myCatalog

Jumat, 09 Oktober 2015

GIVE LOVE



GIVE LOVE

Pairing            : Park Chanyeol, Do Kyungsoo

Genre              : Romance. Comedy

Leght               : OneShoot

Tittle               : Give Love


Author            : Choi Seorin





                 Namja tertinggi ke-2 di grupnya itu kini berlari kecil menyusuri panggung ia sejak awal hendak menghampiri namja mungil yang berdiri jauh bersebrangan dengannya, entah kenapa konsep kali ini membuatnya harus selalu berada di spot yang jauh dari namja mungil itu

                ‘Grep’

                Namja tinggi itu langsung merangkul namja mungil yang kini sudah berdiri disampingnya “Kau cepat sekali sampai disini?” ucap namja mungil itu dia tidak tahu saja namja tinggi ini tadi berlari agar lebih cepat sampai agar tidak ada yang sempat melakukan fanservice dengan namja mungil itu

                Namja tinggi ini hanya tersenyum lebar dan mengarahkan sebelah tangannya kearah depan si namja mungil “Love sign?” Tanya namja tinggi itu dan si namja mungil segera membalas dan menempelkan sebelah tangannya yang sudah berbentuk setengah hati ke tangan namja tinggi itu

                ‘Kyaaaaa ChanSoo….’

                Si namja tinggi sangat menyukai teriakan itu, teriakan yang menyebutkan namanya dengan namja di sisinya Do KyungSoo ia menatap namja mungil disisinya sesaat sebelum menutup matanya dengan senyum mengembang lebar, penutup lagu yang berhasil sama seperti sebelum-sebelumnya dirinya selalu melakukan Love Sign dengan Kyungsoo

                “Chanyeol Hyung..” Kyungsoo si namja mungil menarik ujung jaket namja tinggi itu, sepertinya namja tinggi itu terlalu lama melamun sampai ia tidak sadar bahwa seluruh member sudah masuk kembali ke back stage




                “Eoh?”

                “Palli…” Kyungsoo kembali menarik ujung jaket namja tinggi yang ternyata Chanyeol
                “Aigoo, sudah berapa lama aku melamun?” Tanya Chanyeol sembari berlari bersamaan dengan Kyungsoo disisinya

                “Sangat lama..” Kyungsoo menggeleng-geleng kan kepalanya dan memutuskan berlari terlebih dahulu ke belakang stage meninggalkan CHanyeol yang kini hanya menghela nafas tapi ia kembali tersenyum riang ia tidak perduli reaksi Kyungsoo dengan segala perilakunya

                Chanyeol langsung masuk kedalam van dan dengan cepat ia segera duduk disebelah Kyungsoo, namja mungil yang tadinya tengah bersandar dengan nyaman sampai tersentak kaget karena tiba-tiba CHanyeol menganggu kenyamanannya cara duduk Chanyeol benar-benar mengganggunya “Aish Hyung pelan-pelan kan bisa..” omel Kyungsoo bahkan namja itu kini kembali bersandar dan menghadap jendela membelakangi Chanyeol

                “Ah lelahnya..”Chanyeol tidak menggubris omelan Kyungsoo namja tinggi itu langsung bersandar dengan nyaman di sandaran bangku ia menoleh kearah Kyungsoo lalu tersenyum pada punggung namja mungil itu “Kau melakukan yang terbaik Kyungsoo-ya..”

                Kyungsoo tidak menjawab posisi tubuhnya pun masih sama tetapi mata tertutupnya terbuka dan ia tersenyum, walau Chanyeol selalu mengusik dirinya tetapi ia selalu suka ketika namja itu memuji dirinya setip hari setiap malam ketika mereka tengah dalam perjalan kembali ke dorm

                “KyungSoooo…” panggil CHanyeol membuat seluruh member yang kini ada di ruang tengah menoleh “Kalian lihat Kyungsoo?” Tanya Chanyeol pada seluruh member yang kini menatapnya

                “Tadi dia keluar..” jawab Baekhyun sembari memakan pepero miliknya

                “Ah, araseo..” Chanyeol segera melangkah kearah pintu keluar dan dan benar tidak perlu menunggu 1 menit namja tinggi itu sudah menghilang dari balik pintu dan seluruh member yang ada di ruang tengah hanya menghela nafas

                “Apa dia tidak kapok?” Tanya Kai menggaruk tengkuknya bingung, sudah sekian kali kejadian ini terjadi Chanyeol selalu mencari kemana Kyungsoo pergi jika namja mungil itu belum kembali sampai jam 9 malam dan akan berakhir dengan Kyungsoo yang mengamuk dan marah pada Chanyeol

                “Biarkan saja..” ucap Suho ia sendiri bingung dengan Chanyeol yang selalu tidak mau berhenti berkeliling dan selalu mengganggu Kyungsoo padahal sudah jelas terkadang Kyungsoo risih dengan perilaku Chanyeol tetapi rasanya CHanyeol menutup mata dengan kenyataan itu

                Chanyeol mengusap-usap kedua telapak tangannya malam ini benar-benar dingin, ia jadi berfikir apa tadi Kyungsoo keluar dengan memakai mantel tebal atau tidak “Kemana juga bocah itu?” Tanya CHanyeol bingung ia berputar mengelilingi sekeliling apaertement tempat dorm EXO bernaung sampai langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang ia cari ternyata tengah duduk di taman dekat dengan dorm mereka

                Kyungsoo mengoyang pelan ayunan yang tengah ia dudukin kepalanya mendongak keatas melihat butiran bintang di langit yang banyak nya tidak bisa ia hitung dengan tangannya “Ah.. ternyata rasanya di tolak seperti ini..” gumamnya

                “Wah, kau ditolak siapa Kyungsoo-ya?”

                Kyungsoo mengerutkan keningnya ia menoleh kearah kanannya dan mendapati Chanyeol sudah duduk di ayunan disampingnya bahkan menatapnya dengan wajah yang selalu tersenyum seperti biasanya “Hyung? Sejak kapan kau ada disini?”

                “Sejak barusan..” Chanyeol menggerakkan ayunannya agar berayun lebih cepat daripada Kyungsoo yang hanya menggoyang pelan ayunannya kehidupan mereka benar-benar terlihat sangat berbeda CHanyeol si manusia penuh dengan kebahagiaan dan Kyungsoo manusia yang penuh dengan misteri tidak ada yang bisa menebak apa isi kepala dari namja mungil itu

                “Jadi mau bercerita?” Chanyeol masih berayun dengan senangnya ia menoleh pada Kyungsoo yang menatapnya datar, ia tahu namja di hadapannya ini sangat tidak suka jika privasinya di usik orang lain, ia yakin namja mungil ini akan marah padanya karena mencarinya seperti biasanya
 
                Bukan Chanyeol tidak perduli dan tidak mengerti Kyungsoo risih dengan keberadaannya tetapi dia juga tidak bisa tanpa Kyungsoo, ia selalu butuh Kyungsoo selalu dalam batasan penglihatannya jika sehari saja ia tidak melihat Kyungsoo dalam 1 acara yang sama sepulangnya ia akan langsung menganggu Kyungsoo di kamarnya ataupun memanggil nama namja itu sampai Kyungsoo menyahutinya, tapi jangan katakan CHanyeol melakukan itu tanpa alasan ia menyukai Kyungsoo iya menyukainya sangat menyukai namja pendek itu mungkin bisa di sebut cinta

                Kyungsoo menghela nafas ia kembali menatap langit “Aku sudah menyatakannya Hyung..” ucap Kyungsoo “Baru saja..” lanjut Kyungsoo ia tidak menyadari ayunan yang dinaiki Chanyeol langsung terhenti seketika tetapi bukan Chanyeol nama nya jika tidak bisa menyembunyikan expresi kagetnya

                “Sudah?”

                Kyungsoo tersenyum kecut “Tapi dia menolakku, dia bilang dia ingin focus pada karirnya..” dan lagi-lagi Kyungsoo tidak menyadari kalau Chanyeol kini tengah mengusap dadanya dengan expresi paling bahagia yang ia punya, ia tahu Kyungsoo tengah patah hati tetapi ia juga tidak bisa berbohong ia senang karena Kyungsoo tidak jadi menjadi milik yeoja lain

                “Hargai saja keputusannya..” ucap Chanyeol “Lagipula masih ada aku dsini yang menemanimu..” kali ini Kyungsoo menoleh dan menatap CHanyeol yang tengah tersenyum lebar padanya dan mau tidak mau Kyungsoo ikut tersenyum bahkan tertawa pelan

                “Kau memang selalu mengangguku Hyung..” ucap Kyungsoo lalu beranjak bangun dari duduknya “Kajja kita pulang aku benar-benar kedinginan..” Kyungsoo melangkah pelan tetapi langkah nya terhenti ketika ia merasa bahunya sedikit berat dan ia merasakan ada mantel tebal yang menutupi tubuhnya, ia menoleh kebelakang dah kini mantel yang tadi di pakai Chanyeol sudah pindah ke tubuhnya

                “Kajja..” ucap Chanyeol sembari melangkah lebih dahulu meninggalkan Kyungsoo, Kyungsoo menatap punggung Chanyeol yang sedikit jauh darinya Kyungsoo tersenyum lalu mengejar Chanyeol Kyungsoo tentu tahu kenapa CHanyeol melakukan ini padanya ia tentu tidak akan lupa kalau Chanyeol pernah mengatakan kalau namja tinggi itu menyukainya tepat dihari pertama ia masuk SM untuk ikut training

                Kyungsoo dan CHanyeol turun bersama dari bus Kyungsoo sudah melambai pada Chanyeol dan itu menandakan bahwa hari ini mereka akan berpisah disini dan sampai jumpa hari esok, tetapi CHanyeol segera menahan langkah Kyungsoo

                “Kyungsoo-shii, johayo..” ucap CHanyeol dengan suara beratnya dan Kyungsoo hanya bisa terdiam dengan mata bulatnya yang tidak lepas menatap Chanyeol yang baru saja menyatakan perasaannya padanya

                “Aku menyukaimu begitu melihatmu..”

                Kyungsoo menggaruk pipinya ia bingung, pertama mereka masih terlalu kecil belum remaja, kedua mereka masih berstatus NAMJA, tentu hal itu sedikit tabu untuk Kyungsoo “A-aku.. tetapi aku tidak bisa menerima-umm menerima mu..”

                “Waeyo?” Chanyeol menunduk hingga poni lurusnya kini tertiup angin, jika diperhatikan Chanyeol tampan, lucu, perhatian padanya apalagi dihari mereka baru kenal CHanyeol sudah sangat baik padanya

                “A-aku…”

                “Apa karena aku namja?” Tanya Chanyeol

                Kyungsoo menggerakkan tangannya didepan dadanya “Aniyo bukan karena itu juga.. umm aku hanya merasa ini terlalu cepat untuk menyatakan perasaan..”

                CHanyeol menatap Kyungsoo lalu tersenyum “Ah, araseo…” Chanyeol menyentuh bahu mungil Kyungsoo membuat namja mungil itu mendongak menatap CHanyeol yang memang sudah lebih tinggi darinya “Aku akan berusaha mendapatkan hatimu mulai hari ini, dan jika waktunya sudah tepat aku akan kembali menyatakan perasaanku padamu..”

                Jujur saja walau Kyungsoo namja tetapi mendengar ada seseorang yang mengucapkan kata-kata seromantis itu dihadapannya pipi Kyungsoo tidak bisa untuk tidak merona dan salahkan pipi nya yang merona membuat seorang park Chanyeol dengan gemas mengecup pipi bulat Kyungsoo dengan gemas dan langsung berlari meninggalkannya tetapi namja tinggi itu masih berteriak di jalanan

                “Do Kyungsoo aku pasti akan mendapatkanmu..” jerit namja tinggi itu dan berhasil membuat seluruh mata kini menatap Kyungsoo dan CHanyeol

                Chanyeol tengah memainkan ponselnya sebenarnya ia berusaha menghubungi Kyungsoo yang saat ini tengah sibuk dengan drama barunya, ia tidak suka Kyungsoo sibuk seperti ini seperti tidak ada waktu dengan dirinya “Ck!” Chanyeol berdecak kesal ketika panggilan ke-50nya tetap tidak di angkat oleh Kyungsoo

                “Hyung..”

                Chanyeol menoleh dan mendapati Kai kini tengah menatapnya ia berkedip-kedip sebentar memastikan tidak ada yang salah dengan dirinya atau ada sisa riasan dimatanya bahkan ia sampai menyentuh wajahnya apa ada sisa makanan di wajahnya “Wae?”

                “Aku tidak mengerti kenapa kau selalu senang mengganggu Kyungsoo Hyung..”

                “Mwo?”

                “Aku memperhatikanmu daritadi, sudah 2 jam kau menghubunginya tanpa henti… kau tidak takut Kyungsoo Hyung membencimu?” Tanya Kai bahkan sampai menunjuk jam menyadarkan kalau sudah lama Chanyeol menghabiskan waktunya hanya untuk menghubungi Kyungsoo

                CHanyeol tertawa “Dia memang sudah membenciku dari dulu.. hanya saja dia juga tidak bisa tanpa diriku..”

                Kai mengerutkan keningnya ia tidak yakin dengan kata-kata CHanyeol kalau Kyungsoo tidak bisa tanpa Chanyeol buktinya Kyungsoo bisa saja berbeda banyak jadwal dengan Chanyeol, yang tidak bisa justru Chanyeol tidak bisa berbeda banyak jadwal

                Kyungsoo melongo menatap layar ponselnya “Apa ini? 50 panggilan tidak terjawab..” ia mengecek panggilan dari siapa saja ini? Dan setelah ia tahu siapa yang memanggil Kyungsoo memijit pelipisnya “CHanyeol Hyung..” gumamnya sambil menghubungi Chanyeol kembali

                Chanyeol segera memamerkan layar ponselnya pada Kai begitu terlihat nama Kyungsoo yang terpangpang disana “Yeoboseyo?”

                “Yaak Park Chanyeol! Kau gila eoh? Menghubungiku sampai 50 kali, bagaimana kalau ponsel ku rusak..”

                “Mianhae aku hanya ingin menanyakan keadaanmu..”

                Kyungsoo menghela nafas “Aku baik-baik saja baru selesai pengambilan gambar Hyung… setelah ini aku pulang..”

                “Apa perlu aku menjemputmu?”

                “Yaaak!”

                Chanyeol tertawa “Araseo-araseo.. cepat pulang ne aku menunggumu di dorm..”

                Kyungsoo diseberang sana tidak bisa tidak menahan senyumnya “Mwoya.. sudahlah kumatikan ne..”

                ‘tut tut tut’

                Baik Chanyeol dan Kyungsoo menatap ponsel  mereka lalu tersenyum

                “Kau seperti menanti suami mu pulang kerja Hyung..” ejek Kai

                Chanyeol menggendikan bahunya tanda tidak perduli, yang terpenting Kyungsoonya akan segera pulang sebentar lagi “Ah, aku rasanya ingin mandi..” CHanyeol melangkah meninggalkan ruang tengah dan membiarkan Kai menatap dirinya bingung, jangankan Kai seluruh member juga bingung kenapa CHanyeol selalu saja mengganggu Kyungsoo tiada hari tanpa mengusik namja mungil itu

                Dari selalu berdiri di sisi Kyungsoo baik setelah konser berakhir, penutup lagu, bandara, Shooting CF, PhotoShoot, jika spot memungkinkan CHanyeol akan selalu berlari menghampiri Kyungsoo bahkan menganggu namja mungil itu, tapi 1 hal yang mereka tidak pernah mengerti walaupun Kyungsoo selalu menatap jengkel Chanyeol ketika namja itu menjahilinya tetapi Kyungsoo tidak akan pernah bosan berada didekat Chanyeol bahkan Kyungsoo tidak pernah mengatakan ia terganggu dengan ada nya Chanyeol yang selalu berkeliling disekitarnya, mereka bahkan terkadang lupa kalau Chanyeol adalah sang namja iseng dan Kyungsoo adalah sang namja pendiam jika mereka berdua sudah saling tertawa dan skinship ber-2, keduanya bahkan terlalu bahagia hingga rasanya kebahagiaan itu bisa terasa oleh member yang lain

                Kyungsoo tersenyum-senyum sendiri di dalam mobil van yang mengantarnya pulang ke dorm ia melihat banyak foto-foto dirinya dan Chanyeol yang bertebaran di google dari mulai pelukan mereka di lagu XOXO hingga love sign mereka, airport couple, selca mereka yang selalu disebar oleh Chanyeol dan jangan lupakan foto yang di ambil CHanyeol secara diam-diam pun di sebar oleh namja tinggi itu, foto ketika mereka bernyanyi bersama ketika Chanyeol merangkulnya, bahkan saat photoshootpun selalu ada saat dimana CHanyeol memeluknya merangkulnya menjahilinya, jika ingat hobby Chanyeol yang satu itu rasanya ia sangat membenci namja tiang listrik itu tiada hari yang bisa dilewati namja itu tanpa menjahili dirinya

                “Sial bahkan aku sudah melupakan bagaimana rasanya ditolak beberapa hari lalu..” Kyungsoo mengacak-acak rambutnya, ia menggaruk-garuk pipi nya “Bahkan saat ditolak aku tidak terlalu merasa sakit daripada saat Chanyeol marah padaku karena aku pulang malam dari Me Time ku..” Kyungsoo menepuk keningnya “Arghh ini gila..”

                CHanyeol membuka kaca jendela di kamarnya ia menghela nafas sejujurnya ia lelah, bukan lelah mengejar Kyungsoo ia lelah dengan pernyataan para member padanya ‘Berhenti menjahilinya’ ‘Berhenti menganggunya Chanyeol-ah..’ ‘Kau memang sangat ingin dia membencimu..’ ‘Kurasa dia sangat membencimu..’ kalimat terakhir masih sangat ia ingat dan selalu keluar dari mulut Baekhyun saat Kyungsoo menyentak tangannya ketika Chanyeol menahan Kyungsoo dan selalu bertanya pada Kyungsoo apa yang namja mungil itu lakukan hari ini apa yang namja itu makan hari ini siapa saja yang ditemui namja itu hari ini tanpa nya dan jangan lupakan tatapan tidak suka yang selalu dilempar Kyungsoo pada dirinya

                Tanpa harus diberitahu pun Chanyeol tahu pasti Kyungsoo membencinya hanya dengan melihat Kyungsoo yang terkadang tidak memperdulikan kekhawatirannya Kyungsoo yang tidak suka privasinya di campuri CHanyeol, padahal  jujur ia tidak merasa ada yang salah dengan perilakunya pada Kyungsoo ia menyukai Kyungsoo sudah sejak lama ia memperlakukan Kyungsoo sedikit berbeda dengan yang lain karena ia ingin Kyungsoo tahu ia masih menyukai Kyungsoo, kejahilannya dengan sendiri keluar begitu melihat Kyungsoo berada didekatnya, tetapi ia masih tidak mengerti kenapa segala sikapnya membuat Kyungsoo terlihat membencinya, ia merasa sudah benar dengan caranya menunjukkan perasaannya

                CHanyeol kembali menghela nafas ia menutup jendelanya ia melangkah menghampiri gitar kesayangannya yang selalu ia pakai untuk bernyanyi lagu-lagu yang Kyungsoo sukai, lagu-lagu yang terkadang sering mereka nyanyikan bersama, baru ia memeluk gitarnya dan berniat memetik senar gitarnya pintu kamarnya terbuka dan menampakkan sosok Kyungsoo dihadapannya

                “Kyungsoo-ah kau sudah pulang?” Chanyeol segera berdiri dan menghampiri Kyungsoo

                “Sudah..” Kyungsoo melangkah masuk kedalam lalu melempar tubuhnya sendiri ke tempat tidur milik CHanyeol yang empuk dan jangan lupakan ada bau khas Chanyeol disana “Ah aku lelah sekali..”

                Chanyeol menutup pintu kamarnya lalu menghampiri Kyungsoo ia meletakkan gitar kesayangannya yang sedari tadi ia bopong-bopong ia duduk di tepi tempat tidur ia memijit pelan bahu Kyungsoo “Jika lelah kenapa kau mau mengambil drama itu?”

                Kyungsoo menutup matanya “Aku hanya butuh penyegaran Hyung..”

                “Kau masih belum melupakan yeoja itu?” Tanya Chanyeol, walau Kyungsoo tahu Chanyeol menyukainya tetapi Kyungsoo tidak pernah menutupi apapun dari Chanyeol bahkan wanita yang diincarnya, tetapi baik Chanyeol ataupun Kyungsoo mereka tidak tahu perasaan yang dimiliki Kyungsoo pada yeoja itu benar-benar cinta atau hanya suka atau hanya kagum atau hanya karena Kyungsoo fikir wanita itu bisa ia dekati

                Kyungsoo masih ingat jelas perkataan yeoja itu ketika menolaknya ‘Aku ingin focus dengan karierku Oppa, lagipula kufikir kau ada hubungan khusus dengan Chanyeol Oppa..’

                Kyungsoo menoleh ia kembali membuka matanya “Aku sudah sangat melupakan hari itu malah..”

                Chanyeol mengerutkan keningnya bahkan bibir namja tinggi itu juga sedikit mengerucut tanda ia bingung, jangan lupa selain tampan Chanyeol juga cute disaat yang bersamaan “Lalu apa yang membuatmu membutuhkan penyegaran..”

                Kyungsoo bangkit dari tidurnya ia duduk tepat dihadapan Chanyeol “Aku butuh penyengaran untuk menghindari seseorang..”

                “Eh? Nugu?”

                Kyungsoon menunjuk Chanyeol “Kau..”

                Mata CHanyeol membulat “Mwo??” kenapa Kyungsoo ingin menghidarinya?? Ia tidak melakukan kesalahan bukan? “Ada apa denganku?”

                “Aku fikir jika mengambil jadwal yang lebih banyak dari yang lain aku tidak akan kau jahili lagi, ternyata kau tetap saja menjahiliku.. kau benar-benar menyebalkan Park Chanyeol..”

                Jawaban Kyungsoo berhasil membuat Chanyeol tertawa bahkan terbahak hingga berguling di atas kasur “Tertawa terus sampai kau tersedak..” omel Kyungsoo, ia benar-benar tengah protes saat ini tetapi Chanyeol malah mentertawakannya

                “Aish aku benar-benar membencimu..” Kyungsoo mencibir bahkan bibirnya mengerucut, sedangkan Chanyeol tengah menahan tawanya dan menatap Kyungsoo yang baru saja mengucapkan kata-kata benci padanya tetapi Chanyeol tersenyum

                “Aku juga membencimu..”

                Chanyeol dan Kyungsoo kembali tertawa geli mereka saling membenci tetapi mereka tidak bisa jauh satu sama lain, jangan lupakan siapa yang dicari Kyungsoo ketika sampai di dorm ‘CHANYEOL’ jangan lupakan siapa orang no.1 yang selalu masuk dalam kitab kejahilan Park Chanyeol ‘KYUNGSOO’ mereka saling bertatap ketika tertawa lalu Chanyeol menepuk tangannya sekali tanda ia ingin acara tertawa ini berhenti

                “Sudah berapa tahun sejak hari itu.. kau ingat?” Tanya Chanyeol

                “A…” Kyungsoo mencoba mengingat-ingat tetapi ia lupa, ia menggeleng “Aku lupa sepertinya..”

                Chanyeol tersenyum bodoh “Apa kau saat itu berfikir aku sangat aneh?”

                Kyungsoo segera menganggukkan kepalanya mantap “Dengan wajah sepolos itu dan dengan rambut lurusmu itu kau mengatakan kau menyukaiku, kau tidak aneh hanya terlihat sedikit bodoh saja..”

                Chanyeol menyentuh kepala Kyungsoo lalu mengacak-acak rambut namja mungil itu “Jika ku katakan rasa itu masih ada apa kau akan percaya?”

                Kyungsoo tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya “Aku tahu kau masih menyukaiku..”

                “Jinjja?”

                “Kau fikir bagaimana aku tidak tahu jika setiap kau ditanya siapa type idealmu kau menjawab diriku, jika ditanya siapa yang kau rindukan kau jawab diriku..” Kyungsoo mengigit bibirnya “Kau ini bodoh sekali Hyung..”

                “Jika sangat mudah tertebak seharusnya jangankan dirimu pasti semua orang tahu..”

                Kyungsoo memutar bola matanya malas ia jadi ingat perkataan yeoja yang menolaknya kemarin, bahkan yeoja itu bisa tahu ada hubungan khusus antara dirinya dan CHanyeol “Aku benar-benar membencimu Park Chanyeol… bagaimana bisa aku bahagia dan kesal disaat bersamaan ketika kau menjahiliku..”

                “Aku membencimu karena caramu menunjukkan perasaanmu padaku terkadang membuatku berdebar..” Kyungsoo melempar Chanyeol yang sudah tersenyum-senyum lebar seperti orang gila dengan bantal kepala milik Chanyeol “Berhenti tersenyum seperti itu..”

                “Aku benar-benar membencimu karena kau terus menunjukkan perasaanmu dan perhatianmu tanpa henti walaupun aku sudah mencoba menghindar dan tidak perduli..”

                “Aku sangat membencimu karena lebih menyakitkan melihatmu marah padaku daripada ditolak yeoja-yeoja diluar sana..”

                “Heh?? Ada berapa banyak yeoja memang yang kau dekati tanpa sepengetahuanku?” omel Chanyeol, Kyungsoo hanya bisa menahan tawa yang hampir meledak karena ini pertama kalinya ia melihat Chanyeol benar-benar menunjukkan kecemburuanya dihadapannya langsung

                “Aku bercanda..” Kyungsoo memeluk bantal guling milik Chanyeol “Ah aku benar-benar membencimu..”

                Chanyeol tertawa kecut kini ia mengerti arti dari kata-kata ‘Aku Membencimu’ ‘Aku sangat Membencimu’ ‘Aku benar-benar membencimu’ yang keluar dari mulut Kyungsoo “Kau ini hanya tinggal bilang saja kau mencintaiku apa susahnya..”

                Kyungsoo menatap Chanyeol tetap dengan posenya yang memeluk guling, owh lihatlah betapa imutnya namja yang Chanyeol cintai ini “Aku membencimu lebih indah didengar dan lebih bisa kuucapkan kapan saja..”

                Chanyeol meraih jemari Kyungsoo meremasnya pelan lalu menghirup nafas panjang “Jadilah namjaku, jangan mencari wanita lain lagi untuk menjadi pelarianmu…” Chanyeol menatap Kyungsoo, tatapan ini adalah tatapan serius yang pertama kali Kyungsoo lihat seumur hidupnya “Mungkin sekarang sudah saatnya aku menyatakan kembali perasaanku dengan benar.. kita sudah cukup dewasa bukan?”

                Kyungsoo mengingat kejadian beberapa tahun lalu dirinya yang polos dan Chanyeol yang cute di tepi jalan yang ramai saling berdiri berhadapan bertatapan dan ungkapan suka itupun keluar begitu saja dari bibir Chanyeol, jika di fikir-fikir CHanyeol dimasa itu dan sekarang tidak ada yang berubah hanya saja lebih tampan Chanyeol yang sekarang, Kyungsoo tidak menyangka CHanyeol benar-benar bisa mempertahankan perasaannya pada dirinya setelah sekian lama

                “Aku menyukaimu.. tapi itu beberapa tahun lalu.. sekarang aku sangat mencintaimu.. perasaanku ikut bertumbuh seiring kita selalu bertumbuh bersama..” CHanyeol tersenyum kikuk ini lebih susah daripada mengungkapkan perasaannya beberapa tahun lalu, dirinya yang dulu dan dirinya yang sekarang jelas berbeda dia yang dulu dengan polos dan berani langsung mengungkapkan apa yang ia rasakan tetapi dirinya yang sekarang rasanya ia harus mengumpulkan keberanian menahan debaran di dadanya yang rasanya hampir meledak

                Kyungsoo tersenyum bahkan pipi bulat namja mungil itu sama seperti beberapa tahun lalu merona merah dengan imutnya “Aku juga membencimu..” ucap nya sembari menunduk

                Chanyeol tertawa “Yak! Hanya katakan saja sekali kau mencintaiku kenapa kau masih memakai kata benci sebagai kata ganti?” omel CHanyeol rasanya ia ingin menjitak kepala bulat namja dihadapannya ini

                Kyungsoo melayangkan pukulannya pada lengan Chanyeol namja tinggi itu sontak langsung mengelus sayang lengannya yang baru saja terkena pukulan cinta dari Kyungsoo “Kau fikir mengatakan itu tidak susah? Lidahku kelu..” Kyungsoo mengigit bibirnya ia benar-benar susah mengatakannya, lebih mudah menyatakan perasaannya pada yeoja beberapa hari lalu daripada menyatakannya pada Chanyeol

                Chanyeol kembali mengacak-acak rambut Kyungsoo “Kau ini, mungkin aku yang harus mengikutimu.. aku sangat membencimu Kyungsoo-ah..”

                Kyungsoo tersenyum ia melempar bantal guling milik Chanyeol pada pemiliknya “Sudahlah aku akan kembali ke kamarku saja..” Kyungsoo segera melompat turun dari kasur Chanyeol dan berlari kearah pintu meninggalkan Chanyeol yang kini menggerutu

                “Mwoya, dia bahkan juga tidak membalas ucapan benciku..” gerutu Chanyeol

                Kyungsoo membuka pintu kamar Chanyeol ia menoleh pada Chanyeol lalu tersenyum “CHanyeol Hyung..”

                “Eoh??” Chanyeol menoleh sembari memeluk guling kesayangannya

                “Aku juga mencintaimu Park Chanyeol..”

                Kyungsoo segera beranjak meninggalkan kamar Chanyeol dan meninggalkan si pemilik kamar yang kini tengah mengangga bahkan wajahnya kini memerah ini pertama kalinya ia mendengar kalimat indah itu mengalun dari bibir Kyungsoo langsung untuknya

                “Yeaaaaayy!” jerit Chanyeol didalam kamarnya sedangkan Kyungsoo tengah menepuk-nepuk wajahnya yang rasanya sudah lebih merah dari kepiting rebus

                Kyungsoo tidak pernah membenci Chanyeol, ia sudah mencintai Chanyeol sejak awal mereka debut karena Chanyeol selalu berada disisinya tidak pernah meninggalkannya selalu membimbingnya cinta polos Chanyeol padanya ia mengerti semuanya termasuk kejahilan Chanyeol padanya dan karena itu semua ia mencintai namja Park itu, terlalu mencintai namja itu hingga ia membenci kenyataan bahwa mungkin sekarang cinta miliknya lebih besar daripada milik Chanyeol



                                                                          TAMAT

September, 09 2015

06 : 35 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar