SNOW WHITE at CHRISTMAS
TREE 6 [ a First Meet ]
Seorang
namja cantik sedang duduk didepan meja kasir ia sengaja datang lebih pagi
kecafe karena ia ingin menyelesaikan pekerjaan kantor Appanya yang selalu
dibawa kecafe oleh saudara sepupunya Leeteuk pemilik café ini
“Annyeonghaseyo…”
lamunan namja cantik itu buyar ketika terdengar suara dari pintu café yang
terbuka, namja cantik itu beranjak menghampiri pintu café dan melihat ada
seorang namja tinggi dan terlihat tampan bersama seorang namja lagi yang lebih
pendek sedikit dari namja tinggi itu berpipi Chubby, namja cantik itu
mengerutkan keningnya ketika ia sadar kalau namja tampan itu menatapnya aneh
seolah namja itu melihat hantu disiang bolong
“Kau
mencari Teukie Hyung?? Dia sedang keluar sebentar…” ucap namja cantik itu
membuyarkan lamunan namja tampan yang memandangnya aneh sedari tadi
“Ah..
nde ini aku membawa anak yang akan membantu nanti…”
“Oh
jadi dia…”
“Nde
annyeonghaseyo mohon bantuannya…”
Namja
cantik itu tersenyum “Bersiaplah didalam ada seragammu, kita hanya tinggal
menunggu dua pelayan lagi lalu kita akan membuka café ini…”
Namja
chubby itu mengangguk “Hankyung Hyung aku kedalam dulu ne?”
“Nde
hwaiting…”
Setelah
ditinggal oleh namja itu kedua namja ini saling terdiam tetapi dengan segera
namja yang lebih tinggi melumerkan suasana sedari tadi ia berfikir bagaimana
mungkin didunia ini ada namja secantik namja dihadapannya, ya ia akui Leeteuk
pemilik café ini Sunbaenya saat masih dikampus dulu juga cantik tetapi namja
dihadapannya ini lebih cantik dari pada Leeteuk yang lebih terlihat manis
sedangkan namja ini pure cantik bahkan mengalahkan wajah yeoja yang pernah ia
lihat selama ini walaupun ia
membandingkannya tetap hasilnya nihil namja ini terlalu cantik untuk
ukuran seorang namja “Emm Hankyung imnida…”
“Heechul
Imnida…”
“Eung…
kau…”
“Aku
adalah sepupu Teuki Hyung…”
“Ah…”
Suasana
kembali hening seorang Hankyung yang terkenal supel ketika ia masih kuliah dulu
kini hanya bisa berdiam diri dihadapan namja cantik itu dan tidak lama pintu
café terbuka dan terlihat 3 namja memasuki café “Oh kau sudah datang kau
membawa orang yang kucari?”
Hankyung
menoleh begitu mendengar suara namja yang dikenalnya “Nde Hyung…”
“Kamsahamnida
Hankyung-ah…”
“Cheomane
Hyung…”
“Kibum-ah,
Zhoumi-ah… kalian ganti baju saja dulu sebentar lagi kita akan buka…” titah
Heechul sambil beranjak masuk kedalam kembali keruang kerjanya
“Nde…”
sahut Kibum dan Zhoumi patuh dan segera beranjak masuk kedalam ruang staff
“Ah
pasti akan repot setelah hari ini sampai penghujung tahun…” keluh Leeteuk
sambil menghampiri jendela dan menghela nafas “Tetapi jika aku bisa melihat
pohon itu setiap hari rasanya lelah itu akan terbayarkan..” Leeteuk tersenyum
menatap kerangka pohon natal yang belum jadi didepan cafenya
“Jika
Hyung lelah beristirahatlah Hyung…”
Leeteuk
mengangguk “Aniyo, pekerjaanku banyak aku tidak sesantai dirimu Hankyung-ah…”
Hankyung
tertawa renyah “Hidupku tidak santai Hyung… kau bekerja keras seperti ini tidak
takut jodohmu direbut orang?”
“Akan
kurebut lagi gampangkan…”
Namja
bernama Hankyung itu tertawa ringan “Ah nde Hyung, namja tadi…”
“Nugu?”
“Yang
masuk keruang kerjamu itu, yang cantik itu…”
“Wae??
Kau menyukainya eoh?”
“Ani,
ani aku hanya bertanya saja Hyung…” Hankyung berdecak kesal “Lagipula aku ini
namja Hyung, memang aku gila apa menyukai dia yang notabenenya namja juga sama
sepertiku…”
“Nde-nde…
dia itu sepupuku dari ibuku..” Leeteuk menoleh menatap Hankyung “Kau tinggallah
sebentar lagi untuk makan…” tahan Leeteuk begitu ia melihat Hankyung sudah
membenahi dirinya dan berniat melangkah keluar
“Ani
Hyung, aku sudah makan tadi dan aku masih ada pekerjaan kau jangan lupa makan
Hyung…”
Leeteuk
tersenyum lalu mengangguk patuh “Nde aro Hankyung-ah, kau benar-benar sangat
bawel…” ejek Leeteuk
“Baiklah
Hyung aku titip Henry disini ya? Kau harus menjaganya ne??? aku pergi dulu
Hyung… jika ada waktu aku akan mampir kemari lagi…”
Leeteuk
mengangguk dan Hankyung pun beranjak pergi meninggalkan café itu walau dengan
sedikit rasa penasaran pada namja cantik tadi itu
Dan
kini dipagi hari, jam dimana orang-orang akan sibuk dengan segala aktivitas
yang baru akan dimulai sam seperti Hankyung yang hendak menyebrang ketika ia
harus segera sampai dikantornya 20 menit lagi, inilah susahnya orang hemat
seperti Hankyung ia lebih memilih menabung hampir seluruh gajinya dari pada ia
membeli sebuah mobil murah untuk transportasinya mungkin baginya harga sebuah
mobil itu bisa jadi ongkos bus yang ia naiki pulang pergi selama beberapa tahun
Langkah
namja tampan itu terhenti tiba-tiba ketika ia hampir diserempet oleh mobil yang
kini berhenti didepannya, namja tampan itu mengelus-elus dadanya merendam
kekagetannya
“Huft..
hampir saja…”
“Ah,
mianhae aku tadi tidak melihat…” ucap seseorang yang turun dari mobil Hankyung
segera menoleh kesumber suara dan ia melihat namja cantik yang waktu itu ia
lihat dicafe Leeteuk waw ini beruntung atau apa???
“Eh,
kau Hankyung-Shii??”
“Nde
Heechul-Shii…”
Heechul
membungkukkan badannya “Ah mian-mian aku tadi tidak melihatmu aku hampir
menabrakmu… mianhaeyo Hankyung-shii…”
“Nde
gwenchana, aku juga tadi yang terburu-buru…”
“Eh,
kau terburu-buru?? Ingin kemana biar ku antar sebagai permintaan maaf dariku…”
“Ah,
ani-ani tidak usah Heechul-shii merepotkanmu… aku bisa berlari sampai kekantorku…”
Heechul
menghampiri Hankyung lalu menarik namja tampan itu mendekati mobilnya “Jebal
masuklah, kalau kau sampai telat masuk kantor aku akan benar-benar merasa
bersalah lagi pula sebagai namja kau harus memperhatikan penampilanmu mana
mungkin kau kekantormu dengan berlari…”
“Geundae….”
Hankyung menghela nafas “Benarkah kau tidak keberatan?”
Heechul
menggeleng sambil tersenyum memastikan “Masuklah…” ujar Heechul segera beranjak
meninggalkan Hankyung untuk kembali masuk kedalam mobil, sedangkan namja tampan
itu malah terdiam senyum yang baru Heechul berikan padanya barusan baginya
benar-benar sangat mempesona dirinya, senyum itu tidak terlihat menggoda senyum
itu terlihatt biasa hanya saja bagi Hankyung senyum itu seperti menarik
kesadarannya dan kewarasannya
“Hankyung-shii?!”
panggil Heechul saat sadar Hankyung belum masuk kedalam mobilnya
“Ah,
nde mian tadi aku melamun…”ucap Hankyung dan segera masuk kedalam mobil
Heechul
mulai menjalankan mobilnya “Beritahukan aku harus belok dimana ne?”
Hankyung
mengangguk “Nde, nanti didepan kau belok kiri saja…”
Heechul
segera menuruti arahan Hankyung “Ah nde kau tadi melamunkan apa???
Sampai-sampai tidak masuk kedalam mobil? Atau kau marah padaku?”
“Aniyo
Heechul-shii aku tidak mungkin marah… aku hanya melamun itu saja..”
“Jangan
panggil aku Heechul-Shii kau cukup panggil aku Chullie seperti Teuki Hyung
memanggilku atau kau memanggilku Hyung seperti kau memanggil Teuki Hyung aku
dan dia hanya berbeda beberapa hari…”
Hankyung
tersenyum mendengar Heechul menyuruhnya memanggilnya Chullie terkesan seperti
memanggil nama seorang yeoja “Ku panggil Chullie saja, kau tidak terlihat lebih
tua dariku…”
“Mwo
Jinjja?”
“Nde…
lagi pula nama Chullie memang lebih cocok untukmu… kalau boleh jujur kau itu
cantik Chullie-ah…”
Heechul
tercekat nafasnya hampir berhenti begitu mendengar apa yang diucapkan Hankyung
barusan padanya selama ini memang banyak yang bilang ia cantik dan ia tidak
suka itu dia ini namja dan namja itu identik dengan tampan bukan cantik
biasanya ia akan segera murka jika mendengar ucapan itu, tetapi barusan ia
malah merasa hal yang berbeda jantungnya berdegub keras dan wajahnya memanas!
Oh ayolah Kim Heechul kau masih normal bukan??? Untuk apa kau berdebar dan
merona seperti ini??
“Chullie-ah?
Gwencahana?”
“Nde
Gwenchana hannie…”
“Eh?”
Hankyung segera menatap penasaran dan bingung kearah Heechul mendengar
panggilan untuknya dari bibir Heechul, itu panggilan yang sangat manis
bagaimana seorang namja bisa memanggil sesama namja dengan panggilan semanis
itu, aish Kim Heechul kau benar-benar membuat seorang Hankyung bisa berubah
dari normal menjadi tidak normal
“Wae??
Kau tidak suka aku memanggilmu begitu? Mian aku…” Heechul merasa kini Hankyung
menatapnya apa namja itu tidak suka panggilam darinya?
“Ani,
aku suka kau boleh mamanggilku seperti itu Chullie-ah…”potong Hankyung sambil
tersenyum pada Heechul dan sudah pasti membuat namja cantik itu tiba-tiba
memanas sepertinya ada yang aneh dengan mereka
“Huft
aku bosan…” keluh Heechul sambil menghempaskan tubuhnya kesandaran kursi yang
didudukinya ia merasa bosan dengan pekerjaan kantor Appanya yang selalu dibawa
Leeteuk kecafe
Leeteuk
memandang Heechul “Jika kau lapar kau makan saja dulu…”
Heechul
memutar matanya bosan “Hyung, aku bilang aku bosan bukan lapar…”
“Lalu
kau mau apa? Pekerjaan kita hanya tinggal sedikit lagi…”
Heechul
mengacak-acak rambutnya “Kita kan sudah membuka café kenapa kau masih menerima
pekerjaan dari Appa??? Memangnya diperusahaannya itu tidak ada karyawan lagi
apa sampai-sampai memintamu membawa pekerjaan kemari…” Heechul melipat kedua
tangannya didadanya ia benar-benar kesal dengan Hyungnya satu ini
“Aku
hanya ingin membantu Ahjushi… lagi pula itukan Appamu lunaklah sedikit…” Leeteuk
tersenyum menanggapi keluhan Heechul
Sedang
Heechul hanya berdecak kesal, sesaat otaknya teringat dengan namja yang dulu
mengantarkan Henry bekerja dicafe ini dan yang bertemu dengannya beberapa 2
hari lalu “Ah, Hyung!”
“Nde?”
“Kau
mengenal namja yang mengantar Henry kemari waktu itu?”
Leeteuk
mengangguk “Dia Hoobaeku… waeyo?”
Heechul
tampak berfikir sebentar lalu menggeleng “Ani hanya saja wajahnya saat
melihatku waktu itu membuatku ingin tertawa terbahak-bahak…” dan tidak lama
Heechul benar-benar tertawa terbahak-bahak bahkan Leeteuk memandang Heechul
dengan tatapan menilai apa Dongsaengnya ini masih waras atau tidak???
“Dia
mengira kau ini yeoja mungkin… hati-hati wajahmu bisa membuat namja tulen
seperti dia menyukai namja sepertimu…” ucap Leeteuk sambil meneruskan
pekerjaannya yang tertunda karena keluhan Heechul
Perkataan
Leeteuk sukses membuat Heechul terdiam, ia jadi mengingat pertemuannya kemarin
dengan namja tampan itu aish mungkin bukan hanya namja itu yang terpesona dengan wajah cantik
milik Heechul tetapi mungkin Heechul juga terpesona dengan ketampanan milik
namja itu selain tampan namja itupun juga terlihat polos dimata Heechul,
semakin diingat tentang namja itu malah semakin membuat Heechul merona hebat
“Ck!”
Heechul berdecak kesal gara-gara kata-kata Leeteuk dirinya jadi berfikir yang
tidak-tidak bahkan wajahnya sekarang memanas, hey dia ini Kim Heechul yang
gampang menaklukan para yeoja diluar sana lalu sekarang kenapa malah jadi seperti
yeoja hanya karena seorang namja bernama Hankyung???
Hankyung
sedang menikmati kopi hangatnya dipagi hari ia sengaja melewati café Leeteuk
yang memang masih tutup dipagi hari ia tahu betul café itu buka jam 11 siang
tapi Leeteuk selalu datang pagi kecafe itu untuk mengerjakan tugas kantor
terlebih dahulu memang dasar namja work a holic, Hankyung hampir menjatuhkan
kopinya ketika 2 orang namja berlarian kearahnya dan hampir menabraknya dan
tanpa meminta maaf 2 namja itu meneruskan acara kejar-kejaran mereka sambil
berteriak
“Hae-ya
kembalikan bukuku!!!”
“Ani
Hyukie-ah…”
Hankyung
menggeleng-gelengkan kepalanya “Anak SMA jaman sekarang…” ia kembali menatap
kopinya yang masih mengebul asap uap panas ia berniat beranjak meninggalkan
café itu tetapi langkahnya terhenti karena ia tertabrak oleh seseorang dan kali
ini kopi yang belum diminumnya tumpah dengan sukses di celananya
“Aigoo!!”
pekik Hankyung ketika paha kirinya terasa panas
“OMO!!”
Hankyung
mengerutkan keningnya rasanya ia kenal suara ini “Hannie??? Aigoo mianhae aku
tidak melihat jalan, mian mian gwenchana??”
Hankyung
menyunggingkan senyum terbaiknya tadinya ia sudah ingin memaki orang yang
berani menabraknya belum lagi menumpahkan kopi di celananya lebih tepatnya
dipahanya tetapi begitu ia tahu tersangkanya adalah makhluk cantik dihadapannya
ini amarahnya meluap pergi entah hilang kemana yang ia rasakan hanya perasaan
berbunga-bunga bayangkan saja beberapa hari tidak bertemu membuat dirinya
memimpikan namja cantik itu hampir setiap malam dan itu hampir membuatnya gila
maka dari itu ia membuang gengsinya dan berangkat melewati café tempat namja
cantik itu bekerja agar bisa bertemu dengannya
Rindukah
ia dengan Heechul??
Mungkin
iya…
“Gwenchana…”
“Aish
mian Hannie, setiap bertemu denganku kau tertimpa sial…”
Hankyung
segera berdiri dengan tegap lalu menepuk-nepuk paha kirinya agar meyakinkan
Heechul kalau ia baik-baik saja “Aku baik-baik saja Chullie kau tenang saja…
bukan kau yang salah hanya aku saja yang sedang sial..”
“Lebih
baik aku antar keRS saja bagaimana?”
Hankyung
menggeleng “Aniyo tidak usah aku harus berangkat kerja Chullie…”
“Geundae…”
“Ani,
tidak ada tapi-tapian aku baik-baik saja percayalah..” Hankyung menepuk-nepuk
pundak Heechul “Aku berangkat kerja dulu…” Hankyung pun beranjak meninggalkan
Heechul yang masih meruntuki dirinya yang setiap bertemu Hankyung malah selalu
membuat namja tampan itu terkena sial
Semenjak
hari itu entah Hankyung yang sengaja berangkat selalu lewat café Leeteuk atau
Heechul yang semenjak hari itu selalu berangkat lebih pagi kecafe Leeteuk
biasanya ia akan datang siang ia malas mengerjakan tugas-tugas dari kantor
Appanya tapi sekarang berbeda ia akan datang kecafe pagi-pagi ketika jam sibuk
orang berangkat kantor dan entah sengaja atau kebetulan ia akan bertemu dengan
Hankyung didepan café bahkan kadang Hankyung duduk didekat bangku taman sambil
menyiapkan mantau panas sambil menunggu Heechul datang begitu Heechul datang
mereka menghabiskan mantau itu berdua atau Heechul yang duduk dibangku taman
dengan dua gelas kopi hangat sambil menunggu Hankyung yang datang sama seperti
pagi ini
Heechul
memandang kearah jalan sudah 10 menit ia menunggu jarang sekali Hankyung akan
telat datang sampai 10 menit, apa terjadi apa-apa padanya??? Heechul menatap
jam digital ditangannya lalu beralih ke kopi disampingnya yang hampir dingin
“Odia
Hannie…”
TAP
TAP TAP
“Chulllie-ah…”
Heechul
segera menoleh ketika ia mendengar suara namja yang sedari tadi ditunggunya
“Kau telat 10 menit…”
Hankyung
mengatur nafasnya dengan susah tapi namja tampan itu masih berusaha tersenyum “Mianhae…
aku bangun telat hari ini wekerku mati…”
Hankyung
menghempaskan tubuhnya disamping Heechul ia menutup matanya sejenak sambil
menyenderkan tubuhnya dibangku taman ia harus mengistirahatkan tubuhnya ia
cukup lelah berlari dari apartementnya menuju café ini
“Lelah
eoh? Lain kali jika telat hubungi aku saja, dan kau langsung ke kantormu saja
jangan mampir kemari lagi, kau bisa telat masuk kantor nanti…” tanya Heechul
yang melihat Hankyung terlihat sangat kelelahan
“Aku
mana tega tidak kemari kau menungguku dari tadi…” Hankyung membuka kembali
kedua matanya lalu menoleh kearah Heechul “Lagi pula aku tidak tahu nomor
ponselmu Chullie…”
Heechul
melotot kaget “Mwo?? Jinjja?? Kita hampir seminggu bertemu disini tapi kita
belum bertukar nomor ponsel??”
Hankyung
mengangguk pasti “Jeongmal, untuk apa aku bohong??”
Heechul
segera mengecek ponselnya dan ternyata benar ia belum memberikan nomor
ponselnya pada Hankyung begitupun sebaliknya rasanya ia ingin memukul kepalanya
sendiri setiap malam ia berharap Hankyung akan mengiriminya pesan tetapi tidak
pernah ternyata alasannya klise, Hankyung tidak punya nomor ponsel Heechul
bagaimana Hankyung bisa menghubunginya
“Hehehehe
mian Hannie, aku yang ceroboh lupa untuk memberikan nomor ponselku padamu…”
“Gwenchana…”
Heechul
menunduk ia benar-benar malu karena kebodohan tingkat dewanya ini “Kau terlihat
lucu seperti itu Chullie, boleh kukatakan kau cantik?”
Heechul
menutup kedua matanya ia merasa wajahnya kembali memanas bukan karena marah
tetapi karena ia merona hebat mendengar ucapan Hankyung ini untuk yang kedua
kalinya Hankyung mengatakan bahwa dirinya cantik dan ia menyukai itu, dengan
perlahan namun pasti Heechul menganggukkan kepalanya rasanya ia sudah tidak
perduli lagi kalau Hankyung tahu dirinya suka diperlakukan seperti yeoja saat ini
karena itu memang kenyataannya
Hankyung
menatap layar ponselnya sambil tersenyum ia sedikit bosan dengan pekerjaannya
*malesnya Heechul kayaknya dah nuler ke Hankyung nih*
‘Huft disini bosan Teukie
Hyung tidak asik…’
From : Nae Chullie
Kali
ini Heechul yang tersenyum-senyum sendiri melihat ponselnya Leeteuk yang
menyadari tingkah aneh Dongsaengnya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
mungkin ia rasa Dongsaengnya satu itu memang sudah agak-agak tidak waras
dimulai dari sering datang pagi dan sekarang sering tersenyum-senyum sendiri
karena membaca pesan di ponselnya
‘Keluarlah, hirup udara segar
agar kau tidak bosan disana…’
From : Nae Prince Hannie
‘Keluar sendiri lebih
membosankan Hannie…’
From : Nae Chullie
‘Kalau begitu bersabarlah
nanti pulang akan kujemput, kita jalan…’
From : Nae Prince Hannie
‘Ne, ku tunggu kau datang..
jangan telat ne?? ^.^’
From : Nae Chullie
Hankyung
meletakkan ponselnya diatas meja kerjanya lalu ia tersenyum lagi ia menyentuh
dada kirinya yang berdenyut-denyut dengan kuat membuatnya sedikit sesak bukan
sesak karena sakit tapi sesak karena terlalu senang, ia akui ia terlalu senang
dengan apapun yang berhubungan dengan namja cantik bernama Kim Heechul itu
bahkan setiap malam-malamnya ia habiskan untuk menghubungi namja itu atau pun
berkirim pesan dengan namja cantik itu
Tidak
ada sedikitpun waktunya yang lolos untuk tidak memikirkan namja cantik itu
sedetikpun, rasanya Hankyung bisa gila jika ia tidak bertemu dengan namja
cantik itu sehari saja jadi ia akan terus mengusahakan bangun pagi setiap hari
agar bisa bertemu dengan Heechul setiap pagi ditaman, ia kembali menatap layar
ponselnya ada foto Heechul disana yang ia ambil secara diam-diam saat heechul
sedang melamun
“Saranghaeyo
Kim Heechul…” gumam Hankyung seorang diri
Heechul
berjalan lebih cepat kearah kedai meninggalkan Hankyung yang berjalan
dibelakangnya namja cantik itu benar-benar merasa haus saat ini lagi pula ia
membutuhkan kopi panas untuk mendinginkan tubuhnya yang hampir membeku karena
tiba-tiba salju turun hari ini ketika mereka akan berangkat tadi Hankyung
sengaja menyelesaikan tugas dikantornya lebih cepat dan Heechul juga sengaja
pulang lebih cepat dari café hanya untuk pergi keLotteland dan yang terjadi
adalah mereka hampir mati beku karena nekat masih bermain diLotteland saat
cuaca dingin begini
“Gwenchana
Chullie?”
“Nde
hanya dingin saja…” Heechul menepuk-nepuk kedua tangannya lalu menghembuskan
uap dari mulutnya ketangannya
“Mian
aku mengajakmu keLotteland andai aku tahu akan turun salju hari ini aku tidak
akan mengajakmu keLotteland…”
“Gwenchana
Hannie, aku tidak apa-apa… aku ini namja… aku tidak lemah jadi berhenti
memperlakukanku seperti yeoja kau terlalu memanjakanku Hannie…”
Hankyung
tertawa renyah “Siapa suruh kau memiliki wajah seperti yeoja, bahkan
mengalahkan yeoja manapun yang pernah kukenal… Kau ini terlalu cantik Chullie…”
Heechul
mengembungkan pipinya yang jelas membuatnya malah semakin terlihat seperti
yeoja “Hannie berhenti menggodaku…” omel Heechul sambil menunduk aish wajahnya
memanas lagi sekarang
Hankyung
menatap Heechul sambil tersenyum penuh arti “Nanti ada yang ingin kubicarakan…”
Heechul
mendongak dan menatap Hankyung penasaran “Mwoya?”
Hankyung
memutuskan kontak matanya dengan Heechul wajah penasaran Heechul benar-benar
manis dan menggoda iman “Nanti saja, aku ingin membicarakannya sambil naik
bianglala itu…”
Heechul
kembali mengembungkan kedua pipinya “Kau sok misterius Hannie…”
Hankyung
menoleh sesaat “Biar….” Hankyung menepuk-nepuk lengan Heechul “Itu kopimu sudah
jadi…”
“Ah,
nde kau tidak mau Hannie?”
Hankyung
menggeleng “Aku sudah hangat tanpa kopi itu…”
Heechul
hanya mengerutkan dahi tanda tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Hankyung
tetapi namja cantik itu tidak ambil pusing, dan disini lah mereka sekarang
didalam bianglala dan dipuncak tertinggi Heechul memandang keseluruh kota Seoul
dari atas bianglala yang mereka naiki
“Sudah
lama sekali aku tidak kemari… Seoul semakin indah jika dipandang…” gumam
Heechul menikmati lampu-lampu yang bertaburan di sekelilingnya terlihat seperti
hamparan taman bintang
“Kau
menyukainya?”
“Keure…”
Heechul menoleh “Apa kau bisa tidak bertanya seperti itu, kau seperti sedang
mengajak seorang yeoja melihat indahnya kota Seoul dimalam hari kau tahu…”
Hankyung
terkekeh pelan “No Comment, kau tahu jelas alasanku….”
Heechul
menggembungkan pipinya kesal, Hankyung selalu memperlakukan seperti yeoja
padahal ia paling tidak suka jika ada yang memperlakukannya seperti yeoja apa
lagi membanding-bandingkannya tetapi jika Hankyung yang melakukannya mungkin
seorang Kim Heechul rela dianggap yeoja oleh namja tampan dihadapannya ini
Hankyung
berdecak kesal “Ck Chullie, berhenti bertingkah Aegyo seperti itu, kau benar-benar
terlihat seperti yeoja…”
“Aish,
menyebalkan…” omel Heechul lalu kembali mengalihkan perhatiannya ia kembali
melihat keluar jendela bianglala, bianglalanya kini sudah beranjak turun
Heechul sedikit mendesah kecewa karena tidak bisa melihat hal indah lagi
“Chullie…”
Heechul
kembali menoleh kehadapan Hankyung “Hmm? Waeyo?”
“Ada
yang ingin kubicarakan…”
“Nde?”
“Kau
tahu kita ini baru mengenal hampir 2 minggu bukan?”
Heechul
mengangguk ia sedikit bingung dengan pertanyaan Hankyung lalu memang ada apa dengan
2 minggu perkenalan mereka?? Hankyung menyesalkah?? “Nde waeyo Hannie? Kau
menakutiku…”
Hankyung
tersenyum dan karena hari sudah malam wajah tampannya yang terbias dengan
cahaya bulan benar-benar sangat tampan dan seorang Kim Heechul benar-benar
tidak dapat menolak pesona seorang Hankyung
“Ani…
aku hanya merasa mungkin jika kukatakan kau akan kaget…. Aku hanya takut kau
membenciku jika kau mendengar apa yang akan ku ucapakan…”
“Apa
yang ingin kau bicarakan? Kau benar-benar membuatku takut Hannie…”
“Bila…
bila aku tidak normal kau, apa kau akan membenciku?”
“Hannie??
Kau bukan keturunan vampire kan???”
Hankyung
tertawa “Tentu bukan Chullie, aish kau ini penggemar twilight ya??? Aku ini
manusia hanya hmm mungkin pola pikirku yang mulai tidak normal sekarang…”
“Kau
gila??” tanya Heechul tanpa babibu benar-benar jujur namja ini
“Aniyo
aku waras Chullie… hanya perasaanku yang tidak normal…”
“Maksdumu?”
“Apa
kau akan membenciku jika aku ini menyimpang?”
“Menyimpang?”
“Jika
aku menyukai namja…” Hankyung menunduk “Itu yang kumaksud…”
Heechul
membelalakkan matanya “M, mwo?? Namja??”
Hankyung
kembali mendongakkan wajahnya “Kau merasa aneh denganku sekarang?”
Heechul
menggeleng ia kaget bukan karena jijik atau tidak terima dengan keabnormalan
Hankyung justru sebagian hatinya bersorak-sorai saat tahu namja dihadapannya
ini ternyata mulai tidak normal sama seperti dirinya, tetapi sebagian hatinya
sakit dengan siapa Hankyung memberikan hatinya??? Siapa namja yang disukainya??
“Siapa
namja beruntung itu?”
“Beruntung?”
Heechul
mengangguk lalu kembali menatap jendela mereka sudah kembali beranjak naik
Heechul lebih memilih menikmati keindahan malam dari pada ia harus mendengar
siapa namja yang berhasil menaklukan hati namja yang mulai mengusik hidup, hati
dan otaknya ini…
“Siapa
namja yang beruntung mendapatkan cinta dari namja sebaik dirimu, selembut
dirimu Hankyung-ah…”
Hankyung
membulatkan matanya kaget karena Heechul kembali memanggilnya Hankyung “Kenapa
kau memanggilku Hankyung Chullie-ah?”
“Aku
hanya temanmu apa tidak aneh aku memanggilmu Hannie, lagipula jika kau ingin
dekat dengan namja yang kau cintai bukankan kau harus menjauhiku kau tidak
ingin namja itu salah paham bukan??? Kau bisa meminta namja itu yang
memanggilmu Hannie nantinya…”
“Ya
sudah panggil aku Hannie…”
Heechul
berdecak kesal lalu menoleh “Kan sudah kubilang minta namja yang kau sukai itu
untuk memanggilmu Hannie…”
“Nde,
aku sedang menyuruhnya sekarang… tapi dia malah menyuruh namja lain memanggilku
Hannie…”
“Mwo??
Apa yang…” Heechul terdiam matanya melotot kaget “Ha, Hannie…”
“Nde?”
“Jadi
aku yang…” Heechul tidak bisa melanjutkan kata-katanya
Hankyung
kembali tersenyum "Saranghaeyo Kim Heechul…” ucap Hankyung lancar padahal
dalam hatinya ia sedang berteriak-teriak meminta hatinya untuk diam dan jangan
berdebar sekuat ini
Heechul
menunduk “A, aku…”
Hankyung
melebarkan senyumnya, ia hampir melompat girang karena melihat apa yang terjadi
pada Heechul sekarang dihadapannya namja cantiknya menunduk dengan rona merah
diwajahnya biasan cahaya bulan yang terkena kewajah namja cantik itu membuat
Hankyung bisa melihat rona diwajah Heechul bahkan namja ini bukan marah atau
bergidik ngeri tetapi malah terlihat gugup hei Kim Heechul kau benar-benar
seperti seorang yeoja kini
“A,
aku bingung Hannie…”
“Bingung
dengan perasaanmu atau bingung bagaimana cara menolakku?” tanya Hankyung,
walaupun sebenarnya ia sudah tahu apa jawaban yang sebenarnya tetapi ia ingin
mengetes Heechul
Heechul
segera mendongak “Aku tidak menolakmu…”
“Jinjja?”
tanya Hankyung dengan suara yang sedikit meledek
Heechul
menutup mulut cerobohnya dengan kedua tangannya “Aish… aku hanya…”
“Nde
araseo… akan kutunggu kau menjawabku ne?”
Heechul
mengangguk degub jantungnya benar-benar tidak dapat diajak kompromi sama sekali
saking kuatnya ia sampai terbata-bata dengan ucapan yang ingin diucapkannya
sendiri
Hankyung
menyentuh wajah Heechul untuk yang pertama kalinya, keduanya kini berdebar
bahkan mungkin terdengar sampai ketelinga masing-masing bahkan wajah keduanya
kini merona karena saling bertatapan tetapi mereka enggan untuk saling melepas
tatapan itu
“Saranghae
Kim Heechul jeongmal Saranghae…” ucap Hankyung sebelum menghapus jarak antara
wajahnya dengan Heechul beruntung mereka kini ada dipuncak bianglala kembali
sehingga tidak ada yang melihat apa yang mereka lakukan
Hankyung
melepas tautan bibir mereka Hankyung tersenyum melihat Heechul yang menunduk ia
yakin tidak ada yang salah disini baik perasaannya ataupun dengan apa yang ia
lakukan karena ia yakin Heechul memiliki perasaan yang sama dengannya, walau
hal yang ia rasakan tabu tidak apa asal Heechul membalas perasaannya baginya
ini bukan hal tabu lagi melainkan hal wajar saat dimana 2 orang manusia saling
jatuh cinta ketika mereka pertama kali bertemu
“Akan
kutunggu kau menjawabku Chullie…” Hankyung mengecup kening Heechul mengakhiri
kebersamaan mereka diatas bianglala itu
Heechul
menghela nafas sambil menyenderkan tubuhnya disandaran bangku kerjanya ini
sudah beberapa hari lewat semenjak pernyataan cinta dari Hankyung diLottleworld
ia bukan menghindari Hankyung ia hanya diberikan waktu oleh Hankyung untuk
berfikir dan memberikan jawaban sebaik-baiknya padahal dirinya sudah tahu apa
jawaban yang akan ia berikan pada Hankyung…
Heechul
tersenyum lalu mengambil sebuah kertas lalu mulai menulisnya
‘Hannie, datanglah malam
natal nanti akan kujawab pernyataanmu..’
Heechul
senyum-senyum sendiri lalu segera melipat kertas yang ia tulis ia segera
beranjak keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Henry ia harus menyerahkan
surat itu pada Hankyung lewat Henry
“Henry-ah,
kau sedang apa?” tanya Heechul ketika melihat Henry sedang sibuk mengintipi
Zhoumi namja chubby ini benar-benar lucu jika seperti ini
Henry
menoleh kaget “Ah, Chullie Hyung…”
“Apa
yang kau lakukan???” Heechul berpura-pura mengikuti arah pandang Henry lalu
tersenyum aneh “Kau sedang mengintip Zhoumi??”
“A,
ani aku tidak mengintip Hyung…”
“Lalu???”Senyum
aneh dibibir Heechul makin lebar sepertinya Heechul tidak tahan untuk tidak
tertawa melihat wajah panik Henry dihadapannya “Kau menyukainya ya?”
“Uhhhuukkk!”
Henry sampai tersedak air liurnya sendiri karena mendengar ucapan Heechul
barusan dan itu makin membuat Heechul ingin tertawa terbahak-bahak “M,mwo??”
“Kau
menyukai Zhoumi benarkan??” tebak Heechul membuat Herny membulatkan matanya kaget
hei seharusnya pertanyaan itu ditanyakan pada dirinya beberapa hari yang lalu
bukan??
“Ani
Hyung…”
“Issshhh
sudahlah, hmm aku boleh titip ini…” Heechul menyerahkan sebuah surat pada Henry
“Titip??
Untuk siapa?”
“Berikan
pada Hankyung temanmu itu..”
“Eh?
Hyung kenal dengan Hankyung Hyung?”
“Em
ya… begitulah…” Heechul menepuk pundak Henry “Jadi tolong berikan padanya ya?”
Henry
mengangguk “Nde Hyung…”
“Ya
sudah aku kembali keruanganku dulu, ah nanti siang Teuki Hyung pulang dari RS
jadi nanti siang setelah jam makan kita akan menutup café sebentar…”
“Nde
Hyung…”
Heechul
kembali keruangannya dan segera menutup pintunya namja cantik itu menyandarkan
tubuhnya dipintu lalu menyentuh dadanya yang berdebar “Aku akan menjawabmu
Hannie… jadi bersabarlah…” gumam Heechul
Hankyung
membaca surat yang diberikan Henry padanya bahkan kini Henry menatap Hankyung
dengan tatapan super bingung miliknya “Aku baru tahu kau kenal dengan Chullie
Hyung?? Kau dan Chullie Hyung sejak kapan kenal Hyung?”
Hankyung
menoleh kearah Henry “Beberapa hari setelah mengantarmu bekerja di tempat
Teukie Hyung…”
Henry
mengangguk-angguk “Lalu kenapa harus memberikan surat?? Jaman kan sudah canggih
Hyung ada ponsel untuk apa surat??”
Hankyung
melipat surat dari Heechul lalu disimpan disaku bajunya “Surat lebih bermakna
daripada pesan singkat diponsel…”
“Kalian
aneh Hyung…”
Hankyung
hanya tersenyum lalu beranjak bangun dari bangku “Aku kembali keapartementku
dulu ne, ini sudah malam dan kau harus beristirahat bukan?”
Henry
mengangguk lalu mengantar Hankyung sampai kedepan pintu apartement miliknya
“Annyeong Hyung…”
“Annyeong
Henry-ah…”
Dan
disinilah dimalam natal Heechul sedang mondar mandir didekat jendela café ia
acuhkan tatapan beberapa yeoja yang sepertinya tertarik dengan dirinya yang
tampan dan cantik secara bersamaan, maaf saja kini dirinya sudah tidak tertarik
pada yeoja manapun
“Mana
dia kenapa belum datang juga??” omel Heechul yang melihat jam ditangannya sudah
menunjukkan hampir pukul 9 malam
“Jangan
bilang dia tidak bisa datang…” runtuk Heechul pada kaca jendela dihadapannya
KLINING!
Pintu
café terbuka terlihat seorang anak kecil masuk kedalam dan anak kecil itu
segera berjalan menuju tempat dimana Heechul berada “Hyung??” panggil anak
kecil itu sambil menarik celana yang dipakai Heechul
Heechul
segera menoleh kebawah “Eh??? Waeyo? Dimana Ummamu?”
“Diluar
sana…”
“Lalu
untuk apa kau masuk kemari?”
Anak
kecil itu menyerahkan sebuah surat pada Heechul “Bisa kau berikan ini pada
Hyung yang bernama Kim Heechul?? Tadi ada yang menyuruhku menyerahkan ini pada
Hyung itu…”
Heechul
mengambil surat itu dirinya lah Kim Heechul “Nde akan kuserahkan tenang saja…”
Anak
kecil itu tersenyum lalu ia kembali beranjak keluar dari café meninggalkan
Heechul yang sedikit kebingungan dengan surat ditangannya, siapa yang
memberikan surat untuknya???
Saat kau baca surat ini aku
sudah menunggumu dibangku taman dekat pohon natal tempat biasa kita bertemu
setiap pagi Chullie, cepat lah kau datang disini sangat dingin Chullie…
~Hankyung~
Dengan segera Heechul beranjak keluar dari café lalu
segera menghampiri Hankyung ditempat biasa mereka bertemu, Heechul sedikit
mempercepat langkahnya karena salju sudah turun sejak beberapa waktu lalu pasti
Hankyung kedinginan jika menunggu dirinya terlalu lama dibangku itu
“Hannie…”
Hankyung mendongak begitu mendengar suara Heechul
memanggilnya “Kau sudah datang Chullie…”
Heechul segera beranjak mendekati Hankyung “Kau ini
apa-apaan aku kan menyuruhmu kecafe saja kenapa malah menunggu disini???”
Hankyung hanya tersenyum “Gwenchana…”
“Kau tahu salju sudah turunkan? Kalau kau kedinginan
bagaimana? Kau bisa sakit Hannie, sudah berapa lama kau disini?? Kenapa tidak
mengirimiku pesan saja keponselku jika ingin aku kemari??? Kenapa harus meminta
anak kecil itu yang mengantarnya??” tanya Heechul berondong tidak sabaran ia
sangat mengkhawatirkan keadaan namja dihadapannya saat ini tapi namja itu malah
tersenyum melihat kepanikan diwajah Heechul
“Kau tahu Chullie-ah..”
“Mwoya??” tanya Heechul sedikit ketus ia masih kesal
karena Hankyung tidak menjaga tubuhnya baik-baik
“Aku suka kau mengkhawatirkanku seperti ini…”
Heechul menggembungkan kedua pipinya “Aku memang
selalu mengkhawatirkanmu Hannie…”
“Sepertinya aku tahu jawabanmu Chullie-ah…”
“Huft seharusnya kau sudah tahu dari malam itu…”
“Memang aku sudah tahu dari malam itu, hanya saja aku
ingin kau lebih berfikir sedikit lagi aku tidak mau kau menyesali keputusanmu..
ingat hubungan kita ini sedikit aneh…”
“Lalu kenapa aneh? Jika aneh maka jangan berani
mencintaiku, jika kau berani mencintaiku berarti tidak ada lagi yang aneh
diantara kita jika perlu setiap berkencan aku akan meminjam baju Noonaku agar
kita terlihat normal othe??”
“Terserah padamu, aku
memang merasa hubungan ini aneh tetapi aku tidak akan menyangkal kalau
yang aku cintai adalah seorang namja, bahkan namja ini lebih cantik dari yeoja
yang selama ini pernah berkeliaran disekitarku…”
“Berhenti menggodaku…”
“Lalu…” Hankyung menatap Heechul yang masih berdiri
didekatnya
“Lalu apa?”
“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu begitu?” goda
Hankyung
“Aku?”
Hankyung berdiri lalu mendekati Heechul “Nde, ingin
mengucapkannya atau tidak?”
“Aku tidak mau mengucapkannya duluan…” tolak Heechul
hanya untuk menghindari rona wajahnya ketika ia mendapati bola mata Hankyung
manatap lurus kearahnya tanpa berkedip
“Baiklah aku yang akan mengucapkannya terlebih
dahulu…” Hankyung mengangkat tangan kirinya untuk menyentuh wajah Heechul
“Saranghae Chullie-ah…”
Heechul tersenyum “Nado Hannie, nado saranghae… na…”
belum selesai ucapan Heechul Hankyung sudah menginterupsi ucapan Heechul dengan
ciuman mendadak darinya ia tidak perduli dengan tatapan orang disekitar yang
melihat sesama namja berciuman itu tidak jadi beban fikiran baginya, bukankah
ia sudah bilang baginya ini semua wajar cintanya wajar hubungan mereka juga
wajar asal Heechul juga merasakan apa yang Hankyung rasakan
“Kya!!! Lee Donghae!!!”
Hankyung dan Heechul menjauhkan wajah mereka ketika
mendengar teriakan tidak jauh dari mereka, keduanya menggelengkan kepalanya
melihat 2 namja berlarian saling mengejar
“Anak muda…”
“Kau sudah tua Hannie?”
“Waktu aku masih muda aku tidak akan seperti itu…”
Heechul tersenyum lalu meraih jemari Hankyung dan
menariknya “Ayo kita ke café, aku akan mentraktirmu minum, kita juga harus
berbicara banyak sekarang…”
Kedua namja itu berjalan dan melangkah sambil saling
melempar senyum pada pasangannya masing-masing mereka memang hanya diam tidak
berkomentar ataupun melakukan apapun tetapi keduanya menyukai moment seperti
ini asal selalu bersama rasanya itu sudah cukup untuk mereka berdua
THE END
11:14 PM
1 Januari 2012
Dedicated
for chirstmast but coz late I dedicated this FF to Sungmin birthday today hope
his will have happy and joyfull…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar