IT’S HURT -----------
[HoLay]
“Mendengarkan suaramu cukup
membuatku dapat tidur dengan tenang setiap malam, tetapi ketika dengan lantang
kau tidak menyukai hubungan sesama jenis suaramu bagaikan belati yang menusuk
jantungku Lay-ah, apa kau tahu dirimu yang polos itu menyakitiku~~”
Kim Jumyeon
Suho
membolak-balik buku jadwalnya banyak yang harus ia perbarui setelah Kris
hengkang dari EXO ia harus menjadwal ulang jadwal yang harusnya di pegang oleh
Kris dan diganti ke member lain entah itu Luhan ataupun Tao 2 namja itu pasti
lelah karena harus mengantikan Kris tetapi harus bagaimana lagi hanya itu
satu-satunya cara agar mereka tidak keteteran dengan jadwal padat mereka
“Kau
sedang apa?” Tanya Lay yang datang dengan gitarnya
Suho
segera menutup bukunya dan tersenyum riang melihat siapa yang datang “Lay-ah..
kau sudah pulang?”
Namja
berlesung pipit itu segera duduk disamping Suho lalu merenggangkan otot-ototnya
yang tegang “Ne, ah lelahnya.. aku benar-benar ingin segera sampai di dorm dan
beristirahat sampai-sampai aku meninggalkan yang lainnya di bawah..”
Lay
kembali melihat buku yang dipegang Suho “Apa masih banyak jadwal yang belum kau
rapikan?” Suho hanya menjawabnya dengan anggukan, SUho menyukai suara Lay yang menanyakannya mengkhawatirkannya jadi ia tidak akan merusak keindahan suara Lay
dengan suara miliknya ia akan mendengarkan baik-baik tiap bait suara yang
keluar dari bibir Lay
“Aku
masih tidak mengerti kenapa Kris Hyung harus keluar dari EXO tanpa alasan yang
jelas?” Lay memiringkan kepalanya Suho menatapnya lalu menghela nafas ia sudah
mendengar pertanyaan itu bahkan ratusan kali dari mulut Lay dan mulut member
yang lainnya
“Sudah
jangan bahas masalah Kris lagi dia juga sudah memulai kariernya disana, kau
sebaiknya istirahat..” ucap Suho sembari mengacak pelan rambut Lay entah
bagaimana caranya Lay selalu terlihat mengemaskan dimatanya
“Oh,
Suho Hyung kau juga sudah ada di Dorm?” Chen tiba-tiba muncul ketika pintu dorm
mereka terbuka otomatis Chen dan Chanyeol yang baru datang melihat adegan Suho
tengah mengacak-acak rambut Lay
“Aish
kau dan Lay Hyung membuatku iri..” ucap CHanyeol yang berjalan di belakang Chen
bahkan sambil tersenyum-senyum tidak jelas entah apa yang ia bayangkan
Lay
membereskan rambutnya yang berantakan dengan wajah polosnya ia menatap ke-2
Dongsaengnya “Kau bicara apa eoh? Kau jelas tahu hubungan seperti itu sangat
aneh untukku, laki-laki dengan laki-laki kau membuatku ingin tertawa..” ucap
Lay sambil tertawa dengan wajah polosnya bahkan namja berlesung pipi itu
sekarang sudah bangkit dari duduknya beranjak menuju kamarnya ia benar-benar
tidak sadar kata-katanya menohok hati Chen CHanyeol bahkan Suho, Leader EXO itu
bahkan sampai menghela nafas berat kerena ucapan Lay, ini sudah kesekian
kalinya ia mendengar kata-kata itu keluar dari mulut si polos Lay entah di dorm
di mobil atau ketika broadcast
Dan
setiap kalimat itu keluar debaran bahagia di hati Suho seketika berganti
menjadi denyutan perih sangat sakit bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat
sulit, Suho hanya bisa memandang punggung kecil Lay yang terus melangkah
meninggalkannya, seolah-olah menandakan memang Lay tidak bisa ia raih sama
sekali, seolah-olah setiap perkataan Lay menamparnya kuat-kuat agar dirinya
tersadar dari mimpi indah yang sebenarnya awal dari mimpi buruk
“Lay-ah..”
Lay
menoleh ketika ia merasa namanya disebut dan ketika menoleh ia mendapati namja
bakpau tengah melangkah menghampirinya “Ne?”
“Kenapa
kau masih disini? Bukannya seharusnya kau sudah berangkat dengan Suho?”
“Ne?” Lay
mengerutkan keningnya “Aku memang sedang menunggu Suho memanggilku untuk
berangkat..”
Xiumin
menggaruk pipi bulatnya “Tapi tadi SUho sudah berangkat bersama Chanyeol dan
Kyungsoo..”
“Mwo??
Aku ditinggal?”
“Sepertinya
begitu..Omo..” Xiumin hampir jatuh terjengkal ketika Lay langsung melesat pergi
dengan cepat nya dari kamarnya dan menabrak Xiumin untung Chen yang berdiri di
belakang Xiumin menahan tubuh namja bakpau itu, Lay mungkin mengejar rombongan
SUho yang meninggalkannya ia segera memutuskan untuk menaiki taksi agar bisa
sampai di tempat tidak terlalu terlambat kalau meminta SUho kembali lagi dengan
Van mereka yang ada hanya akan membuang-buang waku bukan? Lay memang sangat
pintar mengambil keputusan cepat tepat dan tidak merugikan banyak pihak
“Gwenchana
Hyung?” Tanya Chen
“Ne
Jongdae-ah, Lay mengagetkanku..” Xiumin tanpa sadar memajukan bibirnya tanda ia
tengah kesal, dan Chen segera mencubit bibir Xiumin gemas
“Kau
benar-benar menggemaskan..”
“Aish,
Jongdae-ah aku bukan perempuan..” Xiumin segera melangkah meninggalkan Chen
bahkan ia terlihat malah bertambah kesal tidak mengerti kenapa seluruh member
mengatakan drinya menggemaskan terutama Chen namja Pikachu itu dengan bahagia
selalu mengatakan dirinya menggemaskan, sedangkan Chen yang ditinggalkan hanya
tersenyum-senyum sendiri mungkin namja Pikachu itu tengah senang
Suho
memperhatikan Chanyeol yang sedari tadi menganggu Kyungsoo tanpa henti bahkan
namja bermata besar itu sampai mengomel tidak jelas didalam van mereka, Suho
menyandarkan kepalanya pada kaca jendela mobil disebelah kirinya andai ia juga
bisa seperti Chanyeol dan Kyungsoo, ketika ia menyentuh Lay sedikit saja
seluruh mata akan memandang pada mereka dan ketika itu juga suara indah Lay
akan mengeluarkan kata-kata paling menohok yang pernah ia dengar seumur
hidupnya
“Hhh…”
leader EXO itu kembali menatap CHanyeol dan Kyungsoo ia tersenyum setiap
Chanyeol menyentuh Kyungsoo tidak akan ada yang memandang mereka penuh
penilaian seperti dirinya dan Lay, jelas karena Chanyeol sudah memilik Baekhyun
dan Kyungsoo sudah memiliki Kai walau memang sedikit aneh memang Chanyeol lebih
sering menggoda Kyungsoo dari pada Baekhyun baik itu di panggung ataupun
dimanapun
“Aku
harus meminta maaf padanya nanti ketika ia menyusulku..” ujar Suho, ia tadi
bukan bermaksud meninggalkan Lay, ia hanya tidak bisa melihat Lay dengan wajah
semanis itu duduk di depan laptopnya menanti Suho datang memanggilnya daripada
Suho akan terkena serangan jantung mendadak karena wajah manis Lay jadi Suho
putuskan untuk tidak memanggil Lay bahkan ketika Chanyeol bertanya dimana Lay
Suho dengan santai menjawab “Aku
memanggilnya tetapi tidak ada jawaban, mungkin dia ketiduran kita saja yang
berangkat..” betapa jahatnya Suho
Lay
berlarian masuk kedalam gedung begitu melihat siluet tubuh Suho didekatnya ia
segera menghampiri leader mereka lalu merangkulnya “Ah mian aku terlambat..”
jauh dari bayangan Suho kalau Lay akan mengamuk dan memukulinya, ah Lay bukan
Baekhyun yang akan menghajar semua orang yang bersalah padanya Lay adalah namja
terbaiknya
“Suho-ya
kenapa kau meninggalkanku? Kau tahu aku berlari setelah turun dari taksi
tadi..” gumam Lay ia masih berusaha mengambil nafas panjang sedang Suho tengah
sibuk memandangi Lay yang tengah sibuk mengambil nafas
Chanyeol
terkikik melihat Hyung polos mereka itu kelelahan “Kau harus di makeup ulang
hyung..” canda Chanyeol begitu melihat Lay begitu basah dengan keringat
Kyungsoo
menatap Lay dan Suho “Hei, apa kalian tidak sadar terkadang kalian terlihat
seperti YunJae Couple..”
“Uhuk!”
Suho
tersedak air yang baru saja ia minum begitu mendengar ucapan Kyungsoo yang
meluncur begitu saja keluar dari mulutnya tidak perduli yang mendengar siap
mendengar atau tidak dan lagi kenapa ia dan Lay harus disamakan dengan YunJae?
Ia jadi ingat ucapan orangtua itu kalau ia sengaja memisahkan kedua Sunbaenya
itu jelas ia juga tidak mau dipisahkan seperti sunbaenya itu “Aish sudahlah
jangan samakan aku dan SUho dengan pasangan itu, sudah kukatakan bukan aku
menganggap SUho sahabat terbaikku..” Lay mengibas-ibaskan tangan di depan
lehernya ia benar-benar kepanasan sekarang “Aku kesana dulu nanti aku akan
kembali..” ucap Lay melangkah meninggalkan Suho CHanyeol dan Kyungsoo
“DIa
selalu mengatakan hal itu..” gerutu Chanyeol, Chanyeol dan Kyungsoo tidak tahu
kalau Leader mereka tengah menunduk rasanya sakit di dadanya makin lama makin
menjadi, biasanya ia akan merasa sangat bahagia jika berdekatan dengan Lay
tetapi semenjak ucapan-ucapan penolakan itu selalu keluar dari bibir Lay setiap
melihat namja itu muncul rasa lain di dalam hatinya, selain rasa berdebar yang
berbunga timbul juga rasa perih yang tidak tertahankan sangat sakit..
Mencintai
namja yang sama sekali tidak tertarik dengan dirinya bahkan tidak pernah
menganggap dirinya special, sangat menyakitkan terlalu sakit bahkan untuk
menangis saja rasanya sulit, bernafas di dekat Lay pun terasa sangat berat, ia
mencintai namja itu tetapi namja itu juga yang membuatnya merasa sangat
tersakiti, ia tidak mengerti kenapa ia harus tertarik pada Lay? Kenapa bukan
dengan yang lain? Kenapa tidak dengan wanita saja? Ia benar-benar mengakui
dirinya normal 100% sebelum ia mengenal Lay tetapi ketika namja itu memasuki
kehidupannya segalanya berubah
Mencintai
namja yang selalu mengatakan tidak pada hubungan yang tengah Suho rasakan itu
bagaikan ditolak sejak awal bahkan SUho belum memulai apapun, Suho selalu
merasa kalah sebelum berperang ia tidak bisa mendekati Lay dengan benar karena
namja itu pasti akan melangkah menjauhinya jika ia merasa dirinya dan Suho
sudah terlalu berlebihan, Lay memang terlihat sangat tidak menyetujui hubungan sesama
jenis terlebih dihadapannya dan itu jelas membuat Suho berfikir ulang setiap
kali ingin mendekati Lay, tetapi jika ia tidak mendekati Lay ia sendiri yang
akan frustasi ia sudah menjadikan Lay sebagai candu bagi hidupnya
“Lay-ssi
jika kami boleh tahu bagaimana type idealmu?” Tanya MC pada Lay dan seketika
lagi-lagi raut wajah Suho kembali berubah ia benar-benar tidak bisa
mendengarkan ini, Suho sangat tahu Lay sangat menyukai Sunbae mereka BoA
Lay
tersenyum kikuk ia menggaruk tengkuknya “Type idealku seperti BoA Noona Sunbaenim..
dia cantik..”
Suho
menutup matanya rapat-rapat “Cantik..”
1 masalah yang tidak dimiliki Suho karena jelas Suho tampan terlebih di mata
para Fans EXO dan jangan lupa Lay bahkan jauh lebih manis daripada dirinya itu
alasan utamanya menyukai Lay, namja itu begitu manis terlebih dimatanya
“Oh
Jinjja? Lalu apalagi yang kau sukai dari BoA-ssi?”
“Suaranya,
aku sangat suka ketika dia bernyanyi..” Suho membuka matanya ia menoleh menatap
Lay “Suara” lagi-lagi hal yang tidak
ia miliki suaranya jika dibandingkan dengan Kyungsoo, Baekhyun dan jelas Chen
bahkan Luhan ia tidak ada apa-apanya
“Dan
aku suka ketika dia melakukan dance, dia benar-benar powerfull dan sexy..”
Suho
kembali menghela nafas “Sexy? Powerful?” dirinya
bukan ahlinya dalam masalah dance dirinya benar-benar jauh dari kriteria Lay
lalu apa yang ia harapakan? Dirinya benar-benar kehilangan kepercayaan diri
hanya karena segala ucapan yang keluar dari bibir Lay terutama ucapan Lay hari
ini rasanya ribuan batu menghantam tubuhnya agar ia segera sadar dari
angan-angan bodohnya tentang perasaannya pada Lay
“Lalu
CHanyeol-ssi? Seperti apa type idealmu?”
Chanyeol
terlihat berfikir “Jika aku ibaratkan memberku adalah wanita type idealku
adalah D.O..”
Suho
dan Lay segera menoleh pada CHanyeol jawaban Chanyeol benar-benar mengagetkan,
bukankah seharusnya Chanyeol menyebut Baekhyun? “Bukankah kau waktu itu mengatakan
kau menyukai Kai?” Tanya Lay penasaran ia pernah dengar kalau Chanyeol fans
berat Kai dan sebagai Fans bukannya kau akan memilih orang yang menjadi idolanya
untuk di jadikan ideal type
“Ne,
tetapi aku hanya menyukai Kai sebagai fans, tetapi type idealku adalah D.O..”
ucap Chanyeol ia bahkan sampai menoleh pada Kyungsoo tetapi namja bermata besar
itu sama sekali tidak menoleh padanya namja mungil itu kini tengah sibuk
mendengarkan ucapan dari Kai disisinya dan suksek membuat Chanyeol menelan
ludahnya dengan berat
“Ah,
tolong jangan salah paham? Bukan Chanyeol menyukai D.O itu hanya perumpamaan
jika D.O seorang wanita.. kami tidak mungkin saling menyukai..” jawab Lay
sambil tertawa tetapi jawaban Lay lagi-lagi membuat Suho hanya
mengangguk-angguk sambil menahan rasa perih didalam dadanya rasanya Lay hari
ini berhasil membuat Suho merasakan sakit berlebihan di bagaian dada
berkali-kali sedangkan CHanyeol ia kembali mengiyakan ucapan Lay yang
sebenarnya salah sepenuhnya
Suho
kembali bersandar di kaca jendela kiri di mobilnya ketika mereka beranjak
kembali ke dorm setelah jadwal barusan selesai ia menatap kearah depan CHanyeol
dan Kyungsoo sama-sama saling berdiam diri entah ada ada dengan 2 orang itu
setelah selesai acara keduanya tidak saling berbicara sama sekali sedangkan
dirinya tengah sibuk memikirkan nasibnya, ia ingin meraih Lay tetapi namja itu
menutup jalan untuk mendekatinya belum lagi ucapan Youngmin saat itu ketika
berhasil membuat Kris keluar dari EXO jika ia juga tetap berusaha mendekati Lay
maka hasilnya adalah Lay yang akan di buat keluar atau bahkan dirinya, Suho
meringis Ia tidak ingin ada lagi yang keluar dari grup mereka terlebih jika itu
Lay rasanya bagai nyawanya di cabut paksa dari raganya jika sampai Lay direbut
darinya
“Suho-ya?
Kau baik-baik saja? Dari tadi kau hanya
diam saja?” Tanya Lay, Suho baru sadar Lay sedari tadi duduk disampingnya dan
dia sama sekali tidak menyadarinya
“Aku
baik-baik saja Lay-ah hanya sedikit lelah..” jawab Suho sembari tersenyum
padahal sangat jauh dilubuk hatinya ia menjawab dengan jawaban berbeda ia hanya
menatap Lay dalam diam “Aku tidak
baik-baik saja Lay-ah.. aku sakit.. dadaku sangat sesak jika bersamamu..”
“Jika
kau tidak enak badan atau ada masalah kau bisa bercerita padaku..” ucap Lay
lagi dengan senyum yang benar-benar sangat disukai Suho tetapi disaat bersamaan
juga sangat di benci SUho setelah ia tahu apa itu namanya sakit mencintai
seseorang yang tidak bisa kau cintai sama sekali
“Ne
Lay-ah aku pasti akan bercerita..” lagi-lagi Suho harus berbohong pada Lay,
jika bisa ia hitung mungkin sudah ratusan kebohongan yang ia katakan pada Lay
ucapan bibirnya selalu tidak sesuai dengan ucapan dari lubuk hatinya “Jika aku ingin mengatakan perasaanku padamu
apa kau tetap akan mendengarkannya? Aku tidak akan menceritaka apapun Lay-ah
karena kau tidak akan pernah mau mendengarkannya tidak akan pernah..”
Lay
kembali duduk pada posisinya ia menatap kedepan sesekali bibirnya
menyunggingkan senyum namja berlesung pipi itu memasang earphone di telinganya
ia mengoyang-goyangkan leher dan kepalanya nya menikmati lantunan lagu yang keluar
dari earphone yang ia dengar sedangkan Suho hanya menatap Lay dari samping,
menatap Lay tanpa makna tatapan itu benar-benar bisa di artikan tatapan penuh keputusasaan ia
tidak mengerti apa yang harus ia lakukan dengan perasaannya pada Lay, haruskan
ia diamkan saja seperti ini atau ia ungkapkan saja pada Lay tetapi resiko yang
harus ia terima sangatlah besar “Andai
aku bisa mengatakan apa yang kurasakan semuanya akan berubah Lay-ah.. kau pasti
akan membenciku dan menjauhiku..”
Luhan
menatap Lay yang berjalan menuju dapur melewatinya begitu saja rasanya Lay
sedang tidak fokus hingga Lay melewatinya begitu saja, Luhan menghampiri Lay di
dapur dan menepuk bahu namja berlesung pipi itu “Lay-ah..”
Lay
menoleh kaget bahkan ia sampai menunda acara minumnya karena tepukan itu
benar-benar mengagetkannya “O! Luhan Hyung..”
“Kau
baik-baik saja?”
Lay
mengerutkan keningnya “Aku baik-baik saja, memang aku kenapa?”
“Kau
terlihat tidak baik-baik saja, ada apa?” Tanya Luhan bingung
“Ah,
aniya…” Lay terlihat berfikir sesaat lalu tersenyum pada Luhan “Um, ini tentang
Suho..”
“Kenapa
dengan Suho?”
“Beberapa
hari ini dia sepertinya menjauhiku..” Lay duduk di bangku meja makan sambil
memainkan sendok dan garpu yang tergeletak dimeja, wajar Lay merasa seperti itu
setelah hari broadcast dirinya dan SUho hari itu namja itu lebih sering
terlihat menyendiri duduk sendiri bahkan di dalam van ketika kembali ke dorm
Suho lebih memilih untuk tidur daripada berbicara padanya, sudah beberapa hari
ia dan Suho tidak bercerita apapun
“Jinjja?
Aku tidak merasakan demikian..” Luhan menerawang mencoba mengingat-ingat jadwal
mereka Suho tidak terlihat menjauhi Lay, Luhan mengalihkan kembali pandangannya
pada Lay “Banyak yang harus Suho handle sendiri semenjak Kris pergi dia sudah
menjadi Leader tunggal untuk grup ini.. mungkin tanpa sengaja dia
mengabaikanmu..”
Lay
mengangguk-angguk “Mungkin saja, hanya saja aku merasa setiap aku ingin
menghampirinya dia tiba-tiba beranjak pergi lalu menghilang entah kemana?”
Luhan
menghela nafas “Kau memang bergantung sekali padanya?” Tanya Luhan lagi
“Ani..
hanya saja aku tidak suka dia menjauhiku..”
Luhan
memutar sendok di meja “Apa kau tahu apa yang Suho rasakan padamu?”
“Mwo?”
“Ku
ulangi, apa kau tahu apa yang Suho rasakan padamu?” Luhan kembali memutar
sendok di meja dan kembali menatap Lay siapa juga yang tidak mengetahui
perasaan yang dipendam Suho selama ini pada Lay, tetapi Suho hanya selalu
memendamnya seorang diri karena Lay begitu tegas menolak adanya hubungan sesama
jenis
Lay
terdiam ia masih memandang sendok yang berputar di atas meja “Aku hanya
menanyakan kenapa Suho menjauhiku kenapa kau membahas hal lain?” ucap nya
“Aku
tidak membahas hal lain Lay-ah, bisa saja dia menjauhimu karena kau tidak
kunjung sadar dengan perasaannya..”
Lay
segera bangkit dari duduknya “Aku tidak ingin membahasnya..”
“Wae?
Kenapa kau selalu menghindar? Kau yang selalu menjauhinya jika dia ingin
berskinship denganmu, bukankah wajar jika sekarang dia menjauhi mu?”
“Harus
berapa kali kukatakan aku normal Hyung! Aku tidak akan merespect apapun yang
berhubungan dengan hubungan tidak masuk akal itu..”
“Tidak
merespect?” Luhan tersenyum mengejek “Kau mendukung CHanyeol dan Baekhyun saat
itu bahkan kau juga menyemangati Kai mengungkapkan perasaannya pada Kyungsoo..
Kau memang tidak respect pada hubungan semacam itu atau kau memang tidak
respect hanya pada Suho?” Lay hanya bisa diam mendengar ucapan Luhan karena
yang di ucapkan namja bermata rusa itu benar ia bukan tidak merespect hubungan
itu ia hanya tidak merespect Suho
“Kau
tidak merespectnya tetapi kau tidak ingin dia menjauh darimu, ayolah Zhang
Yixing kau tidak boleh egois..”
“Aku
tidak egois..” Lay membentak Luhan, hal pertama yang dilakukan Lay selama ia
bergabung dengan EXO “Hhhh Kau tidak akan mengerti Luhan Hyung!” Lay menendang
kaki meja dihadapannya bahkan namja itu sampai mengusap kasar wajahnya “Aku
membenci segala perasaan yang Suho berikan padaku, kau mengerti sekarang? Aku
sangat membencinya!” ucap Lay sebelum beranjak meninggalkan dapur bahkan ia
tidak memeperdulikan Sehun magnae mereka yang sedari tadi berdiri bingung di
depan pintu masuk dapur melihat kedua Hyungnya bertengkar dan melewati Suho
begitu saja yang sedari tadi tidak sengaja menguping dari balik pintu kamar
mandi
“Luhan
Hyung kalian baik-baik saja?” Tanya Sehun menghampiri Luhan
“Sejak
kapan kau disini?” Tanya Luhan dingin
“A-aku
baru saja masuk Hyung dan kulihat Lay Hyung membentakmu..” jelas Sehun rasanya
emosi Luhan juga sedang tidak bagus saat ini “Apa kau baik-baik saja?” Sehun
mengulurkan tangannya ingin memijit bahu namja rusa itu tetapi dengan cepat
tangan itu di tepis Luhan
“Jangan
sentuh aku..” ucap Luhan, namja rusa itu menoleh sekilas dan mendapati raut
terkejut dari Sehun ia menghela nafas lalu beranjak meninggalkan Sehun begitu
saja
Tubuh
sang leader kini merosot begitu saja ia terduduk di lantai kamar mandi yang
dingin ia meremas bajunya menariknya kuat-kuat di bagian dada rasanya ia tidak
bisa bernafas dengan benar terlalu sesak, benar-benar sangat sesak, ucapan Lay
bukan menghancurkannya lagi tetapi membunuhnya, Lay membenci perasaannya Lay
menyadarinya tetapi namja berlesung pipi itu membenci segala perasaan yang
selama ini ia tunjukkan Suho merasa betapa bodohnya dirinya tetap menunjukkan
segala perasaannya padahal Lay membenci apa yang dirinya lakukan
“Ini
benar-benar sakit..” gumam Suho suaranya sangat berat namja itu bahkan sudah
memeluk kuat lututnya tubuhnya bergetar hebat Suho menangis, hal pertama yang
ia lakukan semenjak ia menyukai Lay bertahun-tahun yang lalu, pertama kali nya
ia tidak bisa lagi menahan sesak didadanya, ia begitu mencintai namja itu
tetapi semuanya hanya membuahkan perasaan sakit yang tidak terkira
Lay
menyandarkan tubuhnya pada sandaran balkon di dalam kamarnya ia menatap sekitar
ia tidak perduli panasnya matahari siang itu akan membakar kulitnya rasanya
kepalanya benar-benar penuh dirinya lelah, lelah bersikap seolah-olah semuanya
baik-baik saja bersikap seolah-olah dia tidak tahu apa-apa bersikap seolah-olah
dia sama sekali tidak mengerti apa yang dirasakan orang-orang disampingnya dan
bersikap seolah-olah dirinya tidak memiliki perasaan lebih pada siapapun
terutama pada Suho ia terlalu banyak berpura-pura di hadapan Suho
“Kontrak
brengsek!” umpatnya ia memukul besi sandaran balkon itu dengan kuat ia tidak
menyangka kontrak yang ia tanda tanganin bertahun-tahun yang lalu ketika ia
tengah training begitu berdampak pada dirinya khususnya saat ini
“Baca baik-baik..”
Lay mengerutkan keningnya ketika
membaca kertas di tanganya “Ini? Kenapa ada perjanjian seperti ini?”
“Aku hanya tidak ingin anak
asuhan kami sampai berbuat yang tidak-tidak, kau begitu polos bukan? Kau pasti
bisa Yixing.. abaikan segala perasaan yang kau miliki dan jangan membalas
perhatian orang yang menyukaimu demi kariermu sendiri..”
“jika aku melanggar?”
“Kau dan orang yang kau sayangi
atau yang menyayangimu mungkin harus rela keluar dari agency ini dengan cara
terburuk yang pernah kau bayangkan..”
“Kau melarangku jatuh cinta?”
“Ani, aku hanya melarangmu
menjalin hubungan yang tidak seharusnya.. kau mengerti bukan?”
“Aku tidak tahu ada isi kontrak
yang seperti ini..” Lay meletakkan kertas itu di meja jujur ia mulai ragu saat
ini apa ia akan meneruskan training disini? Rasanya perjanjian ini sangat aneh
“Kau dan Jumyeon bukankah sangat
dekat?” ucapan petinggi SM itu sukses membuat mata kecil Lay melotot kaget
“Apa kau ingin aku tidak
mendebutkan Jumyeon?”
“Mwoya? Kenapa kau membawa-bawa
Jumyeon dalam masalah ini? Kami hanya bersahabat..” Lay bahkan sampai bangkit
dari duduknya
“Jika hanya bersahabat bisa kah
kau tanda tangani saja perjanjian itu? Setelah aku menyelesaikan urusanku
dengan beberapa Sunbae kalian aku bisa mendebutkan kalian..”
Lay mengeraskan rahangnya ia
benar-benar merasa terjebak, jika ia tidak tanda tangan Suho yang menjadi
taruhannya tetapi jika ia tanda tangan itu sama saja, ia melepas Suho begitu
saja melepas namja yang selalu mendukung nya selama masa training ini namja
yang sedikit banyak mencuri perhatiannya ”Baiklah akan kutanda tangani..” ucap
Lay sekuat tenaga menahan emosinya
“Bukan aku tidak
menyadarinya Jumyeon-ah, akupun berpura-pura tidak menyadari perasaanku sendiri
sejak hari itu..” gumamnya pada angin hanya Lay sendiri yang tahu apa yang
terjadi, hanya Lay yang tahu isi kontrak itu, hanya Lay yang tahu ia berjuang
sendirian bahkan hanya Lay sendiri yang tahu rasa sakit yang ia rasakan jauh
lebih besar daripada yang SUho rasakan
“Hhh,
Mianhae..” andai kekuatan superpowernya di EXO memang benar nyata sudah sejak dulu ia ingin mengobati luka di hatinya, luka ketika ia menjauhi Suho ketika Suho berada di dekatnya, luka ketika ia menepis segala ucapan semua orang tentang hubungan sesama jenis atau pun tentang perasaan Suho padanya, dadanya jauh lebih sesak selama ini dari yang orang lain bayangkan, jika ia bisa meledak mungkin Lay sudah meledak sedari dulu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar