHanyeol membungkuk
meletakan kedua tangannya di bahu D.O “Rasanya sangat sesak ketika melihatmu
bersama dengan si tinggi itu..”
D.O
menatap Chanyeol dengan wajah yang tengah ia usahakan terlihat datar tetapi
sedikit lengkungan senyum keluar dari bibir tebal D.O “Aku menyukaimu..” ucap
D.O dengan cepat lalu kembali menunduk dan menyembunyikan rona diwajahnya,
Chanyeol tersenyum ia meraih dagu D.O agar mendongak menatapnya
“Bisakah
aku katakan kalau aku juga menyukaimu juga?” ucap CHanyeol sembari mendekatkan
wajahnya dan D.O “Bahkan terlalu menyukaimu..” lanjutnya sebelum menempelkan
bibirnya pada bibir tebal D.O
‘Ting’
Mantan
yeojachingu Chanyeol membulatkan matanya ketika lift dihadapannya terbuka dan
menampakan mantan kekasihnya itu kini tengah melumat pelan bibir namja yang
tadi mengomelinya di depan apartement, ia segera menutup matanya dan berlari
sambil berteriak kearah pintu darurat dan menghentikan secara otomatis ciuman
CHanyeol dan D.O yang mendengar suara teriakan
Chanyeol
dan D.O menoleh keluar tetapi tidak ada siapapun, Chanyeol menarik D.O keluar
lift rasanya ia mual harus naik turun lift berkali-kali “Kau tidak harus pergi
bukan? Sekarang temani aku di rumah saja arra?” Tanya Chanyeol yang lebih mirip
pernyataan dari pada pertanyaan
“Sesukamu
sajalah, sedari tadi juga aku mengikuti apa kata-katamu..” sahut D.O yang
sekarang pasrah saja di tarik Chanyeol kembali ke apartement mereka, Chanyeol
berbalik ia tetap berjalan mundur tetapi sambil menghadap D.O
“Ingat
buang wajah datar itu dari hadapanku dan semua orang aro? Jika sampai kau
berwajah datar lagi dihadapanku akan kucium kau dimanapun..” Chanyeol berhenti
tepat di depan pintu apartementnya dan menekan bel
“Mwo?
Kau tidak bisa seperti itu.. dan tidak akan bisa” D.O menatap jengkel Chanyeol
dengan wajah datarnya kata-kata Chanyeol sangat tidak masuk akal ia paling
malas berexpresi di depan orang yang tidak ia kenal dengan baik
“Aish,
sudah kubilang bukan jangan berwajah seperti itu..” Chanyeol segera menarik D.O
mendekat padanya dan mengunci bibir D.O dengan ciumannya kembali
‘Clek’
“Omo!!”
Baekhyun melotot kaget melihat Chanyeol dan D.O tengah berciuman di hadapannya
lebih tepatnya di depan pintu flat mereka
Chanyeol
melepas ciumannya lalu beranjak masuk “Malam Hyung..” ia langsung melangkah
masuk kedalam bahkan ia tidak perduli D.O kini merona karena dirinya dan
Baekhyun yang melongo
“Do
KyungSoo! Noe Naelggoya!” pekik CHanyeol dari dalam sebelum masuk kedalam
kamarnya
“D.O-ya?”
Baekhyun menggucang tubuh D.O agar sadar dari fase merona berlebihan ia butuh
penjelasan ini hanya beberapa menit bukan beberapa jam tetapi keadaan sudah
seperti ini apa yang terjadi ia benar-benar penasaran
“Hyung..
“ D.O masih merona “Dia menyukaiku..” Baekhyun dan D.O melompat-lompat dan
menjerit bersama di depan pintu, mereka tidak akan berhenti sampai Kai menarik
mereka masuk kedalam
“Kalian
ingin disiram air eoh berteriak malam-malam di depan?” omel Kai tetapi ia tetap
tersenyum pada D.O “Chukae Hyung kau berhasil menyingkirkan yeoja itu..” ucap
Kai bahagia
“Kita
harus merayakan ini..” ucap Baekhyun antusias bahkan matanya hampir jadi garis
karena senyum berlebihan
“Aniyo..”
D.O menahannya “Aku harus belajar besok akan ada ujian..” D.O segera beranjak
menuju kamarnya
“Mwo?
Aish kau tidak asik D.O-ya..” protes Baekhyun
‘Clek’
Chanyeol
menongolkan wajahnya diantara pintu dan dinding “Jika ada yang melihat
KyungSooku kembali berwajah datar, adukan padaku dan aku akan segera menciumnya
saat itu juga”
“Yaaaak!”
D.O segera melempar Chanyeol dengan bantal kursi yang berada di dekatnya
“Mereka
benar sudah resmi?” Tanya Kai bingung karena melihat Chanyeol yang kini tengah
mendapatkan lemparan bantal dari D.O, paling tidak begini lebih baik dari pada
harus menghadapi kebodohan Chanyeol dan wajah datar D.O
D.O dan
Baekhyun kembali menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat Chanyeol dan Kai
berlarian tidak jelas di dalam dorm untuk yang kesekian kalinya mereka ber-2
bangun telat dipagi hari “Kalian sudah memakai weker tetap saja terlambat..”
omel Baekhyun yang sudah menggendong tasnya
D.O
menghampiri Chanyeol dan memberikan tas dan hoodie Chanyeol “Sarapanmu sudah
kumasukan bukumu juga.. kau benar-benar payah Park Chanyeol..” ucap D.O sembari
memplototi Chanyeol bagaimana ia bisa menyukai namja bodoh ini
Chanyeol
menerima tas dan hoodie dari D.O ia kemudian mengecup kening D.O “Terimakasih
untuk pujian dan wajah lucumu itu, kajja berangkat..” ucap Chanyeol setelah
memberikan kecupan yang selalu ia berikan jika ia melihat D.O berwajah imut
dihadapannya lalu ia segera memakai hoodienya sambil menarik D.O kepintu
“Yaak
tunggu aku..” omel Kai sambil memakai jaket dan menyeret tas miliknya
“Kau
benar-benar mengerikan Kai-ya, apa Sehun tidak sedang sakit mata ketika
menerima mu?” ucap Baekhyun sembari menyusul D.O dan Chanyeol
“Sehun
tidak sakit mata Hyung..” omel Kai sambil menutup pintu apartement dan menyusul
Baekhyun yang berjalan di belakang CHanyeol dan D.O sambil membaca layar
ponselnya
“Sepertinya
kau lupa mengatakan sesuatu pagi ini Kyungsoo-ah..” ucap Chanyeol
“Mwo?
Aku tidak akan mengatakannya setiap hari..” D.O melangkah terlebih dahulu ia
tengah membaca kertas di tangannya dengan serius bahkan ia tanpa sadar berwajah
datar
Chanyeol
menarik dagu D.O menghadap wajahnya secara tiba-tiba lalu mengecup bibir
bershape love itu “Saranghae Do KyungSoo, dan jangan berwajah sedatar itu..”
ucap Chanyeol sebelum kabur dari hadapan D.O
“Yaaaak
Park CHanyeol kau memang ingin mati eoh!!” D.O segera mengejar Chanyeol dan diikuti Baekhyun serta Kai yang tidak
tahu apa-apa mereka hanya mengikuti D.O karena tidak ingin di tinggal
TAMAT
September, 28 2015
01 : 45 PM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar