myCatalog

Kamis, 08 Oktober 2015

TENDER LOVE



TENDER LOVE

Pairing            : Park Chanyeol, Do KyungSoo, Kim JongIn, Byun Baekhyun

Genre              : Romance, Comedy

Leght               : OneShoot

Tittle               : Tender Love

Author             : Choi Seorin





                Krriiiiing!!!!!!!


                ‘Bruuuuk’

                “Aku telaaaaaat…”

                “Kenapa tidak ada yang membangunkanku??”

                Namja mungil dan namja berambut ikal disampingnya hanya melihat malas kedua namja tinggi yang sekarang tengah berlari kesana-kemari di dalam apartement yang mereka tempati ber-4, sejak hari pertama mereka ber-4 memutuskan untuk tinggal bersama mereka sudah biasa dengan rutinitas seperti ini setiap hari dan juga karena ingin menghemat biaya sewa dan juga jarak dari apartement mereka ke kampus hanya menghabiskan waktu 30 menit dengan berjalan kaki maka dari itu mereka setuju untuk tinggal bersama dan mau tidak mau harus siap dengan keadaan ini

                “Aku sudah membangunkanmu sedari tadi hyung..” ucap namja mungil itu dengan wajah datarnya, entah sejak awal memutuskan tinggal bersama namja ini jarang sekali tersenyum expresi yang paling sering terlihat adalah wajah datarnya itu hanya sesekali mereka bisa melihat expresi lain dari wajah nama mungil itu

                Namja tinggi yang merasa di ajak bicara oleh namja mungil itu segera menghampiri si namja mungil “Bisakah kau mentertawakanku saja daripada berwajah sedatar itu? Wajah dan kata-katamu mengintimidasiku..” ucapnya putus asa

                “………..” tidak ada balasan dari si namja mungil, namja itu hanya menatapnya dengan wajah datarnya



                “Kyungsoo Hyung ayo kta berangkat..” namja tinggi satunya lagi segera menepuk namja mungil berwajah datar itu, walau ia bangun telat tetapi untuk bersiap-siap ia tidak membutuhkan waktu yang lama berbeda dengan namja tinggi satunya yang tadi berbicara dengan namja mungil itu

                “Ne, kajja Kai..” ucap namja mungil itu sambil meraih tas ranselnya lalu menggendong talinya disebelah kanan dan melangkah keluar menyusul namja tinggi yang mengajaknya tadi berangkat meninggalkan 2 namja lagi di dalam apartement

                Namja berambut ikal satunya hanya tersenyum-senyum “Heh pabo kapan kau akan berangkat? Kau berniat membuat kita telat eoh?” omelnya

                Namja tinggi yang masih jengkel karena ditinggal begitu saja oleh namja mungil tadi tanpa merespon omongannya langsung mengacak-acak rambutnya sebal “Aish Hyung, kenapa kau tidak berangkat bersama mereka saja..” sahut namja tinggi ini sambil cepat-cepat mengambil hoodie dan tasnya yang masih ada di kamar

                “Aku harus memastikan kau berangkat kuliah dengan benar, atau umma mu akan memenggal kepalaku.. palliwa..atau akan ku patahkan leher gitar kesayanganmu itu..”

                “Yaaak Baekhyun Hyung aku segera datang..” dengan keadaan masih berantakan namja tinggi itu berlari keluar dari kamarnya, bahkan sambil memakai kaus kaki di kaki kanannya, namja berambut ikal itu hanya meringis melihat namja tinggi di hadapannya

                “Aigoo Park Chanyeol, kenapa setiap pagi kau harus terlihat semengerikan ini..” namja itu melangkah terlebih dahulu keluar dari apartement meninggalkan namja tinggi itu yang sekarang sedang memakai sepatunya dengan terburu-buru

                Namja tinggi yang bernama Park Chanyeol itu tengah membaca selembar kertas yang berisi tugas yang harus ia kerjakan, ia menghela nafasnya pelan tugas ini banyak dan susah sekali bagaimana ia bisa selesaikan hanya dalam seminggu? Dosennya benar-benar sangat tega memberikan hukuman sekejam ini padanya

                “Hyung?”

                Chanyeol menoleh dan melihat si namja mungil berwajah datar itu tengah berjalan menghampirinya sepertinya jam pelajarannya baru saja usai ia tersenyum senang paling tidak walau namja itu berwajah datar tetapi namja itu tidak pernah lupa untuk menyapanya jika berpapasan “Ah, KyungSoo-ah..”

                “Kau mau kemana? Baekhyun Hyung dan Kai menunggu kita di kantin..” ucap namja mungil yang dipanggil KyungSoo itu

                “Aku harus ke perpustakaan dulu, ada tugas yang harus ku cari aku benar-benar tidak mengerti makanya aku..”

                Ucapan Chanyeol terhenti karena tiba-tiba D.O sudah menariknya “Yak kau membawaku kemana?” protes Chanyeol bingung karena ia sekarang di seret-seret oleh namja yang posturnya lebih kecil daripada dirinya

                “Ke kantin, soal tugas aku kan membantunya mencari nanti yang terpenting kau harus makan, tadi kita semua tidak sempat sarapan bukan?”

                Chanyeol akhirnya pasrah dan mengikuti D.O dan begitu sampai di Kantin sudah terlihat Baekhyun dan Kai yang tengah berebut makan di meja “Apa yang mereka lakukan? Apa tidak bosan selalu seperti itu setiap hari?” Chanyeol berkacak pinggang bahkan wajah nya menunjukan expresi prihatin melihat 2 teman seapartementnya seperti itu

                “Kau sendiri tidak bosan terlambat bangun setiap hari?” balas D.O membuat sebelah alis Chanyeol terangkat bahkan ia sampai menoleh menatap D.O, hei barusan D.O menyindirnya??

                “Lalu kau tidak bosan harus selalu berwajah datar seperti itu setiap hari?” Chanyeol membungkukkan badannya lalu mendekatkan wajahnya kearah D.O sontak saja membuat D.O langsung membulatkan matanya kaget bahkan sampai membuat seburat merah muncul di pipi bulat D.O

                “Mwoya?” D.O mendorong bahu Chanyeol menjauh darinya lalu segera berjalan meninggalkan Chanyeol segera menuju ke tempat Baekhyun dan Kai berada

                Chanyeol segera menyusul D.O ia tersenyum-senyum di belakang D.O paling tidak hari ini ia berhasil lagi membuat pipi D.O merona, ia sangat suka menjahili D.O agar bisa melihat pipi bulat itu merona walau sedikit paling tidak D.O yang biasanya berwajah datar itu terlihat lebih imut dari biasanya

                Sedangkan D.O semakin cepat melangkah meninggalkan Chanyeol wajahnya hampir semerah tomat bahkan ia tidak bisa mengatur detak jantungnya dan karena alasan inilah D.O selalu berwajah datar di hadapan Chanyeol karena sesungguhnya ia memang sedang berusaha menahan rona nya yang akan secara otomatis keluar jika Chanyeol mendekatinya secara tiba-tiba seperti barusan, ia tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri jika menyangkut masalah Chanyeol ia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya seperti ini, bahkan sudah sejak awal bertemu CHanyeol ia seperti ini rasanya ia hampir gila dengan perasaannya sendiri

                “Oh, Wasseo?” ucap Kai senang sambil menepuk-nepuk bangku disebelahnya

                “Oh, D.O-ya kenapa dengan wajahmu?” Tanya Baekhyun bingung ketika D.O sudah duduk di sebelah Kai dan tepat di hadapannya ia memperhatikan baik-baik wajah D.O yang masih tersisa rona disana

                Kai segera menepuk pelan punggung tangan Baekhyun dan mengisyaratkan keberadaan Chanyeol yang masih jauh di belakang “Ah si tinggi itu menjahilimu lagi?”

                “Kejahilan yang kau sukai bukan Hyung?” kali ini Kai menyenggol  lengan D.O dengan wajah mengejek rasanya D.O ingin membenamkan wajah Kai kedalam soup labu yang ada di hadapannya Kai

                “Shikeuro!” ucap D.O sembari mengambil makanan miliknya dan memakannya ia jadi benar-benar lapar dalam keadaan seperti ini

                Chanyeol pun tiba dan duduk di sebelah Baekhyun dengan wajah polosnya ia seperti lupa baru saja ia menjahili D.O “Aigoo, aku sangat lapar..” ucap Chanyeol sambil mengelus-elus perutnya

                “Cepat sana beli.. aku hanya menyiapkan makanan hanya untuk Kai dan D.O..”

                Chanyeol menatap Baekhyun tidak percaya “Kau menyiapkan untuk mereka tetapi tidak untukku..” Chanyeol benar- benar merasa di anak tirikan “Kau benar-benar tega Hyung padaku..” lanjutnya dengan nada seolah-olah Chanyeol adalah namja yang paling menderita didunia ini

                “Ini makan bagianku..” D.O menggeser piring miliknya kearah Chanyeol dan Chanyeol segera tersenyum senang bahkan seluruh giginya makin terlihat

                “Waaah, kau memang yang terbaik KyungSoo-ah..” ucap Chanyeol dengan senangnya dan langsung menyantap makanannya ia tidak memperhatikan lagi kalau D.O sekarang sibuk menatap CHanyeol yang tengah makan di hadapannya , Baekhyun dan Kai hanya menatap D.O sesaat lalu menggeleng-gelengkan kepalanya

                Baekhyun yang paling mengerti apa yang dirasakan D.O, jelas D.O menyukai Chanyeol sejak pertama kali mereka berkenalan di kampus lalu dengan sedikit ide gila dari Baekhyun ia mengajukan saran agar mereka bisa tinggal bersama karena sangat pas sekali mereka memang menyewa apartemen masing-masing, tentu saja tawaran nya tidak ditolak oleh Chanyeol hanya sedikit protes awalnya dari D.O karena D.O yang belum bisa mengontrol perasaannya pada Chanyeol, setiap hari baik Baekhyun atau Kai pasti selalu memergoki D.O yang tanpa sengaja mencuri pandang pada Chanyeol, tetapi entah Chanyeol yang polos atau bodoh ia malah tidak pernah sadar akan perasaan D.O malah semakin sering menjahili D.O dengan alasan “Menjahilinya sangat menyenangkan, ia benar-benar lucu aku menyukai expresi nya..”

                Dan hingga suatu hari lebih tepatnya 2 minggu yang lalu tepat di hari minggu yang seharusnya digunakan mereka ber-4 bersantai bersama diapartement dan dengan tanpa dosa seorang Park Chanyeol tiba-tiba datang membawa seorang yeoja datang ke apartement mereka dan mengenalkan pada mereka kalau yeoja itu yeojachingunya, D.O hanya diam Kai hanya menghela nafas dan hanya Baekhyun yang geram

                “Kau lupa peraturan disini? Dilarang membawa yeoja kedalam apartemen..” protes Baekhyun sambil menatap geram yeoja yang tengah digandeng CHanyeol darimana bagusnya gadis itu? D.O jauh lebih baik daripada gadis itu

                “Yak, Hyung! Aku hanya ingin mengenalkanmu pada kekasihku apa itu salah?” Chanyeol ikut protes ia bingung kenapa Baekhyun sangat sensitive dengan tingkah lakunya

                “Kai-ya, temani aku ke supermarket kajja..” D.O langsung berdiri dari duduk nya lalu meraih hoodie nya dan melangkah melewati Chanyeol begitu saja

                “Ne KyungSoo Hyung..” Kai segera menyusul D.O, sedangkan Chanyeol menatap kesal sikap semua sahabatnya ini terlebih D.O kenapa namja mungil berwajah datar itu langsung pergi begitu saja? Dan demi neptunus jadwal belanja itu sudah ditentukan sejak awal dirinya dan D.O kenapa hari ini D.O malah memutuskan pergi dengan Kai?

                “KyungSoo-ah bukankah kau harusnya belanja bersamaku?” omel Chanyeol bahkan ia sampai berbalik badan dan melepas genggaman tangannya pada yeojanya

                “Aku bisa pergi sendiri atau dengan siapa saja..” ucap D.O dengan wajah datarnya dan menatap Chanyeol “Ah, Chukae..” sambung D.O sebelum menghilang di balik pintu bersama Kai

                Jika ingat hari itu rasanya Baekhyun ingin meniban kepala Chanyeol dengan palu godam, Baekhyun mengunyah makanan miliknya pelan-pelan ia masih memperhatikan D.O dan CHanyeol yang satu straight (jelas karena Chanyeol bisa mempunyai yeojachingu) dan yang 1 nya gay, kenapa D.O harus jatuh cinta pada si bodoh Chanyeol masih banyak namja tampan tinggi dan terlebih pintar tidak bodoh seperti Park Chanyeol

                “Oppa..”

                Acara makan mereka ber-4 terinterupsi bahkan ke-4 namja itu menoleh bersamaan dan setelah melihat siapa yang datang expresi berbeda-beda muncul di wajah mereka masing-masing, D.O kembali menatap meja ia menghirup jus mangga miliknya ia terlihat tidak ingin perduli siapa yang datang, Kai menghela nafas lalu kembali memakan makanannya ia jengkel melihat wanita dengan lipstick setebal yeoja dihadapannya ini, Baekhyun menatap yeoja itu tidak suka

                “Kami sedang makan kenapa kau datang kemari?” Tanya Baekhyun malas

                “Ya Hyung, jangan seperti itu..” bela Chanyeol, ia sebenarnya sedikit tersinggung yeojachingunya di sindir oleh Baekhyun tetapi ia juga tidak bisa menyalahkan Baekhyun sepenuhnya, ia sudah tahu Baekhyun tidak suka dengan yeojachingunya sejak awal ia mengenalkannya

                “Chanyeol Oppa.. bisa kah hari ini kau mengantarku berbelanja?” Tanya yeoja itu dengan wajah yang diimut-imutkan

                “Aku..” Chanyeol tengah berfikir sebenarnya ia tidak ingin ikut tetapi dirinya tidak pernah berani menolak permintaan yeoja ia sangat menghormati yeoja bahkan ketika yeoja ini menyatakan perasaannya ia langsung menerimanya karena alasan ia menghormati yeoja

              “Bukankah kau ada tugas? Kita harus mengerjakannya bukan? Habiskan makanmu dan temui aku di perpustakaan..” ucap D.O sembari beranjak berdiri wajahnya sangat datar bahkan suaranya sangat berat dan tegas, lalu tanpa menunggu jawaban Chanyeol dan tanpa memperdulikan tatapan para sahabatnya yang menegang mendengar kata-kata nya, D.O segera berajak meninggalkan kantin menuju perpustakaan

                Chanyeol tersenyum kikuk kearah yeojanya “Kau dengar bukan? Aku harus menyelesaikan tugasku, hari ini aku tidak bisa mengantarmu..”

                Yeoja itu memajukan bibirnya berniat melakukan aksi aegyo agar Chanyeol mau menemaninya tetapi dengan segera di interupsi Baekhyun “Bukankah hampir setiap hari kau meminta Chanyeol menemanimu sampai jam tidurnya pun kurang, setiap pagi bangun telat bahkan sampai tidak menyelesaikan tugasnya..” Baekhyun menoleh dan menatap yeoja itu “Kau itu yeojachingu nya atau perusak masa depannya?” ucap Baekhyun ditambah senyum tanpa dosa yang melukis wajahnya seolah-olah kata-katanya barusan itu bukan sesuatu yang menyakitkan

                “Ah.. ahahaha..” Chanyeol berusaha mencairkan suasana “Hyung, kau terlalu berlebihan sepertinya..”

                Kai berdiri dari duduknya mengelap bibirnya dengan tissue lalu menoleh pada yeoja itu “Jika kau memang menyanyangi Chanyeol jangan selalu memonopolinya, itupun jika kau bisa membedakan sayang dan ambisi nona..”

                “Oppa kenapa dengan sahabat-sahabatmu?” omel yeoja itu ia hampir ingin menangis Chanyeol bingung ia harus melakukan apa karena apa yang sahabat-sahabatnya katakan semuanya benar yeoja ini memang lebih banyak berpengaruh negative bagi dirinya

                “Mianhae hari ini aku tidak bisa menemanimu.. aku benar-benar harus mengerjakan tugasku..” ucap Chanyeol dan dengan sekali hentakan kaki dari yeoja itu, dia pun berlalu pergi

                CHanyeol menghela nafas ia sedikit lega rasanya ini pertama kali nya ia menolak ajakan yeojachingunya lalu melirik kearah 2 sahabatnya yang tersisa “Kalian sangat membencinya?”

                “Ne, dia membuatmu tidak menyelesaikan tugas bahkan dia juga membuatmu bangun telat beberapa waktu ini, yeoja macam apa dia apa kau tidak sakit mata ketika menerimanya menjadi yeojamu?” omel Baekhyun

                “Aku tidak membenci, aku memang tidak suka pada wanita Hyung, terlebih dengan wanita seperti yeoja mu… Sehunku lebih indah dipandang daripada yeojamu..”

                Chanyeol menelan ludahnya ia segera menghabiskan air putih digelasnya “Aku menyusul KyungSoo dulu ne, aku harus mengerjakan tugasku..” Chanyeol segera melarikan diri sebelum ia harus dihakimi lagi oleh 2 sahabatnya ini

                Chanyeol memasuki perpustakaan ia melihat D.O ada di meja dekat dengan jendela dan diantara 2 rak buku tinggi,D.O tengah membaca wajahnya terlihat serius dari tampak samping belum lagi sinar matahari yang membiasi wajahnya Chanyeol tersenyum riang sebelum menghampiri D.O  ia segera menghampiri D.O dan duduk disebelah D.O “KyungSoo-ah..”

                D.O menoleh sekilas ia langsung menatap CHanyeol dengan wajah datarnya, benar-benar Chanyeol tidak suka wajah datar yang D.O selalu tunjukan dihadapannya rasanya ia rela membayar berapapun dan menukar apapun miliknya agar bisa mengganti expresi datar itu dengan expresi lain “Oh, kau datang? Ku kira kau jadi pergi dengan kekasihmu itu..” ucap D.O kembali mengalihkan matanya menatap buku yang sedari tadi di bacanya

                Sia-sia Chanyeol datang dengan senyum sumringah tetapi ketika sampai di perpustakaan ia hanya mendapatkan aura membunuh milik D.O yang melingkupi di antara dirinya dan D.O, bahkan untuk menelan ludahnya saja ia susah tatapn dan ucapan D.O selalu mengintimidasinya

                “KyungSoo-ah..”

                “Hmm?” D.O tidak menoleh ia hanya berdehem menandakan ia mendengarkan

                “Menurutmu yeojachinguku bagaimana?” Tanya Chanyeol dengan wajah polosnya rasanya memang Chanyeol bodoh dan tidak mengerti situasi, tetapi ia memang ingin tahu bagaimana pendapat D.O karena selama ini hanya D.O yang tidak pernah mengungkapkan penilaiannya terhadap yeojachingunya

                D.O menghirup nafas ia menoleh lalu menatap Chanyeol “Nan… Molla..” selesai ia kembali membaca buku dihadapannya dan Chanyeol kembali menelan ludahnya dengan susah payah, cara menjawab dan expresi wajah D.O benar-benar membuatnya lagi-lagi terintimidasi

                D.O kembali menoleh “Sekarang aku yang ingin bertanya..”

                “O- Ah ne kau ingin bertanya apa?” ia menatap antusias pada D.O ini pertama kalinya D.O bertanya padanya, dan sepertinya pertanyaan yang serius dan penting

                “Menurutmu, menyukai sesama jenis itu bagaimana?” Tanya D.O dengan wajah datarnya padahal dalam hati jantungnya tidak bisa berhenti berdetak dengan kencang ia ingin tahu apa pendapat Chanyeol tentang hubungan sesama jenis karena saat ini yang ia tahu Chanyeol lurus buktinya bisa mempunyai yeojachingu

                Chanyeol terdiam ia menelan kembali ludahnya entah kenapa pertanyaan ini tiba-tiba susah dijawab, biasanya ia bisa mengatai Kai yang menjadikan Oh Sehun sebagai kekasihnya tetapi ketika D.O menanyakannya hal yang biasa ia tertawakan kenapa ia susah menjawabnya, biasa ia hanya akan mengatakan “Apa rasanya berpelukan dan berciuman dengan sesama namja eoh? Kau gila Kai?” pada Kai tetapi sekarang ia bingung harus menjawab apa

                “A-aku… tidak tahu KyungSoo-ah..” jawabnya gugup sedangkan dihadapannya D.O tetap berwajah datar hanya manggut-manggut tanda mengerti apa D.O tidak merasa canggung menanyakan itu? Jantung Chanyeol saja rasanya hampir lepas dari tempatnya karena kebingungan ingin menjawab apa pertanyaan D.O

                Baekhyun mengetuk kamar Chanyeol berkali-kali tetapi tidak ada sahutan ia membuka perlahan kamar itu dan melihat Chanyeol tengah termenung sambil memeluk gitar tersayangnya “Yak! Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti mayat hidup?”

                “Entahlah..” jawab CHanyeol ia meletakkan gitarnya ia lalu melangkah kepintu kamarnya mendekati Baekhyun “Ada apa Hyung?”

                “Makan malam sudah siap jadi aku memanggilmu untuk makan..”

                Chanyeol mengerutkan keningnya “KyungSoo dimana? Biasanya dia yang memanggilku untuk makan..” Tanya Chanyeol bingung

                “D.O baru saja pergi, barusan Kris Hyung menjemputnya..”

                “Kris?” Chanyeol menggemakan nama Kris ia tidak mengenal orang itu siapa dia?

                “DIa teman D.O sepertinya, aku juga baru mengenalnya beberapa hari lalu..”

                “Untuk apa dia membawa D.O di jam makan malam? Kenapa tidak menunggu selesai makan baru pergi?” Tanya Chanyeol lagi

                “Entahlah mungkin Kris Hyung ingin mengajaknya berkencan.. makan malam romantis..” jawab Baekhyun dengan sengaja melebih-lebihkan ia tersenyum menang melihat raut tidak suka yang tergambar di wajah Chanyeol “Kajja kita makan..” Baekhyun segera meninggalkan CHanyeol sambil terkikik pelan dengan puas

                “Gomawo D.O-ya..” ucap Kris senang sembari memeluk plastic hitam besar didepan gedung apartement yang ditinggali D.O

                “Ne Hyung, dan terimakasih juga untuk traktiranmu..”

                “Itu tidak seberapa, kau membantuku mencarikan hadiah untuk Tao di jam makan malammu sudah seharusnya aku mentraktirmu..”

                “Hahahaha itu bukan apa-apa, Tao temanku kau juga sahabatku sudah sewajarnya aku membantumu..” D.O tertawa “Ya SUdah aku masuk dulu ne Hyung.. semoga berhasil dengan rencanamu..”

                “Ne D.O-ya.. gomapta..”

                 D.O melambai lalu melangkah memasuki lobby apartement ia tidak melihat dari jendela flatnya di atas Chanyeol tengah memperhatikan mereka sedari tadi, Chanyeol tidak memutuskan pandangannya pada namja yang baru saja mengantar D.O pulang bahkan setelah namja itu menaiki taksi dan menjauh meninggalkan pelataran parkir apartement, bahkan wajahnya terlihat sangat kesal sekarang

                “Wajah KyungSoo bersama namja tadi tidak sedatar saat bersamaku..” gumamnya

                ‘Kleek’

                Chanyeol menoleh ia melihat D.O memasuki flat mereka ini bahkan sudah hampir tengah malam “Malam sekali kau kembali?” Tanya Chanyeol ia berusaha melupakan apa yang ia lihat barusan ia fikir D.O barusaja tersenyum pasti D.O akan tersenyum padanya juga sekarang

                D.O berjengit kaget ketika mendengar suara Chanyeol dari arah belakang D.O fikir semua penghuni apartemen sudah tidur termasuk Chanyeol, D.O mengatur nafas dan detak jantungnya lalu menoleh dengan wajah datarnya sebenarnya ia senang Chanyeol menunggunya atau hanya tidak sengaja menunggunya tetapi ia tidak ingin Chanyeol mengetahui itu

                “O! kau belum tidur Hyung?” Tanya D.O sambil meneruskan langkah ke dapur melewati Chanyeol begitu saja bahkan Chanyeol hanya bisa menatap tidak percaya pada D.O kenapa namja ini bisa kembali berwajah sedatar ini padahal baru saja di bawah sana expresi wajahnya jauh dari kata datar

                “Aku belum mengantuk..” ucap Chanyeol, ia menghampiri dapur mengikuti langkah D.O di belakangnya “Tadi kau pergi dengan siapa?” Tanya Chanyeol langsung pada pokok pertanyaan bahkan nada suara Chanyeol terdengar berat

                “Dengan Kris HYung..” jawab D.O sembari menoleh setelah menyimpan kembali botol yang ia gunakan untuk minum “Wae?”

                “Siapa dia? Aku tidak mengenalnya..”

                “Memangnya seluruh teman dan sahabatku kau harus mengenalnya?”

                Chanyeol terdiam baru kali ini ia mendengar ucapan seperti ini dari D.O “Aku saja tidak perduli siapa dan bagaimana kau mengenal dan menjadikan yeoja itu sebagai yeojachingumu..” D.O melangkah keluar dari dapur tetapi Chanyeol menahannya

“Kufikir kau akan menceritakan segalanya padaku?”

D.O menoleh “Kita memang dekat, aku sudah menganggapmu Hyungku tetapi ada yang harus ku ceritakan dan tidak kuceritakan, bukankah begitu Hyung?” ucap D.O sembari menatap CHanyeol yang juga menatapnya

“Jalja Hyung aku mengantuk..” tutup D.O ketika ia merasa Chanyeol tidak memberikan respon apapun terhadap ucapannya dan ia pun beranjak meninggalkan Chanyeol memasuki kamarnya

Chanyeol tidak menjawab, ia terdiam ia memikirkan perkataan D.O, semua perkataan D.O benar sangat benar ia fikir ia sudah tahu segalanya tentang D.O tetapi ucapan D.O barusan benar-benar menohok hatinya, ditambah dengan perlakuan berbedanya D.O antara dirinya dan Kris Hyungnya itu dirinya benar-benar tidak terima dan ia tidak suka ada namja lain yang lebih dekat dengan D.O dibandingkan dirinya sendiri

                “Menurutmu, menyukai sesama jenis itu bagaimana?”

                Kata-kata itu selalu terngiang di telinga Chanyeol, ia tidak menyangka satu kalimat pertanyaan dari D.O bisa berakibat fatal untuknya, ditambah lagi dengan sikap D.O pada Kris yang sangat berbeda terhadap dirinya ia bahkan tidak memperhatikan bangku di hadapannya saat ini ia terlalu sibuk memikirkan apa alasan D.O bisa bersikap begitu berbeda pada dirinya dan Kris?

                ‘Bruuuk’

                “Arrgghhh” Chanyeol mengerang sambil memeluk tulang keringnya yang sangat sakit karena menabrak bangku kayu yang entah sejak kapan ada di hadapannya atau dia yang entah sejak kapan ada di hadapan bangku kayu ini

                “Ige Myoyaaaa..” protesnya sambil mengacak-acak rambutnya bahkan ia menendang bangku tak berdosa itu, rasanya ia hampir frustasi karena D.O

                “Menurutmu, menyukai sesama jenis itu bagaimana?”

                Chanyeol kembali memikirkan kata-kata itu di otaknya bahkan celotehan yeojachingunya yang duduk tepat dihadapannya tidak ia perdulikan siapa yang perduli jika yang yeoja itu bahas hanya merek baju parfum dan sepatu, memang nya Chanyeol bukan pria sejati sampai mau ikut membahas masalah itu “Oppa?!” yeoja itu mengibas-ibaskan tangannya tepat di hadapan Chanyeol untuk memastikan namja itu tidak mengacuhkannya dan hasilnya memang benar namja tinggi itu tengah melamun dan tidak mendengarkan apa yang sedari tadi yeoja itu katakan

                “Oppa!” yeoja itu mengguncang lengan Chanyeol agar Chanyeol tersadar dari dunia nya sendiri dan ia berhasil Chanyeol pun tersentak sadar dari acara melamunnya

                Chanyeol menatap yeojachingunya dengan bingung “Ne?”

                “Kau tidak mendengarkanku?”

                Chanyeol menggaruk tengkuknya memangnya sudah berapa lama ia melamun sampai yeojachingunya sadar kalau ia tidak mendengarkan ocehan yeojanya sama sekali “A-um.. aku sedang memikirkan tugas ku..”

                “Tugas?” yeoja itu membeo mendengar jawaban Chanyeol sejak kapan memang Chanyeol terlalu memikirkan tugasnya??

                Chanyeol mengalihkan pandangannya pada jendela disebelahnya ia mencoba berfikir kira-kira apa yang harus ia jadikan alasan agar yeoja dihadapannya ini berhenti bertanya kalau bisa berhenti berbicara “Eoh?!” Chanyeol kembali tersentak ketika ia melihat disebrang jalan D.O tengah berjalan bersama dengan namja tinggi yang bernama Kris itu lagi, bahkan wajah itu penuh dengan Expresi Chanyeol benar-benar iri

                “Sedang apa mereka?” gumamnya mengundang perhatian yeoja dihadapan Chanyeol

                “Apa? Siapa?” Tanya yeoja itu penasaran

                “A-Ani..” Chanyeol segera bangkit dari duduknya “Aku baru ingat aku ada urusan sebentar aku pergi dulu ne.. kau bisa pulang sendiri bukan?” Chanyeol langsung memakai hoodienya dan beranjak meninggalkan yeojachingunya tanpa menunggu jawaban dari yeojachingunya ia setuju ditinggal atau tidak, ia ingin mengejar jejak D.O dan namja itu

                “Kemana mereka tadi?” Chanyeol segera berlari pelan menyusuri jalan yang seharusnya dilewati D.O dengan namja bernama Kris itu, Chanyeol melewati toko perhiasan ketika matanya tidak sengaja melihat kedalam toko ia tercekat melihat D.O dan Namja tinggi itu ada didalam sana

                Bukan, bukan karena mereka ada didalam toko perhiasaan tetapi karena namja tinggi itu tengah memakaikan cincin ke jemari D.O dan D.O tengah tersenyum, bahkan Chanyeol hampir tidak pernah melihat senyum D.O selama mereka tinggal bersama rasanya Chanyeol ingin menghajar namja tinggi itu, entah kenapa jantungnya sakit bagai diremas-remas dengan kuat ia bahkan sampai susah bernafas dengan normal rasanya nafasnya memburu karena menahan amarah dan sakit terlebih karena melihat D.O bisa tersenyum pada orang lain bukan kepadanya

                “Do KyungSoo..” sebut Chanyeol dengan suara beratnya tepat dibelakang D.O membuat D.O dan Kris menoleh, bahkan D.O kaget melihat Chanyeol sekarang berdiri dibelakangnya kenapa bisa??

                “O! Hyung?” mata D.O membulat kaget ia tidak menyangka akan bertemu dengan Chanyeol disini, bukankah CHanyeol hari ini pergi menemani Yeojachingunya?
                “D.O-ya, nugu?” Tanya Kris bingung
                “Kajja..” Chanyeol meraih jemari D.O melepaskan cincin yang dipakaikan Kris lalu mengembalikannya pada Kris dan dengan segera menarik D.O keluar dari toko itu meninggalkan Kris sendirian yang kebingungan

                “Ah, tidak ada ukuran jari yang bisa kupinjam….” Runtuk Kris sambil menggaruk-garuk kepalanya

                “Omo..” D.O berlari pelan untuk menyamai langkah kaki pendeknya dengan langkah panjang milik Chanyeol “Pelan-pelan Hyung..” protes D.O

              Chanyeol menarik D.O masuk ke-gang sempit dan sepi ia menarik D.O agar menghadapnya “Apa yang kau lakukan?” Tanya Chanyeol

                D.O mengerutkan keningnya bingung, keadaan yang seperti ini membuatnya sampai lupa kalau ia harusnya berwajah datar di hadapan Chanyeol jika ia tidak mau merona jika terlalu lama di dekat Chanyeol “Mwo?”

                “Apa yang kau lakukan dengan namja tinggi itu?”

                “Aku?” D.O menatap Chanyeol bingung bahkan wajah yang biasanya datar itu kini terlihat penuh expresi mata bulat itu kini terlihat makin bulat ketika tengah kebingungan “Aku menemaninya membeli cincin..”

                “Kenapa harus kau, kenapa dia tidak beli dengan yang lain..”

                Kini bibir D.O sedikit mengangga ia benar-benar bingung “Mwo?” ia menggaruk pipinya “Hyung sebenarnya ada apa ini aku benar-benar bingung..” D.O menatap Chanyeol dengan wajah super duper bingung

                “Kenapa kau marah-marah seperti ini? Memang apa salahku?” Tanya D.O lagi sembari memiringkan sedikit kepalanya

                Chanyeol daritadi hanya bisa diam memperhatikan setiap expresi yang keluar dari wajah D.O ia tidak menyangka dari wajah sedatar milik D.O bisa menghasilkan wajah imut seperti ini, ia meyukai wajah D.O yang seperti ini bisakah D.O terus berexpresi seperti ini padanya terus menerus? Bahkan rasa sesak yang tadi ia rasakan berganti dengan debaran-debaran yang ia sangat sukai debaran yang selalu muncul ketika ia melihat D.O merona karena ulahnya

                “Hyung?” D.O mengibaskan tangan kirinya yang bebas dari cengkraman Chanyeol didepan wajah namja tinggi itu berharap CHanyeol berhenti melamun, ia merasa ada yang tidak beres dengan Chanyeol

                “KyungSoo-ah..”

                “Ne?”

                “Bisakah kau jangan tersenyum untuk orang lain? Bisakah kau hanya tersenyum untukku? Bisakah kau berhenti memasang wajah datarmu dihadapanku?”

                D.O terdiam ia tidak mengerti maksud ucapan Chanyeol tetapi entah kenapa tanpa sadar pipinya malah mengeluarkan rona yang dengan segera disadari oleh Chanyeol “A-Apa maksudmu?”

                Chanyeol tersenyum “Paling tidak hanya diriku yang bisa membuatmu merona, aku cukup bangga dengan itu..”

                ‘Blushing’

                Secara otomatis mendengar ucapan itu pipi D.O memerah sempurna bahkan sampai ke telinga ia tidak menyangka mendengarkan kata-kata itu dari Chanyeol, walau ia tidak mengerti Chanyeol kenapa tetapi ia benar-benar menyukai saat-saat ini, CHanyeol tidak menjahilinya Chanyeol membuatnya merona karena perkataannya dan ia menyukainya

                                                     #             #             #             #

                D.O melangkah ke kamar Chanyeol baru saja ia ingin mengetuk pintu kamar Chanyeol tiba-tiba pintu kamar sudah terbuka dan menampakan wajah Chanyeol yang kini tengah membalas tatapan matanya, D.O berkedip-kedip sesaat lalu ia segera menurunkan tangannya yang masih terangkat di udara dan menundukkan wajahnya “Makan malam sudah siap Hyung..” D.O segera beranjak kabur meninggalkan Chanyeol yang sekarang tersenyum sendiri melihat kelakuan D.O, terlebih melihat rona merah muncul di kedua pipi bulat D.O

                D.O mengunyah sayur , daging dan nasinya ia terlihat menikmati makan malamnya tapi berbeda dengan Chanyeol ia bukannya memakan makanannya ia malah sibuk menatap cara makan D.O di hadapannya, Baekhyun yang menyadari kalau CHanyeol memperhatikan D.O segera menepuk lengan Chanyeol “Habiskan makanmu, jangan memperhatikan D.O terus-terusan..”

                “Uhhuuuk!”

                Chanyeol melotot pada Baekhyun seolah-olah dari mata nya ia mengatakan kalau celetukkan dari bibir Baekhyun yang membuat D.O tersedak makanannya sendiri barusan, Kai menggeleng-geleng sambil memberikan segelas air pada D.O

                “Gwenchana Hyung?” Tanya Kai

                D.O menoleh pada Kai lalu tersenyum dan menggeleng “Gwenchana..”

                “Ekhm..” Chanyeol sengaja berdehem ketika melihat D.O memberikan senyumannya pada Kai bahkan seluruh penghuni meja segera menoleh pada Chanyeol “Wae? Tenggorokanku gatal..” Chanyeol menggosok-gosok lehernya “Ekhm EKhm..” entah kenapa ia spontan melakukan itu, ia tidak suka D.O selalu tersenyum pada Kai padahal Kai sudah memiliki Sehun, ia hanya takut D.O lebih menyukai berteman dekat dengan Kai daripada dirinya

                Chanyeol kembali menatap D.O yang memang tengah menatapnya bingung karena aksi batuknya barusan, ia tersenyum pada D.O dan senyumnya makin lebar ketika melihat wajah bulat itu merona lagi, baru saja Chanyeol ingin berbicara tetapi D.O segera memutuskan kontak mata mereka namja itu menunduk dan langsung memakan kembali makanannya

                “Siapa yang memasak hari ini?” Tanya Chanyeol sambil memakan sayur di mangkuknya

                “KyungSoo Hyung yang memasaknya..” jawab Kai sembari mengambil sayur lebih banyak lagi ke mangkuknya

                Chanyeol tersenyum lalu menatap D.O yang masih menunduk “Sayurnya sangat enak, sayur yang paling enak yang pernah kumakan..” ucap CHanyeol sambil menatap D.O dan berhasil membuat D.O makin menundukkan kepalanya menyembunyikan rona diwajahnya yang lebih merah daripada tomat sedangkan Baekhyun senyum-senyum senang ia merasakan ada perkembangan antara Chanyeol dan D.O entah karena apa dan sejak kapan paling tidak ia sudah jarang melihat wajah datar D.O sekarang

                ‘Ting Tong’

                Semua penghuni meja menoleh kearah pintu kecuali D.O ia jelas masih menunduk, siapa yang datang dijam makan malam begini? Baru Baekhyun ingin bangkit dari duduknya tiba-tiba D.O langsung berjalan dengan cepat kearah pintu “Aku saja yang buka..” D.O lebih memilih membuka pintu daripada harus dimeja dan menunduk wajahnya benar-benar tidak terkontrol

                ‘Cleek’

                “Nu.. oh kau..” wajah D.O yang tadinya senang seketika berubah, ia benar-benar menyesal meninggalkan meja makan

                “Dimana Chanyeol Oppa?”

                D.O menunjukkan wajah datarnya “DIa sedang makan didalam.. memang kau tidak makan dengan keluargamu sampai kau datang kemari disaat jam makan malam seperti ini?”

                Tamu yang ternyata yeojachingu Chanyeol tersentak mendengar ucapan D.O, ia tidak mengerti ada apa dengan teman-teman Chanyeol semua membenci nya tidak ada yang welcome padanya “Aku ingin bertemu, dia namjachinguku sesukaku ingin bertemu dengannya kapan saja..” ucap yeoja itu

                D.O menatap yeoja itu sebentar lalu berbalik badan ia segera melangkah masuk kedalam menghampiri Chanyeol “Yeojamu datang..” ucap D.O sembari menatap Chanyeol yang sekarang bingung menatap D.O

                “Mwo?”

                “Kau tidak dengar, yeojachingumu datang..” ucap D.O dengan wajah datar nya lalu beranjak meninggalkan ruang makan dan masuk ke kamarnya, Chanyeol hanya mengerutkan keningnya kenapa D.O kembali berwajah datar lagi padanya sedangkan Baekhyun dan Kai menggeleng-gelengkan kepalanya, memang D.O dan Chanyeol terlihat semakin baik tetapi jangan lupakan yeoja chingu Chanyeol masih ada yeoja itu yang akan mengganggu

                “Oh, kau datang..” sapa Chanyeol ketika melihat yeojachingunya berdiri di depan pintu flatnya yang terbuka, ia hampir melupakan ia punya yeojachingu karena beberapa hari ini sibuk dengan aksinya membuat D.O merona dan berexpresi

                “Oppa, ada apa dengan temanmu? Kenapa dia tidak mempersilahkan aku masuk? Apa kau tahu diluar sini dingin..” yeoja itu langsung melangkah masuk dan memeluk manja lengan Chanyeol

                “Jika kalian ingin berbincang, diluar saja arra? Ini sudah malam tidak baik ada yeoja disini lagipula kami tidak menerima yeoja masuk ke flat kami..” ucap Baekhyun yang tiba-tiba muncul dari belakang Chanyeol, ucapan Baekhyun benar-benar membuat yeoja itu geram

                “Ayo Oppa kita keluar..” yeoja itu menarik-narik Chanyeol agar keluar dari apartementnya “Aku heran kenapa kau mau tinggal bersama mereka, mereka benar-benar tidak cocok menjadi temanmu..” lanjut yeoja itu

                “Yak kau gadis tetapi mulutmu tidak seperti seorang gadis!” omel Baekhyun hampir saja ia menghampiri yeoja itu andai saja Kai tidak menahannya

                “Yeoja itu yeojachingu Chanyeol Hyung sebenci apapun kau tidak bisa berlaku kasar padanya Hyung..” jelas Kai

                Chanyeol menghela nafas ia benar-benar lelah menjalani hubungan dengan yeoja ini selain ia harus mendengar pertengkaran antara gadis ini dengan sahabat-sahabatnya ia juga memang sudah tidak sanggup lagi meneruskannya tetapi kembali ke awal Chanyeol sangat menghormati wanita ia tidak mungkin memutuskan yeojachingu nya begitu saja

                “Annyeong?”

                Ke-4 orang yang kini berdiri didekat pintu menoleh bersamaan dan lihat siapa yang tiba-tiba muncul di depan apartement mereka “O! Kris Hyung?” sapa Baekhyun senang sedangkan Chanyeol sudah mengeraskan rahangnya. Untuk apalagi namja tinggi ini kemari?

                “Apa D.O ada?” Tanya nya sembari tersenyum Chanyeol menghela nafas jika memang di banding dengan dirinya namja dihadapannya memang lebih tinggi darinya dan juga lebih tampan daripada dirinya, tetapi tunggu kenapa ia membandingkan dirinya dengan Kris?? Untuk apa?

                “Oppa ayo kita pergi..” CHanyeol menoleh karena yeojanya terus saja merengek

                “A-ah, ne ayo..” rasanya Chanyeol tidak ingin beranjak meninggalkan apartement ia ingin tahu ada urusan apalagi namja ini dengan D.O bertepatan ia tengah memakai sepatunya D.O keluar dari kamar bahkan sudah memakai mantel tebalnya dan langsung mengunakan sepatu tepat disebelah Chanyeol

                Chanyeol menoleh menatap D.O yang bahkan tidak menoleh padanya sedikitpun, kenapa D.O berwajah sedatar ini lagi padanya? “Kau mau kemana?” Tanya nya bingung

                “Bukan urusanmu..” jawab D.O sembari melangkah keluar dari apartement dan menghampiri Kris yang memang masih berdiri diluar pintu bersama dengan yeojachingu CHanyeol

                “Waah apa mereka akan berkencan?” celetuk Baekhyun  dan berhasil membuat ia mendapatkan tatapan tajam dari Chanyeol

                “Kau gila? Berhenti mengatakan seolah-olah D.O seperti Kai..” protes Chanyeol ia tidak mempermasalahkan sebenarnya D.O seperti Kai atau bukan yang ia permasalahkan sebenarnya jika memang D.O gay bisa kah jangan dengan lelaki itu, ia tidak rela, rasa sesak di dadanya lagi-lagi kembali muncul ketika melihat D.O dengan namja tinggi itu

                Baekhyun menatap Chanyeol lalu tertawa “Neo Mollayo? D.O memang seperti Kai..”

                Chanyeol mengangga mendengar ucapan Baekhyun dadanya makin sesak ia bukan kaget karena D.O seperti Kai yang ia takutkan D.O dan namja tinggi itu akan bersama “Dan bodohnya dia malah menyukai namja bodoh sepertimu.. mungkin sudah saatnya D.O bangkit bersama Kris Hyung..”

                Braaaak!!!

                Chanyeol segera keluar apartement bahkan pintu apartement tanpa ia sadari ia banting ia berlari dengan kencang meninggalkan yeojanya yang masih berdiri disebelah pintu bahkan hanya menatap Chanyeol terheran-heran karena berlari secepat kilat meninggalkannya Chanyeol mengejar D.O, ia mengerti sekarang kenapa hanya dirinya yang bisa membuat D.O merona dan kenapa ia sesak seperti ini ketika D.O dengan namja lain aish pabonya kau Park Chanyeol   

Chanyeol berhenti di depan Lift dan tepat pintu Lift baru saja tertutup ia segera berlari kembali ketangga darurat ia berlari menuruni tangga dengan cepat ia harus sudah sampai dibawah bertepatan dengan D.O dan Kris yang sampai dibawah dengan menggunakan lift

                “Hyung jika Tao sampai tahu kau akan habis..” ucap Kai

                “Mwoya.. aku kan hanya menyadarkan si Chanyeol bodoh itu..”

                “Iya dengan menjadikan Kris Hyung kambing hitam, jika sampai CHanyeol Hyung memukul Kris Hyung Tao akan benar-benar menggantungmu..”

                Baekhyun menatap horror Kai lalu memegang lehernya, entah kenapa banyak yang tertarik dengan lehernya, matilah dia.

                Chanyeol mendorong pintu tangga darurat ia segera berlari ke lift dan benar ia tidak telat ia masih menunggu di depan lift ia mengatur nafasnya ia benar-benar lelah berlari secepat itu menuruni tangga dari lantai 5

                ‘Ting!’

                Chanyeol menghirup nafas banyak-banyak ketika pintu Lift terbuka ia segera masuk kedalam dan memeluk D.O yang tengah berbincang dengan 2 namja di dalam Lift, bahkan D.O hanya bisa mematung kaget karena pelukan mendadak ini dan 2 namja lainnya hanya saling bertatap bingung melihat Chanyeol memeluk D.O dengan tiba-tiba dihadapan mereka

                “Jebal KyungSoo-ah jangan pergi dengan si tinggi itu, jangan berhenti menyukaiku..” kata-kata Chanyeol sukses membuat D.O pucat pasi

                “Ekhm??”

                Chanyeol menoleh kearah si pembuat interupsi dan ia kini terbengong melihat namja tinggi bernama Kris itu tengah menatapnya bersama namja disebelahnya dengan tatapan mengejek, Chanyeol tidak mengira isi lift bukan hanya D.O dan Kris saja

                “Jadi D.O-ya apa ini Park Chanyeol yang selalu kau ceritakan itu?” mata D.O membulat tidak suka kearah Kris kenapa Kris harus mengatakannya di depan CHanyeol? Alhasil kini Chanyeol menatapnya dengan bingung bahkan kini namja disebelah Kris tertawa

                “Tao-ah, berhenti tertawa..” D.O memajukan bibirnya kesal, CHanyeol menatap D.O tidak percaya ia baru pertama kali melihat bibir itu mengerucut begitu

                “Karena ulah namja ini kita sekarang naik lagi keatas..” ucap Tao menggaruk kepalanya, mereka tidak keluar dari lift karena sibuk melihat adegan pelukan Chanyeol dan D.O yang tiba-tiba dan hasilnya pintu lift tertutup dan liftnya kembali naik keatas sepertinya ada yang menekan tombol lift di atas

                D.O melepas pelukan Chanyeol “Mwoya? Ada apa denganmu Hyung?”

                Chanyeol memajukan tubuhnya selangkah “Seharusnya aku yang bertanya itu padamu, kenapa kau selalu berwajah datar dihadapanku? Kenapa kau hanya melakukan itu padaku?”

                D.O berfikir alasan apa yang akan ia berikan pada Chanyeol?? “Dan kenapa kau tidak pernah jujur padaku jika kau menyukaiku?”

                ‘Bluussshh’

                D.O kali ini menatap Chanyeol dengan wajah yang memerah darimana juga namja tinggi ini tahu tentang perasaannya?? “A-aku..” D.O menghentakkan kakinya “Aish.. ini semua karenamu!” D.O menunjuk wajah Chanyeol “ Aku selalu  berdetak tidak karuan didekatmu aku bahkan merona tanpa sebab bila berada didekatmu, maka dari itu aku mengatur expresiku saat berada di dekat mu..”

                “Mengatur? Kau bukan mengatur kau membuat wajahmu terlihat sangat datar.. aku bahkan sampai berfikir apa kau membenciku?”

                Kris dan namja bernama Tao hanya menatap bingung pertengkaran keduanya entahlah 2 orang di hadapan mereka ini sangat lucu “Lagipula, untuk apa ku katakan perasaanku jika kau saja sudah mempunyai yeojachingu? Aku tidak gila..”

                Chanyeol terdiam ia baru sangat tahu D.O memang berwajah datar tetapi ketika ia mengenalkan yeojachingunya bukan hanya wajah bahkan sikap D.O padanya berubah, dan sekarang ia baru sadar lagi ia sudah punya yeojachingu untuk apa menahan D.O? tetapi ia tidak mau dan tidak pernah rela D.O bersama namja lain Chanyeol ingin D.O merona hanya karena dirinya bukan karena namja lain, ia menyukai D.O bahkan sudah sejak lama dan bodohnya ia baru menyadarinya sekarang

                ‘Ting’

                Pintu lift terbuka mereka kembali ke lantai 5 dan tepat dihadapan mereka yeojachingu Chanyeol kini sudah berdiri baru saja ia berniat memasuki lift tetapi langkahnya terhenti ketika melihat 4 namja dihadapannya dan 2 diantaranya ia kenal “Chanyeol Oppa..” yeoja itu dengan semangat memanggil Chanyeol bahkan tersenyum seimut-imut mungkin

                Chanyeol mengalihkan pandangannya pada D.O namja itu menghela nafas “Yeojamu menunggu kau pergilah dengannya..” ucap D.O ia melangkah mendekati Tao berdiri membelakangi Chanyeol

                “Mian.. sebaiknya kita akhiri semuanya.. annyeong..” ucap Chanyeol singkat pada yeojachingunya sembari memencet tombol lift agar lift kembali turun kebawah dan membiarkan yeoja itu kini mengangga bingung

                “Hei kau memutuskannya dengan cara seperti itu?” Tanya Kris ia bingung harus merasa kagum atau aneh dengan cara putus seperti itu

                Chanyeol memeluk D.O dari belakang “Aku sudah tidak punya yeojachingu, sekarang kau sudah bisa mengatakan perasaanmu padaku..”

                Jujur saja Tao ingin tertawa terbahak saat ini ia merasa 2 orang dihadapannya ini benar-benar sangat lucu, D.O yang menghindari namja kelebihan kalsium itu dan CHanyeol yang baru saja memutuskan yeojachingu nya dengan cara teraneh di dunia “Kau gila eoh? Tidak akan..” ucap D.O

                Chanyeol membalik tubuh D.O “Kau menyukaiku? Karena aku menyukaimu! entahlah rasa suka ku tidak sebesar rasa sukamu padaku atau tidak tetapi aku tidak suka melihatmu bersama namja lain, bahkan aku tidak suka kau tersenyum dengan namja lain kau hanya boleh tersenyum padaku.. tidak ada penolakan..”

                D.O menatap cengo Chanyeol ia benar-benar tidak mengerti ada apa dengan Chanyeol malam ini kata-kata Chanyeol ia telaah pelan-pelan, ia berusaha menggemakan ucapan Chanyeol diotak besarnya bahwa Chanyeol menyukainya, dan hasilnya pipi bulat itu lagi-lagi merona

                Kris merangkul Tao ketika ia melihat lift sudah sampai di lantai 1 “Sepertinya hari ini kau harus merelakan pesta ini hanya ada kita ber-2 D.O harus mengurus namja itu..”

                ‘Ting’

                Tao dan Kris melangkah keluar lift tanpa memberitahu D.O dan Chanyeol ia membiarkan kedua orang bodoh itu kembali naik keatas berhubung memang ada yang menekan tombol lift disalah satu lantai di atas, dan lift itu pun membawa Chanyeol dan D.O kembali keatas

                “Aku tidak mengerti apa yang kurasakan KyungSoo-ah ini semua tiba-tiba baru kusadari, tetapi aku ingin kau menjadi milikku kau seharusnya mengerti bukan? Kenapa aku menanyai soal siapa itu Kris? Kenapa aku menarikmu pergi dari toko perhiasan itu? Itu bentuk perasaan yang tidak bisa kujelaskan..” CHanyeol membungkuk meletakan kedua tangannya di bahu D.O “Rasanya sangat sesak ketika melihatmu bersama dengan si tinggi itu..”

                D.O menatap Chanyeol dengan wajah yang tengah ia usahakan terlihat datar tetapi sedikit lengkungan senyum keluar dari bibir tebal D.O “Aku menyukaimu..” ucap D.O dengan cepat lalu kembali menunduk dan menyembunyikan rona diwajahnya, Chanyeol tersenyum ia meraih dagu D.O agar mendongak menatapnya

                “Bisakah aku katakan kalau aku juga menyukaimu juga?” ucap CHanyeol sembari mendekatkan wajahnya dan D.O “Bahkan terlalu menyukaimu..” lanjutnya sebelum menempelkan bibirnya pada bibir tebal D.O


                ‘Ting’
                Mantan yeojachingu Chanyeol membulatkan matanya ketika lift dihadapannya terbuka dan menampakan mantan kekasihnya itu kini tengah melumat pelan bibir namja yang tadi mengomelinya di depan apartement, ia segera menutup matanya dan berlari sambil berteriak kearah pintu darurat dan menghentikan secara otomatis ciuman CHanyeol dan D.O yang mendengar suara teriakan

                Chanyeol dan D.O menoleh keluar tetapi tidak ada siapapun, Chanyeol menarik D.O keluar lift rasanya ia mual harus naik turun lift berkali-kali “Kau tidak harus pergi bukan? Sekarang temani aku di rumah saja arra?” Tanya Chanyeol yang lebih mirip pernyataan dari pada pertanyaan

                “Sesukamu sajalah, sedari tadi juga aku mengikuti apa kata-katamu..” sahut D.O yang sekarang pasrah saja di tarik Chanyeol kembali ke apartement mereka, Chanyeol berbalik ia tetap berjalan mundur tetapi sambil menghadap D.O

                “Ingat buang wajah datar itu dari hadapanku dan semua orang aro? Jika sampai kau berwajah datar lagi dihadapanku akan kucium kau dimanapun..” Chanyeol berhenti tepat di depan pintu apartementnya dan menekan bel

                “Mwo? Kau tidak bisa seperti itu.. dan tidak akan bisa” D.O menatap jengkel Chanyeol dengan wajah datarnya kata-kata Chanyeol sangat tidak masuk akal ia paling malas berexpresi di depan orang yang tidak ia kenal dengan baik

                “Aish, sudah kubilang bukan jangan berwajah seperti itu..” Chanyeol segera menarik D.O mendekat padanya dan mengunci bibir D.O dengan ciumannya kembali

                ‘Clek’

                “Omo!!” Baekhyun melotot kaget melihat Chanyeol dan D.O tengah berciuman di hadapannya lebih tepatnya di depan pintu flat mereka

                Chanyeol melepas ciumannya lalu beranjak masuk “Malam Hyung..” ia langsung melangkah masuk kedalam bahkan ia tidak perduli D.O kini merona karena dirinya dan Baekhyun yang melongo

                “Do KyungSoo! Noe Naelggoya!” pekik CHanyeol dari dalam sebelum masuk kedalam kamarnya

                “D.O-ya?” Baekhyun menggucang tubuh D.O agar sadar dari fase merona berlebihan ia butuh penjelasan ini hanya beberapa menit bukan beberapa jam tetapi keadaan sudah seperti ini apa yang terjadi ia benar-benar penasaran

                “Hyung.. “ D.O masih merona “Dia menyukaiku..” Baekhyun dan D.O melompat-lompat dan menjerit bersama di depan pintu, mereka tidak akan berhenti sampai Kai menarik mereka masuk kedalam

                “Kalian ingin disiram air eoh berteriak malam-malam di depan?” omel Kai tetapi ia tetap tersenyum pada D.O “Chukae Hyung kau berhasil menyingkirkan yeoja itu..” ucap Kai bahagia

                “Kita harus merayakan ini..” ucap Baekhyun antusias bahkan matanya hampir jadi garis karena senyum berlebihan

                “Aniyo..” D.O menahannya “Aku harus belajar besok akan ada ujian..” D.O segera beranjak menuju kamarnya

                “Mwo? Aish kau tidak asik D.O-ya..” protes Baekhyun

                ‘Clek’

                Chanyeol menongolkan wajahnya diantara pintu dan dinding “Jika ada yang melihat KyungSooku kembali berwajah datar, adukan padaku dan aku akan segera menciumnya saat itu juga”

                “Yaaaak!” D.O segera melempar Chanyeol dengan bantal kursi yang berada di dekatnya

                “Mereka benar sudah resmi?” Tanya Kai bingung karena melihat Chanyeol yang kini tengah mendapatkan lemparan bantal dari D.O, paling tidak begini lebih baik dari pada harus menghadapi kebodohan Chanyeol dan wajah datar D.O

                D.O dan Baekhyun kembali menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat Chanyeol dan Kai berlarian tidak jelas di dalam dorm untuk yang kesekian kalinya mereka ber-2 bangun telat dipagi hari “Kalian sudah memakai weker tetap saja terlambat..” omel Baekhyun yang sudah menggendong tasnya

                D.O menghampiri Chanyeol dan memberikan tas dan hoodie Chanyeol “Sarapanmu sudah kumasukan bukumu juga.. kau benar-benar payah Park Chanyeol..” ucap D.O sembari memplototi Chanyeol bagaimana ia bisa menyukai namja bodoh ini

                Chanyeol menerima tas dan hoodie dari D.O ia kemudian mengecup kening D.O “Terimakasih untuk pujian dan wajah lucumu itu, kajja berangkat..” ucap Chanyeol setelah memberikan kecupan yang selalu ia berikan jika ia melihat D.O berwajah imut dihadapannya lalu ia segera memakai hoodienya sambil menarik D.O kepintu

                “Yaak tunggu aku..” omel Kai sambil memakai jaket dan menyeret tas miliknya

                “Kau benar-benar mengerikan Kai-ya, apa Sehun tidak sedang sakit mata ketika menerima mu?” ucap Baekhyun sembari menyusul D.O dan Chanyeol

                “Sehun tidak sakit mata Hyung..” omel Kai sambil menutup pintu apartement dan menyusul Baekhyun yang berjalan di belakang CHanyeol dan D.O sambil membaca layar ponselnya

                “Sepertinya kau lupa mengatakan sesuatu pagi ini Kyungsoo-ah..” ucap Chanyeol

                “Mwo? Aku tidak akan mengatakannya setiap hari..” D.O melangkah terlebih dahulu ia tengah membaca kertas di tangannya dengan serius bahkan ia tanpa sadar berwajah datar

                Chanyeol menarik dagu D.O menghadap wajahnya secara tiba-tiba lalu mengecup bibir bershape love itu “Saranghae Do KyungSoo, dan jangan berwajah sedatar itu..” ucap Chanyeol sebelum kabur dari hadapan D.O

                “Yaaaak Park CHanyeol kau memang ingin mati eoh!!” D.O segera mengejar Chanyeol  dan diikuti Baekhyun serta Kai yang tidak tahu apa-apa mereka hanya mengikuti D.O karena tidak ingin di tinggal

                                                                        TAMAT



September, 28 2015

01 : 45 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar