myCatalog

Sabtu, 24 Oktober 2015

IT’S HURT ----------- [HoLay]



IT’S HURT   -----------  [HoLay]



“Mendengarkan suaramu cukup membuatku dapat tidur dengan tenang setiap malam, tetapi ketika dengan lantang kau tidak menyukai hubungan sesama jenis suaramu bagaikan belati yang menusuk jantungku Lay-ah, apa kau tahu dirimu yang polos itu menyakitiku~~”
Kim Jumyeon



                Suho membolak-balik buku jadwalnya banyak yang harus ia perbarui setelah Kris hengkang dari EXO ia harus menjadwal ulang jadwal yang harusnya di pegang oleh Kris dan diganti ke member lain entah itu Luhan ataupun Tao 2 namja itu pasti lelah karena harus mengantikan Kris tetapi harus bagaimana lagi hanya itu satu-satunya cara agar mereka tidak keteteran dengan jadwal padat mereka

                “Kau sedang apa?” Tanya Lay yang datang dengan gitarnya

                Suho segera menutup bukunya dan tersenyum riang melihat siapa yang datang “Lay-ah.. kau sudah pulang?”

                Namja berlesung pipit itu segera duduk disamping Suho lalu merenggangkan otot-ototnya yang tegang “Ne, ah lelahnya.. aku benar-benar ingin segera sampai di dorm dan beristirahat sampai-sampai aku meninggalkan yang lainnya di bawah..”

                Lay kembali melihat buku yang dipegang Suho “Apa masih banyak jadwal yang belum kau rapikan?” Suho hanya menjawabnya dengan anggukan, SUho menyukai suara Lay yang menanyakannya mengkhawatirkannya jadi ia tidak akan merusak keindahan suara Lay dengan suara miliknya ia akan mendengarkan baik-baik tiap bait suara yang keluar dari bibir Lay

                “Aku masih tidak mengerti kenapa Kris Hyung harus keluar dari EXO tanpa alasan yang jelas?” Lay memiringkan kepalanya Suho menatapnya lalu menghela nafas ia sudah mendengar pertanyaan itu bahkan ratusan kali dari mulut Lay dan mulut member yang lainnya

                “Sudah jangan bahas masalah Kris lagi dia juga sudah memulai kariernya disana, kau sebaiknya istirahat..” ucap Suho sembari mengacak pelan rambut Lay entah bagaimana caranya Lay selalu terlihat mengemaskan dimatanya

                “Oh, Suho Hyung kau juga sudah ada di Dorm?” Chen tiba-tiba muncul ketika pintu dorm mereka terbuka otomatis Chen dan Chanyeol yang baru datang melihat adegan Suho tengah mengacak-acak rambut Lay

                “Aish kau dan Lay Hyung membuatku iri..” ucap CHanyeol yang berjalan di belakang Chen bahkan sambil tersenyum-senyum tidak jelas entah apa yang ia bayangkan

                Lay membereskan rambutnya yang berantakan dengan wajah polosnya ia menatap ke-2 Dongsaengnya “Kau bicara apa eoh? Kau jelas tahu hubungan seperti itu sangat aneh untukku, laki-laki dengan laki-laki kau membuatku ingin tertawa..” ucap Lay sambil tertawa dengan wajah polosnya bahkan namja berlesung pipi itu sekarang sudah bangkit dari duduknya beranjak menuju kamarnya ia benar-benar tidak sadar kata-katanya menohok hati Chen CHanyeol bahkan Suho, Leader EXO itu bahkan sampai menghela nafas berat kerena ucapan Lay, ini sudah kesekian kalinya ia mendengar kata-kata itu keluar dari mulut si polos Lay entah di dorm di mobil atau ketika broadcast

                Dan setiap kalimat itu keluar debaran bahagia di hati Suho seketika berganti menjadi denyutan perih sangat sakit bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat sulit, Suho hanya bisa memandang punggung kecil Lay yang terus melangkah meninggalkannya, seolah-olah menandakan memang Lay tidak bisa ia raih sama sekali, seolah-olah setiap perkataan Lay menamparnya kuat-kuat agar dirinya tersadar dari mimpi indah yang sebenarnya awal dari mimpi buruk

                “Lay-ah..”

                Lay menoleh ketika ia merasa namanya disebut dan ketika menoleh ia mendapati namja bakpau tengah melangkah menghampirinya “Ne?”

                “Kenapa kau masih disini? Bukannya seharusnya kau sudah berangkat dengan Suho?”

                “Ne?” Lay mengerutkan keningnya “Aku memang sedang menunggu Suho memanggilku untuk berangkat..”

                Xiumin menggaruk pipi bulatnya “Tapi tadi SUho sudah berangkat bersama Chanyeol dan Kyungsoo..”

                “Mwo?? Aku ditinggal?”

                “Sepertinya begitu..Omo..” Xiumin hampir jatuh terjengkal ketika Lay langsung melesat pergi dengan cepat nya dari kamarnya dan menabrak Xiumin untung Chen yang berdiri di belakang Xiumin menahan tubuh namja bakpau itu, Lay mungkin mengejar rombongan SUho yang meninggalkannya ia segera memutuskan untuk menaiki taksi agar bisa sampai di tempat tidak terlalu terlambat kalau meminta SUho kembali lagi dengan Van mereka yang ada hanya akan membuang-buang waku bukan? Lay memang sangat pintar mengambil keputusan cepat tepat dan tidak merugikan banyak pihak

                “Gwenchana Hyung?” Tanya Chen

                “Ne Jongdae-ah, Lay mengagetkanku..” Xiumin tanpa sadar memajukan bibirnya tanda ia tengah kesal, dan Chen segera mencubit bibir Xiumin gemas

                “Kau benar-benar menggemaskan..”

                “Aish, Jongdae-ah aku bukan perempuan..” Xiumin segera melangkah meninggalkan Chen bahkan ia terlihat malah bertambah kesal tidak mengerti kenapa seluruh member mengatakan drinya menggemaskan terutama Chen namja Pikachu itu dengan bahagia selalu mengatakan dirinya menggemaskan, sedangkan Chen yang ditinggalkan hanya tersenyum-senyum sendiri mungkin namja Pikachu itu tengah senang

                Suho memperhatikan Chanyeol yang sedari tadi menganggu Kyungsoo tanpa henti bahkan namja bermata besar itu sampai mengomel tidak jelas didalam van mereka, Suho menyandarkan kepalanya pada kaca jendela mobil disebelah kirinya andai ia juga bisa seperti Chanyeol dan Kyungsoo, ketika ia menyentuh Lay sedikit saja seluruh mata akan memandang pada mereka dan ketika itu juga suara indah Lay akan mengeluarkan kata-kata paling menohok yang pernah ia dengar seumur hidupnya

                “Hhh…” leader EXO itu kembali menatap CHanyeol dan Kyungsoo ia tersenyum setiap Chanyeol menyentuh Kyungsoo tidak akan ada yang memandang mereka penuh penilaian seperti dirinya dan Lay, jelas karena Chanyeol sudah memilik Baekhyun dan Kyungsoo sudah memiliki Kai walau memang sedikit aneh memang Chanyeol lebih sering menggoda Kyungsoo dari pada Baekhyun baik itu di panggung ataupun dimanapun

                “Aku harus meminta maaf padanya nanti ketika ia menyusulku..” ujar Suho, ia tadi bukan bermaksud meninggalkan Lay, ia hanya tidak bisa melihat Lay dengan wajah semanis itu duduk di depan laptopnya menanti Suho datang memanggilnya daripada Suho akan terkena serangan jantung mendadak karena wajah manis Lay jadi Suho putuskan untuk tidak memanggil Lay bahkan ketika Chanyeol bertanya dimana Lay Suho dengan santai menjawab “Aku memanggilnya tetapi tidak ada jawaban, mungkin dia ketiduran kita saja yang berangkat..” betapa jahatnya Suho

                Lay berlarian masuk kedalam gedung begitu melihat siluet tubuh Suho didekatnya ia segera menghampiri leader mereka lalu merangkulnya “Ah mian aku terlambat..” jauh dari bayangan Suho kalau Lay akan mengamuk dan memukulinya, ah Lay bukan Baekhyun yang akan menghajar semua orang yang bersalah padanya Lay adalah namja terbaiknya

                “Suho-ya kenapa kau meninggalkanku? Kau tahu aku berlari setelah turun dari taksi tadi..” gumam Lay ia masih berusaha mengambil nafas panjang sedang Suho tengah sibuk memandangi Lay yang tengah sibuk mengambil nafas

                Chanyeol terkikik melihat Hyung polos mereka itu kelelahan “Kau harus di makeup ulang hyung..” canda Chanyeol begitu melihat Lay begitu basah dengan keringat

                Kyungsoo menatap Lay dan Suho “Hei, apa kalian tidak sadar terkadang kalian terlihat seperti YunJae Couple..”

                “Uhuk!”

                Suho tersedak air yang baru saja ia minum begitu mendengar ucapan Kyungsoo yang meluncur begitu saja keluar dari mulutnya tidak perduli yang mendengar siap mendengar atau tidak dan lagi kenapa ia dan Lay harus disamakan dengan YunJae? Ia jadi ingat ucapan orangtua itu kalau ia sengaja memisahkan kedua Sunbaenya itu jelas ia juga tidak mau dipisahkan seperti sunbaenya itu “Aish sudahlah jangan samakan aku dan SUho dengan pasangan itu, sudah kukatakan bukan aku menganggap SUho sahabat terbaikku..” Lay mengibas-ibaskan tangan di depan lehernya ia benar-benar kepanasan sekarang “Aku kesana dulu nanti aku akan kembali..” ucap Lay melangkah meninggalkan Suho CHanyeol dan Kyungsoo

                “DIa selalu mengatakan hal itu..” gerutu Chanyeol, Chanyeol dan Kyungsoo tidak tahu kalau Leader mereka tengah menunduk rasanya sakit di dadanya makin lama makin menjadi, biasanya ia akan merasa sangat bahagia jika berdekatan dengan Lay tetapi semenjak ucapan-ucapan penolakan itu selalu keluar dari bibir Lay setiap melihat namja itu muncul rasa lain di dalam hatinya, selain rasa berdebar yang berbunga timbul juga rasa perih yang tidak tertahankan sangat sakit..

                Mencintai namja yang sama sekali tidak tertarik dengan dirinya bahkan tidak pernah menganggap dirinya special, sangat menyakitkan terlalu sakit bahkan untuk menangis saja rasanya sulit, bernafas di dekat Lay pun terasa sangat berat, ia mencintai namja itu tetapi namja itu juga yang membuatnya merasa sangat tersakiti, ia tidak mengerti kenapa ia harus tertarik pada Lay? Kenapa bukan dengan yang lain? Kenapa tidak dengan wanita saja? Ia benar-benar mengakui dirinya normal 100% sebelum ia mengenal Lay tetapi ketika namja itu memasuki kehidupannya segalanya berubah

                Mencintai namja yang selalu mengatakan tidak pada hubungan yang tengah Suho rasakan itu bagaikan ditolak sejak awal bahkan SUho belum memulai apapun, Suho selalu merasa kalah sebelum berperang ia tidak bisa mendekati Lay dengan benar karena namja itu pasti akan melangkah menjauhinya jika ia merasa dirinya dan Suho sudah terlalu berlebihan, Lay memang terlihat sangat tidak menyetujui hubungan sesama jenis terlebih dihadapannya dan itu jelas membuat Suho berfikir ulang setiap kali ingin mendekati Lay, tetapi jika ia tidak mendekati Lay ia sendiri yang akan frustasi ia sudah menjadikan Lay sebagai candu bagi hidupnya

                “Lay-ssi jika kami boleh tahu bagaimana type idealmu?” Tanya MC pada Lay dan seketika lagi-lagi raut wajah Suho kembali berubah ia benar-benar tidak bisa mendengarkan ini, Suho sangat tahu Lay sangat menyukai Sunbae mereka BoA

                Lay tersenyum kikuk ia menggaruk tengkuknya “Type idealku seperti BoA Noona Sunbaenim.. dia cantik..”

                Suho menutup matanya rapat-rapat “Cantik..” 1 masalah yang tidak dimiliki Suho karena jelas Suho tampan terlebih di mata para Fans EXO dan jangan lupa Lay bahkan jauh lebih manis daripada dirinya itu alasan utamanya menyukai Lay, namja itu begitu manis terlebih dimatanya

                “Oh Jinjja? Lalu apalagi yang kau sukai dari BoA-ssi?”

                “Suaranya, aku sangat suka ketika dia bernyanyi..” Suho membuka matanya ia menoleh menatap Lay “Suara” lagi-lagi hal yang tidak ia miliki suaranya jika dibandingkan dengan Kyungsoo, Baekhyun dan jelas Chen bahkan Luhan ia tidak ada apa-apanya

                “Dan aku suka ketika dia melakukan dance, dia benar-benar powerfull dan sexy..”

                Suho kembali menghela nafas “Sexy? Powerful?” dirinya bukan ahlinya dalam masalah dance dirinya benar-benar jauh dari kriteria Lay lalu apa yang ia harapakan? Dirinya benar-benar kehilangan kepercayaan diri hanya karena segala ucapan yang keluar dari bibir Lay terutama ucapan Lay hari ini rasanya ribuan batu menghantam tubuhnya agar ia segera sadar dari angan-angan bodohnya tentang perasaannya pada Lay

                “Lalu CHanyeol-ssi? Seperti apa type idealmu?”

                Chanyeol terlihat berfikir “Jika aku ibaratkan memberku adalah wanita type idealku adalah D.O..”

                Suho dan Lay segera menoleh pada CHanyeol jawaban Chanyeol benar-benar mengagetkan, bukankah seharusnya Chanyeol menyebut Baekhyun? “Bukankah kau waktu itu mengatakan kau menyukai Kai?” Tanya Lay penasaran ia pernah dengar kalau Chanyeol fans berat Kai dan sebagai Fans bukannya kau akan memilih orang yang menjadi idolanya untuk di jadikan ideal type

                “Ne, tetapi aku hanya menyukai Kai sebagai fans, tetapi type idealku adalah D.O..” ucap Chanyeol ia bahkan sampai menoleh pada Kyungsoo tetapi namja bermata besar itu sama sekali tidak menoleh padanya namja mungil itu kini tengah sibuk mendengarkan ucapan dari Kai disisinya dan suksek membuat Chanyeol menelan ludahnya dengan berat

                “Ah, tolong jangan salah paham? Bukan Chanyeol menyukai D.O itu hanya perumpamaan jika D.O seorang wanita.. kami tidak mungkin saling menyukai..” jawab Lay sambil tertawa tetapi jawaban Lay lagi-lagi membuat Suho hanya mengangguk-angguk sambil menahan rasa perih didalam dadanya rasanya Lay hari ini berhasil membuat Suho merasakan sakit berlebihan di bagaian dada berkali-kali sedangkan CHanyeol ia kembali mengiyakan ucapan Lay yang sebenarnya salah sepenuhnya

                Suho kembali bersandar di kaca jendela kiri di mobilnya ketika mereka beranjak kembali ke dorm setelah jadwal barusan selesai ia menatap kearah depan CHanyeol dan Kyungsoo sama-sama saling berdiam diri entah ada ada dengan 2 orang itu setelah selesai acara keduanya tidak saling berbicara sama sekali sedangkan dirinya tengah sibuk memikirkan nasibnya, ia ingin meraih Lay tetapi namja itu menutup jalan untuk mendekatinya belum lagi ucapan Youngmin saat itu ketika berhasil membuat Kris keluar dari EXO jika ia juga tetap berusaha mendekati Lay maka hasilnya adalah Lay yang akan di buat keluar atau bahkan dirinya, Suho meringis Ia tidak ingin ada lagi yang keluar dari grup mereka terlebih jika itu Lay rasanya bagai nyawanya di cabut paksa dari raganya jika sampai Lay direbut darinya

                “Suho-ya? Kau baik-baik saja?  Dari tadi kau hanya diam saja?” Tanya Lay, Suho baru sadar Lay sedari tadi duduk disampingnya dan dia sama sekali tidak menyadarinya  

                “Aku baik-baik saja Lay-ah hanya sedikit lelah..” jawab Suho sembari tersenyum padahal sangat jauh dilubuk hatinya ia menjawab dengan jawaban berbeda ia hanya menatap Lay dalam diam “Aku tidak baik-baik saja Lay-ah.. aku sakit.. dadaku sangat sesak jika bersamamu..”

                “Jika kau tidak enak badan atau ada masalah kau bisa bercerita padaku..” ucap Lay lagi dengan senyum yang benar-benar sangat disukai Suho tetapi disaat bersamaan juga sangat di benci SUho setelah ia tahu apa itu namanya sakit mencintai seseorang yang tidak bisa kau cintai sama sekali

                “Ne Lay-ah aku pasti akan bercerita..” lagi-lagi Suho harus berbohong pada Lay, jika bisa ia hitung mungkin sudah ratusan kebohongan yang ia katakan pada Lay ucapan bibirnya selalu tidak sesuai dengan ucapan dari lubuk hatinya “Jika aku ingin mengatakan perasaanku padamu apa kau tetap akan mendengarkannya? Aku tidak akan menceritaka apapun Lay-ah karena kau tidak akan pernah mau mendengarkannya tidak akan pernah..”

                Lay kembali duduk pada posisinya ia menatap kedepan sesekali bibirnya menyunggingkan senyum namja berlesung pipi itu memasang earphone di telinganya ia mengoyang-goyangkan leher dan kepalanya nya menikmati lantunan lagu yang keluar dari earphone yang ia dengar sedangkan Suho hanya menatap Lay dari samping, menatap Lay tanpa makna tatapan itu benar-benar  bisa di artikan tatapan penuh keputusasaan ia tidak mengerti apa yang harus ia lakukan dengan perasaannya pada Lay, haruskan ia diamkan saja seperti ini atau ia ungkapkan saja pada Lay tetapi resiko yang harus ia terima sangatlah besar “Andai aku bisa mengatakan apa yang kurasakan semuanya akan berubah Lay-ah.. kau pasti akan membenciku dan menjauhiku..”

                Luhan menatap Lay yang berjalan menuju dapur melewatinya begitu saja rasanya Lay sedang tidak fokus hingga Lay melewatinya begitu saja, Luhan menghampiri Lay di dapur dan menepuk bahu namja berlesung pipi itu “Lay-ah..”

                Lay menoleh kaget bahkan ia sampai menunda acara minumnya karena tepukan itu benar-benar mengagetkannya “O! Luhan Hyung..”

                “Kau baik-baik saja?”

                Lay mengerutkan keningnya “Aku baik-baik saja, memang aku kenapa?”

                “Kau terlihat tidak baik-baik saja, ada apa?” Tanya Luhan bingung

                “Ah, aniya…” Lay terlihat berfikir sesaat lalu tersenyum pada Luhan “Um, ini tentang Suho..”

                “Kenapa dengan Suho?”

                “Beberapa hari ini dia sepertinya menjauhiku..” Lay duduk di bangku meja makan sambil memainkan sendok dan garpu yang tergeletak dimeja, wajar Lay merasa seperti itu setelah hari broadcast dirinya dan SUho hari itu namja itu lebih sering terlihat menyendiri duduk sendiri bahkan di dalam van ketika kembali ke dorm Suho lebih memilih untuk tidur daripada berbicara padanya, sudah beberapa hari ia dan Suho tidak bercerita apapun

                “Jinjja? Aku tidak merasakan demikian..” Luhan menerawang mencoba mengingat-ingat jadwal mereka Suho tidak terlihat menjauhi Lay, Luhan mengalihkan kembali pandangannya pada Lay “Banyak yang harus Suho handle sendiri semenjak Kris pergi dia sudah menjadi Leader tunggal untuk grup ini.. mungkin tanpa sengaja dia mengabaikanmu..”

                Lay mengangguk-angguk “Mungkin saja, hanya saja aku merasa setiap aku ingin menghampirinya dia tiba-tiba beranjak pergi lalu menghilang entah kemana?”

                Luhan menghela nafas “Kau memang bergantung sekali padanya?” Tanya Luhan lagi

                “Ani.. hanya saja aku tidak suka dia menjauhiku..”

                Luhan memutar sendok di meja “Apa kau tahu apa yang Suho rasakan padamu?”

                “Mwo?”

                “Ku ulangi, apa kau tahu apa yang Suho rasakan padamu?” Luhan kembali memutar sendok di meja dan kembali menatap Lay siapa juga yang tidak mengetahui perasaan yang dipendam Suho selama ini pada Lay, tetapi Suho hanya selalu memendamnya seorang diri karena Lay begitu tegas menolak adanya hubungan sesama jenis

                Lay terdiam ia masih memandang sendok yang berputar di atas meja “Aku hanya menanyakan kenapa Suho menjauhiku kenapa kau membahas hal lain?” ucap nya

                “Aku tidak membahas hal lain Lay-ah, bisa saja dia menjauhimu karena kau tidak kunjung sadar dengan perasaannya..”

                Lay segera bangkit dari duduknya “Aku tidak ingin membahasnya..”

                “Wae? Kenapa kau selalu menghindar? Kau yang selalu menjauhinya jika dia ingin berskinship denganmu, bukankah wajar jika sekarang dia menjauhi mu?”

                “Harus berapa kali kukatakan aku normal Hyung! Aku tidak akan merespect apapun yang berhubungan dengan hubungan tidak masuk akal itu..”

                “Tidak merespect?” Luhan tersenyum mengejek “Kau mendukung CHanyeol dan Baekhyun saat itu bahkan kau juga menyemangati Kai mengungkapkan perasaannya pada Kyungsoo.. Kau memang tidak respect pada hubungan semacam itu atau kau memang tidak respect hanya pada Suho?” Lay hanya bisa diam mendengar ucapan Luhan karena yang di ucapkan namja bermata rusa itu benar ia bukan tidak merespect hubungan itu ia hanya tidak merespect Suho

                “Kau tidak merespectnya tetapi kau tidak ingin dia menjauh darimu, ayolah Zhang Yixing kau tidak boleh egois..”

                “Aku tidak egois..” Lay membentak Luhan, hal pertama yang dilakukan Lay selama ia bergabung dengan EXO “Hhhh Kau tidak akan mengerti Luhan Hyung!” Lay menendang kaki meja dihadapannya bahkan namja itu sampai mengusap kasar wajahnya “Aku membenci segala perasaan yang Suho berikan padaku, kau mengerti sekarang? Aku sangat membencinya!” ucap Lay sebelum beranjak meninggalkan dapur bahkan ia tidak memeperdulikan Sehun magnae mereka yang sedari tadi berdiri bingung di depan pintu masuk dapur melihat kedua Hyungnya bertengkar dan melewati Suho begitu saja yang sedari tadi tidak sengaja menguping dari balik pintu kamar mandi

                “Luhan Hyung kalian baik-baik saja?” Tanya Sehun menghampiri Luhan

                “Sejak kapan kau disini?” Tanya Luhan dingin

                “A-aku baru saja masuk Hyung dan kulihat Lay Hyung membentakmu..” jelas Sehun rasanya emosi Luhan juga sedang tidak bagus saat ini “Apa kau baik-baik saja?” Sehun mengulurkan tangannya ingin memijit bahu namja rusa itu tetapi dengan cepat tangan itu di tepis Luhan

                “Jangan sentuh aku..” ucap Luhan, namja rusa itu menoleh sekilas dan mendapati raut terkejut dari Sehun ia menghela nafas lalu beranjak meninggalkan Sehun begitu saja

                Tubuh sang leader kini merosot begitu saja ia terduduk di lantai kamar mandi yang dingin ia meremas bajunya menariknya kuat-kuat di bagian dada rasanya ia tidak bisa bernafas dengan benar terlalu sesak, benar-benar sangat sesak, ucapan Lay bukan menghancurkannya lagi tetapi membunuhnya, Lay membenci perasaannya Lay menyadarinya tetapi namja berlesung pipi itu membenci segala perasaan yang selama ini ia tunjukkan Suho merasa betapa bodohnya dirinya tetap menunjukkan segala perasaannya padahal Lay membenci apa yang dirinya lakukan

                “Ini benar-benar sakit..” gumam Suho suaranya sangat berat namja itu bahkan sudah memeluk kuat lututnya tubuhnya bergetar hebat Suho menangis, hal pertama yang ia lakukan semenjak ia menyukai Lay bertahun-tahun yang lalu, pertama kali nya ia tidak bisa lagi menahan sesak didadanya, ia begitu mencintai namja itu tetapi semuanya hanya membuahkan perasaan sakit yang tidak terkira

                Lay menyandarkan tubuhnya pada sandaran balkon di dalam kamarnya ia menatap sekitar ia tidak perduli panasnya matahari siang itu akan membakar kulitnya rasanya kepalanya benar-benar penuh dirinya lelah, lelah bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja bersikap seolah-olah dia tidak tahu apa-apa bersikap seolah-olah dia sama sekali tidak mengerti apa yang dirasakan orang-orang disampingnya dan bersikap seolah-olah dirinya tidak memiliki perasaan lebih pada siapapun terutama pada Suho ia terlalu banyak berpura-pura di hadapan Suho

                “Kontrak brengsek!” umpatnya ia memukul besi sandaran balkon itu dengan kuat ia tidak menyangka kontrak yang ia tanda tanganin bertahun-tahun yang lalu ketika ia tengah training begitu berdampak pada dirinya khususnya saat ini

                “Baca baik-baik..”

                Lay mengerutkan keningnya ketika membaca kertas di tanganya “Ini? Kenapa ada perjanjian seperti ini?”

                “Aku hanya tidak ingin anak asuhan kami sampai berbuat yang tidak-tidak, kau begitu polos bukan? Kau pasti bisa Yixing.. abaikan segala perasaan yang kau miliki dan jangan membalas perhatian orang yang menyukaimu demi kariermu sendiri..”

                “jika aku melanggar?”

                “Kau dan orang yang kau sayangi atau yang menyayangimu mungkin harus rela keluar dari agency ini dengan cara terburuk yang pernah kau bayangkan..”

                “Kau melarangku jatuh cinta?”

                “Ani, aku hanya melarangmu menjalin hubungan yang tidak seharusnya.. kau mengerti bukan?”

                “Aku tidak tahu ada isi kontrak yang seperti ini..” Lay meletakkan kertas itu di meja jujur ia mulai ragu saat ini apa ia akan meneruskan training disini? Rasanya perjanjian ini sangat aneh

                “Kau dan Jumyeon bukankah sangat dekat?” ucapan petinggi SM itu sukses membuat mata kecil Lay melotot kaget

                “Apa kau ingin aku tidak mendebutkan Jumyeon?”

                “Mwoya? Kenapa kau membawa-bawa Jumyeon dalam masalah ini? Kami hanya bersahabat..” Lay bahkan sampai bangkit dari duduknya

                “Jika hanya bersahabat bisa kah kau tanda tangani saja perjanjian itu? Setelah aku menyelesaikan urusanku dengan beberapa Sunbae kalian aku bisa mendebutkan kalian..”

                Lay mengeraskan rahangnya ia benar-benar merasa terjebak, jika ia tidak tanda tangan Suho yang menjadi taruhannya tetapi jika ia tanda tangan itu sama saja, ia melepas Suho begitu saja melepas namja yang selalu mendukung nya selama masa training ini namja yang sedikit banyak mencuri perhatiannya ”Baiklah akan kutanda tangani..” ucap Lay sekuat tenaga menahan emosinya

                “Bukan aku tidak menyadarinya Jumyeon-ah, akupun berpura-pura tidak menyadari perasaanku sendiri sejak hari itu..” gumamnya pada angin hanya Lay sendiri yang tahu apa yang terjadi, hanya Lay yang tahu isi kontrak itu, hanya Lay yang tahu ia berjuang sendirian bahkan hanya Lay sendiri yang tahu rasa sakit yang ia rasakan jauh lebih besar daripada yang SUho rasakan


                “Hhh, Mianhae..” andai kekuatan superpowernya di EXO memang benar nyata sudah sejak dulu ia ingin mengobati luka di hatinya, luka ketika ia menjauhi Suho ketika Suho berada di dekatnya, luka ketika ia menepis segala ucapan semua orang tentang hubungan sesama jenis atau pun tentang perasaan Suho padanya, dadanya jauh lebih sesak selama ini dari yang orang lain bayangkan, jika ia bisa meledak mungkin Lay sudah meledak sedari dulu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar