myCatalog

Selasa, 20 Oktober 2015

Sick Enough to Die



Sick Enough to Die
Pairing                  : Lee Sungmin, Choi Seorin
Title                       : Sick Enough to Die
Leght                     : TwoShoot
Genre                   : Sad, Hurt

Author                  : Choi Seorin



2 sosok tubuh berbalut baju hitam kini tengah saling beradu dan saling memukul keduanya tampak lelah tetapi tidak ada niatan untuk mengalah sedikitpun dari mereka, bahkan mereka semakin kuat memukul jika merasa lawan masing-masing melemah atau tidak fokus
DOORRRR!!!


Salah satu dari 2 sosok itu terjatuh lemas diatas aspal ia menyentuh pundaknya yang terluka akibat tembakan seseorang dari belakangnya, ia menoleh kebelakang dengan susah payah sosok yang menembaknya sama seperti dirinya mengenakan baju hitam hanya saja wajahnya ditutup dengan masker hitam tetapi ia yakin dari bentuk tubuhnya orang itu yeoja
“Noona!”
Namja yang tergeletak itu kembali menoleh pada lawannya tadi ketika ia mendengar lawannya memangil penembaknya dengan sebutan Noona, benar dugaannya kalau penembaknya adalah seorang yeoja
“Mwohaseyo cepat kau pergi Minhwanie…”
Namja itu segera pergi menuruti perkataan sang penembak yang ia panggil Noona itu, sedangkan hanya tinggal yeoja itu dan namja yang tergeletak tidak berdaya diaspal, yeoja itu mengarahkan senapan mininya kearah namja itu hampir saja ia menarik pelatuknya andai saja tidak ada yang menghalanginya
“DONGHAE!!!”
Yeoja itu menoleh kebelakang jauh dibelakangnya ada beberapa gerombolan yang menuju kearahnya, ia kembali menatap namja yang terkapar itu “Kau beruntung LEE!!” yeoja itu menendang perut namja itu lalu beranjak pergi
“Arrrggghhhhh!!!”
Gerombolan itu segera menuju tempat namja terkapar itu begitu mendengar suara rintihan sakit namja itu “Omo, Donghae!!!” pekik salah seorang namja dari gerombolan itu dan segera menghampiri namja yang terkapar itu dan memangku sebagian tubuhnya
“Hyukie Hyung…”
“Kau tertembak, aigooo!!” namja yang dipanggil Hyukie itu melihat bahu Donghae yang sepertinya terluka dalam
“Tenanglah Hyung, kau tidak akan kehilangan saudara kembarmu ini dengan mudahnya…” ucap namja bernama Donghae sambil tersenyum berusaha menenangkan saudara kembarnya ini, iya mereka memang kembar tetapi kembar identik mereka benar-benar terlihat berbeda amat sangat berbeda
Hyukie tersenyum “Baguslah kau bertahanlah, Van kita akan segera datang…”
Donghae mengangguk ia mengalihkan pandangannya pada seorang namja yang berdiri tidak jauh darinya tengah mengamati keadaan sekitar memastikan penembak itu masih bersembunyi disini atau tidak “Sungmin Hyung…”
Namja itu menoleh “Nde Hae-ya?”
“Dia yeoja, ternyata penembak yang selama ini menembaki anggota kita yeoja…”
Namja bernama Sungmin itu menatap kaget kearah Donghae “Mwo?? Yeoja??” ia berdecak kesal dan menendang tumpukan kardus didekatnya “Damn jadi kita dikalahkan seorang yeoja! Mereka! CHOI kalian akan kubalas!!” umpat Sungmin
                                                             ~~~~~~~~~~
Sungmin turun dari mobilnya ia diantar oleh supir keluarganya dikeluarganya hanya ia yang tidak mengunakan mobil pribadi seperti kedua namdongsaengnya Lee Donghae dan Lee Hyukjae ia memutuskan diantar jemput oleh supir dari pada harus menghamburkan uang membeli mobil khusus untuk dirinya
“Sampai nanti Tuan muda…”
Sungmin hanya mengangguk malas menanggapi pesan dari supirnya ia meneruskan langkahnya sambil membenarkan jas sekolahnya dan letak tasnya tetapi langkahnya tertahan ketika ia melihat seorang yeoja tidak jauh dihadapannya
“Nuguya? Murid barukah??” tanya Sungmin pada dirinya sendiri tetapi keinginannya untuk tahu lebih lanjut tentang yeoja itu tertahan karena kedatangan 2 namdongsaengnya
“Sungmin Hyung!!”
Sungmin merasakan tubuhnya ditubruk dengan kuat oleh 2 namdongsaengnya ini “Aigoo Hae, Hyukie, kalian tidak bisa tidak tenang sehari saja…”
“Aniyo Hyung, tumben Hyung yang terlebih dahulu sampai??” tanya Hyukie pada Sungmin
“Molla supirku tadi mengebut mungkin.. bagaimana bahumu Hae? Lebih baik?”
“Sudah lebih baik Hyung, ini sudah lewat seminggu aku sudah sembuh… aku bosan dirumah terus…”
“Ya sudah ayo masuk kedalam..” ajak Sungmin sambil merangkul Donghae dan Hyukjae sedang yeoja tadi ia tengah memperhatikan sekitarnya ini sekolah barunya sekolah yang sengaja ia datangi untuk misi khusus
“Noona…”
Yeoja itu menoleh kebelakang “Minhwanie… mana Jonghun dan Minho?”
“Molla, ayo Noona kuantar kau keruang kepala sekolah…”
Yeoja itu mengangguk “Mereka…” ucap yeoja itu menggantung sehingga membuat namja yang melangkah disampingnya menoleh “LEE, kau yakin mereka ada disini?”
“Aku belum pernah bertemu mereka Noona, saat itu mereka memakai kacamata hitam lagi pula tempat itu sangat gelap aku tidak memperhatikan wajah yang berkelahi denganku Noona… tapi aku yakin mereka ada disini…”
Yeoja itu mengangguk mengerti “Aku ingin menembak sendiri 2 lagi LEE bersaudara itu!”
Namja yang berjalan berdampingan dengan yeoja ini hanya menatap yeoja ini dalam diam entah maksud pandangan matanya apa terlihat tidak mendukung keinginan yeoja ini tetapi juga tidak menolak, ia larut dalam lamunannya sendiri hingga
“SEORIN NOONA, MINHWANNIE!!!”
Yeoja itu menoleh bersamaan dengan namja disebelahnya kearah belakang dan mendapati 2 namja tinggi berlari kearah mereka “Dari mana saja kalian…” tanya yeoja yang dipanggil Seorin itu
“Tidak dari mana-mana, ayo Noona ini sudah hampir terlambat kami akan mengantarkanmu keruang kepala sekolah…” ucap namja yang sangat tinggi diantara mereka semua
“Kalian saja Minho Hyung, Minhwanie… aku harus menemui Soohee Noona… Annyeong!” namja berhidung mancung itu segera beranjak meninggalkan Seorin Minhwan dan seorang namja lagi yang bernama Minho
“Ya Jonghun-ah!!” panggil Seorin tetapi tidak ditanggapi oleh namja itu yang sudah jauh dan hampir tidak terlihat
“Aish dia benar-benar… ayo Noona Minhwanie…”
                                                             ~~~~~~~~~~
Seorin berdecak kesal sambil memandang koridor perpustakaan dihadapannya terdapat deretan rak buku yang cukup tinggi baru harikedua masukia sudah direpotkan oleh masalah tugas ini benar-benar menghambat misinya untuk menemukan keluarga LEE musuh abadi keluarganya CHOI entah sejak kapan pertentangan 2 keluarga itu dimulai yang Seorin tahu hanya satu sejak Harabojinya masih hidup mereka sudah salingberselisih satu sama lain dan semakin turun generasi perselisihan itu semakin parah mereka bukan hanya bertengkar mulut atau baku hantam bahkan berani membunuh salah satu anggota baik itu dari LEE atau CHOI selama ini keturunan keluarga CHOI selalu namja hingga muncullah Seorin penerus pertama yeoja dalam keluarga CHOI awalnya mereka mungkin akan meragukan apa seorang yeoja dapat meneruskan perselisihan seperti ini hati yeoja bukankah sangat lembut tetapi ternyata justru Seorin satu-satunya penembak jitu dalam keluarganya entah bagaimana caranya ia berlajar, Seorin adalah anak kedua dari 5 bersaudara CHOI, Choi Siwon, Choi Seorin, Choi Minho, Choi Jonghun dan Choi Minhwan
“Ckckckckck dimana buku itu…” omel Seorin ia tidak tahu kehidupan sekolah serumit ini, harus mengerjakan tugas dan mencarinya diperpustakaan bukan Seorin malas mencarinya tetapi selama ini ia HomeSchooling Oppanya Choi Siwon melarangnya ikut belajar disekolah, ia tidak mau ada yang tahu kalau keluarga CHOI memiliki keturunan seorang yeoja bukan karena malu melainkan karena Siwon takut ada yang menfaatkan yeodongsaeng satu-satunya itu, sebelum kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat 3 tahun lalu Ibunya sudah menyerahkan Seorin seutuhnya pada Siwon ia ingin Siwon menjaga dan merawat Seorin sebaik mungkin, jika bukan karena Seorin memaksa Oppanya agar dapat masuk kesekolah yang sama dengan para namdongsaeng mereka Siwon selamanya tidak akan membiarkan Seorin masuk kesekolah biasa seperti itu
Seorin menoleh kerak kanan dan rak kiri ia menatap kerak kiri atas “Aah itu dia…” pekik Seorin senang “Geundae, bagaimana caraku mengambilnya???” Salahkan tinggi tubuh Seorin yang kurang dari rata-rata sehingga ia tidak bisa menjangkau rak buku yang sebenarnya tidak begitu tinggi untuk ukuran yeoja kebanyakan
Seorin menjinjitkan kakinya untuk mengambil buku yang ia inginkan tetapi GAGAL, ia mencoba sekali lagi dan tetap GAGAL hampir ia ingin menendang rak buku itu kalau saja tidak ada tangan yang muncul dari belakang tubuhnya yang mengambil buku yang ia inginkan
“Kau ingin mengambil ini?”
Seorin menatap buku yang ia inginkan kini sudah ada dihadapannya ia mengambil buku itu lalu menatap siapa yang menolongnya dari suaranya jelas itu suara namja, dan ternyata benar yang menolongnya adalah namja bahkan namja yang amat sangat tampan “Eung kamsahamnida…”
“Nde cheonmane… kau murid baru aku baru melihatmu…”
“Nde, aku baru 2 hari masuk eung…”
“Sungmin namaku Sungmin…”
“Ah Seorin namaku Seorin, sekali lagi kamsahamnida Sungmin-shii…”
“Nde…” namja yang ternyata Sungmin itu tersenyum pada Seorin keduanya tidak menyadari kalau mereka sama-sama tidak menyebutkan marga mereka sama sekali bagaimana mereka bisa sadar jika yang mereka lakukan sekarang hanya saling melempar pandangan yang cukup sulit untuk diartikan ditambah senyum yang menghiasi bibir mereka jika tatapan mata mereka bertemu
“Eungg mian Sungmin-shii aku harus kembali kekelas, senang bertemu denganmu…” ucap Seorin sembari bangkit dari duduknya dan membungkukkan tubuhnya 90° Seorin segera beranjak meninggalkan tempatnya dan Sungmin sedari tadi duduk disudut perpustakaan untuk bercengkrama
“Seorin-shii, chamkanman…”
“Nde?” Seorin menoleh
“Bisakah besok kita bertemu lagi disini?” tanya Sungmin ragu-ragu tapi melihat reaksi Seorin yang menunduk tapi tidak lama yeoja itu menganggukkan kepalanya sebelum Seorin benar-benar meninggalkan perpustakaan keduanya sempat saling melemparkan senyum
                                                             ~~~~~~~~~~
Hari berganti menjadi minggu dan minggu berganti menjadi bulan sudah hampir sebulan semenjak perkenalan Seorin dan Sungmin yang tidak disengaja diperpustakaan entah karena apa mereka bisa menjadi dekat seperti sekarang seolah-olah memang pertemuan mereka saat itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan, Seorin yang seumur hidupnya tidak pernah berdekatan dengan namja manapun kecuali Oppa dan Namdongsaengnya Oppanya terlalu mengkhawatirkan dirinya sehingga ia tidak diperbolehkan dekat dengan namja asing Oppanya takut namja yang mendekati yeodongsaengnya berasal dari keluarga LEE dan kini tentu saja Seorin menyambut hangat saat seorang namja terlihat tulus saat mendekatinya sedang Sungmin ia memang tidak menutup diri dari yeoja manapun ia pun juga pernah memiliki kekasih hanya saja baru kali ini ia benar-benar merasa nyaman berada disamping seorang yeoja, jangan tanya apa saja yang mereka lakukan mereka terlalu banyak menghabiskan waktu bersama
Kini Sungmin dan Seorin tengah berada dikantin seperti hari-hari sebelumnya mereka menghabiskan istirahat siang bersama selalu bersama entah itu diperpustakaan ataupun dikantin atau halaman belakang sekolah atau atap sekolah Sungmin pun sudah tidak terlihat bersama dengan kedua Namdongsaengnya semenjak  mengenal Seorin dan kedua Dongsaeng Sungmin mengerti itu mereka mengerti rasanya jatuh cinta pasti Hyungnya saat ini juga merasakan hal itu jadi mereka tidak ingin mengganggu kebahagiaan Hyung mereka, berbeda dengan Namdongsaeng Seorin
“Noona sibuk dengan namja itu…” omel Jonghun sambil memakan makanannya dengan gemas “Namja itu kan juga Lee, dia Lee Sungmin…”
“Lee bukan berarti dia Lee musuh kita Hyung…” Minhwan mencoba menenangkan, walau Choi Minhwan memang anak bungsu anak terkecil dan paling muda tetapi ia lebih dewasa dari pada Hyungnya yang arogan macam Choi Jonghun, Minhwan memiliki pemikiran kedepan sama seperti Minho yang memikirkan segalanya dari sudut manapun
“Nde, Noona tercintamu itu Soohee, bukankah dia juga Lee apa kau mau Noona tercintamu itu kami tuduh Lee musuh kita?” tambah Minho
“Aish Hyung, SooHee Noona dan Lee Sungmin itu berbeda musuh kita itu namja!”
“Fine, namja! Selama ini yang kau lihat bertarung dengan kita memang namja bagaimana kalau sebenarnya SooHee adalah Yeodongsaeng namja-namja LEE itu? Sama seperti Seorin Noona dia juga yeoja dikeluarga kita…” jelas Minho dan Jonghun hanya terdiam
“Tapi aku yakin SooHee Noona bukan keluarga LEE bedebah itu…”
“Sudahlah Hyungdeul, jangan berselisih lagi Seorin Noona pasti tahu apa yang harus ia lakukan dan tidak… dia hanya dekat dengan namja itu jadi kalian tenanglah…”
Minho dan Jonghun pun akhirnya diam dan melanjutkan makan mereka yang mereka fikirkan apa Noona mereka masih ingat missinya saat Noonanya memutuskan untuk masuk kesekolah mereka, atau Noonanya sudah melupakan missi itu karena namja bernama Lee Sungmin itu
“Seorin-ah…”
Seorin mendongak ketika ia mendengar Sungmin memanggilnya”Em?”
“Ini buka mulutmu…”
Seorin tersenyum melihat Sungmin mengarahkan sendok miliknya kearah Seorin ingin menyuapinya yeoja itu pun segera membuka mulutnya “Gomawo…”
“Hari ini…”
“Nde?”
“Ikutlah denganku, aku akan meminjam mobil Hyukie untuk pergi bersamamu…” pinta Sungmin tulus sebenarnya bukan hari ini saja ia mengajak yeoja itu pergi bersamanya saat pulang sekolah tapi baginya hari ini berbeda terang saja berbeda ia ingin menyampaikan perasaannya rasanya 1 bulan cukup untuk menyakinkan dirinya kalau ia mencintai yeoja dihadapannya kini
“Mau kemana?”
“Menghabiskan hari bersamamu… jadi jangan protes jika nanti kita akan pulang larut..”
Seorin hanya mengangguk patuh mungkin karena pertemuannya dengan Sungmin juga Seorin benar-benar melupakan tujuannya saat ini mencari putra keluarga LEE yang berada satu sekolah dengannya seorang Sungmin berhasil mengalihkan dunianya dalam sesaat
“Omo, indahnya…” pekik Seorin senang kini ia tengah berada dipuncak namsan ini untuk pertama kalinya ia berada dipuncak namsan bersama seorang namja pula ia benar-benar tidak akan melupakan malam ini
Sungmin tersenyum melihat Seorin yang baru saja memekik senang, namja itu ikut memandang keluar dari jendela puncak namsan mereka berdua memutuskan untuk menonaktifkan ponsel mereka berdua agar tidak ada yang mengganggu toh sebelum mereka menonaktifkan ponsel mereka tadi, mereka sudah mengabari keluarga masing-masing bahwa mereka akan pulang malam hari ini bahkan Seorin tidak mengindahkan jam malam yang berlaku dirumahnya, ia yakin saat ia pulang nanti ia akan disidang oleh Oppanya tapi tak apa asal ia bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Sungmin itu sudah cukup sebagai resiko yang pantas ia terima
Sedang dilain tempat jauh dari namsan beberapa orang berbaju hitam tengah bersembunyi ditepi jalan kecil yang cukup sepi menanti seorang yang ingin mereka habisi malam ini juga
“Seorin-ah…”
“Nde?”
“Kau….”

“Hyung, dia datang…” ucap salah seorang beberapa namja yang bersembunyi itu
“Minhwanie, kau siap??”
“Nde Jong Hyung…”
“LEE, habis kau malam ini…” desis sinis namja yang dipanggil Jong itu dari balik masker yang ia pakai

“Bisakah kita tetap seperti ini selamanya?” tanya Sungmin yang kini memandang Seorin dalam
“Maksudmu?”
“Bolehkah aku mencintaimu??”

“Aniyo!! Ya Lee Donghae aku sedang dalam perjalanan pulang jadi jangan memintaku untuk kembali lagi ke warung kelontong itu aku lelah berjalan!” omel seorang namja pada ponselnya yang kini ia tempelkan ditelingannya “Aish.. jika kau apa-apakan Chocoku akan ku botaki Badamu…” ia masih terlalu asik dengan obrolannya bersama saudara kembarnya lewat ponsel ia bahkan tidak menyadari bahwa ia kini sudah berada diantara orang-orang yang bersembunyi tadi

“Sungmin-ah, kau…” Seorin memandang tidak percaya pada Sungmin sungguh ia tidak menyangka Sungmin akan mengatakan hal itu sekarang
“Aku sadar ini terlalu cepat tapi… aku tidak dapat berbohong pada perasaanku sendiri, aku mencintaimu aku bersungguh-sungguh…” Sungmin menjelaskan tanpa memutuskan kontak matanya dengan Seorin
“Tapi…”
“Kau tidak mencintaiku??” tanya Sungmin dengan nada sedikit kecewa
“Ani, aku, aku mencintaimu Sungmin-ah… hanya saja aku ini…” Seorin tidak dapat melanjutkan perkataannya ia tidak dapat menyampaikan pada Sungmin siapa dirinya sebenarnya, ia memang yeoja tetapi ia pernah membunuh, membunuh dengan tangannya sendiri, dia adalah penembak andalan dikeluarga CHOI bagaimana jika Sungmin tahu??? Namja ini benar-benar terlihat sangat baik jika ia tahu yang sebaenarnya namja ini pasti akan membenci Seorin

“Hae aku hampir sampai.. jadi…” langkah namja itu terhenti ketika ia melihat langkahnya dihalangi oleh beberapa namja berbaju hitam dan memakai masker, wajahnya menegang keget sesaat ia jelas kenal siapa mereka, CHOI! Ia bukan takut hanya saja ia sedang dlam keadaan tidak siap untuk bertarung, baru saja namja itu ingin berbalik untuk menghindar tetapi ia sudah terhalangi juga oleh beberapa namja berbaju hitam dan mengenakan masker dibelakangnya dan ia TERJEBAK
“LEE, mati kau!!” ucap namja yang tadi dipanggil Jong oleh namdongsaengnya namja ini berlari kearah namja yang terkepung itu, matanya terlihat berkilat marah saat ini entah apa yang membuatnya semarah ini padahal ini bukan dendam mereka ini dendam keluarga terdahulu mereka
Namja itu membanting kantung belanjaannya matanya pun tak kalah berkilat marah “Arrrgggghhh!!!” namja itu berteriak marah sebelum membalas serangan yang belum sampai padanya ia juga melempar ponselnya rasanya saat ini ia harus membalas dendam saat namdongsaengnya terluka sebulan yang lalu
“Hyung?? Hyukie Hyung???” seorang namja yang berada dikamarnya menatap ponselnya yang tiba-tiba putus setelah mendengarkan teriakan Hyungnya yang terdengar marah itu tapi sebelum itu ia mendengar satu kalimat yang membuatnya kini membulatkan matanya kaget
“LEE, mati kau!!”
“Jangan-jangan…” namja itu segera beranjak meninggalkan kamarnya ia mengambil sweaternya dan juga tongkat baseball dari lemarinya sebelum akhirnya meninggalkan rumahnya

“Asal kau juga mencintaiku, apapun rahasiamu akan kuterima…”
“Sungmin-ah…”
“Bukan hanya kau yang memiliki rahasia aku juga memilikinya, dan aku juga belum siap untuk memberitahukannya pada dirimu tapi suatu saat aku akan mengatakannya padamu percayalah padaku…”
“Kau benar-benar mencintaiku?” tanya Seorin memastikan walau sebenarnya tidak usah dipastikan ia bisa membaca dengan jelas arti tatapan mata namja dihadapannya
“Sangat, dan aku menerima apapun yang harus aku bayar untuk mendapatkanmu…” ucap Sungmin dengan tulus
Seorin tersenyum dan segera memeluk tubuh Sungmin ia ingin menyakinkan ini nyata bukan hanya khayalan semata, bahwa ia mendapatkan cinta pertamanya saat ini banyak yang bilang jika cinta pertamamu membalas cintamu maka kau akan bersama dengannya dan tidak akan terpisahkan apa itu artinya mereka akan bersama???

Tubuh namja yang diserang kini terombang ambing ia mulai sulit membalas serangan, selain ia kalah jumlah ia juga sudah terluka cukup parah jika diteruskan ia akan tamat disini saat ini juga dan ia butuh bantuan saat ini
“Wae LEE? Kau menyerah?”
Namja itu menoleh dengan nafas terengah-engah “Kau bercanda CHOI, kalian hanya bisa bermain curang menyerang kami dengan cara begini apa tidak salah?”
“Demi melenyapkan seluruh keluargamu cara kotorpun akan kulakukan…”
Namja itu tersenyum sinis “Kau yang akan kulenyapkan!” ucap namja itu ingin menyerang namja yang sedari tadi menjelek-jelekkan keluarganya
PRAK!
“Hyung!” dua suara membuat namja bermasker itu menoleh ia melihat namdongsaeng dan seorang namja LEE yang tidak jauh dari mereka datang dengan tergesah-gesah sambil membawa tongkat baseball yang memanggil dirinya serta namja yang diserangnya dan kini memandang tidak percaya pada dirinya yang baru saja menghamtam dengan kuat kepala namja LEE yang tadi menyerangnya dengan balok kayu miliknya

Sungmin melepas pelukan itu dan meraih dagu Seorin untuk mendongak menatapnya melihat wajah yeoja yang dicintainya tersenyum padanya ia pun segera meminimalisasi jaraknya dengan yeojachingunya kini hingga keduanya bisa merasakan bibir mereka saling bersentuhan dan saling mengecup lembut menyalurkan apa yang mereka rasakan meluapkan apa yang ingin mereka luapkan mereka tidak perduli dengan keadaan namsan yang masih dipenuhi pengunjung dan kini tengah memperhatikan mereka bahkan mereka tidak menyadari dibalik cinta mereka yang dalam masih ada dendam yang harus mereka tuntaskan

“Ayo kita pergi, biarkan LEE itu kita habisi dia nanti…” ucap namja bermasker itu setelah melihat namja yang ia pukul tadi tergeletak tidak berdaya diaspal
Namdongsaeng namja itu hanya bisa mengikuti ia menoleh memandang namja yang kini terdiam ditempatnya karena melihat Hyungnya tergeletak tidak berdaya mungkin sekarat ia ingat namja itu, itu adalah namja yang bertarung dengannya sebulan yang lalu ia bisa melihat wajahnya dengan jelas saat ini rasa-rasanya wajah itu familiar untuknya seperti pernah melihatnya
“Minhwannie, ayo kita kembali untuk apa kau masih disini Palli! Jika Siwon Hyung tahu kita bisa habis…” ucap namja itu dengan segera menarik namdongsaengnya meninggalkan 2 namja LEE itu
KLONTANG!
Namja yang membawa tongkat baseball itu menjatuhkan tongkatnya ia segera berlari menghampiri saudara kembarnya “Hyukie Hyung!!” namja itu segera mengangkat tubuh Hyungnya dan memeluknya “Hyung sadarlah ini aku Donghae!! Hyung!!!!” teriak Donghae

“Saranghae…” gumam Sungmin ketika ia melepas tautan bibirnya dengan Seorin ia masih menatap lembut yeojanya ditambah melihat senyum dari bibir yeojanya membuatnya ingin tetap menatap yeojanya ini
“Nado Min-ah…” balas Seorin tanpa ragu

Cahaya matahari pagi yang masuk lewat celah jendela mobilnya membuat Sungmin terbangun dari tidurnya ia menoleh kesampingnya dan mendapati yeojachingunya masih tidur dalam dekapannya ia tersenyum memandang yeojanya yang bergelung dengan jas sekolah Sungmin yeoja ini pasti kedinginan karena tidur didalam mobil kemarin malam, usai pulang dari namsan mereka masih enggan untuk berpisah mereka memutuskan untuk kebukit didekat namsan dan mengobrol dijok belakang mobil siapa sangka mereka akan tertidur didalam mobil hingga pagi
“Chagi… ireona…” panggil Sungmin dan membuat Seorin mengeliat kecil
“Oppa…”
Sungmin tersenyum “Nde, ireona ini sudah pagi…”
Seorin membuka matanya perlahan ia melihat kesekeliling ia masih didalam mobil bahkan masih berada dalam dekapan Sungmin ia tersenyum ketika tatapan matanya bertabrakan dengan mata Sungmin “Oppa…”
“Kita ketiduran, bagaimana ini? Kau pasti akan dimarahi orangtuamu Chagi…” sesal Sungmin sembari membelai surai rambut Seorin sedang yeoja itu malah mengeratkan pelukkannya pada Sungmin
“Gwenchana, kurasa aku memang pantas mendapat resiko dimarahi asal aku bisa menghabiskan waktu bersama denganmu Oppa…”
“Kau sedang merayuku eoh?”
Seorin mengangguk dalam pelukan Sungmin ia bahkan masih menguap beberapa kali sambil mengangguk “Jika kau masih mengantuk tidurlah, aku akan menemanimu Chagi…”ucap Sungmin
“Aku lapar Oppa…”
“Setelah kau bangun sepenuhnya kita pergi makan ne? Lalu aku akan mengantarkanmu pulang…”
“Nde araseo…”
Sungmin menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Seorin ia sudah hafal mati dengan rumah Seorin yang sebulan ini selalu didatanginya untuk mengantarkan yeoja itu pulang baik itu dengan mobil ataupun dengan menaiki bus atau berjalan kaki
“Lanjutkan tidurmu didalam Chagi…” pesan Sungmin pada yeojanya yang kini sudah berdiri diluar mobilnya
“Nde Oppa… kau juga hati-hati dijalan, kau juga pasti masih mengantuk… gomawo untuk sarapannya…”
“Nde cheonmane… aku pulang dulu ne?”
“Nde Oppa…” Seorin melambaikan tangannya ketika mobil Sungmin mulai melaju meninggalkan rumahnya, ia beranjak masuk kedalam rumahnya tetapi ia dikejutkan dengan keadaan pekarangan rumahnya yang kini dipenuhi oleh anggota mereka
“Kau sudah pulang?”
Seorin menoleh dan mendapati Oppanya menghampirinya “Siwon Oppa, ada apa ini?”
“Kemarin malam Jonghun menyerang salah seorang LEE entah namja itu masih hidup atau sudah mati, Oppa yakin malamini mereka akan menyerang kemarkas kita jadi Oppa mengumpulkan semuanya untuk mempersiapkan diri disini…”
“Mwo?? Kenapa Jong melakukan itu??” Seorin membulatkan matanya kaget, ia memang pernah membunuh tetapi hanya anggota mereka bukan salah satu keluarga LEE ia tidakmenyangka namdongsaengnya yang memang sedikit temperament itu bisa melakukan itu
“Molla…kau beristirahatlah setelah itu bersiap untuk nanti malam…” Siwon menepuk bahu Seorin lalu segera meninggalkan Seorin sebenarnya ada untungnya juga Jonghun kemarin malam menyerang LEE jadi Oppanya tidak punya waktu untuk mengomelinya karena tidak pulang semalam, ia pun segera beranjak masuk kedalam rumahnya
Sedang Sungmin menghentikan mobilnya diujung gang rumah Seorin ia tersenyum sambil memandang spion memastikan yeojanya sudah masuk kedalam rumahnya, Sungmin meraih ponsel dari dalam sakunya dengan segera ia mengaktifkannya dan meletakkannya diatas dasbor mobilnya baru saja ia berniat ingin kembali melajukan mobilnya dering ponselnya menahan geraknya dengan cepat ia meraih ponselnya yang berdering menandakan pesan masuk
“Omo, 10 pesan masuk dari Donghae??” Sungmin segera membuka pesan dari namdongsaengnya itu awalnya ia tersenyum tetapi senyumnya memudar ketika ia membaca dengan seksama seluruh pesan dari Donghae dan pesan terakhir yang membuat Sungmin terlihat marah
             “Hyung, eodie??”
             “Hyung, Hyukie Hyung diserang…”
             “Hyung, kau dimana aku bingung…”
             “Hyung, kami di RS…”
             “Hyung, CHOI Menyerang Hyukie Hyung hingga terluka berat…”
             “Hyung.. Hyukie Hyung koma…”
Sungmin melempar ponselnya dengan kasar kejok penumpang disampingnya ia dengan cepat melajukan mobilnya ia harus cepat-cepat sampai di RS ia tidak perduli suara decitan ban mobil yang ia kendarai membuat kebisingan dipagi hari yang terpenting adalah ia menemui kedua Dongsaengnya saat ini
“Aish, pabo kau Lee Sungmin!!!” Sungmin mengumpat dirinya sendiri andai saja ia tidak mematikan ponselnya kemarin pasti ketika DOnghae menghubunginya ia akan segera tahu dan datang bersama Seorin kesana bukannya menghabiskan malam bahagia berdua bersama dengan Seorin sementara Namdongsaengnya hampir mati dan berjuang sendirian kemarin malam ia benar-benar menyesalinya ia menyesali sikapnya yang menonaktifkan ponselnya
Sungmin memarkirkan asal mobilnya ia segera turun dari mobilnya dan berlari menuju ruang ICU yang diberitahu Donghae lewat pesan padanya, ia menemukannya ia kini melihat Donghae tengah terduduk dilantai ia menelungkupkan wajahnya diantara kedua lututnya rasanya hati Sungmin yang berbunga kemarin hancur seketika melihat Namdongsaengnya seperti ini ia benar-benar merasa menjadi Hyung yang gagal bagi kedua Dongsaengnya
“Donghae-ya…”
Donghae mendongak ia menatap Sungmin dengan tatapan hampa, ia terlihat kacau dan berantakan matanya bahkan memerah dan terlihat membengkak sudah berapa lama ia menangis???
“Sungmin Hyung…” gumam Donghae lemah ia bahkan sudah sulit mengatakan hal lain yang ia fikirkan hanya Hyukie saudara kembarnya yang kini terbaring koma didalam sana ia yakin hantaman dikepala Hyukie yang menyebabkan saudaranya kini terbaring koma
“Bagaimana dengan Hyukie??” tanya Sungmin segera berjongkok disamping Donghae menghadap Donghae “Mianhae Hyung tidak ada disaat kau membutuhkanku…” ujar Sungmin benar-benar menyesal ia benar-benar tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini
“Aniyo Hyung, ini salahku… andai aku tidak menyuruh Hyukie Hyung keluar membeli makanan keinginanku pasti ini tidak akan terjadi…” balas Donghae sambil menunduk dan suara berat yang serak bisa Sungmin pastikan kini namja itu menangis lagi
“Donghae-ya…”
“Aku yang mendorongnya kelubang maut Hyung, andai aku tidak memaksanya pergi malam itu!!!” Donghae mulai menjerit histeris “Ini salahku Hyung!!!” bahkan kini namja tampan itu memukul kepalanya sendiri dengan kesal
“Donghae!!” teriak Sungmin sembari menahan tangan Donghae yang masih memukul dengan keras “YA! LEE DONGHAE!!!” maki Sungmin dan berhasil Donghae diam ia hanya masih terisak pelan
“Hyukie akan baik-baik saja…”
“Hyukie Hyung, mengalami luka memar yang cukup parah Hyung, bahkan ada gumpalan darah di kepalanya karena pukulan kemarin, dan sekarang dokter mengatakan ia koma dan entah kapan akan sadar kembali, Hyukie Hyung tidak baik-baik saja Hyung..”
Sungmin terdiam ia mendengar dengar cermat apa yang Donghae katakan tentang Hyukie, ia memejamkan matanya menahan kemarahan dari dalam dirinya ia benar-benar mengutuk keluarga CHOI berani-beraninya mereka menyerang Hyukie ketika ia sedang sendirian
“CHOI!!!” pekik Sungmin meluapkan amarahnya ia berjanji akan membalas segalanya karena mereka berani melukai kedua Namdongsaengnya
“Kita serang mereka malam ini Hyung..” ucap Donghae penuh amarah
“Aniyo mereka pasti tahu kita akan menyerang malam ini juga dan mereka pasti sudah memiliki rencana… tidak hari ini Donghae-ya bukan hari ini…”
                                                             ~~~~~~~~~~~
Minhwan menghabiskan istirahat siangnya hari ini untuk membaca buku dibangku taman tepi lapangan yang ditumbuhi pohon yang cukup rindang ia sedikit mengantuk memang karena kemarin semalam ia tidak tidur perkiraan Hyungnya meleset tidak ada satupun LEE yang datang menuntut balas atas apa yang diperbuat Jonghun Hyung pada mereka sedikit aneh memang tetapi ia tidak ingin ambil pusing, kedua Hyungnya yang lain mungkin kini sedang ada dikelas atau ada diperpustakaan untuk tidur tapi sayang Minhwan bukan tipe orang yang akan membiarkan orang lain memergokinya tertidur baik itu dikelas ataupun perpustakaan ia lebih baik membaca sambil menahan kantuk dari pada harus mengobral wajah imutnya ketika tertidur, Minhwan mengalihkan perhatiannya kearah kantin bosan rasanya menatap tulisan didalam buku yang ukurannya kecil hanya menambah kadar mengantuknya saja
“Noona…” gumam Minhwan ketika ia melihat Seorin berjalan bersama dengan Lee Sungmin menuju kantin ia kemarin malam baru mendengar cerita dari Noonanya itu kalau mereka baru saja menjadi sepasang kekasih Ia turut senang dengan kebahagiaan Noonanya ia kasihan juga melihat Noonanya yang hanya menghabiskan waktunya hanya dirumah selama ini dan begitu mengenal sosok Lee Sungmin Noonanya memang terlihat lebih ceria dari biasanya
Senyum tersungging dari bibir Minhwan ketika melihat Noona kesayangannya itu tertawa bersama dengan Lee Sungmin dan seorang namja lagi dikantin, eh?? Tunggu!! Senyum Minhwan sedikit memudar ketika melihat namja yang bersama dengan Noonanya dan namjachingunya, Minhwan menajamkan matanya dan berharap ia salah melihat tetapi sayangnya matanya terlalu bagus untuk salah melihat apalagi mengenali orang
“Namja itu…” Minhwan mengingat ketika malam pemukulan itu ketika melihat wajah shock namja yang membawa tongkat baseball mungkin bermaksud menolong Hyungnya yang dipukul telak oleh Jonghun saat itu , Minhwan menutup matanya mencoba membayangkan dengan benar ia tidak boleh salah argument untuk kali ini walaupun selama ini ia tidak pernah salah beragument ia mencoba membandingkan namja dimalam itu dan namja yang kini bersama dengan Noonanya dan Lee Sungmin “Dia LEE…” Minhwan segera membuka kedua matanya dan menatap kearah Noonanya, benar ini tidak salah lagi namja itu benar-benar anggota keluarga LEE musuh keluarga mereka kenapa namja itu bisa bersama dengan Noonanya dan Sungmin?? Apa Noonanya memang sudah menemukan putra keluarga LEE dan ini bagian rencananya??
Minhwan segera meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Noonanya itu ia harap Noonanya segera membalasnya
                “Noona, kau bersama Sungmin Hyung ne?? siapa namja yang bersama kalian itu? Awas Sungmin Hyung akan cemburu jika kau dekat dengan namja lain…”
Minhwan menatap Noonanya lagi dari kejauhan ia bisa melihat Noonanya kini tersenyum sambil membalas pesannya ia harap jawabannya memuaskannya bukan membuatnya makin olahraga jantung ia tidak ingin pemikiran konyol yang baru saja ia fikirkan jadi kenyataan
Drrrt drrrt drrrrt
Minhwa menatap ponselnya ketika ia menerima balasan dari Noonanya, ia menghembuskan nafasnya sebelum membaca pesan tersebut bahkan ia menghembuskan nafasnya dengan susah payah, ia mengangguk sekali sebelum membaca pesan itu
             “Aniyo, dia Donghae NamDongsaeng Sungmin Oppa…”
Mata Minhwan kini benar-benar membulat kaget ia membaca pesan itu berulang-ulang ia berharap ia salah baca atau pesan yang masuk salah dan beberapa menit kemudian akan ada pesan baru dari Seorin yang mengatakan kalau yeoja itu salah mengirim pesan tetapi keinginannya tidak menjadi kenyataan sama sekali, ia kini memandang kearah Noonanya
“Noona, kau sudah menemukan mereka sejak awal…” lirih Minhwan “Tapi, jika kau mencintainya bagaimana kau bisa melawan mereka…” lanjut Minhwan kini segalanya benar-benar sulit bagaimana ini??? Apa ia harus memberitahukan pada Noonanya bahwa Lee Sungmin itu adalah LEE musuh keluarga mereka? Tapi bagaimana dengan perasaan Noonanya???
Seorin menarik kokang pistolnya memastikan keadaan pistolnya baik dan tidak macet ia mengeluarkan slot peluru menghitung jumlah peluru yang tersisa dalam pistolnya, ia ingat betul pistol ini ia pakai kurang lebih sebulan yang lalu saat menembak salah seorang LEE yang bertarung dengan namdongsaengnya, jika tidak terpaksa ia tidak akan menembak namja itu kalau saja ia tidak bertarung dengan Minhwan Seorin pasti tidak akan melukai salah satu anggota keluarga LEE ia lebih memilih melenyapkan anggota mereka saja
“Masih banyak…” Seorin memasukkan kembali slot peluru kedalam tempatnya lalu segera menyimpan pistol miliknya kedalam laci ia melangkah menuju tempat tidurnya dan segera duduk ditepi tempat tidur ia menerawang memikirkan jika suatu saat nanti Sungmin tahu siapa dirinya?? Apa Sungmin masih mencintainya??
TOK TOK TOK
Seorin menoleh kearah pintu kamarnya “Nuguya?”
“Ini aku Noona…”
Seorin tersenyum lalu segera menghampiri pintu kamarnya dan membukanya “Minhwanie, kau belum tidur?”
“Boleh aku masuk Noona?” tanya Minhwan, Seorin bisa melihat wajah dongsaengnya ini tengah kalut apa dia sedang ada masalah?? Tapi masalah apa?
“Keure.. masuklah…” Seorin segera memberi jalan agar Minhwan bisa masuk kedalam kamarnya dan setelah Minhwan masuk Seorin segera menutup pintu kamarnya “Waeyo Minhwanie?? Kau sepertinya sedang ada masalah…”
“Aniyo… aku hanya lelah…” jawab Minhwan sembari duduk ditepi tempat tidur Seorin “Sampai kapan kita seperti ini Noona…” tanya Minhwan dengan wajah lelah
“Maksudmu?” Seorin tidak mengerti arah pembicaraan Minhwan saat ini baru kali ini ia melihat Minhwan mengeluh seperti ini
“Aku lelah Noona, aku lelah seperti ini dengan hidup seperti ini, menyerang dan diserang hanya itu yang kita lakukan… aku bahkan tidak berani mencintai gadis manapun hanya karena aku takut mereka anggota keluarga LEE aku takut menyakitinya Noona… aku lelah hidup seperti ini…” Minhwan mengeluarkan keluhannya yang selama ini ia simpan bahkan ia sampai menyembunyikan wajahnya diatas bantal milik Seorin pasti namja itu sudah menangis Seorin mengerti rasa lelah Minhwan karena ia pun juga merasakannya apa lagi sekarang setelah dirinya memiliki namja yang ia cintai ia benar-benar berfikir unutk berhenti dari semua ini ia ingin mengakhirinya saja tapi bagaimana caranya??? LEE dan CHOI entah bagaimana caranya agar 2 keluarga ini bisa berdamai
“Minhwanie…”
“Noona….” Potong Minhwan “Bagaimana jika Sungmin Hyung adalah LEE…”
Seorin terdiam, jantungnya berdebar dengan kuat bahkan ia hampir susah bernafas hanya kerena ucapan dari Minhwan, ‘Bagaimana jika Sungmin Hyung adalah LEE’ membayangkan jika namja yang dicintainya adalah LEE bagaimana mungkin Seorin sama sekali tidak mengharapkan hal itu yang terjadi Sungmin adalah Sungmin dan Sungmin bukan LEE musuh dari keluarganya itu tidak mungkin!
“Kau bicara apa Minhwanie… Sungmin bukan LEE musuh kita…”
“Aku hanya bertanya Noona, jika dia LEE bagaimana?” Minhwan kini mendongak menatap Seorin dihadapannya “Kau akan meleyapkannya juga, atau kau tetap mencintainya Noona?”
Seorin terdiam ia tidak tahu harus menjawab apa saat ini “A, aku…”
BRAK!
“Noona, Minhwanie!!!”
Seorin dan Minhwan menoleh kearah pintu yang dibuka dengan tiba-tiba “Jong-ah dimana sopan santunmu…” omel Seorin
“Mianhae, tapi ini darurat Markas kita diserang!!”
“Mwo!!!” Seorin dan Minhwan berjengit kaget Seorin segera meraih pistol dilacinya lalu mengambil baju hitamnya dalam lemari “Tunggu aku dibawah Jong-ah…”
“Nde…” Jonghun segera beranjak meninggalkan kamar Seorin sedang Minhwan masih didalam kamar Seorin
“Noona, kau akan melawan lagi?”
Seorin menghentikan kegiatannya “Sudahlah Minhwannie cepat kau tukar bajumu dan kita segera kemarkas…” ucap Seorin tegas dan segera meninggalkan kamarnya dan Minhwan yang masih ada terdiam didalam sana
Sungmin memukul beberapa orang didepannya dengan tongkat ditangannya ia tidak perduli orang yang dipukul itu mengerang kesakitan, yang ia fikirkan adalah membalas apa yang orang-orang itu lakukan pada Hyukie yang kini masih terbaring diRS ia bahkan tidak punya muka untuk meminta maaf didepan makam orangtuanya dan menemui Ahn Nisa yeojachingu adiknya untuk meminta maaf, karena kelalaiannya Hyukie jadi seperti sekarang dan kini saatnya membalas apa yang mereka lakukan
“Hyung!” panggil Donghae ketika punggungnya bertabrakan dengan punggung Sungmin sekarang mereka saling membelakangi dan saling bersandar “Aku rasa keluarga CHOI sudah tiba…” ucap Donghae
Sungmin melirik dari balik kacamata hitamnya kearah mobl van hitam milik keluarga CHOI, ia mengeluarkan senyum sinisnya “Kau jelas tahu apa yang harus kau lakukan Hae.. jangan permalukan nama keluarga LEE…” ucap Sungmin
Donghae menyambutnya dengan senyuman sinisnya “Sudah dari tadi aku menunggumu mengatakannya Hyung!!” usai mengatakan kalimat itu Donghae segera menerjang beberapa orang dihdapannya dan memukulnya dengan bringas begitupula Sungmin yang kembali menghajar orang-orang yang menyerangnya baginya yang menguasai matrial art ini bukan apa-apa
Siwon menatap marah keadaan markas mereka yang berantakan bahkan banyak anggota mereka yang bergeletakan menahan sakit ditubuhnya “Mereka menjebak kita ternyata…” geram Siwon
“Hyung, apa yang harus kita lakukan?” tanya Minho bingung
“Ya apa lagi, jelas melawan mereka….” Siwon melempar pistol untuk Seorin “Cadangan untukmu… habisi siapa saja termasuk anggota keluarga LEE jika kau melihatnya kau mengerti…”
Seorin mengangguk patuh sedangkan 4 saudaranya segera meninggalkannya Seorin menatap sekeliling ia harus bersembunyi agar bisa membidik dengan benar Seorin segera melangkah meninggalkan tempatnya sedari tadi berdiri tanpa ia sadari sedari tadi Sungmin memperhatikannya walaupun namja itu sedang membalas serangan dari beberapa orang
“Dia yeoja itu, kau yang pertama akan kuhabisi CHOI!” batin Sungmin menatap benci Seorin tanpa dia tahu kalau dibalik masker itu adalah wajah yeojachingunya
Seorin mengamati perkelahian dari atas atap gedung ia bahkan juga melihat Oppa dan ke3 Dongsaengnya sudah bergabung diarena pertarungan Minhwan terlihat mendapat pukulan beberapa kali dari lawan Seorin mengerutkan keningnya apa obrolan mereka tadi masih difikirkan oleh Minhwan hingga ia tidak fokus??
Seorin menggelengkan kepalanya ia harus fokus Minhwan pasti bisa mengatasinya, dan kini tugasnya adalah menembak yang ia rasa adalah keturunan keluarga LEE dari atas sini, Seorin menarik kokang pistolnya dan mengarahkannya kearena perkelahian dibawah sana ia sudah memicingkan matanya untuk fokus pada sasarannya, baru saja ia ingin menarik pelatuk pistolnya untuk menembak sasaran tetapi ia baru menyadari sesuatu ia tersentak kaget
“Tunggu, namja itu… sepertinya aku pernah melihatnya…” gumam Seorin semakin memicingkan matanya berharap wajah namja yang ia curigai itu terlihat dengan jelas saat ini tetapi nihil jarak yang cukup jauh membuat Seorin tidak jelas melihat wajah namja yang ia curigai “Siapapun dia lebih baik kutuntaskan tugasku…” putus Seorin dan kembali mengarahkan pistolnya kearah namja itu hanya tinggal menarik pelatuk saja andai tidak ada tangan yang tiba-tiba menarik pistol milik Seorin dari tangannya dan membuat Seorin tersentak kaget
“OMO!” pekiknya tertahan ia segera menoleh kebelakang dan mendapati seorang namja yang wajahnya tersamarkan oleh cahaya bulan yang terhalang gedung sebelah tengah berdiri dibelakangnya dan memainkan pistol miliknya ditangannya
“Kau ingin pistol ini??” namja itu bersuara
DEG!!
Seorin tersentak suara ini, Seorin kenal suara ini kata-kata Minhwan langsung terlintas dengan cepat diotaknya ‘Bagaimana jika Sungmin Hyung adalah LEE’ Suara ini benar-benar mirip dengan suara Sungmin, namja itu melangkah selangkah memasuki cahaya yang tidak terhalangi gedung disebelah atap gedung tempat mereka berada “Ambilah jika kau bisa CHOI!!” ejek namja itu kembali melangkah lagi dan membuat tubuhnya dengan sempurna terkena cahaya bulan sehingga membuat Seorin melihat sebagian wajahnya yang tertutup kacamata hitam
Namja itu mengarahkan pistolnya kearah Seorin “Kau yang menembak Namdongsaengku sebulan yang lalu bukan, sekarang aku yang akan menembakmu anggap ini impas CHOI!”
DEG DEG DEG DEG
Seorin hanya bisa terdiam menatap namja dihadapannya wajah itu suara itu Seorin hanya berharap namja itu tidak membuka kacamatanya yang hanya membuat Seorin merasa yakin kalau namja dihadapannya ini adalah…
“SUNGMIN HYUNG!!!”
Seorin dan namja itu menoleh kebelakang “Donghae…”
SRAK!
Tubuh Seorin terjatuh dengan sendirinya membuat namja itu menoleh kearahnya dan kembali mengacungkan pistol kearahnya, Seorin menatap kearah namja itu ia masih berharap telinganya salah ia berharap matanya pun rabun saat ini hanya wajah yang ia lihat mata namja itu masih tertutup kacamata ia yakin mata mereka berbeda ia masih berharap dari segala kemiripan yang namja ini miliki mata mereka tidak sama hanya itu yang ia harapkan
“Hyung!”
Seorin memandang namja yang kini berdiri disamping namja yang mengacungkan pistol padanya dan namja itu tidak menggunakan kacamatanya wajah itu wajah namja itu berhasil membuat Seorin meneteskan airmatanya matanya bahkan membulat tidak percaya
“Waeyo Lee Donghae kau tahu bukan aku sedang membuat perhitungan dengan yeoja yang menembakmu!”
“Hyung, lain kali saja polisi datang!”
Namja itu berdecak sebal ia melempar pistol Seorin kearah Seorin setelah sebelumnya ia mengerluarkan semua isi peluru pistol Seorin namja itu mendekati Seorin sedikit menunduk untuk menatap Seorin sekilas ia senang melihat yeoja itu menangis mungkin menangis ketakutan, ia kembali berdiri tegak dan membuka kacamatanya “Kau selamat kali ini CHOI!” ia menatap Seorin tajam sebelum beranjak pergi bersama namja satunya meninggalkan Seorin yang kini meremas celananya ia melihat mata namja itu mata yang sama dengan orang yang sangat dicintainya
“Sungmin Oppa…” gumamnya “Dia LEE…” ucap Seorin lirih ia membuka masker yang menutupi wajahnya ia menarik nafasnya dengan susah bahkan ia memukul pelan dadanya saat ini ia merasakan sesak yang luar biasa rasanya benar-benar sakit “Ani… aniya..” ucap Seorin berkali-kali lama kelamaan yeoja itu mulai terisak begitu ia menyadari kalau selama ini yang ia cintai adalah orang yang harus ia lenyapkan bahkan musuh keluarganya
                                                             ~~~~~~~~~~
Sungmin mendesah pelan sambil menghembuskan nafas hari ini ia tidak masuk sekolah ia harus menjaga Hyukie diRS dokter berkata keadaan Hyukie sudah membaik dan ia jelas ingin melihat Namdongsaengnya ini sadar dengan mata kepalanya sendiri, ia menatap layar ponselnya untuk yang kesekian kali sejak ia mengirim pesan untuk Seorin tadi pagi hingga siang ini yeojanya belum membalas satupun pesannya bahkan sejak kemarin malam setelah ia pulang dari menyerang markas keluarga CHOI ia segera mengirimi yeojachingunya itu pesan tapi sama sekali belum dibalas, ia bingung ada apa dengan yeojanya itu kenapa tidak mengabarinya???
“Huft Seorin-ah…”
“Waeyo Hyung?”
Sungmin menoleh ketika mendengar suara Donghae dari sebelah kanannya ternyata terlalu memikirkan Seorin membuat ia lupa akan sekitar “Aniyo hanya memikirkan Seorin…”
“Kenapa dengan Seorin?”
Sungmin kembali menatap ponselnya “Ia tidak mengabariku sejak kemarin malam…”
“Sudah kau coba untuk menelfonnya…” tanya Donghae
Sungmin menggeleng “Aku hanya takut ia sedang sibuk dan tidak ingin kuganggu…”
Donghae menepuk pundak Sungmin “Telfon dia Hyung dari pada kau seperti orang tidak waras sedari tadi…”
“Ck! Kau meledekku eoh??” Sungmin bangkit dari duduknya “Baiklah aku akan menghubunginya…” Sungmin melangkah meninggalkan Donghae dan Donghae hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Hyungnya yang payah itu
Sungmin menghubungi Seorin setelah ia berada cukup jauh dari Donghae ia bersandar di dinding koridor RS ia berharap Seorin segera menerima panggilannya, sedangkan didalam kamarnya Seorin tengah menatap ponselnya yang berdering jika hanya tidak membalas pesan Sungmin ia sanggup tapi jika tidak menerima panggilannya rasanya ia tidak tega
“Nde Oppa?” sahutnya setelah mengatur suara agar tidak terdengar seperti orang habis menangis
Senyum terukir diwajah Sungmin “Apa saja yang kau lakukan hari ini Chagi?”
“………………..”
“Chagi-ya??”
“Ah, eng… aku hanya tidur Oppa…” jawab Seorin asal ia tidak tidur jelas bahkan sejak kemarin malam ia tidak bisa tidur
“Kau tidak sekolah?”
“Aniyo…”
“Kau sakit?? Perlu kujenguk?” Sungmin sedikit panik begitu tahu Seorin tidak masuk juga hari ini
“Aniyo, tidak usah aku hanya flu saja… lagipula kau tidak masuk aku malas masuk jika kau tidak masuk Oppa…” tahan Seorin, ia tidak bisa membayangkan jika Oppanya tahu seorang LEE masuk kedalam rumahnya menjenguk yeodongsaengnya bahkan yeodongsaengnya adalah yeojachingu seorang LEE Seorin tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi
Sungmin tersenyum “Kau merayuku eoh?” ledek Sungmin
“Aniya…” mau tidak mau Seorin tersenyum mendengar ejekan Sungmin padanya baginya itu jauh lebih baik daripada kata-kata tajam Sungmin kemarin malam
Hening
“Oppa…”
“Ehm?”
“Kau bilang kau mencintaiku bukan?”
“Keure… waeyo?”
“Siapapun, apapun dan darimanapun diriku kau akan tetap mencintaiku?” tanya Seorin sebenarnya sedikit ragu dengan pertanyaannya
“Keure… walaupun kita tidak bisa bersatu atau apapun itu tapi aku akan tetap mencintaimu…” jawab Sungmin tanpa berfikir ia segera menjawab apa yang terlintas diotaknya
“Jeongmal?”
“Nde! Waeyo?? Kau meragukanku eoh?” Sungmin mulai mengeluarkan nada manja dengan suaranya
“Ani aku tidak meragukan…. Kalau begitu apa besok kau masuk Oppa?”
“Keure aku masuk aku rindu padamu, besok kau harus menghabiskan waktumu bersamaku ne?”
Seorin tersenyum “Nde Oppa, aku juga merindukanmu…”
“Baiklah, kau beristirahatlah agar besok kau bisa sekolah… jangan lupa makan dan minum obat ne??”
“Nde Oppa…”
“Annyeong, saranghae Seorin-ah…”
“Annyeong, nado Oppa…”
Sungmin yang terlebih dahulu memutuskan sambungan telfon ia menatap ponselnya sesaat ia mengingat-ingat kembali pertanyaan Seorin padanya ia merasa ada yang aneh dengan yeojanya tetapi ia tidak ingin ambil pusing nanti juga Seorin akan menceritakan padanya jika saatnya tepat
Seorin menatap ponselnya lalu melemparnya pelan keujung tempat tidur baru saja ia berniat untuk berbaring andai saja pintu kamarnya tidak terbuka “Noona…”
“Minhwannie?”
Minhwan masuk kedalam dengan perlahan setelah menutup pintu kamar “Gwenchana?”
“Aku baik-baik saja dan memang selalu baik-baik saja… aku hanya sedikit flu Minhwannie..”
“Kotjimal…” Minhwan menatap dengan tatapan menuntut ia tahu dengan jelas Noonya tengah berbohong ia kenal Noonanya dengan baik
Seorin tersenyum miris “Kau masih ingat pertanyaanmu kemarin?”
“Pertanyaanku?”
Seorin mengangguk “Bagaimana jika Sungmin Oppa adalah LEE….”
Minhwan terdiam ia tahu pasti kini Noonanya sudah tahu yang sebenarnya jika bukan itu masalahnya kenapa sejak kemarin saat pulang Noonanya terlihat muram hingga sekarang dan mendengar ucapan Noonanya sekarang ia yakin Noonanya sudah tahu yang sebenarnya
“Jika dia LEE Noona tidak bisa berbuat apa-apa… Noona hanya bisa mencintainya mungkin meninggalkannya sebelum dia tahu siapa Noona yang sebenarnya…”
“Noona…”
Seorin kembali tersenyum miris “Aku mencintainya Minhwannie, sangat mencintainya…” Seorin mulai terisak dihadapan Minhwan “Kenapa dia harus LEE kenapa harus dia???” Seorin kembali memukul dadanya jika ingat kenyataan bahwa Sungminya adalah LEE dadanya benar-benar sesak sangat sesak bahkan membuatnya benar-benar sulit bernafas
“Noona…”
“Lalu kau..” Seorin mendongak menatap Minhwan “Apa kau tetap mendukungku mencintainya?”
Minhwan tersenyum “Aku mendukung siapapun yang Noona cintai… aku selalu mendukung Noona…” Minhwan menghela nafas “Walaupun namja itu LEE sekalipun, jika kalian saling mencintai aku yakin kalian bisa melewatinya…” ucap Minhwan menangkan Seorin ia tahu Noonanya saat ini sedang galau dan tidak tahu harus berbuat apa? Mencintai seseorang yang bukan seharusnya dicintai bukankah pilihan yang sulit untuk dijalani
“Sejak kapan kau tahu kalau Sungmin Oppa itu keluarga LEE?” tanya Seorin yang kini sduah lebih tenang
“Saat malam penyerangan Jong Hyung pada salah satu keluarga LEE aku melihat Lee Donghae, dan esoknya aku melihat namja itu bersama dengan kau dan Sungmin Hyung maka dari itu aku mengirimkan pesan bertanya padamu siapa namja itu dan jawabanmu membuatku cukup kaget ternyata kau selama ini bersama dengan keluarga LEE Noona….”
Seorin terdiam dan menunduk sedang Minhwan segera menepuk punggung tangan Seorin “Tenang Noona, semuanya akan baik-baik saja… aku akan merahasiakan semuanya dari Siwon Hyung sampai kalian menemukan jalan keluarnya…”
Seorin hanya mengangguk ia beruntung mempunyai Namdongsaeng seperti Minhwan yang dewasa dan paling mengerti dirinya tanpa keduanya sadari dibalik pintu ada yang menguping pembicaraan mereka
“Minhwanie, Noona… kalian ingin melindungi LEE eoh?? Bahkan ternyata benar kalau Lee Sungmin itu adalah LEE kalian lihat saja akan kukatakan yang kudengar pada Siwon Hyung dan Minho Hyung…”
Donghae menutup bukunya, ia memandang kesosok saudara kembarnya yang masih terbaring koma ditempat tidurnya Donghae bangkit dari duduknya dan merenggangkan ototnya cukup lama ia duduk sambil membaca buku cara terampuh yang ia tahu untuk mengusir kantuk ketika menunggu, ia menoleh kesofa belakang dan mendapati Ahn Nisa yeojachingu Hyukie tertidur mungkin yeoja itu lelah semenjak ia mengabarkan keadaan Hyukie pada Nisa yeoja itu selalu datang setiap hari setelah pulang dari sekolah dan akan pulang setelah larut padahal esoknya yeoja itu masih harus bersekolah, mungkin yang namanya cinta memang terlalu membuat orang dapat bertingkah layaknya manusia bodoh
CLEK!
Donghae mengalihkan matanya menuju pintu kamar yang terbuka dan terlihat seorang yeoja masuk kedalam setelah melempar senyum pada Donghae dan tentu saja segera dibalas oleh Donghae yang sekaligus mengulurkan jemarinya kearah yeoja itu “Akhirnya kau datang juga Eunchae-ya…”
Yeoja itu meraih uluran tangan Donghae dan menggenggamnya “Mianhae, tadi aku ada tugas Hae, aku harus menyelesaikannya terlebih dahulu…” yeoja bernama Eunchae menoleh kearah sofa dan mendapati seorang yeoja tertidur “Nisa tertidur?? Aigoo pasti dia kelelahan…” ucap Eunchae prihatin
“Nde, ia datang sudah sejak tadi dan tidak beranjak sama sekali hingga aku sadar dia sudah tertidur disofa…” Donghae menatap Hyukie lalu kembali menatap Eunchae “Jika aku yang terbaring disana apa kau juga akan melakukan yang Nisa lakukan untuk Hyukie Hyung?”
“Kau bicara apa LEE DONGHAE! Aku tidak suka kau berbicara seperti itu…”
“Aigoo mianhae… sebaiknya kau temani aku kekantin ne? kita tinggalkan Hyukie dan Nisa biarkan mereka bisa beristirahat…”
“Nde, Kajja…” Eunchae menarik Donghae keluar dari kamar Hyukie dan dengan senang hati Donghae mengikuti kemanapun yeojachingunya menariknya
“Sungmin Oppa tidak datang?” tanya Eunchae ketika sudah berada dikoridor bersama Donghae
“Sungmin Hyung hari ini sekolah ia sudah rindu dengan yeojachingunya setengah mati, jadi hari ini aku yang akan full menjaga Hyukie Hyung, kurasa Sungmin Hyung kini tengah bersama dengan yeojanya…”
“Suatu saat Sungmin Oppa harus mengenalkan yeojanya padaku dan Nisa…”
Donghae menjawil hidung Eunchae “Itu sudah pasti, hanya tinggal menunggu Sungmin Hyung menceritakan siapa sebenarnya kami pada yeoja itu…”
Eunchae hanya mengangguk mengerti karena dulu ketika ia menjadi yeojachingu Donghae ia pun sama sekali tidak tahu siapa Donghae yang sebenarnya begitu tahu Eunchae sempat shock dan cukup menjauhi Donghae karena takut Donghae bisa saja berlaku kasar padanya mengingat dunia Donghae selama ini tetapi buktinya mengatakan yang sebaliknya Donghae sangat baik padanya sama seperti Hyukie pada Nisa keduanya sama dan Eunchae yakin Sungmin pun juga akan melakukan hal yang sama dengan yeojachingunya hanya tinggal menunggu kapan Sungmin berani mengungkapkan kebenarannya pada yeoja itu
Sungmin tengah menatap Seorin yang kini menyantap makanan dengan lahap “Kau lapar Chagi?” tanya Sungmin bingung
“Eung… aniyo…”
“Lalu kenapa kau makan banyak sekali?”
“Aku hanya sedang ingin makan banyak kemarin malam aku kurang makan enak…” Seorin mendongak menatap Sungmin dan tepat memandang mata Sungmin mata yang kini memandangnya lembut padahal mata itu kemarin memandangnya penuh kebencian, bahkan suara Sungmin kini terdengar lembut ditelinganya sangat berbeda dengan suara Sungmin kemarin malam yang dipenuhi kesinisan
“Wae? Kenapa memandangku seperti itu?” tanya Sungmin lagi, ia benar-benar bingung dengan tingkah yeojanya hari ini mereka hampir jarang melakukan kontak mata sedari tadi bahkan Seorin lebih banyak diam hari ini belum lagi tatapan mata barusan terlihat menyiratkan kalau yeoja itu tengah terluka, apa dirinya menyakiti Seorin???
“Ani, hanya saja aku suka matamu Oppa… meneduhkan…” Seorin tersenyum “Dan menyakitkan disaat yang besamaan Oppa…” lanjut Seorin dalam hatinya
“Wah kau benar-benar suka merayuku…”
Seorin menunduk menatap makanannya lagi dengan malas ia sebenarnya sudah tidak berselera makan tapi agar Sungmin tidak mencurigai sikap anehnya Seorin terpaksa bersikap seolah-olah ia tengah kelaparan “Oppa…”
“Nde?”
“Bisakah kita habiskan waktu bersama lagi hari ini…”
“Keure… jangankan hari ini besok lusa minggu depan bulan depan ataupun setiap haripun aku bersedia…” jawab Sungmin membuat Seorin yang mendengarkannya merasakan sakit yang amat sangat direlung hatinya ia hanya takut cinta dari Sungmin yang besar itu berubah jadi kebencian yang tidak kalah besar jika namja itu tahu dirinya adalah seorang CHOI
“Kita pergi sekarang bagaimana?”
“Mwo??” Sungmin membulatkan matanya kaget “Sekarang??”
“Nde, lebih lama lebih bagus…”
Sungmin terlihat berfikir nanti malam akan ada misi yang akan ia dan Donghae jalankan untuk kembali menyerang keluarga CHOI pertikaian kemarin belum bisa disebut berakhir mereka menghentikan segalanya hanya karena kedatangan polisi, Sungmin menoleh menatap Seorin lalu mengangguk “Baiklah… hanya saja kali ini kita tidak boleh sampai tertidur lagi hingga pagi didalam mobil…”
“Nde aro…” Seorin memaksakan dirinya untuk tersenyum ia tidak boleh memikirkan masalah CHOI dan LEE sekarang hanya akan merusak moodnya yang harus terlintas diotaknya hanya SEORIN dan SUNGMIN tanpa embel-embel CHOI dan LEE, ia harus melupakan perselisihan keluarga ini seperti biasa ia bersama Sungmin sebelum ia mengetahui Sungmin adalah LEE
“Omo kyeopta!!” pekik Seorin senang ketika ia melihat boneka teddy bear yang berada ditoko boneka diLotte Land
“Kau mau?”
“Ani aku tidak suka boneka aku hanya suka melihatnya saja…” Seorin kembali meraih jemari Sungmin “Kajja Oppa…”
Sungmin hanya mengikuti kemanapun yeojanya menariknya menurutnya selama yeoja itu senang ia juga akan senang, melihat tatapan mata yeojanya yang sedari tadi tidak seperti biasanya membuat Sungmin sedikit khawatir ada masalah yang disembunyikan yeoja itu dan enggan untuk mengatakannya pada dirinya jika sudah seperti itu Sungmin tidak dapat berkata apapun tidak mungkin ia memaksa yeoja itu bercerita jadi ia hanya mengikuti yeojanya dan melakukan apa yang yeojanya inginkan yang bisa Sungmin lakukan sekarang untuk menghibur yeojanya itu
Sungmin menatap Seorin yang kini sudah berada diluar mobilnya dari jendela mobilnya “Kau tidak ingin kuantar masuk?”
“Aniyo tidak usah… kau pulang saja ini sudah malam Oppa…”
Sungmin mengangguk “Kau tidurlah, kau pasti lelah bukan?”
Seorin terdiam, jelas ia tahu setelah ini aktivitasnya bukan tidur melainkan harus ikut Oppa dan Dongsaengnya meneruskan pertikaian kemarin “Chagi-ya?”
“Ah, nde keure aku akan tidur…”
Sungmin tersenyum “Baiklah aku juga sudah harus pulang Donghae menungguku…”
Seorin kembali terdiam ia tahu maksud kata-kata Sungmin bahwa Donghae menunggunya, bukan menunggunya pulang layaknya dongsaeng menanti Hyung nya pulang tetapi ini Dongsaeng yang menanti Hyungnya pulang untuk melanjutkan missi tertunda mereka kemarin
“Hati-hati Oppa…”
“Nde annyeong…”
“Annyeong…” Seorin memandang kepergian Sungmin bersama mobilnya menjauh meninggalkan rumahnya dan dirinya Seorin berbalik memandang pintu pagar rumahnya yang tertutup pintu kayu setinggi 3 meter ia yakin didalam sudah dipenuhi anak buah Oppanya, setelah menghembuskan nafas berat Seorin akhirnya melangkah masuk kedalam
Sungmin melirik kespion mobil ia tersenyum melihat yeojanya sudah masuk kedalam rumahnya, ia segera menghubungi Donghae yang kini tengah menunggunya “Donghae-ya kau sudah siap??” tanya Sungmin dengan sedikit smirk dibibirnya “Nde tunggu Hyung sebentar lagi sampai dan kita berangkat kemarkas CHOI”
Lagi dan lagi Seorin harus melihat perkelahian diantara para namja dihadapannya, mungkin dulu ia memang akan bersikap biasa saja walau ia tidak suka tetapi kali ini begitu tahu salah satu dari namja yang keluarga mereka serang adalah namjachingunya ia berharap perkelahian ini bisa berhenti ia tidak ingin ada yang melukai Sungmin, Seorin menghembuskan nafasnya ia menatap pistol ditangannya ia tidak bisa berdiam diri atau Oppanya akan curiga pada dirinya minimal ia harus menembak mati anggota kelompok dari keluarga LEE yang penting ia menajamkan matanya agar tidak salah tembak
DOR!
Satu anak buah keluarga LEE jatuh dan tewas ditempat Seorin membidiknya tepat dikepala namja itu, ia mengarahkan pistolnya lagi ketempat lain
DOR!!
Seorin menarik kokangnya kembali setelah membenahi letak masker diwajahnya ia kembali mengarahkan pistolnya baru saja ia ingin menembakan peluru pistolnya andai saja tidak ada yang menembak tangan kanannya
“Arrrgggghhh!!!” Seorin mengerang saat merasakan timah panas kini bersarang dilengannya jadi ini rasanya tertembak Seorin menatap kebawah gedung tempat ia bersembunyi ia mencari siapa yang menembaknya, NIHIL tidak ada yang memegang senjata dibawah sana atau kemungkinan penembak itu sekarang tengah menyusul kemari, Seorin segera mengambil pistol yang terjatuh dari tangannya ia menyimpannya dan segera beranjak pergi jangan sampai ia tertangkap sangat berbahaya jika Sungmin mengetahui tentang dirinya sekarang
“Hhhh…. Hhhhh… Hhhhh…” Seorin menarik nafas dengan susah payah kini ia berada digang kecil yang cukup sepi, ia berlari cukup jauh dari tempat ia ditembak tadi berlari dengan luka tembak membuatnya kelelahan ia bahkan sudah tidak sanggup berlari lebih dari ini
“Aku harus meminta bantuan…” gumam Seorin ia melepas maskernya dan melemparnya kejalan ia mencari keberadaan ponselnya disaku celananya tetapi nihil kemana ponselnya
Srak Srak
Seorin terdiam ia mendengar langkah kaki, bahkan langkah kaki itu dengan tegas melangkah kearahnya Seorin meraih pistolnya dan menarik kokangnya ia menatap pantulan bayangan diaspal seseorang menghampirinya dengan pistol ditangannya
Srak srak srak
Seorin segera berbalik badan dan menodongkan pistolnya ia tidak boleh mati sekarang, tapi yang terjadi adalah mata Seorin membulat melihat siapa namja dihadapannya yang juga tengah menodongkan pistol kearahnya bahkan namja itu juga terdiam kaget dan Shock
“Chagi…” ucap namja itu memastikan ia berharap ia salah lihat saat ini tidak mungkin yeojachingunya yang kini ada dihadapan dirinya bahkan menodongkan pistol kearahnya
Seorin segera menurunkan pistolnya dan menunduk ia segera beranjak ingin pergi tetapi namja itu segera menarik lengan kanan Seorin menahan kepergiannya membuat Seorin mengeram sakit karena luka tembaknya dicengkram kuat oleh namja itu, sedang namja itu makin menarik Seorin menghadap kearahnya tangannya beralih kelengan Seorin yang terluka ia merobek bagian luka itu dan terlihat luka tembak yang cukup dalam disana, ia ingat betul ia tadi menembak salah satu keluarga CHOI satu-satunya yeoja dikeluarga CHOI dan penembak jitu dikeluarga CHOI dan sekarang tembakan ini bersarang dilengan yeojanya
“Sungmin Oppa…” lirih Seorin ia bahkan tidak berani menatap Sungmin yang kini terdiam memandang lukanya
Namja yang ternyata Sungmin melepas cengkramannya pada Seorin ia mundur beberapa langkah matanya menatap tidak percaya pada yeoja yang kini ada dihadapannya, yeojachingunya sendiri “Kau..” Sungmin bahkan tidak sanggup melanjutkan kata-katanya
“Mianhae…” hanya itu yang keluar dari mulut Seorin sedangkan ia mulai terisak rasanya menyakitkan ketika orang yang kau cintai mengetahui keadaan yang sebenarnya dalam kondisi seperti ini kau tertangkap basah sebagai seorang CHOI
Sungmin kembali melangkah maju menghampiri Seorin ia mengcengkram kedua lengan Seorin membuat Seorin kembali mengeram sakit karena luka tembaknya, Sungmin mendorong Seorin hingga menabrak dinding dibelakangnya ia menatap Seorin dengan tatapan menuntut “Katakan padaku, ini tidak benar bukan?”tanya Sungmin
“Oppa….”
“Kau bukan CHOI bukan!!!” tanya Sungmin dengan sedikit bentakan Seorin hanya bisa menunduk dan diam ia tidak bisa menjawab atau membantah mulutnya terasa kelu saat ini
“Walaupun kau Choi sekalipun kau bukan CHOI anggota keluarga bedebah itu bukan??? CHOI yang melukai namdongsaengku!”
“Mianhae…”
Mata Sungmin memerah entah karena marah atau karena sedih tentu saja ia sedih hatinya sakit saat ini sangat sakit bahkan kalau bisa dibilang hancur sangat hancur berkeping-keping begitu kau tahu yeojachingumu adalah musuh besar keluargamu sendiri, anggota dari orang-orang yang melukai keluargamu tanpa ampun
“Baiklah jika kau CHOI, tapi bukan kau yang menembak Donghae 1 bulan yang lalu bukan???” tanya Sungmin memohon, ia hanya berharap masih ada cela untuknya tidak membenci yeoja dihadapannya ini
“……………………………….”
“JAWAB AKU CHOI SEORIN!!!”
Seorin terisak ia sudah tidak memperdulikan luka tembaknya yang sangat menyakitkan karena cengkraman Sungmin yang makin menguat ia hanya berharap namja ini tidak membencinya “Mianhae…”
Cengkraman tangan Sungmin terlepas begitu Seorin mengucapkan kata ‘Mianhae’ rasanya Sungmin tidak percaya dengan pendengarannya jadi yang menembak Donghae adalah yeoja yang dicintainya, Sungmin meraih tangan kanan Seorin dan menahannya di samping kepala Seorin “Kau menipuku eoh?”
Seorin segera menatap Sungmin ia menggeleng kuat “Aniyo, aku tidak menipumu… aku tidak tahu kau LEE aku tidak berbohong…”
“Lalu kenapa kau meminta maaf sedari tadi, kenapa kau menangis??? Kau sudah tahu aku LEE bukan!!” bentak Sungmin
“Oppa…”
Sungmin menunduk ia mengatur nafasnya seumur hidupnya ia tidak pernah memaki seorang yeoja sekalipun dan kini ia harus memaki yeoja yang dicintainya entah bagaimana rasanya Sungmin terlalu hancur saat ini “Kau tahu aku sangat mencintaimu Seorin-ah, tapi kenapa kau membohongiku!!!”
“Aku tidak membohongimu, jeongmal!! Aku tahu kau adalah LEE kemarin Oppa ketika kau hampir menembakku diatas atap…”
“Kau sudah tahu aku tetapi kenapa kau masih merahasiakan tentang dirimu dariku!!”
“Aku, aku takut Oppa…”
Sungmin meraih dagu Seorin dan menariknya agar menatapnya, Seorin ingin menunduk kembali tetapi ditahan oleh Sungmin tatapan Sungmin benar-benar menyakitkan mata itu menatap tajam pada Seorin entah itu marah atau apa yang pasti Seorin sakit melihat mata itu “Tatap aku!” bentak Sungmin lagi “Kau bilang kau suka mataku, jadi tatap aku sekarang!!”
“Tapi aku tidak suka matamu yang menatap benci padaku!”
Sungmin terkekeh “Jadi kau mau saat ini aku menatapmu dengan lembut begitu?? Disaat perasaanku sendiri hancur karena kenyataan ini!”
“…………………………”
“Pergilah…” ucap Sungmin sembari melepas cengkraman tangannya dijemari Seorin, tetapi yeoja itu tetap tidak beranjak “Pergi kataku!!!” bentak Sungmin
Seorin memberanikan diri menatap Sungmin “Pergi dari sini atau pergi dari hidupmu Oppa?” tanya Seorin dan sukses membuat Sungmin terdiam jelas ia ingin Seorin pergi saat ini jika menunggu lebih lama lagi Donghae akan menyusul kemari dan jelas Seorin akan tertangkap tapi jika Seorin pergi dari hidupnya apa Sungmin bisa tanpa yeoja itu?
Seorin mendekati Sungmin ia menyentuh wajah Sungmin dan membelainya lembut perlahan Seorin menjinjitkan kakinya ia ingin mengecup bibir namja itu sebelum nantinya namja itu meninggalkannya selamanya
Chuuu..
Seorin melepas tautan bibirnya dengan Sungmin tetapi dengan cepat Sungmin meraih tengkuk Seorin dan balas mengecup bibir yeoja itu lama-lama kecupan-kecupan berganti jadi lumatan lembut Sungmin bisa merasakan wajah yeojachingunya kini basah ia yakin itu airmata ciuman ini adalah bukti perasaan mereka tetapi perasaan itu justru yang kini menyakiti mereka perasaan diatas kenyataan pahit yang harus ditelan keduanya
Sungmin melepas tautan bibir mereka ia menatap yeojanya yang menatapnya sendu, ia menghapus jejak airmata diwajah yeojanya dengan jempol tangannya “Seorin-ah Sa….”
“Kita mungkin cukup sampai disini saja Oppa…” ucap Seorin memotong ucapan Sungmin “Aku akan belajar melupakanmu, aku akan pergi dari kehidupanmu…” Seorin menurukan telapak tangan Sungmin yang masih menyentuh wajahnya “Annyeong Oppa, senang bisa bertemu denganmu…” ucap Seorin sebelum beranjak meninggalkan Sungmin yang kini terdiam mendengar ucapan Seorin, ucapan perpisahan lebih tepatnya
                                                             ~~~~~~~~~~
“Noona kau terlihat tidak bersemangat…” tanya Minhwan yang sebenarnya bingung kenapa hari ini Noonanya menghabiskan istirahatnya dikelasnya kenapa bukan bersama dengan Sungmin atau Sungmin sedang tidak masuk??
“Aniyo aku biasa saja….” Jawab Seorin berusaha tersenyum, Minhwan belum tahu masalah kemarin malam kalau Sungmin sudah tahu siapa dirinya yang sebenarnya dan yang menembak Seorin adalah Sungmin
“Apa lenganmu masih sakit?” tanya Minhwan lagi mungkin Noonanya jadi diam karena luka tembak dilengannya masih menyisakan rasa sakit, Seorin menggeleng sambil tersenyum lagi
Baru saja Minhwan ingin bertanya lagi pada Noonanya tapi ia menahannya karena melihat Sungmin tiba-tiba masuk kedalam kelasnya dan menarik Noonanya dengan tiba-tiba keluar dari dalam kelas bahkan Minhwan tidak sempat bertanya ada apa ataupun menahan Sungmin dan Seorin
“Oppa, mwohaseyo!!!” tanya Seorin ia berusaha menarik tangannya dari genggaman Sungmin yang masih menariknya dikoridor sekolah
“Oppa appo!!!” pekik Seorin dan membuat Sungmin menghentikan langkahnya dan segera berbalik badan mendekati Seorin
“Apa luka semalam dariku masih sakit eoh?” tanya Sungmin dengan sedikit nada menggoda dan suara yang cukup kencang membuat beberapa yang mendengar kata ‘Luka Semalam dariku’ jadi berfikir yang tidak-tidak
“Mwo??” Seorin memandang sekitar yang kini menatap dirinya dan Sungmin dengan tatapan menilai dan tidak percaya “Mworago!”
“Aish, waeyo?? Katamu sakit bukan?? Seharusnya kemarin kau katakan jika sakit aku akan segera menghentikannya Chagi…” X ini yang Sungmin katakan memang menyangkut yang kemarin ketika ia mengcengkram dengan kuat lengan Seorin yang terluka tetapi tetap saja membuat yang mendengar mengartikan berbeda
“Oppa!” omel Seorin
“Sudah cepat ikut aku….” Sungmin kembali menarik Seorin “Ada yang harus kita selesaikan…” lanjut Sungmin dan Seorinpun tidak bisa mengelak lagi ia pun mengikuti kemanapun Sungmin menariknya
Sungmin menggulung lengan baju Seorin hingga perban yang menutupi lukanya terlihat tangannya dengan cekatan membuka perban yang melilit lengan Seorin ia tidak takut akanada yang melihat luka tembak Seorin karena kini mereka berdua tengah berada didalam UKS dan saat ini UKS pun dalam keadaan kosong
“Mwohaseyo!” tahan Seorin, luka tembak dilengannya ini akan menjadi sangat sakit jika dibuka lagi dari perbannya dan ia cukup merasakannya tadi pagi ketika minhwan mengganti perbannya
“Apalagi? Tentu saja mengobati luka yang kubuat…”
“Aniyo, tidak usah nanti juga akan sembuh dengan sendirinya..” Seorin menarik tangan Sungmin yang masih menyentuh lengannya lalu dengan cepat menurunkan lengan bajunya hingga perban itu tertutup lagi dengan baju
Sungmin memandang Seorin datar “Kau sekarang dingin padaku…”
Seorin mendongak menatap Sungmin “Bukankah sejak awal hubungan kita berdua sudah seharusnya seperti ini?? Jangan lupa Lee aku ini CHOI…” ucap Seorin sinis, ia beranjak dari duduknya ditepi tempat tidur “Aku harus kembali kekelas, annyeong…” pamit Seorin dan melangkah meninggalkan Sungmin
“Apa salahnya jika kau CHOI dan aku LEE?”
Ucapan Sungmin berhasil menahan langkah Seorin meninggalkan UKS ia terdiam ditempat mendengarkan apa yang ingin Sungmin ucapkan “Kau fikir jika aku tahu kau CHOI maka perasaan itu akan menghilang begitu saja?? Kau fikir jika aku tahu kau CHOI maka itu artinya kita berpisah, kau benar-benar egois CHOI!”
Seorin berbalik badan dan memandang Sungmin tidak mengerti, egois?? Egois darimana?? Ia hanya tidak ingin melanjutkan hubungan konyol ini jika sampai Siwon Oppa tahu hubungannya dan Sungmin nyawa Sungmin dalam bahaya dan Seorin tidak ingin itu terjadi, lebih baik ia tersiksa karena berpisah dari Sungmin daripada melihat Oppanya membahayakan nyawa Sungmin
“Mwoya!! Aku egois?? Apa maksudmu!!”
“Ketika kau tahu aku LEE kau tetap merahasiakannya, kau tetap menjadi yeojaku tetapi kenapa ketika aku mengetahui kau CHOI kau meninggalkanku apa lagi kalau bukan egois???” Sungmin beranjak dari duduknya ia menghampiri Seorin “Kau fikir bisa meninggalkanku begitu saja setelah membuatku mencintaimu sedalam ini… ani! Kau tidak bisa Choi Seorin…”
“Kau ini gila atau bodoh??? Lupakan semuanya anggap tidak pernah terjadi apa-apa anggap kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya! Itu mudah bukan?”
“Mudah??? Bagimu mudah??” tanya Sungmin meragukan ucapan Seorin ia tidak yakin segalanya bisa semudah yang dikatakan Seorin barusan
Seorin terdiam ia tidak tahu harus menjawab apa, bukan tidak tahu tapi sebenarnya hanya jawaban ‘Tidak’ yang melintas diotaknya saat ini semuanya tidak semudah yang diucapkannya melupakan orang yang dicintai bukan semudah membalik telapak tangan
“Tidak, itu semua sulit Seorin-ah…” Sungmin yang menjawab apa yang terlintas diotak Seorin “Bagimu dan bagiku segalanya sulit untuk dilupakan, aku tahu ini sulit untukmu jika kita menjalani semuanya seperti semula tapi aku mohon biar kufikirkan cara agar kita benar-benar bisa bersama didepan Oppamu…”
“Kau tidak tahu siapa Siwon Oppa, sebaiknya urungkan niatmu itu aku tidak ingin Siwon Oppa membahayakan nyawamu…”
“Jika aku menolak…”
“Oppa!!”
“Wae?? Kau fikir aku takut pada Siwon?? Jika selama ini aku berselisih dengannya karena masalah keluarga kali ini aku akan berselisih dengannya demi mendapatkanmu!”
“Oppa!! Kau…” Seorin mengusap wajahnya kasar “Bagaimana jika Donghae dan Hyukie tahu apa yang kau lakukan sekarang baik Siwon Oppa ataupun mereka tidak akan ada yang setuju tentang kita Oppa!”
“Lalu kau mau aku seperti apa? Mengetahui bahwa kau adalah CHOI saja hatiku sudah cukup sakit apa harus ditambah dengan kehilanganmu juga?? Aku tidak bisa Seorin-ah aku tidak bisa, mungkin kau bisa tapi aku tidak!”
“…………………………..”
Sungmin kembali menarik Seorin duduk ditepi tempat tidur “Biar kuobati… obat milikku ampuh untuk luka tembak” jelas Sungmin sembari menggulung lengan baju Seorin kembali dan membuka perban “Banyak anggotaku yang terluka tembak jadi aku menyediakan obat ini dirumah ataupun markas kami…”
Seorin melirik Sungmin “Apa luka itu karenaku?”
Sungmin terdiam sesaat tetapi tidak lama ia melanjutkan lagi kegiatannya mengobati luka Seorin “Mungkin…” hanya itu jawaban Sungmin sangat jelas Sungmin tidak ingin membahas masalah utama mereka
“Kenapa kau tidak membenciku?”
Sungmin kembali terdiam “Aku yang menembak Donghae, namdongsaengku juga yang membuat Hyukie sekarang berada diRS, kenapa kau tidak membenciku saja?? Itu lebih baik dari pada kau tetap mencintaiku…”
Sungmin menghela nafas dengan susah “Jika aku bisa membencimu sudah kulakukan Seorin-ah, tapi sayangnya aku benar-benar tidak bisa….” Jawab Sungmin berharap yeojanya ini mengerti kemarin malam bahkan ia tidak tidur hanya kerena memikirkan Seorin, memikirkan luka tembak Seorin dan memikirkan perasaan Seorin apa itu termasuk dalam ketegori membenci seseorang?? Jelas tidak bukan..
“Kau jelas tahu jika ini dilanjutkan ini sangat beresiko Oppa…”
Sungmin tersenyum lalu mengangguk “Aku tahu itu, tapi bukankah aku sudah pernah bilang aku rela menerima resiko apapun asal bisa mendapatkanmu…”
“Oppa, aku ini CHOI!”
“Lalu?? Kau juga ingat aku ini LEE, bisakah kau berhenti mencintaiku sekarang juga eoh??”
Kali ini sontak Seorin terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan Sungmin atau lebih tepatnya tantangan dari Sungmin “Anggap kau tidak tahu aku LEE dan aku juga akan melakukan hal yang sama padamu, othe?”
Seorin menghela nafas ia lelah sedari tadi membujuk Sungmin untuk meninggalkannya tapi tetap namja itu tetap bersikeras untuk melanjutkan hubungan mereka yang jelas mustahil jika dipaksakan “Baiklah…” ucap Seorin pada akhirnya menyetujui Sungmin ia sudah kehabisan cara membuat namja itu mengakhiri hubungan mereka
Sungmin kembali tersenyum “Memang itu jawaban yang kuinginkan, jika kau tidak menjawab seperti itu aku akan mengganggumu setiap hari dan memaksamu mengatakan iya untukku…” Sungmin selesai membalut kembali luka Seorin “Jangan sampai kena air ne, atau luka itu akan sembuh lama….”
“Araseo…”
“Nanti ikut denganku ne?”
“Kemana?”
“Menjenguk Hyukie, othe?”
Seorin mengangguk memang ia penasaran dengan keadaan Hyukie yang diserang Jonghun malam itu “Baiklah.. aku pun penasaran dengan keadaannya Oppa…” malam dimana ia dan Sungmin meresmikan hubungan mereka rasanya jika ingat hari itu hati keduanya berdenyut nyeri hari dimana mereka menyatakan perasaan mereka adalah hari dimana anggota keluarga mereka yang lain malah berkelahi bahkan Hyukie sampai masuk RS karena hal itu apakah ini yang harus mereka bayar demi hubungan mereka??
Sungmin menghentikan mobilnya didepan rumah Seorin ia mematikan mesinnya berbeda dengan sebelum-sebelumnya ia pasti hanya akan sekedar menurunkan Seorin tanpa berhenti “Gomawo…” ucap Sungmin
“Mwo? Wihaeyo?” tanya Seorin bingung seingatnya ia tidak melakukan apapun hari ini kecuali menjengguk Hyukie, disana juga ada Donghae beserta yeojachingunya dan yeojachingu Hyukie
“Untuk segalanya… kau berani mengambil resiko ini bersamaku bukan?” tanya Sungmin lagi memastikan ia sadar tadi di UKS ia memaksakan kehendaknya pada Seorin ia ingin hubungan ini tetap berlanjut ia tidak perduli jika harus membahayakan nyawanya sendiri, tapi ia tidak tahu bagaimana dengan Seorin
“Nde Oppa aku berani apapun resikonya…”
Sungmin membelai sayang wajah Seorin “Masuklah… ini sudah larut…”
Seorin mengangguk patuh dan segera beranjak turun dari mobil yang sebenarnya milik Hyukie berhubung pemiliknya masih terbaring diRS jadi Sungmin yang menggunakan mobilnya, tapi gerakan Seorin tertahan ketika tiba-tiba Sungmin menahan lengan kiri Seorin “Chamkanman..”
“Nde Oppa, ada apa lagi?” tanya Seorin yang kini sudah kembali keposisi awalnya menghadap kearah Sungmin
“Saranghae…”
“Nado, nado saranghae..”
Sungmin terkekeh geli “Jika Siwon mendengar apa yang kita ucapkan saat ini aku yakin dia akan segera membunuhku….”
“Oppa…”
“Selama ini aku berfikir apa hanya berkelahi yang bisa kulakukan dengan keluargamu? Tapi ternyata selain itu aku pun bisa mencintai salah satu dari mereka…” Sungmin membelai wajah Seorin “Apa kau lelah dengan yang terjadi selama ini?” tanya Sungmin
“Aku memang lelah tapi aku jelas tidak bisa menghindar Oppa, tapi… begitu tahu siapa dirimu aku benar-benar ingin ini semua berakhir aku benar-benar lelah aku tidak bisa lebih jauh lagi menyakiti keluargamu…” jawab Seorin sembari menyentuh tangan Sungmin diwajahnya “Lalu kau sendiri? Kau lelah Oppa?”
“Sangat… aku sangat lelah melihat namdongsaengku terluka hanya karena perkelahian yang tidak kumengerti apa permasalahannya…”
“Kurasa keluargaku lah yang banyak bersalah pada keluargamu…”
“Eh?? Chagi-ya kenapa kau berbicara seperti itu?”
“Kau lihat saja buktinya namdongsaengmu terluka karena keluargaku terutama Donghae terluka karena diriku, sedangkan kalian tidak pernah melukai kami…”
“Kotjimal, kau lupa kemarin malam aku melukaimu…” Sungmin kini mengusap lembut lengan Seorin “Ini akan segera sembuh Chagi… maafkan aku yang melukaimu…”
“Aniyo, kau tidak salah… kau hanya emosi kau pasti ingin melindungi keluarga dan anggotamu, aku mengerti perasaanmu karena ketika aku menembak Donghae aku pun juga hanya ingin menyelamatkan Minhwan…”
Sungmin mengangguk “Ah, nde Minhwan sangat dekat denganmu dia tahu tentang masalah kita?”
“Sebelum aku tahu dia sudah terlebih dahulu tahu Oppa…”
“Mwo?? Jinjja?”
Seorin mengangguk “Dia tahu tetapi tetap merahasiakan segalanya dari Siwon Oppa, Minho dan Jong…”
“Kalian berdua sama ternyata..” Sungmin tersenyum dan kini ia mengacak-acak rambut Seorin “Ya sudah pulanglah… ini sudah larut…”
“Nde Oppa, kau pulanglah juga…”
“Ani, aku akan kembali keRS menemani Donghae disana kasihan jika DOnghae bersama dengan Nisa dan Eunchae disana, 2 yeoja itu harus pulang kerumah mereka…”
“Mian aku tidak bisa ikut menemani disana…”
“Gwenchana.. kau datang tadi saja sudah cukup…”
Seorin mengangguk sekali “Baiklah Oppa aku turun ne…” ucap Seorin beranjak turun dari mobil tetapi lagi-lagi Sungmin menahan Seorin
“Chamkanman!”
“Waeyo?? Kau menahanku terus Oppa?” tanya Seorin sebal
“Saranghaeyo…”
Seorin tersenyum malu ini sudah yang kesekian kalinya hari ini ia mendengar Sungmin mengatakan ‘Saranghae’ padanya “Nado Oppa nado saranghae…”
“Nan jeongmal saranghae Choi Seorin….” Sungmin meminimalisasi jaraknya dengan Seorin ia manatap manic mata Seorin dengan lembut “Saranghae…”
“Bisa kau hentikan itu kau sudah berkali-kali mengatakan saranghae…”
“Wae? Kau bosan?”
Seorin menggeleng pelan “Bukan bosan hanya saja kau bisa membuatku mati muda karena terus menerus berdebar sekencang ini Oppa…”
Sungmin tersenyum “Jinjja? Kalau begitu ijinkan aku ikut mati bersamamu…” ucap Sungmin sebelum dengan tiba-tiba mendaratkan bibirnya dibibir Seorin kali ini ia tidak mengecup bibir Seorin ia melumat lembut bibir itu dan Seorin hanya menutup matanya dan mengalungkan kedua tangannya dileher Sungmin menarik namja itu agar semakin dekat padanya
Kini keduanya saling bertatap nafas mereka sedikit tersengal bukan karena ciuman mereka, ingat mereka hanya saling melumat lembut jadi tidak mungkin mereka kehilangan nafas tadi nafas mereka tersengal kerena mereka berdua sibuk mengatur detak jantung mereka yang kini bedebar diluar batas normal bahkan Sungmin bisa merasakan tubuh nya dan Seorin bergetar seolah-olah ingin meledak mereka ingin menunjukkan perasaan mereka lebih dari ini lebih dari sekedar mengatakan saranghae lebih dari sekedar saling bertatapan
“Oppa… kenapa disini sangat sesak…. Aku bahkan sulit bernafas…”
“Nado aku pun merasakan hal yang sama…” Sungmin kembali mengecup bibir Seorin “Begini lebih baik eoh?” tanya Sungmin usai mengecup bibir Seorin dan yeoja itu hanya mengangguk mengiyakan ketika bibir mereka bertaut rasa sesak itu berkurang sedikit dan kini keduanya kembali menautkan bibir mereka kembali saling melumat lembut dan saling memeluk erat
Sungmin mengecupi dagu hidung wajah dan telinga Seorin tanpa henti mengucapkan ‘Saranghae’ bahkan hingga bibir nya kembali bertemu dengan Seorin ia masih mengucapkan ‘Saranghae’ untuk yeojanya, Sungmin membelai pinggul naik kepunggung dan berakhir ditengkuk ia menekan tengkuk Seorin berharap ciuman ini tidak terlepas bahkan Seorin sendiri masih membalas ciuman Sungmin dan mengalungkan kedua tangannya dileher Sungmin ia pun sama tidak ingin ini berakhir semakin dalam tautan mereka semakin berkurang rasa sesak didadanya rasa-rasanya keduanya ingin meluapkan apa yang tertahan dalam dirinya saat ini
“Oppa….”
“Hmm…” Sungmin hanya berdeham halus ketika kini ia tengah mengecupi garis rahang Seorin
“Saranghae, jeongmal Saranghandago…”
“Nado Chagi-ya nado…” balas Sungmin yang kembali mengecap manis bibir yeojanya keduanya seakan lupa akan waktu yang seharusnya mengakhiri pertemuan mereka sedari tadi, yang mereka inginkan meluapkan apa yang mereka rasakan sebelum mereka tidak dapat meluapkannya lagi
“Hae-ya..”
Donghae menoleh kearah yeojachingunya yang kini bersandar dibahunya “Hmm?”
“Luka bahumu sudah sembuh kan? Aku tidak apa-apa bersandar disini?”
Donghae tersenyum “Gwenchana.. walaupun luka itu belum sembuh aku tidak menolak jika kau ingin bersandar padaku…”
Eunchae mengangguk “Ah Hae-ya…”
“Nde?”
“Yeojachingu Sungmin Oppa itu menurutmu dia sudah tahu tentang kalian?”
“Sudah mungkin.. jika belum Sungmin Hyung tidak akan membawanya kemari tadi untuk menjenguk Hyukie Hyung…” Donghae menoleh kearah Hyukie “Keadaan Hyukie sekarang masih dirahasiakan, bahkan pihak sekolah belum tahu jika sebenarnya Hyukie ada diRS…”
“Hanya saja aku merasa ada yang mereka berdua rahasiakan…”
Donghae segera menghadap Eunchae hingga yeojanya itu tidak bersandar lagi dipundaknya “Rahasia?”
Eunchae mengangguk “Nde rahasia dan hanya mereka berdua yang tahu…”
Donghae terdiam memang sejak kemarin malam Sungmin terlihat aneh terutama setelah kembali dari perkelahian dengan CHOI yang ia tahu kemarin Hyungnya itu masih baik-baik saja bahkan Hyungnya bersemangat menembak salah seorang CHOI yang melukainya sebulan yang lalu rasa-rasanya lengan yeoja itu terluka dan setelah Sungmin mengejar yeoja itu entah kemana Sungmin berubah murung saat kembali kevan bersama dengannya bahkan Sungmin memandang kecewa pada pistol miliknya entah apa yang terjadi
“Dan tadi ketika aku menepuk lengannya ia mengerang sakit dan Sungmin Oppa segera menghampirinya dan mengusap lengan kanannya, jika kuperhatikan baik-baik lengan kanan dan kirinya besarnya berbeda…”
“Maksudmu?”
“Lengan kanannya seperti dililit sesuatu… mungkin luka, karena saat kutepuk pelan saja ia langsung mengerang sakit bahkan kalau tidak salah dengan Sungmin Oppa mengatakan ‘Sakit?? Mianhae gara-gara semalam aku membuatmu menderita seperti ini..” semalam itu bukankah kalian berkelahi dengan keluarga CHOI??”
Donghae terlihat berfikir, yeoja yang ditembak Hyungnya, raut wajah Hyungnya, dan luka dilengan kanan Seorin semuanya… tunggu!!! “CHOI!” pekik Donghae
“Waeyo Hae-ya?”
“Jika tebakanku benar, Seorin adalah…” Donghae sengaja menggantung kalimatnya tapi sedetik kemudian Eunchae membulatkan matanya kaget
“Dia musuh kalian??” tanya Eunchae tidak percaya dan Donghae dengan segera menghempaskan tubuhnya kesofa dibelakangnya
“Dia CHOI, Sungmin Hyung pasti sudah tahu siapa dia sebenarnya! Aish kenapa dia masih berani mengajak yeoja itu kemari!!” geram Donghae dan Eunchae hanya terdiam ia ingin membalas geraman DOnghae tapi saat ini Donghae pasti dalam keadaan emosi jika ia membalas yang ada mereka yang akan bertengkar
Seorin masuk kedalam kamarnya dan segera menghidupkan lampu dikamarnya tidak semuanya dihidupkan sehingga terlihat sedikit remang, ia segera beranjak menuju pintu jendela kamarnya dan membukanya dengan cepat ia menarik seorang namja masuk dari pintu jendela itu tanpa berucap apa-apa Seorin dan namja itu tiba-tiba berciuman sepertinya melanjutkan sesuatu yang tertunda dimobil tadi
Awalnya memang lembut tapi lama kelamaan jadi menuntut keduanya ingin mendominasi dan tidak ingin mengalah sehingga ciuman ini kini terlihat sangat panas bagi keduanya mereka bergerak tidak tentu arah didalam kamar Seorin melangkah sembarangan dengan bibir bertaut dan tubuh yang menempel erat
BRUK
Keduanya terjatuh diatas tempat tidur Seorin namja itu kini menahan kedua tangan Seorin diatas kepala Seorin namja itu sama sekali tidak memberi jarak antara tubuhnya dengan tubuh Seorin ia menindih yeoja dihadapannya dengan sempurna, suara decakan liur menghiasi bunyi didalam kamar Seorin yang sepi dan sedikit suara grasak grusuk diatas tempat tidur ketika 2 manusia itu ingin saling mendominas
“Ennggghhh Oppa…” desah Seorin ketika namja itu kini mengecupi lehernya dan Seorin tidak menolak ia membiarkan lehernya dinikmati oleh namja itu, Seorin malah menekan kepala namja itu makin masuk keceruk lehernya
“Seorin-ah, Chagi-ya…” desis namja itu yang kini sudah berpindah mengecupi cuping telinga Seorin
“Sung… ahh min… ahhh….”
“Nde?” namja itu tersenyum ditengah kegiatannya ia tahu yeoja itu memanggilnya bukan untuk berhenti tetapi apa mereka yakin akan melakukannya malam ini??? Tapi gejolak ini benar-benar sudah menggebu-gebu ia ingin memiliki yeoja yang kini pasrah dalam rengkuhannya dan ia juga yakin yeoja itu pun ingin dimiliki oleh namja yang ternyata Sungmin ini
“Bisakah kau jangan menggodaku Oppa…”
Sungmin beralih menatap Seorin “Kau yakin chagi-ya?” tanya Sungmin “Jika aku meninggalkamu setelah ini bagaimana?”
“Setidaknya aku memberikannya pada namja yang kucintai…”
Sungmin membelai wajah Seorin “Jadi jangan berteriak ne? ini pasti sakit Chagi…”
Seorin merona mendengar ucapan Sungmin tetapi ia mengangguk mengiyakan ia tidak masalah jika Sungmin nanti meninggalkannya yang terpenting ia menyerahkan dirinya utuh pada namja yang memang mungkin akan jadi yang terakhir dalam hidupnya
Sungmin pun bangkit dari tempat tidur Seorin ia segera menghampiri pintu kamar Seorin dan menguncinya lalu mematikan lampu dikamar Seorin, yeoja itu pun ikut bangkit dari tidurnya ia duduk diatas tempat tidur menanti kekasihnya menghampirinya dan menjamah tubuhnya, ia merasakan bibirnya kini bersentuhan dengan bibir yang sudah sangat dikenalnya dan berangsur-angsur tubuhnya pun jatuh tertidur bersamaan dengan tubuh Sungmin yang sedikit menindihnya, Sungmin menyingkirkan kerah baju yang menutupi leher yeojanya ia mengecup lama dan melumat serta sedikit mengigit leher Seorin sehingga meninggalkan bekas cintanya disana, Sungmin menghentikan kegiatannya dan dengan segera mengecup kening Seorin
“Tidurlah…”
“Oppa??”
“Aku tidak ingin merebut apa yang belum sah menjadi milikku, tunggu kita mendapat ijin dari semuanya baru aku akan melakukannya…”
“Jinjja?”
Sungmin mengangguk walau gelap ia yakin Seorin melihatnya “Jadi sekarang tidurah…”
“Lalu kau?”
“Aku akan pulang setelah kau tertidur…” Sungmin menyamankan posisinya disamping Seorin ia memiringkan tubuhnya menghadap Seorin dan membelai wajahnya “Sekarang tidurlah…”
Seorin mengangguk ia menggenggam jemari Sungmin dan memejamkan matanya perlahan tetapi pasti Seorin pun jatuh didunia mimpinya nafas yeoja itu pun mulai teratur, Sungmin mengusap kecil ujung hidung Seorin “Saranghae…” gumam Sungmin sebelum mengecup pelan kening Seorin dan beranjak pulang feelingnya benar-benar tidak enak entah kenapa ia merasakan yeojachingu Donghae curiga pada dirinya dan Seorin jangan sampai Donghae tahu sebelum dirinya menemukan cara agar dapat menghadapi Siwon dan bagaimana cara Sungmin bisa masuk tadi itu karena ia memanjat dinding belakang dan Seorin juga menunjukkan dimana pintu jendela kamarnya Sungmin hanya tinggal menunggu didepan jendela sampai Seorin membukakan pintu, konyol memang jatuh cinta pada keluarga musuh bahkan menyelinap masuk kedalam kediaman musuh bukan untuk menyerang tetapi untuk bermesraan dengan salah seorang keluarga musuh
Sungmin membuka pintu kamar Hyukie dengan pelan ia takut mengganggu Donghae jika ternyata Donghae sudah tertidur “Eh??” Sungmin memandang isi kamar Hyukie bingung kemana Donghae?? Atau mungkin mengantar Eunchae pulang?
“Kau sudah datang Hyung…”
Suara dari belakang tubuh Sungmin membuat Sungmin tersentak kaget ia pun segera berbalik badan menghadap Donghae suara Donghae yang memanggilnya benar-benar membuatnya kaget suara itu terdengar berat “Nde, mana Eunchae?”
“Sudah pulang…” jawab Donghae tanpa menoleh kearah Sungmin dan segera masuk kembali kedalam kamar Hyukie rasa-rasanya Sungmin merasa sikap Donghae dingin padanya
“Kau mengantarnya?” tanya Sungmin lagi berusaha mengalihkan fikirannya kalau Donghae bersikap dingin padanya ia pun menyusul Donghae masuk kedalam kamar Hyukie
“Ani…”
Sungmin menghela nafas ada yang tidak beres “Waeyo?” Sungmin bingung dengan sikap Donghae ketika Sungmin tidak ada sewaktu Hyukie diserang Donghae tidak sedingin ini padanya tetapi sekarang??? Padahal tadi sewaktu sebelum ia mengantar Seorin pulang Donghae masih terlihat baik-baik saja padanya
“Waeyo?? Kau bertanya padaku waeyo Hyung???” Donghae berbalik menghadap Sungmin “Tinggalkan yeoja Choi itu Hyung!”
Sungmin tersentak kaget, bagaimana Donghae tahu Seorin adalah Choi?? Apa dari EUnchae?? Sudah ia duga Eunchae mencurigai mereka tetapi ia tidak menyangka akan terbongkar secepat ini, apa tidak bisa biarkan Sungmin dan Seorin tenang menjalani hubungan mereka satu hari saja??
“Wae?? Kau kaget aku tahu yeoja itu Choi??”
“Seorin… dia…”
“Kau sudah tahu dia Choi Hyung, tetapi kenapa kau masih berhubungan dengannya bahkan kau berani membawanya kemari bertemu dengan Hyukie Hyung!!! Kau taruh dimana otakmu Hyung!!!!” bentak Donghae
“Jaga mulutmu LEE DONGHAE aku ini Hyungmu!!”
“Lalu jika kau HYungku kau mau apa??? Kau bahkan membawa seorang CHoi kemari kau ingin mereka menyerang Hyukie Hyung yang sedang koma hah!!!”
“Seorin tidak akan melakukan hal itu!”
Donghae tersenyum sinis “Jadi kau membelanya sekarang Hyung??? Kau lebih membela yeoja Choi itu dari pada Dongsaengmu sendiri!!!”
“LEE DONGHAE!!”
“Wae!! Wae!!! Wae!!!!” teriak Donghae tepat didepan wajah Sungmin
Sungmin mengepalkan tangannya dengan kuat ia berusaha untuk tidak berteriak ia tidak ingin bertengkar dengan Dongsaengnya sendiri cukup kemarin malam ia membentak Seorin karena kenyataan yang ia ketahui ia tidak ingin hari ini membentak lagi orang yang disayanginya “Aku mencintainya Donghae-ya, aku tidak bisa membiarkanmu memojokkannya seperti itu, aku bukan membelanya…”
“Dia menembakku Hyung!! Dia tidak ada bedanya dengan Choi yang menyerang Hyukie Hyung hingga seperti ini…”
“Kemarin aku juga menembaknya Hae!!! Kau tidak mengerti bagaimana perasaanku begitu tahu yang kulukai adalah yeojaku sendiri, kau tidak tahu apa yang kurasakan begitu tahu dia CHOI kau tidak tahu Hae!!!”
Donghae terdiam ia tahu Hyungnya sekarang dalam keadaan terluka bahkan mungkin keduanya yang terluka baik Seorin ataupun Hyungnya apa yang mereka alami sekarang jelas tidak ingin dialami siapapun, bahkan Donghae juga tidak berani membayangkan jika Eunchaenya adalah Choi mungkin dia bisa gila jika yeoja yang dicintainya adalah musuh abadi keluarganya
“Aku membencinya Hae-ya… tapi aku juga mencintainya… dan aku tidak bisa memilih diantara 2 perasaan itu…”
“Tinggalkan dia Hyung, jebal…” ucap Donghae dengan wajah datar
“Ani… jika aku ingin meninggalkannya untuk apa aku menahannya meninggalkanku, aku tidak bisa tanpanya Hae aku tidak bisa….”
“Kau ini bodoh Hyung!!!”
Sungmin mengangguk “Nde, aku memang bodoh… tapi kau tidak tahu apa yang kurasakan Hae, kau tidak tahu rasanya berada diposisiku mencintai dan membenci disaat yang sama itu menyakitkan kau tahu…”
“Kalau begitu hentikan berhenti menyiksa dirimu sendiri… benci dia tinggalkan dia tanamkan diotakmu dia adalah CHOI musuh abadi keluarga kita…”
“Mianhae kali ini ijinkan aku egois, hanya kali ini saja aku mohon….” Sungmin kini memohon pada Dongsaengnya yang mengalihkan wajah dari tatapan Sungmin wajah itu terlihat terluka matanya pun memerah entah bisa menahan airmata sampai kapan
“Hyung, jebal…” kali ini Donghae yang memohon “Sampai kapanpun aku tidak akan bisa menerimanya Hyung… dan aku yakin Hyukie Hyung juga jadi berhenti meminta hal mustahil padaku…” lanjut Donghae sebelum beranjak meninggalkan Sungmin didalam kamar rawat Hyukie lebih baik ia keluar dan menenangkan dirinya ia terlalu emosi saat ini bahkan ia tadi berteriak didepan Hyungnya yang paling dihormatinya selama ini dan parahnya didepan kembarannya yang masih koma jika Hyukie Hyung mendengarnya perdebatannya tadi dengan Sungmin pasti Hyukie akan menangis ia tahu itu Hyukie sangat gampang menangis jika menyangkut tali persaudaraan mereka
Seorin mengerjap-ngerjapkan matanya ia menatap sekelilingnya ini masih dikamarnya dan masih gelap ia menatap sekitar “Sepertinya Sungmin Oppa memang sudah pulang…” Seorin hendak kembali beranjak tidur andai saja ia tidak mendengar suara bentakan dari luar kamarnya
“Seperti suara Siwon Oppa…” gumam Seorin dan segera beranjak turun dari tempat tidurnya dan keluar kamar ia ingin melihat ada apa sampai malam-malam begini Oppanya membentak seseorang
“Kau ingin menentangku!!”
BUK!!!
Seorin membulatkan matanya begitu melihat Oppanya kini menendang Mihwan yang berlutut dilantai hingga jatuh tergeletak dilantai “Oppa!” Seorin segera menghampiri Minhwan dan membantunya untuk duduk “Gwenchana??”
Minhwan mengangguk walau masih sedikit terbatuk bagaimanapun tendangan Hyung tertuanya itu sangat kuat dan ia merasakan nyeri yang amat sangat ditubuhnya sekarang, Seorin mendongak menatap Siwon “Mwohaseyo??? Kenapa kau memukul Minhwanie???”
PLAK!!!!
Seorin terdiam ia tidak menyangka akan mendapat tamparan dari Oppanya sendiri yang seumur hidup tidak pernah memukulnya sekalipun “Hyung!!” pekik Minho ia tahu Siwon tengah kesal sekarang tetapi tidak harus memukul satu-satunya yeoja dikeluarga ini bukan
“Kau, katakan padaku apa kau ini seorang CHOI hah!!!”
Seorin hanya diam jika ia bisa memilih ia tidak ingin dilahirkan dikeluarga ini benar-benar tidak ingin “Kenapa diam!!!” bentak Siwon lagi “Kau, akhiri hubunganmu dengan LEE!!!!”
Seorin tersentak kaget ia kembali mendongak menatap Siwon, bagaimana Siwon bisa tahu hubungannya dengan Sungmin yang tahu hubunganya dengan Sungmin hanya Minhwan tetapi melihat keadaan Minhwan yang dipukuli Siwon sudah jelas bukan Minhwan yang membocorkan masalah ini, ia dan Minhwan kali ini ketahuan tengah melindungi LEE
“Wae?? Kau kaget aku mengetahui hubunganmu dengan LEE SUNGMIN…” Siwon hampir memukul Seorin andai saja Minho tidak segera melindungi Noonanya itu
“Hyung!!! Kau pikir dengan memukul Seorin Noona semuanya akan selesai!”
“Kau jangan ikut campur Minho-ya!! Ini urusanku dengannya!”
“Dia Noonaku urusanmu dengannya adalah urusanmu denganku!! Memang kenapa jika ia berhubungan dengan LEE kenapa salah dimatamu! Kau tidak lelah Hyung dengan semuanya!!! Aku lelah Hyung, jika Seorin Noona bisa bersama dengan LEE bukankah itu pertanda bagus bah…”
BUK!!!
“Minho-ya!” Seorin memekik kaget ketika Siwon juga memukul Minho hingga dongsaengnya ini tersungkur dilantai
“Kau mendukung mereka?? Kau tidak ada bedanya dengan Minhwan yang malah membantu Seorin merahasiakan semuanya…”
Seorin memandang Jonghun yang hanya diam saja “Jong-ah… kau yang membocorkannya eoh??”
Jonghun hanya diam ia bahkan tidak berani membalas tatapan Seorin “Jadi benar kau… aku merahasiakannya agar tidak ada kejadian seperti ini dan kau lihat hasil perbuatanmu Choi Jonghun!!!” bentak Seorin pada Jonghun tetapi Siwon malah maju dan hampir memukul Seorin andai saja Minho dan Minhwan tidak menghalangi
“Cukup Hyung!!” bentak Minho
“Kau pukul aku saja jangan Seorin Noona, pukul aku sampai kau puas asal ijinkan Noona dengan Sungmin Hyung…”
“Minhwanie!!”
“Kau benar-benar cari mati Choi Minhwan!!!” bentak Siwon
“Hyung!!!” tahan Minho “Kau ingin membunuh kami hah!! Hanya karena masalah seperti ini, apa salahnya berdamai susah untukmu!!” lanjut Minho “Setinggi itukah harga dirimu hingga kata damai pun kau coret dari otakmu!”
“Nde, memang!!! Aku tidak sudi Noonamu itu berhubungan dengan namja dari keluarga LEE, akhiri atau akan kubuat keluarga LEE benar-benar hancur Choi Seorin!!! Ingat itu!” Siwon beranjak meninggalkan Seorin dan ke3 Dongsaengnya yang lain
Seorin terdiam mendengar kalimat final Oppanya yang mengancam Sungmin ia tidak tahu harus membalas apa?? Sedangkan Minhwan dan Minho hanya diam memandang Seorin dan Jonghun ia melangkah perlahan meninggalkan tempat itu
“Jong Hyung, kau puas mengatakannya??” tanya Minhwan membuat langkah Jonghun terhenti “Ingat Hyung SooHee Noona juga LEE bagaimana jika dia juga anggota keluarga LEE kau akan menyesali apa yang kau lakukan hari ini…”
Jonghun hanya diam ia tidak merespon, ia terlalu merasa kalut ada rasa takut dan bersalah melihat Noona, Hyung dan Dongsaengnya dipukuli Hyung tertuanya karena ia mengadukan apa yang ia dengar pada Siwon, Jonghun segera beranjak dari tempat itu semakin lama ia disana semakin ia merasa bersalah pada semuanya
“Noona, gwenchana??” tanya Minho membantu Seorin berdiri sesudahnya ia membantu Minhwan bangkit berdiri Minhwan sejak tadi dipukuli pasti keadaannya tidak baik sekarang “Gwenchana Minhwanie?”
“Gwenchana Hyung…”
Minhwan dan Minho menatap punggung Seorin yang masih saja berdiri mematung dan diam mereka mengerti saat ini adalah saat tersulit Noona mereka dihadapkan pada pilihan dimana ia tidak ingin memilih
                                                            
                                To be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar