GIVE LOVE
Pairing : Park
Chanyeol, Do Kyungsoo
Genre :
Romance. Comedy
Leght :
OneShoot
Tittle : Give Love
Author : Choi
Seorin
Namja tertinggi ke-2 di grupnya itu kini berlari kecil menyusuri
panggung ia sejak awal hendak menghampiri namja mungil yang berdiri jauh
bersebrangan dengannya, entah kenapa konsep kali ini membuatnya harus selalu
berada di spot yang jauh dari namja mungil itu
‘Grep’
Namja
tinggi itu langsung merangkul namja mungil yang kini sudah berdiri disampingnya
“Kau cepat sekali sampai disini?” ucap namja mungil itu dia tidak tahu saja
namja tinggi ini tadi berlari agar lebih cepat sampai agar tidak ada yang
sempat melakukan fanservice dengan namja mungil itu
Namja
tinggi ini hanya tersenyum lebar dan mengarahkan sebelah tangannya kearah depan
si namja mungil “Love sign?” Tanya namja tinggi itu dan si namja mungil segera
membalas dan menempelkan sebelah tangannya yang sudah berbentuk setengah hati
ke tangan namja tinggi itu
‘Kyaaaaa ChanSoo….’
Si
namja tinggi sangat menyukai teriakan itu, teriakan yang menyebutkan namanya
dengan namja di sisinya Do KyungSoo ia menatap namja mungil disisinya sesaat
sebelum menutup matanya dengan senyum mengembang lebar, penutup lagu yang
berhasil sama seperti sebelum-sebelumnya dirinya selalu melakukan Love Sign
dengan Kyungsoo
“Chanyeol
Hyung..” Kyungsoo si namja mungil menarik ujung jaket namja tinggi itu,
sepertinya namja tinggi itu terlalu lama melamun sampai ia tidak sadar bahwa
seluruh member sudah masuk kembali ke back stage
“Eoh?”
“Palli…”
Kyungsoo kembali menarik ujung jaket namja tinggi yang ternyata Chanyeol
“Aigoo,
sudah berapa lama aku melamun?” Tanya Chanyeol sembari berlari bersamaan dengan
Kyungsoo disisinya
“Sangat
lama..” Kyungsoo menggeleng-geleng kan kepalanya dan memutuskan berlari
terlebih dahulu ke belakang stage meninggalkan CHanyeol yang kini hanya
menghela nafas tapi ia kembali tersenyum riang ia tidak perduli reaksi Kyungsoo
dengan segala perilakunya
Chanyeol
langsung masuk kedalam van dan dengan cepat ia segera duduk disebelah Kyungsoo,
namja mungil yang tadinya tengah bersandar dengan nyaman sampai tersentak kaget
karena tiba-tiba CHanyeol menganggu kenyamanannya cara duduk Chanyeol
benar-benar mengganggunya “Aish Hyung pelan-pelan kan bisa..” omel Kyungsoo
bahkan namja itu kini kembali bersandar dan menghadap jendela membelakangi
Chanyeol
“Ah
lelahnya..”Chanyeol tidak menggubris omelan Kyungsoo namja tinggi itu langsung
bersandar dengan nyaman di sandaran bangku ia menoleh kearah Kyungsoo lalu
tersenyum pada punggung namja mungil itu “Kau melakukan yang terbaik
Kyungsoo-ya..”
Kyungsoo
tidak menjawab posisi tubuhnya pun masih sama tetapi mata tertutupnya terbuka
dan ia tersenyum, walau Chanyeol selalu mengusik dirinya tetapi ia selalu suka
ketika namja itu memuji dirinya setip hari setiap malam ketika mereka tengah
dalam perjalan kembali ke dorm
“KyungSoooo…”
panggil CHanyeol membuat seluruh member yang kini ada di ruang tengah menoleh
“Kalian lihat Kyungsoo?” Tanya Chanyeol pada seluruh member yang kini
menatapnya
“Tadi
dia keluar..” jawab Baekhyun sembari memakan pepero miliknya
“Ah,
araseo..” Chanyeol segera melangkah kearah pintu keluar dan dan benar tidak
perlu menunggu 1 menit namja tinggi itu sudah menghilang dari balik pintu dan
seluruh member yang ada di ruang tengah hanya menghela nafas
“Apa
dia tidak kapok?” Tanya Kai menggaruk tengkuknya bingung, sudah sekian kali
kejadian ini terjadi Chanyeol selalu mencari kemana Kyungsoo pergi jika namja
mungil itu belum kembali sampai jam 9 malam dan akan berakhir dengan Kyungsoo
yang mengamuk dan marah pada Chanyeol
“Biarkan
saja..” ucap Suho ia sendiri bingung dengan Chanyeol yang selalu tidak mau
berhenti berkeliling dan selalu mengganggu Kyungsoo padahal sudah jelas terkadang
Kyungsoo risih dengan perilaku Chanyeol tetapi rasanya CHanyeol menutup mata
dengan kenyataan itu
Chanyeol
mengusap-usap kedua telapak tangannya malam ini benar-benar dingin, ia jadi
berfikir apa tadi Kyungsoo keluar dengan memakai mantel tebal atau tidak
“Kemana juga bocah itu?” Tanya CHanyeol bingung ia berputar mengelilingi
sekeliling apaertement tempat dorm EXO bernaung sampai langkahnya terhenti
ketika melihat sosok yang ia cari ternyata tengah duduk di taman dekat dengan
dorm mereka
Kyungsoo
mengoyang pelan ayunan yang tengah ia dudukin kepalanya mendongak keatas
melihat butiran bintang di langit yang banyak nya tidak bisa ia hitung dengan
tangannya “Ah.. ternyata rasanya di tolak seperti ini..” gumamnya
“Wah,
kau ditolak siapa Kyungsoo-ya?”
Kyungsoo
mengerutkan keningnya ia menoleh kearah kanannya dan mendapati Chanyeol sudah
duduk di ayunan disampingnya bahkan menatapnya dengan wajah yang selalu
tersenyum seperti biasanya “Hyung? Sejak kapan kau ada disini?”
“Sejak
barusan..” Chanyeol menggerakkan ayunannya agar berayun lebih cepat daripada
Kyungsoo yang hanya menggoyang pelan ayunannya kehidupan mereka benar-benar
terlihat sangat berbeda CHanyeol si manusia penuh dengan kebahagiaan dan
Kyungsoo manusia yang penuh dengan misteri tidak ada yang bisa menebak apa isi
kepala dari namja mungil itu
“Jadi
mau bercerita?” Chanyeol masih berayun dengan senangnya ia menoleh pada
Kyungsoo yang menatapnya datar, ia tahu namja di hadapannya ini sangat tidak
suka jika privasinya di usik orang lain, ia yakin namja mungil ini akan marah
padanya karena mencarinya seperti biasanya
Bukan
Chanyeol tidak perduli dan tidak mengerti Kyungsoo risih dengan keberadaannya
tetapi dia juga tidak bisa tanpa Kyungsoo, ia selalu butuh Kyungsoo selalu
dalam batasan penglihatannya jika sehari saja ia tidak melihat Kyungsoo dalam 1
acara yang sama sepulangnya ia akan langsung menganggu Kyungsoo di kamarnya
ataupun memanggil nama namja itu sampai Kyungsoo menyahutinya, tapi jangan
katakan CHanyeol melakukan itu tanpa alasan ia menyukai Kyungsoo iya
menyukainya sangat menyukai namja pendek itu mungkin bisa di sebut cinta
Kyungsoo
menghela nafas ia kembali menatap langit “Aku sudah menyatakannya Hyung..” ucap
Kyungsoo “Baru saja..” lanjut Kyungsoo ia tidak menyadari ayunan yang dinaiki
Chanyeol langsung terhenti seketika tetapi bukan Chanyeol nama nya jika tidak
bisa menyembunyikan expresi kagetnya
“Sudah?”
Kyungsoo
tersenyum kecut “Tapi dia menolakku, dia bilang dia ingin focus pada
karirnya..” dan lagi-lagi Kyungsoo tidak menyadari kalau Chanyeol kini tengah
mengusap dadanya dengan expresi paling bahagia yang ia punya, ia tahu Kyungsoo
tengah patah hati tetapi ia juga tidak bisa berbohong ia senang karena Kyungsoo
tidak jadi menjadi milik yeoja lain
“Hargai
saja keputusannya..” ucap Chanyeol “Lagipula masih ada aku dsini yang
menemanimu..” kali ini Kyungsoo menoleh dan menatap CHanyeol yang tengah
tersenyum lebar padanya dan mau tidak mau Kyungsoo ikut tersenyum bahkan
tertawa pelan
“Kau
memang selalu mengangguku Hyung..” ucap Kyungsoo lalu beranjak bangun dari
duduknya “Kajja kita pulang aku benar-benar kedinginan..” Kyungsoo melangkah
pelan tetapi langkah nya terhenti ketika ia merasa bahunya sedikit berat dan ia
merasakan ada mantel tebal yang menutupi tubuhnya, ia menoleh kebelakang dah
kini mantel yang tadi di pakai Chanyeol sudah pindah ke tubuhnya
“Kajja..”
ucap Chanyeol sembari melangkah lebih dahulu meninggalkan Kyungsoo, Kyungsoo
menatap punggung Chanyeol yang sedikit jauh darinya Kyungsoo tersenyum lalu
mengejar Chanyeol Kyungsoo tentu tahu kenapa CHanyeol melakukan ini padanya ia
tentu tidak akan lupa kalau Chanyeol pernah mengatakan kalau namja tinggi itu
menyukainya tepat dihari pertama ia masuk SM untuk ikut training
Kyungsoo dan CHanyeol turun bersama dari bus
Kyungsoo sudah melambai pada Chanyeol dan itu menandakan bahwa hari ini mereka
akan berpisah disini dan sampai jumpa hari esok, tetapi CHanyeol segera menahan
langkah Kyungsoo
“Kyungsoo-shii, johayo..” ucap
CHanyeol dengan suara beratnya dan
Kyungsoo hanya bisa terdiam dengan mata bulatnya yang tidak lepas menatap
Chanyeol yang baru saja menyatakan perasaannya padanya
“Aku menyukaimu begitu
melihatmu..”
Kyungsoo menggaruk pipinya ia
bingung, pertama mereka masih terlalu kecil belum remaja, kedua mereka masih
berstatus NAMJA, tentu hal itu sedikit tabu untuk Kyungsoo “A-aku.. tetapi aku
tidak bisa menerima-umm menerima mu..”
“Waeyo?” Chanyeol menunduk
hingga poni lurusnya kini tertiup angin, jika diperhatikan Chanyeol tampan,
lucu, perhatian padanya apalagi dihari mereka baru kenal CHanyeol sudah sangat
baik padanya
“A-aku…”
“Apa karena aku namja?” Tanya
Chanyeol
Kyungsoo menggerakkan tangannya
didepan dadanya “Aniyo bukan karena itu juga.. umm aku hanya merasa ini terlalu
cepat untuk menyatakan perasaan..”
CHanyeol menatap Kyungsoo lalu
tersenyum “Ah, araseo…” Chanyeol menyentuh bahu mungil Kyungsoo membuat namja
mungil itu mendongak menatap CHanyeol yang memang sudah lebih tinggi darinya
“Aku akan berusaha mendapatkan hatimu mulai hari ini, dan jika waktunya sudah
tepat aku akan kembali menyatakan perasaanku padamu..”
Jujur saja walau Kyungsoo namja
tetapi mendengar ada seseorang yang mengucapkan kata-kata seromantis itu
dihadapannya pipi Kyungsoo tidak bisa untuk tidak merona dan salahkan pipi nya
yang merona membuat seorang park Chanyeol dengan gemas mengecup pipi bulat
Kyungsoo dengan gemas dan langsung berlari meninggalkannya tetapi namja tinggi
itu masih berteriak di jalanan
“Do Kyungsoo aku pasti akan
mendapatkanmu..” jerit namja tinggi itu dan berhasil membuat seluruh mata kini
menatap Kyungsoo dan CHanyeol
Chanyeol
tengah memainkan ponselnya sebenarnya ia berusaha menghubungi Kyungsoo yang
saat ini tengah sibuk dengan drama barunya, ia tidak suka Kyungsoo sibuk
seperti ini seperti tidak ada waktu dengan dirinya “Ck!” Chanyeol berdecak
kesal ketika panggilan ke-50nya tetap tidak di angkat oleh Kyungsoo
“Hyung..”
Chanyeol
menoleh dan mendapati Kai kini tengah menatapnya ia berkedip-kedip sebentar
memastikan tidak ada yang salah dengan dirinya atau ada sisa riasan dimatanya
bahkan ia sampai menyentuh wajahnya apa ada sisa makanan di wajahnya “Wae?”
“Aku
tidak mengerti kenapa kau selalu senang mengganggu Kyungsoo Hyung..”
“Mwo?”
“Aku
memperhatikanmu daritadi, sudah 2 jam kau menghubunginya tanpa henti… kau tidak
takut Kyungsoo Hyung membencimu?” Tanya Kai bahkan sampai menunjuk jam
menyadarkan kalau sudah lama Chanyeol menghabiskan waktunya hanya untuk
menghubungi Kyungsoo
CHanyeol
tertawa “Dia memang sudah membenciku dari dulu.. hanya saja dia juga tidak bisa
tanpa diriku..”
Kai
mengerutkan keningnya ia tidak yakin dengan kata-kata CHanyeol kalau Kyungsoo
tidak bisa tanpa Chanyeol buktinya Kyungsoo bisa saja berbeda banyak jadwal
dengan Chanyeol, yang tidak bisa justru Chanyeol tidak bisa berbeda banyak
jadwal
Kyungsoo
melongo menatap layar ponselnya “Apa ini? 50 panggilan tidak terjawab..” ia
mengecek panggilan dari siapa saja ini? Dan setelah ia tahu siapa yang
memanggil Kyungsoo memijit pelipisnya “CHanyeol Hyung..” gumamnya sambil
menghubungi Chanyeol kembali
Chanyeol
segera memamerkan layar ponselnya pada Kai begitu terlihat nama Kyungsoo yang
terpangpang disana “Yeoboseyo?”
“Yaak
Park Chanyeol! Kau gila eoh? Menghubungiku sampai 50 kali, bagaimana kalau
ponsel ku rusak..”
“Mianhae
aku hanya ingin menanyakan keadaanmu..”
Kyungsoo
menghela nafas “Aku baik-baik saja baru selesai pengambilan gambar Hyung…
setelah ini aku pulang..”
“Apa
perlu aku menjemputmu?”
“Yaaak!”
Chanyeol
tertawa “Araseo-araseo.. cepat pulang ne aku menunggumu di dorm..”
Kyungsoo
diseberang sana tidak bisa tidak menahan senyumnya “Mwoya.. sudahlah kumatikan
ne..”
‘tut tut tut’
Baik
Chanyeol dan Kyungsoo menatap ponsel mereka lalu tersenyum
“Kau
seperti menanti suami mu pulang kerja Hyung..” ejek Kai
Chanyeol
menggendikan bahunya tanda tidak perduli, yang terpenting Kyungsoonya akan
segera pulang sebentar lagi “Ah, aku rasanya ingin mandi..” CHanyeol melangkah
meninggalkan ruang tengah dan membiarkan Kai menatap dirinya bingung, jangankan
Kai seluruh member juga bingung kenapa CHanyeol selalu saja mengganggu Kyungsoo
tiada hari tanpa mengusik namja mungil itu
Dari
selalu berdiri di sisi Kyungsoo baik setelah konser berakhir, penutup lagu,
bandara, Shooting CF, PhotoShoot, jika spot memungkinkan CHanyeol akan selalu
berlari menghampiri Kyungsoo bahkan menganggu namja mungil itu, tapi 1 hal yang
mereka tidak pernah mengerti walaupun Kyungsoo selalu menatap jengkel Chanyeol
ketika namja itu menjahilinya tetapi Kyungsoo tidak akan pernah bosan berada
didekat Chanyeol bahkan Kyungsoo tidak pernah mengatakan ia terganggu dengan
ada nya Chanyeol yang selalu berkeliling disekitarnya, mereka bahkan terkadang
lupa kalau Chanyeol adalah sang namja iseng dan Kyungsoo adalah sang namja
pendiam jika mereka berdua sudah saling tertawa dan skinship ber-2, keduanya
bahkan terlalu bahagia hingga rasanya kebahagiaan itu bisa terasa oleh member
yang lain
Kyungsoo
tersenyum-senyum sendiri di dalam mobil van yang mengantarnya pulang ke dorm ia
melihat banyak foto-foto dirinya dan Chanyeol yang bertebaran di google dari
mulai pelukan mereka di lagu XOXO hingga love sign mereka, airport couple,
selca mereka yang selalu disebar oleh Chanyeol dan jangan lupakan foto yang di
ambil CHanyeol secara diam-diam pun di sebar oleh namja tinggi itu, foto ketika
mereka bernyanyi bersama ketika Chanyeol merangkulnya, bahkan saat
photoshootpun selalu ada saat dimana CHanyeol memeluknya merangkulnya
menjahilinya, jika ingat hobby Chanyeol yang satu itu rasanya ia sangat membenci
namja tiang listrik itu tiada hari yang bisa dilewati namja itu tanpa menjahili
dirinya
“Sial
bahkan aku sudah melupakan bagaimana rasanya ditolak beberapa hari lalu..”
Kyungsoo mengacak-acak rambutnya, ia menggaruk-garuk pipi nya “Bahkan saat
ditolak aku tidak terlalu merasa sakit daripada saat Chanyeol marah padaku
karena aku pulang malam dari Me Time ku..” Kyungsoo menepuk keningnya “Arghh
ini gila..”
CHanyeol
membuka kaca jendela di kamarnya ia menghela nafas sejujurnya ia lelah, bukan
lelah mengejar Kyungsoo ia lelah dengan pernyataan para member padanya ‘Berhenti menjahilinya’ ‘Berhenti
menganggunya Chanyeol-ah..’ ‘Kau memang sangat ingin dia membencimu..’ ‘Kurasa
dia sangat membencimu..’ kalimat terakhir masih sangat ia ingat dan selalu
keluar dari mulut Baekhyun saat Kyungsoo menyentak tangannya ketika Chanyeol
menahan Kyungsoo dan selalu bertanya pada Kyungsoo apa yang namja mungil itu
lakukan hari ini apa yang namja itu makan hari ini siapa saja yang ditemui
namja itu hari ini tanpa nya dan jangan lupakan tatapan tidak suka yang selalu
dilempar Kyungsoo pada dirinya
Tanpa
harus diberitahu pun Chanyeol tahu pasti Kyungsoo membencinya hanya dengan
melihat Kyungsoo yang terkadang tidak memperdulikan kekhawatirannya Kyungsoo
yang tidak suka privasinya di campuri CHanyeol, padahal jujur ia tidak merasa ada yang salah dengan
perilakunya pada Kyungsoo ia menyukai Kyungsoo sudah sejak lama ia
memperlakukan Kyungsoo sedikit berbeda dengan yang lain karena ia ingin
Kyungsoo tahu ia masih menyukai Kyungsoo, kejahilannya dengan sendiri keluar
begitu melihat Kyungsoo berada didekatnya, tetapi ia masih tidak mengerti
kenapa segala sikapnya membuat Kyungsoo terlihat membencinya, ia merasa sudah
benar dengan caranya menunjukkan perasaannya
CHanyeol
kembali menghela nafas ia menutup jendelanya ia melangkah menghampiri gitar
kesayangannya yang selalu ia pakai untuk bernyanyi lagu-lagu yang Kyungsoo
sukai, lagu-lagu yang terkadang sering mereka nyanyikan bersama, baru ia
memeluk gitarnya dan berniat memetik senar gitarnya pintu kamarnya terbuka dan
menampakkan sosok Kyungsoo dihadapannya
“Kyungsoo-ah
kau sudah pulang?” Chanyeol segera berdiri dan menghampiri Kyungsoo
“Sudah..”
Kyungsoo melangkah masuk kedalam lalu melempar tubuhnya sendiri ke tempat tidur
milik CHanyeol yang empuk dan jangan lupakan ada bau khas Chanyeol disana “Ah
aku lelah sekali..”
Chanyeol
menutup pintu kamarnya lalu menghampiri Kyungsoo ia meletakkan gitar
kesayangannya yang sedari tadi ia bopong-bopong ia duduk di tepi tempat tidur
ia memijit pelan bahu Kyungsoo “Jika lelah kenapa kau mau mengambil drama itu?”
Kyungsoo
menutup matanya “Aku hanya butuh penyegaran Hyung..”
“Kau
masih belum melupakan yeoja itu?” Tanya Chanyeol, walau Kyungsoo tahu Chanyeol
menyukainya tetapi Kyungsoo tidak pernah menutupi apapun dari Chanyeol bahkan
wanita yang diincarnya, tetapi baik Chanyeol ataupun Kyungsoo mereka tidak tahu
perasaan yang dimiliki Kyungsoo pada yeoja itu benar-benar cinta atau hanya
suka atau hanya kagum atau hanya karena Kyungsoo fikir wanita itu bisa ia
dekati
Kyungsoo
masih ingat jelas perkataan yeoja itu ketika menolaknya ‘Aku ingin focus dengan karierku Oppa, lagipula kufikir kau ada
hubungan khusus dengan Chanyeol Oppa..’
Kyungsoo
menoleh ia kembali membuka matanya “Aku sudah sangat melupakan hari itu
malah..”
Chanyeol
mengerutkan keningnya bahkan bibir namja tinggi itu juga sedikit mengerucut
tanda ia bingung, jangan lupa selain tampan Chanyeol juga cute disaat yang
bersamaan “Lalu apa yang membuatmu membutuhkan penyegaran..”
Kyungsoo
bangkit dari tidurnya ia duduk tepat dihadapan Chanyeol “Aku butuh penyengaran
untuk menghindari seseorang..”
“Eh?
Nugu?”
Kyungsoon
menunjuk Chanyeol “Kau..”
Mata
CHanyeol membulat “Mwo??” kenapa Kyungsoo ingin menghidarinya?? Ia tidak
melakukan kesalahan bukan? “Ada apa denganku?”
“Aku
fikir jika mengambil jadwal yang lebih banyak dari yang lain aku tidak akan kau
jahili lagi, ternyata kau tetap saja menjahiliku.. kau benar-benar menyebalkan
Park Chanyeol..”
Jawaban
Kyungsoo berhasil membuat Chanyeol tertawa bahkan terbahak hingga berguling di
atas kasur “Tertawa terus sampai kau tersedak..” omel Kyungsoo, ia benar-benar
tengah protes saat ini tetapi Chanyeol malah mentertawakannya
“Aish
aku benar-benar membencimu..” Kyungsoo mencibir bahkan bibirnya mengerucut,
sedangkan Chanyeol tengah menahan tawanya dan menatap Kyungsoo yang baru saja
mengucapkan kata-kata benci padanya tetapi Chanyeol tersenyum
“Aku
juga membencimu..”
Chanyeol
dan Kyungsoo kembali tertawa geli mereka saling membenci tetapi mereka tidak
bisa jauh satu sama lain, jangan lupakan siapa yang dicari Kyungsoo ketika
sampai di dorm ‘CHANYEOL’ jangan lupakan siapa orang no.1 yang selalu masuk
dalam kitab kejahilan Park Chanyeol ‘KYUNGSOO’ mereka saling bertatap ketika
tertawa lalu Chanyeol menepuk tangannya sekali tanda ia ingin acara tertawa ini
berhenti
“Sudah
berapa tahun sejak hari itu.. kau ingat?” Tanya Chanyeol
“A…”
Kyungsoo mencoba mengingat-ingat tetapi ia lupa, ia menggeleng “Aku lupa
sepertinya..”
Chanyeol
tersenyum bodoh “Apa kau saat itu berfikir aku sangat aneh?”
Kyungsoo
segera menganggukkan kepalanya mantap “Dengan wajah sepolos itu dan dengan
rambut lurusmu itu kau mengatakan kau menyukaiku, kau tidak aneh hanya terlihat
sedikit bodoh saja..”
Chanyeol
menyentuh kepala Kyungsoo lalu mengacak-acak rambut namja mungil itu “Jika ku
katakan rasa itu masih ada apa kau akan percaya?”
Kyungsoo
tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya “Aku tahu kau masih menyukaiku..”
“Jinjja?”
“Kau
fikir bagaimana aku tidak tahu jika setiap kau ditanya siapa type idealmu kau
menjawab diriku, jika ditanya siapa yang kau rindukan kau jawab diriku..”
Kyungsoo mengigit bibirnya “Kau ini bodoh sekali Hyung..”
“Jika
sangat mudah tertebak seharusnya jangankan dirimu pasti semua orang tahu..”
Kyungsoo
memutar bola matanya malas ia jadi ingat perkataan yeoja yang menolaknya
kemarin, bahkan yeoja itu bisa tahu ada hubungan khusus antara dirinya dan
CHanyeol “Aku benar-benar membencimu Park Chanyeol… bagaimana bisa aku bahagia
dan kesal disaat bersamaan ketika kau menjahiliku..”
“Aku
membencimu karena caramu menunjukkan perasaanmu padaku terkadang membuatku
berdebar..” Kyungsoo melempar Chanyeol yang sudah tersenyum-senyum lebar seperti
orang gila dengan bantal kepala milik Chanyeol “Berhenti tersenyum seperti
itu..”
“Aku
benar-benar membencimu karena kau terus menunjukkan perasaanmu dan perhatianmu
tanpa henti walaupun aku sudah mencoba menghindar dan tidak perduli..”
“Aku
sangat membencimu karena lebih menyakitkan melihatmu marah padaku daripada
ditolak yeoja-yeoja diluar sana..”
“Heh??
Ada berapa banyak yeoja memang yang kau dekati tanpa sepengetahuanku?” omel
Chanyeol, Kyungsoo hanya bisa menahan tawa yang hampir meledak karena ini
pertama kalinya ia melihat Chanyeol benar-benar menunjukkan kecemburuanya
dihadapannya langsung
“Aku
bercanda..” Kyungsoo memeluk bantal guling milik Chanyeol “Ah aku benar-benar
membencimu..”
Chanyeol
tertawa kecut kini ia mengerti arti dari kata-kata ‘Aku Membencimu’ ‘Aku sangat Membencimu’ ‘Aku benar-benar membencimu’ yang
keluar dari mulut Kyungsoo “Kau ini hanya tinggal bilang saja kau mencintaiku
apa susahnya..”
Kyungsoo
menatap Chanyeol tetap dengan posenya yang memeluk guling, owh lihatlah betapa
imutnya namja yang Chanyeol cintai ini “Aku membencimu lebih indah didengar dan
lebih bisa kuucapkan kapan saja..”
Chanyeol
meraih jemari Kyungsoo meremasnya pelan lalu menghirup nafas panjang “Jadilah
namjaku, jangan mencari wanita lain lagi untuk menjadi pelarianmu…” Chanyeol
menatap Kyungsoo, tatapan ini adalah tatapan serius yang pertama kali Kyungsoo
lihat seumur hidupnya “Mungkin sekarang sudah saatnya aku menyatakan kembali
perasaanku dengan benar.. kita sudah cukup dewasa bukan?”
Kyungsoo
mengingat kejadian beberapa tahun lalu dirinya yang polos dan Chanyeol yang
cute di tepi jalan yang ramai saling berdiri berhadapan bertatapan dan ungkapan
suka itupun keluar begitu saja dari bibir Chanyeol, jika di fikir-fikir
CHanyeol dimasa itu dan sekarang tidak ada yang berubah hanya saja lebih tampan
Chanyeol yang sekarang, Kyungsoo tidak menyangka CHanyeol benar-benar bisa
mempertahankan perasaannya pada dirinya setelah sekian lama
“Aku
menyukaimu.. tapi itu beberapa tahun lalu.. sekarang aku sangat mencintaimu..
perasaanku ikut bertumbuh seiring kita selalu bertumbuh bersama..” CHanyeol
tersenyum kikuk ini lebih susah daripada mengungkapkan perasaannya beberapa
tahun lalu, dirinya yang dulu dan dirinya yang sekarang jelas berbeda dia yang
dulu dengan polos dan berani langsung mengungkapkan apa yang ia rasakan tetapi
dirinya yang sekarang rasanya ia harus mengumpulkan keberanian menahan debaran
di dadanya yang rasanya hampir meledak
Kyungsoo
tersenyum bahkan pipi bulat namja mungil itu sama seperti beberapa tahun lalu
merona merah dengan imutnya “Aku juga membencimu..” ucap nya sembari menunduk
Chanyeol
tertawa “Yak! Hanya katakan saja sekali kau mencintaiku kenapa kau masih
memakai kata benci sebagai kata ganti?” omel CHanyeol rasanya ia ingin menjitak
kepala bulat namja dihadapannya ini
Kyungsoo
melayangkan pukulannya pada lengan Chanyeol namja tinggi itu sontak langsung
mengelus sayang lengannya yang baru saja terkena pukulan cinta dari Kyungsoo “Kau
fikir mengatakan itu tidak susah? Lidahku kelu..” Kyungsoo mengigit bibirnya ia
benar-benar susah mengatakannya, lebih mudah menyatakan perasaannya pada yeoja
beberapa hari lalu daripada menyatakannya pada Chanyeol
Chanyeol
kembali mengacak-acak rambut Kyungsoo “Kau ini, mungkin aku yang harus
mengikutimu.. aku sangat membencimu Kyungsoo-ah..”
Kyungsoo
tersenyum ia melempar bantal guling milik Chanyeol pada pemiliknya “Sudahlah
aku akan kembali ke kamarku saja..” Kyungsoo segera melompat turun dari kasur
Chanyeol dan berlari kearah pintu meninggalkan Chanyeol yang kini menggerutu
“Mwoya,
dia bahkan juga tidak membalas ucapan benciku..” gerutu Chanyeol
Kyungsoo
membuka pintu kamar Chanyeol ia menoleh pada Chanyeol lalu tersenyum “CHanyeol
Hyung..”
“Eoh??”
Chanyeol menoleh sembari memeluk guling kesayangannya
“Aku
juga mencintaimu Park Chanyeol..”
Kyungsoo
segera beranjak meninggalkan kamar Chanyeol dan meninggalkan si pemilik kamar
yang kini tengah mengangga bahkan wajahnya kini memerah ini pertama kalinya ia
mendengar kalimat indah itu mengalun dari bibir Kyungsoo langsung untuknya
“Yeaaaaayy!”
jerit Chanyeol didalam kamarnya sedangkan Kyungsoo tengah menepuk-nepuk
wajahnya yang rasanya sudah lebih merah dari kepiting rebus
Kyungsoo
tidak pernah membenci Chanyeol, ia sudah mencintai Chanyeol sejak awal mereka
debut karena Chanyeol selalu berada disisinya tidak pernah meninggalkannya
selalu membimbingnya cinta polos Chanyeol padanya ia mengerti semuanya termasuk
kejahilan Chanyeol padanya dan karena itu semua ia mencintai namja Park itu,
terlalu mencintai namja itu hingga ia membenci kenyataan bahwa mungkin sekarang
cinta miliknya lebih besar daripada milik Chanyeol
TAMAT
September, 09 2015
06 : 35 PM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar