Senin, 19 Mei 2014

SNOW WHITE at CHRISTMAS TREE 6 [ a First Meet ]

SNOW WHITE at CHRISTMAS TREE 6 [ a First Meet ]



Seorang namja cantik sedang duduk didepan meja kasir ia sengaja datang lebih pagi kecafe karena ia ingin menyelesaikan pekerjaan kantor Appanya yang selalu dibawa kecafe oleh saudara sepupunya Leeteuk pemilik café ini
“Annyeonghaseyo…” lamunan namja cantik itu buyar ketika terdengar suara dari pintu café yang terbuka, namja cantik itu beranjak menghampiri pintu café dan melihat ada seorang namja tinggi dan terlihat tampan bersama seorang namja lagi yang lebih pendek sedikit dari namja tinggi itu berpipi Chubby, namja cantik itu mengerutkan keningnya ketika ia sadar kalau namja tampan itu menatapnya aneh seolah namja itu melihat hantu disiang bolong
“Kau mencari Teukie Hyung?? Dia sedang keluar sebentar…” ucap namja cantik itu membuyarkan lamunan namja tampan yang memandangnya aneh sedari tadi
“Ah.. nde ini aku membawa anak yang akan membantu nanti…”
“Oh jadi dia…”
“Nde annyeonghaseyo mohon bantuannya…”
Namja cantik itu tersenyum “Bersiaplah didalam ada seragammu, kita hanya tinggal menunggu dua pelayan lagi lalu kita akan membuka café ini…”
Namja chubby itu mengangguk “Hankyung Hyung aku kedalam dulu ne?”
“Nde hwaiting…”

Setelah ditinggal oleh namja itu kedua namja ini saling terdiam tetapi dengan segera namja yang lebih tinggi melumerkan suasana sedari tadi ia berfikir bagaimana mungkin didunia ini ada namja secantik namja dihadapannya, ya ia akui Leeteuk pemilik café ini Sunbaenya saat masih dikampus dulu juga cantik tetapi namja dihadapannya ini lebih cantik dari pada Leeteuk yang lebih terlihat manis sedangkan namja ini pure cantik bahkan mengalahkan wajah yeoja yang pernah ia lihat selama ini walaupun ia  membandingkannya tetap hasilnya nihil namja ini terlalu cantik untuk ukuran seorang namja “Emm Hankyung imnida…”
“Heechul Imnida…”
“Eung… kau…”
“Aku adalah sepupu Teuki Hyung…”
“Ah…”
Suasana kembali hening seorang Hankyung yang terkenal supel ketika ia masih kuliah dulu kini hanya bisa berdiam diri dihadapan namja cantik itu dan tidak lama pintu café terbuka dan terlihat 3 namja memasuki café “Oh kau sudah datang kau membawa orang yang kucari?”
Hankyung menoleh begitu mendengar suara namja yang dikenalnya “Nde Hyung…”
“Kamsahamnida Hankyung-ah…”
“Cheomane Hyung…”
“Kibum-ah, Zhoumi-ah… kalian ganti baju saja dulu sebentar lagi kita akan buka…” titah Heechul sambil beranjak masuk kedalam kembali keruang kerjanya
“Nde…” sahut Kibum dan Zhoumi patuh dan segera beranjak masuk kedalam ruang staff
“Ah pasti akan repot setelah hari ini sampai penghujung tahun…” keluh Leeteuk sambil menghampiri jendela dan menghela nafas “Tetapi jika aku bisa melihat pohon itu setiap hari rasanya lelah itu akan terbayarkan..” Leeteuk tersenyum menatap kerangka pohon natal yang belum jadi didepan cafenya
“Jika Hyung lelah beristirahatlah Hyung…”
Leeteuk mengangguk “Aniyo, pekerjaanku banyak aku tidak sesantai dirimu Hankyung-ah…”
Hankyung tertawa renyah “Hidupku tidak santai Hyung… kau bekerja keras seperti ini tidak takut jodohmu direbut orang?”
“Akan kurebut lagi gampangkan…”
Namja bernama Hankyung itu tertawa ringan “Ah nde Hyung, namja tadi…”
“Nugu?”
“Yang masuk keruang kerjamu itu, yang cantik itu…”
“Wae?? Kau menyukainya eoh?”
“Ani, ani aku hanya bertanya saja Hyung…” Hankyung berdecak kesal “Lagipula aku ini namja Hyung, memang aku gila apa menyukai dia yang notabenenya namja juga sama sepertiku…”
“Nde-nde… dia itu sepupuku dari ibuku..” Leeteuk menoleh menatap Hankyung “Kau tinggallah sebentar lagi untuk makan…” tahan Leeteuk begitu ia melihat Hankyung sudah membenahi dirinya dan berniat melangkah keluar
“Ani Hyung, aku sudah makan tadi dan aku masih ada pekerjaan kau jangan lupa makan Hyung…”
Leeteuk tersenyum lalu mengangguk patuh “Nde aro Hankyung-ah, kau benar-benar sangat bawel…” ejek Leeteuk
“Baiklah Hyung aku titip Henry disini ya? Kau harus menjaganya ne??? aku pergi dulu Hyung… jika ada waktu aku akan mampir kemari lagi…”
Leeteuk mengangguk dan Hankyung pun beranjak pergi meninggalkan café itu walau dengan sedikit rasa penasaran pada namja cantik tadi itu
Dan kini dipagi hari, jam dimana orang-orang akan sibuk dengan segala aktivitas yang baru akan dimulai sam seperti Hankyung yang hendak menyebrang ketika ia harus segera sampai dikantornya 20 menit lagi, inilah susahnya orang hemat seperti Hankyung ia lebih memilih menabung hampir seluruh gajinya dari pada ia membeli sebuah mobil murah untuk transportasinya mungkin baginya harga sebuah mobil itu bisa jadi ongkos bus yang ia naiki pulang pergi selama beberapa tahun
Langkah namja tampan itu terhenti tiba-tiba ketika ia hampir diserempet oleh mobil yang kini berhenti didepannya, namja tampan itu mengelus-elus dadanya merendam kekagetannya
“Huft.. hampir saja…”
“Ah, mianhae aku tadi tidak melihat…” ucap seseorang yang turun dari mobil Hankyung segera menoleh kesumber suara dan ia melihat namja cantik yang waktu itu ia lihat dicafe Leeteuk waw ini beruntung atau apa???
“Eh, kau Hankyung-Shii??”
“Nde Heechul-Shii…”
Heechul membungkukkan badannya “Ah mian-mian aku tadi tidak melihatmu aku hampir menabrakmu… mianhaeyo Hankyung-shii…”
“Nde gwenchana, aku juga tadi yang terburu-buru…”
“Eh, kau terburu-buru?? Ingin kemana biar ku antar sebagai permintaan maaf dariku…”
“Ah, ani-ani tidak usah Heechul-shii merepotkanmu… aku bisa berlari sampai kekantorku…”
Heechul menghampiri Hankyung lalu menarik namja tampan itu mendekati mobilnya “Jebal masuklah, kalau kau sampai telat masuk kantor aku akan benar-benar merasa bersalah lagi pula sebagai namja kau harus memperhatikan penampilanmu mana mungkin kau kekantormu dengan berlari…”
“Geundae….” Hankyung menghela nafas “Benarkah kau tidak keberatan?”
Heechul menggeleng sambil tersenyum memastikan “Masuklah…” ujar Heechul segera beranjak meninggalkan Hankyung untuk kembali masuk kedalam mobil, sedangkan namja tampan itu malah terdiam senyum yang baru Heechul berikan padanya barusan baginya benar-benar sangat mempesona dirinya, senyum itu tidak terlihat menggoda senyum itu terlihatt biasa hanya saja bagi Hankyung senyum itu seperti menarik kesadarannya dan kewarasannya
“Hankyung-shii?!” panggil Heechul saat sadar Hankyung belum masuk kedalam mobilnya
“Ah, nde mian tadi aku melamun…”ucap Hankyung dan segera masuk kedalam mobil
Heechul mulai menjalankan mobilnya “Beritahukan aku harus belok dimana ne?”
Hankyung mengangguk “Nde, nanti didepan kau belok kiri saja…”
Heechul segera menuruti arahan Hankyung “Ah nde kau tadi melamunkan apa??? Sampai-sampai tidak masuk kedalam mobil? Atau kau marah padaku?”
“Aniyo Heechul-shii aku tidak mungkin marah… aku hanya melamun itu saja..”
“Jangan panggil aku Heechul-Shii kau cukup panggil aku Chullie seperti Teuki Hyung memanggilku atau kau memanggilku Hyung seperti kau memanggil Teuki Hyung aku dan dia hanya berbeda beberapa hari…”
Hankyung tersenyum mendengar Heechul menyuruhnya memanggilnya Chullie terkesan seperti memanggil nama seorang yeoja “Ku panggil Chullie saja, kau tidak terlihat lebih tua dariku…”
“Mwo Jinjja?”
“Nde… lagi pula nama Chullie memang lebih cocok untukmu… kalau boleh jujur kau itu cantik Chullie-ah…”
Heechul tercekat nafasnya hampir berhenti begitu mendengar apa yang diucapkan Hankyung barusan padanya selama ini memang banyak yang bilang ia cantik dan ia tidak suka itu dia ini namja dan namja itu identik dengan tampan bukan cantik biasanya ia akan segera murka jika mendengar ucapan itu, tetapi barusan ia malah merasa hal yang berbeda jantungnya berdegub keras dan wajahnya memanas! Oh ayolah Kim Heechul kau masih normal bukan??? Untuk apa kau berdebar dan merona seperti ini??
“Chullie-ah? Gwencahana?”
“Nde Gwenchana hannie…”
“Eh?” Hankyung segera menatap penasaran dan bingung kearah Heechul mendengar panggilan untuknya dari bibir Heechul, itu panggilan yang sangat manis bagaimana seorang namja bisa memanggil sesama namja dengan panggilan semanis itu, aish Kim Heechul kau benar-benar membuat seorang Hankyung bisa berubah dari normal menjadi tidak normal
“Wae?? Kau tidak suka aku memanggilmu begitu? Mian aku…” Heechul merasa kini Hankyung menatapnya apa namja itu tidak suka panggilam darinya?
“Ani, aku suka kau boleh mamanggilku seperti itu Chullie-ah…”potong Hankyung sambil tersenyum pada Heechul dan sudah pasti membuat namja cantik itu tiba-tiba memanas sepertinya ada yang aneh dengan mereka
“Huft aku bosan…” keluh Heechul sambil menghempaskan tubuhnya kesandaran kursi yang didudukinya ia merasa bosan dengan pekerjaan kantor Appanya yang selalu dibawa Leeteuk kecafe
Leeteuk memandang Heechul “Jika kau lapar kau makan saja dulu…”
Heechul memutar matanya bosan “Hyung, aku bilang aku bosan bukan lapar…”
“Lalu kau mau apa? Pekerjaan kita hanya tinggal sedikit lagi…”
Heechul mengacak-acak rambutnya “Kita kan sudah membuka café kenapa kau masih menerima pekerjaan dari Appa??? Memangnya diperusahaannya itu tidak ada karyawan lagi apa sampai-sampai memintamu membawa pekerjaan kemari…” Heechul melipat kedua tangannya didadanya ia benar-benar kesal dengan Hyungnya satu ini
“Aku hanya ingin membantu Ahjushi… lagi pula itukan Appamu lunaklah sedikit…” Leeteuk tersenyum menanggapi keluhan Heechul
Sedang Heechul hanya berdecak kesal, sesaat otaknya teringat dengan namja yang dulu mengantarkan Henry bekerja dicafe ini dan yang bertemu dengannya beberapa 2 hari lalu “Ah, Hyung!”
“Nde?”
“Kau mengenal namja yang mengantar Henry kemari waktu itu?”
Leeteuk mengangguk “Dia Hoobaeku… waeyo?”
Heechul tampak berfikir sebentar lalu menggeleng “Ani hanya saja wajahnya saat melihatku waktu itu membuatku ingin tertawa terbahak-bahak…” dan tidak lama Heechul benar-benar tertawa terbahak-bahak bahkan Leeteuk memandang Heechul dengan tatapan menilai apa Dongsaengnya ini masih waras atau tidak???
“Dia mengira kau ini yeoja mungkin… hati-hati wajahmu bisa membuat namja tulen seperti dia menyukai namja sepertimu…” ucap Leeteuk sambil meneruskan pekerjaannya yang tertunda karena keluhan Heechul
Perkataan Leeteuk sukses membuat Heechul terdiam, ia jadi mengingat pertemuannya kemarin dengan namja tampan itu aish mungkin bukan hanya  namja itu yang terpesona dengan wajah cantik milik Heechul tetapi mungkin Heechul juga terpesona dengan ketampanan milik namja itu selain tampan namja itupun juga terlihat polos dimata Heechul, semakin diingat tentang namja itu malah semakin membuat Heechul merona hebat
“Ck!” Heechul berdecak kesal gara-gara kata-kata Leeteuk dirinya jadi berfikir yang tidak-tidak bahkan wajahnya sekarang memanas, hey dia ini Kim Heechul yang gampang menaklukan para yeoja diluar sana lalu sekarang kenapa malah jadi seperti yeoja hanya karena seorang namja bernama Hankyung???
Hankyung sedang menikmati kopi hangatnya dipagi hari ia sengaja melewati café Leeteuk yang memang masih tutup dipagi hari ia tahu betul café itu buka jam 11 siang tapi Leeteuk selalu datang pagi kecafe itu untuk mengerjakan tugas kantor terlebih dahulu memang dasar namja work a holic, Hankyung hampir menjatuhkan kopinya ketika 2 orang namja berlarian kearahnya dan hampir menabraknya dan tanpa meminta maaf 2 namja itu meneruskan acara kejar-kejaran mereka sambil berteriak
“Hae-ya kembalikan bukuku!!!”
“Ani Hyukie-ah…”
Hankyung menggeleng-gelengkan kepalanya “Anak SMA jaman sekarang…” ia kembali menatap kopinya yang masih mengebul asap uap panas ia berniat beranjak meninggalkan café itu tetapi langkahnya terhenti karena ia tertabrak oleh seseorang dan kali ini kopi yang belum diminumnya tumpah dengan sukses di celananya
“Aigoo!!” pekik Hankyung ketika paha kirinya terasa panas
“OMO!!”
Hankyung mengerutkan keningnya rasanya ia kenal suara ini “Hannie??? Aigoo mianhae aku tidak melihat jalan, mian mian gwenchana??”
Hankyung menyunggingkan senyum terbaiknya tadinya ia sudah ingin memaki orang yang berani menabraknya belum lagi menumpahkan kopi di celananya lebih tepatnya dipahanya tetapi begitu ia tahu tersangkanya adalah makhluk cantik dihadapannya ini amarahnya meluap pergi entah hilang kemana yang ia rasakan hanya perasaan berbunga-bunga bayangkan saja beberapa hari tidak bertemu membuat dirinya memimpikan namja cantik itu hampir setiap malam dan itu hampir membuatnya gila maka dari itu ia membuang gengsinya dan berangkat melewati café tempat namja cantik itu bekerja agar bisa bertemu dengannya
Rindukah ia dengan Heechul??
Mungkin iya…
“Gwenchana…”
“Aish mian Hannie, setiap bertemu denganku kau tertimpa sial…”
Hankyung segera berdiri dengan tegap lalu menepuk-nepuk paha kirinya agar meyakinkan Heechul kalau ia baik-baik saja “Aku baik-baik saja Chullie kau tenang saja… bukan kau yang salah hanya aku saja yang sedang sial..”
“Lebih baik aku antar keRS saja bagaimana?”
Hankyung menggeleng “Aniyo tidak usah aku harus berangkat kerja Chullie…”
“Geundae…”
“Ani, tidak ada tapi-tapian aku baik-baik saja percayalah..” Hankyung menepuk-nepuk pundak Heechul “Aku berangkat kerja dulu…” Hankyung pun beranjak meninggalkan Heechul yang masih meruntuki dirinya yang setiap bertemu Hankyung malah selalu membuat namja tampan itu terkena sial
Semenjak hari itu entah Hankyung yang sengaja berangkat selalu lewat café Leeteuk atau Heechul yang semenjak hari itu selalu berangkat lebih pagi kecafe Leeteuk biasanya ia akan datang siang ia malas mengerjakan tugas-tugas dari kantor Appanya tapi sekarang berbeda ia akan datang kecafe pagi-pagi ketika jam sibuk orang berangkat kantor dan entah sengaja atau kebetulan ia akan bertemu dengan Hankyung didepan café bahkan kadang Hankyung duduk didekat bangku taman sambil menyiapkan mantau panas sambil menunggu Heechul datang begitu Heechul datang mereka menghabiskan mantau itu berdua atau Heechul yang duduk dibangku taman dengan dua gelas kopi hangat sambil menunggu Hankyung yang datang sama seperti pagi ini
Heechul memandang kearah jalan sudah 10 menit ia menunggu jarang sekali Hankyung akan telat datang sampai 10 menit, apa terjadi apa-apa padanya??? Heechul menatap jam digital ditangannya lalu beralih ke kopi disampingnya yang hampir dingin
“Odia Hannie…”
TAP TAP TAP
“Chulllie-ah…”
Heechul segera menoleh ketika ia mendengar suara namja yang sedari tadi ditunggunya “Kau telat 10 menit…”
Hankyung mengatur nafasnya dengan susah tapi namja tampan itu masih berusaha tersenyum “Mianhae… aku bangun telat hari ini wekerku mati…”
Hankyung menghempaskan tubuhnya disamping Heechul ia menutup matanya sejenak sambil menyenderkan tubuhnya dibangku taman ia harus mengistirahatkan tubuhnya ia cukup lelah berlari dari apartementnya menuju café ini
“Lelah eoh? Lain kali jika telat hubungi aku saja, dan kau langsung ke kantormu saja jangan mampir kemari lagi, kau bisa telat masuk kantor nanti…” tanya Heechul yang melihat Hankyung terlihat sangat kelelahan
“Aku mana tega tidak kemari kau menungguku dari tadi…” Hankyung membuka kembali kedua matanya lalu menoleh kearah Heechul “Lagi pula aku tidak tahu nomor ponselmu Chullie…”
Heechul melotot kaget “Mwo?? Jinjja?? Kita hampir seminggu bertemu disini tapi kita belum bertukar nomor ponsel??”
Hankyung mengangguk pasti “Jeongmal, untuk apa aku bohong??”
Heechul segera mengecek ponselnya dan ternyata benar ia belum memberikan nomor ponselnya pada Hankyung begitupun sebaliknya rasanya ia ingin memukul kepalanya sendiri setiap malam ia berharap Hankyung akan mengiriminya pesan tetapi tidak pernah ternyata alasannya klise, Hankyung tidak punya nomor ponsel Heechul bagaimana Hankyung bisa menghubunginya
“Hehehehe mian Hannie, aku yang ceroboh lupa untuk memberikan nomor ponselku padamu…”
“Gwenchana…”
Heechul menunduk ia benar-benar malu karena kebodohan tingkat dewanya ini “Kau terlihat lucu seperti itu Chullie, boleh kukatakan kau cantik?”
Heechul menutup kedua matanya ia merasa wajahnya kembali memanas bukan karena marah tetapi karena ia merona hebat mendengar ucapan Hankyung ini untuk yang kedua kalinya Hankyung mengatakan bahwa dirinya cantik dan ia menyukai itu, dengan perlahan namun pasti Heechul menganggukkan kepalanya rasanya ia sudah tidak perduli lagi kalau Hankyung tahu dirinya suka diperlakukan seperti yeoja saat ini karena itu memang kenyataannya
Hankyung menatap layar ponselnya sambil tersenyum ia sedikit bosan dengan pekerjaannya *malesnya Heechul kayaknya dah nuler ke Hankyung nih*
                   ‘Huft disini bosan Teukie Hyung tidak asik…’
                   From : Nae Chullie
Kali ini Heechul yang tersenyum-senyum sendiri melihat ponselnya Leeteuk yang menyadari tingkah aneh Dongsaengnya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mungkin ia rasa Dongsaengnya satu itu memang sudah agak-agak tidak waras dimulai dari sering datang pagi dan sekarang sering tersenyum-senyum sendiri karena membaca pesan di ponselnya
                   ‘Keluarlah, hirup udara segar agar kau tidak bosan disana…’
                   From : Nae Prince Hannie
                   ‘Keluar sendiri lebih membosankan Hannie…’
                   From : Nae Chullie
                   ‘Kalau begitu bersabarlah nanti pulang akan kujemput, kita jalan…’
                   From : Nae Prince Hannie
                   ‘Ne, ku tunggu kau datang.. jangan telat ne?? ^.^’
                   From : Nae Chullie
Hankyung meletakkan ponselnya diatas meja kerjanya lalu ia tersenyum lagi ia menyentuh dada kirinya yang berdenyut-denyut dengan kuat membuatnya sedikit sesak bukan sesak karena sakit tapi sesak karena terlalu senang, ia akui ia terlalu senang dengan apapun yang berhubungan dengan namja cantik bernama Kim Heechul itu bahkan setiap malam-malamnya ia habiskan untuk menghubungi namja itu atau pun berkirim pesan dengan namja cantik itu
Tidak ada sedikitpun waktunya yang lolos untuk tidak memikirkan namja cantik itu sedetikpun, rasanya Hankyung bisa gila jika ia tidak bertemu dengan namja cantik itu sehari saja jadi ia akan terus mengusahakan bangun pagi setiap hari agar bisa bertemu dengan Heechul setiap pagi ditaman, ia kembali menatap layar ponselnya ada foto Heechul disana yang ia ambil secara diam-diam saat heechul sedang melamun
“Saranghaeyo Kim Heechul…” gumam Hankyung seorang diri
Heechul berjalan lebih cepat kearah kedai meninggalkan Hankyung yang berjalan dibelakangnya namja cantik itu benar-benar merasa haus saat ini lagi pula ia membutuhkan kopi panas untuk mendinginkan tubuhnya yang hampir membeku karena tiba-tiba salju turun hari ini ketika mereka akan berangkat tadi Hankyung sengaja menyelesaikan tugas dikantornya lebih cepat dan Heechul juga sengaja pulang lebih cepat dari café hanya untuk pergi keLotteland dan yang terjadi adalah mereka hampir mati beku karena nekat masih bermain diLotteland saat cuaca dingin begini
“Gwenchana Chullie?”
“Nde hanya dingin saja…” Heechul menepuk-nepuk kedua tangannya lalu menghembuskan uap dari mulutnya ketangannya
“Mian aku mengajakmu keLotteland andai aku tahu akan turun salju hari ini aku tidak akan mengajakmu keLotteland…”
“Gwenchana Hannie, aku tidak apa-apa… aku ini namja… aku tidak lemah jadi berhenti memperlakukanku seperti yeoja kau terlalu memanjakanku Hannie…”
Hankyung tertawa renyah “Siapa suruh kau memiliki wajah seperti yeoja, bahkan mengalahkan yeoja manapun yang pernah kukenal… Kau ini terlalu cantik Chullie…”
Heechul mengembungkan pipinya yang jelas membuatnya malah semakin terlihat seperti yeoja “Hannie berhenti menggodaku…” omel Heechul sambil menunduk aish wajahnya memanas lagi sekarang
Hankyung menatap Heechul sambil tersenyum penuh arti “Nanti ada yang ingin kubicarakan…”
Heechul mendongak dan menatap Hankyung penasaran “Mwoya?”
Hankyung memutuskan kontak matanya dengan Heechul wajah penasaran Heechul benar-benar manis dan menggoda iman “Nanti saja, aku ingin membicarakannya sambil naik bianglala itu…”
Heechul kembali mengembungkan kedua pipinya “Kau sok misterius Hannie…”
Hankyung menoleh sesaat “Biar….” Hankyung menepuk-nepuk lengan Heechul “Itu kopimu sudah jadi…”
“Ah, nde kau tidak mau Hannie?”
Hankyung menggeleng “Aku sudah hangat tanpa kopi itu…”
Heechul hanya mengerutkan dahi tanda tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Hankyung tetapi namja cantik itu tidak ambil pusing, dan disini lah mereka sekarang didalam bianglala dan dipuncak tertinggi Heechul memandang keseluruh kota Seoul dari atas bianglala yang mereka naiki
“Sudah lama sekali aku tidak kemari… Seoul semakin indah jika dipandang…” gumam Heechul menikmati lampu-lampu yang bertaburan di sekelilingnya terlihat seperti hamparan taman bintang
“Kau menyukainya?”
“Keure…” Heechul menoleh “Apa kau bisa tidak bertanya seperti itu, kau seperti sedang mengajak seorang yeoja melihat indahnya kota Seoul dimalam hari kau tahu…”
Hankyung terkekeh pelan “No Comment, kau tahu jelas alasanku….”
Heechul menggembungkan pipinya kesal, Hankyung selalu memperlakukan seperti yeoja padahal ia paling tidak suka jika ada yang memperlakukannya seperti yeoja apa lagi membanding-bandingkannya tetapi jika Hankyung yang melakukannya mungkin seorang Kim Heechul rela dianggap yeoja oleh namja tampan dihadapannya ini
Hankyung berdecak kesal “Ck Chullie, berhenti bertingkah Aegyo seperti itu, kau benar-benar terlihat seperti yeoja…”
“Aish, menyebalkan…” omel Heechul lalu kembali mengalihkan perhatiannya ia kembali melihat keluar jendela bianglala, bianglalanya kini sudah beranjak turun Heechul sedikit mendesah kecewa karena tidak bisa melihat hal indah lagi
“Chullie…”
Heechul kembali menoleh kehadapan Hankyung “Hmm? Waeyo?”
“Ada yang ingin kubicarakan…”
“Nde?”
“Kau tahu kita ini baru mengenal hampir 2 minggu bukan?”
Heechul mengangguk ia sedikit bingung dengan pertanyaan Hankyung lalu memang ada apa dengan 2 minggu perkenalan mereka?? Hankyung menyesalkah?? “Nde waeyo Hannie? Kau menakutiku…”
Hankyung tersenyum dan karena hari sudah malam wajah tampannya yang terbias dengan cahaya bulan benar-benar sangat tampan dan seorang Kim Heechul benar-benar tidak dapat menolak pesona seorang Hankyung
“Ani… aku hanya merasa mungkin jika kukatakan kau akan kaget…. Aku hanya takut kau membenciku jika kau mendengar apa yang akan ku ucapakan…”
“Apa yang ingin kau bicarakan? Kau benar-benar membuatku takut Hannie…”
“Bila… bila aku tidak normal kau, apa kau akan membenciku?”
“Hannie?? Kau bukan keturunan vampire kan???”
Hankyung tertawa “Tentu bukan Chullie, aish kau ini penggemar twilight ya??? Aku ini manusia hanya hmm mungkin pola pikirku yang mulai tidak normal sekarang…”
“Kau gila??” tanya Heechul tanpa babibu benar-benar jujur namja ini
“Aniyo aku waras Chullie… hanya perasaanku yang tidak normal…”
“Maksdumu?”
“Apa kau akan membenciku jika aku ini menyimpang?”
“Menyimpang?”
“Jika aku menyukai namja…” Hankyung menunduk “Itu yang kumaksud…”
Heechul membelalakkan matanya “M, mwo?? Namja??”
Hankyung kembali mendongakkan wajahnya “Kau merasa aneh denganku sekarang?”
Heechul menggeleng ia kaget bukan karena jijik atau tidak terima dengan keabnormalan Hankyung justru sebagian hatinya bersorak-sorai saat tahu namja dihadapannya ini ternyata mulai tidak normal sama seperti dirinya, tetapi sebagian hatinya sakit dengan siapa Hankyung memberikan hatinya??? Siapa namja yang disukainya??
“Siapa namja beruntung itu?”
“Beruntung?”
Heechul mengangguk lalu kembali menatap jendela mereka sudah kembali beranjak naik Heechul lebih memilih menikmati keindahan malam dari pada ia harus mendengar siapa namja yang berhasil menaklukan hati namja yang mulai mengusik hidup, hati dan otaknya ini…
“Siapa namja yang beruntung mendapatkan cinta dari namja sebaik dirimu, selembut dirimu Hankyung-ah…”
Hankyung membulatkan matanya kaget karena Heechul kembali memanggilnya Hankyung “Kenapa kau memanggilku Hankyung Chullie-ah?”
“Aku hanya temanmu apa tidak aneh aku memanggilmu Hannie, lagipula jika kau ingin dekat dengan namja yang kau cintai bukankan kau harus menjauhiku kau tidak ingin namja itu salah paham bukan??? Kau bisa meminta namja itu yang memanggilmu Hannie nantinya…”
“Ya sudah panggil aku Hannie…”
Heechul berdecak kesal lalu menoleh “Kan sudah kubilang minta namja yang kau sukai itu untuk memanggilmu Hannie…”
“Nde, aku sedang menyuruhnya sekarang… tapi dia malah menyuruh namja lain memanggilku Hannie…”
“Mwo?? Apa yang…” Heechul terdiam matanya melotot kaget “Ha, Hannie…”
“Nde?”
“Jadi aku yang…” Heechul tidak bisa melanjutkan kata-katanya
Hankyung kembali tersenyum "Saranghaeyo Kim Heechul…” ucap Hankyung lancar padahal dalam hatinya ia sedang berteriak-teriak meminta hatinya untuk diam dan jangan berdebar sekuat ini
Heechul menunduk “A, aku…”
Hankyung melebarkan senyumnya, ia hampir melompat girang karena melihat apa yang terjadi pada Heechul sekarang dihadapannya namja cantiknya menunduk dengan rona merah diwajahnya biasan cahaya bulan yang terkena kewajah namja cantik itu membuat Hankyung bisa melihat rona diwajah Heechul bahkan namja ini bukan marah atau bergidik ngeri tetapi malah terlihat gugup hei Kim Heechul kau benar-benar seperti seorang yeoja kini
“A, aku bingung Hannie…”
“Bingung dengan perasaanmu atau bingung bagaimana cara menolakku?” tanya Hankyung, walaupun sebenarnya ia sudah tahu apa jawaban yang sebenarnya tetapi ia ingin mengetes Heechul
Heechul segera mendongak “Aku tidak menolakmu…”
“Jinjja?” tanya Hankyung dengan suara yang sedikit meledek
Heechul menutup mulut cerobohnya dengan kedua tangannya “Aish… aku hanya…”
“Nde araseo… akan kutunggu kau menjawabku ne?”
Heechul mengangguk degub jantungnya benar-benar tidak dapat diajak kompromi sama sekali saking kuatnya ia sampai terbata-bata dengan ucapan yang ingin diucapkannya sendiri
Hankyung menyentuh wajah Heechul untuk yang pertama kalinya, keduanya kini berdebar bahkan mungkin terdengar sampai ketelinga masing-masing bahkan wajah keduanya kini merona karena saling bertatapan tetapi mereka enggan untuk saling melepas tatapan itu
“Saranghae Kim Heechul jeongmal Saranghae…” ucap Hankyung sebelum menghapus jarak antara wajahnya dengan Heechul beruntung mereka kini ada dipuncak bianglala kembali sehingga tidak ada yang melihat apa yang mereka lakukan
Hankyung melepas tautan bibir mereka Hankyung tersenyum melihat Heechul yang menunduk ia yakin tidak ada yang salah disini baik perasaannya ataupun dengan apa yang ia lakukan karena ia yakin Heechul memiliki perasaan yang sama dengannya, walau hal yang ia rasakan tabu tidak apa asal Heechul membalas perasaannya baginya ini bukan hal tabu lagi melainkan hal wajar saat dimana 2 orang manusia saling jatuh cinta ketika mereka pertama kali bertemu
“Akan kutunggu kau menjawabku Chullie…” Hankyung mengecup kening Heechul mengakhiri kebersamaan mereka diatas bianglala itu
Heechul menghela nafas sambil menyenderkan tubuhnya disandaran bangku kerjanya ini sudah beberapa hari lewat semenjak pernyataan cinta dari Hankyung diLottleworld ia bukan menghindari Hankyung ia hanya diberikan waktu oleh Hankyung untuk berfikir dan memberikan jawaban sebaik-baiknya padahal dirinya sudah tahu apa jawaban yang akan ia berikan pada Hankyung…
Heechul tersenyum lalu mengambil sebuah kertas lalu mulai menulisnya
                   ‘Hannie, datanglah malam natal nanti akan kujawab pernyataanmu..’
Heechul senyum-senyum sendiri lalu segera melipat kertas yang ia tulis ia segera beranjak keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Henry ia harus menyerahkan surat itu pada Hankyung lewat Henry
“Henry-ah, kau sedang apa?” tanya Heechul ketika melihat Henry sedang sibuk mengintipi Zhoumi namja chubby ini benar-benar lucu jika seperti ini
Henry menoleh kaget “Ah, Chullie Hyung…”
“Apa yang kau lakukan???” Heechul berpura-pura mengikuti arah pandang Henry lalu tersenyum aneh “Kau sedang mengintip Zhoumi??”
“A, ani aku tidak mengintip Hyung…”
“Lalu???”Senyum aneh dibibir Heechul makin lebar sepertinya Heechul tidak tahan untuk tidak tertawa melihat wajah panik Henry dihadapannya “Kau menyukainya ya?”
“Uhhhuukkk!” Henry sampai tersedak air liurnya sendiri karena mendengar ucapan Heechul barusan dan itu makin membuat Heechul ingin tertawa terbahak-bahak “M,mwo??”
“Kau menyukai Zhoumi benarkan??” tebak Heechul membuat Herny membulatkan matanya kaget hei seharusnya pertanyaan itu ditanyakan pada dirinya beberapa hari yang lalu bukan??
“Ani Hyung…”
“Issshhh sudahlah, hmm aku boleh titip ini…” Heechul menyerahkan sebuah surat pada Henry
“Titip?? Untuk siapa?”
“Berikan pada Hankyung temanmu itu..”
“Eh? Hyung kenal dengan Hankyung Hyung?”
“Em ya… begitulah…” Heechul menepuk pundak Henry “Jadi tolong berikan padanya ya?”
Henry mengangguk “Nde Hyung…”
“Ya sudah aku kembali keruanganku dulu, ah nanti siang Teuki Hyung pulang dari RS jadi nanti siang setelah jam makan kita akan menutup café sebentar…”
“Nde Hyung…”
Heechul kembali keruangannya dan segera menutup pintunya namja cantik itu menyandarkan tubuhnya dipintu lalu menyentuh dadanya yang berdebar “Aku akan menjawabmu Hannie… jadi bersabarlah…” gumam Heechul
Hankyung membaca surat yang diberikan Henry padanya bahkan kini Henry menatap Hankyung dengan tatapan super bingung miliknya “Aku baru tahu kau kenal dengan Chullie Hyung?? Kau dan Chullie Hyung sejak kapan kenal Hyung?”
Hankyung menoleh kearah Henry “Beberapa hari setelah mengantarmu bekerja di tempat Teukie Hyung…”
Henry mengangguk-angguk “Lalu kenapa harus memberikan surat?? Jaman kan sudah canggih Hyung ada ponsel untuk apa surat??”
Hankyung melipat surat dari Heechul lalu disimpan disaku bajunya “Surat lebih bermakna daripada pesan singkat diponsel…”
“Kalian aneh Hyung…”
Hankyung hanya tersenyum lalu beranjak bangun dari bangku “Aku kembali keapartementku dulu ne, ini sudah malam dan kau harus beristirahat bukan?”
Henry mengangguk lalu mengantar Hankyung sampai kedepan pintu apartement miliknya “Annyeong Hyung…”
“Annyeong Henry-ah…”
Dan disinilah dimalam natal Heechul sedang mondar mandir didekat jendela café ia acuhkan tatapan beberapa yeoja yang sepertinya tertarik dengan dirinya yang tampan dan cantik secara bersamaan, maaf saja kini dirinya sudah tidak tertarik pada yeoja manapun
“Mana dia kenapa belum datang juga??” omel Heechul yang melihat jam ditangannya sudah menunjukkan hampir pukul 9 malam
“Jangan bilang dia tidak bisa datang…” runtuk Heechul pada kaca jendela dihadapannya
KLINING!
Pintu café terbuka terlihat seorang anak kecil masuk kedalam dan anak kecil itu segera berjalan menuju tempat dimana Heechul berada “Hyung??” panggil anak kecil itu sambil menarik celana yang dipakai Heechul
Heechul segera menoleh kebawah “Eh??? Waeyo? Dimana Ummamu?”
“Diluar sana…”
“Lalu untuk apa kau masuk kemari?”
Anak kecil itu menyerahkan sebuah surat pada Heechul “Bisa kau berikan ini pada Hyung yang bernama Kim Heechul?? Tadi ada yang menyuruhku menyerahkan ini pada Hyung itu…”
Heechul mengambil surat itu dirinya lah Kim Heechul “Nde akan kuserahkan tenang saja…”
Anak kecil itu tersenyum lalu ia kembali beranjak keluar dari café meninggalkan Heechul yang sedikit kebingungan dengan surat ditangannya, siapa yang memberikan surat untuknya???
  Saat kau baca surat ini aku sudah menunggumu dibangku taman dekat pohon natal tempat biasa kita bertemu setiap pagi Chullie, cepat lah kau datang disini sangat dingin Chullie…
 ~Hankyung~
Dengan segera Heechul beranjak keluar dari café lalu segera menghampiri Hankyung ditempat biasa mereka bertemu, Heechul sedikit mempercepat langkahnya karena salju sudah turun sejak beberapa waktu lalu pasti Hankyung kedinginan jika menunggu dirinya terlalu lama dibangku itu
“Hannie…”
Hankyung mendongak begitu mendengar suara Heechul memanggilnya “Kau sudah datang Chullie…”
Heechul segera beranjak mendekati Hankyung “Kau ini apa-apaan aku kan menyuruhmu kecafe saja kenapa malah menunggu disini???”
Hankyung hanya tersenyum “Gwenchana…”
“Kau tahu salju sudah turunkan? Kalau kau kedinginan bagaimana? Kau bisa sakit Hannie, sudah berapa lama kau disini?? Kenapa tidak mengirimiku pesan saja keponselku jika ingin aku kemari??? Kenapa harus meminta anak kecil itu yang mengantarnya??” tanya Heechul berondong tidak sabaran ia sangat mengkhawatirkan keadaan namja dihadapannya saat ini tapi namja itu malah tersenyum melihat kepanikan diwajah Heechul
“Kau tahu Chullie-ah..”
“Mwoya??” tanya Heechul sedikit ketus ia masih kesal karena Hankyung tidak menjaga tubuhnya baik-baik
“Aku suka kau mengkhawatirkanku seperti ini…”
Heechul menggembungkan kedua pipinya “Aku memang selalu mengkhawatirkanmu Hannie…”
“Sepertinya aku tahu jawabanmu Chullie-ah…”
“Huft seharusnya kau sudah tahu dari malam itu…”
“Memang aku sudah tahu dari malam itu, hanya saja aku ingin kau lebih berfikir sedikit lagi aku tidak mau kau menyesali keputusanmu.. ingat hubungan kita ini sedikit aneh…”
“Lalu kenapa aneh? Jika aneh maka jangan berani mencintaiku, jika kau berani mencintaiku berarti tidak ada lagi yang aneh diantara kita jika perlu setiap berkencan aku akan meminjam baju Noonaku agar kita terlihat normal othe??”
“Terserah padamu, aku  memang merasa hubungan ini aneh tetapi aku tidak akan menyangkal kalau yang aku cintai adalah seorang namja, bahkan namja ini lebih cantik dari yeoja yang selama ini pernah berkeliaran disekitarku…”
“Berhenti menggodaku…”
“Lalu…” Hankyung menatap Heechul yang masih berdiri didekatnya
“Lalu apa?”
“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu begitu?” goda Hankyung
“Aku?”
Hankyung berdiri lalu mendekati Heechul “Nde, ingin mengucapkannya atau tidak?”
“Aku tidak mau mengucapkannya duluan…” tolak Heechul hanya untuk menghindari rona wajahnya ketika ia mendapati bola mata Hankyung manatap lurus kearahnya tanpa berkedip
“Baiklah aku yang akan mengucapkannya terlebih dahulu…” Hankyung mengangkat tangan kirinya untuk menyentuh wajah Heechul “Saranghae Chullie-ah…”
Heechul tersenyum “Nado Hannie, nado saranghae… na…” belum selesai ucapan Heechul Hankyung sudah menginterupsi ucapan Heechul dengan ciuman mendadak darinya ia tidak perduli dengan tatapan orang disekitar yang melihat sesama namja berciuman itu tidak jadi beban fikiran baginya, bukankah ia sudah bilang baginya ini semua wajar cintanya wajar hubungan mereka juga wajar asal Heechul juga merasakan apa yang Hankyung rasakan
“Kya!!! Lee Donghae!!!”
Hankyung dan Heechul menjauhkan wajah mereka ketika mendengar teriakan tidak jauh dari mereka, keduanya menggelengkan kepalanya melihat 2 namja berlarian saling mengejar
“Anak muda…”
“Kau sudah tua Hannie?”
“Waktu aku masih muda aku tidak akan seperti itu…”
Heechul tersenyum lalu meraih jemari Hankyung dan menariknya “Ayo kita ke café, aku akan mentraktirmu minum, kita juga harus berbicara banyak sekarang…”
Kedua namja itu berjalan dan melangkah sambil saling melempar senyum pada pasangannya masing-masing mereka memang hanya diam tidak berkomentar ataupun melakukan apapun tetapi keduanya menyukai moment seperti ini asal selalu bersama rasanya itu sudah cukup untuk mereka berdua

THE END
11:14 PM
1 Januari 2012

                   Dedicated for chirstmast but coz late I dedicated this FF to Sungmin birthday today hope his will have happy and joyfull…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar