Sick Enough to Die
Pairing : Lee
Sungmin, Choi Seorin
Title :
Sick Enough to Die
Leght : TwoShoot
Genre : Sad,
Hurt
Author : Choi
Seorin
2 sosok tubuh berbalut baju hitam kini tengah
saling beradu dan saling memukul keduanya tampak lelah tetapi tidak ada niatan
untuk mengalah sedikitpun dari mereka, bahkan mereka semakin kuat memukul jika
merasa lawan masing-masing melemah atau tidak fokus
DOORRRR!!!
Salah satu
dari 2 sosok itu terjatuh lemas diatas aspal ia menyentuh pundaknya yang
terluka akibat tembakan seseorang dari belakangnya, ia menoleh kebelakang
dengan susah payah sosok yang menembaknya sama seperti dirinya mengenakan baju
hitam hanya saja wajahnya ditutup dengan masker hitam tetapi ia yakin dari
bentuk tubuhnya orang itu yeoja
“Noona!”
Namja yang
tergeletak itu kembali menoleh pada lawannya tadi ketika ia mendengar lawannya
memangil penembaknya dengan sebutan Noona, benar dugaannya kalau penembaknya
adalah seorang yeoja
“Mwohaseyo
cepat kau pergi Minhwanie…”
Namja itu
segera pergi menuruti perkataan sang penembak yang ia panggil Noona itu,
sedangkan hanya tinggal yeoja itu dan namja yang tergeletak tidak berdaya
diaspal, yeoja itu mengarahkan senapan mininya kearah namja itu hampir saja ia
menarik pelatuknya andai saja tidak ada yang menghalanginya
“DONGHAE!!!”
Yeoja
itu menoleh kebelakang jauh dibelakangnya ada beberapa gerombolan yang menuju
kearahnya, ia kembali menatap namja yang terkapar itu “Kau beruntung LEE!!”
yeoja itu menendang perut namja itu lalu beranjak pergi
“Arrrggghhhhh!!!”
Gerombolan itu
segera menuju tempat namja terkapar itu begitu mendengar suara rintihan sakit
namja itu “Omo, Donghae!!!” pekik salah seorang namja dari gerombolan itu dan
segera menghampiri namja yang terkapar itu dan memangku sebagian tubuhnya
“Hyukie Hyung…”
“Kau
tertembak, aigooo!!” namja yang dipanggil Hyukie itu melihat bahu Donghae yang
sepertinya terluka dalam
“Tenanglah
Hyung, kau tidak akan kehilangan saudara kembarmu ini dengan mudahnya…” ucap
namja bernama Donghae sambil tersenyum berusaha menenangkan saudara kembarnya
ini, iya mereka memang kembar tetapi kembar identik mereka benar-benar terlihat
berbeda amat sangat berbeda
Hyukie
tersenyum “Baguslah kau bertahanlah, Van kita akan segera datang…”
Donghae
mengangguk ia mengalihkan pandangannya pada seorang namja yang berdiri tidak
jauh darinya tengah mengamati keadaan sekitar memastikan penembak itu masih
bersembunyi disini atau tidak “Sungmin Hyung…”
Namja itu
menoleh “Nde Hae-ya?”
“Dia yeoja,
ternyata penembak yang selama ini menembaki anggota kita yeoja…”
Namja bernama
Sungmin itu menatap kaget kearah Donghae “Mwo?? Yeoja??” ia berdecak kesal dan
menendang tumpukan kardus didekatnya “Damn jadi kita dikalahkan seorang yeoja!
Mereka! CHOI kalian akan kubalas!!” umpat Sungmin
~~~~~~~~~~
Sungmin turun
dari mobilnya ia diantar oleh supir keluarganya dikeluarganya hanya ia yang
tidak mengunakan mobil pribadi seperti kedua namdongsaengnya Lee Donghae dan
Lee Hyukjae ia memutuskan diantar jemput oleh supir dari pada harus
menghamburkan uang membeli mobil khusus untuk dirinya
“Sampai nanti
Tuan muda…”
Sungmin hanya
mengangguk malas menanggapi pesan dari supirnya ia meneruskan langkahnya sambil
membenarkan jas sekolahnya dan letak tasnya tetapi langkahnya tertahan ketika
ia melihat seorang yeoja tidak jauh dihadapannya
“Nuguya? Murid
barukah??” tanya Sungmin pada dirinya sendiri tetapi keinginannya untuk tahu
lebih lanjut tentang yeoja itu tertahan karena kedatangan 2 namdongsaengnya
“Sungmin
Hyung!!”
Sungmin
merasakan tubuhnya ditubruk dengan kuat oleh 2 namdongsaengnya ini “Aigoo Hae,
Hyukie, kalian tidak bisa tidak tenang sehari saja…”
“Aniyo Hyung,
tumben Hyung yang terlebih dahulu sampai??” tanya Hyukie pada Sungmin
“Molla supirku
tadi mengebut mungkin.. bagaimana bahumu Hae? Lebih baik?”
“Sudah lebih
baik Hyung, ini sudah lewat seminggu aku sudah sembuh… aku bosan dirumah
terus…”
“Ya sudah ayo
masuk kedalam..” ajak Sungmin sambil merangkul Donghae dan Hyukjae sedang yeoja
tadi ia tengah memperhatikan sekitarnya ini sekolah barunya sekolah yang sengaja
ia datangi untuk misi khusus
“Noona…”
Yeoja itu
menoleh kebelakang “Minhwanie… mana Jonghun dan Minho?”
“Molla, ayo
Noona kuantar kau keruang kepala sekolah…”
Yeoja itu
mengangguk “Mereka…” ucap yeoja itu menggantung sehingga membuat namja yang melangkah
disampingnya menoleh “LEE, kau yakin mereka ada disini?”
“Aku belum
pernah bertemu mereka Noona, saat itu mereka memakai kacamata hitam lagi pula
tempat itu sangat gelap aku tidak memperhatikan wajah yang berkelahi denganku
Noona… tapi aku yakin mereka ada disini…”
Yeoja itu
mengangguk mengerti “Aku ingin menembak sendiri 2 lagi LEE bersaudara itu!”
Namja yang
berjalan berdampingan dengan yeoja ini hanya menatap yeoja ini dalam diam entah
maksud pandangan matanya apa terlihat tidak mendukung keinginan yeoja ini
tetapi juga tidak menolak, ia larut dalam lamunannya sendiri hingga
“SEORIN NOONA,
MINHWANNIE!!!”
Yeoja itu
menoleh bersamaan dengan namja disebelahnya kearah belakang dan mendapati 2
namja tinggi berlari kearah mereka “Dari mana saja kalian…” tanya yeoja yang
dipanggil Seorin itu
“Tidak dari
mana-mana, ayo Noona ini sudah hampir terlambat kami akan mengantarkanmu
keruang kepala sekolah…” ucap namja yang sangat tinggi diantara mereka semua
“Kalian saja
Minho Hyung, Minhwanie… aku harus menemui Soohee Noona… Annyeong!” namja
berhidung mancung itu segera beranjak meninggalkan Seorin Minhwan dan seorang
namja lagi yang bernama Minho
“Ya
Jonghun-ah!!” panggil Seorin tetapi tidak ditanggapi oleh namja itu yang sudah
jauh dan hampir tidak terlihat
“Aish dia
benar-benar… ayo Noona Minhwanie…”
~~~~~~~~~~
Seorin
berdecak kesal sambil memandang koridor perpustakaan dihadapannya terdapat
deretan rak buku yang cukup tinggi baru harikedua masukia sudah direpotkan oleh
masalah tugas ini benar-benar menghambat misinya untuk menemukan keluarga LEE
musuh abadi keluarganya CHOI entah sejak kapan pertentangan 2 keluarga itu
dimulai yang Seorin tahu hanya satu sejak Harabojinya masih hidup mereka sudah
salingberselisih satu sama lain dan semakin turun generasi perselisihan itu
semakin parah mereka bukan hanya bertengkar mulut atau baku hantam bahkan
berani membunuh salah satu anggota baik itu dari LEE atau CHOI selama ini
keturunan keluarga CHOI selalu namja hingga muncullah Seorin penerus pertama
yeoja dalam keluarga CHOI awalnya mereka mungkin akan meragukan apa seorang
yeoja dapat meneruskan perselisihan seperti ini hati yeoja bukankah sangat
lembut tetapi ternyata justru Seorin satu-satunya penembak jitu dalam
keluarganya entah bagaimana caranya ia berlajar, Seorin adalah anak kedua dari
5 bersaudara CHOI, Choi Siwon, Choi Seorin, Choi Minho, Choi Jonghun dan Choi
Minhwan
“Ckckckckck
dimana buku itu…” omel Seorin ia tidak tahu kehidupan sekolah serumit ini,
harus mengerjakan tugas dan mencarinya diperpustakaan bukan Seorin malas
mencarinya tetapi selama ini ia HomeSchooling Oppanya Choi Siwon melarangnya
ikut belajar disekolah, ia tidak mau ada yang tahu kalau keluarga CHOI memiliki
keturunan seorang yeoja bukan karena malu melainkan karena Siwon takut ada yang
menfaatkan yeodongsaeng satu-satunya itu, sebelum kedua orangtuanya meninggal
dalam kecelakaan pesawat 3 tahun lalu Ibunya sudah menyerahkan Seorin seutuhnya
pada Siwon ia ingin Siwon menjaga dan merawat Seorin sebaik mungkin, jika bukan
karena Seorin memaksa Oppanya agar dapat masuk kesekolah yang sama dengan para
namdongsaeng mereka Siwon selamanya tidak akan membiarkan Seorin masuk
kesekolah biasa seperti itu
Seorin menoleh
kerak kanan dan rak kiri ia menatap kerak kiri atas “Aah itu dia…” pekik Seorin
senang “Geundae, bagaimana caraku mengambilnya???” Salahkan tinggi tubuh Seorin
yang kurang dari rata-rata sehingga ia tidak bisa menjangkau rak buku yang
sebenarnya tidak begitu tinggi untuk ukuran yeoja kebanyakan
Seorin
menjinjitkan kakinya untuk mengambil buku yang ia inginkan tetapi GAGAL, ia
mencoba sekali lagi dan tetap GAGAL hampir ia ingin menendang rak buku itu
kalau saja tidak ada tangan yang muncul dari belakang tubuhnya yang mengambil
buku yang ia inginkan
“Kau ingin
mengambil ini?”
Seorin menatap
buku yang ia inginkan kini sudah ada dihadapannya ia mengambil buku itu lalu
menatap siapa yang menolongnya dari suaranya jelas itu suara namja, dan
ternyata benar yang menolongnya adalah namja bahkan namja yang amat sangat
tampan “Eung kamsahamnida…”
“Nde
cheonmane… kau murid baru aku baru melihatmu…”
“Nde, aku baru
2 hari masuk eung…”
“Sungmin
namaku Sungmin…”
“Ah Seorin
namaku Seorin, sekali lagi kamsahamnida Sungmin-shii…”
“Nde…” namja
yang ternyata Sungmin itu tersenyum pada Seorin keduanya tidak menyadari kalau
mereka sama-sama tidak menyebutkan marga mereka sama sekali bagaimana mereka
bisa sadar jika yang mereka lakukan sekarang hanya saling melempar pandangan
yang cukup sulit untuk diartikan ditambah senyum yang menghiasi bibir mereka
jika tatapan mata mereka bertemu
“Eungg mian
Sungmin-shii aku harus kembali kekelas, senang bertemu denganmu…” ucap Seorin
sembari bangkit dari duduknya dan membungkukkan tubuhnya 90° Seorin segera beranjak
meninggalkan tempatnya dan Sungmin sedari tadi duduk disudut perpustakaan untuk
bercengkrama
“Seorin-shii,
chamkanman…”
“Nde?” Seorin
menoleh
“Bisakah besok
kita bertemu lagi disini?” tanya Sungmin ragu-ragu tapi melihat reaksi Seorin
yang menunduk tapi tidak lama yeoja itu menganggukkan kepalanya sebelum Seorin
benar-benar meninggalkan perpustakaan keduanya sempat saling melemparkan senyum
~~~~~~~~~~
Hari berganti
menjadi minggu dan minggu berganti menjadi bulan sudah hampir sebulan semenjak
perkenalan Seorin dan Sungmin yang tidak disengaja diperpustakaan entah karena
apa mereka bisa menjadi dekat seperti sekarang seolah-olah memang pertemuan
mereka saat itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan, Seorin yang seumur hidupnya tidak
pernah berdekatan dengan namja manapun kecuali Oppa dan Namdongsaengnya Oppanya
terlalu mengkhawatirkan dirinya sehingga ia tidak diperbolehkan dekat dengan
namja asing Oppanya takut namja yang mendekati yeodongsaengnya berasal dari
keluarga LEE dan kini tentu saja Seorin menyambut hangat saat seorang namja
terlihat tulus saat mendekatinya sedang Sungmin ia memang tidak menutup diri
dari yeoja manapun ia pun juga pernah memiliki kekasih hanya saja baru kali ini
ia benar-benar merasa nyaman berada disamping seorang yeoja, jangan tanya apa
saja yang mereka lakukan mereka terlalu banyak menghabiskan waktu bersama
Kini Sungmin
dan Seorin tengah berada dikantin seperti hari-hari sebelumnya mereka
menghabiskan istirahat siang bersama selalu bersama entah itu diperpustakaan
ataupun dikantin atau halaman belakang sekolah atau atap sekolah Sungmin pun sudah
tidak terlihat bersama dengan kedua Namdongsaengnya semenjak mengenal Seorin dan kedua Dongsaeng Sungmin
mengerti itu mereka mengerti rasanya jatuh cinta pasti Hyungnya saat ini juga
merasakan hal itu jadi mereka tidak ingin mengganggu kebahagiaan Hyung mereka,
berbeda dengan Namdongsaeng Seorin
“Noona sibuk
dengan namja itu…” omel Jonghun sambil memakan makanannya dengan gemas “Namja
itu kan juga Lee, dia Lee Sungmin…”
“Lee bukan
berarti dia Lee musuh kita Hyung…” Minhwan mencoba menenangkan, walau Choi
Minhwan memang anak bungsu anak terkecil dan paling muda tetapi ia lebih dewasa
dari pada Hyungnya yang arogan macam Choi Jonghun, Minhwan memiliki pemikiran
kedepan sama seperti Minho yang memikirkan segalanya dari sudut manapun
“Nde, Noona
tercintamu itu Soohee, bukankah dia juga Lee apa kau mau Noona tercintamu itu
kami tuduh Lee musuh kita?” tambah Minho
“Aish Hyung,
SooHee Noona dan Lee Sungmin itu berbeda musuh kita itu namja!”
“Fine, namja!
Selama ini yang kau lihat bertarung dengan kita memang namja bagaimana kalau
sebenarnya SooHee adalah Yeodongsaeng namja-namja LEE itu? Sama seperti Seorin
Noona dia juga yeoja dikeluarga kita…” jelas Minho dan Jonghun hanya terdiam
“Tapi aku
yakin SooHee Noona bukan keluarga LEE bedebah itu…”
“Sudahlah
Hyungdeul, jangan berselisih lagi Seorin Noona pasti tahu apa yang harus ia
lakukan dan tidak… dia hanya dekat dengan namja itu jadi kalian tenanglah…”
Minho dan
Jonghun pun akhirnya diam dan melanjutkan makan mereka yang mereka fikirkan apa
Noona mereka masih ingat missinya saat Noonanya memutuskan untuk masuk
kesekolah mereka, atau Noonanya sudah melupakan missi itu karena namja bernama
Lee Sungmin itu
“Seorin-ah…”
Seorin
mendongak ketika ia mendengar Sungmin memanggilnya”Em?”
“Ini buka
mulutmu…”
Seorin tersenyum
melihat Sungmin mengarahkan sendok miliknya kearah Seorin ingin menyuapinya
yeoja itu pun segera membuka mulutnya “Gomawo…”
“Hari ini…”
“Nde?”
“Ikutlah
denganku, aku akan meminjam mobil Hyukie untuk pergi bersamamu…” pinta Sungmin
tulus sebenarnya bukan hari ini saja ia mengajak yeoja itu pergi bersamanya
saat pulang sekolah tapi baginya hari ini berbeda terang saja berbeda ia ingin
menyampaikan perasaannya rasanya 1 bulan cukup untuk menyakinkan dirinya kalau
ia mencintai yeoja dihadapannya kini
“Mau kemana?”
“Menghabiskan
hari bersamamu… jadi jangan protes jika nanti kita akan pulang larut..”
Seorin hanya
mengangguk patuh mungkin karena pertemuannya dengan Sungmin juga Seorin
benar-benar melupakan tujuannya saat ini mencari putra keluarga LEE yang berada
satu sekolah dengannya seorang Sungmin berhasil mengalihkan dunianya dalam
sesaat
“Omo,
indahnya…” pekik Seorin senang kini ia tengah berada dipuncak namsan ini untuk
pertama kalinya ia berada dipuncak namsan bersama seorang namja pula ia
benar-benar tidak akan melupakan malam ini
Sungmin
tersenyum melihat Seorin yang baru saja memekik senang, namja itu ikut
memandang keluar dari jendela puncak namsan mereka berdua memutuskan untuk
menonaktifkan ponsel mereka berdua agar tidak ada yang mengganggu toh sebelum
mereka menonaktifkan ponsel mereka tadi, mereka sudah mengabari keluarga
masing-masing bahwa mereka akan pulang malam hari ini bahkan Seorin tidak
mengindahkan jam malam yang berlaku dirumahnya, ia yakin saat ia pulang nanti
ia akan disidang oleh Oppanya tapi tak apa asal ia bisa menghabiskan waktunya
bersama dengan Sungmin itu sudah cukup sebagai resiko yang pantas ia terima
Sedang dilain
tempat jauh dari namsan beberapa orang berbaju hitam tengah bersembunyi ditepi
jalan kecil yang cukup sepi menanti seorang yang ingin mereka habisi malam ini
juga
“Seorin-ah…”
“Nde?”
“Kau….”
“Hyung, dia
datang…” ucap salah seorang beberapa namja yang bersembunyi itu
“Minhwanie,
kau siap??”
“Nde Jong
Hyung…”
“LEE, habis
kau malam ini…” desis sinis namja yang dipanggil Jong itu dari balik masker
yang ia pakai
“Bisakah kita
tetap seperti ini selamanya?” tanya Sungmin yang kini memandang Seorin dalam
“Maksudmu?”
“Bolehkah aku
mencintaimu??”
“Aniyo!! Ya
Lee Donghae aku sedang dalam perjalanan pulang jadi jangan memintaku untuk
kembali lagi ke warung kelontong itu aku lelah berjalan!” omel seorang namja
pada ponselnya yang kini ia tempelkan ditelingannya “Aish.. jika kau apa-apakan
Chocoku akan ku botaki Badamu…” ia masih terlalu asik dengan obrolannya bersama
saudara kembarnya lewat ponsel ia bahkan tidak menyadari bahwa ia kini sudah
berada diantara orang-orang yang bersembunyi tadi
“Sungmin-ah,
kau…” Seorin memandang tidak percaya pada Sungmin sungguh ia tidak menyangka
Sungmin akan mengatakan hal itu sekarang
“Aku sadar ini
terlalu cepat tapi… aku tidak dapat berbohong pada perasaanku sendiri, aku
mencintaimu aku bersungguh-sungguh…” Sungmin menjelaskan tanpa memutuskan
kontak matanya dengan Seorin
“Tapi…”
“Kau tidak
mencintaiku??” tanya Sungmin dengan nada sedikit kecewa
“Ani, aku, aku
mencintaimu Sungmin-ah… hanya saja aku ini…” Seorin tidak dapat melanjutkan
perkataannya ia tidak dapat menyampaikan pada Sungmin siapa dirinya sebenarnya,
ia memang yeoja tetapi ia pernah membunuh, membunuh dengan tangannya sendiri,
dia adalah penembak andalan dikeluarga CHOI bagaimana jika Sungmin tahu???
Namja ini benar-benar terlihat sangat baik jika ia tahu yang sebaenarnya namja
ini pasti akan membenci Seorin
“Hae aku
hampir sampai.. jadi…” langkah namja itu terhenti ketika ia melihat langkahnya
dihalangi oleh beberapa namja berbaju hitam dan memakai masker, wajahnya
menegang keget sesaat ia jelas kenal siapa mereka, CHOI! Ia bukan takut hanya
saja ia sedang dlam keadaan tidak siap untuk bertarung, baru saja namja itu
ingin berbalik untuk menghindar tetapi ia sudah terhalangi juga oleh beberapa
namja berbaju hitam dan mengenakan masker dibelakangnya dan ia TERJEBAK
“LEE, mati
kau!!” ucap namja yang tadi dipanggil Jong oleh namdongsaengnya namja ini
berlari kearah namja yang terkepung itu, matanya terlihat berkilat marah saat
ini entah apa yang membuatnya semarah ini padahal ini bukan dendam mereka ini
dendam keluarga terdahulu mereka
Namja itu
membanting kantung belanjaannya matanya pun tak kalah berkilat marah
“Arrrgggghhh!!!” namja itu berteriak marah sebelum membalas serangan yang belum
sampai padanya ia juga melempar ponselnya rasanya saat ini ia harus membalas
dendam saat namdongsaengnya terluka sebulan yang lalu
“Hyung??
Hyukie Hyung???” seorang namja yang berada dikamarnya menatap ponselnya yang
tiba-tiba putus setelah mendengarkan teriakan Hyungnya yang terdengar marah itu
tapi sebelum itu ia mendengar satu kalimat yang membuatnya kini membulatkan
matanya kaget
“LEE, mati
kau!!”
“Jangan-jangan…”
namja itu segera beranjak meninggalkan kamarnya ia mengambil sweaternya dan
juga tongkat baseball dari lemarinya sebelum akhirnya meninggalkan rumahnya
“Asal kau juga
mencintaiku, apapun rahasiamu akan kuterima…”
“Sungmin-ah…”
“Bukan hanya
kau yang memiliki rahasia aku juga memilikinya, dan aku juga belum siap untuk
memberitahukannya pada dirimu tapi suatu saat aku akan mengatakannya padamu
percayalah padaku…”
“Kau
benar-benar mencintaiku?” tanya Seorin memastikan walau sebenarnya tidak usah
dipastikan ia bisa membaca dengan jelas arti tatapan mata namja dihadapannya
“Sangat, dan
aku menerima apapun yang harus aku bayar untuk mendapatkanmu…” ucap Sungmin
dengan tulus
Seorin
tersenyum dan segera memeluk tubuh Sungmin ia ingin menyakinkan ini nyata bukan
hanya khayalan semata, bahwa ia mendapatkan cinta pertamanya saat ini banyak
yang bilang jika cinta pertamamu membalas cintamu maka kau akan bersama
dengannya dan tidak akan terpisahkan apa itu artinya mereka akan bersama???
Tubuh namja
yang diserang kini terombang ambing ia mulai sulit membalas serangan, selain ia
kalah jumlah ia juga sudah terluka cukup parah jika diteruskan ia akan tamat
disini saat ini juga dan ia butuh bantuan saat ini
“Wae LEE? Kau
menyerah?”
Namja itu
menoleh dengan nafas terengah-engah “Kau bercanda CHOI, kalian hanya bisa
bermain curang menyerang kami dengan cara begini apa tidak salah?”
“Demi
melenyapkan seluruh keluargamu cara kotorpun akan kulakukan…”
Namja itu
tersenyum sinis “Kau yang akan kulenyapkan!” ucap namja itu ingin menyerang
namja yang sedari tadi menjelek-jelekkan keluarganya
PRAK!
“Hyung!” dua
suara membuat namja bermasker itu menoleh ia melihat namdongsaeng dan seorang
namja LEE yang tidak jauh dari mereka datang dengan tergesah-gesah sambil
membawa tongkat baseball yang memanggil dirinya serta namja yang diserangnya
dan kini memandang tidak percaya pada dirinya yang baru saja menghamtam dengan
kuat kepala namja LEE yang tadi menyerangnya dengan balok kayu miliknya
Sungmin
melepas pelukan itu dan meraih dagu Seorin untuk mendongak menatapnya melihat
wajah yeoja yang dicintainya tersenyum padanya ia pun segera meminimalisasi
jaraknya dengan yeojachingunya kini hingga keduanya bisa merasakan bibir mereka
saling bersentuhan dan saling mengecup lembut menyalurkan apa yang mereka rasakan
meluapkan apa yang ingin mereka luapkan mereka tidak perduli dengan keadaan
namsan yang masih dipenuhi pengunjung dan kini tengah memperhatikan mereka
bahkan mereka tidak menyadari dibalik cinta mereka yang dalam masih ada dendam
yang harus mereka tuntaskan
“Ayo kita
pergi, biarkan LEE itu kita habisi dia nanti…” ucap namja bermasker itu setelah
melihat namja yang ia pukul tadi tergeletak tidak berdaya diaspal
Namdongsaeng
namja itu hanya bisa mengikuti ia menoleh memandang namja yang kini terdiam
ditempatnya karena melihat Hyungnya tergeletak tidak berdaya mungkin sekarat ia
ingat namja itu, itu adalah namja yang bertarung dengannya sebulan yang lalu ia
bisa melihat wajahnya dengan jelas saat ini rasa-rasanya wajah itu familiar
untuknya seperti pernah melihatnya
“Minhwannie,
ayo kita kembali untuk apa kau masih disini Palli! Jika Siwon Hyung tahu kita
bisa habis…” ucap namja itu dengan segera menarik namdongsaengnya meninggalkan
2 namja LEE itu
KLONTANG!
Namja yang
membawa tongkat baseball itu menjatuhkan tongkatnya ia segera berlari
menghampiri saudara kembarnya “Hyukie Hyung!!” namja itu segera mengangkat
tubuh Hyungnya dan memeluknya “Hyung sadarlah ini aku Donghae!! Hyung!!!!”
teriak Donghae
“Saranghae…”
gumam Sungmin ketika ia melepas tautan bibirnya dengan Seorin ia masih menatap
lembut yeojanya ditambah melihat senyum dari bibir yeojanya membuatnya ingin
tetap menatap yeojanya ini
“Nado Min-ah…”
balas Seorin tanpa ragu
Cahaya
matahari pagi yang masuk lewat celah jendela mobilnya membuat Sungmin terbangun
dari tidurnya ia menoleh kesampingnya dan mendapati yeojachingunya masih tidur
dalam dekapannya ia tersenyum memandang yeojanya yang bergelung dengan jas
sekolah Sungmin yeoja ini pasti kedinginan karena tidur didalam mobil kemarin
malam, usai pulang dari namsan mereka masih enggan untuk berpisah mereka
memutuskan untuk kebukit didekat namsan dan mengobrol dijok belakang mobil
siapa sangka mereka akan tertidur didalam mobil hingga pagi
“Chagi…
ireona…” panggil Sungmin dan membuat Seorin mengeliat kecil
“Oppa…”
Sungmin
tersenyum “Nde, ireona ini sudah pagi…”
Seorin membuka
matanya perlahan ia melihat kesekeliling ia masih didalam mobil bahkan masih
berada dalam dekapan Sungmin ia tersenyum ketika tatapan matanya bertabrakan
dengan mata Sungmin “Oppa…”
“Kita
ketiduran, bagaimana ini? Kau pasti akan dimarahi orangtuamu Chagi…” sesal
Sungmin sembari membelai surai rambut Seorin sedang yeoja itu malah mengeratkan
pelukkannya pada Sungmin
“Gwenchana,
kurasa aku memang pantas mendapat resiko dimarahi asal aku bisa menghabiskan
waktu bersama denganmu Oppa…”
“Kau sedang
merayuku eoh?”
Seorin
mengangguk dalam pelukan Sungmin ia bahkan masih menguap beberapa kali sambil
mengangguk “Jika kau masih mengantuk tidurlah, aku akan menemanimu Chagi…”ucap
Sungmin
“Aku lapar
Oppa…”
“Setelah kau
bangun sepenuhnya kita pergi makan ne? Lalu aku akan mengantarkanmu pulang…”
“Nde araseo…”
Sungmin
menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Seorin ia sudah hafal mati dengan
rumah Seorin yang sebulan ini selalu didatanginya untuk mengantarkan yeoja itu
pulang baik itu dengan mobil ataupun dengan menaiki bus atau berjalan kaki
“Lanjutkan
tidurmu didalam Chagi…” pesan Sungmin pada yeojanya yang kini sudah berdiri
diluar mobilnya
“Nde Oppa… kau
juga hati-hati dijalan, kau juga pasti masih mengantuk… gomawo untuk
sarapannya…”
“Nde
cheonmane… aku pulang dulu ne?”
“Nde Oppa…”
Seorin melambaikan tangannya ketika mobil Sungmin mulai melaju meninggalkan
rumahnya, ia beranjak masuk kedalam rumahnya tetapi ia dikejutkan dengan
keadaan pekarangan rumahnya yang kini dipenuhi oleh anggota mereka
“Kau sudah
pulang?”
Seorin menoleh
dan mendapati Oppanya menghampirinya “Siwon Oppa, ada apa ini?”
“Kemarin malam
Jonghun menyerang salah seorang LEE entah namja itu masih hidup atau sudah
mati, Oppa yakin malamini mereka akan menyerang kemarkas kita jadi Oppa
mengumpulkan semuanya untuk mempersiapkan diri disini…”
“Mwo?? Kenapa
Jong melakukan itu??” Seorin membulatkan matanya kaget, ia memang pernah
membunuh tetapi hanya anggota mereka bukan salah satu keluarga LEE ia
tidakmenyangka namdongsaengnya yang memang sedikit temperament itu bisa
melakukan itu
“Molla…kau
beristirahatlah setelah itu bersiap untuk nanti malam…” Siwon menepuk bahu
Seorin lalu segera meninggalkan Seorin sebenarnya ada untungnya juga Jonghun
kemarin malam menyerang LEE jadi Oppanya tidak punya waktu untuk mengomelinya
karena tidak pulang semalam, ia pun segera beranjak masuk kedalam rumahnya
Sedang Sungmin
menghentikan mobilnya diujung gang rumah Seorin ia tersenyum sambil memandang
spion memastikan yeojanya sudah masuk kedalam rumahnya, Sungmin meraih ponsel
dari dalam sakunya dengan segera ia mengaktifkannya dan meletakkannya diatas
dasbor mobilnya baru saja ia berniat ingin kembali melajukan mobilnya dering
ponselnya menahan geraknya dengan cepat ia meraih ponselnya yang berdering
menandakan pesan masuk
“Omo, 10 pesan
masuk dari Donghae??” Sungmin segera membuka pesan dari namdongsaengnya itu
awalnya ia tersenyum tetapi senyumnya memudar ketika ia membaca dengan seksama
seluruh pesan dari Donghae dan pesan terakhir yang membuat Sungmin terlihat
marah
“Hyung, eodie??”
“Hyung, Hyukie Hyung diserang…”
“Hyung, kau dimana aku bingung…”
“Hyung, kami di RS…”
“Hyung, CHOI Menyerang Hyukie Hyung
hingga terluka berat…”
“Hyung.. Hyukie Hyung koma…”
Sungmin
melempar ponselnya dengan kasar kejok penumpang disampingnya ia dengan cepat
melajukan mobilnya ia harus cepat-cepat sampai di RS ia tidak perduli suara
decitan ban mobil yang ia kendarai membuat kebisingan dipagi hari yang
terpenting adalah ia menemui kedua Dongsaengnya saat ini
“Aish, pabo
kau Lee Sungmin!!!” Sungmin mengumpat dirinya sendiri andai saja ia tidak
mematikan ponselnya kemarin pasti ketika DOnghae menghubunginya ia akan segera
tahu dan datang bersama Seorin kesana bukannya menghabiskan malam bahagia
berdua bersama dengan Seorin sementara Namdongsaengnya hampir mati dan berjuang
sendirian kemarin malam ia benar-benar menyesalinya ia menyesali sikapnya yang
menonaktifkan ponselnya
Sungmin
memarkirkan asal mobilnya ia segera turun dari mobilnya dan berlari menuju
ruang ICU yang diberitahu Donghae lewat pesan padanya, ia menemukannya ia kini
melihat Donghae tengah terduduk dilantai ia menelungkupkan wajahnya diantara
kedua lututnya rasanya hati Sungmin yang berbunga kemarin hancur seketika
melihat Namdongsaengnya seperti ini ia benar-benar merasa menjadi Hyung yang
gagal bagi kedua Dongsaengnya
“Donghae-ya…”
Donghae
mendongak ia menatap Sungmin dengan tatapan hampa, ia terlihat kacau dan
berantakan matanya bahkan memerah dan terlihat membengkak sudah berapa lama ia
menangis???
“Sungmin
Hyung…” gumam Donghae lemah ia bahkan sudah sulit mengatakan hal lain yang ia
fikirkan hanya Hyukie saudara kembarnya yang kini terbaring koma didalam sana
ia yakin hantaman dikepala Hyukie yang menyebabkan saudaranya kini terbaring
koma
“Bagaimana
dengan Hyukie??” tanya Sungmin segera berjongkok disamping Donghae menghadap
Donghae “Mianhae Hyung tidak ada disaat kau membutuhkanku…” ujar Sungmin
benar-benar menyesal ia benar-benar tidak menyangka akan terjadi kejadian
seperti ini
“Aniyo Hyung,
ini salahku… andai aku tidak menyuruh Hyukie Hyung keluar membeli makanan
keinginanku pasti ini tidak akan terjadi…” balas Donghae sambil menunduk dan
suara berat yang serak bisa Sungmin pastikan kini namja itu menangis lagi
“Donghae-ya…”
“Aku yang
mendorongnya kelubang maut Hyung, andai aku tidak memaksanya pergi malam
itu!!!” Donghae mulai menjerit histeris “Ini salahku Hyung!!!” bahkan kini
namja tampan itu memukul kepalanya sendiri dengan kesal
“Donghae!!”
teriak Sungmin sembari menahan tangan Donghae yang masih memukul dengan keras
“YA! LEE DONGHAE!!!” maki Sungmin dan berhasil Donghae diam ia hanya masih
terisak pelan
“Hyukie akan
baik-baik saja…”
“Hyukie Hyung,
mengalami luka memar yang cukup parah Hyung, bahkan ada gumpalan darah di
kepalanya karena pukulan kemarin, dan sekarang dokter mengatakan ia koma dan
entah kapan akan sadar kembali, Hyukie Hyung tidak baik-baik saja Hyung..”
Sungmin
terdiam ia mendengar dengar cermat apa yang Donghae katakan tentang Hyukie, ia
memejamkan matanya menahan kemarahan dari dalam dirinya ia benar-benar mengutuk
keluarga CHOI berani-beraninya mereka menyerang Hyukie ketika ia sedang
sendirian
“CHOI!!!”
pekik Sungmin meluapkan amarahnya ia berjanji akan membalas segalanya karena mereka
berani melukai kedua Namdongsaengnya
“Kita serang
mereka malam ini Hyung..” ucap Donghae penuh amarah
“Aniyo mereka
pasti tahu kita akan menyerang malam ini juga dan mereka pasti sudah memiliki
rencana… tidak hari ini Donghae-ya bukan hari ini…”
~~~~~~~~~~~
Minhwan
menghabiskan istirahat siangnya hari ini untuk membaca buku dibangku taman tepi
lapangan yang ditumbuhi pohon yang cukup rindang ia sedikit mengantuk memang
karena kemarin semalam ia tidak tidur perkiraan Hyungnya meleset tidak ada satupun
LEE yang datang menuntut balas atas apa yang diperbuat Jonghun Hyung pada
mereka sedikit aneh memang tetapi ia tidak ingin ambil pusing, kedua Hyungnya
yang lain mungkin kini sedang ada dikelas atau ada diperpustakaan untuk tidur
tapi sayang Minhwan bukan tipe orang yang akan membiarkan orang lain
memergokinya tertidur baik itu dikelas ataupun perpustakaan ia lebih baik
membaca sambil menahan kantuk dari pada harus mengobral wajah imutnya ketika
tertidur, Minhwan mengalihkan perhatiannya kearah kantin bosan rasanya menatap
tulisan didalam buku yang ukurannya kecil hanya menambah kadar mengantuknya
saja
“Noona…” gumam
Minhwan ketika ia melihat Seorin berjalan bersama dengan Lee Sungmin menuju
kantin ia kemarin malam baru mendengar cerita dari Noonanya itu kalau mereka
baru saja menjadi sepasang kekasih Ia turut senang dengan kebahagiaan Noonanya
ia kasihan juga melihat Noonanya yang hanya menghabiskan waktunya hanya dirumah
selama ini dan begitu mengenal sosok Lee Sungmin Noonanya memang terlihat lebih
ceria dari biasanya
Senyum
tersungging dari bibir Minhwan ketika melihat Noona kesayangannya itu tertawa
bersama dengan Lee Sungmin dan seorang namja lagi dikantin, eh?? Tunggu!!
Senyum Minhwan sedikit memudar ketika melihat namja yang bersama dengan
Noonanya dan namjachingunya, Minhwan menajamkan matanya dan berharap ia salah
melihat tetapi sayangnya matanya terlalu bagus untuk salah melihat apalagi
mengenali orang
“Namja itu…”
Minhwan mengingat ketika malam pemukulan itu ketika melihat wajah shock namja
yang membawa tongkat baseball mungkin bermaksud menolong Hyungnya yang dipukul
telak oleh Jonghun saat itu , Minhwan menutup matanya mencoba membayangkan
dengan benar ia tidak boleh salah argument untuk kali ini walaupun selama ini
ia tidak pernah salah beragument ia mencoba membandingkan namja dimalam itu dan
namja yang kini bersama dengan Noonanya dan Lee Sungmin “Dia LEE…” Minhwan
segera membuka kedua matanya dan menatap kearah Noonanya, benar ini tidak salah
lagi namja itu benar-benar anggota keluarga LEE musuh keluarga mereka kenapa
namja itu bisa bersama dengan Noonanya dan Sungmin?? Apa Noonanya memang sudah
menemukan putra keluarga LEE dan ini bagian rencananya??
Minhwan segera
meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Noonanya itu ia harap Noonanya segera
membalasnya
“Noona,
kau bersama Sungmin Hyung ne?? siapa namja yang bersama kalian itu? Awas
Sungmin Hyung akan cemburu jika kau dekat dengan namja lain…”
Minhwan
menatap Noonanya lagi dari kejauhan ia bisa melihat Noonanya kini tersenyum
sambil membalas pesannya ia harap jawabannya memuaskannya bukan membuatnya
makin olahraga jantung ia tidak ingin pemikiran konyol yang baru saja ia
fikirkan jadi kenyataan
Drrrt drrrt
drrrrt
Minhwa menatap
ponselnya ketika ia menerima balasan dari Noonanya, ia menghembuskan nafasnya
sebelum membaca pesan tersebut bahkan ia menghembuskan nafasnya dengan susah
payah, ia mengangguk sekali sebelum membaca pesan itu
“Aniyo, dia Donghae NamDongsaeng
Sungmin Oppa…”
Mata Minhwan
kini benar-benar membulat kaget ia membaca pesan itu berulang-ulang ia berharap
ia salah baca atau pesan yang masuk salah dan beberapa menit kemudian akan ada
pesan baru dari Seorin yang mengatakan kalau yeoja itu salah mengirim pesan
tetapi keinginannya tidak menjadi kenyataan sama sekali, ia kini memandang
kearah Noonanya
“Noona, kau
sudah menemukan mereka sejak awal…” lirih Minhwan “Tapi, jika kau mencintainya
bagaimana kau bisa melawan mereka…” lanjut Minhwan kini segalanya benar-benar
sulit bagaimana ini??? Apa ia harus memberitahukan pada Noonanya bahwa Lee
Sungmin itu adalah LEE musuh keluarga mereka? Tapi bagaimana dengan perasaan
Noonanya???
Seorin menarik
kokang pistolnya memastikan keadaan pistolnya baik dan tidak macet ia
mengeluarkan slot peluru menghitung jumlah peluru yang tersisa dalam pistolnya,
ia ingat betul pistol ini ia pakai kurang lebih sebulan yang lalu saat menembak
salah seorang LEE yang bertarung dengan namdongsaengnya, jika tidak terpaksa ia
tidak akan menembak namja itu kalau saja ia tidak bertarung dengan Minhwan
Seorin pasti tidak akan melukai salah satu anggota keluarga LEE ia lebih
memilih melenyapkan anggota mereka saja
“Masih
banyak…” Seorin memasukkan kembali slot peluru kedalam tempatnya lalu segera
menyimpan pistol miliknya kedalam laci ia melangkah menuju tempat tidurnya dan
segera duduk ditepi tempat tidur ia menerawang memikirkan jika suatu saat nanti
Sungmin tahu siapa dirinya?? Apa Sungmin masih mencintainya??
TOK TOK TOK
Seorin menoleh
kearah pintu kamarnya “Nuguya?”
“Ini aku
Noona…”
Seorin
tersenyum lalu segera menghampiri pintu kamarnya dan membukanya “Minhwanie, kau
belum tidur?”
“Boleh aku
masuk Noona?” tanya Minhwan, Seorin bisa melihat wajah dongsaengnya ini tengah
kalut apa dia sedang ada masalah?? Tapi masalah apa?
“Keure..
masuklah…” Seorin segera memberi jalan agar Minhwan bisa masuk kedalam kamarnya
dan setelah Minhwan masuk Seorin segera menutup pintu kamarnya “Waeyo
Minhwanie?? Kau sepertinya sedang ada masalah…”
“Aniyo… aku
hanya lelah…” jawab Minhwan sembari duduk ditepi tempat tidur Seorin “Sampai kapan
kita seperti ini Noona…” tanya Minhwan dengan wajah lelah
“Maksudmu?”
Seorin tidak mengerti arah pembicaraan Minhwan saat ini baru kali ini ia
melihat Minhwan mengeluh seperti ini
“Aku lelah
Noona, aku lelah seperti ini dengan hidup seperti ini, menyerang dan diserang
hanya itu yang kita lakukan… aku bahkan tidak berani mencintai gadis manapun
hanya karena aku takut mereka anggota keluarga LEE aku takut menyakitinya
Noona… aku lelah hidup seperti ini…” Minhwan mengeluarkan keluhannya yang
selama ini ia simpan bahkan ia sampai menyembunyikan wajahnya diatas bantal
milik Seorin pasti namja itu sudah menangis Seorin mengerti rasa lelah Minhwan
karena ia pun juga merasakannya apa lagi sekarang setelah dirinya memiliki
namja yang ia cintai ia benar-benar berfikir unutk berhenti dari semua ini ia
ingin mengakhirinya saja tapi bagaimana caranya??? LEE dan CHOI entah bagaimana
caranya agar 2 keluarga ini bisa berdamai
“Minhwanie…”
“Noona….”
Potong Minhwan “Bagaimana jika Sungmin Hyung adalah LEE…”
Seorin terdiam,
jantungnya berdebar dengan kuat bahkan ia hampir susah bernafas hanya kerena
ucapan dari Minhwan, ‘Bagaimana jika Sungmin Hyung adalah LEE’
membayangkan jika namja yang dicintainya adalah LEE bagaimana mungkin Seorin
sama sekali tidak mengharapkan hal itu yang terjadi Sungmin adalah Sungmin dan
Sungmin bukan LEE musuh dari keluarganya itu tidak mungkin!
“Kau bicara
apa Minhwanie… Sungmin bukan LEE musuh kita…”
“Aku hanya
bertanya Noona, jika dia LEE bagaimana?” Minhwan kini mendongak menatap Seorin
dihadapannya “Kau akan meleyapkannya juga, atau kau tetap mencintainya Noona?”
Seorin terdiam
ia tidak tahu harus menjawab apa saat ini “A, aku…”
BRAK!
“Noona,
Minhwanie!!!”
Seorin dan
Minhwan menoleh kearah pintu yang dibuka dengan tiba-tiba “Jong-ah dimana sopan
santunmu…” omel Seorin
“Mianhae, tapi
ini darurat Markas kita diserang!!”
“Mwo!!!”
Seorin dan Minhwan berjengit kaget Seorin segera meraih pistol dilacinya lalu
mengambil baju hitamnya dalam lemari “Tunggu aku dibawah Jong-ah…”
“Nde…” Jonghun
segera beranjak meninggalkan kamar Seorin sedang Minhwan masih didalam kamar
Seorin
“Noona, kau
akan melawan lagi?”
Seorin
menghentikan kegiatannya “Sudahlah Minhwannie cepat kau tukar bajumu dan kita
segera kemarkas…” ucap Seorin tegas dan segera meninggalkan kamarnya dan
Minhwan yang masih ada terdiam didalam sana
Sungmin
memukul beberapa orang didepannya dengan tongkat ditangannya ia tidak perduli
orang yang dipukul itu mengerang kesakitan, yang ia fikirkan adalah membalas
apa yang orang-orang itu lakukan pada Hyukie yang kini masih terbaring diRS ia
bahkan tidak punya muka untuk meminta maaf didepan makam orangtuanya dan
menemui Ahn Nisa yeojachingu adiknya untuk meminta maaf, karena kelalaiannya
Hyukie jadi seperti sekarang dan kini saatnya membalas apa yang mereka lakukan
“Hyung!”
panggil Donghae ketika punggungnya bertabrakan dengan punggung Sungmin sekarang
mereka saling membelakangi dan saling bersandar “Aku rasa keluarga CHOI sudah
tiba…” ucap Donghae
Sungmin
melirik dari balik kacamata hitamnya kearah mobl van hitam milik keluarga CHOI,
ia mengeluarkan senyum sinisnya “Kau jelas tahu apa yang harus kau lakukan
Hae.. jangan permalukan nama keluarga LEE…” ucap Sungmin
Donghae
menyambutnya dengan senyuman sinisnya “Sudah dari tadi aku menunggumu
mengatakannya Hyung!!” usai mengatakan kalimat itu Donghae segera menerjang
beberapa orang dihdapannya dan memukulnya dengan bringas begitupula Sungmin
yang kembali menghajar orang-orang yang menyerangnya baginya yang menguasai
matrial art ini bukan apa-apa
Siwon menatap
marah keadaan markas mereka yang berantakan bahkan banyak anggota mereka yang
bergeletakan menahan sakit ditubuhnya “Mereka menjebak kita ternyata…” geram
Siwon
“Hyung, apa
yang harus kita lakukan?” tanya Minho bingung
“Ya apa lagi,
jelas melawan mereka….” Siwon melempar pistol untuk Seorin “Cadangan untukmu…
habisi siapa saja termasuk anggota keluarga LEE jika kau melihatnya kau
mengerti…”
Seorin
mengangguk patuh sedangkan 4 saudaranya segera meninggalkannya Seorin menatap
sekeliling ia harus bersembunyi agar bisa membidik dengan benar Seorin segera
melangkah meninggalkan tempatnya sedari tadi berdiri tanpa ia sadari sedari
tadi Sungmin memperhatikannya walaupun namja itu sedang membalas serangan dari
beberapa orang
“Dia yeoja
itu, kau yang pertama akan kuhabisi CHOI!” batin Sungmin menatap benci Seorin
tanpa dia tahu kalau dibalik masker itu adalah wajah yeojachingunya
Seorin
mengamati perkelahian dari atas atap gedung ia bahkan juga melihat Oppa dan ke3
Dongsaengnya sudah bergabung diarena pertarungan Minhwan terlihat mendapat
pukulan beberapa kali dari lawan Seorin mengerutkan keningnya apa obrolan
mereka tadi masih difikirkan oleh Minhwan hingga ia tidak fokus??
Seorin
menggelengkan kepalanya ia harus fokus Minhwan pasti bisa mengatasinya, dan
kini tugasnya adalah menembak yang ia rasa adalah keturunan keluarga LEE dari
atas sini, Seorin menarik kokang pistolnya dan mengarahkannya kearena
perkelahian dibawah sana ia sudah memicingkan matanya untuk fokus pada
sasarannya, baru saja ia ingin menarik pelatuk pistolnya untuk menembak sasaran
tetapi ia baru menyadari sesuatu ia tersentak kaget
“Tunggu, namja
itu… sepertinya aku pernah melihatnya…” gumam Seorin semakin memicingkan
matanya berharap wajah namja yang ia curigai itu terlihat dengan jelas saat ini
tetapi nihil jarak yang cukup jauh membuat Seorin tidak jelas melihat wajah
namja yang ia curigai “Siapapun dia lebih baik kutuntaskan tugasku…” putus
Seorin dan kembali mengarahkan pistolnya kearah namja itu hanya tinggal menarik
pelatuk saja andai tidak ada tangan yang tiba-tiba menarik pistol milik Seorin
dari tangannya dan membuat Seorin tersentak kaget
“OMO!”
pekiknya tertahan ia segera menoleh kebelakang dan mendapati seorang namja yang
wajahnya tersamarkan oleh cahaya bulan yang terhalang gedung sebelah tengah
berdiri dibelakangnya dan memainkan pistol miliknya ditangannya
“Kau ingin
pistol ini??” namja itu bersuara
DEG!!
Seorin
tersentak suara ini, Seorin kenal suara ini kata-kata Minhwan langsung
terlintas dengan cepat diotaknya ‘Bagaimana jika Sungmin Hyung adalah LEE’
Suara ini benar-benar mirip dengan suara Sungmin, namja itu melangkah selangkah
memasuki cahaya yang tidak terhalangi gedung disebelah atap gedung tempat
mereka berada “Ambilah jika kau bisa CHOI!!” ejek namja itu kembali melangkah
lagi dan membuat tubuhnya dengan sempurna terkena cahaya bulan sehingga membuat
Seorin melihat sebagian wajahnya yang tertutup kacamata hitam
Namja itu
mengarahkan pistolnya kearah Seorin “Kau yang menembak Namdongsaengku sebulan
yang lalu bukan, sekarang aku yang akan menembakmu anggap ini impas CHOI!”
DEG DEG DEG
DEG
Seorin hanya
bisa terdiam menatap namja dihadapannya wajah itu suara itu Seorin hanya
berharap namja itu tidak membuka kacamatanya yang hanya membuat Seorin merasa
yakin kalau namja dihadapannya ini adalah…
“SUNGMIN
HYUNG!!!”
Seorin dan
namja itu menoleh kebelakang “Donghae…”
SRAK!
Tubuh Seorin
terjatuh dengan sendirinya membuat namja itu menoleh kearahnya dan kembali
mengacungkan pistol kearahnya, Seorin menatap kearah namja itu ia masih berharap
telinganya salah ia berharap matanya pun rabun saat ini hanya wajah yang ia
lihat mata namja itu masih tertutup kacamata ia yakin mata mereka berbeda ia
masih berharap dari segala kemiripan yang namja ini miliki mata mereka tidak
sama hanya itu yang ia harapkan
“Hyung!”
Seorin
memandang namja yang kini berdiri disamping namja yang mengacungkan pistol
padanya dan namja itu tidak menggunakan kacamatanya wajah itu wajah namja itu
berhasil membuat Seorin meneteskan airmatanya matanya bahkan membulat tidak
percaya
“Waeyo Lee
Donghae kau tahu bukan aku sedang membuat perhitungan dengan yeoja yang
menembakmu!”
“Hyung, lain
kali saja polisi datang!”
Namja itu
berdecak sebal ia melempar pistol Seorin kearah Seorin setelah sebelumnya ia
mengerluarkan semua isi peluru pistol Seorin namja itu mendekati Seorin sedikit
menunduk untuk menatap Seorin sekilas ia senang melihat yeoja itu menangis
mungkin menangis ketakutan, ia kembali berdiri tegak dan membuka kacamatanya
“Kau selamat kali ini CHOI!” ia menatap Seorin tajam sebelum beranjak pergi
bersama namja satunya meninggalkan Seorin yang kini meremas celananya ia
melihat mata namja itu mata yang sama dengan orang yang sangat dicintainya
“Sungmin
Oppa…” gumamnya “Dia LEE…” ucap Seorin lirih ia membuka masker yang menutupi
wajahnya ia menarik nafasnya dengan susah bahkan ia memukul pelan dadanya saat
ini ia merasakan sesak yang luar biasa rasanya benar-benar sakit “Ani… aniya..”
ucap Seorin berkali-kali lama kelamaan yeoja itu mulai terisak begitu ia
menyadari kalau selama ini yang ia cintai adalah orang yang harus ia lenyapkan
bahkan musuh keluarganya
~~~~~~~~~~
Sungmin
mendesah pelan sambil menghembuskan nafas hari ini ia tidak masuk sekolah ia
harus menjaga Hyukie diRS dokter berkata keadaan Hyukie sudah membaik dan ia
jelas ingin melihat Namdongsaengnya ini sadar dengan mata kepalanya sendiri, ia
menatap layar ponselnya untuk yang kesekian kali sejak ia mengirim pesan untuk
Seorin tadi pagi hingga siang ini yeojanya belum membalas satupun pesannya
bahkan sejak kemarin malam setelah ia pulang dari menyerang markas keluarga
CHOI ia segera mengirimi yeojachingunya itu pesan tapi sama sekali belum
dibalas, ia bingung ada apa dengan yeojanya itu kenapa tidak mengabarinya???
“Huft
Seorin-ah…”
“Waeyo Hyung?”
Sungmin menoleh
ketika mendengar suara Donghae dari sebelah kanannya ternyata terlalu
memikirkan Seorin membuat ia lupa akan sekitar “Aniyo hanya memikirkan Seorin…”
“Kenapa dengan
Seorin?”
Sungmin
kembali menatap ponselnya “Ia tidak mengabariku sejak kemarin malam…”
“Sudah kau
coba untuk menelfonnya…” tanya Donghae
Sungmin
menggeleng “Aku hanya takut ia sedang sibuk dan tidak ingin kuganggu…”
Donghae
menepuk pundak Sungmin “Telfon dia Hyung dari pada kau seperti orang tidak
waras sedari tadi…”
“Ck! Kau
meledekku eoh??” Sungmin bangkit dari duduknya “Baiklah aku akan
menghubunginya…” Sungmin melangkah meninggalkan Donghae dan Donghae hanya
menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Hyungnya yang payah itu
Sungmin
menghubungi Seorin setelah ia berada cukup jauh dari Donghae ia bersandar di
dinding koridor RS ia berharap Seorin segera menerima panggilannya, sedangkan
didalam kamarnya Seorin tengah menatap ponselnya yang berdering jika hanya
tidak membalas pesan Sungmin ia sanggup tapi jika tidak menerima panggilannya
rasanya ia tidak tega
“Nde Oppa?”
sahutnya setelah mengatur suara agar tidak terdengar seperti orang habis
menangis
Senyum terukir
diwajah Sungmin “Apa saja yang kau lakukan hari ini Chagi?”
“………………..”
“Chagi-ya??”
“Ah, eng… aku
hanya tidur Oppa…” jawab Seorin asal ia tidak tidur jelas bahkan sejak kemarin
malam ia tidak bisa tidur
“Kau tidak
sekolah?”
“Aniyo…”
“Kau sakit??
Perlu kujenguk?” Sungmin sedikit panik begitu tahu Seorin tidak masuk juga hari
ini
“Aniyo, tidak
usah aku hanya flu saja… lagipula kau tidak masuk aku malas masuk jika kau
tidak masuk Oppa…” tahan Seorin, ia tidak bisa membayangkan jika Oppanya tahu
seorang LEE masuk kedalam rumahnya menjenguk yeodongsaengnya bahkan
yeodongsaengnya adalah yeojachingu seorang LEE Seorin tidak berani membayangkan
apa yang akan terjadi
Sungmin
tersenyum “Kau merayuku eoh?” ledek Sungmin
“Aniya…” mau
tidak mau Seorin tersenyum mendengar ejekan Sungmin padanya baginya itu jauh
lebih baik daripada kata-kata tajam Sungmin kemarin malam
Hening
“Oppa…”
“Ehm?”
“Kau bilang
kau mencintaiku bukan?”
“Keure…
waeyo?”
“Siapapun,
apapun dan darimanapun diriku kau akan tetap mencintaiku?” tanya Seorin
sebenarnya sedikit ragu dengan pertanyaannya
“Keure…
walaupun kita tidak bisa bersatu atau apapun itu tapi aku akan tetap
mencintaimu…” jawab Sungmin tanpa berfikir ia segera menjawab apa yang
terlintas diotaknya
“Jeongmal?”
“Nde! Waeyo??
Kau meragukanku eoh?” Sungmin mulai mengeluarkan nada manja dengan suaranya
“Ani aku tidak
meragukan…. Kalau begitu apa besok kau masuk Oppa?”
“Keure aku
masuk aku rindu padamu, besok kau harus menghabiskan waktumu bersamaku ne?”
Seorin
tersenyum “Nde Oppa, aku juga merindukanmu…”
“Baiklah, kau
beristirahatlah agar besok kau bisa sekolah… jangan lupa makan dan minum obat
ne??”
“Nde Oppa…”
“Annyeong,
saranghae Seorin-ah…”
“Annyeong,
nado Oppa…”
Sungmin yang
terlebih dahulu memutuskan sambungan telfon ia menatap ponselnya sesaat ia
mengingat-ingat kembali pertanyaan Seorin padanya ia merasa ada yang aneh
dengan yeojanya tetapi ia tidak ingin ambil pusing nanti juga Seorin akan
menceritakan padanya jika saatnya tepat
Seorin menatap
ponselnya lalu melemparnya pelan keujung tempat tidur baru saja ia berniat
untuk berbaring andai saja pintu kamarnya tidak terbuka “Noona…”
“Minhwannie?”
Minhwan masuk
kedalam dengan perlahan setelah menutup pintu kamar “Gwenchana?”
“Aku baik-baik
saja dan memang selalu baik-baik saja… aku hanya sedikit flu Minhwannie..”
“Kotjimal…”
Minhwan menatap dengan tatapan menuntut ia tahu dengan jelas Noonya tengah
berbohong ia kenal Noonanya dengan baik
Seorin
tersenyum miris “Kau masih ingat pertanyaanmu kemarin?”
“Pertanyaanku?”
Seorin
mengangguk “Bagaimana jika Sungmin Oppa adalah LEE….”
Minhwan
terdiam ia tahu pasti kini Noonanya sudah tahu yang sebenarnya jika bukan itu
masalahnya kenapa sejak kemarin saat pulang Noonanya terlihat muram hingga
sekarang dan mendengar ucapan Noonanya sekarang ia yakin Noonanya sudah tahu
yang sebenarnya
“Jika dia LEE
Noona tidak bisa berbuat apa-apa… Noona hanya bisa mencintainya mungkin
meninggalkannya sebelum dia tahu siapa Noona yang sebenarnya…”
“Noona…”
Seorin kembali
tersenyum miris “Aku mencintainya Minhwannie, sangat mencintainya…” Seorin
mulai terisak dihadapan Minhwan “Kenapa dia harus LEE kenapa harus dia???”
Seorin kembali memukul dadanya jika ingat kenyataan bahwa Sungminya adalah LEE
dadanya benar-benar sesak sangat sesak bahkan membuatnya benar-benar sulit
bernafas
“Noona…”
“Lalu kau..”
Seorin mendongak menatap Minhwan “Apa kau tetap mendukungku mencintainya?”
Minhwan
tersenyum “Aku mendukung siapapun yang Noona cintai… aku selalu mendukung
Noona…” Minhwan menghela nafas “Walaupun namja itu LEE sekalipun, jika kalian
saling mencintai aku yakin kalian bisa melewatinya…” ucap Minhwan menangkan
Seorin ia tahu Noonanya saat ini sedang galau dan tidak tahu harus berbuat apa?
Mencintai seseorang yang bukan seharusnya dicintai bukankah pilihan yang sulit
untuk dijalani
“Sejak kapan
kau tahu kalau Sungmin Oppa itu keluarga LEE?” tanya Seorin yang kini sduah
lebih tenang
“Saat malam
penyerangan Jong Hyung pada salah satu keluarga LEE aku melihat Lee Donghae,
dan esoknya aku melihat namja itu bersama dengan kau dan Sungmin Hyung maka
dari itu aku mengirimkan pesan bertanya padamu siapa namja itu dan jawabanmu
membuatku cukup kaget ternyata kau selama ini bersama dengan keluarga LEE
Noona….”
Seorin terdiam
dan menunduk sedang Minhwan segera menepuk punggung tangan Seorin “Tenang
Noona, semuanya akan baik-baik saja… aku akan merahasiakan semuanya dari Siwon
Hyung sampai kalian menemukan jalan keluarnya…”
Seorin hanya
mengangguk ia beruntung mempunyai Namdongsaeng seperti Minhwan yang dewasa dan
paling mengerti dirinya tanpa keduanya sadari dibalik pintu ada yang menguping
pembicaraan mereka
“Minhwanie,
Noona… kalian ingin melindungi LEE eoh?? Bahkan ternyata benar kalau Lee
Sungmin itu adalah LEE kalian lihat saja akan kukatakan yang kudengar pada
Siwon Hyung dan Minho Hyung…”
Donghae
menutup bukunya, ia memandang kesosok saudara kembarnya yang masih terbaring
koma ditempat tidurnya Donghae bangkit dari duduknya dan merenggangkan ototnya
cukup lama ia duduk sambil membaca buku cara terampuh yang ia tahu untuk
mengusir kantuk ketika menunggu, ia menoleh kesofa belakang dan mendapati Ahn
Nisa yeojachingu Hyukie tertidur mungkin yeoja itu lelah semenjak ia
mengabarkan keadaan Hyukie pada Nisa yeoja itu selalu datang setiap hari
setelah pulang dari sekolah dan akan pulang setelah larut padahal esoknya yeoja
itu masih harus bersekolah, mungkin yang namanya cinta memang terlalu membuat
orang dapat bertingkah layaknya manusia bodoh
CLEK!
Donghae
mengalihkan matanya menuju pintu kamar yang terbuka dan terlihat seorang yeoja
masuk kedalam setelah melempar senyum pada Donghae dan tentu saja segera
dibalas oleh Donghae yang sekaligus mengulurkan jemarinya kearah yeoja itu
“Akhirnya kau datang juga Eunchae-ya…”
Yeoja itu
meraih uluran tangan Donghae dan menggenggamnya “Mianhae, tadi aku ada tugas
Hae, aku harus menyelesaikannya terlebih dahulu…” yeoja bernama Eunchae menoleh
kearah sofa dan mendapati seorang yeoja tertidur “Nisa tertidur?? Aigoo pasti
dia kelelahan…” ucap Eunchae prihatin
“Nde, ia
datang sudah sejak tadi dan tidak beranjak sama sekali hingga aku sadar dia
sudah tertidur disofa…” Donghae menatap Hyukie lalu kembali menatap Eunchae
“Jika aku yang terbaring disana apa kau juga akan melakukan yang Nisa lakukan
untuk Hyukie Hyung?”
“Kau bicara
apa LEE DONGHAE! Aku tidak suka kau berbicara seperti itu…”
“Aigoo
mianhae… sebaiknya kau temani aku kekantin ne? kita tinggalkan Hyukie dan Nisa
biarkan mereka bisa beristirahat…”
“Nde, Kajja…”
Eunchae menarik Donghae keluar dari kamar Hyukie dan dengan senang hati Donghae
mengikuti kemanapun yeojachingunya menariknya
“Sungmin Oppa
tidak datang?” tanya Eunchae ketika sudah berada dikoridor bersama Donghae
“Sungmin Hyung
hari ini sekolah ia sudah rindu dengan yeojachingunya setengah mati, jadi hari
ini aku yang akan full menjaga Hyukie Hyung, kurasa Sungmin Hyung kini tengah
bersama dengan yeojanya…”
“Suatu saat
Sungmin Oppa harus mengenalkan yeojanya padaku dan Nisa…”
Donghae
menjawil hidung Eunchae “Itu sudah pasti, hanya tinggal menunggu Sungmin Hyung
menceritakan siapa sebenarnya kami pada yeoja itu…”
Eunchae hanya
mengangguk mengerti karena dulu ketika ia menjadi yeojachingu Donghae ia pun
sama sekali tidak tahu siapa Donghae yang sebenarnya begitu tahu Eunchae sempat
shock dan cukup menjauhi Donghae karena takut Donghae bisa saja berlaku kasar
padanya mengingat dunia Donghae selama ini tetapi buktinya mengatakan yang
sebaliknya Donghae sangat baik padanya sama seperti Hyukie pada Nisa keduanya
sama dan Eunchae yakin Sungmin pun juga akan melakukan hal yang sama dengan
yeojachingunya hanya tinggal menunggu kapan Sungmin berani mengungkapkan kebenarannya
pada yeoja itu
Sungmin tengah
menatap Seorin yang kini menyantap makanan dengan lahap “Kau lapar Chagi?”
tanya Sungmin bingung
“Eung… aniyo…”
“Lalu kenapa
kau makan banyak sekali?”
“Aku hanya
sedang ingin makan banyak kemarin malam aku kurang makan enak…” Seorin
mendongak menatap Sungmin dan tepat memandang mata Sungmin mata yang kini
memandangnya lembut padahal mata itu kemarin memandangnya penuh kebencian,
bahkan suara Sungmin kini terdengar lembut ditelinganya sangat berbeda dengan
suara Sungmin kemarin malam yang dipenuhi kesinisan
“Wae? Kenapa
memandangku seperti itu?” tanya Sungmin lagi, ia benar-benar bingung dengan
tingkah yeojanya hari ini mereka hampir jarang melakukan kontak mata sedari
tadi bahkan Seorin lebih banyak diam hari ini belum lagi tatapan mata barusan
terlihat menyiratkan kalau yeoja itu tengah terluka, apa dirinya menyakiti
Seorin???
“Ani, hanya
saja aku suka matamu Oppa… meneduhkan…” Seorin tersenyum “Dan menyakitkan
disaat yang besamaan Oppa…” lanjut Seorin dalam hatinya
“Wah kau
benar-benar suka merayuku…”
Seorin
menunduk menatap makanannya lagi dengan malas ia sebenarnya sudah tidak
berselera makan tapi agar Sungmin tidak mencurigai sikap anehnya Seorin
terpaksa bersikap seolah-olah ia tengah kelaparan “Oppa…”
“Nde?”
“Bisakah kita
habiskan waktu bersama lagi hari ini…”
“Keure…
jangankan hari ini besok lusa minggu depan bulan depan ataupun setiap haripun
aku bersedia…” jawab Sungmin membuat Seorin yang mendengarkannya merasakan
sakit yang amat sangat direlung hatinya ia hanya takut cinta dari Sungmin yang
besar itu berubah jadi kebencian yang tidak kalah besar jika namja itu tahu
dirinya adalah seorang CHOI
“Kita pergi
sekarang bagaimana?”
“Mwo??”
Sungmin membulatkan matanya kaget “Sekarang??”
“Nde, lebih
lama lebih bagus…”
Sungmin
terlihat berfikir nanti malam akan ada misi yang akan ia dan Donghae jalankan
untuk kembali menyerang keluarga CHOI pertikaian kemarin belum bisa disebut
berakhir mereka menghentikan segalanya hanya karena kedatangan polisi, Sungmin
menoleh menatap Seorin lalu mengangguk “Baiklah… hanya saja kali ini kita tidak
boleh sampai tertidur lagi hingga pagi didalam mobil…”
“Nde aro…”
Seorin memaksakan dirinya untuk tersenyum ia tidak boleh memikirkan masalah
CHOI dan LEE sekarang hanya akan merusak moodnya yang harus terlintas diotaknya
hanya SEORIN dan SUNGMIN tanpa embel-embel CHOI dan LEE, ia harus melupakan
perselisihan keluarga ini seperti biasa ia bersama Sungmin sebelum ia
mengetahui Sungmin adalah LEE
“Omo
kyeopta!!” pekik Seorin senang ketika ia melihat boneka teddy bear yang berada
ditoko boneka diLotte Land
“Kau mau?”
“Ani aku tidak
suka boneka aku hanya suka melihatnya saja…” Seorin kembali meraih jemari
Sungmin “Kajja Oppa…”
Sungmin hanya
mengikuti kemanapun yeojanya menariknya menurutnya selama yeoja itu senang ia
juga akan senang, melihat tatapan mata yeojanya yang sedari tadi tidak seperti
biasanya membuat Sungmin sedikit khawatir ada masalah yang disembunyikan yeoja
itu dan enggan untuk mengatakannya pada dirinya jika sudah seperti itu Sungmin
tidak dapat berkata apapun tidak mungkin ia memaksa yeoja itu bercerita jadi ia
hanya mengikuti yeojanya dan melakukan apa yang yeojanya inginkan yang bisa
Sungmin lakukan sekarang untuk menghibur yeojanya itu
Sungmin
menatap Seorin yang kini sudah berada diluar mobilnya dari jendela mobilnya
“Kau tidak ingin kuantar masuk?”
“Aniyo tidak
usah… kau pulang saja ini sudah malam Oppa…”
Sungmin
mengangguk “Kau tidurlah, kau pasti lelah bukan?”
Seorin
terdiam, jelas ia tahu setelah ini aktivitasnya bukan tidur melainkan harus
ikut Oppa dan Dongsaengnya meneruskan pertikaian kemarin “Chagi-ya?”
“Ah, nde keure
aku akan tidur…”
Sungmin
tersenyum “Baiklah aku juga sudah harus pulang Donghae menungguku…”
Seorin kembali
terdiam ia tahu maksud kata-kata Sungmin bahwa Donghae menunggunya, bukan
menunggunya pulang layaknya dongsaeng menanti Hyung nya pulang tetapi ini
Dongsaeng yang menanti Hyungnya pulang untuk melanjutkan missi tertunda mereka
kemarin
“Hati-hati
Oppa…”
“Nde
annyeong…”
“Annyeong…”
Seorin memandang kepergian Sungmin bersama mobilnya menjauh meninggalkan
rumahnya dan dirinya Seorin berbalik memandang pintu pagar rumahnya yang
tertutup pintu kayu setinggi 3 meter ia yakin didalam sudah dipenuhi anak buah
Oppanya, setelah menghembuskan nafas berat Seorin akhirnya melangkah masuk
kedalam
Sungmin
melirik kespion mobil ia tersenyum melihat yeojanya sudah masuk kedalam
rumahnya, ia segera menghubungi Donghae yang kini tengah menunggunya
“Donghae-ya kau sudah siap??” tanya Sungmin dengan sedikit smirk dibibirnya “Nde
tunggu Hyung sebentar lagi sampai dan kita berangkat kemarkas CHOI”
Lagi dan lagi
Seorin harus melihat perkelahian diantara para namja dihadapannya, mungkin dulu
ia memang akan bersikap biasa saja walau ia tidak suka tetapi kali ini begitu
tahu salah satu dari namja yang keluarga mereka serang adalah namjachingunya ia
berharap perkelahian ini bisa berhenti ia tidak ingin ada yang melukai Sungmin,
Seorin menghembuskan nafasnya ia menatap pistol ditangannya ia tidak bisa
berdiam diri atau Oppanya akan curiga pada dirinya minimal ia harus menembak
mati anggota kelompok dari keluarga LEE yang penting ia menajamkan matanya agar
tidak salah tembak
DOR!
Satu anak buah
keluarga LEE jatuh dan tewas ditempat Seorin membidiknya tepat dikepala namja
itu, ia mengarahkan pistolnya lagi ketempat lain
DOR!!
Seorin menarik
kokangnya kembali setelah membenahi letak masker diwajahnya ia kembali
mengarahkan pistolnya baru saja ia ingin menembakan peluru pistolnya andai saja
tidak ada yang menembak tangan kanannya
“Arrrgggghhh!!!”
Seorin mengerang saat merasakan timah panas kini bersarang dilengannya jadi ini
rasanya tertembak Seorin menatap kebawah gedung tempat ia bersembunyi ia
mencari siapa yang menembaknya, NIHIL tidak ada yang memegang senjata dibawah
sana atau kemungkinan penembak itu sekarang tengah menyusul kemari, Seorin
segera mengambil pistol yang terjatuh dari tangannya ia menyimpannya dan segera
beranjak pergi jangan sampai ia tertangkap sangat berbahaya jika Sungmin
mengetahui tentang dirinya sekarang
“Hhhh…. Hhhhh…
Hhhhh…” Seorin menarik nafas dengan susah payah kini ia berada digang kecil
yang cukup sepi, ia berlari cukup jauh dari tempat ia ditembak tadi berlari
dengan luka tembak membuatnya kelelahan ia bahkan sudah tidak sanggup berlari
lebih dari ini
“Aku harus
meminta bantuan…” gumam Seorin ia melepas maskernya dan melemparnya kejalan ia
mencari keberadaan ponselnya disaku celananya tetapi nihil kemana ponselnya
Srak Srak
Seorin terdiam
ia mendengar langkah kaki, bahkan langkah kaki itu dengan tegas melangkah
kearahnya Seorin meraih pistolnya dan menarik kokangnya ia menatap pantulan
bayangan diaspal seseorang menghampirinya dengan pistol ditangannya
Srak srak srak
Seorin segera
berbalik badan dan menodongkan pistolnya ia tidak boleh mati sekarang, tapi
yang terjadi adalah mata Seorin membulat melihat siapa namja dihadapannya yang
juga tengah menodongkan pistol kearahnya bahkan namja itu juga terdiam kaget
dan Shock
“Chagi…” ucap
namja itu memastikan ia berharap ia salah lihat saat ini tidak mungkin
yeojachingunya yang kini ada dihadapan dirinya bahkan menodongkan pistol
kearahnya
Seorin segera
menurunkan pistolnya dan menunduk ia segera beranjak ingin pergi tetapi namja
itu segera menarik lengan kanan Seorin menahan kepergiannya membuat Seorin
mengeram sakit karena luka tembaknya dicengkram kuat oleh namja itu, sedang
namja itu makin menarik Seorin menghadap kearahnya tangannya beralih kelengan
Seorin yang terluka ia merobek bagian luka itu dan terlihat luka tembak yang
cukup dalam disana, ia ingat betul ia tadi menembak salah satu keluarga CHOI
satu-satunya yeoja dikeluarga CHOI dan penembak jitu dikeluarga CHOI dan
sekarang tembakan ini bersarang dilengan yeojanya
“Sungmin
Oppa…” lirih Seorin ia bahkan tidak berani menatap Sungmin yang kini terdiam
memandang lukanya
Namja yang
ternyata Sungmin melepas cengkramannya pada Seorin ia mundur beberapa langkah
matanya menatap tidak percaya pada yeoja yang kini ada dihadapannya,
yeojachingunya sendiri “Kau..” Sungmin bahkan tidak sanggup melanjutkan
kata-katanya
“Mianhae…”
hanya itu yang keluar dari mulut Seorin sedangkan ia mulai terisak rasanya
menyakitkan ketika orang yang kau cintai mengetahui keadaan yang sebenarnya
dalam kondisi seperti ini kau tertangkap basah sebagai seorang CHOI
Sungmin
kembali melangkah maju menghampiri Seorin ia mengcengkram kedua lengan Seorin
membuat Seorin kembali mengeram sakit karena luka tembaknya, Sungmin mendorong
Seorin hingga menabrak dinding dibelakangnya ia menatap Seorin dengan tatapan
menuntut “Katakan padaku, ini tidak benar bukan?”tanya Sungmin
“Oppa….”
“Kau bukan
CHOI bukan!!!” tanya Sungmin dengan sedikit bentakan Seorin hanya bisa menunduk
dan diam ia tidak bisa menjawab atau membantah mulutnya terasa kelu saat ini
“Walaupun kau
Choi sekalipun kau bukan CHOI anggota keluarga bedebah itu bukan??? CHOI yang
melukai namdongsaengku!”
“Mianhae…”
Mata Sungmin
memerah entah karena marah atau karena sedih tentu saja ia sedih hatinya sakit
saat ini sangat sakit bahkan kalau bisa dibilang hancur sangat hancur
berkeping-keping begitu kau tahu yeojachingumu adalah musuh besar keluargamu
sendiri, anggota dari orang-orang yang melukai keluargamu tanpa ampun
“Baiklah jika
kau CHOI, tapi bukan kau yang menembak Donghae 1 bulan yang lalu bukan???”
tanya Sungmin memohon, ia hanya berharap masih ada cela untuknya tidak membenci
yeoja dihadapannya ini
“……………………………….”
“JAWAB AKU
CHOI SEORIN!!!”
Seorin terisak
ia sudah tidak memperdulikan luka tembaknya yang sangat menyakitkan karena
cengkraman Sungmin yang makin menguat ia hanya berharap namja ini tidak
membencinya “Mianhae…”
Cengkraman
tangan Sungmin terlepas begitu Seorin mengucapkan kata ‘Mianhae’ rasanya
Sungmin tidak percaya dengan pendengarannya jadi yang menembak Donghae adalah
yeoja yang dicintainya, Sungmin meraih tangan kanan Seorin dan menahannya di
samping kepala Seorin “Kau menipuku eoh?”
Seorin segera
menatap Sungmin ia menggeleng kuat “Aniyo, aku tidak menipumu… aku tidak tahu
kau LEE aku tidak berbohong…”
“Lalu kenapa
kau meminta maaf sedari tadi, kenapa kau menangis??? Kau sudah tahu aku LEE
bukan!!” bentak Sungmin
“Oppa…”
Sungmin
menunduk ia mengatur nafasnya seumur hidupnya ia tidak pernah memaki seorang
yeoja sekalipun dan kini ia harus memaki yeoja yang dicintainya entah bagaimana
rasanya Sungmin terlalu hancur saat ini “Kau tahu aku sangat mencintaimu
Seorin-ah, tapi kenapa kau membohongiku!!!”
“Aku tidak
membohongimu, jeongmal!! Aku tahu kau adalah LEE kemarin Oppa ketika kau hampir
menembakku diatas atap…”
“Kau sudah
tahu aku tetapi kenapa kau masih merahasiakan tentang dirimu dariku!!”
“Aku, aku
takut Oppa…”
Sungmin meraih
dagu Seorin dan menariknya agar menatapnya, Seorin ingin menunduk kembali
tetapi ditahan oleh Sungmin tatapan Sungmin benar-benar menyakitkan mata itu
menatap tajam pada Seorin entah itu marah atau apa yang pasti Seorin sakit
melihat mata itu “Tatap aku!” bentak Sungmin lagi “Kau bilang kau suka mataku,
jadi tatap aku sekarang!!”
“Tapi aku
tidak suka matamu yang menatap benci padaku!”
Sungmin
terkekeh “Jadi kau mau saat ini aku menatapmu dengan lembut begitu?? Disaat
perasaanku sendiri hancur karena kenyataan ini!”
“…………………………”
“Pergilah…”
ucap Sungmin sembari melepas cengkraman tangannya dijemari Seorin, tetapi yeoja
itu tetap tidak beranjak “Pergi kataku!!!” bentak Sungmin
Seorin
memberanikan diri menatap Sungmin “Pergi dari sini atau pergi dari hidupmu
Oppa?” tanya Seorin dan sukses membuat Sungmin terdiam jelas ia ingin Seorin
pergi saat ini jika menunggu lebih lama lagi Donghae akan menyusul kemari dan
jelas Seorin akan tertangkap tapi jika Seorin pergi dari hidupnya apa Sungmin
bisa tanpa yeoja itu?
Seorin
mendekati Sungmin ia menyentuh wajah Sungmin dan membelainya lembut perlahan
Seorin menjinjitkan kakinya ia ingin mengecup bibir namja itu sebelum nantinya
namja itu meninggalkannya selamanya
Chuuu..
Seorin melepas
tautan bibirnya dengan Sungmin tetapi dengan cepat Sungmin meraih tengkuk
Seorin dan balas mengecup bibir yeoja itu lama-lama kecupan-kecupan berganti
jadi lumatan lembut Sungmin bisa merasakan wajah yeojachingunya kini basah ia
yakin itu airmata ciuman ini adalah bukti perasaan mereka tetapi perasaan itu
justru yang kini menyakiti mereka perasaan diatas kenyataan pahit yang harus
ditelan keduanya
Sungmin
melepas tautan bibir mereka ia menatap yeojanya yang menatapnya sendu, ia
menghapus jejak airmata diwajah yeojanya dengan jempol tangannya “Seorin-ah
Sa….”
“Kita mungkin
cukup sampai disini saja Oppa…” ucap Seorin memotong ucapan Sungmin “Aku akan
belajar melupakanmu, aku akan pergi dari kehidupanmu…” Seorin menurukan telapak
tangan Sungmin yang masih menyentuh wajahnya “Annyeong Oppa, senang bisa
bertemu denganmu…” ucap Seorin sebelum beranjak meninggalkan Sungmin yang kini
terdiam mendengar ucapan Seorin, ucapan perpisahan lebih tepatnya
~~~~~~~~~~
“Noona kau
terlihat tidak bersemangat…” tanya Minhwan yang sebenarnya bingung kenapa hari
ini Noonanya menghabiskan istirahatnya dikelasnya kenapa bukan bersama dengan
Sungmin atau Sungmin sedang tidak masuk??
“Aniyo aku
biasa saja….” Jawab Seorin berusaha tersenyum, Minhwan belum tahu masalah
kemarin malam kalau Sungmin sudah tahu siapa dirinya yang sebenarnya dan yang
menembak Seorin adalah Sungmin
“Apa lenganmu
masih sakit?” tanya Minhwan lagi mungkin Noonanya jadi diam karena luka tembak
dilengannya masih menyisakan rasa sakit, Seorin menggeleng sambil tersenyum
lagi
Baru saja
Minhwan ingin bertanya lagi pada Noonanya tapi ia menahannya karena melihat
Sungmin tiba-tiba masuk kedalam kelasnya dan menarik Noonanya dengan tiba-tiba
keluar dari dalam kelas bahkan Minhwan tidak sempat bertanya ada apa ataupun
menahan Sungmin dan Seorin
“Oppa,
mwohaseyo!!!” tanya Seorin ia berusaha menarik tangannya dari genggaman Sungmin
yang masih menariknya dikoridor sekolah
“Oppa appo!!!”
pekik Seorin dan membuat Sungmin menghentikan langkahnya dan segera berbalik
badan mendekati Seorin
“Apa luka
semalam dariku masih sakit eoh?” tanya Sungmin dengan sedikit nada menggoda dan
suara yang cukup kencang membuat beberapa yang mendengar kata ‘Luka Semalam
dariku’ jadi berfikir yang tidak-tidak
“Mwo??” Seorin
memandang sekitar yang kini menatap dirinya dan Sungmin dengan tatapan menilai
dan tidak percaya “Mworago!”
“Aish, waeyo??
Katamu sakit bukan?? Seharusnya kemarin kau katakan jika sakit aku akan segera
menghentikannya Chagi…” X ini yang Sungmin katakan memang menyangkut yang
kemarin ketika ia mengcengkram dengan kuat lengan Seorin yang terluka tetapi
tetap saja membuat yang mendengar mengartikan berbeda
“Oppa!” omel
Seorin
“Sudah cepat
ikut aku….” Sungmin kembali menarik Seorin “Ada yang harus kita selesaikan…”
lanjut Sungmin dan Seorinpun tidak bisa mengelak lagi ia pun mengikuti
kemanapun Sungmin menariknya
Sungmin menggulung
lengan baju Seorin hingga perban yang menutupi lukanya terlihat tangannya
dengan cekatan membuka perban yang melilit lengan Seorin ia tidak takut akanada
yang melihat luka tembak Seorin karena kini mereka berdua tengah berada didalam
UKS dan saat ini UKS pun dalam keadaan kosong
“Mwohaseyo!”
tahan Seorin, luka tembak dilengannya ini akan menjadi sangat sakit jika dibuka
lagi dari perbannya dan ia cukup merasakannya tadi pagi ketika minhwan
mengganti perbannya
“Apalagi?
Tentu saja mengobati luka yang kubuat…”
“Aniyo, tidak
usah nanti juga akan sembuh dengan sendirinya..” Seorin menarik tangan Sungmin
yang masih menyentuh lengannya lalu dengan cepat menurunkan lengan bajunya
hingga perban itu tertutup lagi dengan baju
Sungmin
memandang Seorin datar “Kau sekarang dingin padaku…”
Seorin
mendongak menatap Sungmin “Bukankah sejak awal hubungan kita berdua sudah
seharusnya seperti ini?? Jangan lupa Lee aku ini CHOI…” ucap Seorin sinis, ia
beranjak dari duduknya ditepi tempat tidur “Aku harus kembali kekelas, annyeong…”
pamit Seorin dan melangkah meninggalkan Sungmin
“Apa salahnya
jika kau CHOI dan aku LEE?”
Ucapan Sungmin
berhasil menahan langkah Seorin meninggalkan UKS ia terdiam ditempat
mendengarkan apa yang ingin Sungmin ucapkan “Kau fikir jika aku tahu kau CHOI
maka perasaan itu akan menghilang begitu saja?? Kau fikir jika aku tahu kau
CHOI maka itu artinya kita berpisah, kau benar-benar egois CHOI!”
Seorin
berbalik badan dan memandang Sungmin tidak mengerti, egois?? Egois darimana??
Ia hanya tidak ingin melanjutkan hubungan konyol ini jika sampai Siwon Oppa
tahu hubungannya dan Sungmin nyawa Sungmin dalam bahaya dan Seorin tidak ingin
itu terjadi, lebih baik ia tersiksa karena berpisah dari Sungmin daripada
melihat Oppanya membahayakan nyawa Sungmin
“Mwoya!! Aku
egois?? Apa maksudmu!!”
“Ketika kau
tahu aku LEE kau tetap merahasiakannya, kau tetap menjadi yeojaku tetapi kenapa
ketika aku mengetahui kau CHOI kau meninggalkanku apa lagi kalau bukan
egois???” Sungmin beranjak dari duduknya ia menghampiri Seorin “Kau fikir bisa
meninggalkanku begitu saja setelah membuatku mencintaimu sedalam ini… ani! Kau
tidak bisa Choi Seorin…”
“Kau ini gila
atau bodoh??? Lupakan semuanya anggap tidak pernah terjadi apa-apa anggap kita
tidak pernah saling mengenal sebelumnya! Itu mudah bukan?”
“Mudah???
Bagimu mudah??” tanya Sungmin meragukan ucapan Seorin ia tidak yakin segalanya
bisa semudah yang dikatakan Seorin barusan
Seorin terdiam
ia tidak tahu harus menjawab apa, bukan tidak tahu tapi sebenarnya hanya
jawaban ‘Tidak’ yang melintas diotaknya saat ini semuanya tidak semudah
yang diucapkannya melupakan orang yang dicintai bukan semudah membalik telapak
tangan
“Tidak, itu
semua sulit Seorin-ah…” Sungmin yang menjawab apa yang terlintas diotak Seorin
“Bagimu dan bagiku segalanya sulit untuk dilupakan, aku tahu ini sulit untukmu
jika kita menjalani semuanya seperti semula tapi aku mohon biar kufikirkan cara
agar kita benar-benar bisa bersama didepan Oppamu…”
“Kau tidak
tahu siapa Siwon Oppa, sebaiknya urungkan niatmu itu aku tidak ingin Siwon Oppa
membahayakan nyawamu…”
“Jika aku
menolak…”
“Oppa!!”
“Wae?? Kau
fikir aku takut pada Siwon?? Jika selama ini aku berselisih dengannya karena
masalah keluarga kali ini aku akan berselisih dengannya demi mendapatkanmu!”
“Oppa!! Kau…” Seorin
mengusap wajahnya kasar “Bagaimana jika Donghae dan Hyukie tahu apa yang kau
lakukan sekarang baik Siwon Oppa ataupun mereka tidak akan ada yang setuju
tentang kita Oppa!”
“Lalu kau mau
aku seperti apa? Mengetahui bahwa kau adalah CHOI saja hatiku sudah cukup sakit
apa harus ditambah dengan kehilanganmu juga?? Aku tidak bisa Seorin-ah aku
tidak bisa, mungkin kau bisa tapi aku tidak!”
“…………………………..”
Sungmin
kembali menarik Seorin duduk ditepi tempat tidur “Biar kuobati… obat milikku
ampuh untuk luka tembak” jelas Sungmin sembari menggulung lengan baju Seorin
kembali dan membuka perban “Banyak anggotaku yang terluka tembak jadi aku
menyediakan obat ini dirumah ataupun markas kami…”
Seorin melirik
Sungmin “Apa luka itu karenaku?”
Sungmin
terdiam sesaat tetapi tidak lama ia melanjutkan lagi kegiatannya mengobati luka
Seorin “Mungkin…” hanya itu jawaban Sungmin sangat jelas Sungmin tidak ingin
membahas masalah utama mereka
“Kenapa kau
tidak membenciku?”
Sungmin
kembali terdiam “Aku yang menembak Donghae, namdongsaengku juga yang membuat
Hyukie sekarang berada diRS, kenapa kau tidak membenciku saja?? Itu lebih baik
dari pada kau tetap mencintaiku…”
Sungmin
menghela nafas dengan susah “Jika aku bisa membencimu sudah kulakukan
Seorin-ah, tapi sayangnya aku benar-benar tidak bisa….” Jawab Sungmin berharap
yeojanya ini mengerti kemarin malam bahkan ia tidak tidur hanya kerena
memikirkan Seorin, memikirkan luka tembak Seorin dan memikirkan perasaan Seorin
apa itu termasuk dalam ketegori membenci seseorang?? Jelas tidak bukan..
“Kau jelas
tahu jika ini dilanjutkan ini sangat beresiko Oppa…”
Sungmin
tersenyum lalu mengangguk “Aku tahu itu, tapi bukankah aku sudah pernah bilang
aku rela menerima resiko apapun asal bisa mendapatkanmu…”
“Oppa, aku ini
CHOI!”
“Lalu?? Kau juga
ingat aku ini LEE, bisakah kau berhenti mencintaiku sekarang juga eoh??”
Kali ini
sontak Seorin terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan Sungmin atau lebih
tepatnya tantangan dari Sungmin “Anggap kau tidak tahu aku LEE dan aku juga
akan melakukan hal yang sama padamu, othe?”
Seorin
menghela nafas ia lelah sedari tadi membujuk Sungmin untuk meninggalkannya tapi
tetap namja itu tetap bersikeras untuk melanjutkan hubungan mereka yang jelas
mustahil jika dipaksakan “Baiklah…” ucap Seorin pada akhirnya menyetujui
Sungmin ia sudah kehabisan cara membuat namja itu mengakhiri hubungan mereka
Sungmin
kembali tersenyum “Memang itu jawaban yang kuinginkan, jika kau tidak menjawab
seperti itu aku akan mengganggumu setiap hari dan memaksamu mengatakan iya
untukku…” Sungmin selesai membalut kembali luka Seorin “Jangan sampai kena air
ne, atau luka itu akan sembuh lama….”
“Araseo…”
“Nanti ikut
denganku ne?”
“Kemana?”
“Menjenguk
Hyukie, othe?”
Seorin
mengangguk memang ia penasaran dengan keadaan Hyukie yang diserang Jonghun
malam itu “Baiklah.. aku pun penasaran dengan keadaannya Oppa…” malam dimana ia
dan Sungmin meresmikan hubungan mereka rasanya jika ingat hari itu hati
keduanya berdenyut nyeri hari dimana mereka menyatakan perasaan mereka adalah
hari dimana anggota keluarga mereka yang lain malah berkelahi bahkan Hyukie
sampai masuk RS karena hal itu apakah ini yang harus mereka bayar demi hubungan
mereka??
Sungmin
menghentikan mobilnya didepan rumah Seorin ia mematikan mesinnya berbeda dengan
sebelum-sebelumnya ia pasti hanya akan sekedar menurunkan Seorin tanpa berhenti
“Gomawo…” ucap Sungmin
“Mwo?
Wihaeyo?” tanya Seorin bingung seingatnya ia tidak melakukan apapun hari ini
kecuali menjengguk Hyukie, disana juga ada Donghae beserta yeojachingunya dan
yeojachingu Hyukie
“Untuk
segalanya… kau berani mengambil resiko ini bersamaku bukan?” tanya Sungmin lagi
memastikan ia sadar tadi di UKS ia memaksakan kehendaknya pada Seorin ia ingin
hubungan ini tetap berlanjut ia tidak perduli jika harus membahayakan nyawanya
sendiri, tapi ia tidak tahu bagaimana dengan Seorin
“Nde Oppa aku
berani apapun resikonya…”
Sungmin
membelai sayang wajah Seorin “Masuklah… ini sudah larut…”
Seorin
mengangguk patuh dan segera beranjak turun dari mobil yang sebenarnya milik
Hyukie berhubung pemiliknya masih terbaring diRS jadi Sungmin yang menggunakan
mobilnya, tapi gerakan Seorin tertahan ketika tiba-tiba Sungmin menahan lengan
kiri Seorin “Chamkanman..”
“Nde Oppa, ada
apa lagi?” tanya Seorin yang kini sudah kembali keposisi awalnya menghadap
kearah Sungmin
“Saranghae…”
“Nado, nado
saranghae..”
Sungmin
terkekeh geli “Jika Siwon mendengar apa yang kita ucapkan saat ini aku yakin
dia akan segera membunuhku….”
“Oppa…”
“Selama ini
aku berfikir apa hanya berkelahi yang bisa kulakukan dengan keluargamu? Tapi
ternyata selain itu aku pun bisa mencintai salah satu dari mereka…” Sungmin
membelai wajah Seorin “Apa kau lelah dengan yang terjadi selama ini?” tanya
Sungmin
“Aku memang
lelah tapi aku jelas tidak bisa menghindar Oppa, tapi… begitu tahu siapa dirimu
aku benar-benar ingin ini semua berakhir aku benar-benar lelah aku tidak bisa
lebih jauh lagi menyakiti keluargamu…” jawab Seorin sembari menyentuh tangan
Sungmin diwajahnya “Lalu kau sendiri? Kau lelah Oppa?”
“Sangat… aku
sangat lelah melihat namdongsaengku terluka hanya karena perkelahian yang tidak
kumengerti apa permasalahannya…”
“Kurasa
keluargaku lah yang banyak bersalah pada keluargamu…”
“Eh?? Chagi-ya
kenapa kau berbicara seperti itu?”
“Kau lihat
saja buktinya namdongsaengmu terluka karena keluargaku terutama Donghae terluka
karena diriku, sedangkan kalian tidak pernah melukai kami…”
“Kotjimal, kau
lupa kemarin malam aku melukaimu…” Sungmin kini mengusap lembut lengan Seorin
“Ini akan segera sembuh Chagi… maafkan aku yang melukaimu…”
“Aniyo, kau
tidak salah… kau hanya emosi kau pasti ingin melindungi keluarga dan anggotamu,
aku mengerti perasaanmu karena ketika aku menembak Donghae aku pun juga hanya
ingin menyelamatkan Minhwan…”
Sungmin mengangguk
“Ah, nde Minhwan sangat dekat denganmu dia tahu tentang masalah kita?”
“Sebelum aku
tahu dia sudah terlebih dahulu tahu Oppa…”
“Mwo??
Jinjja?”
Seorin
mengangguk “Dia tahu tetapi tetap merahasiakan segalanya dari Siwon Oppa, Minho
dan Jong…”
“Kalian berdua
sama ternyata..” Sungmin tersenyum dan kini ia mengacak-acak rambut Seorin “Ya
sudah pulanglah… ini sudah larut…”
“Nde Oppa, kau
pulanglah juga…”
“Ani, aku akan
kembali keRS menemani Donghae disana kasihan jika DOnghae bersama dengan Nisa
dan Eunchae disana, 2 yeoja itu harus pulang kerumah mereka…”
“Mian aku
tidak bisa ikut menemani disana…”
“Gwenchana..
kau datang tadi saja sudah cukup…”
Seorin
mengangguk sekali “Baiklah Oppa aku turun ne…” ucap Seorin beranjak turun dari
mobil tetapi lagi-lagi Sungmin menahan Seorin
“Chamkanman!”
“Waeyo?? Kau
menahanku terus Oppa?” tanya Seorin sebal
“Saranghaeyo…”
Seorin
tersenyum malu ini sudah yang kesekian kalinya hari ini ia mendengar Sungmin
mengatakan ‘Saranghae’ padanya “Nado Oppa nado saranghae…”
“Nan jeongmal
saranghae Choi Seorin….” Sungmin meminimalisasi jaraknya dengan Seorin ia
manatap manic mata Seorin dengan lembut “Saranghae…”
“Bisa kau
hentikan itu kau sudah berkali-kali mengatakan saranghae…”
“Wae? Kau
bosan?”
Seorin
menggeleng pelan “Bukan bosan hanya saja kau bisa membuatku mati muda karena
terus menerus berdebar sekencang ini Oppa…”
Sungmin
tersenyum “Jinjja? Kalau begitu ijinkan aku ikut mati bersamamu…” ucap Sungmin
sebelum dengan tiba-tiba mendaratkan bibirnya dibibir Seorin kali ini ia tidak
mengecup bibir Seorin ia melumat lembut bibir itu dan Seorin hanya menutup
matanya dan mengalungkan kedua tangannya dileher Sungmin menarik namja itu agar
semakin dekat padanya
Kini keduanya
saling bertatap nafas mereka sedikit tersengal bukan karena ciuman mereka,
ingat mereka hanya saling melumat lembut jadi tidak mungkin mereka kehilangan
nafas tadi nafas mereka tersengal kerena mereka berdua sibuk mengatur detak
jantung mereka yang kini bedebar diluar batas normal bahkan Sungmin bisa
merasakan tubuh nya dan Seorin bergetar seolah-olah ingin meledak mereka ingin
menunjukkan perasaan mereka lebih dari ini lebih dari sekedar mengatakan
saranghae lebih dari sekedar saling bertatapan
“Oppa… kenapa
disini sangat sesak…. Aku bahkan sulit bernafas…”
“Nado aku pun
merasakan hal yang sama…” Sungmin kembali mengecup bibir Seorin “Begini lebih
baik eoh?” tanya Sungmin usai mengecup bibir Seorin dan yeoja itu hanya
mengangguk mengiyakan ketika bibir mereka bertaut rasa sesak itu berkurang
sedikit dan kini keduanya kembali menautkan bibir mereka kembali saling melumat
lembut dan saling memeluk erat
Sungmin
mengecupi dagu hidung wajah dan telinga Seorin tanpa henti mengucapkan
‘Saranghae’ bahkan hingga bibir nya kembali bertemu dengan Seorin ia masih
mengucapkan ‘Saranghae’ untuk yeojanya, Sungmin membelai pinggul naik
kepunggung dan berakhir ditengkuk ia menekan tengkuk Seorin berharap ciuman ini
tidak terlepas bahkan Seorin sendiri masih membalas ciuman Sungmin dan
mengalungkan kedua tangannya dileher Sungmin ia pun sama tidak ingin ini
berakhir semakin dalam tautan mereka semakin berkurang rasa sesak didadanya
rasa-rasanya keduanya ingin meluapkan apa yang tertahan dalam dirinya saat ini
“Oppa….”
“Hmm…” Sungmin
hanya berdeham halus ketika kini ia tengah mengecupi garis rahang Seorin
“Saranghae,
jeongmal Saranghandago…”
“Nado Chagi-ya
nado…” balas Sungmin yang kembali mengecap manis bibir yeojanya keduanya seakan
lupa akan waktu yang seharusnya mengakhiri pertemuan mereka sedari tadi, yang
mereka inginkan meluapkan apa yang mereka rasakan sebelum mereka tidak dapat
meluapkannya lagi
“Hae-ya..”
Donghae
menoleh kearah yeojachingunya yang kini bersandar dibahunya “Hmm?”
“Luka bahumu
sudah sembuh kan? Aku tidak apa-apa bersandar disini?”
Donghae
tersenyum “Gwenchana.. walaupun luka itu belum sembuh aku tidak menolak jika
kau ingin bersandar padaku…”
Eunchae
mengangguk “Ah Hae-ya…”
“Nde?”
“Yeojachingu
Sungmin Oppa itu menurutmu dia sudah tahu tentang kalian?”
“Sudah
mungkin.. jika belum Sungmin Hyung tidak akan membawanya kemari tadi untuk
menjenguk Hyukie Hyung…” Donghae menoleh kearah Hyukie “Keadaan Hyukie sekarang
masih dirahasiakan, bahkan pihak sekolah belum tahu jika sebenarnya Hyukie ada
diRS…”
“Hanya saja
aku merasa ada yang mereka berdua rahasiakan…”
Donghae segera
menghadap Eunchae hingga yeojanya itu tidak bersandar lagi dipundaknya
“Rahasia?”
Eunchae
mengangguk “Nde rahasia dan hanya mereka berdua yang tahu…”
Donghae
terdiam memang sejak kemarin malam Sungmin terlihat aneh terutama setelah
kembali dari perkelahian dengan CHOI yang ia tahu kemarin Hyungnya itu masih
baik-baik saja bahkan Hyungnya bersemangat menembak salah seorang CHOI yang
melukainya sebulan yang lalu rasa-rasanya lengan yeoja itu terluka dan setelah
Sungmin mengejar yeoja itu entah kemana Sungmin berubah murung saat kembali
kevan bersama dengannya bahkan Sungmin memandang kecewa pada pistol miliknya
entah apa yang terjadi
“Dan tadi
ketika aku menepuk lengannya ia mengerang sakit dan Sungmin Oppa segera
menghampirinya dan mengusap lengan kanannya, jika kuperhatikan baik-baik lengan
kanan dan kirinya besarnya berbeda…”
“Maksudmu?”
“Lengan
kanannya seperti dililit sesuatu… mungkin luka, karena saat kutepuk pelan saja
ia langsung mengerang sakit bahkan kalau tidak salah dengan Sungmin Oppa
mengatakan ‘Sakit?? Mianhae gara-gara semalam aku membuatmu menderita seperti
ini..” semalam itu bukankah kalian berkelahi dengan keluarga CHOI??”
Donghae
terlihat berfikir, yeoja yang ditembak Hyungnya, raut wajah Hyungnya, dan luka
dilengan kanan Seorin semuanya… tunggu!!! “CHOI!” pekik Donghae
“Waeyo
Hae-ya?”
“Jika
tebakanku benar, Seorin adalah…” Donghae sengaja menggantung kalimatnya tapi
sedetik kemudian Eunchae membulatkan matanya kaget
“Dia musuh
kalian??” tanya Eunchae tidak percaya dan Donghae dengan segera menghempaskan
tubuhnya kesofa dibelakangnya
“Dia CHOI,
Sungmin Hyung pasti sudah tahu siapa dia sebenarnya! Aish kenapa dia masih
berani mengajak yeoja itu kemari!!” geram Donghae dan Eunchae hanya terdiam ia
ingin membalas geraman DOnghae tapi saat ini Donghae pasti dalam keadaan emosi
jika ia membalas yang ada mereka yang akan bertengkar
Seorin masuk
kedalam kamarnya dan segera menghidupkan lampu dikamarnya tidak semuanya
dihidupkan sehingga terlihat sedikit remang, ia segera beranjak menuju pintu
jendela kamarnya dan membukanya dengan cepat ia menarik seorang namja masuk
dari pintu jendela itu tanpa berucap apa-apa Seorin dan namja itu tiba-tiba
berciuman sepertinya melanjutkan sesuatu yang tertunda dimobil tadi
Awalnya memang
lembut tapi lama kelamaan jadi menuntut keduanya ingin mendominasi dan tidak
ingin mengalah sehingga ciuman ini kini terlihat sangat panas bagi keduanya
mereka bergerak tidak tentu arah didalam kamar Seorin melangkah sembarangan
dengan bibir bertaut dan tubuh yang menempel erat
BRUK
Keduanya
terjatuh diatas tempat tidur Seorin namja itu kini menahan kedua tangan Seorin
diatas kepala Seorin namja itu sama sekali tidak memberi jarak antara tubuhnya
dengan tubuh Seorin ia menindih yeoja dihadapannya dengan sempurna, suara
decakan liur menghiasi bunyi didalam kamar Seorin yang sepi dan sedikit suara
grasak grusuk diatas tempat tidur ketika 2 manusia itu ingin saling mendominas
“Ennggghhh
Oppa…” desah Seorin ketika namja itu kini mengecupi lehernya dan Seorin tidak
menolak ia membiarkan lehernya dinikmati oleh namja itu, Seorin malah menekan
kepala namja itu makin masuk keceruk lehernya
“Seorin-ah,
Chagi-ya…” desis namja itu yang kini sudah berpindah mengecupi cuping telinga
Seorin
“Sung… ahh
min… ahhh….”
“Nde?” namja
itu tersenyum ditengah kegiatannya ia tahu yeoja itu memanggilnya bukan untuk
berhenti tetapi apa mereka yakin akan melakukannya malam ini??? Tapi gejolak
ini benar-benar sudah menggebu-gebu ia ingin memiliki yeoja yang kini pasrah
dalam rengkuhannya dan ia juga yakin yeoja itu pun ingin dimiliki oleh namja
yang ternyata Sungmin ini
“Bisakah kau
jangan menggodaku Oppa…”
Sungmin
beralih menatap Seorin “Kau yakin chagi-ya?” tanya Sungmin “Jika aku
meninggalkamu setelah ini bagaimana?”
“Setidaknya
aku memberikannya pada namja yang kucintai…”
Sungmin
membelai wajah Seorin “Jadi jangan berteriak ne? ini pasti sakit Chagi…”
Seorin merona
mendengar ucapan Sungmin tetapi ia mengangguk mengiyakan ia tidak masalah jika
Sungmin nanti meninggalkannya yang terpenting ia menyerahkan dirinya utuh pada
namja yang memang mungkin akan jadi yang terakhir dalam hidupnya
Sungmin pun
bangkit dari tempat tidur Seorin ia segera menghampiri pintu kamar Seorin dan
menguncinya lalu mematikan lampu dikamar Seorin, yeoja itu pun ikut bangkit
dari tidurnya ia duduk diatas tempat tidur menanti kekasihnya menghampirinya
dan menjamah tubuhnya, ia merasakan bibirnya kini bersentuhan dengan bibir yang
sudah sangat dikenalnya dan berangsur-angsur tubuhnya pun jatuh tertidur
bersamaan dengan tubuh Sungmin yang sedikit menindihnya, Sungmin menyingkirkan
kerah baju yang menutupi leher yeojanya ia mengecup lama dan melumat serta
sedikit mengigit leher Seorin sehingga meninggalkan bekas cintanya disana,
Sungmin menghentikan kegiatannya dan dengan segera mengecup kening Seorin
“Tidurlah…”
“Oppa??”
“Aku tidak
ingin merebut apa yang belum sah menjadi milikku, tunggu kita mendapat ijin
dari semuanya baru aku akan melakukannya…”
“Jinjja?”
Sungmin
mengangguk walau gelap ia yakin Seorin melihatnya “Jadi sekarang tidurah…”
“Lalu kau?”
“Aku akan
pulang setelah kau tertidur…” Sungmin menyamankan posisinya disamping Seorin ia
memiringkan tubuhnya menghadap Seorin dan membelai wajahnya “Sekarang
tidurlah…”
Seorin
mengangguk ia menggenggam jemari Sungmin dan memejamkan matanya perlahan tetapi
pasti Seorin pun jatuh didunia mimpinya nafas yeoja itu pun mulai teratur,
Sungmin mengusap kecil ujung hidung Seorin “Saranghae…” gumam Sungmin sebelum
mengecup pelan kening Seorin dan beranjak pulang feelingnya benar-benar tidak
enak entah kenapa ia merasakan yeojachingu Donghae curiga pada dirinya dan
Seorin jangan sampai Donghae tahu sebelum dirinya menemukan cara agar dapat
menghadapi Siwon dan bagaimana cara Sungmin bisa masuk tadi itu karena ia
memanjat dinding belakang dan Seorin juga menunjukkan dimana pintu jendela
kamarnya Sungmin hanya tinggal menunggu didepan jendela sampai Seorin
membukakan pintu, konyol memang jatuh cinta pada keluarga musuh bahkan
menyelinap masuk kedalam kediaman musuh bukan untuk menyerang tetapi untuk
bermesraan dengan salah seorang keluarga musuh
Sungmin
membuka pintu kamar Hyukie dengan pelan ia takut mengganggu Donghae jika
ternyata Donghae sudah tertidur “Eh??” Sungmin memandang isi kamar Hyukie
bingung kemana Donghae?? Atau mungkin mengantar Eunchae pulang?
“Kau sudah
datang Hyung…”
Suara dari
belakang tubuh Sungmin membuat Sungmin tersentak kaget ia pun segera berbalik
badan menghadap Donghae suara Donghae yang memanggilnya benar-benar membuatnya
kaget suara itu terdengar berat “Nde, mana Eunchae?”
“Sudah pulang…”
jawab Donghae tanpa menoleh kearah Sungmin dan segera masuk kembali kedalam
kamar Hyukie rasa-rasanya Sungmin merasa sikap Donghae dingin padanya
“Kau
mengantarnya?” tanya Sungmin lagi berusaha mengalihkan fikirannya kalau Donghae
bersikap dingin padanya ia pun menyusul Donghae masuk kedalam kamar Hyukie
“Ani…”
Sungmin
menghela nafas ada yang tidak beres “Waeyo?” Sungmin bingung dengan sikap
Donghae ketika Sungmin tidak ada sewaktu Hyukie diserang Donghae tidak sedingin
ini padanya tetapi sekarang??? Padahal tadi sewaktu sebelum ia mengantar Seorin
pulang Donghae masih terlihat baik-baik saja padanya
“Waeyo?? Kau
bertanya padaku waeyo Hyung???” Donghae berbalik menghadap Sungmin “Tinggalkan
yeoja Choi itu Hyung!”
Sungmin
tersentak kaget, bagaimana Donghae tahu Seorin adalah Choi?? Apa dari EUnchae??
Sudah ia duga Eunchae mencurigai mereka tetapi ia tidak menyangka akan
terbongkar secepat ini, apa tidak bisa biarkan Sungmin dan Seorin tenang
menjalani hubungan mereka satu hari saja??
“Wae?? Kau
kaget aku tahu yeoja itu Choi??”
“Seorin… dia…”
“Kau sudah
tahu dia Choi Hyung, tetapi kenapa kau masih berhubungan dengannya bahkan kau
berani membawanya kemari bertemu dengan Hyukie Hyung!!! Kau taruh dimana otakmu
Hyung!!!!” bentak Donghae
“Jaga mulutmu
LEE DONGHAE aku ini Hyungmu!!”
“Lalu jika kau
HYungku kau mau apa??? Kau bahkan membawa seorang CHoi kemari kau ingin mereka
menyerang Hyukie Hyung yang sedang koma hah!!!”
“Seorin tidak
akan melakukan hal itu!”
Donghae
tersenyum sinis “Jadi kau membelanya sekarang Hyung??? Kau lebih membela yeoja
Choi itu dari pada Dongsaengmu sendiri!!!”
“LEE
DONGHAE!!”
“Wae!! Wae!!!
Wae!!!!” teriak Donghae tepat didepan wajah Sungmin
Sungmin
mengepalkan tangannya dengan kuat ia berusaha untuk tidak berteriak ia tidak
ingin bertengkar dengan Dongsaengnya sendiri cukup kemarin malam ia membentak
Seorin karena kenyataan yang ia ketahui ia tidak ingin hari ini membentak lagi
orang yang disayanginya “Aku mencintainya Donghae-ya, aku tidak bisa
membiarkanmu memojokkannya seperti itu, aku bukan membelanya…”
“Dia
menembakku Hyung!! Dia tidak ada bedanya dengan Choi yang menyerang Hyukie
Hyung hingga seperti ini…”
“Kemarin aku
juga menembaknya Hae!!! Kau tidak mengerti bagaimana perasaanku begitu tahu
yang kulukai adalah yeojaku sendiri, kau tidak tahu apa yang kurasakan begitu
tahu dia CHOI kau tidak tahu Hae!!!”
Donghae
terdiam ia tahu Hyungnya sekarang dalam keadaan terluka bahkan mungkin keduanya
yang terluka baik Seorin ataupun Hyungnya apa yang mereka alami sekarang jelas
tidak ingin dialami siapapun, bahkan Donghae juga tidak berani membayangkan
jika Eunchaenya adalah Choi mungkin dia bisa gila jika yeoja yang dicintainya
adalah musuh abadi keluarganya
“Aku
membencinya Hae-ya… tapi aku juga mencintainya… dan aku tidak bisa memilih diantara
2 perasaan itu…”
“Tinggalkan
dia Hyung, jebal…” ucap Donghae dengan wajah datar
“Ani… jika aku
ingin meninggalkannya untuk apa aku menahannya meninggalkanku, aku tidak bisa
tanpanya Hae aku tidak bisa….”
“Kau ini bodoh
Hyung!!!”
Sungmin
mengangguk “Nde, aku memang bodoh… tapi kau tidak tahu apa yang kurasakan Hae,
kau tidak tahu rasanya berada diposisiku mencintai dan membenci disaat yang
sama itu menyakitkan kau tahu…”
“Kalau begitu
hentikan berhenti menyiksa dirimu sendiri… benci dia tinggalkan dia tanamkan
diotakmu dia adalah CHOI musuh abadi keluarga kita…”
“Mianhae kali
ini ijinkan aku egois, hanya kali ini saja aku mohon….” Sungmin kini memohon
pada Dongsaengnya yang mengalihkan wajah dari tatapan Sungmin wajah itu
terlihat terluka matanya pun memerah entah bisa menahan airmata sampai kapan
“Hyung,
jebal…” kali ini Donghae yang memohon “Sampai kapanpun aku tidak akan bisa
menerimanya Hyung… dan aku yakin Hyukie Hyung juga jadi berhenti meminta hal
mustahil padaku…” lanjut Donghae sebelum beranjak meninggalkan Sungmin didalam
kamar rawat Hyukie lebih baik ia keluar dan menenangkan dirinya ia terlalu
emosi saat ini bahkan ia tadi berteriak didepan Hyungnya yang paling
dihormatinya selama ini dan parahnya didepan kembarannya yang masih koma jika
Hyukie Hyung mendengarnya perdebatannya tadi dengan Sungmin pasti Hyukie akan
menangis ia tahu itu Hyukie sangat gampang menangis jika menyangkut tali
persaudaraan mereka
Seorin
mengerjap-ngerjapkan matanya ia menatap sekelilingnya ini masih dikamarnya dan
masih gelap ia menatap sekitar “Sepertinya Sungmin Oppa memang sudah pulang…”
Seorin hendak kembali beranjak tidur andai saja ia tidak mendengar suara
bentakan dari luar kamarnya
“Seperti suara
Siwon Oppa…” gumam Seorin dan segera beranjak turun dari tempat tidurnya dan
keluar kamar ia ingin melihat ada apa sampai malam-malam begini Oppanya
membentak seseorang
“Kau ingin
menentangku!!”
BUK!!!
Seorin
membulatkan matanya begitu melihat Oppanya kini menendang Mihwan yang berlutut
dilantai hingga jatuh tergeletak dilantai “Oppa!” Seorin segera menghampiri
Minhwan dan membantunya untuk duduk “Gwenchana??”
Minhwan
mengangguk walau masih sedikit terbatuk bagaimanapun tendangan Hyung tertuanya
itu sangat kuat dan ia merasakan nyeri yang amat sangat ditubuhnya sekarang,
Seorin mendongak menatap Siwon “Mwohaseyo??? Kenapa kau memukul Minhwanie???”
PLAK!!!!
Seorin terdiam
ia tidak menyangka akan mendapat tamparan dari Oppanya sendiri yang seumur
hidup tidak pernah memukulnya sekalipun “Hyung!!” pekik Minho ia tahu Siwon
tengah kesal sekarang tetapi tidak harus memukul satu-satunya yeoja dikeluarga
ini bukan
“Kau, katakan
padaku apa kau ini seorang CHOI hah!!!”
Seorin hanya
diam jika ia bisa memilih ia tidak ingin dilahirkan dikeluarga ini benar-benar
tidak ingin “Kenapa diam!!!” bentak Siwon lagi “Kau, akhiri hubunganmu dengan
LEE!!!!”
Seorin
tersentak kaget ia kembali mendongak menatap Siwon, bagaimana Siwon bisa tahu
hubungannya dengan Sungmin yang tahu hubunganya dengan Sungmin hanya Minhwan
tetapi melihat keadaan Minhwan yang dipukuli Siwon sudah jelas bukan Minhwan
yang membocorkan masalah ini, ia dan Minhwan kali ini ketahuan tengah
melindungi LEE
“Wae?? Kau
kaget aku mengetahui hubunganmu dengan LEE SUNGMIN…” Siwon hampir memukul
Seorin andai saja Minho tidak segera melindungi Noonanya itu
“Hyung!!! Kau
pikir dengan memukul Seorin Noona semuanya akan selesai!”
“Kau jangan
ikut campur Minho-ya!! Ini urusanku dengannya!”
“Dia Noonaku
urusanmu dengannya adalah urusanmu denganku!! Memang kenapa jika ia berhubungan
dengan LEE kenapa salah dimatamu! Kau tidak lelah Hyung dengan semuanya!!! Aku
lelah Hyung, jika Seorin Noona bisa bersama dengan LEE bukankah itu pertanda
bagus bah…”
BUK!!!
“Minho-ya!”
Seorin memekik kaget ketika Siwon juga memukul Minho hingga dongsaengnya ini
tersungkur dilantai
“Kau mendukung
mereka?? Kau tidak ada bedanya dengan Minhwan yang malah membantu Seorin
merahasiakan semuanya…”
Seorin
memandang Jonghun yang hanya diam saja “Jong-ah… kau yang membocorkannya eoh??”
Jonghun hanya
diam ia bahkan tidak berani membalas tatapan Seorin “Jadi benar kau… aku
merahasiakannya agar tidak ada kejadian seperti ini dan kau lihat hasil
perbuatanmu Choi Jonghun!!!” bentak Seorin pada Jonghun tetapi Siwon malah maju
dan hampir memukul Seorin andai saja Minho dan Minhwan tidak menghalangi
“Cukup
Hyung!!” bentak Minho
“Kau pukul aku
saja jangan Seorin Noona, pukul aku sampai kau puas asal ijinkan Noona dengan
Sungmin Hyung…”
“Minhwanie!!”
“Kau
benar-benar cari mati Choi Minhwan!!!” bentak Siwon
“Hyung!!!”
tahan Minho “Kau ingin membunuh kami hah!! Hanya karena masalah seperti ini,
apa salahnya berdamai susah untukmu!!” lanjut Minho “Setinggi itukah harga
dirimu hingga kata damai pun kau coret dari otakmu!”
“Nde,
memang!!! Aku tidak sudi Noonamu itu berhubungan dengan namja dari keluarga
LEE, akhiri atau akan kubuat keluarga LEE benar-benar hancur Choi Seorin!!! Ingat
itu!” Siwon beranjak meninggalkan Seorin dan ke3 Dongsaengnya yang lain
Seorin terdiam
mendengar kalimat final Oppanya yang mengancam Sungmin ia tidak tahu harus
membalas apa?? Sedangkan Minhwan dan Minho hanya diam memandang Seorin dan
Jonghun ia melangkah perlahan meninggalkan tempat itu
“Jong Hyung,
kau puas mengatakannya??” tanya Minhwan membuat langkah Jonghun terhenti “Ingat
Hyung SooHee Noona juga LEE bagaimana jika dia juga anggota keluarga LEE kau
akan menyesali apa yang kau lakukan hari ini…”
Jonghun hanya
diam ia tidak merespon, ia terlalu merasa kalut ada rasa takut dan bersalah
melihat Noona, Hyung dan Dongsaengnya dipukuli Hyung tertuanya karena ia
mengadukan apa yang ia dengar pada Siwon, Jonghun segera beranjak dari tempat
itu semakin lama ia disana semakin ia merasa bersalah pada semuanya
“Noona,
gwenchana??” tanya Minho membantu Seorin berdiri sesudahnya ia membantu Minhwan
bangkit berdiri Minhwan sejak tadi dipukuli pasti keadaannya tidak baik
sekarang “Gwenchana Minhwanie?”
“Gwenchana Hyung…”
Minhwan dan
Minho menatap punggung Seorin yang masih saja berdiri mematung dan diam mereka
mengerti saat ini adalah saat tersulit Noona mereka dihadapkan pada pilihan
dimana ia tidak ingin memilih
To be Continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar